KARYA TULIS ILMIAH
MEMBUAT ALAT PERAGA BERUPA TEROPONG BINTANG
SEDERHANA DARI BARANG – BARANG BEKAS SEBAGAI
SARANA BELAJAR SISWA DALAM UPAYA PERSIAPAN
OLIMPIADE ASTRONOMI DAN KEBUMIAN PADA
PELAJARAN GEOGRAFI
Oleh
SYAHRIZAL, S.Pi, S.Pd
NIP 197710182010011006
SMA NEGERI 1 TOHO
Kata Pengantar
Alhamdulillah Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah
SWT. Atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang
berjudul " Membuat Alat Peraga Berupa Teropong Bintang Sederhana Dari Barang – Barang
Bekas Sebagai Sarana Belajar Siswa Dalam Upaya Persiapan Olimpiade Astronomi Dan
Kebumian Pada Pelajaran Geografi."
Di kesempatan ini tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada semua fihak
yang telah membantu dan berkontribusi dalam mengerjakan karya ilmiah ini. Meskipun
banyak kendala yang penulis temukan,namun penulisan ini dapat diselesaikan sesuai waktu
yang direncanakan.
Karya ilmiah ini membahas tentang membuat dan merakit teropong bintang dari
barang – barang bekas yang mana diharapkan agar siswa dapat memahami dan dapat
menggunakan alat peraga tersebut sebagai salah satu upaya guna persiapan menghadapi OSK
kebumian dan astronomi di pelajaran geografi sekaligus sebagai upaya untuk peningkatan
keterampilan sains peserta didik
Penulis menyadari banyak kekurangan pada karya ilmiah ini. Untuk itu, saran dan
kritik yang membangun senantiasa penulis harapkan demi perbaikan. Penulis juga berharap
semoga karya ilmiah ini mampu memberikan manfaat bagi para pembaca mengenai
pengetahuan tentang merakit dan menggunakan teropong bintang sederhana dari barang
barang bekas ini.
Toho, April 2019
Penulis
i
Daftar Isi
Kata Pengantar ............................................................................................................................i
Daftar Isi ....................................................................................................................................ii
Daftar Gambar ......................................................................................................................... iii
Bab 1 Pendahuluan ................................................................................................................1
1.1 Latar belakang .............................................................................................................1
1.2 Identifikasi masalah.....................................................................................................3
1.3 Batasan masalah ..........................................................................................................3
1.4 Rumusan masalah........................................................................................................3
1.5 Tujuan penelitian.........................................................................................................4
1.6 Manfaat penelitian.......................................................................................................4
Bab 2 Isi dan Pembahasan .....................................................................................................5
2.1 Pengertian Alat Peraga ................................................................................................5
2.2 Jenis Alat Peraga .........................................................................................................5
2.3 Proses Pembuatan dan Perakitan Teropong ................................................................6
Bab 3 Penutup......................................................................................................................11
3.1 Kesimpulan................................................................................................................11
3.2 Saran..........................................................................................................................11
Daftar Pustaka..........................................................................................................................12
ii
Daftar Gambar
gambar 2.1 bahan- bahan yang digunakan.................................................................................7
gambar 2.2 Perealatan yang digunakan .....................................................................................7
gambar 2.3 cara kerja teropong refrakto ....................................................................................9
gambar 2.4 Uji coba pengamatan dengan teropong rakitan.....................................................10
iii
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Kegiatan pembelajaran geografi di setiap sekolah pada umumnya masih bersifat
informatif Tahapan pembelajaran cenderung bersifat teoritis sekedar transfer ilmu
pengetahuan dari guru ke peserta didik sehingga peserta didik terlihat belum aktif
terlibat dalam proses pembelajaran1. Sejalan dengan hal diatas, kejadian serupa juga
terulang saat siswa akan menghadapi Olimpiade Science Kabupaten / Kota ( OSK )
dibidang kebumian dan astronomi, guru hanya memberikan materi berupa pembahasan
soal-soal terkait materi olimpiade yang akan diujikan, sementara jika dilihat dari materi
soal yang akan diujikan banyak sekali unsur-unsur hafalan yang akan lebih mudah
dihafal atau diingat jika siswa melakukan pengamatan secara langsung pada sumber
objek salah satunya pengamatan matahari dan bulan. Keadaan seperti ini, akan
berdampak kurangnya kemampuan siswa dalam menghafal bentuk atau bagian- bagian
dari matahari dan bulan karena kurangnya alat peraga.
Penggunan alat peraga akan mempermudah peserta didik untuk dapat terlibat
langsung dengan objek nyata sehingga dapat membentuk pemahaman sekaligus melatih
untuk bertanya maupun terlibat lebih aktif dalam proses pembelajaran2. Hal ini tentu
saja akan membantu meningkatkan keterampilan dalam proses sains sehingga peserta
didik dapat menemukan dan mengembangkan sendiri fakta maupun konsep dari materi
yang disampaikan.3
Dalam pembahasan soal – soal OSK materi kebumian dan astronomi guru tidak
pernah mengaitkan teropong bintang dengan ilmu astronomi dan kebumian, padahal
keduanya merupakan ilmu yang berhubungan langsung dengan benda-benda angkasa
dari berbagai segi aspek yang ada dalam alam semesta, antara lain yaitu; matahari,
planet-planet, satelit, komet dan galaksi. Pembahasan soal – soal dengan
menggunakan alat peraga sebetulnya mampu mengasah keterampilan proses sains bagi
peserta didik. Hal ini sesuai dengan tujuan3 mata pelajaran geografi di SMA/MA yakni
1 Rudy Sumiharsono dan Hisbiyatul Hasanah, Media Pembelajaran: Buku Bacaan Wajib Dosen, Guru dan Calon
Pendidik (Pustaka Abadi, 2017).
2 Sumiharsono dan Hasanah.
3 {Citation}
1
mengembangkan kemampuan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri di
mana peserta didik harus mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap
percaya diri sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembuatan teropong bintang sederhana dengan memanfaatkan barang bekas
berikut aktivitas pengamatan merupakan salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan
dan ketersediaan fasilitas sekolah dalam memenuhi kebutuhan alat praktikum dan
mengembang kan keterampilan proses sains. Teropong bintang yang dibuat secara
mandiri dapat membantu guru-guru dalam mengatasi terbatasnya alat-alat praktikum
khususnya pada konsep teropong bintang. Kegiatan ini mampu memberikan peserta
didik pengalaman langsung dan mengintegrasikan pengetahuan maupun keterampilan
yang dimiliki peserta didik. Seterusnya, dapat membantu guru dalam usaha
mengembangkan keterampilan proses sains pada peserta didik4. Kemudian, menolong
peserta didik untuk memahami proses-proses keterampilan sains dalam hal ini tahapan
pembuatan teropong bintang sederhana akan kreatifitas peserta didik menjadi
berkembang. Media yang dihasilkan dalam penelitian ini akan berfungsi sebagai media
khususnya pengamatan benda langit. Kemudian, lebih ditekankan pada proses
pembuatan teropong bintang sederhana dari alat dan bahan sampai hasil akhir yang
berupa teropong bintang sederhana dan pada pengembangan keterampilan proses sains.
Media yang dibuat diharapkan akan meningkatkan kemampuan proses sains peserta
didik
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik membuat karya tulis
ilmiah dengan judul “ Membuat Alat Peraga Berupa Teropong Bintang Sederhana
Dari Barang – Barang Bekas Sebagai Sarana Belajar Siswa Dalam Upaya
Persiapan Olimpiade Astronomi Dan Kebumian Pada Pelajaran Geografi”.
Diharapkan dapat meningkatkan daya tarik peserta didik, menambah
pengetahuan tentang pembuatan teropong bintang sederhana, meningkatkan minat
belajar peserta didik, khususnya dalam pembahasan soal – soal OSK kebumian dan
astronomi pada pelajaran geografi serta mampu mempertajam kemampuan
keterampilan peserta didik dalam proses sains.
4 Dr Zubaedi M.Pd M. Ag, Desain Pendidikan Karakter (Prenada Media, 2015).
2
1.2 Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan pada paparan diatas
terdapat beberapa temuan masalah, yaitu sebagai berikut :
1. Kemampuan keterampilan peserta didik dalam proses sains masih tergolong rendah.
2. Kegiatan pratikum khususnya pada perangkat optik dalam pembelajaran di kelas
mau pun ketika pembahasan soal – soal OSK kebumian dan astronomi masih
kurang.
3. Ketersediaan peralatan teropong bintang di sekolah masih sangat terbatas.
4. Kemampuan peserta didik dalam membuat teropong bintang sederhana masih
terbatas.
1.3 Batasan masalah
Untuk menjaga arah penulisan, agar tidak keluar dari ruang lingkup
permasalahan, maka diperlukan pembatasan yaitu:
1. Materi yang diteliti adalah materi alat-alat optik yaitu konsep teropong bintang.
2. Teropong bintang merupakan sebuah jenis peralatan yang digunakan untuk
membantu pengindraan jauh berfungsi mengamati posisi objek - objek yang ada di
angkasa.
3. Perakitan dan pembuatan teropong bintang sederhana yang berasal dari barang –
barang bekas dimana untuk alat dan bahan telah di siapkan.
4. Keterampilan proses sains yang diteliti dalam penelitian ini yaitu : observasi
(mengamati), interpretasi (menafsirkan), klasifikasi (mengelompokkan), prediksi
(meramalkan), merencanakan percobaan (penelitian), dan menerapkan konsep.
1.4 Rumusan masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
3
1. Apakah pembuatan dan perakitan teropong bintang sederhana dari barang –
barang bekas terdapat pengaruh terhadap keterampilan proses sains peserta didik?
2. Apakah terdapat peningkatan keterampilan proses sains peserta didik pada konsep
alat optik?
3. Bagaiman tanggapan atau respon dari peserta didik terhadap pembuatan
teropong bintang sederhana dari bahan – bahan bekas ?
1.5 Tujuan penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dan kepraktisan
praktikum pembuatan teropong bintang sederhana dari barang – barang bekas terhadap
peningkatan kemampuan keterampilan proses sains peserta didik.
1.6 Manfaat penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan hasil yang bermanfaat bagi semua
pihak, antara lain:
1. Untuk peserta didik, dapat membantu peserta didik dalam mempelajari materi alat-
alat optik serta mengembangkan proses keterampilan sains peserta didik.
2. Untuk guru dan sekolah, dapat memberikan informasi tentang metode eksperimen
sebagai metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan proses
sains peserta didik.
3. Untuk peneliti lain, sebagai bahan rujukan dan informasi dalam menggunakan
praktikum pembuatan teropong bintang sederhana dari barang – barang bekas
dalam meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik.
4
Bab 2 Isi dan Pembahasan
2.1 Pengertian Alat Peraga
Penggunaan media atau alat bantu disadari banyak praktisi pendidikan turut
membantu aktivitas pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas, termasuk
kegiatan pembahasan soal – soal olimpiade baik ditingkat kabupaten kota, provinsi,
nasional bahkan internasional terutama dalam membantu peningkatan prestasi belajar.
Setiap media memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Untuk itu, guru
wajib mengenal berbagai jenis media dengan karakteristik masing-masing. Salah satu
contoh dari media pembelajaran adalah alat peraga.
Menuru Sudjana alat Peraga Pendidikan adalah suatu alat yang dapat diserap
oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa
lebih efektif dan efisien. Sementara Wijaya dan Rusyan alat Peraga Pendidikan adalah
media pendidikan berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan
motivasi belajar sehingga siswa tidak menjadi bosan dalam meraih tujuan-tujuan5
Berdasarkan berbagai definisi, mengenai alat peraga, maka dapat disimpulkan
bahwa alat peraga merupakan sarana bantu yang dapat membantu dan memperjelas
penyampaian konsep sebagai perantara atau visualisasi nya sehingga peserta didik
dapat memahami konsep yang membutuhkan visualistik yang mewakili benda
sesungguhnya dengan bantuan benda-benda konkrit.
2.2 Jenis Alat Peraga
Menurut Yosi Kartika Putri dkk dalam Snaky alat peraga terbagi menjadi tiga
kelompok. Adapun pengelompokan tersebut berdasarkan dari fungsi alat peraga itu
sendiri,yaitu antara lain ; 6
1) Alat peraga langsung, yaitu objek sederhana (real object) yang dibawa
langsung ke kelas atau berkunjung ke lokasi dan digunakan untuk
menjelaskan materi dengan memperagakan atau menunjukkan kepada peserta
5 “Pengertian Alat Peraga Pendidikan Menurut Para Ahli | ALAT PERAGA SEKOLAH,” 5 Juni 2017,
https://alatperagaonline.com/pengertian-alat-peraga-pendidikan-menurut-para-ahli/,
https://alatperagaonline.com/pengertian-alat-peraga-pendidikan-menurut-para-ahli/.
6 Yosi Kartika Putri dkk, Belajar mudah dengan alat peraga pendidikan (CV. Pilar Nusantara, 2019).
5
didik.
2) Alat peraga tak langsung, objek tiruan (model, miniature, foto, dan lain-lain)
yang digunakan untuk memperagakan materi ajar di kelas.
3) Peragaan, berupa kegiatan atau perbuatan yang dilakukan oleh pengajar di
kelas untuk mendemonstrasikan suatu materi ajar yang sifatnya psikomotorik,
contohnya peragaan bagaimana orang berwudu, solat, gerakan senam,
membaca puisi, dan lain-lainnya.
2.3 Proses Pembuatan dan Perakitan Teropong
Alat peraga yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat peraga yang
peneliti buat sendiri dan dibantu oleh siswa, dimana bahan – bahan yang digunakan
adalah bahan – bahan bekas yang penulis dapat dari belanja online dan lingkungan
sekitar dengan menghubungkan konsep-konsep yang berkaitan dengan materi teropong
bintang.
Teropong bintang sederhana ini diharapkan dapat menggambarkan sebuah alat
yang mewakili konsep alat optik. Adapun bahan dan peralatan yang digunakan adalah
sebagai berikut:
a. Bahan
Lensa bekas mesin Fotocopy diameter 70 mm.
Lensa fokuser bekas cctv ukuran 5 mm
Diagonal dan focuser rakitan dari pipa paralon 1 inh dan kaca cermin
Pipa Paralon diameter 2,5″ dengan panjang 30 cm.
Shock 2,5″ sebanyak 2 buah berfungsi sebagai penyambung body teropong
dan rumah fokuser
6
gambar 2.1 bahan- bahan yang digunakan
b. Alat
Gunting atau pisau kecil sebagai pemotong
Solatip sebagai perekat dan pengganjal
Lem korea sebagai perekat sambungan
Gergaji besi sebagai pemotong pipa
Kertas kaca untuk penghalus bekas potongan
gambar 2.2 Perealatan yang digunakan
7
Setelah semua perlengkapan diatas kita peroleh, berikut akan penulis jelaskan
fungsi dari masing-masih perlengkapan tersebut.
1. Lensa bekas mesin fotocopy. Lensa ini berfungsi sebagai lensa objektif pada teleskop.
Panjang fokus dari lensa objektif merupakan salah satu kunci dari besar nya
pembesaran yang akan kita dapatkan dalam menggunakan teleskop. Dalam lensa
fotocopy tersebut terdapat 4 (empat) lensa yaitu L.Cekung – L.Cembung –
L.Cembung – L.Cekung. Apabila kita menggunakan dua buah lensa saja yaitu L.
cekung dan L. cembung maka kira-kira panjang fokus yang didapatkan sekitar 350
mm atau sekitar 35 cm dengan konsekuensi gambar yang dihasilkan tidak begitu
tajam dan pembesaran yang didapat cukup besar. Namun apabila kita menggunakan 4
lensa sekaligus (L.Cekung – L.Cembung – L.Cembung – L.Cekung) maka panjang
fokus yang didapatkan hanya sekitar separuh dari angka 35 cm yaitu sekitar 17,5cm
dengan konsekuensi pembesaran yang kecil dan gambar yang tajam7. Pada perakitan
ini penulis menggunakan dua lensa yaitu cekung dan cembung agar mendapatkan
panjang fokus yang maksimal. Sebagai informasi tambahan bahwa besarnya
pembesaran yang didapat tergantung dengan seberapa panjang dari panjang fokus
lensa eyepiece pada binokuler.
2. Lensa focuser bekas cctv . Lensa ini berfungsi sebagai lensa eyepiece pada teleskop.
Lensa ini sangat berpengaruh terhadap penentuan seberapa besar pembesaran yang
akan kita dapatkan. Rumus pembesaran pada teleskop adalah Panjang Fokus Lensa
objektif / Panjang fokus lensa eyepiece8.
3. Pipa paralon diameter 2,5″ berguna sebagai tabung atau rumah optik dari teleskop.
4. Overshock pertama berfungsi sebagai penyambung dari tabung optik menuju fokuser
dan lensa eyepiece ( lensa pembesar).
5. Overshock ke dua 2,5 berfungsi sebagai penyambung antara buffle atau dop sebagai
pembatas cahaya masuk.
Menurut Eko Hadi G Secara teoritis cara kerja teleskop refraktor adalah sebagai
berikut, berkas sinar sejajar yang datang dari depan dibiaskan langsung oleh lensa obyektif
yang terletak di bagian depan tabung teleskop. Kemudian sinar dikumpulkan pada suatu titik
7 Eko Hadi G, “Cara Membuat Teleskop,” Kafe Astronomi.Com (blog), 19 Maret 2013,
https://kafeastronomi.com/cara-membuat-teleskop.html.
8 G.
8
yang disebut sebagai titik fokus dengan panjang dinyatakan F. Bayangan benda pada titik
fokus akan diperbesar dengan menggunakan lensa okuler hingga kemudian ditampilkan
sebagai bayangan benda yang diperbesar Hasil dari bayangan benda yang diperbesar oleh
teleskop tentunya bergantung dengan desain dari teleskop refraktor itu sendiri. Ada yang
menghasilkan bayangan tegak seperti posisi benda pada aslinya dan adapula yang
menghasilkan bayangan terbalik dari posisi benda yang dilihat9
gambar 2.3 cara kerja teropong refrakto
Setelah penjelasan dari fungsi perlengkapan diatas, saatnya kita memulai membuat
Teropong Refraktor. Adapun langkah-langkah pembuatan dapat dijelaskan sebagai berikut .
Langkah pertama siapakan lensa bekas mesin fotocopy. Setelah lensa siap langkah
berikuttnya adalah siapkan pipa paralon dengan diameter 2,5″ dan potong sepanjang 30 cm
agar permukaan potong halus dan rata gunkan kertas kaca atau ampelas sebagai penghalus
sisa potongan. Kemudian buatlah dudukan untuk mengancing lensa pada pipa tersebut
dengan kedalaman kurang lebih sekitar 4 cm sehingga chasis lensa dapat masuk, agar lensa
tidak goyang atau kendor gunakan lakban secukupnya dibagian atas lensa sebagai pengganjal.
Pasang lensa fotocopy yang sudah menempel pada Chasis ke dalam pipa berdiameter 2,5″
lalu gabungkan Overshock 2,5″ dengan pipa yang sudah berisi lensa,tujuan overshock
sebagai tempat penyangga lensa bagian depan agar tidak jatuh sekaligus sebagai tempat
buffel agar cahaya yang masuk dapat dikontrol.
Setelah overshock pertama terpasang kini siapkan overshock ke dua lalu sambungkan
kebadan teropong dibagian belakang, langkah selanjutnya adalah gabungkan focuser sebagai
tempat lensa okuler, dalam hal ini lensa yang digunakan adalah lensa bekas cctv ukuran 5
mm, agar gambar atau objek yang dihasilkan tidak terbalik saya menggunakan diagonal yang
9 Eko Hadi G, “Teleskop Refraktor,” Kafe Astronomi.Com (blog), 7 Maret 2011,
http://kafeastronomi.com/teleskop-refraktor.html.
9
dibuat dari gabungan pipa ukuran 1,5 ich dengan potongan kaca atau cermin, untuk menjaga
agar di setiap sambungan terhubung sempurna gunakan lem sebagai perekat.
Kini saatnya pengetesan objek,jika objek terlihat buram atau blur maka kita tinggal
menyetel bagian fokusernya sampai mendapatkan objek yang jelas sesuai yang kita inginkan
berikut adalah kegiatan pengamatan dari teropong yang penulis buat.
gambar 2.4 Uji coba pengamatan dengan teropong rakitan
10
Bab 3 Penutup
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka
kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini sebagai berikut:
1. Pembuatan dan perakitan teropong dari barang barang bekas berhasil di
selesaikan.
2. Terdapat peningkatan kemampuan keterampilan proses sains pada siswa yang
melakukan pengamatan dimana siswa menjadi lebih faham cara kerja serta mahir
menggunakan teropong rakitan.
3. Respon peserta didik terhadap pembuatan dan perakitan teropong bintang
sederhana adalah positif artinya hampir semua siswa tertarik dan penasaran ingin
mencoba menggunakan teropong bintang rakitan.
3.2 Saran
Pembuatan teropong bintang sederhana dari barang barang bekas secara
keseluruhan dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa pada konsep alat
optik terutama bagi siswa yang akan mengikuti OSK baik bidang astronomi maupun
bidang kebumian berhasil dilakukan pada penelitian ini. Untuk itu, peneliti
menyarankanbeberapa masukan pada penelitian serupa agar ke depannya, yaitu
1. Perlu pengembangan lebih lanjut terkait lensa yang digunakan terutama lensa
okuler agar pembesaran terhadap objek dapat terlihat lebih besar dan jelas dari
ukuran sebelumnya misalnya menganti ukuran lensa okuler menjadi 10 mm
dalam hal ini penulis menggunakan lensa bekas cctv ukuran 5mm, sehingga
objek yang terlihat belum bisa akurat terutama kemampuan untuk melihat
kawah di permukaan bulan.
2. Perlu adanya jam khusus untuk kegiatan pengamatan,karena pengamatan
terbatas hanya saat kegiatan jam pelajaran sekolah padahal untuk pengamatan
benda- benda angkasa akan lebih efektif jika dilaksanakan pada malam hari.
11
Daftar Pustaka
dkk, Yosi Kartika Putri. Belajar mudah dengan alat peraga pendidikan. CV. Pilar Nusantara,
2019.
G, Eko Hadi. ―Cara Membuat Teleskop.‖ Kafe Astronomi.Com (blog), 19 Maret 2013.
https://kafeastronomi.com/cara-membuat-teleskop.html.
———. ―Teleskop Refraktor.‖ Kafe Astronomi.Com (blog), 7 Maret 2011.
http://kafeastronomi.com/teleskop-refraktor.html.
M.Pd, Dr Zubaedi, M. Ag. Desain Pendidikan Karakter. Prenada Media, 2015.
―Pengertian Alat Peraga Pendidikan Menurut Para Ahli | ALAT PERAGA SEKOLAH,‖ 5
Juni 2017. https://alatperagaonline.com/pengertian-alat-peraga-pendidikan-menurut-para-
ahli/, https://alatperagaonline.com/pengertian-alat-peraga-pendidikan-menurut-para-ahli/.
Sumiharsono, Rudy, dan Hisbiyatul Hasanah. Media Pembelajaran: Buku Bacaan Wajib
Dosen, Guru dan Calon Pendidik. Pustaka Abadi, 2017.
12