1 Tugas Demonstrasi Kontekstual 3.1.6| widitriyanti_pgp@nine TUGAS DEMONSTRASI KONTEKSTUAL WAWANCARA PIMPINAN TENTANG PRAKTIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN Tugas ini disusun untuk digunakan sebagai laporan hasil wawancara dengan pimpinan di beberapa lingkungan sekolah Penulis Widi Triyanti S.Pd SD Negeri 2 Dempel CGP Angkatan 9 Kab. Grobogan, Jawa Tengah Pengajar Praktik Mulyoto, S.Pd.I, M.Pd Fasilitator Suryo Hanjono, S.Pd.
2 Tugas Demonstrasi Kontekstual 3.1.6| widitriyanti_pgp@nine TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS CGP dapat melakukan suatu analisis atas penerapan proses pengambilan keputusan berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajarinya tentang berbagai paradigma, prinsip, pengambilan dan pengujian keputusan di sekolah asal masing-masing dan di sekolah/lingkungan lain. Tahapan Demonstrasi Kontekstual ini merupakan wadah untuk menunjukkan pemahaman kita mengenai keseluruhan materi. Kita diberi kesempatan untuk meninjau materi di modul ini dengan konteks lokal yang kita hadapi. Unsur-unsur apa saja yang kita butuhkan dalam menjalankan pengambilan keputusan dilemma etika, sebagai pemimpin pembelajaran? Dalam hal ini, kesempatan tersebut berupa mengadakan wawancara dengan pimpinan/kepala sekolah tentang praktik pengambilan keputusan selama ini di sekolah asal kita, dan juga di tempat/lingkungan lain. Hasil wawancara ini akan kita analisis berdasarkan konsep-konsep yang telah dipelajari di modul ini. Hasil analisis kita akan dijadikan sebuah refleksi atas praktik pengambilan keputusan dilema etika yang telah dijalankan di sekolah asal kita dan di sekolah-sekolah lain di lingkungan kita. PANDUAN PERTANYAAN WAWANCARA (GUIDING QUESTIONS FOR THE INTERVIEW) Panduan pertanyaan wawancara yang saya gunakan adalah sebagai berikut: 1. Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral? 2. Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan? 3. Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini? 4. Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika? 5. Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika? 6. Apakah Anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan? 7. Adakah seseorang atau factor-faktor apa saja yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilemma etika? 8. Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilemma etika?
3 Tugas Demonstrasi Kontekstual 3.1.6| widitriyanti_pgp@nine HASIL WAWANCARA NARASUMBER 1 BAPAK GUPIT GILANG DONO, S.Pd.SD KEPALA SEKOLAH SD NEGERI 2 DEMPEL, KECAMATAN KARANGRAYUNG 1. Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral? Jawab : Saya melihat bahwa kasus dilema etika adalah benar lawan benar dan merupakan situasi yang harus memilih dan memutuskan antara dua pilihan dimana kedua pilihan itu benar secara moral tapi bertentangan satu sama lain. Sedangkan bujukan moral adalah benar melawan salah yaitu situasi atau keadaan ketika harus mengambil keputusan antara benar dan salah. 2. Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan? Jawab : Sebelum keputusan diambil dalam kasus dilema etika terlebih dahulu dilakukan pengumpulan fakta yang terjadi dan siapa saja yang terlibat, menganalisis benar salahnya, membuat alternatif solusi dalam membuat keputusan dan melihat lagi keputusan atau merefleksi 3. Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini? Jawab : Langkah-langkah yang dilakukan adalah mengumpulkan fakta yang, dimana menentu, menganalisis benar salahnya, membuat alternatif solusi, membuat keputusan dan lagilagi harus melihat keputusan kembali atau direfleksi. Hal-hal itu dlakukan bisa membuat keputusan yang dapat dilaksanakan kedua belah pihak yang bertentangan dapat menjalankannya dengan baik. 4. Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika? Jawab : Hal-hal yang efektif dalam mengambil keputusan kasus dilema etika adalah dengan menelaah siapa-siapa yang terlibat, sifat urgent atau mendesak dan tidaknya kasus dilema etika tersebut dan pengambilan alternatif-alternatif solusi. 5. Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika? Jawab : Tantangan dalam pengambilan keputusan kasus dilema etika adalah ketika masalah tersebut mempunyai nilai yang sama penting dan biasanya tetap harus ada yang didahulukan, serta peraturan-peraturan yang harus dipenuhi dan tak kalah penting adalah nilai rasa yang harus diutamakan dalam membuat keputusan. 6. Apakah Anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan? Jawab : Dalam pengambilan keputusan dilema etika Saya tidak mempunyai jadwal tertentu atau jadwal khusus. Karena masalah biasanya tidak dapat diprediksi kapan datangnya. Jika masalah itu ringan biasanya akan langsung ditangani, tapi jika masalah itu berat maka akan lebih dahulu dimusyawarahkan. Biasanya saya akan berkonsultasi dengan guru senior terlebih dahulu atau bila perlu ada guru-guru lain yang dianggap bisa membantu saya menyelesaikan masalah atau bersama orang tua murid dalam hal ini biasanya komite jika diperlukan. 7. Adakah seseorang atau factor-faktor apa saja yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?
4 Tugas Demonstrasi Kontekstual 3.1.6| widitriyanti_pgp@nine Jawab : Ada, yaitu wakil kepala sekolah, semua guru, komite atau orang tua siswa jika diperlukan. aktor-faktor yang memepermudah saya dalam mengambil keputusan seperti, identifikasi masalah, siapa saja yang terlibat, analisis masalah dan refleksi. 8. Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika? Jawab : Pembelajaran yang bisa saya ambil dari pengambilan keputusan pada kasus dilema etika adalah sebelum mengambil keputusan harus menganalisis kasus yang ada dan banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan dan dijadikan acuan. Setiap keputusan pastinya tidak mungkin membuat semua pihak yang terlibat merasa puas dengan keputusan yang diambil, pasti ada pihak yang tidak terpuaskan. Semua harus menghormati serta melaksanakan keputusan yang telah ditetapkan. DOKUMENTASI WAWANCARA
5 Tugas Demonstrasi Kontekstual 3.1.6| widitriyanti_pgp@nine HASIL WAWANCARA NARASUMBER 2 IBU SUSILOWATI, S.Pd.SD KEPALA SEKOLAH SD NEGERI 1 TERMAS, KECAMATAN KARANGRAYUNG 1. Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral? Jawab : Saya melihat dari sudut pandang moral dan hukum. Jika kasus tersebut melawan hukum maka sudah tentu benar atau salah namun jika masih dikatakan benar lawan benar masalah tersebut adalah Dilema etika Selama ini saya selalu mengidentifikasi kasus dari berbagai sudut pandang kemudian menimbang secara matang mana yang paling benar dan keputusan tersebut menguntungkan banyak orang dan tidak ada yang dirugikan. 2. Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan? Jawab : Dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan saya akan mencoba menimbang dan bermusyawarah dengan guru-guru di sekolah supaya ada masukanmasukan yang dapat membantu saya untuk mendapatkan solusi yang terbaik dan tidak merugikan murid atu kepentingan orang banyak. 3. Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini? Jawab : Langkah-langkah yang dilakukan, pertama menentukan penyebab permasalahan, kemudian menentukan siapa yang terlibat, menanyakan kepada orang-orang terdekat, berdiskusi dengan warga sekolah, membuat beberapa solusi keputusan, menimbang lagi dari berbagai sudut sebelum memutuskan atau mengambil solusi. 4. Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika? Jawab : Saya melakukan analisis kasus kemudian menentukan solusinya sesuai dengan peraturan dan norma yang berlaku, dan mengedepankan kepentingan umum serta solusi tersebut harus bermanfaat bagi banyak orang dan baik untuk jangka panjang. 5. Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika? Jawab : Tantangan dalam mengambil keputusan adalah mencari keputusan terbaik karena keduanya merupakan masalah yang sama-sama benar. Dalam mengambil keputusan harus menguntungkan kedua belah pihak dan tidak merugikan salah satunya. 6. Apakah Anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan? Jawab : Untuk memutuskan masalah yang ringan biasanya bisa saya langsung dapat memutuskan. Tapi jika masalah itu berat saya akan melakukan sesuai langkah-langkah yang disebutkan sebelumnya yaitu menentukan penyebab permasalahan, kemudian menentukan siapa yang terlibat, menanyakan kepada orang-orang terdekat, berdiskusi dengan warga sekolah, membuat beberapa solusi keputusan, menimbang lagi dari berbagai sudut sebelum memutuskan atau mengambil solusi. 7. Adakah seseorang atau factor-faktor apa saja yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?
6 Tugas Demonstrasi Kontekstual 3.1.6| widitriyanti_pgp@nine Jawab : Dalam mengambil keputusan, saya selalu mengajak warga sekolah, stakeholder, wali murid atau juga orang-orang yang mempunyai kedekatan personal dengan orang yang mengalami permasalahan, hal itu akan banyak membantu dalam mencari alternatif solusi. 8. Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika? Jawab : Pelajaran yang dapat diambil adalah saya jadi lebih bijaksana dalam menganalisis sebuah permasalaha serta mencari alternatif-alternatif untuk dijadikan pertimbangan menentukan solusi yang tepat dan terbaik untuk semuanya. DOKUMENTASI WAWANCARA
7 Tugas Demonstrasi Kontekstual 3.1.6| widitriyanti_pgp@nine HASIL WAWANCARA NARASUMBER 3 BAPAK WIDI KURNIAWAN, S.Pd.SD KEPALA SEKOLAH SD NEGERI 2 PANGKALAN, KECAMATAN KARANGRAYUNG 1. Pertanyaan pertama pak, bagaimana bapak bisa mengidentifikasi mana yang kasus dilema etika dan mana yang kasus bujukan moral serta cara membedakan keduanya? Jawab : Kaitannya dengan permasalahan ini kami sebelum menyimpulkan ada beberapa hal yang harus dicroscek. Setelah itu, mengambil langkah. Dan langkah itu semaksimal mungkin tidak mengecewakan satu dengan yang lain. Walaupun tidak bisa memuaskan semuanya. 2. Selanjutnya Pak, bagaimana bapak di sekolah mengambil keputusan menghadapi dua pilihan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan? Jawab : Di dalam keputusan yang demikian ini, kaitannya dengan dua sisi benar semuanya. Tetapi bagaimana dia melihat kebenaran itu untuk diri sendiri, atau orang banyak. Saya ambil kebenaran untuk orang banyak dan bermanfaat untuk orang banyak juga. 3. Berikutnya Pak, langkah-langkah atau prosedur apa yang Bapak lakukan dalam pengambilan keputusan selama ini di sekolah? Jawab : Saya mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari semua kubu, baik yang suka atau tidak suka. Dua-duanya, keputusan itu minimal bisa diterima untuk semuanya. 4. Apa yang selama ini Bapak anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus kasus Dilema etika yang ada di sekolah bapak ? Jawab : Kaitannya dengan saya pengambil keputusan. Selama ini ada guru yang berperan atau sama sekali tidak. Guru yang tidak berperan malah bisa memberikan informasi yang benar. Karena ada orang – orang memaksakan kehendak pasti ada sesuatu. 5. Kemudian hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus kasus Dilema etika yang ada di sekolah Bapak? Jawab : Tantangannya kalau saya amati, seseorang yang melakukan yang tidak sesuai dengan etika yang berlaku. Akan kami panggil secara pribadi dan beri arahan. Bisa melaksanakan minimal bisa ada efek yang baik. 6. Pertanyaan berikutnya, apakah Bapak memiliki sebuah tata kala atau jadwal tertentu dalam penyelesaian kasus Dilema etika atau apakah Ibu langsung menyelesaikan? Jawab : Begitu kasus muncul akan saya pelajari dan saya temukan. Karena hal-hal seperti ini tidak boleh mengambang. Nanti membuat tidak kondusif, sehingga hal seperti itu harus segera diselesaikan. 7. Adakah seseorang atau faktor-faktor yang selama ini mempermudah atau membantu Ibu dalam pengambilan keputusan terutama dalam kasus kasus Dilema etika? Jawab : Banyak sekali. Ketika mengambil satu keputusan di kedinasan, terutama di sekolah. Saya melibatkan kordinator standar bahkan mohon maaf sampai ke teman-teman yang ada di
8 Tugas Demonstrasi Kontekstual 3.1.6| widitriyanti_pgp@nine belakang. Artinya penjaga sekolah kalau memang itu terkait dengan sarana. Jadi orang-orang itulah yang membantu kelancaran dalam mengambil suatu keputusan. Agar keputusan itu ada manfaatnya pada banyak pihak gitu. 8. Pertanyaan terakhir Pak. Dari yang telah disampaikan sebelumnya, pembelajaran apa yang dapat dipetik dari pengalaman Bapak mengambil keputusan dilema etika? Jawab : Macam-macam yang saya dapat. Pertama kita menjadi teliti di dalam mengambil suatu keputusan. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kedua adalah kita dilatih untuk sabar. Karena dengan melakukan kesabaran ini paling tidak menjadikan kita lebih hati-hati. Ketiga adalah kita belajar menerima pendapat dari orang lain. Dan juga Ada pengalaman batin dan pikiran. Kemudian pengalaman itu bisa disharing kepada teman-teman kepala sekolah lain. Terkait dengan keputusan dilema etika. DOKUMENTASI WAWANCARA
9 Tugas Demonstrasi Kontekstual 3.1.6| widitriyanti_pgp@nine
10 Tugas Demonstrasi Kontekstual 3.1.6| widitriyanti_pgp@nine ANALISIS WAWANCARA KEPALA SEKOLAH Berdasarkan hasil wawancara saya dengan Bapak Gupit Gilang Dono, S. Pd.SD, Kepala Sekolah SDN 2 Dempel sebagai Narasumber 1 dan Ibu Susilowati, S. Pd.SD, Kepala Sekolah SDN 1 Termas sebagai Narasumber 2, serta dengan Bapak Widi Kurniawan, S.Pd.SD, Kepala Sekolah SDN 2 Pangkalan, ketiganya ada di Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan, dalam mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral adalah sebagai berikut: Hal-hal menarik apa yang muncul dari wawancara tersebut, pertanyaanpertanyaan mengganjal apa yang masih ada dari hasil wawancara bila dibandingkan dengan halhal yang Anda pelajari seperti 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian, apa yang Anda dapatkan? Hal menarik yang saya temukan dalam wawancara tersebut adalah kedua kepala sekolah mengutamakan kepentingan orang banyak. Kemudian berusaha untuk sedikit mungkin membuat banyak orang kecewa. Hal yang cukup mengganjal adalah belum ditemukan langkah menggunakan berpikir berbasis peraturan pada kepala sekolah 1. Pada kepala sekolah 2 dan Kepala Sekolah 3, langkahnya sudah ada yang menuju pada berfikir berbasis peraturan. Kedua kepala sekolah mengutamakan prinsip care-based thinking atau berfikir berbasis rasa peduli. Dimana ini berhubungan dengan golden rule yang meletakkan diri pada posisi orang lain. Keduanya mempertimbangkan perasaan orang lain. Dalam pengambilan keputusan sudah muncul pemikiran berhubungan dengan berpikir berbasis hasil akhir (EndsBased Thinking) yang mementingkan hasil akhir. Hal ini tampak pada keduanya memikirkan apa manfaat yang dapat diperoleh setelah keputusan diambil. Dari keempat paradigma, paradigma yang nampak dimunculkan kedua kepala sekolah adalah Individu lawan kelompok (individual vs community). Keduanya selalu berfikir untuk mengutamakan kepentingan orang banyak. Sedangkan 3 (tiga) paradigma lainnya tidak muncul dalam wawancara keduanya. Hal yang mengganjal lainnya adalah kedua kepala sekolah ternyata belum menerapkan 9 langkah pengujian secara lengkap. Secara tersirat, ketiganya telah mencapai langkah pertama sampai ketiga yaitu (1) mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan, (2) menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini dan (3) kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini. Namun pada uji benar – benar, terasa kurang mengena. Baru ditemukan upaya untuk uji publik. Hal ini tampak pada pertimbangan apakah nanti keputusan ini mengecewakan banyak orang ataukah tidak. Hal yang ingin saya tanyakan lebih lanjut, apakah keduanya pernah menerapkan opsi trilemma? Dalam wawancara tidak menyinggung sama sekali untuk mencari sebuah penyelesaian yang kreatif. Baru ada, mencari informasi yang relevan dari berbagai sumber. Bagaimana hasil wawancara antara 2-3 pimpinan yang Anda wawancarai, adakah sebuah persamaan, atau perbedaan. Kira-kira ada yang menonjol dari salah satu pimpinan tersebut, mengapa, apa yang membedakan? Persamaannya adalah mengutamakan kepentingan orang banyak atau menggunakan paradigma individu lawan kelompok. Kemudian keduanya juga sama-sama belum menggunakan 9 langkah pengujian secara lengkap, terbukti belum muncul opsi trilemma. Perbedaannya, kepala sekolah 2 dan kepala sekolah 3 telah menguji keputusannya dengan uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji publikasi. Sedangkan kepala sekolah 1 baru mencoba menggunakan uji intuisi dan uji publikasi.
11 Tugas Demonstrasi Kontekstual 3.1.6| widitriyanti_pgp@nine Hal yang cukup menonjol dari kepala sekolah 2 adalah pada penggunaan waktu pengambilan keputusan. Sudah bisa membedakan mana yang perlu segera ditangani, mana yang bisa dibuat jadwal. Apa rencana ke depan para pimpinan dalam menjalani pengambilan keputusan yang mengandung unsur dilema etika? Bagaimana mereka bisa mengukur efektivitas pengambilan keputusan mereka? Kepala sekolah 1 mengambil langkah dengan segera mengambil langkah mengumpulkan informasi dari semua pihak, menimbang berdasarkan kebenaran orang banyak, kemudian mengambil keputusan. Kepala sekolah 2 memulai dengan menemukan nilai-nilai yang bertentangan, menentukan siapa yang terlibat, mengumpulkan fakta-fakta, melakukan pengujian benar – benar, dan mengambil keputusan. Kepala Sekolah 3 juga sama memulai dengan menemukan nilai-nilai yang bertentangan, menentukan siapa yang terlibat, mengumpulkan fakta-fakta, melakukan pengujian benar – benar, dan mengambil keputusan. Kepala sekolah 1 mengukur efektivitas dengan melihat seberapa besar manfaat dan sesedikit mungkin mengecewakan orang lain. Kepala sekolah 2 dan kepala sekolah 3 mengukur efektivitas dari apakah sudah sesuai dengan nilai yang dianut, kebermafaatan dan penerimaan masyarakat terhadap keputusan yang diambil. Bagaimana Anda sendiri akan menerapkan pengambilan keputusan dilema etika pada lingkungan Anda, pada murid-murid Anda, dan pada kolega guru-guru Anda yang lain? Kapan Anda akan menerapkannya? Saya akan menerapkan 9 (Sembilan) langkah mengambil keputusan dan menguji keputusan. Utamanya menguatkan pada langkah investigasi opsi trilemma. Sehingga keputusan yang diambil adalah opsi yang kreatif bisa menjadi win-win solution. Saya sudah mencoba menerapkan pada saat mempelajari modul ini dalam peran sebagai pengurus dalam KKG. Selanjutnya, akan segera dicoba saat menghadapi murid dan kolega guru di sekolah.
12 Tugas Demonstrasi Kontekstual 3.1.6| widitriyanti_pgp@nine RELEKSI HASIL WAWANCARA Sebagai seorang guru yang merupakan pemimpin pembelajaran harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, mau melakukan perubahan untuk bisa melayani murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman . Dalam proses perubahan seorang guru harus mampu untuk tetap kokoh berjalan dalam menghadapi berbagai situasi berbagai situasi baik itu yang menghambat berupa tantangan, hambatan ataupun yang sifatnya memperlancar seperti dukungan, pujian. Daftar Tugas/Checklist Refleksi Wawancara: No. Tugas Ada (A)/ Tidak Ada (TA) 1. Isi: Hal-hal menarik apa yang muncul dari wawancara tersebut, pertanyaan-pertanyaan mengganjal apa yang masih ada dari hasil wawancara bila dibandingkan dengan hal-hal yang Anda pelajari seperti 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian, apa yang Anda dapatkan? Ada 2. Isi: Bagaimana hasil wawancara antara 2-3 pimpinan yang Anda wawancarai, adakah sebuah persamaan, atau perbedaan. Kira-kira ada yang menonjol dari salah satu pimpinan tersebut, mengapa, apa yang membedakan? Ada 3. Isi: Apa rencana ke depan para pimpinan dalam menjalani pengambilan keputusan yang mengandung unsur dilema etika? Bagaimana mereka bisa mengukur efektivitas pengambilan keputusan mereka? Ada 4. Isi: Bagaimana Anda sendiri akan menerapkan pengambilan keputusan dilema etika pada lingkungan Anda, pada muridmurid Anda, dan pada kolega guru-guru Anda yang lain? Kapan Anda akan menerapkannya? Ada 5. Teknis: Kejelasan suara/tulisan di video/blog naratif Anda, format apa yang akan gunakan, sudahkah Anda mengujinya/membacanya dan melihat hasilnya/membayangkan bila orang lain membaca tulisan Anda? Ada 6. Teknis: Durasi waktu/panjang tulisan, apakah sudah diuji untuk maksimal dan minimal waktu berbicara, atau apakah sudah ditinjau isi dan panjang tulisan Anda, dan kepadatan/intisari materi yang Anda ingin sampaikan? Ada