The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by adintasalsa26, 2022-01-04 00:01:18

PERKEMBANGAN MASA DEWASA

E-BOOK PSIKOLOGI

PERKEMBANGAN MASA
DEWASA

KELOMPOK 3

FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS

MUHAMMADIYAH PROF.
DR. HAMKA

PERKEMBANGAN MASA DEWASA

Disusun oleh : Kelompok 3

1. Iban Abrar Nuza (2007015096)
2. Mahesa Al-Faid (2007015141)
3. Humaira Azzahra (2007015081)
4. Adinta Salsabila Seftiani (2007015105)
5. Diana Eka Widya Sari (2007015089)
6. Fatimah Hanifatusshiddiq (2007015119)
7. Siti Maryam (2007015202)
8. Resa Rosa Meliyana (2007015168)
9. Fani Nurlaela (2007015057)
10. Bunga Febriana Putri (2007015046)

1|Pag e

Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Fakultas Agama Islam

Jl. Limau II No.3, RT.3/RW.3, Kramat Pela, Kec. Kebayoran

Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

12130

Kelompok 3
Perkembangan Dewasa – Oleh : Kelompok 3
Cet. 1 – Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka , 2021

...Hlm

Perkembangan Dewasa

Penulis : Diana Eka Widya Sari
Iban Abrar Nuza
Fatimah Hanifatusshiddiq
Fani Nurlaela
Bunga Febrina Putri
Mahesa Al-Faid

Adinta Salsabila Seftiani
Humaira Azzahra
Muhammad Misbahul Huda
Resa Rosa Meliyana
Siti Maryam

Editor : Adinta Salsabila Seftiani

Layout : Adinta Salsabila Seftiani

• Hak cipta yang dilindungi

Undang-Undang Pada : Pengarang

Hak Penerbit Pada : Universitas Muhammadiyah Prof Dr

Hamka

Dicetak Oleh : Pengarang

Dilarang mengutip atau memperbanyak dalam bentuk apapun tanpa
izin tertulis dari penulis atau penerbit

2|Pag e

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa
pertolongannya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah
ini dengan baik. Shalawat serta salam kita curahkan bagi baginda besar kita nabi
Muhammad SAW. yang kita nanti-nantikan syafaatnya di akhirat nanti.
Patutnya kita mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan
nikmat sehatnya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikran sehingga penulis
mampu untuk menyelesaikan pembuatan e-book sebagai tugas mata kuliah
Psikologi Perkembangan ini dengan judul “ Perkembangan Dewasa”.
Kami tentu menyadari bahwa e-book ini masih jauh dari kata sempurna
dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamya. Untuk itu,
kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk e-book ini, supaya
nantinya dapat menjadi e-book yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat
banyak kesalahan pada e-book ini, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Kami juga mengucapan terimakasih kepada semua pihak.
Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terimakasih.

Jakarta, 31 Desember 2021

Penulis

3|Pag e

DAFTAR ISI
Kata pengantar………………………………………………………...……. 3
Daftar isi………………………………………………………………...….. 4
Bab I : Pendahuluan

A. Latar belakang………….…………………………………………… 5
Bab II : Pembahasan

A. Pengertian Perkembangan Dewasa ...................................................... 6
B. Ciri dan Karakteristik Perkembangan Dewasa .................................... 8
C. Tugas Perkembangan Dewasa ............................................................. 9
D. Batasan Usia Masa Perkembangan Dewasa ........................................ 11
E. Perkembangan Bahasa dan Moral Dewasa ......................................... 12
F. Perkembangan Fisik ............................................................................ 13
G. Perkembangan Sosial Emosional ....................................................... 15
H. Perkembangan Kognitif ...................................................................... 16
I. Masalah Perkembangan Dewasa ........................................................ 19
J. Solusi dan Pecegahan Masalah Perkembangan Dewasa .................... 20
Bab III : Penutup
a. Kesimpulan ..……………………………………………………....... 24
b. Saran .................................................................................................... 24
Daftar Pustaka……………………………………………………………… 25

4|Pag e

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia merupakan mahluk yang memiliki kemampuan untuk
mengembangkan diri dengan bantuan dari dalam maupun dari luar dirinya
sendiri. Bantuan dari luar meliputi ilmu pengetahuan yang didaptakan dan
bimbingan dari orang lain. Sedangkan bantuan dari dalam yaitu
perkembangan yang berhubungan dengan dirinya sendiri seperti
pertumbuhan sikap maupun mental nya sendiri.

Serta manusia merupakan makhluk yang memiliki potensial karena pada
diri manusia tersimpan sejumlah kemampuan bawaan yang dapat
dikembangkan secara nyata.Bimbingan dan pengarahan menjadi faktor
penting dalam membantu perkembangan diri manusia. Tetapi, jika bimbingan
dan pengarahan yang tidak sesuai dengan kemampuann yang dimiliki akan
memberi pengaruh yang kurang baik bagi perkembangan manusia dan
menyebabkan sulit untuk berkembang.

Akhir dari masa perkembangan manusia adalah masa dewasa. dam ketika
manusia menginjak masa dewasanya pasti sudah terlihat kematangan yang
ada didalam dirinya. Kematangan jiwa hidupnya itu berarti sudah
menandakan bahwa manusia tersebut sudah menyadari makna dari hidunya
sendiri. Dan ketika manusia sudah dapat memilih dan menilai apa yang telah
diaggap baik untuk dirinya dan orang lain, pada masa inilah manusia telah
memiliki kematangan dalam dirinya. Kematangan dalam pertumbuhan inilah
yang disebut dewasa.

Dan dalam masa perkembangan dewasa ini perkembangan manusia itu
dibagi menjadi 3 yaitu masa dewasa awal, masa dewasa tengah, dan yang
terakhir adalah masa dewasa akhir.

5|Pag e

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Perkembangan Dewasa

Istilah dewasa merupakan organisme yang telah matang. Dewasa ialah orang
yang bukan lagi anak-anak dan telah menjadi manusi (pria atau wanita) seutuhnya
(Maulidya & Adelina, 2018) Setelah mengalami masa kanak-kanak dan remaja
yang panjang seorang individu akan mengalami masa dimana ia telah
menyelesaikan pertumbuhannya dan mengharuskan dirinya untuk berkecimpung
dengan masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya. Dibandingkan dengan
masa sebelumnya, masa dewasa ialah waktu yang paling lama dalam rentang
kehidupan

Masa dewasa biasanya dimulai dari usia 18 tahun hingga kira-kira usia 40 tahun
dan biasanya ditandai dengan selesainya pertumbuhan pubertas dan organ
kelamin anak yang telah berkembang dan mampu berproduksi. Pada masa ini,
individu akan mengalami suatu perubahan fisik dan psikologis tertentu
bersamaan dengan masalah-masalah penyesuaian diri dan harapan-harapan
terhadap perubahan tersebut. Dalam masa kedewasaaan dengan berakhirnya masa
remaja awal dan ramaja akhir. Sedangkan ciri utama dari masa remaja adalah:

1. Mampu mengaitkan realitas dunia luar yang sangat objektif dengan
kehidupan jiwanya sendiri

2. Mampu mengendalikan dorongan-dorongan dari dalam, untuk diarahkan
pada tujuan yang berarti.

Kedewasaan itu dapat diartikan sebagai satu pertanggung jawaban penuh
terhadap diri sendiri, bertanggung jawab atas nasib sendiri dan pembentukan diri
sendiri. Dan bertanggung jawab itu dapat diartikan sebagai memahami arti
norma-norma susila dan nilai-nilai etis, dan berusaha hidup sesuai dengan norma-
norma yang berlaku.

Dalam dinamika kedewasaan itu termuat atas :

a. Tugas membuat rencana hidup.
b. Membuat penggarisan tujuan final yang dikaitkan dengan prinsip-prinsip

dan norma-norma etis tertentu.

Sebab itu salah satu ciri kedewasaan ialah dengan konsekuen dan bertanggung
jawab mencapai tujuan yang sudah digariskan sendiri Dan ini dapat dicapai

6|Pag e

dengan usaha kerjanya, membuat proyek-proyek hidup, dan berprestasi.
Kedewasaan dicirikan juga dengan cara konsekuen melakukan identifikasi
terhadap norma-norma susila yang dipilih sendiri (Nurhadi, 2014).

Sehingga demikkian dapat dicapai satu bentuk stabilitas normative dan
pertanggungan jawab susila. Dengan status ini, maka tercapailah satu tingkat
kemandirian yang susila. Dengan mana orang muda mampu melaksanakan
dengan baik tugas-tugas hidup sebagai individu otonom. proses mandiri secara
susila ini disebut sebagai proses individual: yang mana orang berani menentukan
isi dan bentuk dari kehidupannya dengan rasa tanggung jawab, menurut norma-
norma susila tertentu (yang ditentukan sendiri), sampai tuntas. Jadi, ada proses
penentuan-diri secara susila secara konsekuen dan bertanggung jawab.

Adapun perkembangan masa dewasa itu dibagi menjadi 3 yaitu :

1. Dewasa awal
Dewasa awal merupakan masa dewasa atau satu tahap yang dianggap
kritikal selepas masa remaja yang berumuran dua puluhan samapi tiga
puluhan. Dianggap kritikal disebabkan karena pada masa ini manusia
berada pada tahap awal pembentukan karir dan keluarga. Pada masa ini
seseorang akan mengalami masa dilema antara pekerjaannya atau
keluarga. Dan berbagai masalah akan datang terutama dalam karirnya dan
hubungannya dengan keluarga.
Menurut Teori Erikson, tahap dewasa awal yaitu mereka didalam
lingkungan umur dua puluhan samapi tiga puluhan, dan pada tahap ini
manusia mulai dapat menerima dan memikul tanggungjawab yang lebih
berat (Agustina, 2018)

2. Dewasa madya
Masa dewasa madya adalah masa peralihan dewasa yang berawal dari
masa dewasa muda yang berusia 40 samapi 65 tahun. Pada masa dewasa
ini ada aspek-aspek tertentu yang berkembang secara normal dan aspek-
aspek yang lainnya berjalan dengan lamabat bahkan berhenti.
Menurut Lavinson, masa dewasa madya ini berusia 40 sampai 50 tahun.
Masa dewasa madya adalah masa peralihan dari masa dewasa awal. Dan
pada usia 40 tahun tercapailah puncak masa dewasa setelah itu mulailah
peralihan ke masa madya (tengah baya anatar usia 40-45 tahun) (Amseke
et al., 2021). Dan pada masa ini seseorang memiliki tiga macam tugas:
1. Penilaian kembali masa lalu
2. Perubahan struktur kehidupan

7|Pag e

3. Proses individual
3. Dewasa akhir

Masa dewasa lanjut usia merupakan masa dewasa akhir yaitu 60 tahun
keatas. Saat individu memasuki dewasa akhir maka mulai terlihat gejala
penurunan disik dan psikologis, perkembangan intelektual dalam
lambatnya gerakan motorik, serta pencarian makna hidup yang selanjutnya

B. Ciri dan Karakteristik Perkembangan Dewasa

Ciri dan karakteristik perkembangan dewasa

Ciri – ciri perkembangan:

1. Masa pengaturan (mulai menerima tanggung jawab sebagai orang
dewasa),

2. Usia reproduktif (masa produktif memiliki keturunan),
3. Masa bermasalah (muncul masalah-masalah baru seperti pernikahan),
4. Masa ketegangan emosional (pada wilayah baru dgn permasalahan

baru),
5. Masa keterasingan sosial (memasuki dunia kerja dan kehidupan

keluarga),
6. Masa komitmen (menentukan pola hidup dan tanggung jawab baru),
7. Masa ketergantungan (masih tergantung pada pihak lain),
8. Masa perubahan nilai (orang dewasa awal ingin diterima oleh anggota

kelompok orang dewasa),
9. Masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru,
10.Masa kreatif (masa dewasa awal adalah puncak kreatifitas).

Karakteristik perkembangan dewasa:

1. Perkembangan Fisik

Perkembangan fisik yang telah lengkap,pada masa dewasa muda tinggi
badan naik sekitar 2-3 cm, kecuali dengan latihan yang luar biasa. berat
badan juga terus bertambah secara tak beraturan sesuai dengan kebiasaan
hidup.

2. Perkembangan Intelektual

Masa perkembangan dewasa muda (young adulthood) ditandai dengan
keinginan mengaktualisasikan segala ide-pemikiran yang dimatangkan
selama mengikuti pendidikan tinggi (universitas/akademi).

8|Pag e

3. Perkembangan Moral.

Papalia, Olds, dan Feldman (1998; 2001} menyatakan bahwa golongan
dewasa muda berkisar antara 21-40 tahun. Masa ini dianggap sebagai
rentang yang cukup panjang, yaitu dua puluh tahun. Terlepas dari panjang
atau pendek rentang waktu tersebut, golongan dewasa muda yang berusia di
atas 25 tahun, umumnya telah menyelesaikan pendidikannya minimal
setingkat SLTA (SMU-Sekolah Menengah Umum), akademi atau
universitas. Selain itu, sebagian besar dari mereka yang telah menyelesaikan
pendidikan, umumnya telah memasuki dunia pekerjaan guna meraih karier
tertinggi.

4. Perkembangan Motorik

Kemampuan motorik orang dewasa mencapai puncak kekuataannya antara
usia 20 tahun sampai 30 tahun. Kecepatan respon maksimal terdapat antara
usia 20 tahun sampai 25 tahun, setelah itu kemampuan ini sedikit demi
sedikit menurun.

5. Perkembangan Emosi

Perkembangan emosi pada orang dewasa dapat diklasifikasikan menjadi 3
golongan, yaitu perkembangan emosi pada kelompok dewasa dini,
kelompok dewasa madya, dan juga kelompok dewasa lanjut. Perkembangan
emosi pada kelompok dewasa dini sekitar (18-40 tahun) terutama pada
orang-orang yang baru memasuki fase ini (18-25 tahunan) dimana mereka
baru saja beranjak dari masa remaja meraka, tentu saja perkembang emosi
mereka pun masih terbawa dari fase remaja mereka yang dikenal memiliki
emosi yang tidak stabil.

6. Perkembangan Karier

Orang bekerja bukan hanya untuk mendapatkan nafkah, tetapi juga untuk
mengembangkan karier. Dalam pengembangan karier, pemilihan dan
perencanaan karier menjadi hal yang sangat penting, sebab hal ini
menentukan karier seseorang selanjutnya, bahkan menentukan
kehidupannya.

C. Tugas Perkembangan Dewasa
Tugas perkembangan dewasa awal :
a. mendapatkan suatu perkerjaan,
b. memilih seorang teman hidup,
c. belajar hidup bersama dengan suami istri membentuk suatu keluarga,
d. membesarkan anak-anak,

9|Pag e

e. mengelolasebuah rumah tangga,
f. menerima tanggung jawab sebagai warga negara,
g. bergabung dalam suatu kelompok sosial.

Meurut R. J. Havighurs, 1953 ( dalam Hurlock, 1996) Tugas perkembangan
dewasa awal sebagai berikut:

a. memilih teman hidup, pada umumnya, pada masa dewasa awal ini
individu sudah mulai berfikir dan memilih pasangan yang cocok dengan
dirinya, yang dapat mengerti pikiran dan perasaanya, untuk kemudian
dilanjutkan dengan pernikahan.

b. belajar hidup bersama suami istri, masing-masing individu mulai
menyesuaikan baik pendapat, keinginan, dan minat dengan pasangan
hidupnya. Mulai hidup dengan keluarga atau hidup dalam keluarga atau
hidup bekeluarga.

c. mulai hidup dalam keluarga atau hidup bekeluarga, dalam hal ini masing-
masing individu sudah mulai mengabaikan keinginan atau hak-hak
pribadi, yang menjadi kebutuhan atau kepentingan yang utama adalah
keluarga.

d. mengelola rumah tangga, dalam mengelola rumah tangga harus ada
keterusterangan antara suami istri, hal ini untuk menghindari percecokan
dan konflik dalam rumah tangga.

e. mulai bekerja dalam suatu jabatan, seseorang yang sudah memasuki masa
dewasa awal dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, yaitu
dengan jalan bekerja. Dalam pekerjaanya tersebut, individu dituntut untuk
dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

f. memperoleh kelompok sosial yang seirama dengan nilai-nilai atau
pahamnya, setiap individu mempunyai nilai-nilai dan faham yang berbeda
satu sama lain. Pada masa ini seorang individu akan mulai mencari orang-
orang atau kelompok yang mempunyai faham yang sama atau serupa
dengan dirinya.(Putri, 2018)

Tugas-tugas perkembangan dewasa madya :

a. Penyesuaian diri terhadap perubahan fisik
b. Penyesuaian diri terhadap perubahan mental
c. Penyesuaian diri terhadap perubahan minat
d. Penyesuaian diri terhadap perubahan kehidupan sosial
g. Penyesuaian diri terhadap perubahan vokasional atau pekerjaan

10 | P a g e

h. Penyesuaian diri terhadap perubahan pola keluarga
i. Penyesuaian diri terhadap diri sendiri,
j. Penyesuaian diri terhadap kehilangan pasangan
k. Penyesuaian diri terhadap menyongsong masa pensiun
l. Penyesuaian diri terhadap menyongsong masa tua

Tugas Perkembangan pada dewasa akhir :

a. Menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik. Misalnya adanya perubahan
penampilan pada wajah wanita, menggunakan kosmetik untuk menutupi
tanda-tanda penuaan pada wajahnya. Pada bagian tubuh, khususnya pada
kerangka tubuh, mengerasnya tulang sehingga tulang menjadi mengapur
dan mudah retak atau patah

b. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan berkurangnya penghasilan
keluarga

c. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup
d. Menjalin hubungan dengan orang-orang disekitarnya
e. Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan
f. Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes.(Jannah et al., 2021)

D. Batasan Usia Masa Perkembangan Dewasa

Undang-undang Republik Indonesia dalam menetapkan kriteria usia dewasa yang
cakap dalam hokum berbeda-beda. Hal itu dapat dilihat dari beberapa undang-
undang yang mendefinisikan batas usia anak dan dewasa. Batas usia dewasa
menurut beberapa undang-undang:

1. Hukum Perdata

KUHPerdata pasal 330, Yang belum dewasa adalah mereka yang belum
mencapai umur genap dua puluh satu tahun dantidak kawin sebelumnya.Bila
perkawinan dibubarkan sebelum umur mereka genap dua puluh satutahun, maka
mereka tidak kembali berstatus belum dewasa.Mereka yang belum dewasa dan
tidak di bawah kekuasaan orang tua, berada di bawah perwalianatas dasar dan
dengan cara seperti yang diatur dalam Bagian 3, 4, 5 dan 6 dalam bab
ini.Penentuan tentang arti istilah ""belum dewasa" yang dipergunakan dalam
beberapa peraturanundang-undang terhadap penduduk Indonesia.

11 | P a g e

Untuk menghilangkan keraguan-raguan yangdisebabkan oleh adanya Ordonansi
tanggal 21 Desember 1971 dalam S.1917-738, makaOrdonansi ini dicabut
kembali, dan ditentukan sebagai berikut:

1. Bila peraturan-peraturan menggunakan istilah "belum dewasa", maka
sejauh mengenaipenduduk Indonesia, dengan istilah ini dimaksudkan
semua orang yang belum genap 21tahun dan yang sebelumnya tidak pernah
kawin.

2. Bila perkawinan itu dibubarkan sebelum mereka berumur 21 tahun, maka
mereka tidak kembali berstatus belum dewasa.

3. Dalam pengertian perkawinan tidak termasuk perkawinan anak-
anak.Belum dewasa adalah mereka yang belum mencapai umur genap dua
puluh satu tahun, dan lebih dahulu telah kawin(KUHP pasal 330, hal. 55).

2.Kompilasi Hukum Islam

Kompilasi Hukum Islam pasal 9 ayat (1), Batas usia anak yang mampu berdiri
sendiri atau dewasa adalah dua puluh satu tahun, sepanjang anak tersebut tidak
cacat fisik maupun mental atau belum pernah melangsungkan
perkawinan.Artinya dewasa ketika sudah berumur 21 tahun atau sudah kawin,
tidak cacat atau gila, dan dapat bertanggungjawab atas dirinya

E. Perkembangan Bahasa dan Moral Dewasa

Di rentang usia 20 tahun ke atas atau masa dewasa, perkembangan bahasa
ditandai dengan semakin kompetennya manusia dalam menggunakan bahasa
verbal maupun bahasa nonverbal ketika berkomunikasi dengan orang lain,
menunjukkan pemahaman terhadap apa yang disampaikan oleh orang lain, dan
digunakannya perilaku nonverbal.

Sedangkan ditinjau dari perkembangan moral dari piaget seseorang yang telah
mencapai usia dewasa madya sewajarnya telah mencapai tahap “operasinal
formal” dimana seseorang telah mampu berpikir secara abstark termasuk
penalaran mengenai aturan dan moral

Seseorang yang telah mencapai tahap ini menyadari bahwa aturan merupakan
suatu kesepakatan bersama. Dalam perkembangan dari remaja menjadi dewasa
awal kemudian dewasa madya, seseorang dalam tahap pekembangan moralnya
mengalami tahap kondifikasi atau pemantapan peraturan seiring dengan
pertambahan usianya, selain itu orang-orang dewasa madya mampu
mempertimbangkan moral yang menyangkut orang lain namun dia akan

12 | P a g e

menyadari maksudnya sendiri sehingga dia juga dapat menilai suatu masalah
dengan mempertimbangkan situasi yang lebih spesifik, seperti lebih
mempertimbangkan niat dari suatu perilaku.

Sementara bila ditinjau dari teori perkembangan moral Kohlberg, seorang dewasa
madya yaitu 40-60 tahun telah mencapai tahap “pasca konvensional” atau “post
convensional”. Pada tahap post convensional seseorang menganggap bahwa
aturan adalah suatu kontrak sosial yang dapat berubah apabila aturan tersebut
memunculkan suatu ketidak sejahteraan melalui pendapat mayoritas atau
kompromi. Selain itu semakin berkembangnya moral seseorang, keputusan dalam
berperilaku berdasarkan atas prinsip-prisip moral dan kepentingan orang lain.
Keyakinan terhadap moral dan nilai-nilai melekat meskipun sewaktu-waktu
berlawanandengan hukum yang dibuat untuk menetapkan aturan sosial.

Dari kedua teori perkembangan tersebut, keduanya memandang suatu
perkembangan secara bertahap. Sementara itu berdasarkan teori Bioekologi
Bronfenbrenner perkembangan moral seseorang selalu dipengaruhi oleh faktor
lingkunganya seperti keluarga, teman sebaya, media masa, budaya. Sehingga
dalam sekelompok orang usia dewasa madya yang berasal dari budaya yang
berbeda dan daerah yang berbeda dapat terjadi perbedaan dalam perkembangan
moralnya

F. Perkembangan Fisik
1. Masa dewasa awal (Masa Dewasa Dini/ Young Adult)

Ciri-ciri fisik dewasa awal, yaitu:
1. Efisiensi fisik mencapai puncaknya, terutama pada usia 23-27 tahun
2. Kemampuan reproduktif mereka berada di tingkat yang paling tinggi,

pada perempuan menjadi masa kesuburan yang baik
3. Kekuatan tenaga dan motorik mencapai masa puncak
4. Kesehatan fisik berada pada keadaan baik.

2. Masa Dewasa Madya (Middle Adulthood)
Ciri-ciri fisik dewasa tegah, yaitu:
1. Berat badan bertambah, bahu seringkali membentuk bulat, dan terjadi
penggemukan seluruh tubuh yang membuat perut kelihatan menonjol
sehingga seseorang kelihatan lebih pende

13 | P a g e

2. Otot menjadi lembek dan mengendur disekitar dagu, pada lengan dibagian
atas dan perut.

3. Mulai menurunnya kekuatan fisik, fungsi motorik dan sensori
4. Gangguan pada ersendian, tungkai, lengan yang membuat mereka sulit

berjalan dan memegang benda yang jarang terjadi pada usia muda
5. Mulai terjadinya proses menua secara gradual, maksudnya terlihat tanda-

tanda bahwa dirinya mulai tua, seperti tumbuhnya uban di kepala, rambut
pada wajah tumbuh lebih lambat dan kurang subur, adanya kerutan-kerutan
pada bagian wajah, kemampuan fungsi mata berkurang.
6. Rambut pada pria mulai jarang, menipis, dan terjadi kebotakan pada bagian
atas kepala, rambut di hidung, telinga, dan bulu mata menjadi lebih kaku
7. Rambut pada wanita semakin tipis dan rambut di atas bibir dan dagu
bertambah banyak;

Ciri-ciri fisik sindrom Menopause:
1. Sistem reproduksi menurun dan berhenti
2. Penampilan kewanitaan menurun
3. Ketidaknyamanan fisik
4. Berat badan bertambah
5. Penonjolan pada jari
6. Perubahan kepribadi

Ciri-ciri sindrom Climaterium pada pri
1. Rusaknya fungsi organ seksual
2. Nafsu seksual menurun
3. Penampilan kelakian menurun
4. Gelisah akan kepribadian
5. Ketidaknyamanan fisik
6. Menurunnya kekuatan dan daya tahan tubuh.

3. Masa Dewasa Lanjut (Masa Tua/Older Adult)

Ciri-ciri fisik lansia, yaitu:
1. Kekuatan fisik dan motorik sangat kurang, kadang-kadang ada sebagian

fungsi organ tubuhnya tidak dapat dipertahankan lagi
2. Sejumlah neuron dan unit-unit sel dasar dari sistem saraf menghilang
3. Kesehatan rata-rata sangat menurun, sehingga sering sakit-sakitan
4. Perubahan pada gigi, gigi menjadi kuning dan tanggal serta gusi menyusut

dan harus lebih sering diganti sebagian atau seluruhnya dengan gigi palsu

14 | P a g e

5. Biji mata menyusut
6. Mata kelihatan kurang bersinar daripada ketika mereka masih muda, dan

cenderung mengeluarkan kotoran mata yang menumpuk di sudut mata.
7. Perubahan pada kulit wajah, leher, lengan dan tangan menjadi lebih

kering dan keriput. Kulit di bagian bawah mata mengembung seperti
kantung, dan lingkaran hitam di bagian ini menjadi lebih permanen dan
jelas. Warna merah kebiruan sering muncul di sekitar lutut dan di tengah
tengkuk
8. Tulang-tulang menjadi rapuh
9. Tulang belakang menjadi bungkuk.

G. Perkembangan Sosial Emosional

Perkembangan sosial masa dewasa awal adalah puncak dari perkembangan
sosial masa dewasa. Masa dewasa awal adalah masa beralihnya padangan
egosentris menjadi sikap yang empati. Pada masa ini, penentuan relasi sangat

memegang peranan penting. Menurut Havighurst tugas perkembangan dewasa
awal adalah menikah atau membangun suatu keluarga, mengelola rumah tangga,
mendidik atau mengasuh anak, memikul tangung jawab sebagai warga negara,
membuat hubungan dengan suatu kelompok sosial tertentu, dan melakukan suatu
pekerjaan. Dewasa awal merupakan masa permulaan dimana seseorang mulai
menjalin hubungan secara intim dengan lawan jenisnya. (Priyambodo &

Setyawan, 2019)
Social cognition berkembang pada masa remaja. Social Cognition yaitu

kemampuan untuk memahami orang lain. Remaja dapat memhami orang lain
sebagai individu yang unik, baik menyangkut sifat-sifat pribadi, minat nilai-nilai
maupun perasaanya. Pemahaman ini mendorong remaja untuk menjalin

hubungan sosial yang lebih akrab dengan mereka, terutama teman sebaya.
Perkembangan emosi pada masa remaja ini cenderung lebih tinggi dari masa

anak-anak. Hal ini dikarenakan mereka berada di bawah tekanan social dan
menghadapi kondisi yang baru. Sedangkan selama mereka pada masa kanak-
kanak kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan bermasyarakat.

Meskipun ketika pada masa remaja emosianya sama dengan masa kanak-kanak

15 | P a g e

Cuma berbeda pada rangsangan yang membangkitkan emosi dan derajat.Abu
ahmadi dan Munawar Sholeh berpendapat bahwa kematangan emosi anak laki-
laki dan perempuan pada akhir remajanya akan terlihat ketika ia dapat menahan

emosinya di hadapan orang lain melainkan menunggu saat dan tempat yang
paling tepat untuk meluapkan amarahnya dengan cara-cara yang lebih dapat
diterima. Kematangan emosi juga ditampakkan dengan menilai masalah secara
kritis terlebih dahulu daripada yang emosional, bukan sebaliknya. Dengan
demikian remaja dapat mengabaikan banyak rangsangan yang dapat
menimbulkan ledakan emosi, sehingga dapat menstabilkan emosi. (Fatmawaty,

2017)

H. Perkembangan Kognitif

K.Warner Schaie mengemukakan tahapan penggunaan intelektualitas yang
berkembang di dalam konteks sosial, seputar beberapa tujuan yang muncul di
berbagai tahap kehidupan. Tujuan ini dimulai dari perolehan informasi dan
keterampilan yang perlu diketahui ke integrasi praktis dari pengetahuan dan
keterampilan tersebut. Tahap perkembangan kognitif pada orang dewasa menurut
W. K.Schaie tersebut yaitu:

1. Tahap Perolehan (Acquisitive Stage)
Tahap ini adalah fase dimana anak dan remaja mempelajari suatu informasi dan
keterampilan namun sebagian besar melakukan dengan sekedar mendapatkannya
sebagai persiapan untuk keterlibatan di dalam susunan masyarakat. Individu
dewasa awal mendapatkannya melalui jalur pendidikan yang juga menjadi bagian
dari proses perkembangan kognitif remaja. Tugas individu dalam fase ini adalah
untuk mendapatkan keahlian, pengetahuan dan intelektualitas.
2. Tahap Pencapaian (Achieving Stage)
Tahap perkembangan kognitif pada orang dewasa muda yang berarti mereka
menggunakan pengetahuan untuk mendapatkan keahlian dan kemandirian
sebagai tujuan pribadinya. Ini adalah masa pencapaian prestasi individu, dimana
mulai memiliki kemampuan untuk mempraktekkan semua potensi intelektual,
bakat dan minat, pengetahuan dan juga keterampilan yang dimiliki dan diperoleh
pada tahap sebelumnya di dunia karir, membangun keluarga.

16 | P a g e

3. Tahap Tanggung Jawab (Responsible Stage)
Merupakan tahap yang terjadi pada dewasa awal dan dewasa paruh baya ketika
mulai memikirkan tujuan jangka panjang dan masalah – masalah lain yang
berhubungan dengan tanggung jawab mereka terhadap orang lain. Tanggung
jawab tersebut dilakukan secara etika, moral, pekerjaan, sosial dan masyarakat
dan keluarga. Penerapan psikologi kognitif dalam tingkah laku dan karakteristik
perkembangan individu aspek kognitif serta perkembangan emosi usia
dewasa juga perlu Anda ketahui.
4. Tahap Eksekutif (Executive Stage)
Ini adalah masa dimana dewasa paruh baya atau dewasa tengah mulai
menghadapi banyak tingkat hubungan yang kompleks dan mulai bertanggung
jawab terhadap kehidupan sosialnya. Biasanya individu tersebut telah mencapai
puncak karirnya sehingga memiliki pekerjaan yang mapan, termasuk peran dan
tanggung jawab yang lebih besar daripada sebelumnya dalam organisasi yang
telah dirintis sejak masa dewasa muda.

5. Tahap Reorganisasional (Reorganizational Stage)
Tahap dalam perkembangan kognitif pada orang dewasa ini awalnya tidak ada
dalam fase Schaie sebelumnya. Akan tetapi ketika manusia berumur panjang
menuntut adanya klasifikasi yang membagi masa dewasa akhir menjagi tiga
bagian, maka tahap ini diusulkan. Ketika dewasa akhir memasuki masa pensiun
dari pekerjaannya dan mulai mengatur kembali hidup mereka di sekitar aktivitas
yang tidak berkaitan atau berhubungan dengan pekerjaan. Misalnya, mengatur
surat wasiat, merubah pengarahan medis, mengatur keuangan untuk melindungi
aset – asetnya dan lain sebagainya.

6. Tahap Reintegrasi (Reintegrative Stage)
Ini adalah tahap dimana seseorang mencapai usia 70 tahun. Pada usia ini, ada
sedikit kebutuhan untuk mendapatkan pengetahuan atau penggunaan aktif dari
pengetahuan yang didapatkan di tahap – tahap sebelumnya. Merupakan tahap
dimana individu lanjut usia mulai mempersiapkan kematian, melepaskan diri dari
duniawi dan merenungkan pencapaian mereka, mengolah dan memproses semua
pengalaman yang didapatkan selama hidup. Merefleksikan keberhasilan maupun
kegagalan dalam perjalanan hidupnya untuk mencari makna dan arti dari
kehidupannya sendiri. Mereka tidak suka untuk membuang waktu dalam masalah
yang tidak ada hubungannya dengan dirinya.

17 | P a g e

7. Tahap Legasi (Legacy Creating Stage)
Ketika tahap reintegrasi sedang berjalan atau mendekati utuh, orang lanjut usia
kemungkinan akan membuat instruksi untuk orang – orang yang akan
ditinggalkannya mengenai kepemilikan barang – barang, aset, dan sejarah
hidupnya, atau hingga menuliskan cerita hidupnya sebagai warisan bagi orang
tercintanya.

Teori Masa Hidup
Perubahan kognitif pada masa dewasa awal didukung oleh perkembangan korteks
otak besar lebih lanjut, khususnya di bagian orak depan. Menurut teori Masa
Hidup, perkembangan kognitif pada orang dewasa terbagi menjadi tiga sudut
pandang yaitu:

▪ Terjadinya transformasi dalam struktur pemikiran dengan cara berpikir
yang kualitatif dan khas, baru, juga memperluas perkembangan kognitif
dan perubahan yang terjadi di masa kanak – kanak dan remaja.

▪ Usia dewasa merupakan masa untuk mencapai pengetahuan yang lebih
maju dalam satu bidang tertentu, yaitu pencapaian yang memiliki implikasi
atau dampak penting terhadap pengolahan informasi dan kreativitas
individu.

▪ Penelitian tentang sejauh mana kemampuan mental yang beragam akan
dinilai oleh tes kecerdasan akan tetap stabil atau justru mengalami
perubahan selama tahun- tahun di tahap dewasa yang dilalui.

Istilah penuaan kognitif biasanya digunakan untuk merujuk kepada area psikologi
perkembangan yang berfokus kepada bidang yang mempelajari perubahan
kognitif dari masa dewasa muda hingga kepada masa kehidupan yang sangat
lanjut. Diantara proses – proses perkembangan adalah minat yang merefleksikan
fungsi kognitif seperti inteligensi, ingatan dan penalaran. Asumsi yang mendasar
bahwa kognisi digunakan dalam banyak cara untuk mencapai tujuan – tujuan
yang berbeda selama masa kedewasaan,dan kognitif merupakan komponen pusat
dari konsep seseorang untuk diri sendiri di masa lalu, sekarang dan masa depan,
dan penyesuaian individu terhadap tantangan di kehidupan sehari – hari.

18 | P a g e

I. Masalah Perkembangan Dewasa
Masalah yang terjadi pada masa perkembangan dewasa ini salah satu contohnya
yaitu sering terjadi pada mahasiswa, yaitu seperti Keterlambatan perkembangan
belajar mandiri ini ditunjukan pada :

a. Rendahnya motivasi belajar
b. Rendahnya konsep diri
c. Rendahnya etos kerja
d. Rendahnya daya juang mahasiswa

Penyebabnya karena :

a. Terbawa situasi sekolah menengah, dengan situas proses pembelajaran satu
arahdari guru, tidak melatih anak belajar mandiri.

b. Desain proses pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan
mahasiswa

c. Ke-monotonan pendekatan, metode dan teknik belajar yang bisa
mematikanadrenalin belajar mahasiswa

d. Sistem, mekanisme dan prosedur evaluasi yang tidak konsisten pada
standarkompetensi, dan tidak objektif, bida memudarkan semangat belajar
mahasiswa.Misalnya, tanpa kerja keras ada juga mahasiswa yang
mendapat nilai tinggi karenasystem evaluasi yang tidak objektif, sehingga
mematahkan semangat mahasiswa lain.

e. Ketidakpastian lapangan pekerjaan pada jurusan yang diambil.

Selain faktor eksternal ,terdapat juga faktor internal atau faktor dari individu
itu sendiri, seperti kecemasan memperoleh pasangan hidup pada perempuan
dewasa awal sebesar 9,1%. Semakin tinggi obesitas maka semakin tinggi pula
kecemasan memperoleh pasangan hidup pada perempuan dewasa awal yang
berusia 21- 30 tahun. Fenomena yang ada di masyarakat saat ini adalah masih
adanya wanita dewasa yang belum juga memperoleh pasangan hidup,

19 | P a g e

sedangkan memperoleh pasangan hidup merupakan salah satu tugas
perkembangan pada masa dewasa awal. Dan inilah merupaka salah satu
masalah yang terjadi pada perkembangan dewasa

J. Solusi dan Pecegahan Masalah Perkembangan Dewasa
Mendapatkan pekerjaan yang layak

1. Memahami Kriteria Pencarian Kerja yang Kita Inginkan.

Sebelum mencari pekerjaan yang benar-benar kita inginkan, coba pastikan
bahwa kita telah memahami kriteria utama yang kita harapkan dari
pekerjaan kita nanti. Hal ini bertujuan agar kita memiliki jenjang karier
yang jelas dan penghasilan yang tetap. Sehingga, hasil kerja keras kita
terhadap pekerjaan tersebut bisa membawa kita pada penghidupan yang
lebih layak dari sebelumnya.

2. Membuat Daftar Pekerjaan yang Memenuhi Kriteria.

Nah ketika kita sudah tahu apa yang menjadi prioritas utama kita dalam
mencari pekerjaan, sekarang saatnya untuk membuat daftar pekerjaan yang
bisa memenuhi kriteria kita tersebut. Misalnya, untuk mendapatkan
penghidupan yang layak, saya tidak hanya memerlukan sebuah pekerjaan.
Namun, saya perlu memiliki pekerjaan dengan gaji yang tinggi dan jenjang
karier yang jelas. Keduanya menjadi prioritas utama saya dalam mencari
pekerjaan dan demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari
sebelumnya.

3. Membaca Deskripsi Pekerjaan secara Cermat dan Menyeluruh.

Dikarenakan tujuan kita bukan hanya sekedar mendapatkan pekerjaan,
namun juga untuk meraih kehidupan yang lebih layak, maka kita juga harus
cerdas dan cermat dalam memilih pekerjaan yang akan kita lamar.

20 | P a g e

Memilih teman hidup/pasangan

1. Temukan seseorang yang dapat kamu hubungi dengan mudah
Sangat penting untuk memilih seseorang yang bisa melakukan komunikasi
dengan mudah bersamamu. Dengan cara ini, kamu dapat menikmati
melakukan sesuatu dan membicarakannya bersama tanpa merasa bosan.
Mitra potensial akan memilih pasangan yang memiliki minat yang sama
denganmu. Ingatlah bahwa semua minatmu tidak benar-benar harus sama,
tetapi hanya beberapa saja.

2. Pertimbangkan kecerdasan pasangan
Jika kamu adalah orang yang santai dan pasanganmu adalah orang yang
terlalu berprestasi, itu bisa menjadi ancaman dalam pernikahan. Kamu
harus melihat secara langsung bagaimana kalian berdua dapat berpikir dan
memproses sesuatu.

3. Tidak masalah untuk memiliki standar
Saat memilih pasangan hidup, kamu perlu mempertimbangkan standarmu
dan keluargamu. Meskipun tidak apa-apa untuk memilih seseorang yang
mungkin tidak termasuk dalam strata masyarakat yang sama denganmu,
pastikan bahwa dia tidak sepenuhnya melenceng.

4. Harus memiliki rasa hormat satu sama lain
Kamu jelas tidak dapat menghabiskan hidup dengan seseorang yang tidak
menghormatimu atau impian/tujuan atau kepribadianmu. Jadi, pilihlah
seseorang yang akan mengakuimu selama sisa hidupmu.

5. Dapat Dipercaya

21 | P a g e

Di zaman sekarang ini, sangat penting untuk memilih seseorang yang dapat
kamu percayai. Kamu pasti tidak bisa menjalani pernikahan yang bahagia
jika kamu tidak bisa saling percaya atau memiliki keyakinan.

Belajar hidup berumah tangga

1. Belajar bersabar
Sabar, atau kemampuan menahan diri untuk bereaksi ketika diri dalam
keadaan marah atau frustasi ini, sangat penting dalam sebuah hubungan,
apalagi pernikahan. Sabar dibutuhkan dalam menghadapi masalah rumah
tangga, mulai dari yang paling kecil sekali pun. Misalnya, ketika pasangan
mengacak-acak isi lemari yang baru saja kita susun, pasangan yang sibuk
main hp ketika di rumah, atau masih memiliki kebiasaan pulang larut
malam untuk hangout dengan teman-temannya.

2. Menghargai
Ini adalah salah satu kunci dalam hidup yang harmonis. Misalnya, tidak
menegur pasangan di depan orang lain, menghargai kerja keras pasangan,
menghargai keputusan yang dibuat pasangan.

3. Menerima kekurangan pasangan
Manusia tidak ada yang sempurna Maka dari itu, jangan lupa bersyukur
mengenai kelebihan yang dimiliki suami Anda, seperti besarnya rasa
tanggung jawab suami pada Anda, suami yang berpenghasilan baik Anda
atau suami yang rajin beribadah. Namun, kita juga mesti belajar menerima
kekurangan suami, misalnya tidak pintar mengatur keuangan, atau mudah
marah.

Menjadi Orang yang Bertanggung Jawab

22 | P a g e

a. Jagalah kerapian tanpa diminta. Jika peralatan atau sampah bertebaran
setelah Anda bekerja, langsung bersihkan dan rapikan. Jangan berharap
orang lain yang melakukannya.

b. Letakkan barang-barang di tempat yang seharusnya. Jangan menunda
menyimpan barang yang baru digunakan. Anda harus menyimpan sendiri
semua yang keperluan Anda, misalnya sepatu dan kunci motor. Dengan
terbiasa menaruh barang pada tempatnya, Anda tidak perlu mencarinya
saat dibutuhkan.

c. Prioritaskan kepentingan orang lain, bukan kepentingan diri sendiri.
Bertanggung jawab berarti menempatkan kepentingan keluarga, teman,
atau hewan peliharaan di atas kepentingan pribadi. Akan tetapi, ini bukan
berarti mengabaikan diri sendiri. Tundalah kepentingan pribadi jika orang
tercinta membutuhkan Anda saat ini.

23 | P a g e

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah melewati masa kanak-kanak dan remaja, akhirnya individu

memasuki masa dewasa, yakni masa terpanjang setelah masa kanak-kanak
dan masa remaja. Karena pada masa ini dimana seseorang harus melepaskan
ketergantungannya dari orang tua dan mulai belajar mandiri karena ia sudah
mempunyai peran penting untuk dia sendiri dan untuk keluargannya dan
tugas-tugasnya yag baru.

Tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa ini jika tidak
dipotimalkan dengan sangat baik akan menjadi bumerang bagi dirinya
sendiri dimasa yang akan datang. Setiap perkembangan yg terjadi
diantaranya perkemabangan fisik, emosional, kognitif, dan sosial pada masa
ini juga sangatlah berpengaruh bagi tiap individu.

Sebagai seorang individu yang sudah tergolong dewasa, peran dan
tanggung jawab tentu makin bertambah besar. Ia tak lagi harus bertanggung
jawab secara ekonomis, sosiologi, ataupun psikologis pada orang tuanya.
Mereka justru merasa tertantang untuk membuktikan dirinya sebagai
individu yang dewasa yang mandiri. Segala urusan ataupun masalah yang
dialami hidupnya harus ditangani oleh dirinya sendiri tanpa bantuan orang
lain, termasuk orang tuanya. Berbagi pengalaman baik yang berhasil
maupun yang gagal dalam menghadapi suatu masalah akan dapat dijadikan
sebagai pelajaran yang sangat berharga bagi hidupnya guna membentuk
kepribadian yang matang, tangguh, dan juga bertanggung jawab terhadap
masa depannya.
B. SARAN
Saran dari penyusun, jika kita masikh mampu mengerjakan maka
kerjakanlah, janganlah menjadi orang dewasa yang masih melakukan sesuatu
yang seharusnya dilakukan di masa muda, jadilah orang dewasa yang dapat
mengurus dirinya sendiri tanpa menyusahkan orang lain.
Penulis menulis buku ini jauh dari kata sempurna, maka dari itu penulis butuh
kriktikan dan saran dari bapak dosen pembimbing untuk kesempurnaan
kedepannya

24 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA

Jannah, M., Kamsani, S. R., & Ariffin, N. M. (2021). Perkembangan Usia
Dewasa : Tugas Dan Hambatan Pada Korban Konflik Pasca Damai. Jurnal
Pendidikan Anak, 8(2), 115–143.

Putri, A. F. (2018). Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas
Perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling,
3(2), 35. https://doi.org/10.23916/08430011
Agustina, N. (2018). Perkembangan peserta didik. Deepublish.

Amseke, F. V., Wulandari, R. W., Nasution, L. R., Handayani, E. S., Sari, N. R.
S., Kep, M., Ardhana Reswari, M. P., Purnamasari, R., Khaidir, M. A., &
Diarfah, A. D. (2021). TEORI DAN APLIKASI PSIKOLOGI
PERKEMBANGAN. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

Maulidya, F., & Adelina, M. (2018). Periodesasi Perkembangan Dewasa.
Periodesasi Perkembangan Dewasa, 1–10.

Nurhadi, M. (2014). Pendidikan kedewasaan dalam perspektif psikologi islami.
Deepublish.

YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam 8 (1), 75-91, 2018

http://nhuynhuy1994.blogspot.com/2015/01/perkembangan-fisik-masa-
dewasa.html

https://www.universitaspsikologi.com/2018/04/perkembangan-fisik-dan-
kognitif-pada-masa-dewasa-awal.html

https://www.kompasiana.com/asriadila/54f8c906a333112d3c8b4641/perkemba
ngan-manusia-perkembangan-fisik-dan-kognitif-pada-dewasa-awal
Fatmawaty, R. (2017). Memahami Psikologi Remaja. Jurnal Reforma, 2(1), 55–
65. https://doi.org/10.30736/rfma.v6i2.33
Priyambodo, A. B., & Setyawan, H. (2019). Problematika Sosial Mahasiswa di
Universitas Negeri Malang Ditinjau Dari Perspektif Perkembangan Psikososial.
Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Psikologi Sosial 2019, 356–362.
https://id.wikihow.com/Menjadi-Orang-yang-Bertanggung-Jawab?amp=1

25 | P a g e

https://www.ibupedia.com/artikel/keluarga/25-hal-yang-dipelajari-dalam-awal-
rumah-tangga
https://www.studilmu.com/blogs/details/5-cara-mendapatkan-pekerjaan-dan-
penghidupan-yang-layak
https://m.fimela.com/relationship/read/4689865/6-cara-memilih-pasangan-
hidup-yang-tepat-sebelum-menikah

26 | P a g e


Click to View FlipBook Version