The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

0-9346536106_20211005_230347_0000

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by pipitsrimulyani31, 2021-10-05 12:17:06

Agnatha dan Condrichtyes

0-9346536106_20211005_230347_0000

Keywords: Materi

ZOOLOGI VERTEBRATA AGNATHA

CHONDRICHTHYES

BIOLOGI C

DISUSUN OLEH
195040095
Galih Nurdiansyah 195040041 Pipit Sri Mulyani 205040094
Zahra Putriyulia 195040058 Melanie Putri
Muhammad Sawin 195040071

PETA KONSEP




DATE PERCENTAGE
HIGHLIGHTS
COMPLETION

PISCES



Pisces (ikan) adalah hewan yang hidup di dalam air, mereka dapat bernafas di dalam
air menggunakan insang. Pisces dapat ditemukan di air tawar (danau dan sungai)
maupun air asin (laut dan samudra). Pisces dibedakan menjadi 3 Kelas yaitu Agnatha,
Condrichtyes dan Oisteichthyes.
Ciri Umum Pisces
1. Memikili sirip yang berfungsi untuk membantu ikan berenang
2. Berkembangbiak dengan cara ovipar
3. Memiliki gurat sisi sebagai organ kesetimbangan
4. Memiliki alat indra dan pendengaran yang hanya terdiri dari bagian dalam saja
5. Memiliki otak yang dibungkus oleh tulang cranium ( tulang kepala)
6. Memiliki sistem peredaran darah tunggal
7. Kulit banyak mengandung kelenjar lendir dan tertutup oleh sisik
Berikut merupakan ciri ikan tulang rawan dan tulang ikan sejati
a. Ciri ikan tulang rawan
·Kerangka tubuhnya berupa tulang rawan
·Memiliki rahang
·Respirasi melalui insang
·Pembuahan secara internal
·Memiliki gurat sisi sebagai organ keseimbangan
·Memiliki indra yang tajam
b. Ikan Tulang Sejati
·Kerangka dan rahang merupakan tulang sejati
·Sebagian spesies melakukan pembuahan eksternal dan mengeluarkan telur
·Pernpasan menggunakan insang
·Memiliki kantung renang
·Hidup di laut atau di air tawar

AGNATHA






Agnatha berasal dari kata (A =tidak, Gnathos = rahang). Agnatha adalah heawan
vertebrata air dan primitif, hal ini ditandai dengan tidak adanya mandibula. Ikan dalam
subfilum Agnatha tidak memiliki rahang namun mempunyai mulut dengan bentuk
lingkaran dan berparut. Agnatha hidup dengan dengan menghisap zat-zat organik dari
dasar sungai. Pertukaran gas terjadi pada pasangan-pasangan insang interna, dengan
tiap insang ditunjang satu lengkung tulang. Air masuk melalui mulut, melalui insang dan
keluar melalui serangkaian kantung insang yang bermuara di permukaan. Tidak memiliki
sirip dan ikan tersebut bergerak dengan gerakan undulasi.


Ciri- Ciri Agnatha :
Karakteristik Agnatha ialah memiliki tidak memiliki rahanh, lidah dan gigi tersusun dari
zat tanduk, tidak memiliki sirip yang berpasangan, dan kulit tidak bersisik. Agnatha
hidup parasit ataupun pemakan bangkai (Scavanger), Tubuh Agnatha berbentuk silindris
memanjang, berukuran sekitar 76 – 90 cm serta bertubuh lunak dan berlendir. Pada
Agnatha terdapat celah insang yang berjumlah antara 7-14 pasang. Memiliki kantung
hipofise, dan organ (aparatus) pineal berkembang baik. Pada spesies Lamprey terdapat
organ perasa, pembau, keseimbangan, penglihatan (Mata) yang lengkap. Pada sisi
median ada sebuah ‘hidung’ yang senantiasa terbuka. Indra peraba terdapat pada linea
litelaris. Telinga memiliki satu atau dua saluran semi sirkuler. Tulang-tulang archus ynag
terdapt di atas Notochord seolah-olah seperti Archus neuralis pada Vertebrata.
Mulutnya ventro anterior dan merupakan mulut penghisap dan dibagian pinggir mulut
terdapat tentakel

AGNATHA






Sub kelas Agnatha


Agnatha terdiri dari satu sub kelas yaitu Cyclostomata yang
dibedakan menjadi dua ordo yaitu :
1. Myxiniformes
Myxiniformes ini mempunyai 1 famili, 3 genus dan 25 species
yang terdapat di laut beriklim dingin pada kedalaman 20-650
meter. Contoh : Myxin glutinosa
2. Petromyzontiformea
Petromyzontiformea ini mempunyai 1 famili dan 10 species
yang ditemukan di eropa. Contoh : Petromyzon Marinua


Contoh Spesies
Hewan yang masuk ke dalam agnatha adalah Lamprey laut
(Petromyzon marinus), Lamprey sungai (Lampetra fluviatilis)
dan ikan hag atau ikan penyihir (Myxini sp.).

HAGFISH




Berbentuk lingkaran, gigi dari zat tanduk, mempunyai lidah
dan kulit tidak bersisik. Pencernaan makanan berupa pipa
lurus, mempunyai anus, tanpa kloaka. Hagfish adalah jenis ikan
pemakan bangkai ikan yang diyakini memiliki hubungan
dengan vertebrata tertua yang ada. Ikan ini dikenal sebagai
ikan yang memiliki cara jahat makan. Jika ada bangkai yang
teronggok di dasar laut, maka, itu akan mencari lubang di
bangkai. Dari lubang yang kemudian hagfish makan ikan.Ketika
makanan sudah, ikan Hagfish tidak hanya makan makanan dari
mulutnya. Ikan Hagfish memiliki mulut terminal dengan 4
pasang tentakel di pinggir,memiliki nostril di ujung kepala dan
berhubungan dengan pharynx. Mata terletak dibawah lapisan
kulit. Hagfish mempunyai branchial basket 10-14 pasang

LAMPREY

(PETROMYZON MARINUS)




Termasuk kelompok ikan yang Agnatha, yang tidak memiliki
rahang. Meski tergolong dalam subphylum Vertebrata, spesies
ini tidak memiliki tulang belakang, dan seluruh kerangkanya
tulang rawan. Umumnya diketahui memiliki bentuk tubuh yang
halus, tubuh scaleless dan tubuh silinder panjang. Lamprey
laut juga tidak memiliki kantung renang dan sistem gurat sisi.
Tubuh dan bentuk ekornya pipih, seluruh tubuhnya dilapisi
kelenjar mucosa, bagian dorsal sebelah posterior dan ekor
terdapat sirip. Tubuh dapat dibedakan atas Caput (kepala),
truncus (batang tubuh) dan Caudal (ekor). Caudal berbentuk
Silinder dengan bagian ekor yang pipih, tubuhnya tidak
ditutupi oleh sisik. Sirip terdapat di dorsal tengah tubuh ada 2
bagian dan sirip ekor adalah Asimetris diujung kepala arah
ventral terdapat bentuk mangkok yang disebut ( buccal )
funnel yang tepinya dilengkapi dengan papil-papil lunak dan
didalamnya terdapat gigi-gigi zat tanduk. Papil-papil lunak tadi
sebagai alat perasa, dengan adanya gigi memungkinkan
Lamprey melekat dan memarut badan ikan lain. Air ludahnya
mengandung bahan kimia yang mampu mencegah pembekuan
darah.

SISTEM ORGAN
AGNATHA



Sistem Gerak
Agnatha merupakan hewan vertebrata yang bergerak menggunakan sirip.
Agnatha mempunyai sirip tidak berpasangan.



Sistem Pencernaan
Agnatha memiliki saluran pencernaan makanan berturut-turut dimulai dari
mulut (terdapat lidah), faring yang pendek, Oesopagus, Intestimumm (tidak
ada lambung) yang mempunyai klep disebelah anterior, di dalam Intestinum
terdapat lekukan Spiral (thyosole), Klep spiral, dan Anus. Kelenjar pencernaan
berupa adanya hati pada umumnya walaupun tanpa saluran dan tidak
memiliki Pankreas.



Reproduksi
Reproduksi pada Agnatha dengan cara telur yang dibuahi akan berkembang
menjadi Larva Ammocoete (Pride) yang sangat berbeda dengan Hewan
Dewasa. Pada Fase belum dewasa tidak dapat dibedakan Jantan dan Betina
(Hermafrodit) hewan betina mempunyai Ovary menghasilkan beribu-ribu telur
dan hewan jantan mempunyai testis menghasilkan sperma. saluran kelamin
tidak ada pada kedua jenis kelamin tersebut. Gamet tumpah ke dalam Coelom
melalui sepasang lubang (Porus genitalis) masuk ke dalam Sinus Urogenitalis
kemudian keluar (tumpah) ke dalam air dan disana terjadi pembuahan ini
artinya fertilisasi terjadi secara eksternal. Stadia larva disebut mikrofakus,
memiliki endostil seperti pada protokordata/kordata primitif.

CHONRICH
THYES

Chondrichythyes berasal dari bahasa latin yaitu (chondros =
tulang rawan, ichtyes= ikan) yang artinya tulang rawan.

Chondrichythyes mempunyai tulang kartilago cranium
sempurna, organ pembau dan kapsul otik tergabung menjadi
satu. Mulut ventral yang disokong oleh rahang dan vertebraris
nya sempurna yang terpisah satu sama lain sehingga mudah
membelokan tubuhnya. Tubuhnya di tutupi oleh sisik plakoid.


Ciri-Ciri Chondrichythes
1. Kerangka pada chondrichthyes merupakan rawan
2. Kulitnya di tutupi oleh sisik
3. Memiliki celah insang, ada satu pasang, lima pasang dan
tujuh pasang
4. Letak celah insang lateral dan ventral
5. Mulutnya terletak pada sisi ventral
6. Ada yang mempunyai spirakulum dan ada yang tidak
7. Memiliki sirip berpasangan
8. Tidak memiliki gelembung udara
9. Pembuahan terjadi secara internal: ovivar atau ovivipar

CHONRICH
THYES

Subkelas
Chondrichythyes terdiri dari 2 sub kelas dan 3 ordo . Sub kelas
Elasmobranchii memiliki 2 ordo yaitu : Pleurotremata dan
Hypotremata, sedangkan sub kelas Bradyodonti memiliki 1
ordo yaitu, Chimaeraformes. Ordo Pleurotremata mmepunyai
80 genus dan 280 spesies.

CHONRICHTHYES
ORDO

PLEUROTREMA

Ordo Pleurotremata merupkan ordo dari sub kelas Elasmobranchii,
ordo Pleurotremata mencakup semua jenis ikan hiu. Umumnya ordo
Pleurotremata hidup di laut, perenang kuat, predator, meski ada yang
makanan nya adalah berupa plankton dan invertebrata. memiliki bentuk
tubuh kumparan dengan penampang melintang subsilinder, insang
terletak pada bagian latero-anterior tubuh (kiri-kanan kepala) anterior
dari sirip pektoral. Hidup di laut tropis dan subtropics


Ciri – ciri Umum dari Pleurotremata antara lain :
1. Mulut berbentuk transversal
2. Memiliki 5 – 7 celah insang yang berada pada dinding lateral tubuh
3. Memiliki spirakel dan clasperstubuh lapisis kulit dermal denticles
dengan bentuk sisik plakoid
4. Kebanyakan hiu memiliki 8 sirip
5. Pinna pectronalis (sirip dada) pada hiu tidak terlalu besar dan pada
bagian sisi depan sirip dada tidak berlekatan dengan bagian lateral
kepala
6. Hiu memiliki sirip ekor heterocercal

CHONRICHTHYES
ORDO

PLEUROTREMA

Contoh Spesies
Hewan yang masuk ke dalam ordo Pleurotemata adalah Hiu
Biru (Prionace glauca), Hiu sejati (Carcharias sp.), Hiu Martil
(Sphyrna sp.), Mustelus, Dogfish (Scyliorhinus),

CHONRICHTHYES
ORDO

PLEUROTREMA

Sistem organ
Sistem Respirasi
Setiap kali mulut hiu dibuka maka air dari luar akan masuk ke faring
kemudian keluar lagi melalui celah insang. Peristiwa keluar masuknya air ini
melibatkan kartilago sebagai penyokong filament insang. Spirakel juga
membantu asupan air selama reapirasi dan terutama sangat berfungsi
pada saat hiu berada di dasar laut.
Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan yang dimiliki adalah mulut yang diperkuat oleh gigi yang
disebut polipiodont, faring yang terdapat celah indang dan spirakel,
kerongkongan yang dimiliki pendek dan lebar, terdapat juga lambung
dimana pencernaan secara kimia dan mekanik terjadi, ada juga usus yang
memiliki klep spiral yang berguna untuk memperluas bidang penyerapan
dan memperpanjang proses digesti, dari usus makanan akan menuju ke
rectum dan di keluarkan melalui kloaka.
Sistem Resproduksi
Hiu secara seksual dimorflik dimana ada perbedaan visual antara jantan
dan betina. Pada hiu jantan organ kopulasi disebut claspers yang
digunakan untuk pengiriman sperma. Hiu jantan juga memiliki testis di
ujung anterior tubuh. Sedangkan, pada hiu betina ovarium internal dapat
ditemukan di anterior rongga dalam tubuh dan berpasangan. Kulit hiu biru
betina hampir dua kali lebih tebal dibandingkan hiu jantan.

CHONRICHTHYES
ORDO

HYPOTREMATA

Hypotremata berasal dari kata hypo yang berarti dibawah dan
trema yang berarti bukaan yang terhubung dengan rongga
tubuh. Jadi, hewan hypotremata memiliki mulut atau bukaan
yang terhubung ke rongga tubuh yang berada di bawah,
memiliki sirip disamping dada yang besar sepanjang tubuh,
atau bisa kita sebut dengan enlarged pectoral fins.
Hypotremata sangat dikenal dengan ciri khas yang terdapat
pada ikan pari.
Ciri-ciri
Hypotremata memiliki karakteristik ciri sebagai berikut :
1) Memiliki tubuh yang tipis, dengan sirip disamping dada,
Bersatu dengan kepala dan tubuh.
2) Memiliki celah insang pada sisi ventral kepala sebanyak 5
pasang.
3) Memiliki spirakel yang berguna sebagai “ventilasi” yang
memiliki fungsi optimal.
4) Tidak memiliki brankial di hyomandibular.
5) Adanya sepasang pre-orbital kartilago yang terikat di kapsul
olfaktori yang sangat berkembang.
6) Mulut terletak pada bagian ventral
7) Memiliki ekor seperti cambuk, namun pada beberapa
spesies terdapat penyengat sehingga disebut dengan stingrays.

CHONRICHTHYES
ORDO

HYPOTREMATA

Hypotremata termasuk kedalam sub kelas Elasmobranchii, dimana hewan
anggota dari sub kelas ini memiliki ciri tulang rawan dan memiliki ciri lain yaitu
5-7 celah insang yang terbuka secara sendirinya kearah luar. Memiliki sirip di
bagian dorsal yang kaku, dan sisik plakoid pada tubuh.

SISTEM ORGAN
Sistem gerak
Hypotremata memiliki sirip yang besar, dan ekor berupa seperti cambuk.
Mereka menggunakan sirip pektoralnya yang besar untuk bergerak menjelajahi
bawah lautan.
Sistem pencernaan
Hypotremata memiliki sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, esofagus,
lambung, usus, kloaka, dan anus dengan rincian sebagai berikut :
1)Mulut terdapat rahang yang bergigi.
2)Faring yang terbuka dan terhubung dengan celah insang
3)Esofagus terletak disebelah posterior faring yang Bersatu dengan kardial
lambung, kemudian berkelok kearah duodenum yang berakhir ke rectum dan
kloaka.
Sistem Reproduksi
Hypotremata adalah hewan yang berfertilisasi internal, dengan cara reproduksi
ovipar, ataupun ovovivipar. Mereka kawin dengan menggunakan claspers
(untuk jantan) dengan fungsi untuk transfer sperma kedalam tubuh betina
melalui kloaka.

CHONRICHTHYES
ORDO

HYPOTREMATA

Contoh spesies
1)Ikan pari manta (Mobula birostris)
2)Pari ekor lembu (Dasyatis sp)
3)Pari totol biru (Taeniura lymma)
4)Ikan pari harimau (Potamotrygon Tigrina)
5)Pari burung tutul (A. ocellatus)

CHONRICHTHYES
ORDO

CHIMAERAFORMAE

Chimaeras adalah ikan kartilaginosa dalam urutan
Chimaeriformes , dikenal secara informal sebagai hiu hantu,
ratfish, spookfish (spookfish sejati dari famili
Opisthoproctidae), atau baronang (dari famili Siganidae).
Ciri umum dan karakteristik
Memiliki dubur terpisah dan bukaan urogenital. Mereka tidak
memilki gigi tajam yang banyak dan memiliki lebih dari tiga
pasang gigi penggilas permanen. Ordo ini memiliki tutup insang
atau operkulum seperti ikan bertulang keras.
Chimaerafornae Memiliki tubuh memanjang, tubuh lunak,
dengan kepala besar dan satu insang - pembukaan. Mereka
tumbuh hingga panjangnya mencapai 150 cm (4,9 kaki),
padahal ini termasuk panjang ekor yang ditemukan di
beberapa spesies. Pada banyak spesies , moncong dimodifikasi
menjadi organ sensorik memanjang.
Adapun ciri dari Chimaerafirmae sebagai berikut:
1) Celah insang tertutup celah operculum
2) Dorsal dan Caudal meruncing
3) Hidup pada kedalam sekitar 200 meter
4) Makanannya adalah ikan, invertebrata, dan juga rumput laut.

CHONRICHTHYES
ORDO

CHIMAERAFORMAE

Contoh Spesies
1) Ikan hiu hantu
2) Ikan baronang



SISTEM ORGAN
Sistem gerak
Rangka nya tersususn sebagai berikut :
1) Tulang tempurung kepala.
2) Tulang rawan Lingulis dan tulang cincin sekitar buccalis.
3) Tulang-tulang archus ynag terdapt di atas Notochord seolah-
olah seperti Archus neuralis pada Vertebrata
4) Notochord sebagai sumbu tubuh yang dbungkus oleh
jaringan ikat

CHONRICHTHYES
ORDO

CHIMAERAFORMAE

Sistem pencernaan
Sistem Pencernaan pada Chimaeraformae terdiri dari :
1) Mulut, diperkuat oleh gigi yang disebut polipiodont
2) Farink, terdapat celah insang dan spirakel
3) Kerongkongan, pendek dan lebar
4) Lambung, tempat pancernaan secara kimia dan mekanik.
5) Usus, memiliki klep spiral yang berfungsi memperluas bidang
penyerapan dan memperrpanjang proses digesti.
6) Rectum, dari usus makanan kemudian disalurkan ke rectum
dan dikeluarkan melalui kloaka.
Sistem Reproduksi
Chimaera menggunakan penjepit untuk fertilisasi internal
betina dan mereka bertelur dengan cangkang yang keras.
Namun, tidak seperti hiu umumnya, Chimaera jantan juga
memiliki pelengkap seksual di depan kepalanya (sejenis
tentaculum) dan di depan sirip perut. Betina bertelur
membentuk gelendong cangkang telur yang kasar. Mereka juga
berbeda dari hiu, rahang atas mereka menyatu dengan
tengkorak mereka dan mereka.


Click to View FlipBook Version