Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA
b. Sumber Daya Alam
Indonesia adalah negara yang kaya dengan potensi sumber daya alam, baik
yang terbarukan (hasil bumi) maupun yang tidak terbarukan (hasil tambang dan
mineral). Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus dapat
dikelola seoptimal mungkin, dengan meningkatkan industri pengolahan yang
memberikan nilai tambah tinggi dan mengurangi ekspor bahan mentah.
Sampai tahun 2010, Indonesia masih menjadi salah satu produsen besar di
dunia untuk berbagai komoditas, antara lain kelapa sawit (penghasil dan eksportir
terbesar di dunia), kakao (produsen terbesar kedua di dunia), timah (produsen
terbesar kedua di dunia), nikel (cadangan terbesar ke empat di dunia) dan bauksit
(cadangan terbesar ke tujuh di dunia) serta komoditas unggulan lainnya seperti
besi baja, tembaga, karet dan perikanan. Indonesia juga memiliki cadangan energi
yang sangat besar seperti misalnya batubara, panas bumi, gas alam, dan air yang
sebagian besar dimanfaatkan untuk mendukung industri andalan seperti tekstil,
perkapalan, peralatan transportasi dan makanan-minuman.
Gambar 28. Potensi Sumber Daya Alam Indonesia
Sumber: https://www.google.co.id/ Potensisdaindonesia c.
Letak Geografis
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki wilayah
dengan panjang mencapai 5.200 km dan lebar mencapai 1.870 km. Lokasi
geografisnya juga sangat strategis (memiliki akses langsung ke pasar terbesar di
dunia) karena Indonesia dilewati oleh satu Sea Lane of Communication (SLoC),
yaitu Selat Malaka, di mana jalur ini menempati peringkat pertama dalam jalur
pelayaran kontainer global (lihat Gambar 1.6). Berdasarkan data United Nations
Environmental Programme (UNEP, 2009) terdapat 64 wilayah perairan Large
Marine Ecosystem (LME) di seluruh dunia yang disusun berdasarkan tingkat
kesuburan, produktivitas, dan pengaruh perubahan iklim terhadap masing-masing
Negara Maju dan Negara Berkembang 51
Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA
LME. Indonesia memiliki akses langsung kepada 6 (enam) wilayah LME yang
mempunyai potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar, yaitu: LME 34-
Teluk Bengala; LME 36-Laut Cina Selatan; LME 37-Sulu Celebes; LME 38-
Laut-laut Indonesia; LME 39-Arafura-Gulf Carpentaria; LME 45-Laut Australia
Utara. Sehingga, peluang Indonesia untuk mengembangkan industri perikanan
tangkap sangat besar.
Gambar 29. Letak Geografis Indonesia
Sumber: https://www.google.co.id/letakgeografisindonesia
2. Tantangan Indonesia
Walaupun potensi ini merupakan keunggulan Indonesia, namun
keunggulan tersebut tidak akan terwujud dengan sendirinya. Sejumlah tantangan
harus dihadapi untuk merealisasikan keunggulan tersebut, sebagaimana diuraikan
berikut ini.
Struktur ekonomi Indonesia saat ini masih terfokus pada pertanian dan
industri yang mengekstraksi dan mengumpulkan hasil alam. Industri yang
berorientasi pada peningkatan nilai tambah produk, proses produksi dan distribusi
di dalam negeri masih terbatas. Selain itu, saat ini terjadi kesenjangan
pembangunan antara Kawasan Barat dan Kawasan Timur Indonesia. Hal ini tidak
bisa dibiarkan berlanjut ke generasi yang akan datang. Harus pula dipahami
bahwa upaya pemerataan pembangunan tidak akan terwujud dalam jangka waktu
singkat. Namun begitu, upaya tersebut harus dimulai melalui upaya percepatan
dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia sebagai titik awal menuju
Indonesia yang lebih merata.
Tantangan lain dari suatu negara besar seperti Indonesia adalah
penyediaan infrastruktur untuk mendukung aktivitas ekonomi. Infrastruktur itu
Negara Maju dan Negara Berkembang 52
Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA
sendiri memiliki spektrum yang sangat luas. Satu hal yang harus mendapatkan
perhatian utama adalah infrastruktur yang mendorong konektivitas antar wilayah
sehingga dapat mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi Indonesia.
Penyediaan infrastruktur yang mendorong konektivitas akan menurunkan biaya
transportasi dan biaya logistik sehingga dapat meningkatkan daya saing produk,
dan mempercepat gerak ekonomi. Termasuk dalam infrastruktur konektivitas ini
adalah pembangunan jalur transportasi dan teknologi informasi dan komunikasi
(TIK), serta seluruh regulasi dan aturan yang terkait dengannya.
Kualitas sumber daya manusia juga masih menjadi tantangan Indonesia.
Saat ini sekitar 50 persen tenaga kerja di Indonesia masih berpendidikan sekolah
dasar dan hanya sekitar 8 persen yang berpendidikan diploma/sarjana. Kualitas
sumber daya manusia ini sangat terkait dengan kualitas sarana pendidikan,
kesehatan, dan akses ke infrastruktur dasar. Indonesia sedang menghadapi
urbanisasi yang sangat cepat. Jika pada tahun 2010 sebanyak 53 persen penduduk
Indonesia tinggal di kawasan perkotaan, maka BPS memprediksi bahwa pada
tahun 2025 penduduk di kawasan perkotaan akan mencapai 65 persen. Implikasi
langsung yang harus diantisipasi akibat urbanisasi adalah terjadinya peningkatan
pada pola pergerakan, berubahnya pola konsumsi dan struktur produksi yang
berdampak pada struktur ketenagakerjaan, meningkatnya konflik penggunaan
lahan, dan meningkatnya kebutuhan dukungan infrastruktur yang handal untuk
mendukung distribusi barang dan jasa.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga menghadapi tantangan akibat
perubahan iklim global. Beberapa indikator perubahan iklim yang berdampak
signifikan terhadap berlangsungnya kehidupan manusia adalah: kenaikan
permukaan air laut, kenaikan temperatur udara, perubahan curah hujan, dan
frekuensi perubahan iklim yang ekstrem. Demikian pula, pengaruh kombinasi
peningkatan suhu rata-rata wilayah, tingkat presipitasi wilayah, intensitas
kemarau/banjir, dan akses ke air bersih, menjadi tantangan bagi percepatan dan
perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. Dengan seluruh potensi dan
tantangan yang telah diuraikan di atas, Indonesia membutuhkan percepatan
transformasi ekonomi agar kesejahteraan bagi seluruh masyarakat dapat
diwujudkan lebih dini. Perwujudan itulah yang akan diupayakan melalui langkah-
langkah percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia.
3. Upaya Indonesia menjadi Negara Maju
Negara maju adalah negara yang menikmati standar hidup yang relatif
tinggi dan ekonomi yang merata (pertumbuhan eknomi tinggi dan penduduk
sejarah). Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk
menjadi negara maju. Upaya tersebut telah menunjukkan hasilnya walaupun
masih harus terus dikembangkan. Beberapa upaya yang dilakukan Indonesia
untuk menjadi negara maju adalah seperti berikut.
Negara Maju dan Negara Berkembang 53
Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA
a. Peningkatan Pendapatan per Kapita
Dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN) 2015-2019, pemerintah menargetkan pendapatan per kapita
sebesar 7.000 dolar AS. Sementara itu, Bank Dunia menyebutkan bahwa
pendapatan per kapita Indonesia pada tahun 2013 mencapai 3.475 dolar
AS. Beberapa program yang dikembangkan pemerintah untuk peningkatan
pendapatan adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM),
pengembangan usaha kecil dan koperasi, penyediaan infrastruktur di
pedesaan.
b. Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan
Indonesia sangat menyadari bahwa pendidikan merupakan kunci
keberhasilan dalam pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia
menganggarkan 20% APBN untuk sektor pendidikan. Berbagai program
tengah dilaksanakan untuk perluasan akses dan kualitas pendidikan.
Perluasan akses pendidikan dilakukan dengan menambah jumlah kelas
atau rombongan belajar dan pembangunan sekolah baru. Pemerintah juga
memberikan bantuan operasional sekolah (BOS) dan berbagai jenis
beasiswa. Dalam peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah secara
terus-menerus memberikan berbagai macam pelatihan bagi para pendidik.
Dengan cara demikian, diharapkan kualitas para pendidik terus meningkat
seiring dengan peningkatan kesejahteraan mereka.
Untuk menjamin terselenggaranya kegiatan pendidikan dengan
baik, pemerintah menyediakan dan meningkatkan sarana dan prasarana
pendidikan berupa alat dan media pembelajaran, perpustakaan,
laboratorium, dan lainlain.
Pemerintah juga menerapkan program besiswa, sekolah gratis, dan proram
wajib belajar untuk mempermudah akses memperoleh pendidikan bagi
masyarakat.
Gambar 30. Grafik Pertumbuhan Perkapita
Sumber: https://www.google.co.id/searchpertumbuhanperkapita
Negara Maju dan Negara Berkembang 54
Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA
c. Penguasaan Iptek
Negara maju sangat didukung oleh ilmu pegetahuan dan teknologi.
Dengan penguasaan iptek. Pengelolaan sumber daya alam makin efisien
dan nilai tambahan yang sangat besar. Sayangnya, pembangunan di
bidang iptek masih menghadapu banyak permasalahan seperti masih
rendahnya kualitas sumber daya manusia, kecilnya anggaran iptek, belum
terjalinnya komunikasi antara pengembang untuk iptek khususnya
industri.
Menghadapi berbagai persoalan tersebut, pemerintah berupaya
mengembangkan iptek melalui berbagai program seperti peningkatan
kualitas penelitian, pemberian insentif, percepatan alih teknologi,
penguatan kelembagaan iptek, dan pemanfaatan sistem inovasi nasional.
Pemerintah juga mengembangkan proses alih teknologi dengan
melakukan kerja sama antar pemerintah melalui beasiswa pendidikan ke
luar negeri, pengembangan kebijakan alih teknologi dengan perusahaan
luar yang beroperasi di Indonesia, dan lain-lain
d. Memperbanyak lapangan pekerjaan
Dengan memperbanyak lapangan pekerjaan maka ekonomi Negara
Indonesia akan tumbuh dan masyarakat akan sejahtera dan bebas dari
pengangguran dan kemiskinan.
e. Mengurangi dan memberantas korupsi
Dengan mengurangi dan memberantas korupsi maka Negara
Indonesia tidak akan kehilangan uang yang seharusnya digunakan untuk
kesejahteraan rakyat
.
f. Meningkatkan kualitas ekonomi
Meningkatkan kualitas ekonomi bisa dilakukan dengan berbagai
cara seperti pemanfaatan SDA dan SDM yang baik, Pembuatan pasar
tradisional, memperbanyak para pengusaha dll. Semkin meningkat
kualitas ekonomi suatu Negara maka semakin maju juga negaranya.
g. Meningkatkan sarana dan prasarana transportasi
Indonesia harus memperbaiki sarana transportasi agar ekonomi
Negara makin berkembang terutama transportasi laut yang sangat
berpotensi untuk mendatangkan banyak keuntungan karena laut Indonesia
yang sangat luas.
h. Menstabilkan keadaan politik
Dengan menstabilkan keadaan politik agar sama-sama memajukan
bangsa maka Negara Indonesia akan semakin maju karena pihak-pihak
Negara Maju dan Negara Berkembang 55
Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA
politik tidak bertikai dan mementingkan kepentingan masing-
masingPotensi dan Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju
Secara astronomis, Indonesia terletak pada antara 95⁰ BT – 141⁰ BT
dan 6⁰ LU – 11⁰ LS. Indonesia memiliki iklim tropis dengan ciri suhu dan curah
hujan yang tinggi sangat mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan,
diantaranya rempah-rempah, kedelai dan buah-buahan. Keuntungan dari lokasi
Indonesia secara astronomis adalah memiliki berbagai jenis hasil pertanian
sebagai sumber devisa negara.
Secara geografis, Indonesia terletak diantara dua Benua Asia dan Benua
Australia. Samudra yang mengapit Indonesia adalah Samudra Pasifik dan
Samudra Hindia. Posisi ini membuat Indonesia dilalui oleh jalur pelayaran
Internasional yang ramai. Lokasi Indonesia pada posisi silang membawa dampak
negatif bagi kehidupan bangsa, antara lain masuknya pengaruh asing yang
merusak mudah masuk ke Indonesia, terjadinya akulturasi dan asimilasi. Akibat
dari letak geografis di wilayah Indonesia bertiuplah angin muson. Bertiupnya
angin muson berdampak pada pola curah hujan, wilayah bagian Barat Indonesia
mendapatkan curah hujan yang lebih banyak dibandingkan bagian Timur.
Secara geologis, Indonesia berada pada jalur pertemuan tiga lempeng
yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Hindia. Dengan
demikian menyebabkan seringnya terjadi gempa dan letusan gunung api di
Indonesia. Selain itu Indonesia mempunyai keuntungan berupa potensi bahan
tambang yang besar berupa sumber energi dan mineral, yang telah dimanfaatkan
dengan melakukan eksploitasi.
Negara Maju dan Negara Berkembang 56
Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA
DAFTAR PUSTAKA
Bukupedia. “Pengertian Kerja Sama Ekonomi Internasional Faktor-faktor
Pendorong Kerja Sama Ekonomi”. 11 Mei 2017.
http://www.bukupedia.net/2015/09/Pengertian-kerja-Sama-Ekonomi-
Internasional-Faktor-faktor-Pendorong-Kerja-Sama-Ekonomi..html
Dian, Ahmad. 2016. Pengertian Pasar Bebas.
(Online)
http://dosenekonomi.com/bisnis/pengertian-pasar-bebas
diakses tanggal 12 Mei 2017
Dewi, Nurmala. 2009. Geografi : Untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta : Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Ensiklopediaasli. “Pengertian dan Faktor Penyebab Kerja Sama Ekonomi
Antarnegara”. 11 Mei 2017. http://ensiklopediasli.blogspot.
Endarto, Danang. 2014. Membuka Cakrawala Geografi Untuk Kelas XII IPS
SMA. Solo : Platinum.
Firdaus, Muhammad. 2009. Manajemen Agribisnis. Jakarta : Bumi Aksara .
http://hariannetral.com/2015/08/pengertian-sistem-pasar-bebas-fungsi-
dan-dampaknya.html (Online) diakses tanggal 12 Mei 2017
Mulyo, Bambang Nianto. 2007.Kompetensi Dasar Geografi 3. Solo : Tiga
Serangkai.
Muhammad, Hasyim Ibnu Abbas. 2012. Regionalisasi Ekonomi Kawasan Asia
Tenggara. (online)
http://hasyimibnuabbas.blogspot.co.id/2012/03/regionalisasi-ekonomi-
kawasan-asia.html. diakses pada hari kamis 11 mei 2017
Sukirno , sadono. Mikro ekonomi teori pengantar. Jakarta : Rajawali Pers. 2009.
Uli, Marah dan Asep Mulyadi. 2007. Geografi untuk SMA dan MA kelas XII.
Jakarta : Gelora Aksara Pratama.
Utoyo, Bambang. 2006. Geografi untuk Kelas XII SMA/MA. Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional.
Wardiyatmoko. 2006. Geografi untuk SMA kelas XII. Jakarta : Erlangga.
Negara Maju dan Negara Berkembang 57
Bahan Ajar Geografi Kelas XII SMA
Negara Maju dan Negara Berkembang 58