WISATA AIR DI KABUPATEN LUMAJANG
Madah Maria Yusiani/190903102026
GEOGRAFIS KAB. LUMAJANG
Kabupaten Lumajang terletak pada 112°53' - 113°23' Bujur Timur dan 7°54' -
8°23' Lintang Selatan. Luas wilayah keseluruhan Kabupaten Lumajang adalah
1790,90 km2. Lumajang sebagai salah satu kabupaten yang ada di jawa timur
merupakan wilayah yang memiliki kontur geografis yang cukup lengkap mulai
pegunungan di bagian utara dan barat, dan dataran rendah di bagian selatan, dengan
kondisi alam seperti itu kabupaten lumajang di karunia pemandangan alam yang
spektakuler hampir setiap objek wisata alam ada di sini.
BEBERAPA WISATA AIR DI LUMAJANG
1) TUMPAK SEWU
Tumpak Sewu atau Coban Sewu adalah sebuah air terjun berketinggian sekira
120 meter yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten
Malang, Provinsi Jawa Timur. Air Terjun Tumpak Sewu merupakan air terjun
terindah di Pulau Jawa dan Indonesia. Air Terjun Tumpak Sewu memiliki formasi
unik karena memiliki aliran air yang melebar seperti tirai sehingga termasuk dalam
tipe air terjun Tiered. Lokasi Air Terjun Tumpak Sewu ada di dalam sebuah lembah
curam memanjang dengan elevasi 500 meter di atas permukaan air laut. Air Terjun
Tumpak Sewu terbentuk di aliran Sungai Glidih yang berhulu di Gunung Semeru.
Meski berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang,
namun wisata Air Terjun Tumpak Sewu umum dijangkau melalui Kabupaten
Lumajang melalui jalan nasional rute 3 lintas selatan Jawa Timur. Jika berangkat dari
Malang, wisatawan bisa memilih rute perjalanan Bululawang – Dampit – Tirtomoyo
– Pronojiwo - perbatasan Lumajang dan Malang. Setelah sampai di Desa Sidomulyo,
Kecamatan Pronojiwo, wisatawan akan melihat pintu masuk obyek wisata Air Terjun
Tumpak Sewu di tepi jalan. Jalan tersebut muat dua kendaraan saat berpapasan.
Wisatawan bisa langsung parkir di tempat wisata Air Terjun Tumpak Sewu. Air
Terjun Tumpak Sewu sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun
angkutan umum berupa minibus. Bus-bus dengan rute Lumajang - Malang atau
sebaliknya biasanya beroperasi mulai pukul 07.00 WIB dan berakhir sekitar pukul
16.00 WIB.
Sebagai objek wisata alam dengan lanskap pemandangan yang menjamin
keindahan maksimal, Coban Tumpak Sewu adalah surga bagi penggemar fotografi.
Komposisi alam yang membentuknya menawarkan spot-spot yang indah. Selain itu,
bagi penggemar selfie, disinilah tempat terbaik untuk mengabadikan diri.
Selebihnya, aktivitas akan bergantung bagaimana cara wisatawan untuk
menikmati wisata. Yang perlu diperhatikan adalah fisik dan stamina, karena
umumnya traveler kurang puas jika tidak mencoba lebih dekat dengan air. Untuk
mencapai dasar, wisatawan perlu menuruni medan yang cukup sulit, dari arah
Lumajang maupun dari arah Malang sama saja. Meniti tebing menggunakan tangga
bambu seadanya. Bahkan di beberapa sudut hanya berpegangan pada tali. Setelah
sampai bawah, masih harus melawan arus untuk bisa benar-benar dekat dengan air
terjunnya. Dengan tetap memperhatikan waktu, jika kurang puas bisa juga menyusuri
aliran Sungai Glidih demi mengoleksi keeksotikan alam dengan sudut pandang yang
berbeda. Perjalanan itu akan mengantarkan sobat ke Air Terjun Goa Tetes yang tak
kalah eksotiknya. Terdapat berbagai penginapan baik hotel maupun home stay di
sekitar coban sewu. Tergantung pada budget yang dimiliki wisatawan.
2) AIR TERJUN KAPAS BIRU.
Letak geografinya di apit tiga gunung, Semeru, Bromo dan Lemongan,
Kabupaten Lumajang di Jawa Timur sarat dengan pemandangan alam yang molek
mengagumkan. Tak mudah untuk sampai di Air Terjun Kapas Biru. Wisatawan bisa
menggunakan kendaraan dan melaju ke Kabupaten Lumajang di Jawa Timur. Jika
wisatawan berangkat dari Malang, lokasinya berada di dekat Jalan Raya Dampit-
Lumajang. Sekitar 3 kilometer dari Air terjun Tumpak Sewu. Dari parkiran
kendaraan, wisatawan masih harus berjalan melewati jalur yang menantang dan
dikelilingi pepohonan. Suasananya begitu sepi dan asri.
Perjalanan menuju lokasi Sejauh kurang lebih 1,5 kilomete. Ada pos setelah
melewati kebun salak. membayar tiket masuk kemudian melanjutkan perjalanan.
Menelusuri jalanan menurun tajam, banyak tikungan dengan beberapa pagar bambu
dan tangga besi.
Selama berjalan kaki, wisatawan dapat menikmati nuansa kesegaran begitu
memanjakan. Dan dari kejauhan Coban Kapas Biru memamerkan garis putihnya.
Lokasi air terjun sudah sedemikian dekat ketikawisatawan telah sampai di
sebuah jembatan bambu. Air yang jatuh senantiasa menjadi pembatas kemegahan
tebing yang menjulang berwarna elegan. Di permukaannya, gemericik air mengalir
dengan di bantu tatanan batu-batu. ini adalah tempat terbaik bagi traveler penggemar
selfie. Tidak terkecuali, juga sebagai surga bagi penyuka landscape photography.
Sebenarnya, air terjun ini bertingkat dua. Tingkat bawah berketinggian 90 meteran,
sementara tingkat atas hanya sekitar 10 meter saja.
Air terjun ini telah resmi dibuka sebagai objek wisata umum sejak 2015 yang
lalu. Sejauh ini, fasilitas yang tersedia pun cukup memadai. Untuk konsumsi, telah
ada warung penjual makanan dan minuman. Ada juga tempat ibadah berupa mushola,
gazebo, serta kamar mandi bersih. Lahan parkirnya cukup luas, hanya saja berjarak
kurang lebih 1,5 kilometer dari lokasi air terjun.
3) SEGITIGA RANU
Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, seperti tempat bagi belasan ranu atau
danau maar yang terbentuk karena aktivitas vulkanis. Tiga di antaranya berada di kaki
Gunung Lemongan, dan menjadi objek wisata
a) Ranu Klakah
Danau yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik ini membentang seluas
22 hektare dengan kedalaman mencapai 28 meter. Sekilas, danau itu
tampak tenang dan tak beriak. Tak terlihat aktivitas makhluk hidup apapun
di dalamnya. Namun, ranu atau danau maar yang letaknya 10 kilometer di
utara kota ini ternyata menjadi habitat bagi ikan mujair. Ranu Klakah
terpatri abadi, tepat di muka Gunung Lemongan. Seperti lukisan, pada pagi
hari, cahaya matahari yang kemerahan akan mengantung di atas danau
berlatar gunung itu. Pantulan sinarnya membuat permukaan danau
kemilauan, bak cermin yang menimbulkan refleksi. Gunung dan
bayangannya di ekor Ranu Klakah pun seperti dua segitiga yang bertaut.
b) . Ranu Pakis
Ranu Pakis terletak tak jauh dari Ranu Klakah. Lokasinya masih
berada di Kecamatan Klakah, 18 kilometer dari Stasiun Lumajang. Sama
seperti Ranu Klakah, Ranu Pakis merupakan danau maar yang terbentuk
akibat aktivitas vulkanik Gunung Lemongan. Air danau itu berwarna biru
tosca, yang tentu menjadi daya tarik utama. Warna air danau itu berbeda
dengan danau-danau lainnya. Disekitar Ranu Pakis tumbuh pepohonan
pakis. Diberi nama Ranu Pakis karena sesuai dengan keadaan alamnya. Di
Ranu Pakis, pengunjung bisa menikmati danau yang dikelilingi dua
gunung sekaligus, yaitu Gunung Lemongan dan Gunung Semeru. Matahari
pagi akan muncul di antara pegunungan itu, membuat air tampak berkilau.
Ranu Pakis terletak di ketinggian 600 mdpl dengan luas sekitar 50
hektare. Wisatawan bisa menikmati danau ini dengan memancing. Sebab,
masyarakat sekitar telah membudidayakan ikan mujair dan nila.
Pengunjung juga dapat menikmati pandangan nelayan menjaring ikan di
atas getek di tengah danau.
c) Ranu Bedali
Ranu Bedali seperti rangkaian terakhir dalam segitiga ranu di kaki
Gunung Lemongan. Ranu yang satu ini berlokasi di Kecamatan Ranuyoso,
Lumajang, atau 7 kilometer dari Ranu Pakis. Ranu Bedali berada di
keinggian 700 mdpl dengan luas mencapai 25 hektare. Adapun
kedalamannya berkisar 28 meter. Berbeda dengan ranu-ranu lainnya, Ranu
Bedali memiliki air terjun di salah satu sisinya. Namun bila ingin menuju
danau dan air terjun, pengunjung harus turun melewati tangga. Jika enggan
menapak jalur yang naik turun, pengunjung bisa menikmati Ranu Bedali
dari atas gardu pandang yang terletak di tepi jalan raya. Dari situ pula
wisatawan dapat berfoto karena ada spot wisata digital yang Instagenic.