KARAKTERISTIK KTSP Kurikulum jenjang PAUD disusun dengan menggunakan Pendidikan Holistik Berbasis Karakter. Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) adalah pendidikan yang mengembangkan semua dimensi manusia, tidak hanya kemampuan akademik, tetapi juga fisik, emosional, spiritual, kreativitas, dan aspek kecerdasan majemuk lainnya secara holistik dan seimbang melalui pengembangan 9 Pilar Karakter. 9 Pilar Karakter adalah sebuah konsep fondasi pilar untuk bisa membangun manusia berkarakter, cerdas, dan kreatif, yang setiap pilarnya terdiri atas kumpulan nilai-nilai karakter sejenis. Konsep ini merupakan strategi untuk memudahkan penanaman nilai-nilai karakter karena sesuai dengan mekanisme kerja otak, yaitu nilai-nilai tertentu akan lebih mudah dipahami apabila ada polanya. Metode penanaman 9 Pilar Karakter ini adalah knowing the good, reasoning the good, feeling the good, and loving the good. Penjabaran 9 Pilar Karakter (+ K-4) dijabarkan sebagai berikut: 1. Cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya 2. Mandiri, disiplin dan bertanggung jawab 3. Jujur, Amanah dan berkata bijak 4. Hormat, santun dan pendengar yang baik 5. Dermawan, suka menolong dan kerja sama 6. Percaya diri, kreatif dan pantang menyerah 7. Pemimpin yang baik dan adil 8. Baik dan rendah hati 9. Toleran, cinta damai dan Bersatu K4 (Kebersihan, Kerapian, Kesehatan dan Keamanan) Pembelajaran di jenjang PAUD menggunakan model pendekatan sentra. Pendekatan model pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan sentra diyakini mampu merangsang seluruh aspek kecerdasan anak (multiple intelligent) maupun kecerdasan jamak melalui bermain yang terarah. Konsep pembelajaran sentra pada TK Semangat Anak Bangsa mampu merangsang anak agar aktif, kreatif, bebas bereksplorasi dan mandiri dengan menggali pengalamannya sendiri, bukan sekedar mengikuti perintah guru. TK Semangat Anak Bangsa telah mengembangkan 6 sentra, yaitu: 1. Sentra Persiapan Sentra persiapan lebih menekankan pengenalan keaksaraan awal pada anak. penggunaan buku, alat tulis dapat dilakukan di semua sentra Pada kelompok anak paling besar yang segera masuk sekolah dasar, frekuensi main di sentra persiapan lebih
banyak dibandingkan dengan kelompok A. 2. Sentra Balok Sentra balok memfasilitasi anak bermain tentang konsep bentuk, ukuran, keterkaitan bentuk, kerapihan, ketelitian, bahasa, dan kreativitas. Alat dan bahan main Sentra Balok: a. balok-balok dengan berbagai bentuk dan ukuran b. balok asesoris untuk main peran c. lego berbagai bentuk d. kertas, alat tulis, crayon 3. Sentra Imajinasi Pada sentra imajinasi anak diajarkan anak untuk bermain peran. Anak dapat menjadi seseorang atau sesuatu yang ada di dunia nyata. Mengembangkan kemampuan imajinasi, akhlak, sosialisasi dan bahasa. 4. Sentra Bahan Alam Sentra Bahan Alam merupakan wahana bermain yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal alam sekitar melalui perangsangan panca indera. Siswa bermain sambil belajar untuk menunjukkan kemampuan mengenali, membandingkan, menghubungkan dan membedakan sehingga tumbuh motivasi dan kepercayaan diri dalam belajar. 5. Sentra Iman dan Taqwa Islam Sentra Imtaq merupakan sentra yang memberikan kesempatan kepada anak pembelajaran nilai-nilai, aturan-aturan agama sehingga anak bisa mengembangkan keimanan dan ketaqwaan melalui pembiasaaan sehari-hari melalui kegiatan belajar sambul bermain. 6. Sentra Seni Di sentra seni dan kreativitas ini peserta didik bisa mengembangkan bakat, minat dan keterampilannya dan akan mendapatkan kesenangan, nilai-nilai estetik dan kerangka berpikir yang sistematis, dengan fokus kegiatan : Eksplorasi warna, Ketrampilan motorik halus dan Proses kreativitas. Setiap hari, guru menyediakan rangkaian aktivitas main dalam setiap sentra selama satu hari belajar bagi anak-anak. Rangkaian aktivitas itu harus direncanakan dengan matang agar dapat memfasilitasi proses pembangunan kemampuan anak secara menyeluruh sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya. Penerapan rencana guru PAUD
dalam kegiatan Sentra dimulai dari penataan lingkungan main yang memperhatikan dengan cermat masalah keamanan, kenyamanan dan kelancaran bermain bagi anak. Selama anak bekerja atau beraktivitas, guru menjalankan fungsinya sebagai fasilitator yang member pijakan-pijakan (scaffolding) sebelum main, saat main, dan sesudah main. Dengan demikian, bentuk aktivitas guru adalah indirect teaching. Dalam fungsi ini, guru harus cermat memutuskan kapan saat yang tepat, dalam situasi seperti apa, dan seberapa jauh melibatkan diri atau memberikan feedback pada proses kerja anak. METODE PEMBELAJARAN Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan pendidik dalam melakukan kegiatan pembelajaran kepada anak untuk mencapai kompetensi tertentu. Metode pembelajaran dirancang dalam kegiatan bermain yang bermakna dan menyenangkan bagi anak. Beberapa metode pembelajaran yang digunakan pada jenjang PAUD diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Bercerita Bercerita adalah cara bertutur dan menyampaikan cerita secara lisan. Cerita harus diberikan secara menarik. Anak diberi kesempatan untuk bertanya dan memberikan tanggapan. Pendidik dapat menggunakan buku sebagai alat bantu bercerita. 2. Demonstrasi Demonstrasi digunakan untuk menunjukkan atau memeragakan cara untuk membuat atau melakukan sesuatu. 3. Bercakap-cakap/Diskusi Bercakap-cakap dapat dilakukan dalam bentuk tanya jawab antara anak dengan pendidik atau antara anak dengan anak yang lain. 4. Pemberian tugas Pemberian tugas dilakukan oleh pendidik untuk memberi pengalaman yang kepada anak baik secara individu maupun secara berkelompok. 5. Bermain peran Sosio-drama atau bermain peran dilakukan untuk mengembangkan daya khayal/imajinasi, kemampuan berekspresi, dan kreativitas anak yang diinspirasi dari tokoh-tokoh atau benda-benda yang ada dalam cerita. 6. Jelajah
Karyawisata/Belajar Luar Sekolah adalah kunjungan secara langsung ke objek-objek di lingkungankehidupan anak yang disesuai dengan tema yang sedang dibahas. 7. Eksperimen Sains Eksperimen merupakan pemberian pengalaman nyata kepada anak dengan melakukan percobaan secara langsung dan mengamati hasilnya