The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-book ini memaparkan materi karakteristik (sifat fisika dan kimia) unsur-unsur logam transisi periode ke-4 dan 5

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tarjahumaira, 2022-03-01 22:58:56

Karakteristik Unsur-unsur Logam Transisi Periode Ke-4 dan 5

E-book ini memaparkan materi karakteristik (sifat fisika dan kimia) unsur-unsur logam transisi periode ke-4 dan 5

Keywords: karakteristik unsur logam transisi periode ke-4 dan 5

Karakteristik
Unsur-Unsur
Logam
Transisi
Periode ke-4
dan 5

DITULIS OLEH
ANNISA TRI BANOEARI
REINHARD PERSAULI
TARIZA HUMAIRA TEMBUSAI

Daftar ISI

Daftar Isi
1.1 Pengertian Unsur Logam Transisi................1
1.2 Sifat Unsur Logam Transisi........................1

1.Sifat Fisis............................................1
2.Sifat Kimia..........................................3
1.3 Konfigurasi Elektron................................4
Daftar Pustaka

Logam Transisi

1.1 Pengertian Unsur Logam Transisi

Unsur yang terletak antara golongan IIA dan IIIA dalam sistem periodic
unsur disebut unsur transisi. Electron terakhir unsur transisi sedang mengisi orbital
d, sehingga disebut juga unsur blok d yang terdiri dari deret pertama (3d), kedua
(4d) dan ketiga (5d), serta ditambah beberapa unsur deret keempat (6d). Unsur deret
ketiga dan keempat mengandung masing-masing unsur golongan lantanida (4f) dan
aktinida (5f). Kedua golongan ini disebut juga golongan transisi dalam.

1.2 Sifat Unsur Logam Transisi

1.2.1 Sifat Fisis

Table 1.2 Sifat-Sifat Unsur Transisi Perode Keempat

Dengan meningkatnya muatan nucleus disepanjang periode, energi ionisasi
pertama dan kedua cenderung meningkat meskipun proses ini sama sekali tidak
teratur. Energi orbital 4s dan 3d hampir sama sehingga rincian konfigurasi electron
atom netral dan ion tidak mudah diperkirakan dari model-kualitatif struktur atom.
Kenaikan muatan nucleus juga menyebabkan electron menjadi lebih dekat dan jari-
jari atom menurun disepanjang masing-masing periode. Namun, di dekat ujung
masing-masing periode, meningkatnya tolakan electron-elektron dalam kulit d yang
hampir penuh akan mengalahkan efek muatan nucleus dan memaksa atom untuk
mengembang. Atom-atom unsur periode kelima (dari itrium sampai cadmium) lebih
besar daripada unsur periode keempat, namun hampir tidak ada lagi peningkatan
dari periode kelima ke periode keenam.

1

Gambar 1. Keragaman jari-jari atom pada unsur transisi periode
keempat, kelima, dan keenam

Kekuatan pengikatan atom-atom dalam logam unsur memiliki nilai
maksimum di bagian tengah masing-masing deret transisi dan menurun pada kedua
sisinya. Pola ini muncul pada keragaman entalpi pembentukan atom dalam wujud
gas dan pada titik didih unsur periode keempat. Pola yang sama juga terlihat jelas
pada titik leleh. Ketiga sifat itu berkorelasi secara kasar dengan jumlah electron tak
berpasangan dalam unsur tersebut, yang mencapai maksimum di bagian tengah
deret yang bersangkutan. Pendekatan lain ialah dengan berpikir dari segi
pembentukan orbital terdelokalisasi dalam padatan dari orbital d terluar atom
tersebut. Orbital berenergi lebih rendah dalam padatan terutama adalah orbital
pengikatan (dan secara berurutan terisi sampai pertengahan pertama masing-masing
deret transisi) dan orbital antipengikatan yang berenergi lebih tinggi menjadi terisi
sesudah itu, menghasilkan kekuatan ikatan yang lebih rendah.

Gambar disamping ini menggambarkan
keberagaman perubahan entalpi hidrasi
untuk ion logam transisi M^2+. Keragaman
ini berhubungan dengan kalor yang
dilepaskan dalam proses:

atau (memperhatikan keberadaan ion
kompleks terhidrasi dari ion logam transisi

Gambar 2. Keragaman titik leleh
pada ketiga periode unsur transisi

2

Energi stabilisasi medan kristal Gambar 3. Entalpi hidrasi ion M^2+

∆menstabilkan ion tertentu, menurunkan ∆didefinisikan sebagai HOf (M^2+
Hhid dari satu garis yang menyatakan ∆(aq)) - HOf (M^2+ (g)).
perubahan linear dengan meningkatnya
nomor atom ke garis eksperimental.

Entalpi hidrasi menjadi lebih
negative pada akhir periode keempat,
namun superimpos pada kecenderungan
umum ini adalah kecenderungan kedua
yang memberikan maksimum di dekat
Mn2+, suatu spesies d5.

1.2.2 Sifat Kimia

Kereaktifan
Dari data potensial elektroda, unsur-unsur transisi periode keempat memiliki

harga potensial elektroda negatif kecuali Cu (E° = + 0,34 volt). Ini menunjukkan
logam-logam tersebut dapat larut dalam asam kecuali tembaga. Kebanyakan logam
transisi dapat bereaksi dengan unsur-unsur nonlogam, misalnya oksigen, dan
halogen.

Skandium dapat bereaksi dengan air menghasilkan gas hidrogen.

Pembentukan Ion Kompleks
Semua unsur transisi dapat membentuk ion kompleks, yaitu suatu struktur

dimana kation logam dikelilingi oleh dua atau lebih anion atau molekul netral yang
disebut ligan. Antara ion pusat dengan ligan terjadi ikatan kovalen koordinasi,
dimana ligan berfungsi sebagai basa Lewis (penyedia pasangan elektron).
Contoh: [Cu(H2O)4]^2+; [Fe(CN)6]^4–; [Cr(NH3)4Cl2]^+

Senyawa unsur transisi umumnya berwarna. Hal ini disebabkan perpindahan
elektron yang terjadi pada pengisian subkulit d dengan pengabsorbsi sinar tampak.
Senyawa Sc dan Zn tidak berwarna.

3

Ion Unsur Transisi Berwarna
Umumnya ion unsur transisi berwarna karena ion unsur transisi mempunyai

elektron yang tidak berpasangan pada subkulit 3d dan elektron-elektron itu terpecah
dengan tingkat energi yang berbeda . Elektron-elektron itu tereksitasi dari tingkat
energi yang lebih rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi dengan menyerap
energi, dan memancarkan energi cahaya dengan warna yang sesuai dengan warna
cahaya yang dapat dipantulkan pada saat kembali ke keadaan dasar. Misalnya Ti2+
berwarna ungu, Ti4+ tidak berwarna, Co2+ berwarna merah muda, Co3+ berwarna
biru. Adapun pada ion zink tidak berwarna, karena orbital d sudah penuh elektron
sehingga tidak terjadi perpindahan energi

Mempunyai Berbagai Macam Bilangan Oksidasi
Unsur transisi memiliki elektron pada orbital d. Energi elektron dalam

orbital d hampir sama besar. Untuk mencapai kestabilan, unsur-unsur ini
membentuk ion dengan cara melepaskan elektron dalam jumlah yang berbeda. Oleh
karena itu unsur-unsur ini mempunyai dua macam bilangan oksidasi atau lebih
dalam senyawanya.

1.3 Konfigurasi Elektron

Konfigurasi elektronik suatu atom dapat dituliskan secara lebih sederhana
yaitu dengan menuliskan lambang atom gas mulia terdekat yang mempunyai nomor
atom lebih kecil, kemudian diikuti dengan konfigurasi elektronik “ kekurangannya”;
ini berarti bahwa pada bagian dalam atom ini dibangun oleh konfigurasi elektronik
gas mulia terdekat sebelumnya.

Table 1.3 konfigurasi elektronik dan tingkat oksidasi logam periode 4

4

Secara sederhan dapat dikatakan bahwa
energy orbital 3d yang terisi electron selalu
lebih rendah dibandingkn dengan energy orbital
4s yang juga sudah terisi (Gambar 1.1).
Perbedaan tingkat energy antara keduanya
semakin besar dengan bertambahnya electron
pada orbital 3d, sehinga urutan penulisanna
juga mendahuluinya. Jadi, konfigurasi electron
atom Sc dituliskan [18Ar] 3d1 4s2, bukan
[18Ar] 4s23d1, demikian seterusnya untuk
yang lain sebagaimana ditunjukkan pada table
1.3.

Unsur periode 5 adalah unsur-unsur kimia pada baris (atau periode) kelima
tabel periodik. Tabel periodik disusun berdasarkan baris untuk menggambarkan tren
keberulangan (periodik) perilaku kimia unsur-unsur seiring dengan kenaikan nomor
atom

5

Daftar Pustaka

Brady, James E. 1990. General Chemistry (Principle and Structures). NewYork:
John Wileyand Sons.
Oxtoby., Gillis., & Nachtrieb. 1986. Prinsip-prinsip Kimia Modern. Alih
bahasa: Achmadi, S.S. 2003. Jakarta: Erlangga.
Sugiyarto, K.H. 2012. Dasar-dasar Kimia Anorganik Transisi Edisi Pertama.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Syukri. 1999. Kimia Dasar Jilid 3. Bandung: ITB Press.
https://id.scribd.com/doc/246730709/Cara-Pembuatan-Logam-Transisi-Periode-
4 diunduh pada 1 Maret 2022
https://www.academia.edu/10184302/Kimia_unsur_transisi_periode_4 diunduh
pada 1 Maret 2022


Click to View FlipBook Version