Sistem Operasi Jaringan
Contoh perbaikannya:
- ilmusejarah.edu atau ilmu-sejarah.edu
- menjadi-bintang.com
Konfigurasi server DNS terbagi menjadi dua bagian, primer dan sekunder. DNS
primer (master) digunakan untuk menunjukkan bahwa server tersebut akan
digunakan sebagai server utama untuk pencarian domain yang didaftarkan
tersebut. Sedangkan server DNS sekunder (slave) digunakan sebagai server
backup untuk DNS Primer, dan isinya akan selalu sama dengan Primer karena
ada proses sinkronisasi antar DNS primer dan sekunder.
Istilah zona dalam konfigurasi DNS digunakan untuk menunjukkan domain yang
akan dikelola oleh server DNS tersebut. Apabila server tersebut akan mengelola
domain smk.sch.id maka di server DNS tersebut akan ada konfigurasi zona
smk.sch.id.
Kaitan antara alamat host (IP) dengan nama domainnya dikenal sebagai DNS
Record (rekaman DNS). Rekaman ini dikelompokkan lagi menjadi berikut ini.
- A (IPv4 address), digunakan untuk menunjukkan kaitan antara alamat
IPv4 dengan dari suatu komputer dengan nama komputer (host)-nya.
- CNAME (canonical nName), digunakan untuk menujukkan alias dari
suatu nama komputer.
- MX (main exchange), digunakan untuk menunjuk komputer server yang
dijadikan sebagai pusat layanan email di jaringan tersebut.
- NS (name server), merupakan server DNS yang akan digunakan untuk
menyimpan record ini.
- PTR, mengaitkan antara nama host dengan alamat IP-nya, untuk
keperluan pencarian reverse.
- SOA (start of authoririty), dijadikan sebagai server yang merupakan
sumber informasi utama terkait sama pendaftaran domain tersebut.
Page | 41
Sistem Operasi Jaringan
10.3. Rangkuman
Penelolaan domain dalam server DNS tersusun dalam zona. Setiap zona dapat
memiliki beberapa sub domain.
Setiap domain yang didaftarkan, rekamannya minimal akan tersimpan di dua
DNS server, yang pertama sebagai master dan yang kedua sebagai slave.
Rekaman DNS terbagi ke dalam beberapa kelompok diantaranya adalah A,
CNAME, MX, NS, PTR, dan SOA.
10.4. Tugas
Buatlah server DNS dengan satu zona untuk mengelola domain nama-siswa.info,
ganti nama-siswa dengan nama masing-masing, dengan www dan blog sebagai
subdomainnya. Dokumentasikan setiap langkah yang dilakukan dalam format
dokumen menggunakan panduan berikut.
Instalasi Aplikasi Server DNS
Buka terminal, ketikkan perintah berikut, diakhiri dengan menekan tombol Enter.
sudo apt-get install bind9
Edit file /etc/bind/named.conf.local dengan menambahkan konfigurasi master
forward berikut.
zone "nama-siswa.info" {
type master;
file "/etc/bind/db.nama-siswa.info";
};
Konfigurasi diatas dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa rekaman DNS untuk
domain nama-siswa.info akan disimpan pada file /etc/bind/db.nama-siswa.info.
Selanjutnya, untuk membuat file zona tersebut, gunakan template yang sudah
ada melalui perintah penyalinan file berikut.
sudo cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.nama-siswa.info
Page | 42
Sistem Operasi Jaringan
Edit file /etc/bind/db.nama-siswa.info tersebut dan lakukan perubahan berikut.
- Ganti kata localhost. dengan nama FQDN dari domain nama-siswa.info
yang akan dikelola. Berikan titik ‘.’ Diakhir nama FQDN tersebut.
- Ganti 127.0.0.1 dengan alamat IP dari komputer server yang digunakan.
- Ganti root.localhost. dengan alamat email masing-masing siswa, dengan
karakter ‘@’ diganti dengan titik.
- Pastikan titik ada di akhir setiap FQDN dan email yang ditentukan diatas.
Berikut ini merupakan contoh hasil akhirnya:
;
; BIND data file for nama-siswa.info
;
$TTL 604800
@ IN SOA nama-siswa.info. email.website.com. (
2 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
IN A 192.168.1.10
;
@ IN NS ns.nama-siswa.info.
@ IN A 192.168.1.10
@ IN AAAA ::1
ns IN A 192.168.1.10
www IN A 192.168.1.10
blog IN A 192.168.1.10
Naikkan nilai serial diatas satu nilai apabila melakukan perubahan pada file ini,
sebelum server DNS di restart. Restart layanan DNS BIND dilakukan dengan
perintah.
sudo /etc/init.d/bind9 restart
atau
sudo service bind9 restart
Page | 43
Sistem Operasi Jaringan
10.5. Tes Formatif
10.6. Lembar Jawaban Tes Formatif
10.7. Lembar Kerja Siswa
Page | 44
Sistem Operasi Jaringan
11. Kegiatan Belajar 12.3 : Pengujian Server DNS
11.1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
11) Mengetahui mekanisme pengujian aplikasi server DNS.
12) Memahami implementasi server DNS pada sisi user/klien.
11.2. Uraian Materi
Pengujian merupakan bagian penting dari pengembangan server DNS. Ini
berguna untuk mengetahui bekerja atau tidaknya server DNS yang telah
dibangun. Hasil akhir yang diberikan oleh pengujian ini haruslah mendekati target
yang diharapkan diawal pengembangan server DNS, sehingga tujuannya dapat
tercapai.
Pada sisi klien pengujian ini dapat dilakukan dengan menggunakan program-
program klien yang memanfaatkan resolver yang ada di sistem operasinya untuk
mencari domain tertentu yang telah didaftarkan di server.
Nslookup merupakan salah satu aplikasi klien yang dapat digunakan untuk
menguji server DNS yang telah dibangun. nslookup merupakan program bawaan
sistem operasi, sehingga tidak perlu ada intalasi lagi.
Selain penggunaan program nslookup, alamat IP server DNS juga harus
didaftarkan pada komputer klien, sehingga resolver dapat bekerja mencari
domain.
Page | 45
Sistem Operasi Jaringan
11.3. Rangkuman
Pengujian hasil pengaturan server DNS dapat dilakukan dengan menggunakan
aplikasi-aplikasi klien DNS, diantaranya adalah nslookup. Dalam prosesnya
aplikasi tersebut akan menghubungi resolver DNS yang telah terinstall pada
komputer klien.
11.4. Tugas
Ujilah hasil server DNS yang telah dibangun pada kegiatan belajar sebelumnya
dengan menggunakan program nslookup dengan panduan sebagai berikut.
Apabila ada masalah yang terjadi selama pengujian dokumentasikan masalah
tersebut dan carilah solusinya dengan memperbaiki konfigurasi server DNS yang
telah dibuat. Gunakan tabel berikut untuk mendata hasilnya.
No. Nama Domain Alamat IP Server DNS Jenis Rekaman DNS
11.5. Tes Formatif
11.6. Lembar Jawaban Tes Formatif
Page | 46
Sistem Operasi Jaringan
11.7. Lembar Kerja Siswa
Page | 47
Sistem Operasi Jaringan
12. Kegiatan Belajar 11 : Server DHCP – Instalasi
12.1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
13) Mengetahui pentingnya server DHCP dalam jaringan komputer
14) Memahami penerapan server DHCP dalam jaringan
12.2. Uraian Materi
DHCP
DHCP merupakan protokol dalam jaringan komputer yang mengatur pemberian
konfigurasi jaringan secara otomatis kepada komputer klien. Protokol ini
dikembangkan untuk memberikan kemudahan bagi klien terutama yang tidak
mengerti tentang konfigurasi jaringan untuk tetap dapat bekerja dalam jaringan.
Terdapat banyak keuntungan yang dapat diperoleh dengan menerapkan layanan
DHCP ini dalam jaringan, diantaranya perubahan konfigurasi jaringan tidak
berdampak pada komputer klien, karena yang perlu disesuaikan konfigurasinya
hanyalah layanan server DHCP-nya. Selain itu, keuntungan lainnya adalah
kemudahan dalam menambahkan komputer klien, termasuk juga dapat
mengatasi kemungkinan adanya konflik antar komputer klien dengan alamat IP
yang sama.
Konfigurasi jaringan yang diberikan biasanya adalah informasi mengenai:
- Alamat IP untuk klien tersebut termasuk didalamnya alamat netmask-nya
- Alamat IP gateway yang digunakan dalam jaringan tersebut
- Alamat IP server DNS
Konfigurasi lainnya yang juga dapat diberikan adalah nama host, nama domain,
server pewaktuan, dan server printer.
Page | 48
Sistem Operasi Jaringan
Dalam implementasinya protokol DHCP ini memiliki dua kelompok aplikasi, yakni
server dan klien DHCP. Server DHCP yang menjadi pemberi konfigurasi jaringan
dan klien yang menjadi pengirim permintaan dan penerimanya. Cara kerja dari
protokol ini ditunjukkan pada diagram pesan berikut.
13.8. Gambar 8. Diagram urutan pesan komunikasi antara klien dan server
DHCP
Gambar diambil dari http://technet.microsoft.com/en-
us/library/cc780760%28v=ws.10%29.aspx.
Pada protokol ini yang memulai komunikasi pertama kali adalah klien dengan
mengirimkan pesan DHCPDiscover broadcast untuk memberitahu server DHCP
bahwa klien ini membutuhkan konfigurasi jaringan. Server DHCP yang menerima
pesan ini akan membalas dengan pesan DHCPOffer yang berisikan pilihan
konfigurasi jaringan yang tersedia. Pilihan yang ditentukan oleh klien dikirimkan
ke server melalui pesan DHCPRequest. Terakhir, apabila server bersedia
memberikan pilihan konfigurasi dari klien akan mengirimkan pesan DHCPAck.
Lebih mudah proses ini sering disingkat dengan nama DORA (Discover, Offer,
Request, and Acknowledgment). Oleh karena, dalam proses komunikasinya klien
meminta konfigurasi jaringan ini dari server DHCP, dapat juga dikatakan bahwa
DHCP merupakan protokol yang mengatur penyewaan konfigurasi jaringan pada
klien.
Sebagaimana layanan jaringan lainnya, protokol ini distandarkan untuk berjalan
pada port UDP 67 untuk server sedangkan klien pada port UDP 68. Selain port,
terkait dengan standar OSI, DHCP merupakan protokol yang diimplementasikan
pada lapisan aplikasi.
Page | 49
Sistem Operasi Jaringan
Program klien DHCP ini merupakan program bawaan sistem operasi, sehingga
tidak diperlukan instalasi aplikasi tambahan pada komputer klien. Sedangkan
program server-nya masih perlu diinstal. Ada banyak aplikasi server DHCP yang
ada saat ini di Linux. Salah satu yang paling sering digunakan adalah ISC DHCP
Server. Instalasi program ini dapat dilakukan dengan menjalankan perintah
berikut pada terminal Ubuntu.
sudo apt-get install isc-dhcp-server
Apabila berhasil akan terdapat file dhcpd.conf pada lokasi /etc/dhcp.
12.3. Rangkuman
DHCP merupakan protokol yang saat ini hampir selalu ada dalam semua
jaringan komputer yang melibatkan klien, karena dapat memberikan kemudahan
bagi klien.
Pada implementasinya protokol ini memiliki aplikasi klien dan server. Program
klien saat ini sudah menjadi bawaan dari sistem operasi. Program server DHCP
yang banyak digunakan di Linux saat ini adalah ISC DHCP Server.
12.4. Tugas
12.5. Tes Formatif
12.6. Lembar Jawaban Tes Formatif
Page | 50
Sistem Operasi Jaringan
12.7. Lembar Kerja Siswa
Page | 51
Sistem Operasi Jaringan
13. Kegiatan Belajar 12.3 : Konfigurasi dan Pengujian DHCP Server
13.1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui konfigurasi aplikasi server DHCP
2) Memahami penerapan server DHCP pada suatu jaringan
13.2. Uraian Materi
Melanjutkan dari kegiatan sebelumnya apabila telah berhasil melakukan instalasi
aplikasi ISC DHCP Server, dapat dilanjutkan ke bagian konfigurasi. Apabila
belum berhasil pastikan koneksi internet dan perintah yang diketikkan telah
sesuai.
Selanjutya, konfigurasi server DHCP pada Ubuntu dapat dilakukan melalui file
/etc/dhcp/dhcp.conf. Berikut ini merupakan contoh konfigurasi server DHCP
untuk jaringan yang dapat menerima 50 klien dengan rentang alamat IP klien dari
192.168.1.150 hingga 192.168.1.200, menggunakan gateway 192.168.1.254
beserta server DNS 192.168.1.1 dan 192.168.1.2.
# minimal sample /etc/dhcp/dhcpd.conf
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.150 192.168.1.200;
option routers 192.168.1.254;
option domain-name-servers 192.168.1.1, 192.168.1.2;
option domain-name "domain.tld";
}
Page | 52
Sistem Operasi Jaringan
Dengan konfigurasi ini, maka dapat dikatakan bahwa minimal lawa waktu
penyewaan konfigurasi jaringan oleh klien 600 detik dan maksimal 7200 detik.
Apabila waktu ini telah habis, maka klien harus mengirimkan request lagi untuk
perpanjangan. Dalam kasus ini juga, alamat gateway dan server DHCP
disamakan, yakni 192.168.1.254.
13.9. Gambar 9. Konfigurasi DHCP yang ditambahkan pada bagian akhir
dari file /etc/dhcp/dhcpd.conf
13.10. Gambar 10. Alamat IP server DHCP dan gateway
Page | 53
Sistem Operasi Jaringan
Setiap kali merubah konfigurasi DHCP maka server harus direstart untuk melihat
hasilnya. Perintah berikut ini dapat digunakan untuk me-restart server DHCP.
sudo /etc/init.d/isc-dhcp-server restart
atau
sudo service isc-dhcp-server restart
PENGUJIAN
Agar dapat mengetahui berhasil tidaknya konfigurasi DHCP yang telah dilakukan,
maka perlu dilakukan pengujian. Secara implementasi pada komputer klien
sebenarnya tidak ada proses tambahan yang perlu dilakukan selain
menghubungkan komputer klien ke jaringan baik melalui kabel ataupun tanpa
kabel. Namun, terkadang ada kondisi dimana klien tidak dapat menerima
konfigurasi dari server DHCP. Apabila kondisi tersebut terjadi, aplikasi dhclient
pada Ubuntu dapat digunakan untuk meminta konfigurasi jaringan ini dengan
menggunakan perintah berikut, yang dijalankan melalui terminal:
sudo dhclient [kartu-jaringan]
contoh:
sudo dhclient eth0
Apabila berhasil program ini akan menampilkan hasil berikut.
Page | 54
Sistem Operasi Jaringan
13.11. Gambar 11. Kondisi dimana klien tidak mendapatkan IP dari server
DHCP
13.12. Gambar 12. Penggunaan program dhclient untuk meminta IP dari
server DHCP
Page | 55
Sistem Operasi Jaringan
13.13. Gambar 13. Contoh klien yang berhasil mendapatkan IP setelah
komputer dihidupkan
Panduan praktikum melalui aplikasi VirtualBox
a. Konfigurasi virtualbox
i. Matikan layanan server DHCP pada jaringan Host-only Networks yang
ada pada virtualbox melalui menu File > Preferences… > Network > tab:
Host-only Networks > VirtualBox Host-Only Ethernet Adapter > tombol:
Edit > tab: DHCP Server > hapus centang pada Enable Server > OK >
OK.
ii. Apabila belum ada Host-only Networks yang tersedia tekan tombol Add
pada tab Host-only Networks.
b. Konfigurasi mesin virtual
c. sd
13.3. Rangkuman
Page | 56
Sistem Operasi Jaringan
13.4. Tugas
Buatlah konfigurasi jaringan server DHCP melalui aplikasi ISC DHCP Server
untuk jaringan dengan target berikut:
- Jumlah klien maksimal 100
- Berada pada jaringan 192.168.78.0/24
- Alamat gateway jaringannya adalah 192.168.78.1
- Alamat server DNS yang digunakan adalah 192.168.78.9 dan 8.8.8.8
13.5. Tes Formatif
1. Bagaimanakah hasil dari konfigurasi server DHCP berikut apabila
diaktifkan. Pilih semua jawaban yang benar.
a. Sd
b. sd
2. sd
13.6. Lembar Jawaban Tes Formatif
Page | 57
Sistem Operasi Jaringan
13.7. Lembar Kerja Siswa
Page | 58
Sistem Operasi Jaringan
Page | 2