The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Nabila Ika, 2023-03-05 08:37:34

KERAJAAN KUTAI 20_NABILA IKA PUTRI

KERAJAAN KUTAI 20_NABILA IKA PUTRI

KERAJAAN KUTAI Disusun oleh: PUTRI CRISTIN SOFIARANI X MPLB 1 28 SMK NEGERI 2 SEMARANG Jl. Dr Cipto No. 121A Semarang


1. ASAL USUL KERAJAAN KUTAI Kerajaan Kutai yang terkenal sebagai kerajaan hindu tertua di Indonesia merupakan kerajaan yang memiliki sejarah panjang sebagai cikal bakal lahirnya kerajaankerajaan lainnya di Indonesia. Nama Kutai sendiri diketahui oleh para ahli mitologi saat setelah ditemukannya sebuah prasasti, yaitu Yupa. Prasasti Yupa diidentifikasi sebagai peninggalan asli dari pengaruh agama hindu dan budha yang menggunakan bahasa sansekerta dengan huruf pallawa. Dari prasasti inilah kemudian ditemukan nama Raja Kudungga sebagai pendiri Kerajaan Kutai. Nama Maharaja Kudungga ini ditafsirkan oleh para ahli sejarah sebagai nama asli Indonesia yang belum terpengaruh dengan bahasa India. Sedangkan keturunannya seperti Raja Mulawarman dan Aswawarman diduga memiliki pengaruh besar budaya hindu dari India. Hal tersebut dikarenakan kata “Warman” pada setiap akhiran namanya berasal dari bahasa sansekerta yang biasa digunakan oleh masyarakat India bagian selatan. Inilah yang mengakibatkan banyak orang menyebut bahwa Kerajaan Kutai merupakan kerajaan yang bercorak hindu dengan pengaruh budaya India begitu kental. Tak heran jika pola kehidupan pada masa itu juga menyerupai kehidupan kerajaan-kerajaan hindu di India.


2. KERAJAAN KUTAI BERCORAK HINDU Dapat disimpulkan bahwa Kerajaan Kutai merupakan kerajaan bercorak Hindu Siwa dengan buktinya adalah berupa ditemukannya tempat suci waprakeswara. Dapat disimpulkan bahwa Kerajaan Kutai merupakan kerajaan bercorak Hindu Siwa dengan buktinya adalah berupa ditemukannya tempat suci waprakeswara. 3. PRASASTI PENINGGALAN KERAJAAN KUTAI Prasasti Kerajaan Kutai Prasasti ini merupakan salah satu peninggalan dari Kerajaan Kutai yang paling tua usianya. Benda ini juga merupakan salah satu bukti kuat eksistensi kerajaan Hindu yang hidup di Pulau Kalimantan. 1. Prasasti Yupa Yupa yang ditulis menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta tersebut berbentuk seperti 3 tiang batu, yang konon digunakan untuk mengikat kurban untuk persembahan kepada dewa.


2. Ketopong Sultan Kutai Ketopong Sultan yaitu mahkota raja dari Kerajaan Kutai yang terbuat dari bahanbahan emas dengan berat 1,98 kg. 3. Kalung Uncal Kalung Uncal berbahan emas ini memiliki bobot 170 gram dengan hiasan liontin berelief Kisah Ramayana. 4. Kalung Ciwa Peninggalan Kerajaan Kutai selanjutnya yaitu Kalung Ciwa yang ada sejak zaman kepemimpinan Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Kalung ini ditemukan oleh warga di sekitar Danau Lipan, Muara Kaman pada 1890.


5. Pedang Sultan Kutai Pedang ini terbuat dari bahan emas yang padat. Di bagian gagang pedang terdapat ukiran seekor harimau yang sedang bersiap menerkam musuh. Sedangkan ujung sarung pedang dihiasi ukiran seekor buaya.. 6. Kura-kura emas Kura-kura emas merupakan salah satu peninggalan sejarah dari Kerajaan Kutai yang sekarang berada di Museum Mulawarman. 4. KEHIDUPAN EKONOMI, POLITIK, DAN BUDAYA KERAJAAN KUTAI


a. Kehidupan Ekonomi : Kerajaan Kutai terletak di tepi sungai Mahakam sehingga masyarakatnya banyak berpencaharian di bidang pertanian. Selain pertanian, mereka juga melakukan perdagangan. Bahkan diperkirakan sudah terjadi hubungan dagang dengan bangsa luar. Sebab jika dilihat dari letak geografisnya, Kerajaan Kutai berada pada jalur perdagangan antara China dan India. Jalur perdagangan internasional dari India melewati Selat Makassar, terus ke Filipina dan sampai di China. Dalam pelayarannya para pedagang diperkirakan singgah terlebih dahulu di Kutai. Oleh sebab itu Kutai semakin ramai dan rakyat hidup makmur. Kemakmuran Kutai tercermin dari kedermawanan Raja Mulawarman. Dikisahkan ia mengadakan kurban emas dan 20.000 ekor lembu untuk para brahmana. b. Kehidupan Politik : Yupa menjelaskan tentang silsilah para pemimpin Kerajaan Kutai. Adapun raja-raja yang pernah pemimpin Kutai yakni: 1. Kudungga, Kudungga merupakan pendiri Kerajaan Kutai. Kudungga awalnya merupakan seorang kepala suku. Dilihat dari namanya, Kudungga masih menggunakan nama lokal yang tidak berbau India. Oleh sebab itu para ahli berpendapat saat Kudungga menjadi raja pengaruh agama Hindu baru mulai masuk ke nusantara. Kudungga kemudian mewariskan tahta kepada keturunannya. 2. Aswawarman, Kudungga mempunyai putra bernama Aswawarman yang menjadi raja. Dalam Yupa ia disebut seperti Dewa Ansuman (Dewa Matahari) dan memiliki julukan Wamsakerta atau pembentuk keluarga/dinasti Hindu. Alasannya adalah karena Aswawarman diperkirakan merupakan raja pertama yang telah menganut agama Hindu saat ia memimpin. Beberapa ahli mengatakan bahwa saat Kudungga memimpin, ia belum menganut agama Hindu. Saat itu ia masih berperan sebagai kepala suku yang pada akhirnya mempunyai keturunan sebagai raja-raja Kutai. Di masa pemerintahan Aswawarman, Kerajaan Kutai mulai memperluas wilayahnya. Aswawarman memiliki tiga orang putera, salah satunya adalah Mulawarman. 3. Mulawarman, Mulawarman merupakan raja terbesar di Kutai. Kerajaan Kutai berada pada puncak kejayaannya di masa sang raja. Wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Saat itu rakyat Kutai diketahui hidup sejahtera dan makmur. c. Kehidupan Budaya : Dalam Prasasti Yupa tertulis bahwa masyarakat sudah banyak yang menganut agama Hindu, sehingga pola pengaturan kerajaan kepada masyarakat sangat teratur seperti pemerintahan Kerajaan India. Masyarakat di Kerajaan Kutai dapat menerima unsur budaya luar (India), namun tetap memelihara dan melestarikan budayanya sendiri. Contohnya prasasti berbentuk Yupa yang menggunakan huruf


Pallawa menunjukkan adanya pengaruh dari India Selatan. Sedangkan Yupa sendiri merupakan bentuk perkembangan dari menhir, kebudayaan asli nenek moyang bangsa Indonesia zaman Megalitikum. Kehidupan budaya Kerajaan Kutai juga sudah maju. Hal ini dibuktikan dengan upcacara penghinduan Vratyastoma. Di masa Raja Mulawarman, upacara tersebut telah dipimpin oleh pendeta Brahmana yang merupakan orang lokal. Artinya kala itu telah ada kaum Brahmana asli nusantara yang memiliki kemampuan intelektual tinggi, khususnya penguasaan terhadap bahasa Sansekerta. 5. KERUNTUHAN KERAJAAN KUTAI Pada masa kepemerintahan Maharaja Dharma Setia (Raja terakhir Kerajaan Kutai) inilah awal mulanya kehancuran Kerajaan Kutai. Faktor utama penyebab runtuhnya Kerajaan Kutai yakni karena ada perebutan kekuasaan antara Kutai Martapura yang beragama Hindu dengan Kutai Kartanegara yang beragam Islam. Perebutan kekuasaan inilah yang memicu terjadinya perang antar kedua belah pihak. Pada saat itu, Maharaja Dharma Setia ikut turun langsung dalam peperangan dengan Raja Kutai Kertanegara ke-13 yang bernama Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Keruntuhan Kerajaan Kutai terjadi setelah Maharaja Dharma Setia gugur dalam medan perang dan Kutai Kartanegara memenangkan peperangan tersebut sehingga berhasil menguasai wilayah Kutai Martapura. Sejak saat itulah Kerajaan Kutai Martapura mengalami keruntuhan Kesimpulan : Kutai adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Berdiri sekitar abad ke-4. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman,Kalimantan Timur,tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukan eksistensi kerajaan tersebut. Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh.Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7M. Dalam kehidupan politik seperti yang dijelaskan dalam yupa bahwa raja terbesar Kutai adalah Mulawarman,putra Aswawarman dan Aswawarman adalah putra kadungga. Dalam yupa juga dijelaskan bahwa Aswawarman


disebut sebagai Dewa Ansuman/Dewa matahari dan dipandang sebagai Wangsakerta atau pendiri keluarga raja. Hal ini berarti Asmawarman sudah menganut agama Hindu dan dipandang sebagai pendiri keluarga atau dinasti dalam agama Hindu Saran : Melalu makalah kerajaan Kutai ini,penulis menyarankan agar jangan melupakan sejarah bangsa kita,dan berusaha menjaga dan melestarikan peninggalanku sejarah yang ada di Indonesia. Daftar Pustaka : 1. Astutik, Mutiani Eka. “Pendiri Kerajaan Kutai: Sejarah, Masa Kejayaan & Peninggalan” , https://www-gramediacom.cdn.ampproject.org/v/s/www.gramedia.com/literasi/pendiri-kerajaankutai/amp/?amp_gsa=1&amp_js_v=a9&usqp=mq331AQKKAFQArABIIACA w%3D%3D#amp_tf=Dari%20%251%24s&aoh=16750495982287&referrer=htt ps%3A%2F%2Fwww.google.com&ampshare=https%3A%2F%2Fwww.gramed ia.com%2Fliterasi%2Fpendiri-kerajaan-kutai%2Fasilitas Diakses pada 30 Januari 2023 pukul 10.35 2. C. Sianturi. “Jelaskan Bahwa Kerajaan Kutai Merupakan Kerajaan Bercorak Hindu Siwa” , https://roboguru.ruangguru.com/question/jelaskan-bahwakerajaan-kutai-merupakan-kerajaan-bercorak-hindu-siwa-_QU-OWI28JGG Diakses pada 30 Januari 2023 pukul 11.58 3. Adrymarthanino, Verelladevanka. 2022. “ Mulawarman, Pembawa Kejayaan Kerajaan Kutai”, https://www.kompas.com/stori/read/2022/05/18/100000679/mulawarmanpembawa-kejayaan-kerajaan-kutai?page=all Diakses pada 30 Januari 2023 pukul 12.03 4. Syabriya, Nadilla. 2022. “8 Peninggalan Kerajaan Kutai, dari Prasasti hingga Singgasana Sultan” , https://nasional.okezone.com/amp/2022/10/18/337/2689681/8-peninggalankerajaan-kutai-dari-prasasti-hingga-singgasana-sultan?page=3 Diakses pada 30 Januari 2023 pukul 11.59 5. Berita Hari Ini, 2020. “Kehidupan Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya Kerajaan Kutai” , https://m.kumparan.com/amp/berita-hari-ini/kehidupanpolitik-ekonomi-dan-sosial-budaya-kerajaan-kutai-1urDPv9view Diakses pada 30 januari 2023 pukul 10.57 6. Papers, Sinergi. 2022. “Runtuhnya Kerajaan Kutai Terjadi Pada Masa Kepemerintahan Terakhir, Ini Faktor Penyebabnya” , https://www.sinergipapers.com/sejarah-budaya/amp/pr-2874786458/runtuhnyakerajaan-kutai-terjadi-pada-masa-kepemerintahan-terakhir-ini-faktorpenyebabnya Diakses pada 31 Januari 2023 pukul 14.38


Click to View FlipBook Version