2
SISTEM KLASIFIKASI
MAKHLUK HIDUP
Cobalah Anda hitung atau perkirakan, berapa banyak jenis makhluk hidup yang ada
disekitar Anda. Sangat banyak bukan? Tingginya tingkat keanekaragaman hayati di permukaan
bumi mendorong ilmuwan mencari cara terbaik untuk mempelajarinya, yaitu dengan klasifikasi.
Klasifikasi makhluk hidup dapat dilakukan oleh siapa saja, asal memiliki dasar dan tujuan yang
jelas. Misalnya bayam, kol, kentang,
kacang panjang, wortel, dan sawi
dimasukkan dalam satu kelompok
tanaman sayur-sayuran. Dasar
pengelompokan tersebut adalah bahwa
tanaman- tanaman tersebut dapat
digunakan sebagai sayuran, sedangkan
tujuannya adalah untuk memudahkan
manusia dalam memanfaatkan tanam-
tanaman tersebut sebagai sayur-
sayuran. Para pakar menggunakan dasar
tertentu dalam mengklasifikasikan
makhluk hidup. Tujuannya agar memudahkan dalam mempelajarinya. Di dalam Biologi, cara
atau metode pengklasifikasian makhluk hidup dipelajari dalam cabang ilmu tersendiri. Ilmu yang
mempelajari klasifikasi makhluk hidup disebut Taksonomi. Klasifikasi makhluk hidup
didasarkan pada persamaan atau perbedaan ciri-ciri morfologi, anatomi, fisiologi, sifat-sifat
biokomianya. Makhluk hidup yang memiliki persamaan ciri-ciri dikelompokkan ke dalam unit-
unit atau takson.
Klasifikasi memiliki manfaat penting yang dapat langsung diterapkan bagi kepentingan
manusia. Salah satu contoh penerapan klasifikasi dalam bidang kesehatan. Untuk menguji
kemampuan obat baru guna mengobati penyakit kanker pada manusia, tidak perlu secara
langsung dicobakan kepada manusia. Akan tetapi obat tersebut dapat dicobakan terlebih dahulu
pada makhluk hidup yang taksonominya dekat dengan manusia. Misalnya kera atau gorila. Jika
3
ternyata obat ini dapat menyembuhkan kanker pada hewan percobaan dan tidak meracuni, maka
selanjutnya dapat dicobakan kepada manusia. Klasifikasi juga dapat digunakan untuk melihat
hubungan kekerabatan antara makhluk hidup yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh: kuda
memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan sapi daripada dengan belalang, karena
kuda dan sapi memiliki banyak persamaan ciri-ciri misalnya menyusui, bertulang belakang,
berkaki empat, dan berambut. Makhluk hidup yang memiliki banyak persamaan ciri-ciri
memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat. Jadi secara umum klasifikasi dapat diartikan
sebagai proses penggolongan organisme manurut aturan tertentu dan tujuan tertentu. Klasifikasi
makhluk hidup dilakukan secara sistematis dan bertahap.
Tujuan Pengklasifikasian Makhluk Hidup
1. Memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beranekaragam
2. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaaan dan perbedaan ciri-ciri yang
dimiliki.
3. Mendeskrpsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan
makhuk hidup yang lain.
4. Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup
5. Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya
6. Mempelajari evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya
7. Menunjukkan tingkatan dalam taksonomi.
Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup
1. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan
persamaan dan perbedaan yang dimilikinya.
2. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri
bentuk tubuh (morfologi) dan alat dalam tubuh
(anatomi).
3. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan
manfaat, ukuran, tempat hidup, dan cara
hidupnya.
4
4. Klasifikasi makhluk hidup kandungan gen di dalam kromosom, dan kandungan zat
biokimia.
Tahap- Tahap Klasifikasi Makhluk Hidup
a. Pencandraan sifat-sifat makhluk hidup
Pencandraan sifat-sifat makhluk hidup atau identifikasi ciri-ciri (sifatsifat) organisme
merupakan proses awal dalam klasifikasi. Identifikasi dimulai dari ciri-ciri yang tampak dan
mudah diamati, seperti ciri-ciri morfologi, anatomi, dan fisiologi bagian-bagian tubuh. Misalnya,
jumlah sayap, warna tubuh, jumlah ruas dada, dan cara makan.
b. Pengelompokan berdasarkan ciri yang diamati
Setelah masing-masing organisme diidentifikasi ciri atau sifatnya, selanjutnya dilakukan
pengelompokan berdasarkan persamaan ciri atau sifat organisme tersebut. Sebagai contoh: singa,
harimau, macan tutul dikelompokkan menjadi satu kelompok karena memiliki persamaan ciri-
ciri misalnya bentuk tubuh, jenis makanan, termasuk hewan buas. Contoh: burung, bebek dan
ayam dikelompokkan dalam satu kelompok karena memiliki ciri-ciri yang sama yaitu: tubuh
ditutupi bulu, memiliki paruh, bernapas dengan paru-paru, dan jantung terdiri dari empat ruang.
Singa, macan tutul, harimau menjadi satu kelompok burung, bebek dan ayam menjadisatu kelompok
c. Pemberian nama takson
Setelah makhluk dikelompokkan berdasarkan ciri-cirinya, selanjutnya pemberian nama
takson kelompok tersebut. Misalnya unggas, ayam, dan burung merpati dimasukkan ke dalam
kelompok burung atau aves. Pemberian nama bertujuan untuk, membedakan antara satu
5
kelompok dengan kelompok yang lain, menyusun hubungan kekerabatan antarkelompok,
memudahkan dalam mengenal ciri-ciri kelompok, menunjukkan tingkatan dalam taksonomi.
Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi mengalami perkemangan, ada beberapa sistem klasifikasi yang pernah
diperkenalkan oleh para ahli taksonomi yaitu;
Sistem Kingdom Dasar Pengklasifikasian Nama Kigdom
Sistem 2 kingdom Berdasarkan cara memperoleh Plantae (Tumbuhan)
(Carolus linnaeus 1735) makanannya (autotroph dan Animalia (Hewan)
heterotroph )
Sistem 3 kingdom penemuan mikroskop cahaya Plantae (Tumbuhan)
(Heachel, 1866) sehingga organisme terbagi bersel satu Animalia (Hewan)
dan bersel banyak Protista
Sistem 4 kingdom
(Copeland,1983) penemuan mikroskop electron, dan Plantae (Tumbuhan)
ada penemuan prokariot dan eukariot Animalia (Hewan)
Sistem 5 kingdom
(Whittaker,1969) Protista
Monera
jamur dipisahkan dari plantae karna Plantae (Tumbuhan)
perbedaaan siri, struktur sel Animalia (Hewan)
Protista
Monera
fungi (jamur)
Sistem 6 kingdom (Carl Berdasarkan komponen dinding sel Plantae (Tumbuhan)
Woese, 1977) Animalia (Hewan)
Protista
Monera
fungi (jamur)
Archaebakteria
Eubacteria
6
a. Sistem Dua Kingdom
Dalam sistem klasifikasi dua kingdom, organisme dibagi atas dua kerajaan besar, yaitu:
1.Kingdom Plantae (Kerajaan tumbuhan)
Kerajaan tumbuhan atau dunia tumbuhan
memiliki ciri-ciri: terdapat dinding sel yang
tersusun dari selulosa sehingga selnya kaku,
berklorofil dan mampu berfotosintesis. Mes-
kipun tidak berklorofil, bakteri dan jamur
dimasukkan kerajaan tumbuhan. Ganggang,
lumut, paku-pakuan dan tumbuhan berbiji juga
dimasukkan kerajaan tumbuhan.
2.Kingdom Animalia (Kerajaan hewan)
Ciri-ciri: tidak berdinding sel, tidak berklorofil,
dapat bergerak bebas. Yang termasuk dalam dunia hewan adalah Protozoa, Porifera,
Coelenterata, Molusca, Arthropoda, Echino- dermata, sampai Chordata.
b. Sistem Tiga Kingdom
Dalam klasifikasi ini, makhluk hidup dikelompokkan ke dalam tiga kerajaan besar. Karena
tidak dapat berfotosintesis dan memiliki dinding sel dari kitin, jamur dikeluarkan dari kingdom
tumbuhan dan dikelompokkkan tersendiri, sehingga muncul tiga kingdom. Ketiga kingdom
tersebut adalah:
1.Kingdom Fungi (Jamur)
Jamur tidak dimasukkan dalam kerajaan tumbuhan karena berbeda dengan tumbuhan, yaitu tidak
dapat berfotosintesis.
2.Kingdom plantae (Tumbuhan)
7
Di dalam kerajaan tumbuhan terdapat bakteri, alga, tumbuhan lumut, tumbuhan paku dan
tumbuhan biji.
3.Kingdom animalia
Sama seperti sistem dua kingdom, dimulai dari binatang Protozoa sampai Chordata.
c.Sistem 5 Kingdom
Dasar pengklasifikasian empat kingdom karena penemuan mikroskop electron, aehingga
Copeland pada tahun 1983 menemukan prokariot dan eukariot. Sistem klasifikasi makhluk hidup
dengan 4 kingdom ini terdiri dari kingdom Monera, Protista, Plantae, dan Animalia. Sistem
klasifikasi ini muncul setelah ditemukannya mikroskop yang dapat melihat ke dalam sel
d. Sistem Klasifikasi 5 Kingdom
Sistem klasifikasi 5 kingdom merupakan sistem yang mengkategorikan makhluk hidup
berdasarkan struktur dan kemampuan
produksi makanan (autotrof/Heterotrof).
Autotrof adalah Organisme autotrof
merupakan organisme yang dapat
mengubah bahan anorganik menjadi
organik dengan bantuan energi seperti
energi cahaya matahari dan kimia
contohnya yaitu tumbuhan (plantae),
monera/bakteri dan protista. Heterotrof
adalah organisme yang tidak
mempunyai kemampuan dalam
membuat makanan sendiri atau harus
bergantung dari organisme lain
contohnya yaitu kingdom animalia
(hewan) dan fungi (Jamur). Sistem ini
terdiri dari 5 kingdom yakni: Monera,
8
Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.
e. Sistem 6 Kingdom
Sistem klasifikasi 6 kingdom merupakan penyempurnaan sistem sebelumnya dengan
dipecahkan kingdom Monera ke dalam dua bagian yakni, Kingdom Eubacteria dan
Archaebacteria. Sistem klasifikasi 6 kingdom ini adalah sistem yang masih menjadi acuan untuk
penelitian dan pembelajaran hingga saat
ini.
1. Kingdom Eubacteria
Eubacteria biasanya kita sebut
sebagai bakteri. Makhluk hidup yang
termasuk ke dalam kategori Eubacteria
memiliki sel prokariotik (sel sederhana
yang tidak mempunyai kapsul sebagai
lapisan terluar). Eubacteria juga
merupakan makhluk hidup dengan sel
tunggal (uniseluler) dan memiliki
peptidoglikan di dalam sel mereka.
2. Kingdom Archaebacteria
Archaebacteria adalah organisme
uniseluler yang dapat hidup di
lingkungan ekstrim seperti sumber air
panas dan ada juga yang bisa hidup di
suhu dingin ekstrim seperti di wilayah
kutub, Archaebacteria juga dapat hidup
di lingkungan dengan kadar asam atau
garam yang cukup tinggi.
3. Kingdom Protista
Kingdom Protista adalah kingdom
yang terdiri dari satu sel atau banyak sel
dan memiliki membrane inti (organisme
eukariot) serta bersel tunggal. Kingdom
Protista adalah kingdom yang sederhana
karena hanya tersusun atas satu sel sehingga dapat di kelompokan dalam kingdom sendiri.
Protista dapat di kelompokkan menjadi tiga bagian yaitu menyerupai hewan (protozoa),
9
menyerupai tumbuhan (Ganggang) dan menyerupai jamur. Sebagian besar Protista hidup di air,
karena tidak memiliki pelindung untuk menjaga tubuhnya
dari hawa kering.
4.Kingdom Fungi
Jamur/fungi merupakan organisme eukariotik yang memiliki
dinding sel dan tidak memiliki klorofil. Dengan demikian
fungi tidak bisa memproduksi makanan sendiri dengan
melakukan fotosintesis seperti tumbuhan. Sehingga fungi
merupakan organisme heterotrof yang memerlukan bahan
organik dari luar untuk kebutuhan bertahan hidup. Sebagai organisme saprofit fungi hidup dari
benda-benda atau bahan-bahan organik yang telah mati. Saprofit menghancurkan sisa-sisa bahan
tumbuhan dan hewan yang kompleks menjadi bahan organik
yang lebih sederhana.
5. Kingdom Plantae
Kingdom Plantae atau yang lebih dikenal dengan tumbuhan
ialah salah satu organisme eukariotik multiseluler yang
mempunyai dinding sel dan klorofil. Klorofil yaitu zat hijau
daun yang fungsinya untuk fotosintesis yang sehingga tumbuhan mampu membuat makanannya
sendiri atau yang sifatnya autotrof.
6. Kingdom Animalia
Kingdom Animalia atau biasa disebut hewan organisme
eukariotik yang multiseluler. Berbeda dengan tumbuhan,
hewan tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat
melakukan fotosintesis untuk membuat makanannya
sendiri. Oleh karena itu, hewan harus mencari makanannya sendiri untuk mendapatkan energi
kemudian makanan tersebut dicerna di dalam tubuhnya.
10
Tingkatan Takson
Takson disusun dari tingkat tinggi ke tingkat rendah. Makhluk hidup yang memiliki
sedikit persamaan ciri-ciri dikelompokkan ke dalam tingkatan takson yang tinggi. Biasanya
tingkatan ini memiliki jumlah makhluk hidup yang banyak. Sebaliknya makhluk hidup yang
memiliki banyak persamaan ciri dimasukkan dalam takson yang lebih rendah. Sebagai contoh
tumbuhan berbiji dibagi menjadi dua yakni tumbuhan berbiji tertutup dan tumbuhan berbiji
terbuka. Semakin sedikit persamaan ciri antara makhluk hidup, semakin jauh kekerabatannya.
Untuk memudahkan dalam pengelompokan organisme disusunlah suatu aturan pengelompokan,
1. Kingdom (Kerajaan)
Takson yang paling tinggi adlah kingdom atau kerajan, saat ini ada 6 kingdom. Semua
hewan dimasukkan ke dalam Kingdom Animalia, semua tumbuhan dimasukkan dalam Kingdom
Plantae, semua jamur termasuk kingdom Fungi, kingdom Protista, kingdom Eubacteria, kingdom
Arcaebakteria.
2. Phylum (Filum) atau Divisio (Divisi)
Filum atau Divisi merupakan tingkatan takson yang menghimpun beberapa kelas yang
memiliki persamaan ciri-ciri. Filum atau divisi digunakan untuk menunjuk suatu kelompok
makhluk hidup yang sebagian besar cirinya sama. Misalnya seluruh hewan bersel satu
dimasukkan dalam filum Protozoa, seluruh tumbuhan yang memiliki biji sebagai alat
perkembangbiakan dimasukkan dalam divisi Spermatophyta, seluruh hewan yang kakinya
bersegmen-segmen dimasukkan dalam filum Arthropoda. Filum digunakan untuk menunjuk
takson hewan, sebaliknya divisi digunakan untuk menunjuk takson tumbuh-tumbuhan. Kelas
Mamalia (kelas hewan menyusui) bersama-sama dengan kelas Pisces (Kelas Ikan), kelas
Amphibi (Kelas Katak), kelas Reptil (kelas hewan melata), dan kelas Aves (Kelas Burung)
dimasukkan ke dalam filum Vertebrata, karena memiliki persamaan ciri yaitu memiliki kerangka
tulang belakang..
3. Class (Kelas)
Beberapa ordo yang memiliki persamaan ciri dimasukkan dalam satu kelas. Ordo Carnivora
bersama-sama ordo Rodentia (binatang mengerat, misalnya tikus), ordo Chiroptera (bangsa
kelelawar), ordo Primata (bangsa kera), ordo Insektivora (bangsa trenggiling), memiliki ciri- ciri
yang sama yaitu adanya kelenjar susu dan menyusui anaknya, sehingga dimasukkan dalam satu
kelas yaitu Mamalia.
11
4. Ordo (Bangsa)
Ordo adalah tingkatan takson yang menghimpun beberapa familia. Familia Canidae (keluarga
anjing) bersama-sama dengan familia Felidae (keluarga kucing) dan Familia Ursidae (keluarga
beruang) membentuk ordo Carnivora (Bangsa pemakan daging).
5. Famili (Suku)
Famili adalah tingkatan takson yang anggotanya terdiri dari beberapa marga atau genus.
Genus Canis (marga anjing) bersama-sama dengan Genus Cuon (marga anjing jinak) dima-
sukkan dalam familia Canidae (keluarga anjing).
6. Genus (Marga)
Beberapa jenis atau spesies yang memiliki kesamaan ciri dimasukkan dalam genus yang
sama. Genus adalah tingkatan takson yang memiliki beberapa spesies sebagai anggotanya.
Misalnya anjing dan serigala berbeda jenisnya, tetapi mereka masih dalam satu genus, yaitu
genus Canis. Canis dari kata Caninus (gigi taring).
7. Spesies (Jenis)
Spesies atau jenis merupakan takson yang yang merupakan unit dasar klasifikasi. Spesies
adalah jika dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil. Keturunan
fertil artinya keturunan (anak- anak) yang dihasilkan yang dapat kawin dengan sesamanya dan
dapat menghasilkan anak.
Perbedaan Takson hewan dan tumbuhan
12
Contoh tingkatan takson untuk pisang
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida (Tumbuhan Monokotil)
Ordo : Zingiberales
Famili : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa paradisiaca
Tatanama Binomial (Binomial Nomenclatur)
Di dalam biologi terdapat ketentuan dalam memberi nama suatu spesies. Carolus
Linnaeus (1707-1778) memberi nama spesies dengan 2 kata yang diambil dari bahasa Latin atau
dilatinkan. Pemberian nama dengan 2 kata itu dikenal dengan istilah binomial nomenklatur.
Ketentuan penamaan tersebut adalah sebagai berikut:
(1) Nama spesies terdiri dari dua kata dalam bahasa Latin atau kata yang dilatinkan; contoh nama
yang dilatinkan Bambusa spinosa (bambu berduri), Carica papaya (papaya)
(2) Kata pertama menunjukkan nama genus oleh sebab itu huruf pertama menggunakan huruf
besar. Misal: Bambusa; Carica.
(3) Kata kedua merupakan nama spesifik atau penunjuk jenis yang huruf awalnya ditulis dengan
huruf kecil. Misal spinosa; papaya; sativa.
(4) Nama spesies (kata pertama dan kata kedua) berdasarkan kebiasaan dicetak lain dari teks,
umumnya dicetak miring atau digaris bawah. Misal: Oryza sativa (padi); Tamarindus indica
(asam); Mangifera indica (mangga).
(5) Jika nama tuumbuhan lebih dari dua kata maka kata kedua
selanjutnya harus menggunakan tanda penghubung, contohnya
Hibiscus rosa-sinensis (bunga kembang sepatu).
(6) Nama spesies juga dapat mencamtumkan inisial pemberi nama
spesies tersebut, misalnya: pisang (Musa paradisiaca L.) Huruf L
menandakan Linnaeus yang memberikan nama untuk spesies pisang.
13
Kunci Determinasi Dan Kladogram
Kunci Determinasi
Determinasi (identifikasi) makhluk hidup adalah proses untuk menentukan nama
makhluk hidup dan menempatkanya dalam kelompok yang tepat.langkah untuk melakukannya
yaitu identifikasi semua sifat morfologi seperti bentuk, warna, ukuran, permukaan. Langkah
selanjutnya adalah untuk mencari alat pembanding untuk membandingkan makhluk hidup yang
baru kita temui dengan makhluk hidup yang sudah memiliki nama. Alat pembanding dapat
berupa gambar, specimen, herbarium dan kunci determinasi.
Pada umumnya suatu species diidentifikasi dengan menggunakan kunci determinasi.
Kunci ini terdiri atas serangkaian petunjuk yang merupakan ciri-ciri morfologi suatu makhluk
hidup, dengan ciri setiap petunjuk terdiri atas dua pernyataan yang berlawanan dan pernyataan-
pernyataan ini membawa kita pada petunjuk selanjutnya. Jika salah satu ada yang cocok, maka
pernyataan yang lain gugur, demikian seterusnya sampai akhirnya nama jenisnya diketahui.
Cara menggunakan kunci determinasi
● Cara mengidentifikasi tumbuhan menggunakan kunci determinasi diawali dengan
mencermati setiap kata yang terdapat pada kunci determinasi mulai dari baris paling atas.
● Ambillah satu persatu tumbuhan yang ada, kemudian cocokkan ciri yang terdapat pada
kunci determinasi dengan ciri pada tumbuhan.
● Bila ciri yang ada pada kunci determinasi sesuai dengan ciri pada tumbuhan, catatlah
nomornya dan lanjutkan sesuai dengan perintah yang ada pada kunci (biasanya nomornya
berada di penghujung pernyataan).
● Bila ciri yang ada pada kunci determinasi tidak sesuai dengan ciri pada tumbuhan,
beralihlah pada nomor yang sesuai dengan petunjuk yang ada pada kunci determinasi.
● Lakukan identifikasi dengan memberikan nama familia pada tumbuhan yang Anda
identifikasi.
I. Kunci Determinasi Tumbuhan
1. a. Tidak mempunyai akar, batang, dan daun.......................................................3
b. Mempunyai akar, batang dan daun .................................................................2
2. a. Akar tunggal....................................................................................................4
b. Akar serbut......................................................................................................4
3. a. Ukuran tubuh mikroskopis..............................................................................6
b. Ukuran tubuh makroskospis ...........................................................................6
4. a. Bentuk daun menyerupai pita..........................................................................7
b. Bentuk daun tidak menyerupai pita ................................................................5
5. a. Bentuk daun menyerupai jantung atau ginjal ..................................................7
b. Bentuk daun tidak menyerupai jantung atau ginjal.........................................8
6. a. Warna hijau ............................................................................................ Lumut
b. Warna putih, cokelat, abu-abu kuning ................................................... Jamur
7. a. Tulang daun sejajar .........................................................................................8
b. Tulang daun menyirip atau menjari ................................................................8
8. a. Berbunga .........................................................................................................9
b. Tidak berbunga ............................................................................................... 10
14
9. a. Daun berpelepah ............................................................... Rumput-rumputan
b. Daun tidak berpelepah ....................................................................................11
10. a. Daun kecil dan kaku ................................................................Gymnospermae
b. Daun tidak kecil dan kaku...............................................................................13
11. a. Bagian bunga berkelipatan 4 dan 5 .................................................................12
b. Bagian bunga kelipatan 3................................................................................12
12. a. Benang sari berkumpul pada satu tangkai bersama .........................Malvaceae
b. Benang sari tidak berkumpul pada satu tangkai bersama ............................... 14
dan seterusnya.
Gambar kunci determinasi
identifikasi dengan kunci
determinasi, yaitu 1A (tidak
mempunyai akar batang dan daun),
3B (ukuran tubuh yang
makrokospis), 6A (warna hijau),
maka kunci determinasinya adalah
1A-3B-6A yaitu lumut
identifikasi dengan kunci
determinasi, yaitu 1A (tidak
mempunyai akar batang dan daun),
3B (ukuran tubuh yang makrokospis,
6B (warna putih,coklat, abu – abu
kuning), maka kunci determinasinya
adalah 1A-3B-6B yaitu jamur
15
II.Kunci Determinasi Hewan
13. a. Hidup di darat..................................................................................................3
b. Hidup di air .....................................................................................................5
14. a. Memiliki rambut atau bulu..............................................................................4
b. Memiliki zat tanduk ........................................................................................8
15. a. Ada kelenjar susu ............................................................................... Mamalia
b. Tidak ada kelenjar susu............................................................................. Aves
16. a. Alat gerak sirip................................................................................................6
b. Alat gerak bukan sirip .....................................................................................7
17. a. Bernapas dengan paru-paru.............................................................................9
b. Bernapas dengan insang ........................................................................ Pisces
18. a. Jantung 3 ruang ................................................................................. Amphibia
b. Jantung 4 ruang .......................................................................................Reptil
Gambar Kunci Determinasi
identifikasi dengan kunci
determinasi, yaitu 1A (hidup
di darat), 3A ( memiliki
kelenjar susu). Maka kunci
determinasinya adalah 1A-3A
mamalia yaitu spesies
harimau
identifikasi dengan kunci
determinasi, 1A (hidup di
darat), 3B (tidak ada kelenjar
susu), maka kunci
determinasinya adalah 1A-3B
Aves yatu spessies burung.
16
Kladogram
Kladogram / pohon filogenik yang menjelaskan hubungan antara berbagai jenis mahkluk
hidup yang dikelompokkan. Kladogram dibuat dengan mengelompokkan makhluk hidup
berdasarkan kesamaan ciri yang dimilikinya. Salah satu cara untuk mengklasifikasikan
organisme yang menunjukkan filogeni merupakan dengan menggunakan yang disebut dengan
sebutan klade. Klade merupakan sekelompok organisme yang melingkupi leluhur serta juga
semua keturunannya. Klade ini didasarkan pada kladistika. Ini merupakan metode
membandingkan ciri-ciri spesies terkait dalam menentukan hubungan leluhur serta juga
keturunannya. Berikut kladogram primate:
17
RANGKUMAN
Makhluk hidup yang sangat beragam sangat kompleks untuk dipelajari sehingga perlu
disederhanakan melalui penggolongan atau pengklasifikasian untuk lebih mudah dipelajari.
Tujuan pengklasifikasian makhluk hidup yaitu memudahkan kita dalam mempelajari makhluk
hidup yang sangat beranekaraga, mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaaan dan
perbedaan ciri-ciri yang dimiliki. mendeskrpsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk
membedakannya dengan makhuk hidup yang lain, mengetahui hubungan kekerabatan antar
makhluk hidup,memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya
Makhluk hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan persamaan dan perbedaan morfologi.
berdasarkan kegunaannya bagi hidup manusia, berdasarkan ciri-ciri anatomi, berdasarkan ciri
biokimia. Tahap – tahap pengklasifikasian makhluk hidup dengan tiga cara yaitu pencandraan
sifat makhluk hidup, pengelompokan melalui ciri yang diamati dan pemberian nama. Sistem
klasifikasi makhluk hidup terdiri atas dua kingdom, tiga kingdom, empat kingdom, lima
kingdom, enam kingdom. Urutan tingkatan takson yaitu kingdom, filum, kelas,ordo, genus dan
spesies. Pemberian nama untuk meakhluk hidup mempunyai aturan yaitu tatanama binomial
(binomial nomenclature). Untuk mengidentifikasi makhluk hidup menggunakan kunci
determinasi dan kladogram.