KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan modul
pembelajaran Bahasa Indonesia.
Modul Bahasa Indonesia I ini dibuat sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan
Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester 1 dalam keterampilan menulis. Modul
ini disusun untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi pembelajaran Bahasa Indonesia
Kelas VIII Semester 1. Modul Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester 1 ini diharapkan dapat
membantu siswa/i dalam mempelajari dan memahami dengan lebih baik, terarah, dan
terencana.
Penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu penulis
mengucapkan terima kasih khususnya kepada teman serumpun Mata Pelajaran Bahasa
Indonesia yang telah membantu dalam penyusunan modul ini.
Penyusun menyakini bahwa dalam penyusunan Modul Bahasa Indonesia Kelas VIII
Semester 1 ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan Modul Bahasa Indonesia Kelas VIII
Semester 1 ini dimasa yang akan datang.
Penyusun,
ii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ………………………………………………………………………... ii
Daftar Isi ......................................................................................................................... iii
Glosarium ....................................................................................................................... v
Pendahuluan (Menulis Teks Berita) ........................................................................... 1
A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi.......................................... 1
B. Deskripsi Singkat ......................................................................................................... 1
C. Petunjuk Penggunaan Modul ....................................................................................... 1
Kegiatan Pembelajaran.................................................................................................. 2
A. Tujuan Pembelajaran ................................................................................................... 2
B. Uraian Materi ............................................................................................................... 2
C. Ringkasan..................................................................................................................... 7
D. Tugas ........................................................................................................................... 7
E. Pedoman Penilaian ....................................................................................................... 8
F. Refleksi......................................................................................................................... 8
Daftar Pustaka ............................................................................................................... 9
Pendahuluan (Menulis Teks Iklan, Slogan, dan Poster) ............................................ 10
A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi.......................................... 10
B. Deskripsi Singkat ......................................................................................................... 10
C. Petunjuk Penggunaan Modul ....................................................................................... 10
Kegiatan Pembelajaran.................................................................................................. 11
A. Tujuan Pembelajaran ................................................................................................... 11
B. Uraian Materi ............................................................................................................... 11
C. Ringkasan..................................................................................................................... 11
D. Tugas ........................................................................................................................... 14
E. Pedoman Penilaian ....................................................................................................... 15
F. Refleksi......................................................................................................................... 15
Daftar Pustaka ............................................................................................................... 16
Pendahuluan (Menulis Teks Puisi) .............................................................................. 17
A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi.......................................... 17
B. Deskripsi Singkat ......................................................................................................... 17
C. Petunjuk Penggunaan Modul ....................................................................................... 17
Kegiatan Pembelajaran.................................................................................................. 18
A. Tujuan Pembelajaran ................................................................................................... 18
B. Uraian Materi ............................................................................................................... 18
iii
C. Ringkasan..................................................................................................................... 22
D. Tugas ........................................................................................................................... 22
E. Pedoman Penilaian ....................................................................................................... 23
F. Refleksi......................................................................................................................... 23
Daftar Pustaka ............................................................................................................... 24
iv
GLOSARIUM
definisi rumusan tentang ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yang menjadi pokok
pembicaraan atau studi.
deskripsi pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.
fakta hal, peristiwa, keadaan, atau sesuatu yang merupakan kenyataan yang benar-benar ada
atau terjadi. fakta menunjukkan suatu kebenaran informasi, artinya hal atau peristiwa
tersebut terbukti benar-benar ada.
gagasan penjelas gagasan yang fungsinya menjelaskan gagasan utama. kalimat yang
mengandung gagasan penjelas disebut kalimat penjelas.ciri gagasan penjelas, kalimat-
kalimat yang terdapat dalam suatu paragraph berisi penjelasan dari topik utama yang
dibahas di paragraf gagasan utama.
gagasan utama/pokok gagasan utama atau gagasan pokok adalah gagasan yang menjadi
dasar pengembangan sebuah paragraf. keberadaan gagasan utama tersebut dapat
dinyatakan secara eksplisit atau implisit. gagasan utama yang eksplisit dijumpai dalam
jenis paragraf deduktif, induktif, atau paragraf campuran. dalam jenis paragraf ini,
gagasan utama diwakilkan pada sebuah kalimat utama yang letaknya bisa di awal, di
akhir, atau di awal dan di akhir paragraf. sementara itu gagasan utama yang implisit
umumnya dijumpai dalam paragraf deskriptif dan naratif. dalam jenis paragraf ini,
gagasan utama tersebut pada seluruh kalimat dalam paragraf itu. ciri gagasan utama,
kalimat-kalimat yang terdapat dalam suatu paragraf hanya terfokus pada isi dari topik
paragraf. kalimat utamanya pun tersebar pun mendominasi paragraf.
Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cerma mengungkapkan makna konsep,
proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.
klausa satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek
dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat.
konjungsi kata untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan, atau kalimat-kalimat
dan sebagainya, dan tidak untuk tujuan atau maksud lain.
kosakata perbendaharaan kata
laporan jenis teks yang berisi penjabaran umum mengenai sesuatu yang didasarkanpada hasil
observasi. teks laporan juga sering disebut teks klasifikasi. teks ini mengutamakan
hubungan antara kelas dan subsubkelas atau anggota-anggota kelas yang ada. struktur
teksnya adalah pernyataan umum/ klasifikasi^anggota/aspek yang dilaporkan.
makna maksud seorang penulis dalam menyampaikan isi suatu tulisan kepada pembaca.
observasi aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian
memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan
yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang
dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian.
ringkasan penyajian karangan atau peristiwa yang panjang dalam bentuk yang singkat dan
efektif dengan tetap mempertahankan sudut pandang, komposisi pengarang aslinya
suasana keadaan sekitar atau lingkungan. perasaan bahagia, sedih, dan kecewa merupaan
suasana yang terdapat dalam puisi yang dapat dirasakan oleh penulis atau pembaca.
tema jiwa dari sebuah tulisan atau dengan pengertian lain pokok pikiran, dasar cerita dalam
sebuah tulisan.
teks satuan lingual yang dimediakan secara tulis atau lisan dengan tata organisasi tertentu
untuk mengungkapkan makna secara kontekstual.
v
PENDAHULUAN
Menulis Teks Berita
A. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
4.2 Menyajikan data, informasi dalam 4.2.1.Menyajikan isi dari berita
bentuk berita secara lisan dan tulis (membanggakan dan memotivasi) yang
dengan memperhatikan struktur, dibaca dan didengar
kebahasaan,atau aspek lisan (lafal,
intonasi,mimik, kinesik).
B. Deskripsi Singkat Materi
Modul ini berisi materi tentang teks berita. Pada kegiatan ini, materi yang diajarkan
adalah langkah-langkah menulis teks berita. Modul pembelajaran ini dilengkapi dengan
materi, rangkuman, dan glosarium untuk lebih memudahkan peserta didik dalam memahami
materi yang dipelajari. Selain itu, modul ini dilengkapi dengan latihan, uji formatif, evaluasi,
panduan penilaian, dan kolom refleksi yang berfungsi untuk mengukur tingkat pemahaman
peserta didik terhadap materi yang sudah dipelajari.
C. Petunjuk Penggunaan Modul
Modul ini digunakan untuk melatih keterampilan peserta didik secara mandiri dalam
menulis teks berita. Agar peserta didik mendapatkan hasil belajar yang maksimal dalam
menggunakan modul ini, peserta didik diharapkan untuk memahami terlebih dahulu setiap
sub-sub materi yang disajikan beserta contohnya. Jika peserta didik sudah paham terhadap isi
materi yang disajikan, langkah selanjutnya adalah mengerjakan latihan dan uji formatif untuk
mengetahui tingkat pemahaman yang didapat pada setiap peserta didik. Namun, apabila
peserta didik menemui kesulitan dalam memahami isi materi atau mengerjakan soal, peserta
didik dapat bertanya langsung kepada guru sebagai fasilitator.
Setelah peserta didik selesai mengerjakan soal uji formatif, peserta didik dapat
menghitung sendiri nilai akhir pada soal uji formatif. Pada bagian akhir tiap bab, peserta didik
diberi tugas untuk menulis materi yang sudah dipahami pada kolom refleksi. Dan untuk
menilai pemahaman peserta didik terkait materi yang sudah dipelajari secara keseluruhan,
peserta didik diberi tugas untuk mengerjakan soal evaluasi.
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu menjelaskan materi
yang berhubungan dengan teks berita secara lebih komprehensif. Secara lebih rinci
diharapkan peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan.
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Menulis Teks Berita
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik diharapkan mampu menulis teks berita dengan memerhatikan struktur dan
kaidah kebahasaannya.
B. Uraian Materi
Pada bagian ini kalian akan belajar menyusun teks berita. Kegiatan menyusun teks jenis
ini digunakan untuk menyajikan informasi faktual yang padat dan akurat dan tidak
mencantumkan hal-hal yang tidak terkait dengan topik tulisan. Teks ini disusun dalam urutan
fakta secara logis.
1. Pengertian Teks Berita
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berita adalah cerita atau keterangan mengenai
kejadian atau peristiwa yang hangat. Teks berita adalah teks yang berisi peristiwa terkini
atau aktual. Berita berbentuk laporan atas kejadian. Ada juga yang mengatakan berita
adalah informasi baru yang disajikan dalam pembacaan dan penulisan yang jelas, aktual
dan menarik.
Teks berita adalah laporan informasi yang aktual dan berdasarkan fakta yang penting,
menarik, layak atau ingin diketahui oleh kebanyakan masyarakat. Pengertian tersebut
sejalan dengan pendapat Kusumaningrat (2012, hlm.40) yang mengemukakan bahwa
berita merupakan informasi aktual mengenai berbagai fakta dan opini yang menarik
perhatian masyarakat.
Tidak hanya menarik saja, namun harus berdasarkan kenyataan di lapangan. Bentuknya
tidak hanya berupa tulisan saja, nan dapat disajikan secara lisan pula. Seperti yang
diungkapkan oleh Cahya (2012, hlm.2) bahwa berita adalah laporan atau hasil pelaporan,
baik berupa tulisan ataupun dibawakan secara lisan yang bersumber dari realitas
kehidupan sehari-hari.
2. Unsur Teks Berita
Romli (2014, hlm.3) mengemukakan bahwa berita adalah laporan peristiwa yang
memenuhi setidaknya empat nilai berita, seperti: cepat, nyata, penting, menarik karena
peristiwa layak dilaporkan. Untuk memenuhi keempat nilai tersebut, penulis berita harus
memperhatikan enam unsur-unsur berita (Kemdikbud, 2017, hlm.3; Romli, 2014, hlm.10),
yakni:
1. What (Apa)
Nama atau identitas dari suatu kejadian atau peristiwa. Apakah menyangkut hidup
seseorang, atau kejadian tanah longsor? banjir? kerusuhan? apa yang diberitakan.
2. Who (Siapa)
Siapa saja yang terlibat dalam suatu kejadian atau peristiwa? atau siapa tokoh utama
yang menjadi sorotan berita?
3. Where (Di mana)
Unsur ini menyatakan lokasi atau daerah tempat terjadinya peristiwa. Di mana
kejadian itu di mana? dalam kriminal istilahnya biasa disebut dengan TKP atau tempat
kejadian perkara.
2
4. When (Kapan)
Unsur yang merupakan waktu dari suatu kejadian atau peristiwa yang dilaporkan. Bisa
mencakup tanggal, hari, jam, menit, atau umum seperti pagi, siang, dan sore.
5. Why (Mengapa)
Alasan mengapa peristiwa atau kejadian yang dilaporkan dapat terjadi. Unsur ini juga
mencakup untuk mengetahui secara detail penyebab dari suatu peristiwa yang telah
terjadi.
6. How (Bagaimana)
Bagaimana keadaan atau proses terjadinya suatu kejadian atau peristiwa, termasuk
akibat yang ditimbulkan atau justru yang diharapkan dari peristiwa tersebut jika
peristiwa adalah acara yang sengaja dibuat (konser amal, pentas seni, dsb).
Keenam pertanyaan tersebut merupakan langkah yang tepat untuk menggali unsur berita
yang mampu membuat suatu fakta layak menjadi berita. Unsur berita di atas biasa
disingkat dengan 5W1H, atau ADIKSIMBA (Apa, DI
mana, Kapan, SIapa, Mengapa, BAgaimana) dalam bahasa Indonesia untuk memudahkan
dalam mengingatnya.
Struktur Berita
Secara umum boleh dikatakan bahwa sebetulnya struktur berita terdiri dari dua bagian.
Bagian tersebut adalah informasi penting dan informasi tidak (kurang) penting. Informasi
penting menyangkut seluruh unsur utama dari berita, yakni 5W1H.
Ihwal penyusunan informasi penting yang didasari dari unsur berita adalah relatif terhadap
berita yang disampaikan. Bisa jadi unsur yang pertama dimunculkan adalah “Apa” atau
“Bagaimana”, hingga “Siapa” jika berita menyangkut nama seseorang yang penting atau
berpengaruh. Namun, hampir semua bagian informasi penting akan ditempatkan di bagian
kepala (lead) berita. Berikut adalah pemaparan lengkap struktur berita.
1. Kepala Berita (Lead)
Merupakan bagian yang dianggap paling penting dari berita yang harus berisi unsur-
unsur utama berita berdasarkan 5W1H atau ADIKSIMBA yang mencakup “Apa”,
“Siapa”, “Di mana” atau “Kapan”.
2. Badan Berita
Badan berita biasanya berisi “Bagaimana” atau “Mengapa” deskripsi, narasi, atau
penjelasan detail dari bagaimana dan mengapa peristiwa dan kejadian.
3. Bagian Ekor
Bagian ini biasanya tidak memiliki kaitan secara langsung terhadap berita. Bisa berisi
konteks tambahan seperti sejarah sebelum kejadian yang dilaporkan terjadi, dsb.
Sementara itu, Romli (2014, hlm.13) berpendapat bahwa struktur teks berita adalah
sebagai berikut:
1. Judul (head)
2. Dateline, (tempat atau waktu berita itu diperoleh dan disusun)
3. Teras berita (lead)
4. Isi berita (body)
Intinya sama saja, namun pendapat di atas menambahkan judul dan waktu menjadi salah
satu struktur berita yang dibutuhkan. Sementara bagian ekor sedari awal memang sudah
opsional.
3
4. Jenis-Jenis Berita
Menuru (Romli, 2014 : 11-12) jenis-jenis berita yang dikenal dalam dunia jurnalistik
antara lain adalah sebagai berikut:
1. Straight News (berita langsung)
Berita apa adanya, ditulis secara singkat, langsung dan lugas. Sebagian besar halaman
depan surat kabar atau yang menjadi berita utama (headline) biasanya adalah berita
jenis ini.
2. Depth News (berita mendalam)
Merupakan berita yang dikembangkan dengan pendalaman mengenai hal-hal yang ada
di bawah suatu permukaan (dikupas secara mendalam).
3. Investigation News (berita investigasi)
merupakan berita yang dikembangkan berdasarkan penyelidikan dan penelitian dari
berbagai sumber yang dapat menjadi sumber berita.
4. Interpretative News (berita interpretatif)
Berita yang dikembangkan melalui pendapat atau penilaian dari wartawan yang
melaporkan, namun tetap berdasarkan fakta yang ditemukan.
5. Opinion News (Berita Opini)
Berita mengenai pendapat seseorang, biasanya pendapat para ahli, pejabat,
cendekiawan mengenai suatu hal, peristiwa, kondisi keilmuan, dan sebagainya.
Kaidah Kebahasaan Teks Berita
Pada umumnya, kebanyakan jurnalis akan setuju bahwa ciri kebahasaan utama dari teks
berita adalah menggunakan kalimat langsung. Mengapa? Karena, berita harus apa adanya
dan disampaikan secara langsung tanpa menambahkan suatu hal. Namun, tidak hanya itu
saja, berikut adalah ciri teks berita berdasarkan kaidah kebahasaannya.
1. Verba transitif
Merupakan verba yang dapat diubah kebentuk pasif.
2. Verba pewarta
Verba pewarta adalah verba yang mengindikasikan suatu percakapan.
3. Adverbia atau kata keterangan
Kelas kata yang memberikan keterangan kepada kata lain.
4. Konjungsi temporal
Merupakan Kata hubung yang berhubungan dengan waktu. Misalnya: setelah,
kemudian, dan akhirnya.
5. Kalimat langsung
Merupakan hasil kutipan langsung dari pembicaraan seseorang (sumber wawancara)
yang sama persis dengan apa yang dikatakannya.
6. Kalimat tidak langsung
Kalimat yang melaporkan atau memberitahukan perkataan orang lain dalam bentuk
kalimat tidak langsung, biasanya untuk mengungkapkan detail berita.
Ciri teks berita
Berita adalah produk jurnalisme, sehingga, penulisannya pun akan mengikuti konvensi
tulisan jurnalisme. Pokok bahasan yang berasaskan 5W1H atau ADIKSIMBA adalah ciri
terkatnya. Berikut adalah beberapa ciri teks berita.
1. Faktual
Berarti suatu kejadian yang bersifat nyata, benar-benar terjadi dan dapat dirasakan
serta dibuktikan kebenarannya.
4
2. Aktual
Berarti kejadiaan yang bersifat baru, terkini dan sedang menjadi pembicaraan orang
banyak.
3. Unik dan menarik
Unik berarti setiap wartawan atau portal penyedia berita memiliki editorial, redaksi,
hingga diksi yang khas. Menarik berarti berita menyajikan fakta aktual yang
diinginkan oleh masyarakat atau menimbulkan rasa ingin tahu, dan ketertarikan dari
masyrakat untuk membacanya.
4. Berpengaruh bagi masyarakat luas
Teks berita harus memberikan pengaruh bagi kepentingan orang banyak.
5. Objektif
Berita yang disampaikan benar-benar berdasarkan fakta yang ada tanpa dipengaruhi
oleh pandangan atau pendapat pribadi pelapornya
6. Terdapat waktu dan tempat kornologi kejadian
Berita biasanya dilengkapi dengan runtutan waktu atau kronologi kapan terjadinya
peristiwa
7. Bahasa baku, sederhana, dan komunikatif
Pada umumnya menggunakan bahasa baku yang mengikuti PUEBI, sederhana namun
tetap menarik dan tidak membingungkan ketika dibaca (mudah untuk
dikomunikasikan).
Meringkas Berita
Meringkas berita adalah cara yang efektif untuk menyajikan kembali berita dengan tepat
dan tidak menyimpang, baik untuk kebutuhan pribadi, maupun membagikannya kembali
kepada orang lain. Cara menyusun ringkasan berita (Kemdikbud, 2007, hlm.6) adalah
sebagai berikut
1. Membaca atau Mendengarkan Berita
Baca dan perhatikan berita dengan teliti dan seksama, jangan sampai berita yang kita
sampaikan kembali melalu ringkasan berubah makna atau informasinya.
2. Mencatat Pokok-Pokok Berita
Mencatat pokok pikiran berita dapat dilakukan dengan cara mencari unsur-unsur
pembentuknya (ADIKSIMBA/5W1H).
3. Menyampaikan kembali secara lengkap dan ringkas
Berikan kembali simpulan yang memuat seluruh informasi berita namun dalam cara
yang singkat dan padat untuk memastikan berita yang diringkas tidak menyimpangkan
berita.
Hal ini penting agar kita dapat menginformasikan kembali berita yang telah kita baca
kepada orang lain. Jangan sembarangan membagikan berita kepada orang lain, apalagi
jika sumber berasal dari sosial media dan sumber yang rentan untuk dimanfaatkan oleh
oknum yang tidak bertanggungjawab lainnya.
Penyimpulan Isi Berita
Menyimpulkan isi berita masih bertalian erat dengan unsur berita, yakni
ADIKSIMBA/5W1H. Abaikan opini, judul agitatif (menghebohkan), atau isi yang tampak
terlalu mencengangkan dan fokus terhadap bagian: apa, siapa, di mana, kapan, kapan,
mengapa, dan bagaimana. Jika salah satu unsur tersebut tidak ada atau ada yang
meragukan, maka berita harus dipertanyakan kebenarannya.
5
Mengapa penyimpulan isi berita sangatlah penting? Hari ini, banyak oknum yang sering
membawakan berita dengan cara yang kurang baik dan bersifat spekulasi. Berita palsu
atau fake news saja sudah sangat berbahaya bagi kalangan awam. Rasanya sudah jelas
berita palsu itu seperti apa, namun ada satu jenis lagi yang jauh lebih berbahaya.
Jenis berita tersebut adalah berita yang disusun rapi berdasarkan kenyataan namun
memainkan bahasa (biasanya dalam judul) agar opini pembacanya terangsang (terpancing
emosinya) untuk menyimpulkan berita tersebut secara sepihak dan tidak objektif.
Biasanya, berita tersebut secara tidak langsung akan menyerang dan merugikan salah satu
pihak atau instansi yang dikisahkan.
Berita jenis ini bahkan secara hukum tidak berbohong dan tidak dapat dituntut. Padahal,
Berita yang baik, meskipun diiringi suatu opini tertentu untuk membuka cakrawala kritis
pembacanya tidak akan pernah berbohong atau menggiring pembacanya untuk membuat
kesimpulan yang sepihak.
Jadi, berhati-hatilah dalam memilih dan membaca berita. Hal ini menjadi salah satu
bagian terpenting dari manfaat kemampuan menyimpulkan isi berita.
Tanggapan terhadap Isi Berita
Menanggapi isi berita berarti telah membaca dengan seksama, memilah dan menganalisis
unsur-unsurnya, serta mampu menyimpulkan isi berita untuk kemudian memberikan
tanggapan kritis dari sisi positif dan negatif berita. Tanggapan terhadap berita dapat
mencakup dua aspek, yakni isi/struktur berita, dan bahasa berita atau aspek
kebahasaannya. Berikut ini adalah penjabarannya.
Aspek-Aspek Tanggapan terhadap Berita
1. Isi/Struktur, mencakup: a. Kebenaran, b. Kelengkapan.
2. Bahasa Berita, mencakup: a. Penggunaan kalimat, b. Pemilihan kata.
Tentunya kedua aspek sangat penting untuk diperhatikan. Jika isi berita benar dan
terstruktur dengan baik namun bahasa yang digunakan menyimpangkannya oleh
keambiguan atau bahasa agitatif yang menggiring opini publik, maka berita menjadi tidak
valid.
Contoh lain adalah apabila berita benar dan lengkap, namun menggunakan bahasa yang
berbelit-belit, maka teks berita juga dianggap kurang baik. Maka, kita dapat
menanggapinya dengan pendapat seperti:
“Informasi yang disampaikan cukup akurat dan komprehensif dan dapat dibuktikan
dengan gambar dan video yang valid. Selain itu setelah dilakukan cross check pada
sumber berita lain, isinya juga tidak jauh berbeda. Namun, sayangnya redaksi berita
terlalu berbelit-belit dan sulit untuk dipahami oleh pembaca.”
Langkah Menulis Teks Berita (Penyampaian Berita)
Menulis berita berarti harus mampu mendapatkan sumber berita yang kuat, kemudian
menceritakannya kembali sejelas dan seakurat mungkin. Berita harus disampaikan apa
adanya, tidak lebih dan tidak kurang. Berikut adalah langkah-langkah penyampaian berita.
1. Menentukan sumber berita
Berupa peristiwa yang penting (menyangkut kepentingan orang banyak) atau menarik
dan actual.
6
2. Mendatangi sumber berita
Berarti mengamati (observasi langsung) dan menanyai (mewawancara) orang-orang
yang berhubungan dengan peristiwa atau kejadian yang ingin diliput dan dilaporkan.
3. Mengumpulkan dan mencatat fakta-fakta
Fakta yang dikumpulkan dan dicatat harus berpatokan pada unsur teks berita dengan
5W1H atau ADIKSIMBA secara lengkap dan tepat dari segi sumber berita.
4. Mengembangkan catatan fakta menjadi sebuah teks berita yang utuh
Berarti menyusun berbagai fakta tersebut menjadi berita yang disajikan mulai dari
bagian yang penting ke yang kurang penting sesuai dengan struktur berita
(Kemdikbud, 2017, hlm.20).
Penyuntingan Teks Berita
Kalau masih ditemukan beberapa kekeliruan dari berita yang kamu buat itu wajar. Masih
ada satu tahap lagi yang harus kamu lalui sebelum berita itu dipublikasikan, yakni
penyuntingan. Aspek-aspek yang harus diperhatikan di dalam tahap ini sebagai berikut.
1. Kebenaran isi berita, yang ditunjang oleh keakuratan fakta-faktanya.
2. Kelengkapan isi berita, yang ditandai oleh hadirnya komponen-komponen berita
yang terangkum dalam rumus ADIKSIMBA.
3. Struktur penyusunan berita, yang dimulai dari bagian yang penting ke bagian yang
kurang penting.
4. Penggunaan bahasa, yang terkait dengan keefektifan kalimat, kebakuan kata, dan
ketepatan ejaan dan tanda bacanya (Kemdikbud, 2017, hlm.22).
C. Rangkuman
Langkah Menulis Teks Berita (Penyampaian Berita)
Menulis berita berarti harus mampu mendapatkan sumber berita yang kuat, kemudian
menceritakannya kembali sejelas dan seakurat mungkin. Berita harus disampaikan apa
adanya, tidak lebih dan tidak kurang. Berikut adalah langkah-langkah penyampaian berita.
1. Menentukan sumber berita
Berupa peristiwa yang penting (menyangkut kepentingan orang banyak) atau menarik
dan actual.
2. Mendatangi sumber berita
Berarti mengamati (observasi langsung) dan menanyai (mewawancara) orang-orang
yang berhubungan dengan peristiwa atau kejadian yang ingin diliput dan dilaporkan.
3. Mengumpulkan dan mencatat fakta-fakta
Fakta yang dikumpulkan dan dicatat harus berpatokan pada unsur teks berita dengan
5W1H atau ADIKSIMBA secara lengkap dan tepat dari segi sumber berita.
4. Mengembangkan catatan fakta menjadi sebuah teks berita yang utuh
Berarti menyusun berbagai fakta tersebut menjadi berita yang disajikan mulai dari
bagian yang penting ke yang kurang penting sesuai dengan struktur berita
(Kemdikbud, 2017, hlm.20).
D. Tugas
Setelah kalian memahami cara menulis teks berita seperti yang dijelaskan, sekarang
tugas kalian adalah berlatih menulis teks berita dengan topik bebas sesuai langkah-
7
langkahnya. Agar lebih mudah, kalian bisa mengamati apa yang ada lingkungan sekitar kalian
atau bisa berkonsultasi dengan guru kalian.
Selamat mencoba!
E. Pedoman Penilaian 4 3 21
No. Aspek yang dinilai
1 Judul menyatakan hal umum/objek/fakta ilmiah
o Judul ditulis dengan huruf awal huruf kapital
o Judul tanpa menggunakan titik
o Judul sesuai isi
(bobot 1)
2 Kepala berita sudah berisi 5W 1H
o Mengandung 5W1H
o Tidak terdapat kesalahan kata/kalimat
o Tidak terdapat kesalahan tanda baca
(bobot 1)
3 Badan Berita
o Rincian isi berita
o Menggunakan bahasa baku
o Tidak terdapat kesalahan penggunaan kalimat
o Tidak terdapat kesalahan tanda baca/ejaan
(bobot 2)
4 Ekor Berita
o Tidak terdapat kesalahan struktur kalimat
o Tidak terdapat kesalahan penggunaan tanda baca/ejaan
(bobot 1)
F. Refleksi
Apakah kalian sudah menguasai materi tentang pengertian teks berita, struktur, dan
kaidah kebahasaan teks berita yang sudah diuraikan di atas? Kalau kalian sudah paham, coba
kalian tulis pemahaman kalian dalam kertas refleksi di bawah ini.
8
DAFTAR PUSTAKA
1. Cahya S, Inung. (2012). Menulis Berita di Media Massa. Klaten: Citra Aji Parama.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Siswa Bahasa Indonesia
SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
3. Kusumaningrat, H. dan Kusumaningrat P. (2012). Jurnalistik: Teori dan Praktik.
Bandung: Rosda.
4. Romli, A. S. (2014). Jurnalistik Praktis Untuk Pemula. Bandung: PT REMAJA
ROSDAKARYA.
9
PENDAHULUAN
Menulis Iklan, slogan, dan poster
A. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
4.4 Menyajikan gagasan, pesan, ajakan 4.4.1. Membuat gagasan, pesan, ajakan dalam
dalam bentuk iklan, slogan, atau poster bentuk iklan, slogan, atau poster secara
secara lisan dan tulis. lisan dan tulis
B. Deskripsi Singkat Materi
Modul ini berisi materi tentang teks berita. Pada kegiatan ini, materi yang diajarkan
adalah langkah-langkah menulis iklan (poster, slogan). Modul pembelajaran ini dilengkapi
dengan materi, rangkuman, dan glosarium untuk lebih memudahkan peserta didik dalam
memahami materi yang dipelajari. Selain itu, modul ini dilengkapi dengan latihan, uji
formatif, evaluasi, panduan penilaian, dan kolom refleksi yang berfungsi untuk mengukur
tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang sudah dipelajari.
C. Petunjuk Penggunaan Modul
Modul ini digunakan untuk melatih keterampilan peserta didik secara mandiri dalam
menulis teks iklan (poster,slogan). Agar peserta didik mendapatkan hasil belajar yang
maksimal dalam menggunakan modul ini, peserta didik diharapkan untuk memahami terlebih
dahulu setiap sub-sub materi yang disajikan beserta contohnya. Jika peserta didik sudah
paham terhadap isi materi yang disajikan, langkah selanjutnya adalah mengerjakan latihan
dan uji formatif untuk mengetahui tingkat pemahaman yang didapat pada setiap peserta didik.
Namun, apabila peserta didik menemui kesulitan dalam memahami isi materi atau
mengerjakan soal, peserta didik dapat bertanya langsung kepada guru sebagai fasilitator.
Setelah peserta didik selesai mengerjakan soal uji formatif, peserta didik dapat
menghitung sendiri nilai akhir pada soal uji formatif. Pada bagian akhir tiap bab, peserta didik
diberi tugas untuk menulis materi yang sudah dipahami pada kolom refleksi. Dan untuk
menilai pemahaman peserta didik terkait materi yang sudah dipelajari secara keseluruhan,
peserta didik diberi tugas untuk mengerjakan soal evaluasi.
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu menjelaskan materi
yang berhubungan dengan teks berita secara lebih komprehensif. Secara lebih rinci
diharapkan peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan.
10
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Menulis Iklan, Slogan dan Poster
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik diharapkan mampu menulis iklan, slogan, dan poster dengan
memerhatikan struktur dan kaidah kebahasaannya.
B. Uraian Materi
Pada bagian ini kalian akan belajar menyusun teks iklan, slogan, dan poster. Kegiatan
menulis teks jenis ini digunakan untuk menuangkan gagasan, pesan, dan mengajak kepada
khalayak.
1. Iklan
Pengertian iklan, slogan dan poster adalah teks persuatif yang isinya mengandung pesan
kepada khalayak. Fungsi iklan, slogan dan poster adalah membujuk khalayak berbuat sesuatu.
Selain persamaan tersebut, terdapat perbedaan antara iklan, slogan, dan poster.
Pengertian iklan mengutip Kemdikbud RI, iklan adalah teks persuatif yang memadukan
unsur gambar dengan kata-kata, unsur gerak, dan suara. Unsur iklan yang ditampilkan adalah
gambar, gerak, kata-kata, dan suara. Iklan adalah pemberitahuan kepada khalayak mengenai
suatu barang dan jasa. Iklan adalah teks yang mendorong dan membujuk khalayak agar
tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan.
Menurut KBBI, pengertian iklan adalah berita pesanan untuk mendorong, membujuk
khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan; Pemberitahuan kepada
khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual, dipasang di dalam media massa (seperti surat
kabar dan majalah) atau di tempat umum.
Fungsi iklan bagi perusahaan komersial untuk menjual barang dan jasa. Bagi
perkantoran untuk merekrut karyawan. Bagi pemerintah untuk menyebarkan informasi dan
memberikan layanan kepada masyarakat. Bagi orang perorangan untuk membeli dan menjual
barang-barang pribadi. Umumnya iklan bisa ditemukan di media massa, seperti televisi, radio,
surat kabar, dan internet.
2. Slogan
Pengertian slogan mengutip Kemdikbud RI, slogan adalah perkataan atau kalimat
pendek yang dipakai sebagai dasar tuntunan (pegangan hidup); prinsip dari suatu usaha,
organisasi, dan sebagainya. Menurut KBBI slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang
menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu; perkataan atau
kalimat pendek yang menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu
11
ideologi golongan, organisasi, partai politik, dan sebagainya. Slogan disebut juga moto atau
semboyan. Slogan mengutamakan kepadatan makna dan kehematan kata-kata.
3. Poster
Mengutip Kemdikbud RI, poster adalah plakat yang dipajang di tempat-tempat umum.
Unsur poster adalah kata-kata dan gambar. Menurut KBBI, pengertian poster adalah plakat
yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman atau iklan). Isi poster mengandung
pesan kepada khalayak. Poster hampir sama dengan iklan, yaitu pemberitahuan suatu ide, hal
baru, atau hal penting kepada khalayak. Poster menggunakan kata-kata singkat, jelas,
menarik, dan lengkap. Poster biasanya ditujukan untuk pemasangan di ruang-ruang terbuka.
Persamaan iklan, slogan, dan poster adalah sama-sama teks persuatif yang mengandung pesan
kepada khalayak. Tujuannya sama-sama untuk membujuk khalayak berbuat sesuatu.
Perbedaan iklan, slogan, dan poster adalah iklan memadukan unsur gambar dengan kata-kata,
gerak, dan suara serta ditemukan di media massa. Slogan mengutamakan unsur kata-kata.
Poster mengutamakan kekuatan gambar dan kata-kata serta dipajang di tempat umum.
Struktur Iklan
Jika ingin membuat suatu iklan yang benar harus diperhatikan tiga struktur teks iklan seperti
berikut ini:
1. Judul, yakni bagian yang harus diletakkan dibagian paling atas agar dilihat pertama
kali oleh orang, Namun tidak semua iklan mencantumkan judul.
2. Nama Produk/Jasa, yakni bagian yang di dalamnya berisi tentang nama produk atau
jasa yang ditawarkan.
3. Deskripsi, yakni bagian yang memberikan pejelasan terhadap produk atau jasa yang
ditawarkan kepada masyarakat, ditulis semenarik mungkin dan cara mendapat produk
tersebut, alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
Kaidah Kebahasaan Teks Iklan
Sebelumnya, disinggung kalimat yang menjadi ciri suatu teks iklan, seperti persuasif.
Kalimat persuasif bertujuan untuk membujuk. Sehingga kaidah kebahasaan penulisan iklan
lebih retorik. Retorik dalam hal ini mengandung makna efektif sekaligus bombastis. Hal di
atas berkaitan dengan kalimat yang digunakan dalam kaidah kebahasaan iklan. Berikut
penjelasannya kaidah kebahasaan tersebut:
1. Kalimat persuasif, ialah kalimat yang bertujuan untuk membujuk, mengajak, atau
memberi anjuran.
2. Kalimat imperati, ialah kalimat yang memuat perintah atau larangan.
12
3. Kalimat interogatif, ialah kalimat yang mengandung pertanyaa.
4. Kalimat berita, ialah kalimat yang berisi informasi
5. Kalimat seru, ialah kalimat untuk mengungkapkan rasa kagum atau ajakan. Dapat
juga dipakai sebagai penegasan.
Langkah-langkah Penulisan Iklan
Iklan yang baik bisa menampilkan suatu produk yang berbeda dengan produk lain. Iklan baik
memuat adanya pesan yang rasional dan mudah dicerna oleh khalayak. Selain itu, iklan harus
memperhatikan rumus sebagai problema, janji, dan bukti.
a. Mulailah iklan dengan pernyataan yang menarik perhatian khalayak, yakni berfokus
pada kepentingan atau masalah yang mereka hadapi. Misalnya, jika kamu bermaksud
menjual obat jerawat, gunakanlah pernyataan seperti berikut, Wajah Anda berjerawat?
Jika akan menjual produk pelangsing, pernyataan pendahuluannya bisa seperti berikut,
Anda ingin menurunkan berat badan? Contoh lainnya: Anda sering stres. Ingin
mendapatkan ketenangan dalam waktu kurang dari 30 menit?
b. Menawarkan solusi. Misalnya, untuk masalah jerawat, kamu dapat mengajukan
kalimat tawaran seperti berikut: Ramuan Jamu Cantik mengurangi dan melenyapkan
jerawat dalam waktu tiga pulih hari dan Anda kembali tampil cantik. Untuk masalah
berat badan, kamu dapat memberikan solusi seperti berikut, Penyembuhan nondiet
cara baru ini bergantung pada pikiran Anda, bukan oleh makanan yang Anda makan.
Pikiran dapat menurunkan bobot Anda dengan cepat.
c. Menunjukkan bukti. Yang diperlukan khalayak sesungguhnya adalah bukti. Dalam
membuat iklan, kamu tidak boleh sekadar menyampaikan janji-janji. Agar mereka
lebih yakin, tunjukkanlah bukti bahwa solusi kamu berikan benar dan sesuai dengan
harapan mereka.
Berikut contoh-contohnya :
1. Jerawat Anda akan sembuh dalam 30 hari atau uang kembali. Ada 11.500 orang
yang wajahnya kembali putih berseri setelah menggunakan produk kami ini.
2. Riset memperlihatkan bahwa berat badan orang-orang turun sekitar 13 kg setelah
menggunakan metode baru ini.
3. Anda akan merasa relaks karena metode pemijatan kami sampai-sampai Anda
akan tertidur di meja pijat saya.
d. Mengajukan harga. Bagian terakhir adalah mengajukan harga yang kamu inginkan.
Berikut contohnya.
13
1. Jika Anda ingin merawat wajahnya Anda sekarang, pesanlah segera ramuan
istimewa kamu dengan harga….
2. Hanya dengan …., Anda sudah bisa memainkan gitar di akhir pekan ini.
3. Klik di sini untuk membayar sejumlah …. dan Anda bisa mengunduhnya sekarang
juga. Dalam bagian ini kamu pun bisa memberikan promosi lain, misalnya dengan
adanya potongan harga dan berbagai kemudahan lainnya.
C. Rangkuman
Langkah-langkah Penulisan Iklan
Iklan yang baik bisa menampilkan suatu produk yang berbeda dengan produk lain. Iklan baik
memuat adanya pesan yang rasional dan mudah dicerna oleh khalayak. Selain itu, iklan harus
memperhatikan rumus sebagai problema, janji, dan bukti.
a. Mulailah iklan dengan pernyataan yang menarik perhatian khalayak, yakni berfokus pada
kepentingan atau masalah yang mereka hadapi. Misalnya, jika kamu bermaksud menjual
obat jerawat, gunakanlah pernyataan seperti berikut, Wajah Anda berjerawat? Jika akan
menjual produk pelangsing, pernyataan pendahuluannya bisa seperti berikut, Anda ingin
menurunkan berat badan? Contoh lainnya: Anda sering stres. Ingin mendapatkan
ketenangan dalam waktu kurang dari 30 menit?
b. Menawarkan solusi. Misalnya, untuk masalah jerawat, kamu dapat mengajukan kalimat
tawaran seperti berikut: Ramuan Jamu Cantik mengurangi dan melenyapkan jerawat dalam
waktu tiga pulih hari dan Anda kembali tampil cantik. Untuk masalah berat badan, kamu
dapat memberikan solusi seperti berikut, Penyembuhan nondiet cara baru ini bergantung
pada pikiran Anda, bukan oleh makanan yang Anda makan. Pikiran dapat menurunkan
bobot Anda dengan cepat.
c. Menunjukkan bukti. Yang diperlukan khalayak sesungguhnya adalah bukti. Dalam
membuat iklan, kamu tidak boleh sekadar menyampaikan janji-janji. Agar mereka lebih
yakin, tunjukkanlah bukti bahwa solusi kamu berikan benar dan sesuai dengan harapan
mereka.
Berikut contoh-contohnya :
1. Jerawat Anda akan sembuh dalam 30 hari atau uang kembali. Ada 11.500 orang yang
wajahnya kembali putih berseri setelah menggunakan produk kami ini.
2. Riset memperlihatkan bahwa berat badan orang-orang turun sekitar 13 kg setelah
menggunakan metode baru ini.
3. Anda akan merasa relaks karena metode pemijatan kami sampai-sampai Anda akan
tertidur di meja pijat saya.
d. Mengajukan harga. Bagian terakhir adalah mengajukan harga yang kamu inginkan.
14
Berikut contohnya.
1. Jika Anda ingin merawat wajahnya Anda sekarang, pesanlah segera ramuan istimewa
kamu dengan harga….
2. Hanya dengan …., Anda sudah bisa memainkan gitar di akhir pekan ini.
3. Klik di sini untuk membayar sejumlah …. dan Anda bisa mengunduhnya sekarang
juga. Dalam bagian ini kamu pun bisa memberikan promosi lain, misalnya dengan
adanya potongan harga dan berbagai kemudahan lainnya.
D. Tugas
Setelah kalian memahami cara menulis teks iklan seperti yang dijelaskan, sekarang tugas
kalian adalah berlatih menulis teks iklan dengan dengan terlebih dulu menentukan jenis
barang jasa yang akan kamu tawarkan sesuai langkah-langkahnya. Susunlah iklan tersebut
dengan memperhatikan struktur dan kaidah- kaidah kebahasaannya. Selamat mencoba!
E. Pedoman Penilaian 4 3 21
No. Aspek yang dinilai
1 Iklan berstruktur lengkap
(bobot 1)
2 Informasinya mudah dipahami
(bobot 1)
3 Kata-katanya memikat
(bobot 2)
4 Iklan sesuai produk yang dijual dan sesuai dengan khalayak
sasarannya
(bobot 1)
F. Refleksi
Apakah kalian sudah menguasai materi tentang pengertian teks iklan, struktur, dan
kaidah kebahasaan teks iklan yang sudah diuraikan di atas? Kalau kalian sudah paham, coba
kalian tulis pemahaman kalian dalam kertas refleksi di bawah ini.
15
DAFTAR PUSTAKA
1. Hasnun, A. 2006. Pedoman Menulis untuk Siswa SMP dan SMA. Yogyakarta: Andi.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Siswa Bahasa Indonesia
SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
3. Hernawan, H. dan Riyana, C. 2007. Media Pembelajaran SD. Bandung: UPI Press.
4. Kustandi, C. dan Sutjipto, B. (2011). Media Pembelajaran: Manual dan Digital. Bogor: Ghalia
Indonesia.
5. Sudjana, N. & Rivai, A. 2009. Media Pengajaran. Bandung: CV. Sinar Baru Algensindo.
16
PENDAHULUAN
Menulis Puisi
A. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
4.8. Menyajikan gagasan, perasaan, 4.8.1 Membuat gagasan, perasaan, pendapat
pendapat dalam bentuk teks puisi dalam bentuk teks puisi secara tulis/
lisan dengan memperhatikan unsur-
secara tulis/ lisan dengan unsur pembangun puisi
memperhatikan unsur-unsur
pembangun puisi
B. Deskripsi Singkat Materi
Modul ini berisi materi tentang teks puisi. Pada kegiatan ini, materi yang diajarkan
adalah langkah-langkah menulis teks puisi. Modul pembelajaran ini dilengkapi dengan materi,
rangkuman, dan glosarium untuk lebih memudahkan peserta didik dalam memahami materi
yang dipelajari. Selain itu, modul ini dilengkapi dengan latihan, uji formatif, evaluasi,
panduan penilaian, dan kolom refleksi yang berfungsi untuk mengukur tingkat pemahaman
peserta didik terhadap materi yang sudah dipelajari.
C. Petunjuk Penggunaan Modul
Modul ini digunakan untuk melatih keterampilan peserta didik secara mandiri dalam
menulis puisi. Agar peserta didik mendapatkan hasil belajar yang maksimal dalam
menggunakan modul ini, peserta didik diharapkan untuk memahami terlebih dahulu setiap
sub-sub materi yang disajikan beserta contohnya. Jika peserta didik sudah paham terhadap isi
materi yang disajikan, langkah selanjutnya adalah mengerjakan latihan dan uji formatif untuk
mengetahui tingkat pemahaman yang didapat pada setiap peserta didik. Namun, apabila
peserta didik menemui kesulitan dalam memahami isi materi atau mengerjakan soal, peserta
didik dapat bertanya langsung kepada guru sebagai fasilitator.
Setelah peserta didik selesai mengerjakan soal uji formatif, peserta didik dapat
menghitung sendiri nilai akhir pada soal uji formatif. Pada bagian akhir tiap bab, peserta didik
diberi tugas untuk menulis materi yang sudah dipahami pada kolom refleksi. Dan untuk
menilai pemahaman peserta didik terkait materi yang sudah dipelajari secara keseluruhan,
peserta didik diberi tugas untuk mengerjakan soal evaluasi.
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu menjelaskan materi
yang berhubungan dengan puisi secara lebih komprehensif. Secara lebih rinci diharapkan
peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan.
17
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Menulis Puisi
A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik diharapkan mampu menulis puisi dengan memerhatikan struktur dan
kaidah kebahasaannya.
B. Uraian Materi
Pada bagian ini kalian akan belajar menulis puisi. Kegiatan menulis teks jenis ini
digunakan untuk menuangkan gagasan, ide dalam bentuk puisi tulis/ lisan dengan
memperhatikan unsur-unsur pembangun puisi
Pengertian Puisi
Pengertian puisi adalah tulisan yang disusun sedemikian rupa menggunakan susunan kata
estetis dan dapat menghasilkan makna multi tafsir yang menggugah dan menggerakan hati
pembacanya dalam bentuk pesan, amanat atau pembentuk suasana hati semata.
Pengertian diatas diperkuat oleh pendapat Kosasih (2012: 97), yang menyatakan bahwa puisi
adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan kaya akan makna.
Keindahan pada puisi diraih dengan menyusun tipografi, pemilihan kata (diksi) dan
penggunaan gaya bahasa seperti majas, rima dan irama. Kekayaan makna sendiri tercipta
melalui unsur-unsur pembentuknya yang dapat memancarkan pesan seperti amanat dan
gagasan penggugah.
Pengertian Puisi secara Etimologis
Secara etimologis, puisi berasal dari kata poites (bahasa Yunani), yang artinya membangun,
pembuat, atau pembentuk. Sementara itu, dalam bahasa latin istilah ini muncul dari kata poeta
, yang bermakna membangun, menimbulkan, menyebabkan, dan menyair.
Selanjutnya, kata tersebut mengalami penyempitan makna menjadi hasil karya seni sastra
yang kata-katanya disusun menurut syarat, prinsip atau aturan tertentu dengan menggunakan
rima, irama, sajak dan kadang-kadang kata kiasan (Sitomorang, 1980: 10).
Unsur Unsur Puisi (Struktur Puisi)
Pengertian puisi juga harus dipahami melalui unsur-unsur pembentuk yang menjadikan suatu
karya menjadi puisi. Secara garis besar, unsur-unsur puisi terbagi menjadi dua macam, yaitu
18
struktur fisik dan struktur batin (Kosasih, 2012: 97; Waluyo, 1987: 106) . Dibawah ini adalah
penjabaran dari masing-masing unsur tersebut.
Unsur Fisik
Unsur fisik berarti berbagai pembentuk suatu tema dalam bentuk yang tampak langsung
seperti kata konkrit, diksi (pemilihan kata), gaya bahasa, imaji (pengimajinasian), dsb. Unsur-
unsur fisik tersebut akan dijabarkan pada penjelasan dibawah ini:
Diksi (Pemilihan Kata)
Kata-kata dalam puisi merupakan hasil pertimbangan dan pemilihan penulisnya, baik itu
secara makna, susunan bunyi, atau hubungan antar kata dalam setiap baris dan baitnya.
Biasanya puisi akan menggunakan kata konotasi (bermakna tidak sebenarnya) dan kata
berlambang atau kata yang mewakili makna lain.
Imaji (Pengimajinasian)
Imaji adalah kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan suasana, perasaan atau
bentuk imajinasi lainnya berupa imajinasi berbagai indera manusia seperti pendengaran,
pengelihatan, hingga ke sentuhan.
Kata konkret
Yang dimaksud kata konkret adalah kata yang mewakili sebuah makna wujud, fisik;
benar-benar mewakili sesuatu yang wujudnya nyata dan sudah tidak abstrak atau tidak jelas.
Boleh dibilang kata konkret adalah kebalikan dari kata simbol, konotasi atau gaya bahasa lain
yang tidak mewaikili objek atau subjek yang sebenarnya.
Majas (Bahasa Figuratif)
Majas adalah susunan kata atau suatu kalimat yang dapat memancarkan banyak makna
sekaligus melalui gaya bahasa yang disampaikan secara imajinatif dan kiasan dengan cara
membandingkan, melebih-lebihkan, dsb.
Misalnya majas hiperbola berarti gaya bahasa yang melebih-lebihkan, metafora adalah
membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain namun masuk akal, hingga personifikasi
yang memanusiakan sesuatu yang bukan manusia; nyiur melambai.
Versifikasi
Versifikasi adalah semua hal yang bersinggungan dengan bunyi dalam setiap kata, baris
dan bait puisi. Terdiri dari rima, ritma dan metrum. Rima adalah pengulangan bunyi yang
sama dari suatu bait puisi. Sementara Ritma adalah susunan turun naiknya bunyi secara
teratur dalam suatu baris. Kemudian, metrum adalah satuan irama yang ditentukan oleh
jumlah dan tekanan suku kata dalam setiap baris puisi, lebih banyak huruf vokal “i” atau “u”
dalam suatu baris?
19
Tipografi
Tipografi adalah tata letak berbagai satuan bahasa dalam puisi. Apakah puisi itu terdiri
dari satu dua bait dengan rima yang sama, lalu dua bait lagi berbeda. Kemudian satu bait itu
terdiri dari berapa baris? Bagaimana keterhubungan antar bait, dsb.
Unsur Batin
Sebaliknya dari unsur fisik, unsur batin adalah hal-hal yang tidak tampak atau tak kasat mata,
namun secara tidak langsung kehadirannya dapat dirasakan. Unsur batin puisi meliputi: tema
(sense), perasaan (feeling), nada atau sikap penyair terhadap pembaca (tone), dan amanat
(intention) (Waluyo, 1987: 106).
Tema
Tema adalah gagasan pokok yang ingin dibawakan oleh penyair dalam puisinya,
berfungsi sebagai landasan utama penyair dalam pengembangan puisinya. Misalnya tema
yang diangkat adalah cinta, maka keseluruhan pembentuk puisinya akan dilandaskan
berdasarkan sesuatu yang berhubungan dengan cinta.
Perasaan (Ekspresi)
Puisi dapat mewakili ekspresi dan berbagai perasaan penulisnya. Ekspresi itu dapat
berupa rasa syukur, kerinduan, kegelisahan, atau pernyataan kasih sayangnya terhadap
seseorang, hingga kekaguman terhadap keindahan alam.
Nada dan Suasana
Nada adalah sikap tertentu yang dibuat oleh penyair terhadap pembaca: apakah puisi
bersifat menasehati, menyindir, atau hanya memberikan suatu gagasan dan cerita tertentu.
Sementara suasana adalah akibat yang ditimbulkan dari sikap, ekspresi dan unsur lain dari
puisi terhadap pembacanya.
Amanat
Merupakan makna berupa pesan atau gagasan keseluruhan yang dapat disimpulkan atau
ingin disampaikan oleh penulisnya. Apakah penyair mengajak kita untuk berbuat suatu
kebaikan, menanggapi suatu isyu sosial, menjadi lebih kritis terhadap suatu masalah, dsb.
Langkah Langkah Menulis Puisi
Melalui pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya, secara objektif kita dapat melakukan
beberapa langkah & teknik untuk menulis puisi dengan baik, yakni:
1. Tentukan tema atau pokok pikiran puisi, pastikan sesuai dengan yang kita atau suatu
lembaga/kaum/orang inginkan.
2. Buat kerangka struktur puisi sesuai dengan jenis puisi yang akan dibuat.
20
3. Mulai tulis larik dalam setiap unsur puisi yang ingin dibawakan tanpa memikirkan
keindahan atau kepaduannya terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan puisi akan
utuh dan tuntas terlebih dahulu.
4. Kembangkan masing-masing baris pertama puisi menjadi baris yang membantu
mengekspresikan atau menyampaikan sesuatu.
5. Mulai lakukan ungkapan dengan serius, maksudnya ini adalah saat kita berkreasi,
jadilah seorang pujangga yang mengekspresikan imajinasinya tanpa keraguan
6. Analisis dan perhatikan keselarasan tema, penyampaian makna, kepaduan antar kata,
keinovatifan majas, dsb.
7. Jika perlu, lakukan inkubasi atau tidak membaca dan melihat puisi untuk sementara
waktu, agar saat kita melihatnya lagi, berbagai ketidaksempurnaan puisi akan tampak
lebih jelas dan kita dapat memperbaikinya lagi.
Tips Menulis Puisi
Berikut adalah beberapa tips menulis puisi yang dihimpun berdasarkan kesalahan umum yang
biasanya dilakukan oleh seseorang saat menulis puisi.
1. Saat membuat ungkapan, cobalah untuk memikirkan opsi alternatif yang tidak klise.
Misalnya, daripada menggunakan “kolong langit” cobalah ungkapan alternatifnya
seperti “rongga langit” karena “kolong langit” sudah terlalu banyak digunakan dan
sudah kehilangan pesonanya, terutama di kalangan kritikus sastra.
2. Jangan membuat narasi, balada mungkin adalah salah satu genre lirik musik yang
cukup populer, tapi puisi itu seharusnya untaian kata tak bercerita namun
mengungkapkan banyak makna. Biarkan untaian kata-katamu yang menceritakan
banyak kisah yang tercipta melalui pembaca atau penikmat puisinya saja, jangan
dustai kedaulatan apresiasi mereka (terutama para kritikus).
3. Hindari ungkapan cengeng yang klise dan terlalu sering digunakan dalam lirik lagu.
Puisi adalah medan ekspresi yang harus membebaskan, bukan hanya terdengar haru,
mendayu-dayu bagaikan kembang yang layu.
4. Poin ketiga di atas menunjukkan salah satu kesalahan umum lainnya dari orang yang
menulis puisi, rima atau persamaan asonansi sudah ketinggalan zaman. Dalam
beberapa kasus mungkin rima akan terdengar apik, namun jangan mengeksploitasinya.
Hal ini mungkin sama kasusnya dengan bagaimana penyanyi terlalu banyak
menggunakan vibra, terutama di Indonesia.
21
5. Jaga kesederhanaan medan makna yang digunakan dalam puisi. Semakin mengerucut
diksi, majas, dan imaji yang digunakan dalam puisi maka semakin jelas tema pokok
permasalahan yang dibawakan dan semakin baik apresiasi yang akan dihasilkan.
6. Jangan sampaikan pesan secara eksplisit atau secara tegas, atau dengan terang-
terangan menasihati pembaca. Lagi-lagi, hargai intelektualitas pembaca anda. Biarkan
pesan, amanat, atau mungkin wacana permasalahan sosial yang ingin anda sampaikan
berbicara sendiri kepada penikmat puisi.
C. Rangkuman
Langkah Langkah Menulis Puisi
Melalui pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya, secara objektif kita dapat melakukan
beberapa langkah & teknik untuk menulis puisi dengan baik, yakni:
1. Tentukan tema atau pokok pikiran puisi, pastikan sesuai dengan yang kita atau suatu
lembaga/kaum/orang inginkan.
2. Buat kerangka struktur puisi sesuai dengan jenis puisi yang akan dibuat.
3. Mulai tulis larik dalam setiap unsur puisi yang ingin dibawakan tanpa memikirkan
keindahan atau kepaduannya terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan puisi akan
utuh dan tuntas terlebih dahulu.
4. Kembangkan masing-masing baris pertama puisi menjadi baris yang membantu
mengekspresikan atau menyampaikan sesuatu.
5. Mulai lakukan ungkapan dengan serius, maksudnya ini adalah saat kita berkreasi,
jadilah seorang pujangga yang mengekspresikan imajinasinya tanpa keraguan
6. Analisis dan perhatikan keselarasan tema, penyampaian makna, kepaduan antar kata,
keinovatifan majas, dsb.
7. Jika perlu, lakukan inkubasi atau tidak membaca dan melihat puisi untuk sementara
waktu, agar saat kita melihatnya lagi, berbagai ketidaksempurnaan puisi akan tampak
lebih jelas dan kita dapat memperbaikinya lagi.
D. Tugas
Setelah kalian memahami cara menulis puisi seperti yang dijelaskan, sekarang tugas kalian
adalah berlatih menulis puisi dengan topik bebas sesuai langkah-langkahnya. Agar lebih
mudah, kalian bisa mengamati apa yang ada lingkungan sekitar kalian atau bisa berkonsultasi
dengan guru kalian.
Selamat mencoba!
22
D. Pedoman Penilaian 4 3 21
No. Aspek yang dinilai
1 Gagasan menarik
(bobot 1)
2 Unsur batin puisi
(bobot 1)
3 Kata-katanya jelas, padat makna
(bobot 2)
4 Unsur fisik puisi
(bobot 1)
F. Refleksi
23
DAFTAR PUSTAKA
1. Kosasih, E. (2012). Dasar-Dasar Keterampilan Bersastra. Bandung: Yrama Widya.
2. Waluyo, Herman J. (2002). Apresiasi Puisi. Jakarta: Gramedia. (Tautan informasi
buku)
3. Aisyah, N.L. (2007). Panduan Apresiasi Puisi dan Pembelajarannya. Bandung:
Rumput Merah.
4. Situmorang,P. (1987). Puisi dan Metodelogi Pengajarannya. Flores NTT: Nusa Indah.
5. (1989). Teori dan Bimbingan Apresiasi Sastra Indonesia Untuk SMU. Jakarta:
Erlangga.
24