PENANGGULANGAN TB PARU DI KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2023 PADA PERTEMUAN KADER KESEHATAN PUSKESMAS WANAYASA 2
TUBERKULOSIS (TBC) Penyakit menular langsung, disebabkan oleh kuman (Mycobacterium tuberculosis) o Bukan penyakit keturunan / kutukan /guna-guna. Dapat menyerang siapa saja Bisa disembuhkan Sebagian besar menyerang paru-paru (dapat menyerang tulang,kelenjar, kulit) di tularkan dari manusia ke manusia melalui percikan dahak (DORPLET): bicara, batuk, bersin lewat udara
kuman TB mycobacterium tuberculosis ( M.TB ) kuman yang kuat, tahan asam, suka lingkungan yang dingin, lembab dan gelap , bisa ‘ tidur ‘(DORMAN) lama dalam tubuh manusia terutama menyerang organ paru namun juga bisa menyerang organ lain
bila tidak diobati, maka dalam jangka waktu 5 tahun : 50 % akan meninggal 30 % akan sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh tinggi 20 % akan menjadi kasus kronis yang tetap menular pengobatan TB yang tidak baik dan benar -- > ancaman TB-MDR
orang dengan gejala TB dalam waktu 1 ( satu ) tahun 1 orang TB BTA (+) dapat menginfeksi 10-15 orang di sekitarnya
GAMBAR MACAM-MACAM TBC TBC PARU TBC TULANG TBC KULIT
17/07/2023 9
17/07/2023 10
Seseorang dengan gejala dan tanda : Gejala utama : Batuk BERDAHAK terus menerus lebih dari 2 minggu Gejala tambahan : ❖ Gejala pernafasan : Dahak bercampur darah, batuk darah, sesak napas, nyeri dada ❖ Gejala umum: lemah, napsu makan menurun, BB menurun, lesu, keringat di malam hari, demam lebih dari 1 bulan 12
GEJALA TBC PADA ANAK Batuk > 2 minggu (bukan gejala utama) Demam > 2 minggu yang tidak jelas penyebab nya Berat badan turun / tidak naik dalam dua bulan Anak lesu, tidak aktif, tidak nafsu makan.
cara penularan dari pasien TBC dengan BTA (+) dalam dahaknya droplet infection, melalui saluran pernafasan, yang kemu - dian menyebar ke seluruh tubuh kekuatan penularan tergantung konsentrasi BTA dalam dahaknya, makin tinggi makin menular kemungkinan seseorang akan terinfeksi TBC tergantung : konsentrasi BTA dalam udara yang dihirup, lamanya meng - hirup udara tersebut, dan daya tahan tubuhnya
2. PENULARAN TBC o Penularan melalui udara. o Sumber penularan adalah percikan dahak penderita. o Dipengaruhi oleh jumlah kuman, lama kontak dan daya tahan tubuh. o Penderita HIV/AIDS, Kencing manis, Usila, Gizi Buruk, Anak lebih rentan terkena TBC o Kuman bertahan dirungn gelap dan lembab sampai beberapa bulan. o Jumlah kuman yang keluar : ▪ Bicara : 0-210 ▪ Batuk : 0-3.500 ▪ Bersin : 4.500-1 juta
penularan TB droplet infection cepat dan luas
Semua suspek TB di periksa 2 spesimen dahak dalam waktu 2 hari, yaitu SEWAKTU – PAGI – (SP/SS) Program TB Nasional penemuan BTA melalui pemeriksaan dahak dengan TCM (TES CEPAT MOLEKULER ) Pemeriksaan foto toraks, biakan dan uji kepekaan hanya sebagai penunjang diagnosa sesuai dengan indikasinya. Tidak dibenarkan mendiagnosa TB berdasarkan pemeriksaan foto toraks saja, karena foto RO tidak selalu memberikan gambaran yg khas pada TB paru shg sering terjadi overdiagnosis.
PEMERIKSAAN DAHAK MIKROSKOPIS PERLU SPESIMEN DAHAK (SP/SS) S (SEWAKTU) : SPESIMEN DIAMBIL PADA SAAT SETELAH BANGUN TIDUR. P (PAGI) : SPESIMEN DIAMBIL SETELAH 1 JAM DAHAK PERTAMA.
Bagaimana Pemeriksaannya? 1. Orang Dewasa memeriksa dahak 2 kali : SP/SS 2. Anak-anak →dengan sistem skoring : 1. ada kontak dengan penderita TB dewasa, 2. status gizi anak kurang, 3. demam lebih dari 2 minggu, 4. batuk atau pilek yg sering, kadang batuk kering, 5. pembesaran kelenjar, 6. pembesaran pada tulang, 7. tes tuberkulin positif 8. ronsen hanya sebagai penunjang. 19
a. Pengobatan TBC Pengobatan TBC sensitif obat selama 6-8 bulan: o Tahap awal: 4 jenis obat dan diminum setiap hari, selama 2-3 bulan. • Isoniasida (INH) • Rifampicin (R) • Pirazinamide (P) • Ethambutol (E) o Tahap lanjutan: 2 jenis obat dan diminum 3 kali perminggu, selama 4- 5 bulan. • Isoniasida (INH) • Rifampicin (R).
21 konsep polymerase chain reaction ( PCR ), membaca genetik M.TB, lebih akurat meskipun di spesimen jumlah M.TB < 100
TUJUAN : Menyembuhkan, mencegah kematian, mencegah kekambuhan, memutuskan rantai penularan dan mencegah terjadinya resistensi terhadap OAT
PRINSIP PENGOBATAN OAT hrs diberikan dlm bntk kombinasi beberapa jenis obat sesuai katagori pengobatan. Pemakain OAT – Kombinasai Dosis Tetap ( OAT – KDT ) sangat dianjurkan. Untuk kepatuhan pasien menelan obat dilakukan pengawasan langsung ( DOT ) oleh Pengawas menelan Obat ( PMO ). Pengobatan diberikan dalam 2 tahap : a. TAHAP AWAL ( INTENSIF ) obat diminum setiap hari dan perlu pengawan langsung untuk mencegah terjadinya resistensi obat.-- KONVERSI b. TAHAP LANJUTAN ( INTERMITEN)- KESEMBUHAN obat diminum seminggu 3 kali. Untuk membunuh kuman dormant agar tidak kambuh
Efek Samping Efek samping Penatalaksanaan tidak ada nafsu makan, mual, sakit perut Semua OAT diminum malam sebelum tidur Nyeri sendi Dapat Tambahan obat Kesemuatan s.d. rasa terbakar di kaki diberi vitamin B6 Warna kemerahan pada air kencing Tidak perlu diberi apa-apa, tapi perlu penjelasan kepada pasien 25
b. Pengawas MENELAN obat Adalah seseorang yang secara sukarela mendampingi pasien TBC menelan obat. Tugas : 1. Memastikan pasien menelan obat sesuai aturan 2. Mendampingi dan memberikan dukungan moral 3. Mengingatkan pasien TBC untuk mengambil obat dan periksa ulang dahak sesuai jadwal 4. Menemukan dan mengenali gejala-gejala efek samping obat dan merujuk ke Sarana Pelayanan Kesehatan 5. Memberikan penyuluhan tentang TBC kepada keluarga pasien atau orang yang tinggal serumah
Mengapa PMO sangat diperlukan? Masa pengobatan TB cukup lama dan jumlah obat TB yang banyak sering menyebabkan pasien bosan Kebanyakan pasien merasa sudah sehat dan sembuh setelah minum obat selama 2 – 3 minggu dan menghentikan pengobatannya sebelum waktunya. Beberapa obat dapat meyebabkan efek samping yang seringkali menyebabkan berkurangnya penerimaan pasien terhadap obat tersebut. Pasien perlu diingatkan tentang jadwal minum obat maupun tanggal harus kontrol kembali. Beberapa pasien merasa malu untuk berobat
c. Pemantauan kemajuan pengobatan 1. TBC dewasa Pemeriksaan dahak mikroskopis: o Pada bulan ke dua (untuk pengobatan kategori 1) o Pada bulan ke tiga (untuk pengobatan kategori 2) o Bulan ke lima (konfirmasi bakteriologis) o Akhir pengobatan (konfirmasi bakteriologis) 2. TBC anak: o Perkembangan kondisi anak o Peningkatan berat badan
PEMANTAUAN DAN HASIL AKHIR PENGOBATAN TB SEMBUH : PASIEN DARI DIAGNOSA BTA POSITIP JIKA 2 DARI FOLLOW UP BTA MENJADI NEGATIF DAN SALAH SATUNYA AKHIR PENGOBATAN. PENGOBATAN LENGKAP: PASIEN YG MENYELESAIKAN PENGOBATAN DARI BTA POSITIF TETAPI TIDAK MELAKUKAN PEMERIKSAAN FU AP & PASIEN DARI BTA NEGATIF. GAGAL : JIKA PASIEN DARI PENGBTN BTA POSITIP YG PADA BLN KE 5 BTA MASIH TETAP POSITIP ATAU PASIEN DARI PENGBTN BTA NEGATIF YG PADA BLN KE 2 MENJADI POSITIP. MENINGGAL : PASIEN YANG MENINGGAL PADA SAAT PENGOBATAN DARI SEBAB APAPUN. PINDAH : PASIEN YANG PINDAH BEROBAT KE UNIT LAIN TANPA DIKETAHUI HASIL AKHIR PENGOBATAN. DEFAULT (PUTUS BEROBAT) : PASIEN YANG TIDAK MINUM OBAT 2 BULAN BERTURUT-TURUT ATAU LEBIH SEBELUM PENGOBATAN SELESAI
Infeksi HIV / AIDS Penderita HIV akan mempunyai risiko 20- 37 kali dibandingkan dengan yang tidak terinfeksi HIV. Angka kematian ODHA dengan TBC sebesar 36 % (1.030.000 penderita TB positif HIV -→ 374.000 meninggal (WHO, 2017). Pasien TBC harus diperiksa HIV serta sebaliknya. Bagi penderita AIDS yang tidak terbukti sakit TBC diberikan pengobatan INH.
Kencing Manis / Diabetes mellitus / DM Penderita DM mempunyai risiko 3 kali lebih tinggi terkena TBC. Semua penderita DM harus diperiksa TBC serta sebaliknya. Akan membantu proses penyembuhan.
6.PENCEGAHAN PENULARAN TBC Minum obat teratur sampai sembuh Menutu p mulut saat bersin atau batuk Tidak membuan g dahak disembara ng tempat Perilaku Hidup Bersih dan sehat : o Menjemur peralatan tidur o Ventilasi kamar o Makanan bergizi o Olahraga teratur o Tidak merokok dan minum minuman beralkohol
INVESTIGASI KONTAK Kasus Indeks Kontak Anak Sakit TB Mencari sumber penularan Kontak TARGET Bagian dari penegakan diagnosis TB anak Semua pasien Tuberculosis yang infeksius Infeksius
Investigasi Kontak (IK) Sasaran Semua anak yang berkontak dengan pasien TB. Alasan: ▪ anak berisiko tinggi untuk menjadi sakit TB → Kontak erat dengan penderita TB paru yang infeksius,. ▪ Anak berisiko lebih tinggi untuk menderita TB berat ▪ Balita berisiko semakin meningkat jika kasus indeks adalah ibu atau orang yang mengasuh anak tersebut → lebih lama kontak dengan kasus indeks Tujuan • Menemukan kasus TB. • Memberikan pengobatan pencegahan pada kontak yang terindikasi.
Identifikasi kontak Tanya dan catat informasi berikut pada TB.01 kasus indeks: 1) Apakah ada kontak serumah ataupun kontak erat? 2) Nama, jenis kelamin dan usia kontak 3) Pekerjaan kasus indeks yang berhubungan dengan anak-anak, misalnya guru atau pengasuh Identifikasi kontak dilakukan pada saat kasus indeks memulai pengobatan. Jika ada anak kontak, pasien diminta membawa anak tersebut ke fasyankes Jika kontak tidak dibawa ke fasyankes, maka petugas/kader kesehatan dapat mendatangi kontak tersebut.
ETIKA BATUK Jika sedang menderita batuk sebaiknya menggunakan masker. Tutup mulut dan hidung saat batuk (dengan tisue, sapu tangan atau lengan bagian dalam). Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
T - TEMUKAN O - OBATI S - SAMPAI S - SEMBUH