Thanks
BAB IX KISAH TELADAN SAHABAT ALI BIN ABI THALIB
TB Pembelajaran 1 Menemukan informasi penting dari kisah teladan Ali bin Abi Talib sebagai sahabat Menemukan makna tersirat kisah tersebut terkait dengan kehidupan sehari-hari Mengamati relasi sosial keagamaaan di sekitarnya Sikap: Menghayati, peduli Pengetahuan: Informasi penting kisah teladan Ali bin Abi Talib sebagai sahabat Makna tersirat kisah teladan Ali bin Abi Talib sebagai sahabat Kegiatan sosial keagamaan di lingkungan Siswa Keterampilan: Menemukan makna tersirat Mengamati dan menyajikan laporan
Pembelajaran 2 Menemukan informasi penting dari upaya Nabi Muhammad Saw. dalam melakukan perjanjian Hudaibiah Menemukan makna tersirat kisah tersebut terkait dengan kehidupan sehari-hari Mengamati kehidupan sosial keagamaan di sekitarnya Sikap: Menghayati, Peduli Pengetahuan: Informasi penting kisah teladan Ali bin Abi Talib sebagai khalifah Makna tersirat kisah teladan Ali bin Abi Talib sebagai khalifah Kegiatan sosial di keagamaan di lingkungan siswa Keterampilan: Menemukan makna tersirat Mengamati dan menyajikan laporan
A. Meneladani Sahabat Ali bin Abi Thalib r.a. Nama lengkap sahabat ‘Ali karramallahu wajhah adalah Ali bin Abi Thalib bin Abdul Mutthalib. Karena itu, sahabat Ali adalah sepupu Rasulullah Saw. Kenapa diberi gelar karramallahu wajhah? Karena sahabat Ali tidak pernah menundukkan wajahnya menyembah berhala. Dengan demikian, sahabat Ali dan Rasulullah Saw. Ia sangat akrab dengan Rasulullah karena sejak kecil hidup bersama Rasul. Sahabat Ali semenjak kecil sudah dididik dengan adab dan budi pekerti Islam. Karena kedekatannya dengan Rasulullah Saw, ia termasuk orang yang paling banyak meriwayatkan hadis.
Sahabat Ali menikah dengan Sayidah Fatimah azZahro binti Rasulullah Saw. Sayidah Fathimah adalah satu-satunya putri Rasulullah Saw. sifat kepedulian sahabat Ali yang tinggi kepada Rasulullah Saw. Pada masa peperangan membela Islam, sahabat Ali sangat terkenal keberaniannya dan termasuk pendekar tanpa tanding. Sahabat Ali selalu menang dalam perang tanding ini. Keberaniannya terkenal dan ia mengikuti hampir seluruh peperangan yang dipimpin Rasulullah Saw.
Karena keberaniannya ini sahabat Ali mendapat julukan asadullah. Sahabat Ali termasuk dari salah satu dari tiga sahabat utama Nabi yang mengambil pengetahuan, budi pekerti dan kebersihan hati dari Rasulullah SAW. Bahkan di antara ketiganya, sahabat Ali terkenal sangat cerdas dan dikenal sebagai pintu ilmu dari kota ilmu . Sahabat Ali diangkat menjadi khalifah keempat pada tahun 35 Hijriah menggantikan sahabat Utsman bin Affan. Sahabat ‘Ali menjabat khalifah selama 6 tahun. Beliau wafat pada tahun 40 hijriah.
B. Sahabat Ali bin Abi Thalib r.a. Menjadi Khalifah ( 35 – 40 H/ 656-661 M) Kepemimpinan umat Islam selanjutnya digantikan oleh sahabat Ali Beliau dikenal sebagai sahabat yang sangat sederhana karena meniru kehidupan Rasulullah, sangat cerdas dan berilmu sangat dalam, tegas dan gagah berani, serta kuat dalam mempertahankan ajaran dan tradisi Rasulullah Saw. Namun karena kondisi umat Islam yang sangat luas dan terpecah, masa kepemimpinan sahabat Ali banyak dipenuhi gejolak. Dari Kufah ini khalifah Ali memimpin umat Islam yang sedang bergejolak.
Langkah-langkah yang ditempuh khalifah Ali adalah: 1. Mengganti para Gubernur Khalifah Ali memecat para pejabat yang dzalim, korup, dan tidak becus bekerja. Sahabat Ali kemudian mengirim kepala daerah baru ke daerah yang pejabatnya dipecat. Kemudian semua pejabat lama wajib kembali ke Madinah. Agar rakyat mendapatkan pelayanan yang baik, maka perlu pemimpin-pemimpin yang lebih peduli kepada rakyat. 2. Mengembalikan harta Baitulmal Khalifah Ali menarik kembali harta Baitulmal yang dimiliki oleh perseorangan dengan tanpa hak, termasuk tanah-tanah negara yang dikuasai oleh perorangan. Demikian juga menarik hibah atau pemberian lain pada masa kekhalifahan sebelumnya yang diberikan karena adanya tipu mislihat terhadap khalifah Utsman.
Di masa sahabat Usman, banyak para pejabat yang menyalahgunakan harta. sikap mulia khalifa Usman ini dimanfaatkan para pejabat di bawahnya –yang kebanyakan keluarga- untuk memperdayai khalifah Usman. Akhirnya banyak harta Baitulmal yang mereka ambil. Dengan demikian, para tuan tanah yang menguasai tanah negara ditarik kembali kepemilikannya untuk kepentingan masyarakat.
Pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib muncul kaum khawarij yang dipimpin Abdullah Ibn Wahhab al Rasib dan Mus’ar al-Tamimi. Kaum khawarij adalah kaum yang keluar dari barisan khalifah Ali dan mengkafirkannya. Mereka menyalahkan semua orang. Tindakan jahat tersebut adalah membentuk tim penghukum yang akan menghukum sahabat Mu’awiyah, sahabat Amr bin Ash, dan sahabat Ali. Namun sahabat Ali yang akan mengimami salat subuh berhasil dilukai oleh Abdurrahman Ibnu Muljam. Sepeninggal khalifah Ali bin Abi Thalib, sahabat Muawiyah mengambil alih jabatan khalifah, dan tidak ada lagi orang kuat yang menghalanginya.
Sepeninggal khalifah Ali bin Abi Thalib, sahabat Muawiyah mengambil alih jabatan khalifah, dan tidak ada lagi orang kuat yang menghalanginya. Putera khalifah Ali, yakni sahabat Hasan hanya memegang jabatan khalifah beberapa bulan saja dan kemudian menyerahkannya kepada Muawiyah. Muawiyah rela datang ke Kufah menemui Hasan dan Husein (keduanya putera Ali) untuk mendapat baiat dari keduanya. Di samping Hasan dan Husein juga penduduk Kufah dan sebagaian sahabat Nabi lainnya juga membaiat Muawiyah. Karena itu, peristiwa ini dikenal dengan istilah ’amul jam’an yakni tahun persatuan. Sejak saat inilah kekhalifan Islam yang demokratis berubah menjadi kekhalifahan dengan sistem turun temurun (dinasti). Dengan demikian, berakhirlah masa kepemimpinan khulafa’urasyidin dan dimulailah kekuasaan dinasti Umayah.
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar! 1. Jelaskan sikap kepedulian sahabat Ali terhadap fakir miskin! 2. Jika ada pengemis datang ke rumahmu, apa yang akan kamu lakukan? Jelaskan! 3. Apa arti julukan karramallahu wajhah! Jelaskan! 4. Sebutkan dua kebijakan khalifah Ali bin Abi Thalib yang menunjukkan kepeduliannya terhadap rakyat!
THANKS