43
3.6 Kerangka Konsep
Pelayanan Kesehatan
Gigi dan Mulut
Tahapan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
di Masa Pandemi COVID-19
Persiapan Sebelum Saat Setelah
Dokter Gigi Kunjungan Kunjungan Kunjungan
Pasein Pasien Pasien
Tahap Tahap
Pemasangan Pelepasan
APD APD
Tata Letak
Standar Tata Letak Ruang Praktek Dokter Gigi di
Masa Pandemi COVID-19
Tata Tata Tata Sistem
Sirkulasi Ruang dalam Ruang
Bagan 3.1 Kerangka konsep
44
3.7 Definisi Operasional9,28
Tabel 4. Definisi Operasional
No. Variabel Definisi operasional Alat ukur Hasil ukur Skala ukur
1. Tata Pengaturan aktfitas Kuesioner 1 = bila Rasio
Sirkulasi pelayanan kesehatan jawabannya
gigi dan mulut di ya
masa pandemi 0 = bila
jawabannya
COVID-19 dengan tidak
pembahasan
mengenai pelaku,
alur, dan
aktifitasnya.9
2. Tata Pengaturan wujud Kuesioner 1 = bila Rasio
Ruang struktur ruang dan jawabannya
pengendalian ya
pemanfaatan
ruang.28 0 = bila
jawabannya
tidak
3. Tata Pengaturan sistem Kuesioner 1 = bila Rasio
Sistem jawabannya
Dalam sarana dan prasarana ya
Ruang
sebagai pendukung 0 = bila
ruang.28 jawabannya
tidak
3.8 Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data primer dan sekunder dalam penelitian ini adalah:
1. Observasi (Pengamatan)
Observasi dilakukan mengunakan metode observasi Non-Partisipan dimana
peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen.27 Dalam
45
penelitian ini peneliti mengamati dan menganalisis tata letak ruang praktek
dokter gigi pada masa pandemi COVID-19 di kota Palembang. Instrumen
pengumpulan data ini dengan melakukan dokumentasi berupa foto atau video
yang dilakukan oleh peneliti terhadap tata letak ruang praktek dokter gigi pada
masa pandemi COVID-19 di kota Palembang.
2. Kuesioner
Penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup, yaitu kuesioner yang sudah
disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih.27 Instrumen
pengumpulan data ini berupa daftar pertanyaan kuesioner mengenai tata letak
ruang praktek dokter gigi pada masa pandemi COVID-19 di kota Palembang.
3. Studi Pustaka
Teknik pengumpulan data sekunder dalam penelitian ini juga menggunakan
studi kepustakaan. Studi kepustakaan disebut dengan studi literatur bertujuan
untuk menggali data-data baru bahan-bahan tertulis dan khususnya berupa
teori-teori.26 Peneliti mencari bahan-bahan yang berupa teori-teori dalam
referensi-referensi yang ada di perpustakaan yaitu jurnal, buku, data foto,
artikel, dan internet. Instrumen pengumpulan data ini menggunakan literatur-
literatur kepustakaan.
46
3.9 Prosedur Penelitian
3.9.1 Uji Kelayakan Etik
Penelitian ini telah dilakukan Uji Kelayakan Etik (ethical clearance) dengan
nomor sertifikat persetujuan etik oleh Komisi Etik Penelitian Fakultas Kedokteran
Universitas Sriwijaya.
3.9.2 Persiapan Penelitian
1. Mengurus perizinan penelitian di tempat praktek dokter gigi kota
Palembang.
2. Menyiapkan alat dan bahan penelitian yang akan di gunakan.
3.9.3 Pelaksanaan Penelitian
1. Melakukan pengumpulan data sesuai dengan tanggal yang sudah disepakati
2. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data primer berupa pengumpulan
hasil survey melalui kuesioner
3. Melakukan observasi terhadap tata letak ruang praktek dokter gigi pada
masa pandemi COVID-19 di kota Palembang.
4. Melakukan penyusunan data yang telah dikumpulkan.
3.10 Analisis Data
Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi komputer yaitu
dengan menggunakan analisis univariate agar dapat melihat distribusi masing-
47
masing variabel dan analisis bivariate untuk melihat hubungan antara kedua
variabel. Hasil analisis akan disajikan dalam bentuk tabel.
3.11 Dummy Table
Tabel 5. Dummy table
No. Jenis Frekuensi Persentase
1. Tata Sirkulasi 20 100%
2. Tata Ruang
3. Tata Sistem dalam Ruang
Jumlah
48
3.12 Alur Penelitian
Ethical Clearance
Pengajuan Izin di Pratek Dokter Gigi Kota
Palembang
Survei Lokasi
Observasi Pengambilan data dengan
pengisian Kuesioner
Pengolahan data dengan
menggunakan program
komputer
Analisis Data
Kesimpulan
Bagan 3.2 Alur Penelitian
49
DAFTAR PUSTAKA
1. Kementerian Kesehatan RI. Panduan Pelayanan Kesehatan Balita pada
Masa Tanggap Darurat COVID-19. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan
Masyarakat; 2020.
2. WHO. Transmisi SARS-Cov-2: Implikasi Terhadap Kewaspadaan
Pencegahan Infeksi; 2020. P.1–10.
3. Chen, N. et al. Epidemiological and clinical characteristics of 99. cases of
2019 novel coronavirus pneumonia in Wuhan, China: a descriptive study.
The Lancet, 395(10223); 2020. P507–513.
4. Hudyono, Rikko, Taufan Bramantoro, Benni Benyamin, Irfan
Dwiandhono,1 Pratiwi Soesilawati, Aloysius Pantjanugraha Hudyono,
Wahyuning Ratih Irmalia, & Nor Azlida Mohd Nor. During and Post
Covid-19 Pandemic: Prevention of Cross Infection at Dental Practices in
Country with Tropical Climate. Dental Journal. 2020;(2):81-87.
5. Kementerian Kesehatan RI. Petunjuk Teknis Pelayanan Kesehatan Gigi dan
Mulut di Fasilitas Tingkat Pertama Pada Masa Adaptasi Kebiasan Baru.
Jakarta: Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer; 2021
6. Persatuan Dokter Gigi Indonesia. Surat Edaran NO 2776/PB PDGI/III-
3/2020 tentang Pedoman Pelayanan Kedokteran Gigi Selama Pandemi
Virus Covid-19; 2020.
7. Farahanny, Wandania, Ika Andryas, Rini Octavia N., & Olivia A. Hanafiah.
Mobile Dental Clinic Revitalization to Improve Oral Health Services in
the Covid-19 Pandemic Era at Sambirejo District Community Health
Center, Kabupaten Langkat. Abdimas Talenta. 2020:5(2):350-360.
8. Krishnan, S; Pandian, S. Dental office design and waste care management in
infection control. International Journal of Pedodontic Rehabilitation.
2016:1(1);37–41.
9. Alhamdani, M. R., & Sari, D. P. Pendekatan Desain dan Aplikasi Ruang
Praktek Dokter Gigi di Masa Pandemi; 2021.
10. Gavin Ambrose, P. H. Basics Design: Layout (Second Edition).
Switzerland: Ava Publishing; 2011.
11. Satuan Tugas Covid 19, P. B. P. D. G. I. Panduan Dokter Gigi Dalam Era
New Normal;2020.
12. Lubis, M. N. P. F. U. A. R. Adaptasi era kenormalan baru di bidang
radiologi kedokteran gigi: apa yang perlu kita ketahui. Jurnal Radiologi
Dentomaksilofasial Indonesia. 2020:4(2);55–60.
13. Harsas, N. A. dkk. Penatalaksanaan Praktik di RSKGM FKG UI Selama
Masa Pandemi Covid-19; 2020.
14. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 001 Tahun 2012
Tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan, Pub. L. No.
001 (2012).
15. Isbaniah, F. dkk. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus
Disease (Covid-19) (No. 1; Revisi-3); 2020.
50
16. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pelayanan Rumah Sakit Pada Masa
COVID-19. Jakarta: Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan; 2021.
17. World Health Organization, Pandemic and Epidemic Diseases and World
Health Organization, Infection prevention and control of epidemic- and
pandemic-prone acute respiratory infections in health care: WHO
guidelines; 2014.
18. Wang, J. and Du, G. (2020). ‘COVID-19 may transmit through aerosol’,
Irish Journal of Medical Science (1971 -). doi: 10.1007/s11845-020-
02218-2.
19. Kampf, G. et al. ‘Persistence of coronaviruses on inanimate surfaces and
their inactivation with biocidal agents’, Journal of Hospital Infection,
104(3), pp. 246251. doi: 10.1016/j. jhin.2020.01.022.K.Tsia, K.Lee and
Q.Lai (no date) Oral Diseases, Wiley Online Library. doi:
10.1111/(ISSN)1601-0825.
20. Fatmawati, Silvia Nur, An nisa Asma Ulfah, & Ajud Karunia
Rahmadhani. Standarisasi Penggunaan APD Bagi Dokter Gigi di Masa
Pandemi Covid-19 : Literature Review. Prosiding Dental Seminar.
Universitas Muhammadiyah Surakarta (DENSIUM); 2021.
21. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Alat
Pelindung Diri (APD) Dalam Menghadapi Wabah COVID-19. Jakarta:
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia; 2020.
22. Villani, F. A., Aiuto, R., Paglia, L., & Re, D. COVID-19 And Dentistry:
Prevention In Dental Practice, A Literature Review. International Journal
Of Environmental Research and Public Health. 2020;17(12):1–12.
23. Jampani ND, Nutalapaty R, Dontula BS, Boyapati R. Applications of
teledentistry: A literatur review and update. J Int Soc Prev Community
Dent. 2011;1:37-44.
24. Hervina & Haris Nasution. Perubahan Managemen Pasien dan Pemilihan
Tindakan Kedokteran Gigi di Masa Pandemi COVID-19. 2020. P.170–
171.
25. Ruslan, Rosady. Metode Penelitian : Public Relation dan komunikasi.
Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada; 2011.
26. Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Bandung:
Alfabeta; 2017.
27. Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Bandung:
Alfabeta; 2019.
28. Wahid, Yunus. Hukum Tata Ruang. Jakarta: Kencana; 2014.
29. Notoatmodjo, S. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Cetakan Ketiga.
Jakarta: PT Rineka Cipta; 2018.
51
LAMPIRAN
Lampiran 1. Lembar Penjelasan Penelitian
Lembar Penjelasan Penelitian
Nama Peneliti : Siti Kamila Miranda
NIM : 04031281823026
Judul Penelitian : Analisis Tata Letak Ruang Praktek Dokter Gigi pada
Masa Pandemi COVID-19
Peneliti adalah mahasiswa dari Kedokteran Gigi Universitas Sriwijaya.
Peneliti meminta ketersediaan dan partisipasi saudara dalam penelitian ini.
Responden dalam penelitian ini adalah secara sukarela. Saudara berhak menolak
berpartisipasi dalam penelitian ini. Peneliti akan melakukan pengambilan data
dengan melakukan pengisian kuesioner kepada responden mengenai Tata Letak
Ruang Praktek Dokter Gigi pada Masa Pandemi COVID-19. Segala informasi
yang saudara berikan akan digunakan sepenuhnya hanya dalam penelitian ini.
Peneliti sepenuhnya akan menjaga kerahasiaan identitas saudara dan tidak di
publikasikan dalam bentuk apapun. Jika ada yang belum jelas, saudara boleh
bertanya pada peneliti. Jika saudara sudah memahami penelitian ini dan bersedia
berpartisipasi dalam penelitian ini, saudara dapat menandatangani lembar
persetujuan yang akan dilampirkan.
Peneliti
Siti Kamila Miranda
52
Lampiran 2. Lembar Persetujuan Responden
Lembar Persetujuan Responden
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama :
Jenis Kelamin : a) Laki-laki b) Perempuan
Pekerjaan :
Alamat :
Menyatakan bersedia menjadi responden pada penelitian yang dilakukan oleh :
Nama Peneliti : Siti Kamila Miranda
NIM : 04031281823026
Judul Penelitian : Analisis Tata Letak Ruang Praktek Dokter Gigi pada
Masa Pandemi COVID-19
Saya bersedia untuk menjadi responden dalam pengambilan data berupa
pengisian kuesioner yang dilakukan demi kepentingan penelitian. Dengan
informasi yang diberikan akan digunakan sepenuhnya hanya dalam penelitian ini
serta kerahasiaan identitas tidak di publikasikan dalam bentuk apapun.
Demikian surat pernyataan ini saya sampaikan, agar dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.
Palembang, Desember 2021
Responden
()
53
Lampiran 3. Kuesioner
KUESIONER
ANALISIS TATA LETAK RUANG PRAKTEK DOKTER GIGI PADA
MASA PANDEMI COVID-19
Tanggal :...............................................................................................
Waktu :...............................................................................................
Tempat :...............................................................................................
Tata Sirkulasi
1. Apakah dilakukan pembagian zonasi yaitu Zona Perawatan (Merah) Zona
Non-Perawatan (kuning) pada tempat praktek ?
a.) Ya b.) Tidak
2. Apakah terdapat alur dan jalur khusus pergerakan tenaga kesehatan (pintu
masuk dan keluar khusus ke ruang tindakan, ruang pemakaian dan
pelepasan APD) ?
a.) Ya b.) Tidak
3. Apakah ruang pemakaian dan ruang pelepasan APD terhubung dengan
ruang tindakan dengan pintu khusus dan tidak bertemu dengan pasien ?
a.) Ya b.) Tidak
4. Apakah terdapat alur dan jalur khusus pergerakan pasien (lokasi screening
dan triase, tempat cuci tangan, pintu masuk dan keluar khusus pasien
secara terpisah) ?
a.) Ya b.) Tidak
5. Apakah dilakukan pengaturan jumlah pasien dimasa pandemi COVID-19 ?
a.) Ya b.) Tidak
Tata Ruang
6. Apakah ruang praktek dokter gigi telah di modifikasi atau disesuaikan
dengan kondisi pandemi COVID-19 ?
a.) Ya b.) Tidak
54
7. Apakah terdapat ruang khusus pemakaian APD ?
a.) Ya b.) Tidak
8. Apakah terdapat ruang khusus pelepasan APD ?
a.) Ya b.) Tidak
9. Apakah terdapat ruang yang memadai untuk melakukan sterilisasi alat dan
penyimpanan instrument steril serta item APD ?
a.) Ya b.) Tidak
10. Apakah terdapat ruang tunggu khusus pasien dengan kursi yang telah di
atur berjarak satu meter dan dilengkapi dua macam tempat sampah ?
a.) Ya b.) Tidak
11. Apakah terdapat recepsionist atau meja penerima tamu yang dilengkapi
dengan penghalang kaca, terdapat masker, hand sanitizier yang cukup, tisu
kertas, dan tempat sampah?
a.) Ya b.) Tidak
Tata Sistem Dalam Ruang
12. Apakah menggunakan skema four handed dentistry serta penggunaan
rubber dam pada saat melakukan prosedur yang menghasilkan aerosol ?
a.) Ya b.) Tidak
13. Apakah terdapat perlengkapan sanitair dilengkapi sensor, dua tempat
sampah khusus, partisi bening di meja konsultasi, lemari tertutup untuk
penyimpanan alat steril di ruang pratek dokter gigi?
a.) Ya b.) Tidak
14. Apakah posisi dental unit telah diatur sesuai syarat dengan posisi kepala
pasien berada pada arah masuk aliran udara bersih?
a.) Ya b.) Tidak
15. Apakah alat pendingin ruangan telah diatur dan diletakan dibelakang
kepala pasien dan operator?
a.) Ya b.) Tidak
16. Apakah terdapat exhauster bertekanan kuat dan diletakan 20cm dari lantai
didepan dental chair untuk mengeluarkan udara kotor di ruang tindakan ?
a.) Ya b.) Tidak
55
17. Apakah terdapat alat vacuum aerosol (HVE Portable) yang dilengkapi
dengan HEPA filter dan terdapat saluran pembuangan langsung ke
lingkungan luar yang terbuka ?
a.) Ya b.) Tidak
18. Apakah unit HVE potable yang berada diluar dental unit telah diletakan di
sekitar kursi pasien tidak dibelakang posisi operator ?
a.) Ya b.) Tidak
19. Apakah terdapat fasilitas cuci tangan, pengolahan limbah, cermin, dan
pegangan tangan di ruang pelepasan APD ?
a.) Ya b.) Tidak
20. Apakah terdapat tanda area perbedaan zona menggunakan stiker berbeda
warna berupa garis memanjang pada diding di ruang pelepasan APD ?
a.) Ya b.) Tidak
21. Apakah terdapat thermal gun, poster (mencuci tangan, pengunaan masker,
etiket batuk, menjaga jarak) dan hand sanitizier pada pintu masuk utama
tempat praktek ?
a.) Ya b.) Tidak