The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by endangpoltekkessolo, 2024-04-26 04:48:09

MOBILITY, TRANSFER DAN LIFTING - Ed

MOBILITY, TRANSFER DAN LIFTING - Ed

Keywords: mobility,transfer,lifting

Endang Sri Wahyuni POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA JURUSAN OKUPASI TERAPI


Teknik-teknik ini dapat dipergunakan oleh terapis untuk membantu pasien yang mengalami kelemahan separuh tubuh, kelemahan bilateral pada kedua lower extremity dan atau paralysis pada keempat extremity


Definisi Mobility (pergeseran) pergerakan atau perubahan posisi pada satu permukaan saja. Contoh : bergeser di atas bed atau berpindah dari posisi tidur ke posisi duduk di sisi bed Transfer (pindah) pergerakan atau perubahan posisi yang melibatkan lebih dari satu permukaan. Contoh : perpindahan dari bed ke kursi roda artau sebaliknya Lifting (pengangkatan) jika pasien tidak mampu melakukan perpindahan secara mandiri maka terapis akan melakukan beberapa metode pengangkatan yg dapat membantu pasien untuk berpindah dari satu permukaan ke permukaan yg lain, tindakan ini dinamakan lifting


Prinsip Mobility, Transfer & Lifting 1. Terapis harus memperhatikan asset dan limitasi pasien baik yang berupa fisik maupun kognitif 2. Sebelum melakukan tindakan transfer terapis harus mengkomunikasikan tahap-tahap tindakan kepada pasien


3. Untuk menghindari cidera pada terapis maupun pasien saat melakukan tindakan transfer, terapis harus menerapkan tahapan dan teknik transfer yang tepat a. Bentuk landasan tubuh yang luas dg cara memperlebar jarak antara kaki kanan dg kaki kiri, knee sedikit fleksi dg salah satu kaki berada di depan kaki lainnya, trunk dan kepala dalam posisi tegak b.Usahakan pada saat melakukan carriying, supporting, lifting semua titik gravitasi berada sedekat mungkin dg poros tengah tubuh c. Angkat dg kaki bukan dg punggung d.Hindari gerak memutar menggunakan spinal, tetapi gunakan kaki untuk memutar tubuh e. Kenali kemampuan diri, jika dirasa tidak mampu cari bantuan dari orang lain f. Gunakan sepatu bersol (bukan sepatu berhak) dan tidak licin


4. Pertimbangan keselamatan a. Pertahankan kondisi peralatan dalam keadaan terawat b. Pastikan permukaan yg kita gunakan dalam kondisi stabil baik itu bed, kursi roda, kursi ataupun tempat-tempat lainnya c. Pergunakan transfer belt d. Rapikan tempat yg dituju dg proses transfer e. Samakan tinggi kedua permukaan yg dipakai dalam tindakan transfer f. Penjelasan secukupnya g. Berikan motivasi kepada pasien h. Persiapkan alat-alat yg dibutuhkan sebelum tindakan transfer diberikan


Klasifikasi Transfer Independent pasien mampu melakukan mobility, transfer dan lifting secara mandiri Independent with supervision pasien mampu melakukan mobility, transfer dan lifting tetapi dg pengawasan dari terapis atau orang lain Assisted pasien mampu melakukan mobility, transfer dan lifting dg bantuan dari terapis


Teknik mobility, transfer dan lifting Teknik berdasarkan pada tingkat kelumpuhan pasien yaitu : 1. Pasien dengan kelemahan seluruh tubuh 2. Pasien dengan kondisi lemah sebagian (hemiparese) 3. Pasien dengan kondisi diplegi 4. Lifting


1. Pasien dengan kelemahan seluruh tubuh a. Mobilitas di atas tempat tidur ▪ Bergeser ke sisi samping bed ◦ Pasien dalam keadaan terlentang, tangan dilipat di depan dada, fleksi leher ◦ Terapis menghadap ke bed dg satu knee berada di atas bed ◦ Tangan terapis diletakkan di bawah shoulder dan waist (pinggang) ◦ Terapis memindahkan beban dari kaki depan menuju kaki belakang diikuti dg menggerakkan trunk ke belakang ◦ Ulangi langkah di atas untuk menggerakkan regio wasit-hip, hipkaki


▪Bergeser ke atas pada permukaan bed • Pasien dalam keadaan terlentang, tangan dilipat di depan dada, fleksi leher, knee dalam kondisi fleksi, letakkan bantal untuk sandaran kepala pasien • Terapis menghadap ke arah pergerakan dengan satu knee berada di atas bed • Tangan terapis diletakkan di bawah shoulder dan paha pasien • Terapis memindahkan beban dari kaki belakang menuju kaki depan disertai dg usaha menggeser pasien ke atas


▪ Pergeseran dari posisi terlentang ke posisi duduk di samping bed • Pasien dalam keadaan terlentang, tangan dilipat di depan dada, fleksi leher • Wajah terapis menghadap ke bed, dan knee kiri berada di atas bed • Terapis meletakkan satu tangan di bawah bahu pasien pada level scapula dan satu tangan lainnya berada di bawah paha pasien • Lewat satu gerakan, terapis memindahkan beban dari kaki kiri ke kaki kanan, tarik dan tempatkan kedua ekstremitas atas pasien ke posisi duduk serta kaki ke sisi bed


b. One person standing transfer perlakuan ini diberikan kepada pasien yg mengalami kelemahan scr menyeluruh, tetapi pasien masih mampu melakukan weight bearing.


Berikut adalah tekniknya : • Tempatkan transfer belt pada pinggang pasien • Persiapkan kursi roda dg mengangkat kedua footrest-nya, rem kedua roda, posisikan kursi roda dg membentuk sudut sebesar 20-30 derajat terhadap sisi bed • Dalam keadaan duduk hadapkan pasien ke arah terapis, dimana kedua kaki pasien menyentuh permukaan lantai • Terapis sedikit memfleksikan kedua knee-nya sekaligus menggunakan posisi knee tersebut untuk mengunci kedua sisi knee pasien (dg posisi menjepit), lalu terapis meraih transfer belt yang berada di belakang pasien • Kait dan kalungkan kedua tangan pasien lalu tempatkan pada level scapula atau pinggang terapis • Dalam tiga hitungan, angkat tubuh pasien dg menarik transfer belt • Dengan kaki berlaku sebagai poros putar tubuh pasien hingga punggung pasien menghadap ke arah bed • Dudukkan secara perlahan pasien ke arah bed • Untuk membaringkan pasien letakkan satu terapis meletakkan satu lutut ke atas bed, kemudian tangan terapis menopang pada shoulder dan paha pasien, dalam satu gerakan ayun tubuh pasien hingga berada dalam posisi terlentang di atas bed


2. Pasien dengan lemah sebagian (hemiparese) a. Mobilitas di atas tempat tidur ▪ Bergeser ke atas bed, dalam posisi supinasi ◦ Fleksikan hip & knee sisi yg kuat, dengan kaki menapak pada bed ◦ Perintahkan kepada pasien untuk mendorong dg kuat melawan bed, ekstensikan kaki yg kuat diikuti oleh ekstensi tangan dan forearm


b. Bergeser ke samping bed • Fleksikan hip & knee sisi yg kuat, dengan kaki menapak pada bed • Ekstensikan lengan yg kuat sehingga beban tubuh tertumpu pada forearm • Angkat tubuh menggunakan ekstremitas yg sehat, dan ayunkan ke samping menuju arah sisi tubuh yang sehat • Kemudian gunakan kaki yang sehat untuk mengait kaki yang sakit


c. Berguling dari supinasi ke posisi miring • Berguling ke sisi sehat o Tempatkan lengan yg sakit melintang di atas dada o Fleksikan hip & knee yang sehat o Perintahkan kepada pasien untuk meraih sisi bed dg menggunakan lengan yg sehat o Dorong melawan bed menggunakan kaki yg sehat dan tarik menggunakan lengan yg sehat, hingga tubuh berada pada posisi miring o Gunakan kaki sehat untuk mengait kaki sakit, jika kaki sakit tersebut tertinggal di belakang


• Berguling ke sisi sakit o Fleksikan hip & knee yang sehat o Posisikan lengan yang sakit berada di samping o Gunakan lengan yang sehat untuk meraih sisi bed (keadaan tangan sehat melintang) o Tarik tubuh hingga berada pada posisi miring menggunakan lengan yang sehat


• Bangun ke arah duduk o Abduksi & ekstensikan lengan yg sehat hingga beban tubuh tertumpu pada forearm o Minta kepada pasien untuk miring ke arah yang sehat o Kaitkan kaki yg sehat terhadap kaki yg sakit o Fleksikan kaki yg sehat sehingga kaki yg sakit juga turut fleksi o Ekstensikan elbow sehingga beban tubuh sekarang berpindah di tangan o Gunakan tangan yang sehat untuk meraih posisi duduk yang nyaman bagi pasien o Pergunakan kaki yang sehat untuk menata kaki yang sakit pada sisi bed (kondisi kaki menggantung pada sisi bed)


3. Pasien dengan Kondisi Diplegi a. Bed mobility (dari posisi berbaring menuju duduk) jika otot-otot abdominal pasien masih dapat berfungsi maka untuk berubah dari posisi berbaring terlentang menuju duduk tidak ada kesulitan, tetapi jika otot-otot abdominal pasien ikut mengalami kelemahan maka teknik yang dapat diterapkan adalah: dengan menempatkan kedua lengan pasien pada kedua sisi tubuh, kemudian fleksikan kepala yang diikuti dg fleksi trunk, setelah kepala dan trunk sedikit terangkat gunakan kedua elbow (dalam posisi fleksi) untuk menyangga beban tubuh. Langkah selanjutnya adalah meluruskan salah satu lengan dan elbow yang tidak diluruskan menjadi penumpu utama beban tubuh, langkah ini dilakukan secara bergantian sehingga posisi duduk dapat dicapai oleh pasien


b. Transfer ▪ Antara kursi roda dengan bed, metode samping ◦ Letakkan kursi roda berdampingan dengan bed, pastikan dalam kondisi aman ◦ Perintahkan kepada pasien untuk meletakkan gravity centre-nya ke arah depan ◦ Bergeser ke samping bed menuju kursi roda dg mengangkat pantat dan depresi shoulder girdle, beban tubuh tertumpu pada kedua tangan ◦ Kedua kaki tetap berada di atas bed, pindahkan trunk ke atas kursi roda ◦ Dengan menggunakan tangan tempatkan kaki pada foot rest ◦ Untuk kembali ke bed letakkan kaki terlebih dahulu ◦ Supervisi diberikan dalam bentuk pengawasan di depan atau di belakang kursi roda


▪ Antara kursi roda dengan bed, metode backward forward o Posisikan kursi roda tegak lurus terhadap bed, foot rest terbuka, roda dalam keadaan terkunci o Bergerak mundur di atas bed menuju kursi roda o Bergeser ke kursi roda, kemudian geser kursi roda ke belakang, dan tempatkan kaki pada foot rest o Terapkan langkah sebaliknya untuk transfer dari kursi roda ke bed


4. Lifting a. Metode Australia/fireman/basket lift • Pasien duduk di tepi bed • Kedua terapis berdiri di samping pasien, menghadap pasien • Sisi dalam lengan terapis berada diantara paha pasien dan tangan meraih paha pasien • Pasien condong ke depan hingga shouldernya bersandar pada shoulder kedua terapis • Tangan terapis yang lain menopang pada pantat pasien atau memegang ujung dari transfer belt • Terapis berjalan menuju kursi roda


▪ Mengangkat dari bed ke papan usung o Diperlukan tiga orang terapis dengan masing-masing karakter sebagai berikut : paling tinggi, paling kuat, paling pendek o Terapis yang paling tinggi berdiri di samping pasien pada level shoulder, terapis yang paling kuat berdiri di samping pasien pada level waist, dan terapis yang paling pendek berdiri di samping pasien pada level kaki o Masing-masing terapis meletakkan tangannya di bawah level yang berada di depannya o Pasien menyilangkan tangan di atas perut, leher fleksi o Geser pasien ke sisi bed o Gulingkan pasien ke posisi miring o Secara bersamaan angkat tubuh pasien, dan beban pada terapis berpindah dari kaki depan ke kaki belakang o Ketiga terapis berdiri, melangkah mundur dan pindahkan pasien ke papan pengusung


Click to View FlipBook Version