BAB IV ALUR PEMERIKSAAN
PEKERJAAN FISIK (KONSTRUKSI)
PERENCANAAN
43BAB IV | Perencanaan
BAB IV ALUR PEMERIKSAAN
PEKERJAAN FISIK (KONSTRUKSI)
PELAKSANAAN
44 Buku Saku Panduan Pemeriksaan Pekerjaan Fisik (Konstruksi)
BAB IV ALUR PEMERIKSAAN
PEKERJAAN FISIK (KONSTRUKSI)
KOMUNIKASI HASIL
45BAB IV | Komunikasi Hasil
BAB IV ALUR PEMERIKSAAN
PEKERJAAN FISIK (KONSTRUKSI)
PENJELASAN
ALUR
1 Permohonan Pelaksanaan Pemeriksaan Pekerjaan
Fisik (Konstruksi)
Setiap OPD di Pemerintah Kota Surabaya berhak untuk
meminta dilakukan pemeriksaan di tiap kegiatan PBJ yang telah
atau sedang dilakukan ke Inspektorat Kota Surabaya, termasuk
yang dibahas di buku saku ini secara khusus yaitu pemeriksaan
pekerjaan fisik (konstruksi). OPD terkait langsung membuat
E-Surat ke Inspektorat Kota Surabaya.
Dokumen yang dibutuhkan :
• Surat permohonan pemeriksaan pekerjaan fisik (E-Surat)
dari Auditi yang dikirimkan ke Inspektorat Kota Surabaya
46 Buku Saku Panduan Pemeriksaan Pekerjaan Fisik (Konstruksi)
2 Penerbitan Surat Perintah Tugas
Setelah E-Surat diterima oleh Inspektorat Kota Surabaya,
selanjutnya ditindaklanjut disposisinya ke Inspektur Pembantu
Wilayah yang berada di wilayah pengawasan OPD tersebut.
Inspektur Pembantu Wilayah kemudian mendisposisikan surat
ke Auditor untuk dibentuk anggota tim yang kemudian dibuat
Surat Perintah Tugas sesuai dengan permohonan tersebut.
Dokumen yang dibutuhkan :
• Surat Perintah Tugas dari Auditor yang sudah disetujui
oleh Inspektur
3 Survey Pendahuluan
Pada tahap survey pendahuluan, Auditor perlu
mengumpulkan informasi awal terkait objek kegiatan yang akan
dilakukan pemeriksaan. Pengumpulan awal ini bisa dengan
banyak cara, termasuk rapat teknis antar OPD, penelaahan
dan penelusuran bukti dokumen-dokumen, maupun interview
langsung antara Auditi dan Auditor.
Tujuan dilakukannya survey pendahuluan untuk
mendapatkan gambaran besar secara utuh kondisi objek
kegiatan tersebut mulai dari tahap perencanaan kegiatan
sampai dengan serah terima pekerjaan jika pekerjaan fisik
sudah selesai 100%. Namun, jika ditemukan kondisi tertentu,
47BAB IV | Penjelasan Alur
dapat dilakukan pemeriksaan pekerjaan fisik sampai dengan
tahap tertentu sesuai dengan permintaan Auditi. Misal, saat
pekerjaan fisik sudah mencapai termin tertentu atau diperlukan
pemeriksaan khusus terkait adanya suatu kewajiban yang
tertera pada kontrak pekerjaan tersebut. Pada tahap ini Auditor
juga harus melakukan analisis resiko terhadap pemeriksaan
yang diminta.
Sebagai tambahan, Auditi diharapkan untuk meminta ke
Auditor format Management Representaiton Letter untuk diisi
dan nantinya dibawa saat tahap pengumpulan dokumen.
Dokumen yang dibutuhkan :
• Undangan rapat (jika ada rapat teknis)
• Hasil pembahasan / Berita Acara rapat (jika ada rapat
teknis)
• Kuesioner (jika dilakukan interview)
4 Pengumpulan Dokumen
Pihak Auditi harus segera mengumpulkan dokumen yang
diminta dari Auditor untuk dipelajari dan ditelaah sebelum
pemeriksaan fisik di lapangan. Pada Tahap ini Auditi wajib
memberikan Management Representation Letter ke Auditor.
48 Buku Saku Panduan Pemeriksaan Pekerjaan Fisik (Konstruksi)
Dokumen yang dibutuhkan untuk diserahkan dari
Auditi ke Auditor:
• Management Representation Letter.
• Dokumen Pelaksanaan Anggaran dari Auditi terkait yang
memuat objek kegiatan pekerjaan fisik tersebut.
• Dokumen lelang dari proses awal saat paket pekerjaan
fisik tersebut dilelang sampai dengan dokumen
penunjukan pemenang (disesuaikan dengan kebutuhan
pemeriksaan).
• Data keuangan seperti penyediaan DIPA/DPA, SSH atau
standar harga lainnya yang digunakan, dan lainnya.
• Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan (jika pekerjaan
telah selesai 100%).
• Laporan Prestasi Pekerjaan (termasuk perhitungan rinci
di tiap termin jika ada).
• Addendum Kontrak (jika ada).
• Kontrak.
• Spesifikasi Umum.
• Spesifikasi Teknis.
• RAB dan detail perhitungannya (analisa harga satuan
dan harga satuan dasar).
• As-Built Drawing (untuk pekerjaan yang sudah selesai
dikerjakan).
• Shopdrawing (untuk pekerjaan yang sedang berjalan)
• Jaminan-jaminan.
49BAB IV | Penjelasan Alur
5 Penyusunan Kegiatan Pemeriksaan
Pada tahap ini, Auditor menentukan rencana kegiatan
pemeriksaan yang nantinya akan dilaksanakan di lapangan.
Beberapa hal yang harus disiapkan oleh Auditor antara lain :
• Hari, jam, dan tanggal pemeriksaan di lapangan.
• Daftar pihak-pihak yang harus hadir saat pemeriksaan
di lapangan, seperti penanggung jawab pekerjaan fisik,
penyedia jasa, konsultan pengawas, dan tenaga ahli (jika
diperlukan).
• Dokumen-dokumen yang harus dibawa, seperti
spesifikasi teknis dan umum, as-built drawing,
shopdrawing, RAB dan detail perhitungannya.
• Dokumen Berita Acara pemeriksaan pekerjaan fisik.
• Peralatan bantu, seperti alat ukur, alat dokumentasi,
APD, dan lainnya.
6A Pemaparan Kegiatan Pemeriksaan
Hasil dari penyusunan kegiatan pemeriksaan yang telah
dibuat Auditor segera dipaparkan ke Auditi. Tujuan pemaparan
ini agar Auditi lebih siap saat pemeriksaan dan dapat
mengatur untuk kehadiran pihak lainnya yang terkait. Tujuan
pemaparan ini agar pemeriksaan di lapangan dapat berjalan
dengan kondusif dan efisien sesuai dengan susunan kegiatan
pemeriksaan di lapangan.
50 Buku Saku Panduan Pemeriksaan Pekerjaan Fisik (Konstruksi)
6B Pembentukan Tim Auditi dan Pihak Lainnya
Tahap ini Auditi harus segera membentuk tim yang
akan turun ke lapangan, sebaiknya anggota pada tim ini yang
bertanggung jawab langsung dan yang ikut proses pekerjaan
dari awal sampai dengan selesai. Selain itu, Auditi juga harus
memanggil penyedia jasa dan konsultan pengawas untuk
mengawal Auditor saat melakukan pemeriksaan di lapangan.
7 Pengumpulan Data dan Informasi di Lapangan
Pada tahap ini Auditor dan Auditi melakukan pengumpulan
data dan informasi di lapangan. Adapun hal-hal yang harus
dilakukan oleh Auditor dalam pengumpulan data dan informasi
di lapangan adalah sebagai berikut :
• Melakukan pembagian tim dan lokasi pengambilan data
agar proses pemeriksaan efektif dan efisien.
• Menyiapkan As-built drawing atau Shopdrawing untuk
mengklarifikasi lokasi dan volume di RAB pada tiap item
pekerjaan.
• Menyiapkan RAB dan detail perhitungannya (backup
volume) untuk menentukan item pekerjaan mana
yang akan dicek bersama. Lalu dipilih item pekerjaan
tersebut untuk diukur dan dihitung langsung volumenya
di lapangan. Auditor wajib menanyakan asal angka dan
perhitungan volume yang ada pada backup volume ke
51BAB IV | Penjelasan Alur
Auditi untuk dicek kebenarannya.
• Menyiapkan spesifikasi umum dan teknis untuk dicek
di tiap item pekerjaan yang diukur dan dihitung tadi
apakah sudah sesuai di lapangan. Jika diperlukan pada
item pekerjaan tertentu, Auditor meminta ke Auditi
untuk menunjukkan hasil tes atas item pekerjaan
tersebut (misal hasil tes tarik besi, tes tekan beton, tes
tanah, tes aspal, dan lainnya).
• Membuat Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan
Fisik di lapangan sesuai dengan semua data yang telah
didapatkan dari hasi pengukuran dan perhitungan
bersama.
8 Penelusuran dan Analisis Bukti di Lapangan
Pada tahap ini Auditor perlu melakukan penelusuran dan
analisis bukti yang ditemukan dari hasil pekerjaan di lapangan.
Adapun cara-caranya adalah sebagai berikut :
• Melakukan perbandingan item pekerjaan yang ada pada
gambar pada As-built drawing apakah sudah sesuai
dengan yang telah dikerjakan di lapangan. Jika ada
ketidaksesuaian, maka Auditi harus membuat gambar
As-built drawingnya lengkap dengan pengesahannya.
• Melakukan perbandingan volume pada item pekerjaan
yang sudah dikerjakan di lapangan dari perhitungan
52 Buku Saku Panduan Pemeriksaan Pekerjaan Fisik (Konstruksi)
volume bersama oleh Auditor dan Auditi apakah sudah
sesuai dengan perhitungan volume final yang ada pada
Laporan Prestasi Pekerjaan. Jika ada ketidaksesuaian,
maka perhitungan volume final harus berubah sesuai
dengan perhitungan volume bersama di lapangan.
• Melakukan penelusuran bukti pada setiap item
pekerjaan yang telah dilakukan tes uji mutu baik secara
independen maupun tes di lapangan apakah sudah
sesuai dengan spesifikasi umum dan teknis dengan
disertakan dokumen-dokumen pendukungnya. Jika
ada ketidaksesuaian, maka Auditi harus melakukan
pekerjaan perbaikan atau pekerjaan ulang pada item
pekerjaan tersebut untuk memenuhi spesifikasi yang
telah tercantum.
• Mengumpulkan risalah rapat yang sudah sah (bertanda
tangan lengkap) jika ada perubahan pada suatu item
pekerjaan baik secara waktu, gambar, volume, maupun
mutu pekerjaan.
9 Penyusunan NHP
Penyusunan NHP (Naskah Hasil Pemeriksaan) dilakukan
oleh Auditor setelah semua data dan informasi sudah
didapatkan.
53BAB IV | Penjelasan Alur
Adapun hal-hal yang harus dimuat dalam NHP adalah
sebagai berikut :
• Management Representation Letter.
• Judul NHP
• Dasar Pemeriksaan
• Periode Pemeriksaan
• Hasil Pemeriksaan yang tediri dari :
-- Tahap Penyerahan Lokasi Kerja
-- Tahap Penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja
-- Tahap Pemberian Uang Muka
-- Tahap Penyusunan Program Mutu
-- Tahap Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak
-- Tahap Mobilisasi
-- Tahap Pemeriksaan Bersama (Lokasi Kerja)
-- Tahap Pengendalian Kontrak
-- Tahap Pembayaran Prestasi Pekerjaan
-- Temuan Pemeriksaan baik dari desain, volume, dan
spesifikasi
10 Penyampaian NHP
Penyampaian NHP dilakukan dari Tim Pemeriksa ke
Auditi untuk kemudian dimintakan tanggapan/klarifikasi atas
NHP tersebut.
54 Buku Saku Panduan Pemeriksaan Pekerjaan Fisik (Konstruksi)
11 Penyampaian Tanggapan/Klarifikasi atas NHP
Setelah Auditi menerima NHP dari Tim Pemeriksa, Auditi
harus melakukan pengecekan terhadap segala data dan
informasi yang tercantum dalam NHP. Lalu dibuat tanggapan/
klarifikasi secara tertulis untuk disampaikan ke Tim Pemeriksa.
12 Penyusunan LHP
Penyusunan LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) dibuat
setelah menerima dokumen tanggapan/klarifikasi dari Auditi.
Adapun hal-hal yang harus dimuat dalam LHP adalah
sebagai berikut :
• Judul LHP
• Simpulan
• Rekomendasi
• Dasar Hukum
• Tujuan, Metodologi, dan Batasan Tanggung Jawab
• Sasaran Pemeriksaan dan Lingkup Pemeriksaan
• Informasi Pemeriksaan
• Hasil Pemeriksaan
• Temuan Hasil Pemeriksaan
• Tanggapan/Klarifikasi Pejabat yang Diperiksa
• Rekomendasi
55BAB IV | Penjelasan Alur
13 Penyapaian LHP
LHP disampaikan kepada Walikota Pemerintahan Kota
Surabaya setelah disahkan oleh Inspektur. Kemudian LHP
didistribusikan ke Auditi untuk dijadikan dasar Tindak Lanjut
atas LHP yang telah dibuat.
14 Tindak Lanjut atas LHP
Auditi wajib melaksanakan rekomendasi yang dimuat
dalam LHP. Segala temuan harus segera ditindaklanjut dan
dibuat dokumen laporan pelaksanaan atas tindak lanjutnya ke
Inspektorat Kota Surabaya.
56 Buku Saku Panduan Pemeriksaan Pekerjaan Fisik (Konstruksi)
INSPEKTORAT KOTA SURABAYA
Jl. Sedap Malam No.5, Ketabang,
Kec. Genteng, Kota Surabaya
http://inspektorat.surabaya.go.id/