The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

modul keanekaragaman hayati SMA kelas 10

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sonia sitorus, 2020-10-24 21:36:50

MODUL KEANEKARAGAMAN HAYATI

modul keanekaragaman hayati SMA kelas 10

Keywords: #sma # modul

Keanekaragaman hayati ModMuol dKuleKaneaenkekaarraaggaamaannHHaayyaatitiUUntnuktuKkelKase1l0aSsM1A0 NSeMgeAri 7NKKotaotjaamJbai mbi

Keanekaragaman hayati merupakan hal yang penting bagi kehidupan.
Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman

organisme yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis,
dan ekosistem pada suatu daerah. Keanekaragaman hayati dapat terjadi

pada tingkat gen, tingkat jenis, dan tingkat ekosistem. Pemamfaatan
keanekaragaman hayati sebagai sumber pangan, sumber sandang,
sumber obat – obatan, sumber keindahan dan sebagainya sangat perlu

untuk dijaga dan dilestarikan

INTAN HERMAYA, SISSY DWI FEBRIYATI, SONIA SITORUS

Kata Pengantar Tujuan Pembelajaran modul

Segala puji bagi Allah SWT atas limpahan Rahmat dan HidayahNya sehingga penyusunan modul ini dapat Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu:
terselesaikan dengan baik. Modul ini bertujuan untuk membantu siswa Menengah Atas dalam memahami 1. Menjelaskan keanekaragaman hayati
keanekaragaman hayati, pemamfaatan dan upaya pelestarian keanekaragaman hayati seta dengan sistem kalasifikasi 2. Menguraikan keanekaragaman hayati tingkat spesies, gen dan ekosistem
makhluk hidup.. Kami berharap bahwa modul ini juga dapat menambah referensi bagi siswa dan sesuai dengan 3. Mengemukakan dan menerapkan upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan pemanfaatannya
kebutuhan siswa dan guru sehingga dapat terjadi kegiatan belajar mengajar yang lebih komunikatif dan optimal. 4. Menyimpulkan sistem klasifikasi makhluk hidup, takson dan klasifikasi binomial

Akhirnya, kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
modul ini, semoga dapat memberikan andil dalam kemajuan siswa untuk mempelajari keanekaragaman hayati .
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini. Untuk itu, kritik dan saran bagi
kesempurnaan modul ini sangat kami harapkan.

Jambi,20 oktober 2020
Penulis

Petunjuk Penggunaan Modul iii

Dalam mempelajari modul ini hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

1. Belajar dengan modul, keberhasilannya tergantung dari ketekunan Anda dalam memahami langkah-langkah
belajarnya

2. Belajar dengan modul dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok.

3. Untuk membantu Anda dalam mempelajari modul ini, ada baiknya diperhatikan beberapa petunjuk belajar
berikut ini:

a. Usahakan Anda memiliki modul sebagai bahan utama dalam memahami materi.

b. Baca dan pahami benar-benar tujuan yang terdapat dalam modul ini.

c. Bacalah uraian materi modul secara bertahap dan cermat. Bila ada bagian materi yang belum paham Anda
dapat mengulang membacanya.

d. Bila Anda mengalami kesulitan dalam mempelajari modul ini, diskusikan dengan teman- teman lain atau
tanyakan pada guru.

e. Untuk memperluas wawasan, baca dan pelajari sumber-sumber lain yang relevan.
ii 2

1 KEANEKARAGAMAN HAYATI Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati dibagi kedalam tiga tingkatan yaitu gen, spesies dan ekosistem.
1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen

Di lingkungan sekitar sering kita temui berbagai macam mahluk hidup di antaranya tumbuhan dan hewan. Keanekaragaman tingkat gen adalah variasi atau perbedaan yang terjadi pada organisme sejenis. Gen adalah
Masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda hingga membentuk suatu keanekaragaman. Misalnya sering faktor pembawa sifat suatu makhluk hidup, sifat gen ada yang dominan danada yang resesif misalnya gen pada
kita temui mangga yang memiliki berbagai macam bentuk, warna, rasa. Di tempat yang berbeda, Anda akan manusia menentukan bentuk rambut, hidung, mata, kulit, postur tubuh, dan sebagainya. Perubahan gen
menemukan keanekaragaman makhluk hidup yang berbeda pula. Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah menyebabkan perubahan sifat sehingga perbedaan gen menyebabkan terjadinya variasi dalam satu spesies
keanekaragaman organisme yang menun- jukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada Itulah sebabnya, sekalipun gen-gen di dalam genotipnya sama, dalam satu keluarga terdapat anggota keluarga
suatu daerah. Keseluruhan gen, jenis, dan ekosistem merupakan dasar kehidupan di bumi. Mengingat pentingnya yang memiliki ciri atau sifat penampilan yang berbeda. Contoh keanekaragaman hayati tingkat gen dapat kita
keanekaragaman hayati bagi kehidupan maka keanekaragaman hayati perlu dipelajari dan dilestarikan. temukan pada tanaman mangga memiliki keanekaragaman hayati tingkat gen. Bagi yang suka makan mangga
tentu Anda mengenal beberapa ragam jenis mangga seperti mangga manalagi, mangga golek, mangga gadung,
Jenis makhluk hidup yang dapat ditemukan atau diamati sampai saat ini ada jutaan jenis, dengan bentuk, rupa, mangga arum manis, atau mangga apel. Dari sisi buahnya, mangga-mangga tersebut memiliki rasa dan tekstur
atau ciri-ciri yang bervariasi atau berbeda. Misalnya, tanaman padi berbeda dengan tanaman jagung baik dari bentuk yang berbeda-beda, begitupun dari segi penampilan fisik tanamannya.
batang, daun, bunga, buah atau biji, bahkan rasa bijinya. Ayam berbeda dengan kambing, baik dari rupa atau
bentuknya, jenis makanan dan cara makannya, cara berkembangbiaknya, tempat hidupnya, bahkan berbeda rasa
dagingnya jika dikomsumsi manusia. Jenis-jenis makhluk hidup, seperti kucing, anjing, ayam, burung, serangga dan
berbagai jenis tumbuhan seperti jambu, mangga, jeruk, rerumputan, dan bahkan berbagai jenis mikroorganisme,
merupakan keanekaragaman hayati. Perhatikan Gambar 1.

Gambar 1. Keanekaragaman Hayati di Indonesia Gambar 2. Macam-macam Jenis Mangga
(kiri ke kanan: mangga apel, mangga gadung, mangga gedong gincu, mangga madu, mangga golek dan mangga alpukat)
ii 2
Contoh keanekaragaman hayati bukan hanya dapat terjadi di dunia tumbuhan. Pada hewan juga kita dapat
menemukannya. Misalnya pada ayam, di lingkungan sekitar terdapat beberapa jenis ayam, di antaranya ayam
kampung, ayam bangkok, ayam cemani, ayam kate, dan lain sebagainya. Keragaman ayam ini adalah bukti dari
adanya keanekaragaman hayati tingkat gen. Peningkatan keanekaragaman tingkat gen dapat terjadi melalui
hibridisasi (perkawinan silang) antar organisme satu spesies yang berbeda sifat atau melalui proses domestikasi
(budidaya hewan atau tumbuhan liar oleh manusia).

iii

Gambar 3. Macam-macam Jenis Ayam dan macam – macam bentuk pial ayam

Gambar 4. Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis (Spesies)

2. Keanekagaraman Hayati Tingkat Jenis (Spesies) 3.Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Kenekaragaman hayati tingkat jenis (spesies) adalah perbedaan karena adanya variasi spesies di suatu tempat. Interaksi dalam ekosistem dilakukan setiap komponen penyusun ekosistem untuk mencapai keseimbangannya.
Dalam urutan taksonomi, variasi terletak pada satu tingkat dibawah spesies, namun pada tingkatan yang lebih tinggi Komponen biotik yang didalamnya termasuk flora, fauna, dan mikroorganisme, sertakomponen abiotiksepertitanah,
keanekaragaman jenis dapat lebih mudah diamati. Beberapa contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies atau udara,danairsalingmemilikiperbedaan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Perbedaan inilah yang menciptakan
jenis pada organisme yang hidup di sekitar kita. Adanya kacang tanah, kacang buncis, kacang kapri, dan kacang perubahan pola interaksi yang ada dan menciptakan ekosistem yang berbeda-beda pula. Setiap ekosistem memiliki ciri
hijau juga merupakan contoh keanekaragaman hayati tingkat jenis yang berada di sekitar kita. Masing-masing jenis lingkungan fisik, kimia, tipe vegetasi, dan tipe hewan spesifik yang menyebabkan jenis makhluk hidup menjadi
tumbuhan itu tergabung dalam keluarga kacang-kacangan atau Papilionaceae, meskipun mereka memiliki perbedaan beragam. Terdapat dua ekosistem utama yaitu ekosistem daratan (terestrial) dan ekosistem perairan (aquatik).
atau variasi dalam pertumbuhan, ciri fisik, dan ciri fisiologisnya. Contoh keanekaragaman hayati tingkat jenis juga Ekosistem darat terbagi menjadi bioma gurun, savana, tundra, taiga, hutan gugur, dan hutan hujan tropis. Ekosistem
terdapat dalam keluarga palmae atau palem-paleman. Antara kelapa, kelapa sawit, aren, kurma, nipah, dan salak perairan (aquatik) dibagi menjadi ekosistem perairan tawar, laut, pantai, bakau, dan terumbu karang.
terdapat banyak sekali perbedaan baik pada ciri morfologisnya mulai dari bentuk daun, buah, bunga, dan batang,
maupun dari ciri fisiologisnya seperti ketahanan terhadap air, umur hidup, dan lain sebagainya. Kendati begitu, semua
tanaman tersebut tetap memiliki banyak kesamaan seperti yang kita lihat pada Gambar 4

ii 2 iii

2 KEANEKARAGAAN HAYATI INDONESIA

Indonesia sebagai negara Biodiversity karena memiliki keanekaragaman hayati yang sangat beragam.

Kekayaan hayati yang melimpah ini lantaran letak Indonesia yang berada di daerah tropik. Sehingga Indonesia

memiliki keanekaragaman hayati (biodiversity) yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang)

Laut Muara dan kutub (iklim kutub). Indonesia memiliki sejumlah spesies endemik tertinggi di dunia. Dimana spesies endemik

Pantai ini merupakan spesies local, unik, dan hanya ditemukan di daerah atau pulau tertentu. Spesies endemik yang ada di

Indonesia yaitu:

Air Tawar Sungai
Gambar 5. Macam-macam Ekosistem Perairan
Terumbu Karang

Harimau Sumatra (Jambi) Ikan Botia (Jambi)

Padang Rumput Hutan Hujan Tropis Taiga

Gurun Hutan Gugur Tundra Bunga Rafflesia/ bunga bangkai raksasa (Bengkulu)) Komodo (Pulau Komodo)
ii 2
Gambar 6: . Macam-macam Ekosistem Daratan iii

Persebaran Flora dan Fauna diIndonesia Pada Kawasan hutan di hutan iklim sdang dijumpai beragam jenis tanaman lumut, paku, dan jamur serta
beberapa jenis flora khas lainnya seperti tanaman jati, mahoni, kruing, meranti, dan sebagainya. Namun selain
Menurut ahli Geologi, bahwa pada jaman purba, pulau-pulau di wilayah barat Indonesia merupakan bagian didominasi hujan hujan tropis, wilayah Indonesia Bagian Barat juga dapat kita jumpai beberapa jenis hutan
dari benua Asia, sedangkan Pulau Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya semula adalah bagian dari benua lainnya seperti hutan musim, hutan sabana tropis, dan hutan bakau (mangrove) yang banyak kita jumpai di
Australia. Salah satu buktinya adalah flora dan dan fauna yang ada di pulau-pulau tersebut. Flora dan fauna di pulau sekitar pantai. Pada wilayah bagian barat Indonesia juga dapat kita jumpai flora endemik Indonesia seperti
Sumatera, Jawa, dan Kalimantan serupa dengan flora dan dan fauna benua Asia, sedangkan flora dan dan fauna di tanaman Bunga Bangkai dan Rafflesia arnoldii.
pulau Papua, serupa dengan flora dan dan fauna di benua Australia, sedangkan flora dan dan fauna di Pulau
Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara merupakan fauna peralihan yang tidak serupa dengan fauna di benua Asia
maupun Australia.

Pada abad ke-19, Alfred Russel Wallace mengusulkan ide tentang Garis Wallace, yang merupakan suatu garis Pohon Jati Pohon Meranti Bunga Rafflesia arnoldii.
imajiner yang membagi kepulauan Indonesia ke dalam dua daerah. Garis tersebut ditarik melalui kepulauan Melayu,
di antara Kalimantan (Borneo) dan Sulawesi (Celebes) dan di antara Bali dan Lombok. Seorang peneliti lain, yang
berkebangsaan Jerman bernama Weber, berdasarkan penelitiannya, menetapkan batas penyebaran hewan
dariAustralia ke Indonesia bagian Timur. Garis batas tersebut dinamakan garis Weber.Letak garis Wallace dan
Weber seperti gambar:

b. Flora Indonesia Bagian Tengah (Peralihan)

Flora Indonesia bagian tengah atau flora kepulauan Wallace karena wilayah ini terletak pada garis Wallace
yaitu garis yang memisahkan flora fauna jenis Asiatis dengan Australis.Wilayah Indonesia bagian tengah memiliki
iklim yang lebih kering dengan tingkat kelembaban udara dan curah hujan yang lebih rendah sehingga wilayah ini
didominasi dengan hutan pegunungan, hutan sabana. Beberapa jenis tanaman rempah-rempah merupakan flora khas
pada daerah ini seperti tanaman pala, cengkeh, kayu cendana, kayu manis, kayu eboni serta berbagai jenis anggrek.

tanaman Pala Tanaman cengkeh Tanaman Kayu Manis

Persebaran flora maupun persebaran fauna di Indonesia sama-sama dibagi kedalam tiga kelompok, yaitu tipe c. Flora Indonesia Bagian Timur (Australis)
Indonesia bagian barat (Asiatis), bagian tengah (peralihan), dan bagian timur (Australis).
Flora di Indonesia bagian timur juga memiliki iklim hujan tropis sehingga juga didominasi dengan hutan tropis,
1. Persebaran Flora di Indonesia hutan pegunungan, serta hutan bakau (mangrove). Namun pada wilayah Indonesia bagian timur, jenis floranya
memiliki banyak persamaan dengan jenis flora di wilayah benua Australia dengan beberapa tanaman khasnya seperti
a. Flora Indonesia Bagian Barat (Asiatis) tanaman eucalyptus dan pohon rasamala. Karakteristik flora di Indonesia bgian timur (Australis) yaitu memiliki
Flora Indonesiabagianbarat atau flora tipeAsiatiskarena memilikibanyak persamaan dengan jenis flora di berbagai jenis tumbuhan matoa, memiliki banyak tumbuhan sagu, memiliki jenis meranti yang sedikit.

benua Asia pada umumnya. Wilayah Indonesia Bagian Barat memiliki iklim hujan tropis dengan kelembapan iii
udara dan curah hujan yang tinggi sehingga membuat kawasan ini didominasi dengan hutan hujan tropis yang
memiliki flora yang bervarias.Jika di hutan iklim sedang dijumpai satu atau dua jenis pohon, maka di dalam areal
yang sama di dalam hutan hujan tropik dijumpai sekitar 300 jenis (spesies). Artinya, hutan hujan tropik memiliki
keanekaragaman hayati (tumbuhan dan hewan) sekitar 300 kali lebih besar dibandingkan dengan hutan iklim
sedang.

ii 2

Tanaman Eucalyptus Pohon Rasamala Pohon Matoa b. Fauna Indonesia Bagian
Tengah (Peralihan)
2. Persebaran Fauna di Indonesia
Fauna Indonesia Bagian Tengah
(Peralihan) atu disebut juga
dengan Kawasan Wallace yang
menjadi wilayah peralihan antara
fauna jenis Asiatis dengan
Australis. Wilayah fauna bagian
tengah (peralihan) yaitu Kawasan
pulau Sulawesi dan sekitarnya.
Pada wilayah ini terdapat spesies
yang endemic seperti Komodo,
babi rusa, burung maleo, dan
monyet hantu (Tarsius).

a.Fauna Indonesia Bagian Barat c.Fauna Indonesia Bagian Timur (Australis)
(Asiatis)
Jenis fauna di wilayah indonesia bagian timur memiliki banyak persamaan dengan jenis fauna di bagian benua
Sama seperti flora, persebaran Australis dengan jenis hewan seperti
fauna di Indonesia bagian barat juga kanguru, walaby, beragam jenis primata
memiliki corak yang hampir sama dan burung serta reptil. Wilayah ini
dengan benua Asia karena pengaruh meliputi bagian Papua dan daerah
kondisi permukaan bumi pada zaman sekitarnya.
pleistosen dimana wilayah Indonesia
bagian barat masih tergabung menjadi Beberapa jenis fauna endemik
satu daratan dengan benua Asia. Indonesia di wilayah bagian timur di
Wilayah ini meliputi bagian pulau antaranya burung cendrawasih, kasuari,
Sumatera, Jawa sampai daerah nuri sayap hitam, merak gouravictori,
Kalimantan dimana banyak kita jumpa kanguru pohon mantel emas, danhiu
beragam jenis mamalia, reptil, burung, karpet berbintik.
serangga sampai beragam jenis ikan.
Banyak hewan endemik Indonesia
dapat kita jumpai pada wilayah ini
seperti badak bercula satu, orang utan,
siamang, tapir, ikan pesut mahakam,
dan banyak lainnnya.

Keunikan Hutan Hujan Tropis Indonesia

ii 2 Hutan hujan tropis menjadi bagian dari keanekaragaman ekosistem dunia sebagai tempat yang memiliki
tingkat keanekaragaman flora dan fauna paing tinggi. Indonesia memiliki hutan hujan tropis terluas ketiga didunia
setelah Brazil dan Congo dan indonesi memiliki keunikan ekosistem karena kondisi wilayahnya sebagai negara
kepulauan. Letak Indonesia diantara benua Asia dan Australia menciptakan keanekaragaman yang tinggi. Indonesia
sebagai negara Megabiodiversity dengan kekayaan sekitar 25.000 jenis flora di Indonesia atau sekitar 10% dari se-
luruh flora di dunia. Begitu juga dengan fauna, terdapat lebih dari 500 jenis mamalia, 1.500 lebih jenis burung, 600 jenis

iii

reptil, 250 jenis amfibi, dan 100 jenis kupu-kupu serta begitu banyak flora dan fauna endemik (hanya terdapat di 3 PEMANFAATAN KEKAYAAN HAYATI DAN
Indonesia). PELESTARIANNYA

Hutan di Indonesia termasuk dalam hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis adalah hutan yang memiliki
keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi, atau hutan dengan pohon-pohon yang tinggi, iklim yang lembap dan
curah hujan yang tinggi. Curah hujan yang terjadi di hutan ini cukup besar dengan intensitas yang deras setiap
tahunnya. Hutan hujan tropis berada di kawasan tropis yang mendapatkan sinar matahari yang cukup banyak dengan

curah hujan yang tinggi.

Hutan hujan tropis merupakan Keanekargaman hayati Indonesia adalah sumber daya yang penting bagi pembangunan nasional. Sifatnya
habitat yang bagus bagi tumbuhan dan yang mampu memperbaiki diri merupakan keunggulan utama untuk dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
binatang liar, sekaligus menjadi tempat Sejumlah besar sektor perekonomian nasional tergantung secara langsung ataupun tak langsung dengan
berlindung bagi satwa yang terancam keanekaragaman flora-fauna, ekosistem alami, dan fungsi-fungsi lingkungan yang dihasilkannya. Konservasi
punah. Beberapa hewan liar hanya bisa keanekaragaman hayati, dengan demikian sangat penting dan menentukan bagi keberlanjutan sektor-sektor seperti
bertahan hidup di hutan hujan memiliki kehutanan, pertanian, dan perikanan, kesehatan, ilmu pengetahuan, industri dan kepariwisataan,
banyak manfaat. Diantaranya adalah
mencegah erosi, mencegah kekeringan dan Manfaat Keanekaragaman Hayati
menyediakan sumber air, melindungi dari
terpaan angin kencang atau mengurangi Keanekaragaman hayati memiliki berbagai peran yang sangat penting kehidupan bagi manusia, karena
resiko terjangan badai, menghasilkan kayu setiap kehidupan bersumber dari keanekaragaman hayati.
hasil hutan, menjaga keseimbangan iklim
dan sebagainya. Hutan hujan menyerap 1. Sumber Pangan
CO2 (karbon dioksida) yang ada di
atmosfer dan mengeluarkannya sebagai O2 Dengan keanekaragaman hayati yang terdapat disekeliling kita
(oksigen) untuk dihirup mansuia dan dapat dijadikan sebagai sumber pangan bagi manusia seperti biji-bijian,
hewan. Tanah pertanian di sekitar hutan umbi-umbian atau buah serta tepung batang. Setiap hari manusia
hujan senantiasa subur. Selain karena membutuhkan sumber energi dari makanan dan minuman untuk
menghasilkan humus, hutan hujan menjaga melakukan aktivitas sehari-hari namun sayangnya manusia tidak dapat
iklim dari perubahan suhu udara yang memproduksi makanan sendiri. Makanan dan minumanyang manusia
signifikan. Jika di daerah yang tidak konsumsi tentunya diperoleh dari makhluk hidup lain yaitu hewan dan
memiliki hutan hujan, maka perubahan tumbuhan.
cuaca akan terasa menyengat sehingga
tanaman tidak bisa sesubur di hutan hujan Indonesia memiliki setidaknya 400 jenis tanaman penghasil buah,
tropis. . 370 jenis sayuran, 70 jenis tanaman berumbi, 55 jenis rempah- rempah dan beragam hewan-hewan yang dapat
digunakan sebagai bahan konsumsi. Berikut merupakan sumber makanan dan minuman dari hewan dan tumbuhan
yang dimanfaatkan oleh manusia.

1.Sumber karbohidrat yang menjadi makanan pokok dapat berasalah dari tanaman padi, jagung, gandunm, sagu,
umbi, singkong, kentang, talas dan sebagainya.

2. Sumber protein yang dapat dijadikan sebagai lauk pauk dapat berasal dari daging berbagai jenis hewan seperti
ikan, ayam, sapi, kambing, udang, dan sebagainya.

3.Sayur-sayuran yang berasal dari berbagai tanaman sayur seperti bayam, kangkung, kubis, sawi, tomat, wortel,
buncis, jagung, dan sebagainya.

4.Buah-buahan yang berasal dari berbagai jenis tumbuhan buah-buahan seperti jambu, rambutan, kelengkeng,
pisang, apel, anggur, dan sebagainya.

ii 2 iii

5.Minuman yang kaya vitamin dan mineral yang dapat berasal dari hewan maupun tumbuhan yaitu susu sapi, susu
kambing maupun air kelapa.

2. Sumber Sandang 4. Sumber Plasma Nutfah

Mamfaat keanekaragaman hayati sebagai sumber sandang untuk manusia. Sandang atau Manfaat selanjutnya dari adanya keaneragaman hayati yang ada di
pakaian merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang dapat dibuat serat yang berasal dari Indonesia adalah sebagai sumber plasma nutfah. Plasma nutfah sendiri
berbagai jenis hewan maupun tumbuhan seperti kapas, pisang abaka, ulat sutera, biri-biri dan merupakan bagian dari tumbuhan, hewan maupun mi- kroorganisme yang
sebagainya.Pemamfaatan keanekaragaman hayati sebagai sumber sandang seperti pengggunaan memiliki fungsi dan ke- mampuan untuk mewariskan sifat Plasma nutfah
tanaman kapas untuk bahan dasar baju, penggunaan bulu biri – biri dan kaps dari ulat sutra untuk dapat berguna untuk merakit varietas unggul dari sebuah spesies agar dapat
membuat bahan dasar pakaian. rentan terhadap penyakit maupun memiliki produktivitas yang tinggi serta
akan dapat mewariskan mutu sifat dari generasi ke generasi selanjutnya.
Contohnyaadalah sebagai berikut.

- Padi rojolele mewariskan sifat yang pulen dan enak

- Ubi Cilembu dan duku Palembang yang mewariskan rasa manis.

Di masa yang akan datang, plasma nutfah ini memiliki peranan yang
penting dalam pem- bangunan dikarenakan kebutuhan dunia dari bahan-
bahan hayati untuk obat, varietas baru tanaman pertanian dan ternak
maupun proses industri dan pengolahan akan semakin me- ningkat.

Tanaman Kapas Hewan biri – biri kapas dari ulat sutra 5. Sumber Keilmuwan

3.Sumber Obat – Obatan Alam adalah perpustakaan paling besar dan
lengkap. Dalam tubuh hewan atau tumbuhan tersimpan
Keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia memiliki sekitar 30.000 spesies tumbuhan yang diantaranya misteri kehidupan yang belum banyak terkuak. Dalam
terdapat 940 spesies tumbuhan yang digunakan sebagai tanaman obat segumpal tanah, beribu- ribu bahkan berjuta-juta
dan 250 spesies tanaman obat yang digunakan dalam industri obat makhluk hidup kecil berada dan masih sedikit yang
herba lokal. Tumbuhan digunakan sebagai obat yang diolah secara diketahui orang. Sendi-sendi kehidupan dan
tradisional dan modern. Hingga saat ini obat-obatan modern kebudayaan kita sebenarnya sangat tergantung dari
diekstrak langsung dari tanaman.Adapun macam- macam tanaman alam. Perilaku dan kebiasaan manusia semuanya
obat maupun hasil hewan-hewan beserta kegunaanya adalah sebagai bersumber dari lingkungan alamnya. Bergantungnya
berikut: kehidupan manusia pada tumbuhan dan hewan akan
membuat manusia berupaya untuk mengembangkan
1. Pohon Kina (Cinchona calisaya, cinchona officianlis), yang usaha pertanian, perkebunan maupun peternakan dari
kulitnya megandung alkaloid kina (quinine) yang dapat berguna keanekaragamn hayati yang ada di Indonesia. Untuk
untuk membantu menyembuhkan malaria mengembangkan usaha tersebut, diperlukan ilmu
2. Madu dari lebah yang dapat berguna untuk meningkatkan pengetahuan agar dapat membuahkan hasil yang maksimal. Contohnya
daya tahan tubuh manusia adalah sebagai berikut
3. Buah megkudu (Morind citrifolia) yang dapat berguna untuk - Tanaman
menurunkantekanan darah tinggi. Untuk melakuak perkembangbiakan tumbuhan secara vegetative buatan diperlukan upaya mencangkok, stek, kultur
4. Buah merah (Pandanus conoideus) yang digunakan sebagai jaringan. Apabil ingin mencangkok maka perlu mengetahui terlebih dahulu ciri-ciri tanaman yang akan dicangkok
dikarenakan tidak semua tanaman dapat dicangkok. Selain itu kita juga perlu mengetahui kelebihan
obat kolestrol dan diabetes. pengembangbiakan dengan cara cangkok, yaitu untuk dapat menghasilkan keturunan yang sama dengan induknya,
lebih cepat berproduksi serta tidak bergantung pada biji induk.

ii 2 iii

- Hewan di Jawa Timur, Gunung Leuser di Sumatera Utara, Gunung Kerinci di Sumatera Barat, Pulau Komodo di
Nusa Tenggara, dan sebagainya.
Untuk melakukan peternakan ikan juga manusia perlu membantu proses pemijahan untuk membantu
perkembangbiakan secara cepat dan agar dapat membuahkan hasil yang maksimal. Untuk melakukan proses ini, 6. Mengadakan preservasi hutan. Preservasi adalah melestarikan hutan dengan tujuan untuk diambil
diperlukan keilmuan kapan waktu yang tepat untuk melakukan proses pemijahan, bagaimana perawatan untuk manfaatnya guna kesejahteraan manusia. Misal pemeliharaan hutan resapan, hutan lindung, hutan kota,
betina yang hamil dan bagaimana perawatan anakan agar tumbuh secara maksimal, dan sebagainya. hutan produksi.

6. Sebagai Penyeimbang Ekosistem dan Sumber Keindahan 7. Pelestarian in situ dan ex situ. Pelestarian sumber daya alam hayati (SDAH) in situ (di dalam habitat aslinya)
adalah me- lakukan perlindungan agar tumbuhan dan hewan dapat hidup sesuai dengan habitat aslinya. Kita
Manfaat paling penting dari keanekaragaman hayati adalah sebagai penyeimbang ekosistem atau penentu tidak boleh membawa keluar tumbuhan dan hewan itu dari habitat aslinya, sebab di habitat asli itulah
keberlangsungan ekosistem. Keberadaan makhluk hidup pada masing-masing ekosistem perlu kita jaga tumbuhan dan hewan dapat hidup secara baik.Contohnya adalah mendirikan cagar alam dan suaka
kelestariannya agar tidak terancam. Apabila keberadaan ekosistem terancam hal ini akan memengaruhi kehidupan margasatwa. Pelestarian ex situ (di luar habitat aslinya) adalah melakukan perlindungan dan pemeliharaan
manusia pula. Salah satu contoh keanekaragaman hayati sebagai penyeimbang ekosistem adalah adanya ekosistem tumbuhan dan hewan di luar habitat aslinya.Karena alasan tertentu, tumbuhan dan hewan dipelihara di
hutan hujan tropis yang dapat menyediakan oksigen bagi manusia, menurunkan kadar karbondioksida, dan menjaga lingkungan buatan yang mirip dengan lingkungan aslinya. Contohnya adalah mendirikan Kebun
agar iklim tetap stabil dengan mempertahankan tem- perartur dan kelembapan udara Botani/Kebun Raya Bogor, dan Kebun Raya Purwodadi Jawa Timur, Ke- bun Binatang, Kebun Koleksi,
Kebun Plasma Nutfah. Menangkar buaya, menangkar penyu, menangkar ayam hutan, dan menangkar orang
Keanekaragaman hayati adalah sebagai sumber utan merupakan contoh pemeliharaan ex situ. Adakalanya, setelah berhasil dilepaskan kembali ke habitat
keindahan. Keberagaman hayati yang ada di Indonesia aslinya.
dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mem- percantik
lingkungan agar terasa indah dan asri. Berikut merupakan 8. Penangkapan ikan di laut, atau hewan-hewan lain yang diperlukan hendaknya tidak dilakukan secara terus
beberapa contoh pe- manfaatan hewan maupun tumbuhan menerus dalam setahun, melainkan dilakukan secara musiman. Hewan biasanya memiliki musim
untuk sumber keindahan.enggunaan beberapa tanaman hias perkembangbiakan tertentu. Jika penangkapan dilakukan secara terus menerus, maka hewan tersebut akan
yang digu- nakan untuk mempercantik pekarangan seperti punah. Berilah kesempatan hewan-hewan itu berkembang biak. Upayakan yang ditangkap adalah hewan-
bunga anggrek, bunga mawar, bonsai, tanaman anturium, hewan yang cukup usia, dan membiarkan hewan-hewan muda untuk melanjutkan keturunannya.
gelombang cinta, dan sebagainya. Penangkapan hendaknya
tidak menggunakan aliran
Pelestarian Kekayaan Hayati Indonesia listrik, bahan peledak, dan
racun. Mengapa?
Mengingat pentingnya kekayaan hayati bagi manusia dan generasi yang akan datang, maka perlu dilakukan
upaya untuk melestarikannya. Upaya mempertahankan kelestarian itu dikenal sebagai konservasi. 9. Untuk menjaga kelestarian
hewan dan tumbuhan yang
Konservasi kekayaan hayati Indonesia meliputi: digunakan sebagai bahan
makanan, maka diperlukan
1. Mencegah ladang berpindah dan melatih penduduk agar dapat bertempat tinggal secara menetap. Ladang upaya penganekaragaman
berpindah dapat menimbulkan kebakaran hutan dan merusak lingkungan. makanan. Hal ini juga
dimaksudkan agar kita
2. Mengatur, mengawasi, dan mengendalikan penebangan hutan. Penebangan hutan hen- daknya dilakukan tidak terlalu tergantung
dengan cara tebang pilih, artinya hanya menebang kayu yang cukup usia dan membiarkan kayu yang belum pada satu jenis makanan.
cukup usia. Dengan demikian kerusakan habitat makhluk hidup (hewan darat, burung, serangga) dapat
dikendalikan. Pelestarian kekayaan hayati
tidak hanya dilakukan oleh
3. Mencegah terjadinya kebakaran hutan. perorangan saja, pemerintah saja,
lembaga kemasyarakatan saja
4. Melakukan penghijauan dan reboisasi. Hal ini dimaksudkan agar terjadi peremajaan atau pe tetapi semua manusia harus
nyembuhan/pemulihan lingkungan. berperan. Dengan mempelajari
keanekaragaman hayati kita
5. Mengadakan reservasi hutan. Reservasi adalah membiarkan, tidak boleh menyentuh untuk kelestarian flora mengetahui kekayaan negara sendiri dan timbul rasa kepemilikan dan ras atanggung jawab untuk menajga dan
dan fauna yang ada di dalamnya, dengan menjadikan kawasan hutan se- bagai cagar alam, suaka melestarikan. Pelestarian kekayaan hayati merupakan tanggung jawab kita semua dan setiap orang hendaknya
margasatwa. Misalnya wilayah Ujung Kulon di Jawa Barat, Gunung Sigogor di Jawa Tengah, Pulau Bawean bertanggung jawab terhadap kelestarian kekayaan hayati tersebut. Contoh hal yang dilakukan adalah upaya
pemantauan dan pemberian sangsi bagi setiap orang yang melanggarnya.

ii 2 iii

4 Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup berkaki empat, dan berambut. Makhluk hidup yang memiliki banyak persamaan ciri-ciri memiliki hubungan
kekerabatan yang lebih dekat. Jadi secara umum klasifikasi dapat diartikan sebagai proses penggolongan organisme
Cobalah Anda hitung atau perkirakan, berapa banyak jenis makhluk hidup yang ada disekitar Anda. Sangat manurut aturan tertentu dan tujuan tertentu. Dalam klasifikasi ini diperlukan metode penamaan (nomenklatur) untuk
banyak bukan? Tingginya tingkat keanekaragaman hayati di permukaan bumi mendorong ilmuwan mencari cara memberi nama suatu kelompok organisme tertentu, agar mudah dikomunikasikan pada orang lain. Penamaan
dimaksudkan untuk tujuan yaitu:.
terbaik untuk mempelajarinya, yaitu dengan klasifikasi. Klasifikasi
makhluk hidup dapat dilakukan oleh siapa saja, asal memiliki dasar 1. Membedakan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain,
dan tujuan yang jelas. Misalnya bayam, kol, kentang, kacang
panjang, wortel, dan sawi dimasukkan dalam satu kelompok 2. Menyusun hubungan kekerabatan antarkelompok,
tanaman sayur-sayuran. Dasar pengelompokan tersebut adalah
bahwa ta- nam-tanaman tersebut dapat digunakan sebagai sayuran, 3. Memudahkan dalam mengenal ciri-ciri kelompok,
se- dangkan tujuannya adalah untuk memudahkan manusia dalam
memanfaatkan tanam-tanaman tersebut sebagai sayur-sayuran. 4. Menunjukkan tingkatan dalam taksonomi.
Para pakar menggunakan dasar tertentu dalam
mengklasifikasikan makhluk hidup. Tujuannya agar memudahkan Pengklasifikasian makhluk hidup dapat dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: berdasarkan ciri-ciri makhluk
dalam mempelajarinya. Di dalam Biologi, cara atau metode hidup, pengelompokan berdasarkan ciri-ciri, dan pemberian nama takson.
pengklasifikasian makhluk hidup dipelajari da- lam cabang ilmu
tersendiri. Ilmu yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup a. Berdasarkan ciri-ciri makhluk hidup
disebut Taksonomi.
Proses awal dalam klasifikasi adalah pencanderaan atau identifikasi ciri-ciri (sifat-sifat) organisme. Identifikasi
Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan atau perbedaan ciri-ciri morfologi, anatomi, fisiologi, dimulai dari ciri-ciri yang nampak dan mudah diamati. Ciri-ciri yang diamati adalah ciri-ciri morfologi, anatomi,
sifat-sifat biokomianya. Makhluk hidup yang memiliki persamaan ciri-ciri dikelompokkan ke dalam unit-unit. Unit- fisiologi, yang meliputi bagian-bagian penyusun tubuh, misalnya bentuk dan jumlah sayap, bentuk dan jumlah kaki,
unit ini dinamakan takson. Takson disusun dari tingkat tinggi ke tingkat rendah. Makhluk hidup yang memiliki warna tubuh, jumlah ruas dada dan abdomen, cara makan, macam dan bentuk bunga, jumlah bagian-bagian bunga.
sedikit persamaan ciri-ciri dikelompokkan ke dalam tingkatan takson yang tinggi. Biasanya tingkatan ini memiliki
jumlah makhluk hidup yang banyak. Sebaliknya makhluk hidup yang memiliki banyak persamaan ciri dimasukkan b. Pengelompokkan berdasarkan ciri-ciri
dalam takson yang lebih rendah. Sebagai contoh tumbuhan berbiji dibagi menjadi dua yakni tumbuhan berbiji
tertutup dan tumbuhan berbiji terbuka. Kelompok tumbuhan biji tertutup masih dibagi menjadi dua subkelompok, Makhluk hidup dikelompokkan berdasarkan
yaitu kelompok yang kotiledon (daun lembaga) dua dimasukkan ke dalam dikotil, sedangkan yang berkotiledon satu persamaan dan perbedaan ciri-ciri. Sebagai contoh:
dimasukkan ke dalam monokotil. Monokotil masih dapat dibagi lagi menjadi beberapa kelompok-kelompok. ang singa, harimau, kucing, macan tutul dikelompokkan
lebih kecil, misalnya pinang-pinangan, pandan-pandanan, talas-talasan, teki-tekian, rumput- rumputan, temu- menjadi satu kelompok karena memiliki persamaan
temuan, pisang-pisangan, bawang-bawangan, anggrek-anggrekan. Masing- masing dapat dibagi-bagi lagi berdasar ciri-ciri misalnya bentuk tubuh, jenis makanan,
ciri-ciri tertentu dan demikian seterusnya hingga ke pengelompokan sampai tingkat spesies. Spesies masih dapat termasuk hewan buas. Coba kamu kelompokkan
dibagi-bagi lagi menjadi varietas atau kultivar dan forma. hewan dan tumbuhan di bawah ini menurut
persamaan dan perbedaan ciri-ciri: ikan nila,
kacang tanah, jagung, padi, ikan mas, ikan mujair,
kedelai, mangga, ikan lele, ikan hiu, dan gandum.

Klasifikasi memiliki manfaat penting yang dapat langsung diterapkan bagi kepentingan ma- nusia. Berikut ini c. Pemberian nama takson
adalah contoh penerapan klasifikasi dalam bidang kesehatan. Untuk menguji kemampuan obat baru guna mengobati
penyakit kanker pada manusia, tidak perlu secara langsung dicobakan kepada manusia. Akan tetapi obat tersebut Setelah makhluk dikelompokkan berdasarkan ciri-cirinya, selanjutnya pemberian nama takson kelompok
dapat dicobakan terlebih dahulu pada makhluk hidup yang taksonominya dekat dengan manusia. Misalnya kera atau tersebut. Misalnya unggas, ayam, dan burung merpati dimasukkan ke dalam kelompok burung atau aves. Kadal,
gorila. Jika ternyata obat ini dapat menyembuhkan kanker pada hewan percobaan dan tidak meracuni, maka cicak, buaya, dikelompokkan ke dalam kelompok reptil. Setelah semua makhluk hidup diberi nama dan
selanjutnya dapat dicobakan kepada manusia. dikelompokkan dalam takson-takson barulah disusun sistem klasifikasinya.

Klasifikasi juga dapat digunakan untuk melihat hubungan kekerabatan antara makhluk hidup yang satu dengan
yang lain. Sebagai contoh: kuda memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan sapi daripada dengan
belalang, karena kuda dan sapi memiliki banyak persamaan ciri-ciri misalnya menyusui, bertulang belakang,

ii 2 iii

Tingkatan Takson dari yang paling rendah sampai paling tinggi 4. Ordo (Bangsa)

1.Spesies (Jenis) Ordo adalah tingkatan takson yang menghimpun beberapa familia. Familia Canidae (keluarga anjing) bersama-
sama dengan familia Felidae (keluarga kucing) dan Familia Ursidae (keluarga beruang) membentuk ordo Carnivora
Spesies atau jenis merupakan takson yang yang merupakan kesatuan dasar untuk kla- sifikasi. Yang termasuk (Bangsa pemakan daging).
jenis misalnya padi, jagung, kedelai, sapi, kambing, semut rang-rang, dan rayap. Dua makhluk hidup atau lebih
dikatakan satu jenis apabila dapat melakukan per- kawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil. Keturunan fertil 5. Class (Kelas)
artinya keturunan (anak- anak) yang dihasilkan yang dapat kawin dengan sesamanya dan dapat menghasilkan anak.
Di dalam satu spesies sering terdapat berbagai macam makhluk hidup yang memiliki ciri khusus, yang disebut Beberapa ordo yang memiliki persamaan ciri dimasukkan dalam satu kelas. Ordo Carnivora bersama-sama ordo
varietas (kultivar) atau ras. Misalnya pada spesies padi terdapat kultivar rojo lele, IR, cisadane, padi C4. Padi-padi Rodentia (binatang mengerat, misalnya tikus), ordo Chiroptera (bangsa kelelawar), ordo Primata (bangsa kera), ordo
tersebut dapat melakukan perkawinan silang dan menghasilkan keturunan yang fertil, sehingga dikatakan masih Insektivora (bangsa trenggiling), memiliki ciri- ciri yang sama yaitu adanya kelenjar susu dan menyusui anaknya,
dalam satu jenis. Jadi jenis padi dikatakan memiliki berbagai kultivar atau varietas. Varietas umumnya digunakan sehingga dimasukkan dalam satu kelas yaitu Mamalia.
untuk tumbuhan sedangkan ras umumnya digunakan untuk hewan. Di dalam biologi terdapat ketentuan dalam
memberi nama suatu spesies. Carolus Linnaeus (1707-1778) memberi nama spesies dengan 2 kata yang diambil dari 6. Phylum (Filum) atau Divisio (Divisi)
bahasa Latin atau dilatinkan. Pemberian nama dengan 2 kata itu dikenal dengan istilah binomial nomenklatur.
Ketentuan penamaan tersebut adalah sebagai berikut: Filum atau Divisi merupakan tingkatan takson yang menghimpun beberapa kelas yang memiliki persamaan
ciri-ciri. Filum atau divisi digunakan untuk menunjuk suatu kelompok makhluk hidup yang sebagian besar cirinya
(1) Nama spesies terdiri dari dua kata dalam bahasa Latin atau kata yang dilatinkan; contoh nama yang sama. Misalnya seluruh hewan bersel satu dimasukkan dalam filum Protozoa; seluruh tumbuhan yang memiliki biji
dilatinkan Bambusa spinosa (bambu berduri), Carica papaya (papaya) sebagai alat perkembangbiakan dimasukkan dalam divisi Spermatophyta; seluruh hewan yang kakinya bersegmen-
segmen dimasukkan dalam filum Arthropoda. Filum digunakan untuk menunjuk takson hewan, sebaliknya divisi
(2) Kata pertama menunjukkan nama genus oleh sebab itu huruf pertama menggunakan huruf besar. Misal: digunakan untuk menunjuk takson tumbuh-tumbuhan. Kelas Mamalia (kelas hewan menyusui) bersama-sama
Bambusa; Carica. dengan kelas Pisces (Kelas Ikan), kelas Amphibi (Kelas Katak), kelas Reptil (kelas hewan melata), dan kelas Aves
(Kelas Burung) dimasukkan ke dalam subfilum Vertebrata, karena memiliki persamaan ciri yaitu memiliki kerangka
(3) Kata kedua merupakan nama spesifik atau penunjuk jenis yang huruf awalnya ditulis dengan huruf kecil. tulang belakang. Subfilum vertebrata bersama sub- filum Cephalochordata dan Hemichordata dimasukkan dalam
Misal spinosa; papaya; sativa. filum Chordata, karena mereka pernah memiliki notokorda yaitu tulang belakang yang terdiri dari tulang rawan.

(4) Nama spesies (kata pertama dan kata kedua) berdasarkan kebiasaan dicetak lain dari teks, umumnya dicetak 7. Takson Kingdom (Kerajaan)
miring atau digaris bawah. Misal: Oryza sativa (padi); Tamarindus indica (asam); Mangifera indica
(mangga). Tujuan dicetak miring atau diberi garis bawah adalah agar nama-nama itu di dalam teks mudah Takson yang paling tinggi adlah kingdom atau kerajan, saat ini ada 6 kingdom. Semua hewan dimasukkan ke
terbaca. dalam Kingdom Animalia, semua tumbuhan dimasukkan dalam Kingdom Plantae, semua jamur termasuk kingdom
Fungi, kingdom Protista, kingdom Eubacteria, kingdom Arcaebakteria. Perbedaan Takson hewan dan tumbuhan

2. Genus (Marga)

Beberapa jenis atau spesies yang memiliki kesamaan ciri dimasukkan dalam genus yang sama. Genus adalah
tingkatan takson yang memiliki beberapa spesies sebagai anggotanya. Misalnya anjing dan serigala berbeda
jenisnya, tetapi mereka masih dalam satu genus, yaitu genus Canis. Canis dari kata Caninus (gigi taring). Taenia
saginata dan Taenia solium me- rupakan dua jenis cacing pita parasit yang tergolong genus Taenia. Jadi Canis,
Taenia, Carica, Tamarindus, merupakan nama genus. Sedangkan Taenia solium, Carica papaya merupakan nama
spesies.

3.Familia (Suku)

Familia adalah tingkatan takson yang anggotanya terdiri dari beberapa marga atau genus. Genus Canis
(marga anjing) bersama-sama dengan Genus Cuon (marga anjing ajak) dima- sukkan dalam familia Canidae
(keluarga anjing).

ii 2 iii

2.Kingdom plantae (Tumbuhan)

Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Di dalam kerajaan tumbuhan terdapat bakteri, alga, tumbuhan lumut, tumbuhan paku dan tumbuhan biji.

Division : Magnoliophyta 3.Kingdom animalia
Class : Liliopsida (Tumbuhan Monokotil) Sama seperti sistem dua kingdom, dimulai dari binatang Protozoa sampai Chordata.
c.Sistem empat kingdom

Ordo : Zingiberales Sistem klasifikasi makhluk hidup dengan 4 kingdom ini terdiri dari kingdom Monera, Protista, Plantae, dan
Family : Musaceae Animalia. Sistem klasifikasi ini muncul
Genus : Musa setelah ditemukannya mikroskop yang dapat
melihat ke dalam sel

d. Sistem Klasifikasi 5 Kingdom

Spesies : Musa paradisiaca Sistem klasifikasi 5 kingdom merupakan
sistem yang mengkategorikan makhluk hidup
Macam Sistem Klasifikasi berdasarkan struktur dan kemampuan
produksi makanan (autotrof/Heterotrof).
Klasifikasi yang didasarkan pada hubungan filogenetik mengalami berbagai perkembangan. Klasifikasi Sistem ini terdiri dari 5 kingdom yakni:
ini diakui dan dipakai secara internasional. Ada beberapa sistem klasifikasi yang pernah diperkenalkan oleh para Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan
ahli taksonomi yaitu klasifikasi sistem dua kingdom, tiga kingdom, empat kingdom, lima kingdom, dan enam Animalia.
kingdom.

a.Sistem dua kingdom e. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom

Dalam sistem klasifikasi dua kingdom, organisme dibagi atas dua kerajaan besar, yaitu: Sistem klasifikasi 6 kingdom merupakan penyempurnaan sistem sebelumnya dengan dipecahkan kingdom
Monera ke dalam dua bagian yakni, Kingdom Eubacteria dan Archaebacteria. Sistem klasifikasi 6 kingdom ini
1.Kingdom Plantae (Kerajaan tumbuhan) adalah sistem yang masih menjadi acuan untuk penelitian dan pembelajaran hingga saat ini.

Kerajaan tumbuhan atau dunia tumbuhan memiliki ciri-ciri: terdapat dinding sel yang tersusun dari selulosa 1. Kingdom Eubacteria
sehingga selnya kaku, berklorofil dan mampu berfotosintesis. Mes- kipun tidak berklorofil, bakteri dan jamur
dimasukkan kerajaan tumbuhan. Ganggang, lu- mut, paku-pakuan dan tumbuhan berbiji juga dimasukkan kerajaan Eubacteria biasanya kita sebut sebagai bakteri. Makhluk hidup yang termasuk ke dalam kategori Eubacteria
tumbuhan. memiliki sel prokariotik (sel sederhana yang tidak mempunyai kapsul sebagai lapisan terluar). Eubacteria juga
merupakan makhluk hidup dengan sel tunggal (uniseluler) dan memiliki peptidoglikan di dalam sel mereka.
2.Kingdom Animalia (Kerajaan hewan)
2. Kingdom Archaebacteria
Ciri-ciri: tidak berdinding sel, tidak berklorofil, dapat bergerak bebas. Yang termasuk dalam dunia hewan adalah
Protozoa, Porifera, Coelenterata, Molusca, Arthropoda, Echino- dermata, sampai Chordata. Archaebacteria adalah organisme uniseluler yang dapat hidup di lingkungan ekstrim seperti sumber air panas
dan ada juga yang bisa hidup di suhu dingin ekstrim seperti di wilayah kutub, Archaebacteria juga dapat hidup di
b. Sistem tiga Kingdom lingkungSainstdeemngtiagnakkaidnagrdaosmam atau garam yang cukup tinggi.

Dalam klasifikasi ini, makhluk hidup dikelompokkan ke dalam tiga kerajaan besar. Karena tidak dapat 3. Kingdom Protista
berfotosintesis dan memiliki dinding sel dari kitin, jamur dikeluarkan dari kingdom tumbuhan dan dikelompokkkan
tersendiri, sehingga muncul tiga kingdom. Ketiga kingdom tersebut adalah: Kingdom Protista adalah kingdom yang terdiri dari satu sel atau banyak sel dan memiliki membrane inti
(organisme eukariot) serta bersel tunggal. Kingdom Protista adalah kingdom yang sederhana karena hanya tersusun
1.Kingdom Fungi (Jamur) atas satuKsienlgdseohminFgugnagdi a(pKaetradjiaakneljoammpuor)kan dalam kingdom sendiri. Protista dapat di kelompokkan menjadi tiga
bagian yaitu menyerupai hewan (protozoa), menyerupai tumbuhan (Ganggang) dan menyerupai jamur. Sebagian
Jamur tidak dimasukkan dalam kerajaan tumbuhan karena berbeda dengan tumbuhan, yaitu tidak dapat besar Protista hidup di air, karena tidak memiliki pelindung untuk menjaga tubuhnya dari hawa kering.
berfotosintesis.

ii 2 iii

4.Kingdom Fungi Rangkuman

Jamur/fungi merupakan organisme eukariotik yang memiliki dinding sel dan tidak memiliki klorofil. Dengan Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme yang menun- jukkan keseluruhan
demikian fungi tidak bisa memproduksi makanan sendiri dengan melakukan fotosintesis seperti tumbuhan. atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah. Keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga
Sehingga fungi merupakan organisme heterotrof yang memerlukan bahan organik dari luar untuk kebutuhan tingkatan, yaitu tingkat genetik, spesies, dan ekosistem. Penyebaran fauna di Indonesia dipengaruhi oleh aspek
bertahan hidup. Sebagai organisme saprofit fungi hidup dari benda-benda atau bahan-bahan organik yang telah mati. geografi dan pengaruh geologi benua Asia dan Australia. Tipe fauna di Indonesia bagian barat mirip dengan fauna
Saprofit menghancurkan sisa-sisa bahan tumbuhan dan hewan yang kompleks menjadi bahan organik yang lebih di Asia Tenggara (oriental), sedangkan fauna di Indonesia bagian timur mirip dengan fauna di benua Australia
sederhana. (Australian). Daerah penyebaran fauna Indoensia dapat dibagi menjadi tiga kawasan, yaitu kawasan Indonesia
bagian barat, kawasan peralihan (Wallace), dan kawasan Indonesia bagian Timur.
5. Kingdom Plantae
Plasma nutfah (sumber daya genetik) adalah bagian tubuh tumbuhan, hewan, atau mikroorganisme yang
Kingdom Plantae atau mempunyai fungsi dan kemampuan mewariskan sifat. Plasma nutfah berguna untuk merakit varietas unggul pada
suatu spesies, mmisalnya spesies yang tahan terhadap suatu penyakit atau memiliki produktivitas tinggi.
yang lebih dikenal dengan Menghilangnya keanekaragaman hayati di suatu wilayah dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu hilangya
habitat; pencemaran udara, tanah, dan air; perubahan iklim; eksploitasi tanaman dan hewan secara berlebihan;
tumbuhan ialah salah satu adanya spesies pendatang; dan factor industrialisasi pertanian dan hutan. Klasifikasi makhluk hidup adalah
pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri tetentu yang dimilikinya. Sistem klasifikasi makhluk hidup dapat
organisme eukariotik dibedakan menjadi sistem dua kingdom, tiga kingdom, empat ingdom, lima kingdom, dan enam kingdom.

multiseluler yang mempunyai

dinding sel dan klorofil.

Klorofil yaitu zat hijau daun

yang fungsinya untuk

fotosintesis yang sehingga

tumbuhan mampu membuat

makanannya sendiri atau yang

sifatnya autotrof.

6. Kingdom Animalia

Kingdom Animalia atau
biasa disebut hewan organisme eukariotik (organisme dengan sel kompleks) yang multiseluler. Berbeda dengan
tumbuhan, hewan tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis untuk membuat makanannya
sendiri. Oleh karena itu, hewan harus mencari makanannya sendiri untuk mendapatkan energi kemudian makanan
tersebut dicerna di dalam tubuhnya. Proses ini membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai
zat sisa.

ii 2 iii


Click to View FlipBook Version