The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buklet Tumbuhan Paku di Kawasan Air Terjun Beungga

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rizalyubirb, 2022-07-20 06:26:36

Tumbuhan Paku

Buklet Tumbuhan Paku di Kawasan Air Terjun Beungga

Keywords: Pteridophyta

Tumbuhan

Paku(Pteridophyta)

di Kawasan Air Terjun Beungga

Prodi Pendidikan Biologi Anisa
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Nurdin Amin
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Mulyadi

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Penulis memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan perlindungan dan

kesehatan kepada penulis sehingga Buklet yang berjudul ‘Tumbuhan Paku(Pteridophyta) di Kawasan Air
Terjun Beungga” ini dapat diselesaikan. Ungkapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada Bapak
Nurdin Amin, M. Pd dan Bapak Mulyadi, S.Pd.I., M.Pd yang telah banyak memberikan masukan dan saran
yang membangun dalam penyusunan Buklet ini. Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada
seluruh pihak yang telah membantu dan bekerjasama dengan penulis dalam penyusunan Buklet ini.

Buklet ini merupakan implementasi dari hasil penelitian penulis dari penelitian tugas akhirnya yang
berjudul “Studi Tumbuhan Paku-Pakuan di Kawasan Air Terjun Beungga sebagai Referensi Mata Kuliah
Taksonomi Tumbuhan Rendah”. Dari hasil dari penelitian tersebut ditemukan bahwa terdapat 25 jenis
tanaman Pteridophyta di Kawasan Air Terjun Beungga Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie. Ke 25 jenis
tanaman tersebut telah penulis identifikasi dan rangkum kedalam Buklet ini.

Adapun tujuan dari penyusunan Buklet ini adalah diharapkan dapat menambah sumber rujukan bagi
mahasisa dalam mempelajari Materi Kingdom Plantae. Penulis sangat mengharapkan bahwa dengan
adanya Buklet ini mahasiswa semakin peka terhadap jenis-jenis tumbuhan paku di Kawasan Air Terjun
Beungga Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie.

Akhir kata, penulis mengharapkan adanya berbagai masukan dan saran dari pembaca demi perbaikan
Buklet ini. Semoga Buklet ini dapat bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan.

Penyusun
Anisa

i

DAFTAR ISI

ii

A. Pengertian Tumbuhan Paku daun-daun yang melekat padanya atau yang
Tumbuhan paku merupakan tumbuhan disebut dengan buku (nodus) dan antara dua
buku disebut dengan ruas (internodus). Ruas
berkormus dan berpembuluh yang paling terdiri dari sel-sel yang lebih panjang, pada
sederhana. Tubuh dapat dibedakan dengan tumbuhan dikotil biasanya mempunyai ruas
jelas antara akar, batang dan daun. Terdapat yang tidak nyata, sedangkan pada golongan
lapisan pelindung sel (jaket steril) di sekeliling monokotil umumnya mempunyai ruas yang
organ reproduksi , sistem transpor internal nyata.
dan hidup di tempat yang lembab. Tumbuhan 3. Daun
paku merupakan suatu tumbuhan yang hidup
di tempat yang lembab, mempunyai akar Daun adalah organ fotosintesis utama
serabut berupa rizoma dan merupakan suatu pada sebagian besar tumbuhan. Daun
divisi yang mempunyai kormus dan dapat biasanya tipis melebar dan berwarna hijau
dibedakan dalam tiga organ pokok adalah karena memiliki zat hijau daun yang disebut
sebagai berikut : dengan klorofil. Daun juga mempunyai fungsi
1. Akar yang sangat penting bagi tumbuhan yaitu
sebagai pengolah zat-zat makanan,
Akar merupakan bagian sumbu tumbuhan pernapasan dan penguapan. Daun
yang biasanya tumbuh di bawah permukaan padatumbuhan paku tumbuh dari
tanah dengan arah tumbuh menuju ke pusat percabangan tulang daun, dan keseluruhan
bumi atau ke air, dan meninggalkan cahaya. daun dalam satu tangkai daun disebut pinna.
Akar berfungsi untuk menunjang bagian atas 4. Spora
tumbuhan, menyerap air dan penyalur zat
makanan. Ciri khas tumbuhan paku terletak pada
2. Batang karakter morfologi spora. Spora merupakan
salah satu penentu penamaan jenis tumbuhan
Batang terdiri dari sumbu tegak dengan

1

paku. Spora merupakan tahap powder; yang dapat meledak di udara
apabila terkumpul dalam jumlah banyak.
perkembangbiakan generatif tumbuhan paku. 2. Paku heterospor: menghasilkan dua jenis
spora yaitu mikrospora jantan dan
Spora terletak dalam sporangium. Karakter makrospora betina. Contoh: paku rane
(Selanginella wildenowii) dan semanggi
Gambar 1 Struktur Tumbuhan Paku (Marseliacrenata).
3. Paku peralihan: menghasilkan spora yang
morfologi spora yang dapat diamati untuk bentuk dan ukurannya sama (isospora)
menentukan jenis tumbuhan paku. tetapi sebagian jantan dan sebagian
betina (jenisnya berbeda/heterospora).
B. Klasifikasi Tumbuhan Paku Berdasarkan Jenis Contoh: paku ekor kuda (Equisetum
Spora debile).
Berdasarkan jenis spora tumbuhan paku di
kelompokkan menjadi 3 yaitu terdiri dari: C. Habitat dan Cara Hidup Tanaman Paku
1. Paku homospor/isospor: menghasilkan Faktor yang memainkan peranan penting
satu jenis spora saja dan mempunyai
ukuran yang sama besar. Contoh: paku dalam penentuan kehidupan paku selain dari
kawat (Licopodium clavatum). Spora dari faktor abiotik lainnya seperti: cahaya, hujan,
paku ini dikenal sebagai lycopodium angin, perubahan suhu dan tumbuhan lain
yang terdapat disekitarnya disebut dengan
habitat. Secara garis besar terdapat lima
kawasan yang menjadi habitat utama
tumbuhan paku yaitu:
1. Kawasan terbuk/terdedah, Kawasan ini

paku tumbuh berbentuk gerombolan atau

2

semak yang besar. kawasan yang menjadi secara vegetatif dengan rizom. Rizom tumbuh
habitat golongan ini adalahkawasan tanah menjalar kesegala arah dan tumbuh-
gersang dan kering atau di tempat-tempat tumbuhan paku mudah tumbuh darinya
yang lembab dan basah.
Gambar 2 Siklus Hidup Tumbuhan Paku
2. Kawasan terlindung, golongan paku
teresterial mempunyai faktor lingkungan membentuk koloni-koloni tumbuhan paku.
yang sangat berbeda dengan golongan Selain tumbuhan paku bereproduksi secara
paku yang hidup dikawasan terbuka dari metagenesis, artinya dalam siklus hidup
segi tanah, suhu udara dan cahaya. tumbuhan paku memiliki pergiliran keturunan
Tumbuhan paku di kawasan ini memiliki atau memiliki dua generasi yaitu generasi
daun yang lebih tipis. sporofit dan generasi gametofit.
1. Geneasi Sporofit
3. Paku memanjat, golongan paku ini
mempunyai rizom menjalar diatas tanah Generasi sporofit atau tumbuhan
dan apabila menemui pohon besar akan penghasil spora adalah tumbuhan paku itu
terus memanjat, kadang-kadang akar ini sendiri, tumbuhan paku yang biasa kita lihat
bermula pada dasar atau pangkal pohon-
pohon besar dan kemudian memanjatnya.

4. Epifit, golongan paku ini hidup
menumpang diatas pohon-pohon lain
namun tidak bersifat parasit tetapi hanya
menempel di permukaan kulit kayu.

D. Siklus Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku dapat bereproduksi

3

itu adalah tumbuhan paku dalam fase sporofit. E. Klasifikasi Tumbuhan Paku
Sporofit paku dapat dapat bereproduksi Dalam taksonomi tumbuhan paku
secara vegetative dengan membentuk tunas.
Sporofitpaku juga dapat menghasilkan spora. termasuk dalam divisi Pteridophyta yang
Spora yang dihasilkan tumbuhan paku terbagi menjadi empat kelas yaitu
disimpan dalam sporangium. Sporangium Psilophytinae (paku purba), Lycopodiinae
suatu saat akan pecah menghasilkan spora. (paku kawat), Equisetinae (paku ekor kuda)
Spora akan tersebar mengikuti angin. Jika dan Filicinae (paku sejati).
spora jatuh pada tempat yang lembab maka 1. Kelas Psilophytinae (Paku purba),
akan tumbuh menjadi individu baru yang dinamakan paku purba karena sebagian besar
disebut protalium. dari tumbuhan paku ini telah punah. Anggota
paku purba ada yang tergolong ke dalam jenis
2. Geneasi Sporofit paku telanjang (tidak memiliki daun) dan ada
Generasi gametofit atau paku penghasil
Gambar 3 Psilotum nodum
gamet adalah tumbuhan yang dikenal dengan
nama protalium. Protalium merupakan sejenis pula yang berdaun kecil (mikrofil) yang
tallus berukuran 1-2 cm, protalium biasanya belum terdeferensiasi. Tumbuhan paku purba
tumbuh dipermukaan tanah lembab, pohon,
batu dan ditempat lembab lainnya. Gametofit
paku hanya berumur maksimal beberapa
minggu. Protalium membentuk anteridium
sebagai alat kelamin jantan dan arkegonium
sebagai alat kelamin betina. Anteridium
menghasilkan sperma dan arkegonium
menghasilkan ovum.

4

bersifat homosprora yaitu menghasilkan spora dengan cepat melingkar jika dibasahi. Paku
yang sama antara spora jantan dan spora jenis ini terdiri dari tiga ordo yaitu Equisetales,
betina. Gametofitnya tidak memiliki klorofil Sphenophyllales, dan Protoarticulatales.
dan mengandung anteridium dan arkegonium.
Contoh tumbuhan paku purba yaitu paku 3. Kelas Lycopodinae (Paku rambut atau
purba tidak berdaun (Rhynia) dan paku purba paku kawat), Paku kelompok ini batang dan
berdaun kecil (Psilotum nodum). akarnyabercabang-cabang, menggarpu, daun
2. Kelas Equisetinae (Paku ekor kuda) yang
umumnya memiliki batang yang berbuku- Gambar 5 Paku Kawat
buku yang sangat jelas yang umumnya
memiliki batang berupa rhizoma. Batang nya kecil-kecil(mikrofil), tidak bertangkai,
bercabang-cabang tersusun seperti ranting, biasanya bertulang satu.
cabang batangnya beruas-ruas, pada ujung
cabang batang sering ditemukan badan bulat 4. Kelas Filicinae (Paku sejati), Tumbuhan
yang disebut dengan elatern. Badan ini paku kelompok ini paling banyak anggota
merupakan penghasil spora. Elatern tersebut spesiesnya. Habitatnya didarat, air dan
adapula yang hidup menumpang pada
Gambar 4 Paku Ekor Kuda tumbuhan lain sebagai epifit. Kelas filicinae
memiliki tipe daun makrofil (besar),
bertangkai dan terdapat tulang-tulang daun.
Daun muda tergulung pada ujung daunnya.

5

Sisi bawah daun dewasa akan terdapat yang tinggi, misalnya tumbuhan paku Platycerium,
sporangia, pada dasarnya batang, tangkai dan
daun tertutupi oleh lapisan berupa sisik yang Asplenium, Adiatum, selaginella dan Dipteris
dinamakan palea.
cunjugata. Selain sebagai tanaman hias tumbuhan
Gambar 6 Paku Sejati
paku juga dapat dimanfaatkan sebagai obat-
F. Peranan Tumbuhan Paku dalam Kehidupan
Tumbuhan paku mempunyai banyak manfaat obatan, seperti paku Licopodium

bagi manusia, antara lain: sebagai bahan makanan clavatum,Hymenophyllum sp dan Aspidium filix.
(sayuran), sebagai bahan untuk pembuatan
kerajinan tangan, bahan pupuk organik dan Tumbuhan paku juga dapat di manfaatkan sebagai
sebagai tumbuhan obat. Nilai ekonomi tumbuhan
paku ada pada keindahannya. Fungsi ekologis bahan kerajinan tangan contohnya tumbuhan
tumbuhan paku adalah berperan dalam
keseimbangan ekosistem yaitu sebagai pencegah paku jenis Glechenia hispida.
erosi, pangaturan tata air dan membantu proses
pelapukan serasah tanah. G. Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan
Paku
Tumbuhan paku banyak yang dimanfaat kan
sebagai tanaman hias dan memiliki nilai ekonomi Keberadaan tumbuhan paku (Pteridophyta)
disuatu tempat juga dipengaruhi oleh faktor
lingkungan. Faktor lingkungan tersebut meliputi
faktor biotik dan abiotik, secara umum tumbuhan
paku tidak dapat tumbuh pada habitat yang
kering, kebanyakan dari tumbuhan paku biasanya
hidup di tempatyang kelembabannya tinggi, dan
teduh. Faktorbiotik yang mempengaruhi
pertumbuhan paku adalah berkaitan dengan
masalah kempetisi antara tumbuhan paku itu
sendiri. Baik untuk mendapatkan makanan
maupun untuk tempat hidupnya. Faktor- faktor
abiotik yang mempengaruhi pertumbuhan

6

tumbuhan paku epifit adalah sebagai berikut. Suhu akan memberikan pengaruh terhadap

1. Cahaya Matahari adalah sumber energi utama kemampuan tumbuhan untuk

bagi kehidupan seluruh makhluk hidup mempertahankan diri di suatu tempat

didunia. Khususnya tumbuhan yang (polunin,1990). Kebanyakan pertumbuhan

berklorofil,cahaya matahari sangat tumbuhan paku pada suhu antara 10ºC-40 ºC.

menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis 4. pH adalah derajat keasaman yang digunakan

adalah proses dasar pada tumbuhan untuk untuk menyatakan tingkat keasaman atau

menghasilkan makanan. Makanan yang kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan.

dihasilkan akan menentukan ketersediaan Level optimum pH tanah untuk penggunaan

energi untuk pertumbuhan dan lahan berkisar antara5-7,5. Tanah dengan pH

perkembangan tumbuhan. Cahaya matahari rendah (Acid) dan pH tinggi (Alkali)

dapat dicerna ketika air tersedia didalam membatasi pertumbuhan tanaman. Tanaman

tumbuhan agar proses metabolisme dalam bawah dan sayuran lainnya lebih menyukai

tubuh tumbuhan berjalan lancar. tanah dengan pH sekitar 6,5, pada umumnya

2. Kelembaban Udara adalah banyaknya air di tanamana budidaya yang dipelajari

udara. Kelembaban ini terkait dengan suhu, pertumbuhannya baik atau sehat pada level

semakin rendah suhu umumnya akan pH4,8 atau lebih

menaikkan kelembaban. Kelembaban udara H. Jenis-Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
yang Terdapat di Kawasan Air Terjun Beungga
berpengaruh terhadap transpirasi, semakin Tumbuhan paku mempunyai banyak manfaat

rendah kelembaban udara makan transpirasi bagi manusia, antara lain: sebagai bahan makanan
(sayuran), sebagai bahan untuk pembuatan
akan semakin tinggi. kerajinan tangan, bahan pupuk organik dan
sebagai tumbuhan obat. Nilai ekonomi tumbuhan
3. Suhu adalah faktor ekologis yang mudah

diukur dan bisa menjadi pembatas terhadap

pertumbuhan dan penyebaran tumbuhan.

7

paku ada pada keindahannya. Fungsi ekologis tekstur daun seperti kertas. Sporangium
berbentuk garis-garis coklat yang berada
tumbuhan paku adalah berperan dalam disepanjang tulang daun yang terletak
dibagian bawah daun.
keseimbangan ekosistem yaitu sebagai pencegah

erosi, pangaturan tata air dan membantu proses

pelapukan serasah tanah. Klasifikasi

Tumbuhan paku banyak yang dimanfaat kan Kingdom : Plantae

sebagai tanaman hias dan memiliki nilai ekonomi Division : Pteridophyta

yang tinggi, misalnya tumbuhan paku Platycerium, Class : Pteriopsida

Asplenium, Adiatum, selaginella dan Dipteris Order : Polypodiales

cunjugata. Selain sebagai tanaman hias tumbuhan Family : Aspleniaceae

Genus : Asplenium

paku juga dapat dimanfaatkan sebagai obat- Species : Asplenium

obatan, seperti paku Licopodium nidus

clavatum,Hymenophyllum sp dan Aspidium filix. Gambar 7 Asplenium nidus L.

Tumbuhan paku juga dapat di manfaatkan sebagai 2. Familia Polypodiaceae
Familia Polypodiaceae yang ditemukan di
bahan kerajinan tangan contohnya tumbuhan
kawasan air terjun beunnga terdiri dari 7
paku jenis Glechenia hispida. spesies yaitu, Drynaria quercifolia, Drynaria
sparsirosa, Phymatosorus scolopendria,
1. Familia Aspleniceae davallia solida, Microsorum pustulatum,
Elaphoglossum burchellii dan Pteris cadieri.
a. Asplenium nidus L. a. Drynaria quercifolia

A. nidus hidup epifit dengan menempel Drynaria quercifolia mempunyai Daun
yang panjang menjulai ke bawah dan tepi
pada bebatuan, A. Nidus memiliki ujung daun

roset, bagian bawahnya terdapat kumpulan

akar berwarna coklat dan memiliki akar

rimpang. Daun berwarna hijau dengan pucat

dibagian bawahnya, ujung daun meruncing

8

Klasifikasi Klasifikasi

Kingdom : Plantae Kingdom : Plantae

Division : Pteridophyta Division : Pteridophyta

Class : Pteriopsida Class : Pteriopsida

Order : Polypodiales Order : Polypodiales

Family : Polypodiaceae Family : Polypodiaceae

Genus : Drynaria Genus : Drynaria

Species : Drynaria Species : Drynaria

quercifolia sparsirosa

Gambar 8 Drynaria quercifolia Gambar 9 Drynaria sparsirosa

daunnya bercangap. Bagian bawah daunnya ini berwarna hijau tua, sedangkan bagian
dapat dijumpai gerombolan sori. Sori tersebut bawah daun berwarna hijau muda.
tersusun dalam 2 deretan di antara anak Sporangiumnya kecil-kecil terletak diantara
tulang daunnya tersebar tidak teratur. anak tulang daun dan tersebar tak beraturan.
memiliki bentuk akar rimpang memanjat dan Habitat di bebatuan.
memiliki sisik menyempit. Bentuk daun c. Microsorum pustulatum
membulat, daun sejati mirip kulit, gundul.
Tajuk daun berbentuk lanset, bagian tepi rata, Klasifikasi
yang terbawah berukuran kecil.
b. Drynaria sparsirosa Kingdom : Plantae

Drynaria sparsirosa Memiliki bentuk Division : Pteridophyta
rimpang yang kecil dan keras. Daun
penyangga pendak dan lebar di bagian tengah Class : Pteriopsida
serta lebih tipis dari paku daun kepala tupai.
Bagian permukaan atas daun tumbuhan paku Order : Polypodiales

Family : Polypodiaceae

Genus : Drynaria

Species : Microsorum

pustulatum

Gambar 10 Microsorum pustulatum

9

Microsorum pustulatum merupakan satu menonjol tapi terlihat, susunan tulang daun
marga paku-pakuan sejati, yang hidupnya
kebanyakan merambat di batang pohon menyirip. Permukaan atas daun licin, terlihat
(epifit), teresterial pada bebatuan, dan ada
pula yang hidup di air. Memiliki daun yang mengkilat dan terksturya seperti kertas.
berwarna hijau muda, tulang daun jelas,
memiliki rimpang pendek, Sorus tersebar dan Sorusnya berwarna kening-orange dan
terletak pada bagian tengah daun, sorus
berbentuk bulat. tersusun dalam 2 garis tak teratur. Habitat di
d. Phymatosorus scolopendria
bebatuan.
Phymatosorus scolopendria memiliki
rimpang berbentuk bulat yang ramping dan e. Paku staghom (Elaphoglossum burchellii)
berwarna hijau, stipe bulat berwarna hijau dan
memiliki permukaan licin, ujung daun dan Elaphoglossum burchellii merupakan
pangkal daun meruncing. Tulang daun tidak
tumbuhan paku epifit, yang hidupnya

menempel pada menempel pada bebatuan,

batangnya berwarna coklat dan kaku, rimpang

Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Division : Pteridophyta

Class : Pteriopsida
Order : Polypodiales

Klasifikasi Family : Polypodiaceae
Genus : Elaphoglossum
Kingdom : Plantae Species : Elaphoglossum

Division : Pteridophyta burchelli

Class : Pteriopsida

Order : Polypodiales Gambar 12 Elaphoglossum burchelli

Famili : Polypodiaceae pendek, memiliki daun yang agak keras.
Memiliki bentuk duan yang kecil namun
Genus : Phymatosorus panjang-panjang. Memiliki 2 jenis ental, ental
steril lebih besar dari pada ental fertil. Spora
Species : Phymatosorus

scolopendria

Gambar 11 Phymatosorus scolopendria

10

berwarna hitam saat matang. terbuka dengan cahaya matahari yang cukup
g. Paku pedang (Pteris cadieri) banyak. Paku ini tumbuh bersama dengan
tumbuhan lainnya. Daunnya cukup panjang
Pteris cadieri termasuk jenis paku tanah seningga terlihat menjuntai. Bentuk daunnya
dengan akar rimpang atau merayap. Memiliki kurang lebih segitiga, yang tersusun atas
daun majemuk menyirip. Anak daun terujung anak-anak daun yang menyirip tunggal atau
yang terpanjang, memiliki tepi daun rata dan menyirip ganda tiga. Teksturnya kaku serta
permukaan licin. Bagian bawah permukaan kuat, dengan permukaan atas mengkilap. Paku
ini juga menempel pada batu atau benda-
Klasifikasi benda lainnya. Paku Davalia solida dapat
dilihat pada Gambar dibawah ini.
Kingdom : Plantae a. Davalia solida

Division : Pteridophyta Tumbuhan Paku ini ditemukan tumbuh
pada bebatuan, ditemukan di tempat yang
Class : Pteriopsida

Order : Polypodiales

Family : Polypodiaceae

Genus : Pteris

Species : Pteris cadieri

Klasifikasi

Gambar 13 Pteris cadieri Kingdom : Plantae

daun terdapat sorus yang berwarna Division : Pteridophyta
kecoklatan yang berbentuk garis dan letaknya
di tepi bagian bawah permukaan daun. Tinggi Class : Pteriopsida
paku pedang mencapai 15-25 cm.
3. Familia Davalliaceae Order : Polypodiales

Tumbuhan Paku ini ditemukan tumbuh Family : Davalliaceae
pada batang kayu yang telah tumbang dan
lapuk. Ditemukan di tempat yang sedikit Genus : Davallia

Species : Davalia solida

Gambar 14 Davalia solida

sedikit terbuka dengan cahaya matahari yang

11

cukup banyak. Daunnya panjang sehingga ujung meruncing, anak daun muda
berambut halus. Memiliki Tinggi 0,6-4,5
terlihat menjuntai. Bentuk daunnya kurang m. Habitat di bebatuan.
b. Paku sepat (Nephrolepis exalata)
lebih seperti segitiga. Teksturnya kaku serta
Nephrolepis exalata mempunyai
kuat, dengan permukaan atas mengkilap. bentuk akar serabut, jenis yang masih
muda berwarna hijau pekat, jika sudah tua
4. Familia Dryopteridaceae batang berwarna kuning kecoklatan dan
pada permukaan batang terdapat bulu-
Familia Dryopteridaceae yang ditemukan bulu halus. Daun menjorong, permukaan
daun halus bersisik. Sorus terdapat di
di kawasan air terjun beunnga terdiri dari 3

spesies yaitu, Nephrolepis exalata dan

Nephrolepis biserrata

a. Nephrolepis biserrata

Memiliki akar tegak, berdaun rapat.

Tangkai daun memiliki panjang 10-50 cm, Klasifikasi

Klasifikasi Kingdom : Plantae

Kingdom : Plantae Division : Pteridophyta

Division : Pteridophyta Class : Polydiopsida

Class : Polydiopsida Order : Polydiales

Order : Polydiales Family : Nephrolepidaceae

Family : Nephrolepidaceae Genus : Nephrolepis

Genus : Nephrolepis Species : Nephrolepis

Species : Nephrolepis biserrata

biserrata

Gambar 15 Nephrolepis biserrata Gambar 16 Nephrolepis biserrata

tertutup oleh sisik yang berwarna coklat antara urat daun bagian tengah, berbentuk
muda dan mudah rontok. Daun berbentuk bulat. Habitat di atas permukaan tanah
lanset garis, dan pangkal daun meruncing, yang lembab dan di bebatuan.
c. Nephrolepis falcate

12

Nephrolepis falcate memiliki akar Klasifikasi

serabut, rimpang tegak dan berwarna Kingdom : Plantae
cokelat tua, terdapat rambut pada
permukaannya. memiliki daun yang Division : Tracheophyta

Class : Polypodiopsida

Klasifikasi Order : Polypodiales

Family : Thelypteridaceae

Kingdom : Plantae Genus : Thelypteris

Division : Pteridophyta Species : Thelypteris Sp

Class : Pteredopsida

Order : Polypodiales

Family : Dryopteridaceae Gambar 18 Thelypteris Sp

Genus : Nephrolepis paku terestrial, memiliki rimpang pendek,
tangkai bulat, berwarna hijau, diselimuti
Species : Nephrolepis rambut halus putih, permukaan halus, memiliki
ukuran lebih kurang 45 cm, memiliki sorus
falcate berwarna hijau saat muda, berwarna
kecoklatan saat tua. Habitat di atas permukaan
Gambar 17 Nephrolepis falcate tanah
b. Paku kijang (Phegopteris connectilis)
berwarna hijau, bentuk ujung daun yang
meruncing seperti pedang, memiliki tepi Phegopteris connectilis memiliki rhizoma
daun bergerigi, habitat diatas tanah tegak berbentuk seperti batang dengan ental
namun ada pula yang epifit. yang tersusun meroset di bagian ujungnya.
5. Familia Thelypteridaceae Daun berwarna hijau dengan panjang 30-40
Familia Thelypteridaceae yang ditemukan cm dengan lebar 5-10cm. Sorus barpasangan
di kawasan air terjun beunnga terdiri dari 2 pada setiap anak daun, berwarna cokelat
spesies yaitu Thelypteris sp dan Phegopteris dengan bentuk bulat. Habitat di atas
connectilis.
a. Thelypteris Sp.
Thelypteris Sp. merupakan tumbuhan

13

Klasifikasi a. Selaginella plana
Selaginella plana memiliki akar serabut,
Kingdom : Plantae
batang bentuknya menjalar dan sebagian ada
Division : Pteridophyta yang tegak dengan diameter 05-1 cm,
bercabang-cabang menggarpu. Memiliki
Class : Filicopsida daun berwarna hijau, daun duduk bersilangan,
daun kecil menyerupai sisik, permukaan daun
Order : Polypodiales halus. Sorus terdapat pada ujung teminalia
dan berwarna coklat. Habitat Sellaginella sp
Family : Thelypteridaceae teresterial di bahwah naungan.
b. Sellaginella sp.
Genus : Thelypteris
Sellaginella sp ini memiliki akar serabut
Species : Phegopteris menjalar, batang yang merayap dan sebagian
tegak dengan diameter 0,5-1cm, sedikit
connectilis beralur, berwarna kuning dan kaku seperti

Gambar 19 Phegopteris connectilis

permukaan tanah.
6. Familia Sellaginellaceae

Familia Sellaginellaceae yang ditemukan di
kawasan air terjun beunnga terdiri dari 3
spesies yaitu, Selaginella plana, Sellaginella sp.
dan Sellaginella wildenowii.

Klasifikasi Klasifikasi

Kingdom : Plantae Kingdom : Plantae

Division : Pteridophyta Division : Pteridophyta

Class : Pteriopsida Class : Pteriopsida

Order : Selaginellales Order : Selaginellales

Family : Selaginellaceae Family : Selaginellaceae

Genus : Selaginella Genus : Selaginella

Species : Sellaginella Species : Sellaginella sp

plana

Gambar 20 Sellaginella plana Gambar 21 Sellaginella sp

14

kawat. Memiliki daun yang lebih halus dan 7. Familia Pteridaceae
lebih kecil dibandingkan Sellaginella plana, Familia Pteridaceae yang ditemukan di

daun berwarna hijau tua, daun tersusun rapat, kawasan air terjun beunnga terdiri dari 1 spesies
yaitu, Pteris vittata
memiliki sorus yang terdapat di ujung
a. Pteris vittata
terminalia. Habitat ditempat yang teduh. P. vittata Merupakan jenis paku teresterial
c. Sellaginella wildenowii
yang tumbuh pada batu-batuan atau pada
Sellaginella wildenowii Memiliki akar

serabut, Umumnya berwarna hijau tetapi pada Klasifikasi

keadaan tertentu misalnya di tempat yang Kingdom : Plantae

teduh warna itu akan berubah menjadi Division : Pteridophyta

kebiruan. Entalnya berbentuk bulat lonjong, Class : Pteriopsida
kecil dan kaku, serta menggerombol..
Order : Polypodiales

Klasifikasi Family : Pteridaceace

Kingdom : Plantae Genus : Pteris

Division : Lycopodiophyta Species : Pteris vittata

Class : Isoetosida

Order : Selaginellales Gambar 23 Pteris vittata

Family : Selaginellaceae tebing sungai. Memilki rimpang yang menjalar
pada permukaan bebatuan dan akar-akarnya
Genus : Selaginella masuk ke celah batu. Daun berwarna hijau
dengan bentuk daunnya memanjang, tepinya
Species : Sellaginella rata, ujung daunnya berhadapan bersilang,
Bentuk batang tumbuhan paku ini panjang,
wildenowii ramping dan sirkuler linier. Umumnya

Gambar 22 Sellaginella wildenowii

Batangnya tegak dan besisik halus, Seringkali
rane halus ini membentuk belukar yang cukup
lebat.

15

digunakan sebagai tanaman hias. Hidup hitam, sori memanjang, daun muda sering
menempel pada bebatuan. digunakan masyarakat sebagai bahan sayuran.
8. Familia Athyriaceae Paku ini banyak tumbuh di tepi sungai dan
tebing yang lembab dan teduh
Familia Pteridaceae yang ditemukan di b. Paku Tanjung (Diplazium sorgonense)
kawasan air terjun beunnga terdiri dari 2
spesies yaitu, Dyplazium esculentum dan aku Dyplazium sorgones mempunyai bentuk
Tanjung (Diplazium sorgonense). akar serabut. Batang tegak berwarna hijau dan
berbulu dengan warna coklat. Daun majemuk
Klasifikasi

Kingdom : Plantae Klasifikasi

Division : Pteridophyta Kingdom : Plantae

Class : Pteriopsida Division : Pteridophyta

Order : Athyriales Class : Pteriopsida

Family : Athyriaceae Order : Athyriales

Genus : Dyplazium Family : Athyriaceae

Species : Dyplazium Genus : Dyplazium

esculentum Species : Diplazium

Gambar 24 Dyplazium esculentum sorgonense

a. Dyplazium esculentum Gambar 25 Diplazium sorgonense
Dyplazium esculentum mempunyai
menyirip dengan jumlah daun ganjil, pangkal
rimpang pendek, Tekstur daun agak kaku daun tumpul ujung daun meruncing. Sorus
dengan tepi bergigi berwarna hijau gelap, berada di bawah permukaan daun dengan
tersusun atas 21 pasang anak-anak daun, bentuk memanjang mengikuti tulang cabang
batang berwarna gelap tampak berdaging, daun yang berwarna hitam. Habitat pada
bagian atas pakis sayur ditutupi sisik, sisik permukaan tanah yang lembab dan pada
bergerigi, berwarna coklat gelap. Akar serabut bebatuan.

16

9. Familia Dryopteridaceae berwarna kuning keemasan. Habitat di atas
Familia Dryopteridaceae yang ditemukan permukaan tanah.

di kawasan air terjun beunnga terdiri dari 2 b. Dryopteris sp
spesies yaitu, Dryopteris filix-mas dan
Dryopteris sp. Memiliki rhozoma tegak, tumbuh
a. Dryopteris filix-mas
berkelompok. Memiliki akar serabut, daun
Dryopteris filix-mas mempunyai bentuk berwarna hijau gelap, duduk daunnya
akar serabut. Batang rimpang yang tegak berselang-seling dan ujung daunnya
panjang, permukaannya berbulu berwarna
Klasifikasi

Kingdom : Plantae

Klasifikasi Division : Pteridophyta

Kingdom : Plantae Class : Pteriopsida

Division : Pteridophyta Order : Polypodiales

Class : Pteriopsida Family : Dryopteridaceae

Order : Polypodiales Genus : Dryopteris

Family : Dryopteridaceae Species : Dryopteris sp

Genus : Dryopteris

Species : Dryopteris filix- Gambar 27 Dryopteris sp

mas meruncing. Sorus terletak di bagian bawah
daun dan berwarna kuning keemasan. Stipe
Gambar 26 Dryopteris filix-mas berbentuk bulat berwarna agak kecoklatan,
Dryopteris sp memiliki panjang 15-20 cm.
coklat dan tidak bercabang. Daun majemuk Lamina Dryopteris sp bertekstur herba, tipe
berwarna hijau, kedudukan anak daunnya percabangan 2 dengan 22 pasang pinna di
berselang-seling, daun bergelombang setiap lamina. Habitat di atas permukaan
dengan permukaan berbulu halus, tepi daun tanah dan pada bebatuan.
bergerigi dan ujung meruncing. Sorus letaknya
pada bagian bawah permukaan daun

17

c. Elaphoglossum sp Klasifikasi
Elaphoglossum sp. memiliki rhizome
Kingdom : Plantae
berwarna cokelat dengan percabangan yang
pendek–pendek dan keluar dari akar yang Division : Pteridophyta

Class : Pteriopsida

Order : Polypodiales

Klasifikasi Family : Tectariaceae

Kingdom : Plantae Genus : Tectaria
Division : Pteridophyta
Class : Polypodiopsida Species : Tectaria
Order : Polypodiales
Family : Dryopteridaceae cicutaria
Genus : Elaphoglossum
Species : Elaphoglossum sp Gambar 29 Tectaria cicutaria

Gambar 28 Elaphoglossum sp a. Tectaria cicutaria
Jenis paku ini mempunyai rimpang yang
sama. Ujung lamina acunate dengan
permukaan yang halus/licin dan bagian basal ramping dan panjang, perawakan paku ini
meruncing. Tepi la- mina rata dengan warna termasuk semak atau biasa dikatakan agak
permukaan lamina hijau tua. Ciri khas paku ini berkayu, bentuk daun lanset jadi semakin ke
adalah hidup secara berkoloni. Habitat di ujung semakin mengecil atau ujungnya
bebatuan. meruncing. Berwarna hijau tetapi tidak hijau
10. Familia Tectariaceae pekat, bentuk batang pada paku ini bulat.
Ukuran batangnya panjang, memiliki akar
Familia Tectariaceae yang ditemukan di serabut, berwarna coklat tanpa ada
kawasan air terjun beunnga terdiri dari 3 percabangan pada batang
spesies yaitu, Tectaria cicutaria, Tectaria b. Tectaria gaudichaudii
gaudichaudii dan Paku kikir (Stenosomia sp.)
Tectaria gaudichaudii mempunyai bentuk
akar serabut, batang berwarna kuning
kecoklatan dengan bentuk yang agak keras,

18

Klasifikasi Klasifikasi

Kingdom : Plantae Kingdom : Plantae

Division : Pteridophyta Division : Pteridophyta

Class : Pteriopsida Class : Pteriopsida

Order : Polypodiales Order : Fillicales

Family : Tectariaceae Family : Tectariaceae

Genus : Tectaria Genus : Stenosomia

Species : Tectaria Species : Stenosomia sp

gaudichaudii

Gambar 30 Tectaria gaudichaudii Gambar 31 Stenosomia sp

memiliki permukaan daun bersisik, daun tepi daun bercangap menyirip, bentuk daun
berwarna hijau, tepi daun bergerigi, tunggal yang lebar dan merupakan tipe daun
mempunyai anak daun dengan ukuran 1-2 cm tunggal. Stenosomia sp. Banyak dijumpai di
yang letaknya berhadapan dan pertulangan tebing-tebing.
daun berwarna kuning kecoklatan. Sorusnya
bergerombolan di bawah permukaan anak
daun yang berwarna kuning kecoklatan
c. Paku kikir (Stenosomia sp.)

Stenosomia sp. merupakan tumbuhan
paku yang memiliki ukuran tidak terlalu besar.
Tumbuhan ini tumbuh pada habitat teresterial
pada bebatuan. Karakteristik yang di miliki
paku ini diantaranya batang berupa rhizome
berwarna coklat kehitaman, memiliki akar
yang berbentuk serabut dan menyirip dengan

19

DAFTAR PUSTAKA
Hotmatama. dkk. 2016. “Inventarisasi Jenis Paku-Pakuan (Pteridophyta) di Hutan Sebelah Darat

Kecamatan Sungai Ambawang Kalimantan Barat”. Jurnal Protobiont. Vo.5. No.1
Luh Puji Sri Rahayu. 2016. “Keanekaragaman Paku Epifit Pada Batang Kelapa Sawit Di Desa Suatang Baru

Kecamatan Paser Belengkong Kabupaten Paser Kalimantan Timur“. Jurnal ISBN. Vol. 1 No.3. Maret
Muhammad A’tourrahman. dkk. 2020. “Keanekaragaman Jenis Paku-Pakuan (Pteridophyta) dan Kajian

Potensi Pemanfaatannya di Cagr Alam Ulolanang Kecubung”. Jurnal Bioeduscience. Vol. 04. No.
01.
Reny Dwi Riastuti. dkk. 2018 “Identifikasi Divisi Pteridophyta Di Kawasan Danau Aur Kabupaten Musi
Rawas” Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains. Vol.1. No.1
Rivanna. dkk. 2021. ” Identifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) dan Pemanfaatannya di Hutan Nglimut
Gonoharjo Kendal”. Jurnal SNHP Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Sastrapradja. Affriastini. 1985. Kerabat Paku. (LBN-LIPI Bogor)
Steenis. 2018 Flora: Untuk Sekolah Indonesia. (Jakarta : PT Pradnya Paramita)
Susanti. 2013 “Keanekaragaman Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Taman Hutan Kenali Kota Jambi”.
Jurnal Biologi. Vol. 1. No. 1.

20

Prodi Pendidikan Biologi
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry


Click to View FlipBook Version