The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Widya Indriani, 2024-04-17 15:22:04

PORTOFOLIO

PORTOFOLIO

LAPORAN AKHIR PORTOFOLIO PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2023 Widya Indriani C O M P U T A T I O N A L T H I N K I N G Dosen Pengampu Dra. Rosliana Siregar, M.Pd


i DAFTAR ISI Daftar Isi ............................................................................................................................ i Bab I Pendahuluan ......................................................................................................... 1 A. Latar Belakang.................................................................................................. 1 B. Tujuan Penulisan .............................................................................................. 2 C. Manfaat Penulisan ............................................................................................ 2 Bab II Uraian Kegiatan .................................................................................................. 3 A. Topik 1 (Pemahaman Pendalaman Computational Thinking) ...................... 3 1. Ruang Kolaborasi ........................................................................................... 3 2. Demonstrasi Kontekstual ............................................................................. 13 3. Aksi Nyata.................................................................................................... 14 B. Topik 2 (CT dalam Kurikulum) ...................................................................... 17 1. Eksplorasi Konsep........................................................................................ 17 2. Ruang Kolaborasi ......................................................................................... 22 3. Demonstrasi Kontekstual ............................................................................. 29 4. Koneksi Antar Materi................................................................................... 33 5. Aksi Nyata.................................................................................................... 34 C. Topik 3 (CT dalam Problem Solving) ............................................................. 36 1. Eksplorasi Konsep........................................................................................ 36 2. Ruang Kolaborasi ......................................................................................... 47 3. Demonstrasi Kontekstual ............................................................................. 63 4. Koneksi Antar Materi................................................................................... 78 5. Aksi Nyata.................................................................................................... 80 D. Topik 4 (CT dan Proyek) ................................................................................. 82 1. Eksplorasi Konsep........................................................................................ 82 2. Ruang Kolaborasi ......................................................................................... 84 3. Demonstrasi Kontekstual ............................................................................. 95 4. Aksi Nyata.................................................................................................... 96 E. Topik 5 (CT dalam Mata Pelajaran) ............................................................... 99 1. Eksplorasi Konsep........................................................................................ 99 2. Ruang Kolaborasi ....................................................................................... 101 3. Demonstrasi Kontekstual ........................................................................... 107 4. Koneksi Antar Materi................................................................................. 108 5. Aksi Nyata.................................................................................................. 111 Bab III Penutup........................................................................................................... 113 A. Kesimpulan ....................................................................................................... 113 B. Saran ................................................................................................................. 113


1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam era digital yang terus berkembang, kemampuan untuk berpikir secara komputasional telah menjadi semakin penting. Dalam dunia yang semakin terhubung dengan teknologi, kemampuan untuk memecahkan masalah secara sistematis, menganalisis data, dan mengambil keputusan berdasarkan pada logika dan bukti menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan. Inilah yang menjadi dasar dari Computational Thinking (CT). Computational Thinking adalah pendekatan dalam pemecahan masalah yang melibatkan pemikiran dan keterampilan komputasional. CT bukan hanya terkait dengan pemrograman komputer, tetapi juga melibatkan pemodelan, abstraksi, dan pemecahan masalah secara logis. Dalam CT, masalah kompleks dipecahkan menjadi serangkaian langkah-langkah yang terstruktur dan dapat dijalankan menggunakan komputer atau bahasa pemrograman. Penerapan CT tidak hanya terbatas pada dunia teknologi, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai konteks dan disiplin ilmu. CT dapat membantu dalam pemecahan masalah matematika, sains, ekonomi, seni, dan banyak lagi. Dengan menggunakan pendekatan CT, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah yang relevan dengan dunia digital yang terus berkembang. Selain itu, CT juga membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dalam mata pelajaran lain dengan lebih baik. Dengan menerapkan pemikiran komputasional, siswa dapat melihat hubungan antara konsep-konsep dalam matematika, sains, bahasa, dan mata pelajaran lain dengan dunia nyata dan penggunaan teknologi. Hal ini membantu siswa memperdalam pemahaman mereka dan mengaitkan konsep-konsep tersebut dengan aplikasi praktis. Integrasi CT dalam pendidikan juga dapat meningkatkan keterlibatan siswa. Dengan menggunakan pendekatan yang interaktif dan praktis, siswa dapat terlibat dalam pemecahan masalah yang menarik dan relevan dengan kehidupan mereka. Penerapan CT juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkolaborasi, berkreasi, dan mengembangkan proyek-proyek yang menantang. Dengan memperkuat pemahaman dan penerapan CT dalam pendidikan, kita dapat membantu siswa menjadi individu yang siap menghadapi dunia yang semakin terhubung dengan teknologi dan mengembangkan keterampilan yang relevan dengan masa depan.


2 Berdasarkan pemaparan di atas, Laporan akhir portofolio ini dibuat untuk merestrukturisasi tugas-tugas yang telah dilalui dari Topik 1 sampai dengan Topik 5. mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi selama perkuliahan, dan menyampaikan hal-hal yang belum jelas dan belum dipahami selama proses perkuliahan dalam mata kuliah Computational Thinking. B. Tujuan Penulisan Laporan ini dibuat untuk pemenuhan tugas mata kuliah Computational Thinking. Schagai dokumentasi terhadap berbagai pekerjaan dan tugas yang sudah pernah dilakukan dan dikumpulkan serta sebagai sarana penyusunan pemahaman akhir tentang Computational Thinking yang telah dipahami dan belum dipahami selama perkuliahan berlangsung. C. Manfaat Penulisan Laporan ini dapat digunakan untuk Evaluasi penilaian Bapak/Ibu Dosen poda mata kuliah Computational Thinking tentang sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah ini. Dapat dijadikan bahan Refleksi bagi mahasiswa PPG Prajabatan 2023 mengenai tugas-tugas yang telah dikerjakan pada topik 1 sampai dengan topik 5 untuk meningkatkan kemapuan diri dalam penggunaan CT pada mata kuliah lain dan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengetahui apa saja kendala dan materi apa saja yang belum dipahami selama proses perkuliahan.


BAB II URAIAN KEGIATAN Ruang Klbi


3 Kolaborasi COMPUTATIONAL THINGKING


KELOMPOK 3 • Agustina Aritonang DelaFitria


4 • Dela Fitria • Suryani Sirait • Widya Indriani PPG PRAJABATAN ANGKATAN 2 THN 2023


Computational Thinking (CT) merupakan proses berpikir dalam


5 memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan atau memilih solusi yang efektif, efisien serta optimal untuk menyelesaikan persoalan yang ada.


4 fondasi/tahapan CT, meliputi: • Dekomposisi adalah pembagian persoalan ke dalam beberapa sub-persoalan yang lebih kecil.


6 • Pengenalan pola adalah pengamatan atau analisis terhadap berbagai kesamaan yang ada diantara persoalan-persoalan. • Abstraksi adalah proses eliminasi bagian yang tidak relevan dari suatu persoalan. • Algoritma adalah langkah-langkah terurut untuk menyelesaikan suatu persoalan


1. Memasak nasi 2PerencanaanPemasanganContoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai Dzkomputerdz, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT.


7 2. Perencanaan Pemasangan Lampu 3. Menyuci Pakaian


JAWABAN YANG TEPAT 1. MEMASAK NASI DEKOMPOSISIPENGENALAN ABSTRAKSI ALGORITMA


8 DEKOMPOSISI POLA Terlebih dahulu menyiapkan alat dan bahan seperti beras, air,dll. selanjutnya mengenali proses selanjutnya yakni menyuci beras, memasukkan beras cucian ke dalam panci rice cooker, kemudian menyalakan rice cooker. Memperkirakan berapa banyak beras yang dibutuhkan untuk di makan mencakup keruntutan langkah- langkah dalam memasak nasi (menyiapkan alat dan bahan- menyuci beras-memasukkan beras ke panic-menyalakan rice cooker)


JAWABAN YANG TEPAT 2. Perencanaan Pemasangan Lampu DEKOMPOSISIPENGENALAN ABSTRAKSI ALGORITMA


9 DEKOMPOSISI POLA Memeriksa kondisi daya listrik yagn digunakan di rumah memilah lampu sesuai dengan dayanya memastikan lampu sudah sesuai dengan kondisi ruangan pengecekan ulang terhadap pemasangan lampu sesuai dengan langkahnya


JAWABAN YANG TEPAT 3. Mencuci pakaian DEKOMPOSISIPENGENALAN ABSTRAKSI ALGORITMA


10 DEKOMPOSISI POLA mengumpulkan pakaian kotor, menyiapkan ember serta detergen Merendam pakaian di dalam ember dengan detergen, mencucinya lalu membilas pakaian memastikan seluruh pakaian sudah bersih lalu menjemurnya setelah mengetahui langkah di atas mulai dari mengumpulkan pakaian, meren


JAWABAN YANG TIDAK TEPAT 3. Mencuci pakaian DEKOMPOSISI


11 DEKOMPOSISI seharusnya terdapat langkah memilah pakaian antara yang berwarna dengan yang putih untuk mencegah terjadinya luntur warna pada pakaian saat direndam.


Terima kasih teman-temaN, b


12 senang bertemu kalian …


13 Nama/No. Kelompok: 3 No. Induk / Nama Mahasiswa: 1. Agustina Aritonang 2. Dela Fitria 3. Suryani Sirait 4. Widya Indriani Feedback/pertanyaan: Tanggapan/solusi: Lengkapi mengenai apa itu CT? Mengapa CT penting? Kami akan merevisinya Tambahkan contoh penerapan CT yg berhubungan ke matematika Kami akan merevisinya


14 Nama : Widya Indriani Kelas : B 1. Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini? Jawab: saya berharap bahwa mengikuti mata kuliah CT akan memberi saya manfaat berikut: 1. Peningkatan Keterampilan Berpikir Komputasional, Saya berharap bahwa mata kuliah CT akan membantu saya mengembangkan keterampilan berpikir komputasional, seperti pemecahan masalah, pemodelan, abstraksi, algoritma, automatisasi, dan analisis data. Keterampilan ini akan bermanfaat tidak hanya dalam konteks komputer dan teknologi, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan dan karier. 2. Pemahaman yang Lebih Mendalam tentang Teknologi, Saya berharap bahwa mata kuliah CT akan memberi saya pemahaman yang lebih mendalam tentang teknologi dan bagaimana teknologi mempengaruhi dunia kita. Saya akan belajar tentang konsepkonsep dasar dalam komputasi dan bagaimana teknologi digunakan dalam berbagai bidang. 3. Kemampuan untuk Mengatasi Masalah yang Kompleks, Saya berharap bahwa mata kuliah CT akan membantu saya mengembangkan kemampuan untuk mengatasi masalah yang kompleks dengan pendekatan yang sistematis dan terstruktur. saya akan belajar bagaimana memecahkan masalah secara efektif dengan menggunakan konsepkonsep CT. 4. Kesiapan untuk Menghadapi Tantangan di Era Digital, Saya berharap bahwa mata kuliah CT akan membantu saya menjadi lebih siap menghadapi tantangan di era digital yang terus berkembang. Saya akan memperoleh keterampilan yang relevan dengan dunia kerja saat ini dan masa depan, yang membutuhkan pemahaman tentang komputasi dan berpikir komputasional. 5. Kemampuan untuk Berkolaborasi dalam Tim, Saya berharap bahwa mata kuliah CT akan memberi saya kesempatan untuk berkolaborasi dengan orang lain dalam menyelesaikan proyek atau tugas. Saya akan belajar bagaimana bekerja dalam tim, berbagi ide, dan memecahkan masalah bersama-sama. 6. Peningkatan Kreativitas dan Inovasi, Saya berharap bahwa mata kuliah CT akan merangsang kreativitas dan inovasi dalam pemikiran dan pendekatan Saya. Saya akan belajar bagaimana menghasilkan solusi yang unik dan out-of-the-box untuk masalah yang dihadapi.


15 2. Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT? Jawab: Beberapa pemahaman baru yang saya dapatkan setelah mempelajari CT: 1. Pemahaman tentang Konsep Dasar Komputasi, Memahami konsep dasar komputasi, termasuk dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. 2. Kemampuan untuk Memecahkan Masalah secara Sistematis, Mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalah secara sistematis dengan menggunakan pendekatan berpikir komputasional. Ini melibatkan mengidentifikasi masalah, merancang strategi pemecahan masalah, dan mengimplementasikan solusi yang efektif. 3. Pemahaman tentang Penggunaan Teknologi, Memahami bagaimana teknologi digunakan dalam berbagai bidang dan memahami implikasi serta dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. 4. Kemampuan untuk Merancang dan Membangun Solusi Komputasional, Mampu merancang dan membangun solusi komputasional untuk masalah yang kompleks. Ini melibatkan pemahaman tentang pemrograman, penggunaan alat dan teknologi komputasi, serta kemampuan untuk mengintegrasikan konsep-konsep CT dalam solusi yang dirancang. 5. Pemahaman tentang Kolaborasi dan Komunikasi, Memahami pentingnya kolaborasi dan komunikasi dalam konteks komputasi. Ini melibatkan kemampuan untuk bekerja dalam tim, berbagi ide, dan berkomunikasi dengan jelas dan efektif. 3. Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda? Jawab: Pendapat saya mengenai keberadaan Computational Thinking (CT) dalam kehidupan saya sangat membantu saya memecahkan masalah, dan berinteraksi dengan pengguna secara efektif. Keberadaan CT dalam kehidupan saya sangat penting untuk membantu saya dalam memecahkan masalah secara sistematis, penggunaan teknologi, merancang dan membangun solusi komputational, berkolaborasi, dan keterampilan yang relevan dalam dunia kerja. 4. Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT? Jawab: Perasaan saya setelah mempelajari CT, saya senang karena dapat informasi dan bantuan yang relevan terkait dengan CT. Saya berharap bahwa dengan mempelajari CT, saya dapat


16 mengembangkan keterampilan berpikir komputasional, pemecahan masalah, dan analisis data yang bermanfaat dalam kehidupan mereka. 5. Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya? Jawab: Selama mengikuti mata kuliah ini, saya tidak ada kendala apapun dalam pelaksaan mata kuliah ini, jikapun ada yang saya kurang paham, saya langsung bertanya kepada dosen ataupun berdiskusi dengan teman sekelas saya.


17 Nama/NIM anggota 1: Nama/NIM anggota 2: Nama/NIM anggota 3: 1. Agustina Aritonang 2. Dela Fitria 3. Suryani Sirait 4. Widya Indriani Fase (A/B/C/D/E/F) FASE D,E,F CP Pada akhir fase D, peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan data diskrit bervolume kecil serta mendisposisikan berpikir komputasional dalam bidang lain terutama dalam literasi, numerasi, dan literasi sains (computationally literate). Pada akhir fase E, peserta didik mampu menerapkan strategi algoritmik standar pada kehidupan sehari-hari maupun implementasinya dalam sistem komputer, untuk menghasilkan beberapa solusi persoalan dengan data diskrit bervolume besar. Pada akhir fase F, peserta didik mampu menganalisis beberapa strategi algoritmik secara kritis dalam menghasilkan banyak alternatif solusi untuk satu persoalan dengan memberikan justifikasi efisiensi, kelebihan, dan keterbatasan dari semua alternatif solusi, kemudian memilih dan menerapkan solusi terbaik, paling efisien, dan optimal dengan merancang struktur data yang lebih kompleks dan abstrak. Istilah dan makna dari kata-kata yang sudah disepakati oleh kelompok: Fase D 1. Data diskrit 2. Mendisposisikan 3. Literasi Sains Fase E 1. Strategi Algoritmik 2. Data diskrit Fase F 1. Justifikasi 2. Kompleks 3. Abstrak


18 Kata-kata yang dipahami sebagai makna yang berbeda oleh anggota kelompok. Diskusikan lebih lanjut tentang perbedaan makna tersebut! Diskusikan juga dengan konsep pada saat eksplorasi konsep! FASE D 1. Data diskrit => salah satu jenis data kuantitatif (sering disebut data nominal), yakni data yang diperoleh dari hasil menghitung atau membilang (Sugiyono, 2003) 2. Mendisposisikan => dalam KBBI adalah mengatur, menyusun dan menempatkan. 3. Literasi Sains => menurut PISA (Programme for International Student), merupakan kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi pertanyaan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat solusi berkenan dengan alam dan perubahan yang dilakukn terhadap alam melalui aktivitas manusia. FASE E 1. Strategi Algoritmik, merupakan proses yang terdiri dari serangkaian operasi-operasi elementer yang terbentuk secara seragam dan regular dibawah kondisi yang didefinisikan untuk memecahkan berbasai masalah (Landa, dalam Candiasa). 2. Data Diskrit => salah satu jenis data kuantitatif (sering disebut data nominal), yakni data yang diperoleh dari hasil menghitung atau membilang (Sugiyono, 2003) FASE F 1. Justifikasi => menurut Sonny Kerafa dan Mikael Dua, merupakan pembuktian atau suatu proses untuk menyodorkan fakta yang mendukung suatu hipotesis atau proposisi. 2. Kompleks => menurut Wikipedia, merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah bagian, khususnya yang memiliki bagian yang saling berhubungan dan saling tergantung. 3. Abstrak => menurut KBBI, abstrak berarti tidak berwujud, tidak berupa, dan tidak dapat diraba, tidak dapat dilihat atau tidak dapat dirasa indra, tetapi hanya ada dalam pikiran, maya. Tuliskan pemaknaan mengenai CP yang dibahas di kelompok, sesuai pemahaman bersama seluruh anggota kelompok! Pada akhir fase D, peserta didik mampu menerapkan berpikir secara terstruktur untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan data kuantitatif bervolume kecil serta


19 menempatkan berpikir secara terstruktur dalam bidang lain terutama dalam literasi, numerasi, dan pengetahuan sains. Pada akhir fase E, peserta didik mampu menerapkan rangkaian operasi elementer standar pada kehidupan sehari-hari maupun implementasinya dalam sistem komputer, untuk menghasilkan beberapa solusi persoalan dengan data kuantitatif bervolume besar. Pada akhir fase F, peserta didik mampu menganalisis beberapa rangkaian operasi elementer secara kritis dalam menghasilkan banyak alternatif solusi untuk satu persoalan dengan memberikan pembuktian efisiensi, kelebihan, dan keterbatasan dari semua alternatif solusi, kemudian memilih dan menerapkan solusi terbaik, paling efisien, dan optimal dengan merancang struktur data yang lebih khusus dan tidak berwujud.menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan data yang diperoleh dari hasil


20 Nama : Widya Indriani Kelas : B 1. Bagi calon guru kelas I sampai VI. Ceritakan dengan kata-kata Anda sendiri terkait peningkatan capaian yang ada pada fase A sampai C. Apakah Anda dapat melihat peningkatan capaian dari fase A-C? Jelaskan jawaban Anda! Jawab: Menurut pandangan saya terkait peningkatan capaian dari fase A sampai C bagi calon guru kelas I sampai VI ialah: Pada fase A, calon guru biasanya akan memulai perjalanan mereka dalam mengajar dengan memahami dasar-dasar pendidikan dan metodologi pengajaran yang sesuai untuk kelas I sampai VI. Mereka akan belajar tentang strategi pengajaran yang efektif, interaksi dengan siswa, dan bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan positif. Pada tahap ini, capaian mungkin lebih berfokus pada pemahaman konsep dan pengetahuan teoritis. Pada fase B, calon guru akan mulai menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka pelajari dalam pengajaran sebenarnya. Mereka akan mendapatkan pengalaman praktis dalam mengajar kelas I sampai VI, mengelola kelas, dan menyampaikan materi pelajaran dengan cara yang efektif. Pada tahap ini, capaian mungkin melibatkan kemampuan untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, serta mengidentifikasi dan mengatasi tantangan yang muncul. Pada fase C, calon guru akan mengalami peningkatan lebih lanjut dalam capaian mereka. Dengan pengalaman dan refleksi yang terus meningkat, mereka akan menjadi lebih terampil dalam mengajar kelas I sampai VI. Mereka akan dapat menyesuaikan pengajaran mereka dengan baik, memahami kebutuhan individual siswa, dan memberikan bimbingan yang efektif. Pada tahap ini, capaian mungkin mencakup kemampuan untuk mengembangkan kurikulum yang relevan, mengevaluasi pembelajaran siswa, dan berkolaborasi dengan rekan kerja dalam meningkatkan praktik pengajaran. Secara keseluruhan, calon guru kelas I sampai VI dapat mengalami peningkatan capaian dari fase A sampai C. Dengan kombinasi pengetahuan teoritis, pengalaman praktis, dan refleksi yang terus meningkat, mereka dapat menjadi guru yang lebih terampil, sensitif terhadap kebutuhan siswa, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan inklusif.


21 2. Bagi calon guru kelas VII-XII. Bacalah kembali dengan seksama CP pada fase yang akan Anda ampu. Apakah ada istilah-istilah atau kata-kata yang belum Anda pahami pada CP tersebut? Tuliskan kata-kata yang belum Anda pahami pada kotak berikut. Anda juga boleh menuliskan istilah-istilah yang menurut Anda menarik untuk dipelajari lebih lanjut. Jawab: Kata-kata yang belum saya pahami ialah: FASE D 1. Data diskrit => salah satu jenis data kuantitatif (sering disebut data nominal), yakni data yang diperoleh dari hasil menghitung atau membilang (Sugiyono, 2003) 2. Mendisposisikan => dalam KBBI adalah mengatur, menyusun dan menempatkan. 3. Literasi Sains => menurut PISA (Programme for International Student), merupakan kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi pertanyaan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat solusi berkenan dengan alam dan perubahan yang dilakukn terhadap alam melalui aktivitas manusia. FASE E 1. Strategi Algoritmik, merupakan proses yang terdiri dari serangkaian operasi-operasi elementer yang terbentuk secara seragam dan regular dibawah kondisi yang didefinisikan untuk memecahkan berbasai masalah (Landa, dalam Candiasa). 2. Data Diskrit => salah satu jenis data kuantitatif (sering disebut data nominal), yakni data yang diperoleh dari hasil menghitung atau membilang (Sugiyono, 2003) FASE F 1. Justifikasi => menurut Sonny Kerafa dan Mikael Dua, merupakan pembuktian atau suatu proses untuk menyodorkan fakta yang mendukung suatu hipotesis atau proposisi. 2. Kompleks => menurut Wikipedia, merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah bagian, khususnya yang memiliki bagian yang saling berhubungan dan saling tergantung. 3. Abstrak => menurut KBBI, abstrak berarti tidak berwujud, tidak berupa, dan tidak dapat diraba, tidak dapat dilihat atau tidak dapat dirasa indra, tetapi hanya ada dalam pikiran, maya.


22


23


24


25


26


27


28


29 Nama/NPM: Widya Indriani/71230591482 Fase Istilah yang baru diketahui maknanya Makna dari istilah FASE D 1. Data diskrit 2. Mendisposisikan 3. Literasi Sains 4. Literasi Finansial 1. Data diskrit => salah satu jenis data kuantitatif (sering disebut data nominal), yakni data yang diperoleh dari hasil menghitung atau membilang (Sugiyono, 2003) 2. Mendisposisikan => dalam KBBI adalah mengatur, menyusun dan menempatkan. 3. Literasi Sains => menurut PISA (Programme for International Student), merupakan kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi pertanyaan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat solusi berkenan dengan alam dan perubahan yang dilakukn terhadap alam melalui aktivitas manusia. 4. Literasi Finansial => pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep, risiko, dan keterampilan konteks finansial. FASE E 1. Strategi Algoritmik 2. Data diskrit 3. Proposioal 4. Menginterpretasi 5. Investigasi 1. Strategi Algoritmik, merupakan proses yang terdiri dari serangkaian operasi-operasi elementer yang terbentuk secara seragam dan regular dibawah kondisi yang didefinisikan untuk memecahkan berbasai masalah (Landa, dalam Candiasa). 2. Data Diskrit => salah satu jenis data kuantitatif (sering disebut data nominal), yakni data yang diperoleh dari hasil menghitung atau membilang (Sugiyono, 2003) 3. Proposional => hubungan atau perbandingan antara dua atau lebih hal, yang memiliki keseimbangan atau kesesuaian yang tepat. 4. Menginterpretasika => menerjemahkan suatu informasi dari bentuk selain tulisan menjadi tulisan atau dijadikan informasi secara lisan.


30 FASE F 1. Justifikasi 2. Kompleks 3. Abstrak 5. Investigasi => Penyelidikan dengan melakukan peninjauan atau percobaan 1. Justifikasi => menurut Sonny Kerafa dan Mikael Dua, merupakan pembuktian atau suatu proses untuk menyodorkan fakta yang mendukung suatu hipotesis atau proposisi. 2. Kompleks => menurut Wikipedia, merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah bagian, khususnya yang memiliki bagian yang saling berhubungan dan saling tergantung. 3. Abstrak => menurut KBBI, abstrak berarti tidak berwujud, tidak berupa, dan tidak dapat diraba, tidak dapat dilihat atau tidak dapat dirasa indra, tetapi hanya ada dalam pikiran, maya. Tuliskan pemahaman yang Anda dapat dari presentasi rekan Anda mengenai CP CT pada fase yang berbeda dari fase yang Anda kerjakan dalam kelompok! Fase Pemaknaan CP FASE D Kelompok 1 Pada akhir fase D, peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan data diskrit bervolume kecil serta mendisposisikan berpikir komputasional dalam bidang lain terutama dalam literasi, numerasi, dan literasi sains (computationally literate). Kelompok 3 Pada akhir fase D, peserta didik mampu menerapkan berpikir secara terstruktur untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan data kuantitatif bervolume kecil serta Kelompok 4 Penerapan CT pada fase D yaitu diharapkan nantinya peserta didik mampu mencapai kompetensi pembelajaran dalam berpikir untuk menghasilkan solusi dari permasalahan yang terkait data kuantitatif berupa bilangan bulat dalam skala atau volume yang kecil serta menyusun cara berpikir secara komputasional dalam bidang lain terutama dalarn literasi bahasa, numerasi, dan pemahaman tentang konsep-konsep ilmiah Kelompok 5 Pada fase ini, peserta didik mampu menerapkan pemikiran yang logis dan sitematis (pemikiran komputasional) untuk menghasilkan beberapa ide kritis sebagai penyelesaian permasalahan yang memuat data berupa


31 FASE E angka yang bernilai kecil serta dapat menerapkan pemikiran komputasional dalam bidang lain terutama literasi, numerasi, dan literasi sains. Pemaknaan mengenai CP tersebut adalah pada akhir fase D selama 3 tahun di SMP peserta didik diharapkan mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan mendekomposisikan data- data serta memiliki kecenderungan dalam bersikap, bertindak, dan berperilaku positif sebagai upaya mengidentifikasi sifat dari pola pikir atau masalah secara komputasional dan mampu memanfaatkan teknologi secara tepat dan bijak sebagai objek kajian dan alat bantu. Kelompok 6 Fase D yaitu peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan data dapat dihitung yang bervolume kecil serta menerapkan berpikir komputasional dalam bidang lain terutama dalam bidang literasi, peserta didik mampu menerapkan kemampuan berpikir membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah. Dalam literasi numerasi, peserta didik mampu menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari. Serta dalam literasi sains, peserta didik mampu membuat kepuasan secara ilmiah, dan dapat menumbuhkan pemikiran yang kritis. Kelompok 2 Peserta didik diminta untuk dapat menjelaskan kesesuaian yang tepat antara bangun datar dan bangun ruang terhadap ukuran panjang, besar sudut, luas, dan/ atau volume. Peserta didik diharapkan mampu memperlihatkan atau mengkomunikasikan serta menyimpulkan data dalam bentuk jangkauan kuartil dan interquartil. peserta didik diharapkan dapat meninjau lebih lanjut apakah ada atau tidak perubahan pengukuran pusat yang diakibatkan oleh perubahan data Kelompok 3 Pada akhir fase E, peserta didik mampu menerapkan rangkaian operasi elementer standar pada kehidupan sehari-hari maupun implementasinya dalam sistem komputer, untuk menghasilkan beberapa solusi persoalan dengan data kuantitatif bervolume besar. Kelompok 6 Fase E yaitu peserta didik dapat mengembangkan keterampilan yang penting dalam merancang, mengoptimalkan, dan menerapkan strategi algoritmik yang efektif di dalam kehidupan sehari- hari, untuk


32 menyelesaikan masalah dengan data diskrit yang kompleks, mengimplementasiikan data sistem komputer maupun menyelesaikan masalah dengan metode kuantitatif atau berupa data angka. Serta peserta didik dapat mengoptimalkan proses ini, menghemat waktu dan sumber daya, serta membuat keputusan berdasarkan data yang akuratdan relevan. Kemampuan tersebut tidak hanya berguna dalam konteks akademik, namun juga di dunia nyatadi berbagai sektor pekerjaan dan industri. FASE F Kelompok 3 Pada akhir fase F, peserta didik mampu menganalisis beberapa rangkaian operasi elementer secara kritis dalam menghasilkan banyak alternatif solusi untuk satu persoalan dengan memberikan pembuktian efisiensi, kelebihan, dan keterbatasan dari semua alternatif solusi, kemudian memilih dan menerapkan solusi terbaik, paling efisien, dan optimal dengan merancang struktur data yang lebih khusus dan tidak berwujud.menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan data yang diperoleh dari hasil. Kelompok 6 Fase F yaitu peserta didik mampu menganalisis beberapa strategi yang bersifat logis secara kritis dalam menghasilkan banyak alternatif solusi untuk satu persoalan dan menganalis dasar solusi yang terbaik dari beberapa alternative solusi yang ditemukan.


33 Nama : Widya Indriani Kelas : B Tuliskan kaitan antara CP mata pelajaran yang Anda ampu dengan CP CT untuk fase yang akan Anda ampu! Jawab: Capaian pelajaran (CP) dalam mata pelajaran matematika dan CP dalam Computational Thinking (CT) memiliki kaitan erat dalam fase yang akan saya ampu. Pertama, CP mata pelajaran matematika melibatkan pemahaman dan penerapan konsep matematika. Siswa akan belajar tentang berbagai topik matematika seperti aljabar, geometri, statistik, dan lainnya. Mereka akan mempelajari cara menggunakan rumus, menghitung, menganalisis data, dan memecahkan masalah matematika. Pada saat yang sama, CP CT melibatkan pengembangan keterampilan berpikir komputasional yang meliputi pemecahan masalah, analisis data, pemodelan, dan pemrograman. Kaitan antara CP mata pelajaran matematika dan CP CT terletak pada penerapan konsep matematika dalam pemecahan masalah komputasional. Dalam CT, siswa akan menggunakan logika dan algoritma untuk merancang solusi yang efisien untuk masalah yang kompleks. Mereka akan menggunakan konsep matematika seperti perhitungan, pemodelan matematika, dan analisis data untuk mengembangkan solusi yang tepat. Dengan demikian, pemahaman konsep matematika yang kuat akan menjadi dasar yang penting dalam pengembangan keterampilan CT. Dalam fase yang akan saya ampu, CP mata pelajaran matematika akan menjadi landasan untuk mengukur pemahaman siswa tentang konsep matematika. Sementara itu, CP CT akan digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menerapkan konsep matematika dalam pemecahan masalah komputasional. Dengan menggabungkan kedua capaian pelajaran ini, siswa akan diajak untuk mengembangkan pemahaman matematika yang lebih mendalam dan keterampilan berpikir komputasional yang kuat. Dengan demikian, kaitan antara CP mata pelajaran matematika dan CP CT dalam fase yang akan saya ampu adalah penggunaan konsep matematika sebagai dasar dalam pengembangan keterampilan berpikir komputasional. Melalui integrasi kedua capaian pelajaran ini, siswa akan dapat mengembangkan pemahaman yang lebih holistik dan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan di era digital.


34 Nama : Widya Indriani Kelas : B 1. Bagaimana perasaan Anda saat menelaah lebih lanjut mengenai CP CT dalam pertemuan kuliah ini? Jawab: Saya merasa sangat antusias dan tertarik saat menelaah lebih lanjut mengenai CP CT dalam pertemuan kuliah ini. Sebagai seorang pembelajar yang selalu ingin mengembangkan pengetahuan dan keterampilan baru, topik ini menarik perhatian saya karena melibatkan pengembangan keterampilan berpikir komputasional yang sangat relevan dalam dunia digital saat ini. Saya merasa senang memiliki kesempatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang CP CT karena ini akan membantu saya memahami bagaimana menerapkan konsep matematika dalam pemecahan masalah komputasional. Saya percaya bahwa keterampilan berpikir komputasional sangat penting dalam berbagai bidang, termasuk ilmu komputer, teknologi informasi, dan bahkan dalam kehidupan seharihari. 2. Tuliskan pengetahuan-pengetahuan baru yang Anda dapatkan dari pertemuan ini Jawab: Dari pertemuan ini, saya telah memperoleh beberapa pengetahuan baru tentang CP CT. Berikut adalah beberapa di antaranya: 1. Pengertian CP CT, Saya mempelajari bahwa CP CT merupakan capaian pelajaran yang berkaitan dengan pengembangan keterampilan berpikir komputasional. Ini melibatkan pemecahan masalah, analisis data, pemodelan, dan pemrograman komputer. 2. Keterkaitan antara CP CT dan matematika, Saya memahami bahwa CP CT melibatkan penerapan konsep matematika dalam pemecahan masalah komputasional. Konsep matematika seperti perhitungan, pemodelan matematika, dan analisis data digunakan dalam mengembangkan solusi yang efisien. 3. Pentingnya keterampilan berpikir komputasional, Saya menyadari betapa pentingnya keterampilan berpikir komputasional dalam era digital saat ini. Keterampilan ini tidak hanya relevan dalam bidang ilmu komputer dan teknologi informasi, tetapi juga dalam berbagai bidang lainnya.


35 4. Pengembangan keterampilan berpikir komputasional, Saya mempelajari beberapa metode dan pendekatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan berpikir komputasional, seperti menggunakan algoritma, logika, dan pemrograman. 5. Integrasi CP CT dalam pendidikan: Saya belajar tentang pentingnya mengintegrasikan CP CT dalam kurikulum pendidikan untuk membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dalam menghadapi tantangan di dunia digital. Pengetahuan-pengetahuan ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang CP CT dan pentingnya keterampilan berpikir komputasional. Saya berharap dapat terus mengembangkan pengetahuan ini dan menerapkannya dalam konteks pendidikan dan kehidupan sehari-hari.


36 Nama/NIM: Widya Indriani/71230591482 Literasi Membaca Mengapa literasi membaca dibutuhkan oleh siswa? Literasi membaca sangat penting bagi siswa karena beberapa alasan: 1. Pemahaman, Membaca adalah kunci untuk memahami berbagai materi pelajaran. Semakin baik kemampuan membaca siswa, semakin baik mereka memahami informasi yang mereka terima. 2. Komunikasi, Literasi membaca juga membantu siswa dalam berkomunikasi. Mereka yang mampu membaca dengan baik cenderung memiliki kosakata yang lebih luas dan lebih mampu mengekspresikan diri mereka dengan jelas. 3. Keterampilan Berpikir Kritis, Membaca juga membantu mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Saat membaca, siswa dituntut untuk menganalisis dan mengevaluasi informasi yang mereka baca. 4. Sukses Akademik, Kemampuan membaca yang baik seringkali berhubungan langsung dengan sukses akademik. Siswa yang mampu membaca dan memahami materi dengan baik cenderung mendapatkan nilai yang lebih baik. 5. Persiapan untuk Masa Depan, Dalam dunia kerja, kemampuan membaca yang baik sangat penting. Baik itu membaca email, laporan, atau dokumen lainnya, literasi membaca adalah keterampilan yang sangat dibutuhkan. Jadi, literasi membaca adalah keterampilan dasar yang penting bagi siswa. Mereka harus diberikan bantuan dan bimbingan untuk mengembangkan keterampilan ini sejak usia dini. Pengertian dari literasi membaca pada tahun 2018 adalah kemampuan untuk mengerti, menggunakan, merefleksikan teks untuk suatu tujuan. Literasi membaca juga mencakup siswa memiliki motivasi untuk mempelajari dan mengerti lebih dalam suatu teks. Apa makna dari masing-masing istilah berikut ini dalam konteks literasi membaca? 1. Mengerti teks: Mengerti teks berarti mampu memahami dan menafsirkan informasi atau pesan yang disampaikan oleh teks yang dibaca pada kegiatan literasi membaca. 2. Menggunakan teks: Menggunakan teks berarti menerapkan informasi atau pengetahuan yang diperoleh dari teks terrsebut ke dalam konteks atau situasi yang relevan. 3. Merefleksikan teks: Merefleksikan teks berarti memikirkan kembali apa yang telah dibaca dan bagaimana informasi atau ide-ide tersebut berhubungan dengan pengetahuan, pengalaman, atau pemahaman sebelumnya. 4. Memiliki motivasi untuk mempelajari dan mengerti lebih dalam suatu teks: Memiliki motivasi untuk mempelajari dan mengerti lebih dalam suatu teks berarti memiliki dorongan atau keinginan yang kuat untuk benar-benar memahami dan mengeksplorasi isi dari teks tersebut.


37 Jenis teks yang digunakan pada tes PISA 2018 untuk literasi membaca yaitu, teks narasi, teks eksposisi, teks deskripsi, teks argumentasi, teks instruksi, teks transaksi dan multi teks dengan berbasis komputer. Apa saja jenis teks yang digunakan pada tes PISA untuk literasi membaca? Terdapat 6 level progress pada reading literacy. Tuliskan apa yang seharusnya siswa dapat lakukan jika ada atau melewati level tersebut! Level 1b diberikan sebagai contoh. Level Apa yang dapat dilakukan siswa 1b Siswa dapat menemukan sebuah informasi yang mudah didapat dari sebuah teks sederhana. Informasi yang dicari biasanya sering diulang di dalam teks. Informasi yang dicari juga bisa dinyatakan dalam gambar dan grafik sehingga memudahkan siswa menemukan informasi tersebut. Pembaca di Level 1b dapat menempatkan satu bagian informasi yang dinyatakan secara eksplisit di posisi yang strategis dalam teks pendek yang sederhana secara sintaksis dengan konteks dan jenis teks yang sudah dikenal, seperti narasi atau daftar sederhana. Teks dalam tugas pada Level 1b biasanya memberikan dukungan kepada pembaca, seperti pengulangan informasi, gambar, atau simbol yang sudah dikenal. Ada informasi bersaing minimal. Pembaca Level 1b dapat menginterpretasikan teks dengan membuat hubungan sederhana antara potongan informasi yang berdekatan 1a Siswa dapat menentukan letak informasi eksplisit dalam teks, seperti mengetahui topik utamanya, tujuan penulis membuat teks tersebut, atau membuat keterkaitan sederhana antara teks tersebut dengan kehidupan sehari-hari. Siswa secara eksplisit diarahkan untuk memikirkan faktor-faktor yang relevan antara tugasnya dan teks yang diberikan. 2 Siswa dapat menentukan letak informasi yang tersirat (informasi yang perlu disimpulkan dan memenuhi syarat tertentu). Siswa dapat menentukan gagasan utama dari teks, memahami keterkaitan atau menafsirkan arti teks ketika informasi dituliskan secara tersirat dan siswa perlu membuat kesimpulan. Pada level ini, siswa dapat menentukan perbandingan dan keterkaitan antara teks dengan pengetahuan di luar teks tersebut. 3 Siswa dapat menemukan, dan dalam beberapa kasus mengenali hubungan antara beberapa potongan informasi yang harus memenuhi berbagai kondisi. Mereka juga dapat mengintegrasikan beberapa bagian teks untuk mengidentifikasi gagasan utama, memahami hubungan, atau menafsirkan makna kata atau frasa. 4 Siswa dapat menemukan dan mengatur beberapa informasi yang disematkan. Dalam tugas interpretasi lainnya, siswa mendemonstrasikan pemahaman dan penerapankategori dalam konteks yang tidak biasa. Selain itu, siswa pada level ini dapat menggunakan pengetahuan formal atau publik untuk berhipotesis atau mengevaluasi secara kritis sebuah teks. 5 Siswa dapat menemukan dan mengatur beberapa potongan informasi yang tertanam secara mendalam, menyimpulkan informasi mana dalam teks yang relevan. Tugas reflektif memerlukan evaluasi kritis atau pembuatan hipotesis, dengan memanfaatkan pengetahuan khusus. Baik tugas


38 interpretasi dan refleksi membutuhkan pemahaman yang lengkap dan terperinci tentang teks yang konten atau bentuknya tidak dikenal. 6 Siswa dapat membuat banyak kesimpulan, perbandingan, dan kontras yang mendetail dan tepat. Mereka menunjukkan pemahaman yang lengkap dan rinci dari satu atau lebih teks dan dapat mengintegrasikan informasi dari lebih dari satu teks. Siswa dapat berhipotesis tentang atau secara kritis mengevaluasi teks yang kompleks pada topik yang tidak dikenal, dengan mempertimbangkan berbagai kriteria atau perspektif dan menerapkan pemahaman canggih dari luar teks. 02.04.01 Lembar Kerja Mahasiswa 4 (Literasi Finansial pada tes PISA) Nama/NIM: Widya Indriani/71230591482 Literasi Matematika Mengapa literasi matematika dibutuhkan oleh siswa? Literasi matematika sangat dibutuhkan oleh siswa karena: 1. Literasi matematika adalah kemampuan individu untuk menggunakan pengetahuan matematika untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari secara efektif. 2. Literasi matematika berkaitan dengan kemampuan menerapkan matematika dalam masalah sehari-hari. 3. Literasi matematika merujuk pada kemampuan individu untuk memformulasikan, menggunakan, dan menginterpretasikan matematika dalam berbagai konteks dengan penguasaan teknologi informasi. 4. Literasi matematika membantu seseorang untuk memahami peran atau kegunaan matematika di dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menggunakannya untuk membuat keputusan-keputusan yang tepat sebagai warga negara yang membangun, peduli dan berpikir. Pengertian dari literasi matematika 2012 juga digunakan pada tahun 2015 dan 2018. Literasi matematika adalah kemampuan seseorang untuk memformulasikan sebuah situasi secara matematika, menggunakan konsep, fakta, prosedur, dan penalaran matematika, dan menginterpretasikan hasil matematika untuk berbagai konteks. Apa makna dari masing-masing istilah berikut ini dalam literasi matematika? 1. Memformulasikan sebuah situasi secara matematika: Memformulasikan situasi secara matematika berarti mengubah suatu situasi atau masalah ke dalam bentuk matematika. 2. Menggunakan konsep, fakta, prosedur dan penalaran matematika: Menggunakan konsep, fakta, prosedur, dan penalaran matematika berarti menerapkan pengetahuan dan keterampilan matematika dalam berbagai konteks, baik itu dalam kehidupan sehari-hari. 3. Menginterpretasikan hasil matematika: Menginterpretasikan hasil matematika berarti memahami dan menjelaskan apa arti dari solusi atau hasil yang diperoleh dari perhitungan atau pemecahan masalah matematika.


Click to View FlipBook Version