PERTANDINGAN MENGARANG e-CERITA PENDEK TAHAP 2
Program Bacaan Digital, e-Ulat Buku, e-NILAM & Pemerkasaan PdPR SKTB 2021
Kasihnya
Ibu
SORFINA NURAIN BINTI SHAMSOL
6 Kenanga
"Di keheningan pagi hari, hujan renyai-
renyai. Entah kenapa pagi ni hatiku tiba-tiba
menjadi sayu. Aku pandang ibu yang sedang
berbaring di sebelah . Lesu dan pucat wajah
ibuku. Ibu disahkan mengidap penyakit
kanser hati. Dalam aku mengamati wajah
ibu. Ibu seakan sukar bernafas, aku panik
dan cemas.
Aku menangis sayu. Ibu semakin lemah. Apa
yang harus aku lakukan sekarang.
"Ibu....kenapa dengan ibu ni ? Ibu jangan
tinggalkan Munir " bisik Munir dengan nada
teresak-esak.
"Ibu... jangan tinggalkan Munir, Munir
sayang ibu"
Dada ibu turun naik.
Akhirnya ibu terkulai dan pasrah pada
ketentuan Ilahi. Ibu pergi buat selama-
lamanya.
1
"Ibu , maafkan Munir Ibu," titisan air mataku
terus membasahi pipi, sarat dengan seribu
kesedihan dan kekesalan.
Badan aku berasa lemah dan kepala berasa
pening dan bingung. Aku melihat kegelapan,
terasa seperti bumi ini berputar-putar laju.
Silih berganti cahaya dan gelap. Aku
pengsan.
Tiba-tiba kedengaran bisikan orang
mengejutkan aku dan terasa mengusap
dahiku.
Aku membuka mata, dan terkejut ibu
didepanku lalu mententeramkanku. Seperti
biasa, ibu tidak kering dengan senyumannya.
2
"Oh ibu.... Ibu masih hidup. Munir
sayangkan Ibu . Jangan tinggalkan Munir
Ibu,"
Peluk erat Munir kepada ibunya .
Rupa-rupanya aku bermimpi .
Syukur Alhamdulillah. Kata Munir dan
beristifar panjang .
3