TEKS NARASI
BAHASA INDONESIA
KELAS VII
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA /MADRASAH TSABAWIYAH
(SMP /MTS )
SEMESTER GASAL
PENUYUSUN
MONIKA NURCAHYANI
A310190011
PENDIDIIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
PENDAHULUAN
A.identitas modul
Satuan pendidikan :smp/Mts
Mata pelajaran : bahasa indonesia
Mateeri pokok : teks narasi
Alokasi waktu : 2x 45 menit (2 pertemuan )
B.kompotensi inti
KI-1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI-2: Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI-3:Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian
tampak mata
KI-4: Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang
sama dalam sudut pandang/teori.
C. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4 Menelaah struktur dan kebahasaan teks 3.4 .1 Merinci struktur cerita fantasi
narasi (cerita fantasi) yang didengar dan 3.4.2 Menyimpulkan karakteristik bagian-
dibaca bagian pada struktur cerita fantasi
3.4.3 Menelaah hasil melengkapi cerita
4.4 Menyajikan gagasan kreatif dalam fantasi dari segi struktur cerita fantasi
bentuk cerita imajinasi secara lisan dan tulis 3.4.4 Menentukan ciri kebahasaan
dengan memperhatikan struktur dan 4.4.1 Merencanakan pengembangan cerita
penggunaan bahasa fantasi
4.4.2 Menulis cerita fantasi dengan
memperhatikan pilihan kata,kelengkapan
struktur, dan kaidah penggunaan
kata/kalimat/tanda baca/ejaan.
D. Tujuan pembelajaran
1. Setelah membaca cerita fantasi , peserta didik dapat Menentukan bagian-bagian
(struktur) cerita fantasi; Menjelaskan bagian orientasi, komplikasi, dan resolusi cerita
fanta
2. Setelah itu kemudian peserta didik dapat memahami ciri kebhasaan teks narasi
3. Keemudian setelah itu peserta didik dapat menentukan ide cerita fantasi dan
Membuat kerangka atau rangkaian peristiwa sesuai dengan struktur cerita fantasi.
4. Setelah itu peserta didik dapat Menulis cerita fantasi sesuai dengan kerangka cerita
fantasi.
E.petunjuk belajar
1. Awali kegiatan kalian dengan membaca bislmillah
2. Bacalah dan pahamilah dengan baik sajian teks yang ditampilkan sebagai contoh
materi pembelajaran
3. Cermati dan pahami materi pokok dan materi pendukung yang telah disajikan
apabila kalian menemukan kesulitanmaka bertanyalah kepada guru mata pelaran
tersebut .
4. Kerjakan setiap kegiatan diskusi maupun soaal dalam bahan ajar dengan
cermat.tugas tersbut dapat melatih kalian untuk menguasai dan menerapkan materi
yanng telah kalian amati sebelumnya
5. Setelah selesai mengerjakan tugas tersbut kemudian dikumpulkan pada guru agar
mendapatkan nilai
6. Jangan lupa untuk merapikan alat tulis yang kaalian gunakan .
7. Akhiri kegiatan kalian dengan membaca hamdallah.
MATERI PENDUKUNG
A. Pengertian teks narasi
Menurut Keraf (2010: 136), narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha
menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca suatu peristiwa yang telah terjadi.
Dengan kata lain, narasi berusaha menjawab sebuah pertanyaan “apa yang telah terjadi”.
Bentuk karangan ini berusaha mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa yang seolah-olah
pembaca dapat melihat dan dapat mengalami peristiwa itu.
teks narasi yang berupa kejadian nyata dapat berupa runtutan suatu peristiwa atau kejadian
yang benar terjadi. Bisa kejadian yang dialami oleh pencerita atau bisa juga kejadian yang
diamati oleh pencerita. Sedangkan cerita yang berupa imajinasi bersifat fiksi. Contoh teks
narasi yang bersifat fiksi diantaranya adalah roman, novel, cerpen, drama, dan biografi.
B .stuktur teks narasi
Orientasi ,pada teks narasi berisi pengenalan tokoh, setting, latar tempat, latar cerita, latar
waktu, dan berbagai komponen awal pengenal cerita lainnya. Bagian paragraf-paragraf ini
menjadi urutan pertama dalam cerita. Sebagai awal dari cerita, perlu disampaikan dengan
cara yang sangat menarik. Tujuannya agar pembaca tertarik membaca isi keseluruhan bacaan.
Komplikasi ,dalam bacaan memuat problem atau pokok persoalan yang ada dalam cerita.
Konflik mulai bermunculan dan jalan cerita akan dimulai pada bagian ini. Bagian ini bisa
dimulai dengan pengenalan konflik. Selanjutnya diteruskan dengan konflik yang lebih
kompleks.
Resolusi ,memuat jalan keluar atau pemecahan konflik yang diceritakan pada bagian
komplikasi. Bagian ini menceritakan kejadian yang hampir berakhir.
Koda , merupakan bagian dari akhir karangan atau cerita. Bagian akhir atau ending dapat
berupa cerita sedih atau bahagia.
MATERI PEMBELAJARAN
A. Ciri-ciri Teks Narasi
Untuk mengenali sebuah teks atau paragraf narasi dan sekaligus untuk referensi membuat
karangan atau teks narasi, maka harus mengenal ciri-ciri dari teks narasi.
Ciri-ciri dari teks narasi adalah sebagai berikut:
Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
Dirangkai dalam urutan waktu.
Ada konfiks.Konfiks adalah imbuhan tunggal yang terjadi dari perpaduan awalan dan akhiran
yang membentuk satu kesatuan. beberapa konfik diantaranya adalah:
Konfiks ke-an : keindahan
Konfiks pe-an : pengiriman
Konfiks per-an : pergaulan
Konfiks ber-an : berpandangan
Konfiks se-nya : setibanya
Konfiks me-kan : menyelesaikan
Menggunakan kata ulang.
Kata ulang atau proses pengulangan atau reduplikasi ialah pengulangan satuan gramatik baik
seluruhnya maupun sebagian dan dalam hal ini ada yang berupa variasi fonem ataupun tidak.
Hasil pengulangan itu disebut kata ulang.
Macam-macam pengulangan :
Pengulangan seluruh
Yaitu pengulangan bentuk dasar tanpa perubahan fonem dan tidak berkombinasi dengan
proses pembubuhan afiks, misalnya: Buku : buku- buku
Pengulangan sebagian
Pengulangan bentuk dasar secara sebagian, misalnya : Membaca : membaca- baca
Pengulangan yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks.
Dalam golongan ini, bentuk dasar diulang seluruhnya dan berkombinasi dengan proses
pembubuhan afiks , misalnya : menghubung- hubungkan / memata- matai
Pengulangan dengan perubahan fonem
Suatu bentuk pengulangan terhadap suatu kata yang susunan katanya berubah.
Misalnya : Gerak : gerak- gerik
Kata ulang semu
Kata ulang yang berupa kata dasar. seperti kupu-kupu, biri-biri
B. Tujuan Narasi
Secara fundamental ada beberapa tujuan menulis narasi yaitu:
1. Memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan.
2. Memberikan pengalaman estetis kepada pembaca.
3. Memberikan informasi untuk menambah pengetahuan.
4. . Memberikan hiburan.
5. Memberikan pengalaman estetis kepada pembaca.
C. Unsur-Unsur Narasi
Alur (Plot)
A.Alur atau plot adalah deretan kejadian yang mengatur hubungan peristiwa demi peristiwa
agar saling berkaitan secara logis.
B.pengembangan
Pengembangan adalah deretan kejadian yang dimulai dengan pengenalan atau pendahuluan
(Pengenalan Tokoh), isi peristiwa (konflik antar tokoh) dan penutup (Penyelesaian).
D. Jenis-Jenis Narasi
Narasi informatif
Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat
tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah
seseorang.
Narasi ekspositorik
Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat
tentang suatu kejadian atau peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang
kisah seseorang. Pada narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan
data yang sebenarnya.
Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil hingga saat
ini atau sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi diwarnai oleh eksposisi, maka
ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositorik. Ketentuan ini berkaitan
dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan
unsursugestif atau bersifat objektif.
Narasi artistik
Narasi artistik adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, Narasi
artistik ini pula menyampaikan sebuah amanat terselubung kepada para pembaca atau
pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan
bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat
objektif.
Narasi sugestif
Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu,
menyampaikan suatu amanat kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-
olah melihat.
E. kaidah kebhasaan
1. Menggunakan kata kiasan (metafora)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, metafora adalah kata atau kelompok kata yang
tidak mewakili arti yang sebenarnya, melainkan digunakan untuk membandingkan dua hal
secara langsung.
Metafora disebut juga sebagai gaya bahasa atau majas perbandingan. Biasanya metafora
digunakan untuk memperjelas atau membuat teks narasi terlihat lebih menarik. Contoh: raja
siang, raja malam, dan tulang punggung.
2. Menggunakan kata kerja transitif dan intransitif
Kata kerja transitif merupakan kata kerja yang dilengkapi dengan objek, baik itu benda, frasa
atau kata ganti. Jenis kata kerja ini bisa diubah menjadi bentuk pasif. Contoh: Saya makan
sebuah jeruk.
Sedangkan kata kerja intransitif merupakan kata kerja yang tidak membutuhkan objek. Jenis
kata kerja ini tidak bisa diubah menjadi bentuk pasif. Contoh: Momo jatuh.
3. Menggunakan kata benda, sifat, frasa atau klausa
Penggunaan kata benda, sifat, frasa atau klausa ini disesuaikan dengan jenis topik yang
disampaikan dalam teks narasi.
4. Menggunakan kata penghubung penanda urutan waktu
Agar pembaca tidak bingung, biasanya penulis cerita akan menggunakan kata penghubung
penanda urutan waktu. Contoh: pertama-tama, lalu, kemudian, selanjutnya, dan akhirnya.
LATIHAN SISWA
. etiap dua belas tahun sekali di bulan Juni minggu kedua, tengah malam, akan lahir bersama
jenis kupu-kupu langka yang cantik di seluruh negeri. Kupu-kupu ini akan bertahan hidup
hingga enam bulan. Seluruh binatang dan peri-peri di hutan akan menunggu keajaiban ini.
Bunga-bunga cantik telah bermekaran menebarkan aroma wangi malam hari. Peri-peri cantik
sudah berjaga di antara deretan kepompong yang berjajar, bergelantungaan pada daun- daun
terpilih. Katak dan burung mendendangkan lagu indah malam itu. Kunang- kunang
mengeluarkan cahaya paling terangnya. Suasana hutan sangat indah. (Buku Harian Galela
karya Ugi Agustono).
1. Apa yang ditunggu oleh para binatang dan peri hutan?
A. bulan Juni minggu kedua.
B. bunga-bunga cantik yang bermekaran
C. kepompong yang berjejeran
D. kupu-kupu langka
2. Hal yang berupa imajinasi adalah ….
A. kelahiran kupu-kupu
B. peri-peri hutan
C. kepompong bergelantungan
D. kunang-kunang mengeluarkan cahaya
3. Teks narasi (cerita imajinasi) bisa diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam
kehidupan tetapi diberi fantasi. Oleh karena itu, teks narasi (cerita imajinasi) bersifat ....
A. aktual
B. nonfiksi
C. fiksi
D. faktual
4. Salah satu ciri dari teks narasi (cerita imajinasi) terletak pada tokoh yang tidak biasa
yaitu….
A. memiliki kesaktian
B. sudah tua
C. tinggal di kota besar
D. tidak punya saudara
5 Kutipan teks cerita narasi tersebut termasuk pada bagian struktur ….
A. orientasi
B. komplikasi
C. resolusi
D. perkenalan konflik
Daftar Pustaka
Keraf, Gorys. (2010). Argumentasi dan Narasi. Jakarta. Gramedia.