TUGAS I
LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM IPA DI SD (PDGK 4107)
Oleh:
Ni Wayan Mega Juniari
NIM. 859010892
PROGRAM STUDI S1-PGSD
UPBJJ-UT DENPASAR POKJAR KUTA UTARA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN 2022
LAPORAN TERBIMBING 1
A. JUDUL PERCOBAAN
Gerak Pada Tumbuhan
1. Gerak seismonasti
2. Gerak niktinasti
3. Gerak getropisme negatif
B. TUJUAN PERCOBAAN
1. Mengamati gerak seismonasti
2. Mengamati gerak niktinasi
3. Mengamati gerak geotropisme negatif pada tumbuhan
C. ALAT DAN BAHAN
1. Seismonasti dan Niktinasti
a. Tanaman putri malu dalam pot 1 buah
b. Kotak dari karton warna hitam atau kardus dilapisi kertas hitam 1 buah
c. Stopwatch atau jam tangan 1 buah
d. Alat-alat tulis dan penggaris
2. Geotropisme
a. Pot berukuran kecil 2 buah
b. Tanah yang subur secukupnya
c. Biji kacang merah secukupnya
d. Air secukupnya
D. LANDASAN TEORI
Tumbuhan sebagai mahluk hidup juga melakukan gerak. Namun, gerak yang
dilakukan oleh tumbuhan tidak seperti yang dilakukan oleh hewan maupun manusia.
Gerakan pada tumbuhan sangat terbatas. Gerakan yang dilakukan oleh tumbuhan hanya
dilakukan pada bagian tertentu. Misalnya bagian ujung tunas, bagian ujung akar,
ataupun pada bagian lembar daun tertentu (Ferdinand, 2003 dalam Rumanta, 2019).
Gerak yang disebabkan rangasangan gaya gravitasi disebut geotropisme.
Karena gerak akar diakibatkan oleh rangsangan gaya tarik bumi (gravitasi) dan arah
gerak menuju arah datangnya rangsangan, maka gerak tumbuh akar disebut
geotropisme positif. Sebaliknya gerak organ tumbuhan lain yang menjauhi pusat bumi
disebut geotropisme negatif (Campbell, 2004 dalam Rumanta, 2019). Nasti adalah
gerak bagian tumbuhan yang tidak dipengaruhi oleh rangsang. Gerak ini disebabkan
oleh adanya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang. Karena tidak
dipengaruhi oleh arah sehingga tidak ada nasti positif atau negatif.
Macam-macam gerak nasti:
a) Niktinasi
Niktinasti (rangsang berupa gelap), merupakan gerak tidur pada tumbuhan yang
disebabkan karena keadaan gelap. Proses niktinasti banyak terjadi pada tumbuhan
berdaun majemuk. Niktinasti terjadi karena sel-sel motor di persendian tangkai
daun (anak-anak daun majemuk) atau pulvinus memompa ion K+ dari satu bagian
ke bagian lainnya sehingga menyebabkan perubahan tekanan turgor. Contoh
niktinasti adalah pada daun lamtoro dan Cassia corymbosa yang melipat kebawah
pada saat malam hari.
b) Seismonasti
Seismonasti adalah gerak pada tumbuhan karena adanya rangsangan berupa
getaran. Daun putri malu saat disentuh akan menutup, reaksi menutupnya daun putri
malu dikarenakan adanya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang.
Dengan jenis sentuhan yang berbeda, maka reaksi daun putri malu pun berbeda-
beda. Jika disentuh secara halus, daun putri malu menutup secara perlahan mulai
dari pangkal daun sampai ujung daun. Saat disentuh dengan sentuhan sedang, daun
langsung menutup dari pangkal daun hingga tengah disusul dengan bagian ujung.
Sedangkan jika disentuh dengan sentuhan kasar, daun dan tangkai langsung
menutup sekaligus.
E. PROSEDUR PERCOBAAN
1) Prosedur Percobaan Seismonasti
a. Menyediakan alat dan bahan yang diperlukan, seperti pot tanaman putri malu,
lembar kerja, alat tulis dan penggaris.
b. Meletakkan pot tanaman putri malu yang telah disediakan di atas meja,
melakukan sentuhan halus, agak kasar dan kasar pada daun putri malu
menggunakan penggaris.
c. Mengamati reaksi daun putri malu yang disentuh dan mencatatnya pada tabel
pengamatan.
2) Prosedur Percobaan Niktinasti
a. Menyediakan dua buah pot tanaman putri malu, memberikan tanda A pada pot
pertama dan tanda B pada pot kedua.
b. Meletakkan pot A di tempat terang/terbuka.
c. Menyimpan pot B di atas meja dan menutupnya dengan menggunakan kotak
karton atau kardus yang kedap cahaya dengan hati-hati agar tidak
menyentuhnya.
d. Membiarkan pot B tertutup selama lebih kurang setengah jam (30 menit).
e. Setelah ditutup lebih kurang setengah jam, membuka dengan hati-hati (tidak
menyentuh tanamannya).
f. Mengamati apa yang terjadi dengan daun putri malu pada pot B dan
membandingkan dengan daun putri malu pada pot A.
g. Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan
3) Prosedur Percobaan Geotropisme Negatif
a. Menanam tanaman kacang hijau pada pot A dan pot B, 1 minggu sebelum
kegiatan praktikum IPA.
b. Meletakkan pot A secara vertical dan pot B secara horizontal.
c. Mengamati pertumbuhan kacang hijau setiap hari.
d. Mencatat pertumbuhan kacang hijau pada tabel pengamatan.
F. HASIL PENGAMATAN
Berikut adalah tabel hasil pengamatan gerak seismonasti :
Tabel 1.1
Hasil pengamatan seismonasti
No. Jenis sentuhan pada Reaksi daun Keterangan
daun putri malu putri malu
1. Halus Daun menutup Daun cepat membuka Kembali
dengan lambat
2. Sedang Daun menutup Daun perlu waktu ± 2 menit untuk
agak cepat membuka kembali
3. Kasar Daun menutup Daun perlu waktu ± 4 menit untuk
dengan cepat membuka kembali
Berikut adalah tabel hasil pengamatan gerak niktinasti :
Tabel 1.2
Hasil pengamatan niktinasti
No. Pot putri malu Reaksi daun putri malu
1. Disimpan di tempat terang
Mula-mula ½ jam kemudian
Daun terbuka Daun terbuka
2. Ditutup dengan penutup yang Daun terbuka Daun tertutup
kedap cahaya
Berikut adalah tabel hasil pengamatan gerak geotropisme negatif
Tabel 1.3
Hasil pengamatan geotropisme negatif
Jenis Pengamatan hari ke- Keterangan
Pot 1 2 3 4 5 6 7
Batang tumbuh tegak
A 0,5 1,5 2,5 3 3,7 4,2 4,7
Batang tumbuh membelok mengikuti
B 0,6 1,4 2,5 3,4 4,2 5,3 6,1 cahaya matahari (menjauhi titik pusat
bumi)
G. PERTANYAAN-PERTANYAAN
1. Sebutkan dua jenis tanaman lain yang dapat melakukan niktinasti!
2. Apa perbedaan antara niktinasti dengan seimonasti pada percobaan yang telah
dilakukan?
3. Pada percobaan geotropism yang telah dilakukan, sebenarnya juga sekaligus telah
membuktikan adanya gerak fototropisme. Mengapa? Jenis fototropisme apakah
yang terjadi? Jelaskan!
H. PEMBAHASAN
Berdasarkan data hasil pengamatan, gerak seismonasti, gerak niktinasti, dan gerak
geotropism negatif pada tumbuhan.
1. Seismonasti
Seismonasti adalah gerak pada tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan
berupa getaran. Daun putri malu akan menutup bila disentuh. Perlakuan sentuhan
yang berbeda, pengaruhnya juga berbeda. Jika sentuhan halus, proses menutupnya
lambat. Bila disentuh dengan sedang reaksinya agar cepat menutup. Dan jika
disentuh dengan kasar akan dengan cepat menutup daun dan tangkainya. Reaksi ini
terjadi akibat perubahan tiba-tiba dalam keseimbangan air yang air yang terjadi
pada bantal daun yang kehilangan tekanan air sehingga daun maupun tangkai
mengatup.
2. Niktinasti
Niktinasti (nyktos = malam) merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh suasana
gelap, sehingga disebut juga gerak tidur. Selain disebabkan oleh suasana gelap,
gerak “tidur” daun-daun tersebut dapat terjadi akibat perubahan tekanan turgor di
dalam persendian daun. Pengamatan niktinasti pada tumbuhan putri malu, dengan
menyimpan putri malu di tempat terang atau terbuka dan membandingkannya
dengan putri malu yang diletakkan di tempat tertutup atau kedap cahaya. Pada
tumbuhan putri malu yang berada di tempat kedap cahaya, daun-daun putri malu
tersebut mulai mengatup. Hal-hal ini yang menyebabkan sama seperti yang terjadi
pada saat gerak tidur pada tumbuhan putri malu.
3. Geotropisme Negatif
Geotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi. Jika
arah geraknya menuju rangsang disebut geotropism positif, misalnya Gerakan akar
menuju tanah. Jika arak geraknya menjauhi rangsang disebut geotropisme negative,
misalnya gerak tumbuh batang menjauhi tanah. Pada pengamatan percobaan, pot A
mengalami pertumbuhan batang secara normal menuju ke atas. Pada pot B yang
diletakkan horizontal pertumbuhan batang membelok dari horizontal menuju arah
vertical secara bertahap selama 7 hari. Hal ini terjadi akibat gerak tumbuh batang
menjauhi tanah.
I. KESIMPULAN
Seismonasti adalah gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang
berupa getaran. Niktinasti adalah gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang
berupa gelap. Sedangkan geotropisme adalah gerak pada tumbuhan yang dipengaruhi
oleh gravitasi bumi (jika arah pertumbuhan menjauhi titik pusat bumi disebut
geotropisme negatif).
J. KESULITAN YANG DIALAMI: SARAN DAN MASUKAN
Dalam tugas kelompok ini kesulitan yang dihadapi adalah jarak antar anggota
yang jauh satu sama lain dan menetukan waktu pengerjaan pratikum.
Pencarian bahan untuk pratikum terkendala lahan tumbuhan yang sangat minim
(pencarian tanaman putri malu).
K. JAWABAN DARI PERTANYAAN
1. Leguminosae atau polong-polongan (Leguminosaceae) seperti bunga merak
(Caesalpinia pulcherrima) dan daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea). Daun-daun
tersebut akan menutup pada malam hari dan akan membuka kembali jika matahari
terbit.
2. Pada percobaan di atas, diketahui bahwa:
Niktinasti: Gerak daun putri malu dipengaruhi rangsang dari cahaya
Seismonasti: Gerak putri malu dipengaruhi rangsang sentuhan
3. Pada percobaan geotropisme di atas sekaligus membuktikan fototropisme karena
arah tumbuh batang menuju ke arah cahaya matahari. Jenis fototropisme yang
terjadi adalah fototropisme positif karena arah tumbuh batang menuju sumber
rangsang cahaya.
L. FOTO PRAKTIKUM
https://www.gurupendidikan.co.id/wp-content/uploads/2016/11/gerak-pada-tumbuhan.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-
TvRc3F3WEOs/YOZ3xvfLB2I/AAAAAAAAAlI/y3I_5ElbztA_y6o9LEaJ0NJTwY77AxM0wCLcB
GAsYHQ/s1471/TUGAS%2B2%2BIPA%2BLERDI%2BJUANDA%2BGERAK%2BPADA%2BTU
MBUHAN-6-7_page-0001.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-
TvRc3F3WEOs/YOZ3xvfLB2I/AAAAAAAAAlI/y3I_5ElbztA_y6o9LEaJ0NJTwY77AxM0wCLcB
GAsYHQ/s1471/TUGAS%2B2%2BIPA%2BLERDI%2BJUANDA%2BGERAK%2BPADA%2BTU
MBUHAN-6-7_page-0001.jpg
M. DAFTAR PUSTAKA
Maman Rumanta, dkk. Praktikum IPA di SD, PDGK 4107/3 SKS /Modul 1-9, Universitas Terbuka.
Athaanak Cerdas.blogspot.com/2011/12/Laporan Praktikum
Sekeping-Kehidupan.logspot.com/2012/11/Praktikum-gerakpada-tumbuhan.html
LAPORAN TERBIMBING 2
A. JUDUL PERCOBAAN
Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan
B. TUJUAN PERCOBAAN
1. Mengamati pertumbuhan dan perkembangan lalat buah (Drosophila sp) dan telur
sampai imago (dewasa).
2. Mengetahui lamanya siklus hidup lalat buah.
C. ALAT DAN BAHAN
1. Plastik transparan pembungkus ukuran besar 1 buah.
2. Botol jam (selai) 3 buah.
3. Pisang ambon secukupnya.
4. Sendok makan 1 buah.
5. Kertas saring secukupnya.
6. Lalat buah (Drosophila sp) ± 20 ekor.
D. LANDASAN TEORI
Lalat buah merupakan hewan percobaan yang sering digunakan dalam praktikum
genetika. Beberapa hukum genetika yang penting telah dihasilkan dari penelitian
menggunakan lalat buah (Strickberger, 1985). Pilihan ini tepat sekali karena pertama,
lalat ini kecil sehingga suatu populasi yang besar dapat dipelihara dalam laboratorium.
Kedua, daur hidup sangat cepat. Tiap 2 minggu dapat dihasilkan satu generasi dewasa
yang baru. Ketiga, lalat ini sangat subur yang betina dapat menghasilkan ratusan telur
yang dibuahi dalam hidupnya yang pendek (Kimball, 2001).
Lalat buah termasuk dalam ordo dipteral yang mengalami metamorphosis
sempurna dengan empat stadium perkembangan yaitu telur-larva-pupa-imago. Telur-
telur lalat buah diletakkan oleh betina dewasa dalam jaringan buah
(Kartasaputra,1987). Lalat buah biasa dijumpai pada medium pisang, papaya, tomat, nasi
basi dan tempat sampah disekitar rumah (Yatim, 1991). Ciri-ciri umum lalat buah
(Drosophila Sp):
1. Warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian
belakang.
2. Berukuran kecil, antara 3-5 mm. Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian
dekat dengan tubuhnya.
3. Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu, memiliki 7-12 percabangan.
4. Mata majemuk berbentuk bulat agak ellips dan berwana merah.
5. Thorax berbulu-bulu dengan warna dasar putih, sedangkan abdomen bersegmen lima
dan bergaris hitam
6. Mata majemuk berbentuk bulat agak ellips dan berwana merah.
Siklus hidup lalat buah
Siklus hidup lalat buah yaitu pada telur lalat buah yang dewasa akan bertelur
pada hari kedua dari pupa dan berkembang selama lebih kurang 1 minggu. pada larva,
Larva berwarna putih keruh atau putih kekuning kuningan, berbentuk bulat panjang
dengan salah satu ujungnya runcing. Larva lalat buah terdiri dari 3 bagian yaitu kepala,
toraks (3 ruas), dan abdomen (8 ruas).
Ketika pupa bagian kepala terbentuk, pupa seperti ini biasanya disebut dengan
instar keempat. Kemudian menjadi susunan yang lebih sempurna dengan bagian
kepala, susunan kepala dan kaki kakinya. Imago lalat buah rata-rata berukuran 0,7 mm
x 0,3 mm terdiri atas kepala, toraks dada dan abdomen.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pada siklus hidup
Drosophilamelanogaste diantaranya sebagai (Bohari, 2011)
a. Suhu Lingkungan
Drosophila melanogaster mengalami siklus selama 8-11 hari dalam kondisi
ideal.Kondisi ideal yang dimaksud adalah suhu sekitar 25-28°C. Pada suhu ini lalat
akanmengalami satu putaran siklus secara optimal. Sedangkan pada suhu rendah
atau sekitar18 C, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan siklus hidupnya
relatif lebih lama danlambat yaitu sekitar 18-20 hari. Pada suhu 30°C, lalat
dewasa yang tumbuh akan steril.
b. Ketersediaan Media MakananJumlah telur
Drosophila melanogaster yang dikeluarkan akan menurun apabila kekurangan
makanan. Lalat buah dewasa yang kekurangan makanan akan menghasilkanlarva
berukuran kecil. Larva ini mampu membentuk pupa berukuran kecil, namun sering
kaligagal berkembang menjadi individu dewasa. Beberapa dapat menjadi
dewasa yang hanya dapat menghasilkan sedikit telur. Viabilitas dari telur-telur ini
juga dipengaruhi oleh jenis dan jumlah makanan yang dimakan oleh larva betina.
c. Tingkat Kepadatan Botol Pemeliharaan Botol
Medium sebaiknya diisi dengan medium buah yang cukup dan tidak terlalu
padat. Selain itu, lalat buah yang dikembangbiakan di dalam botol pun sebaiknya
tidak terlalu banyak, cukup beberapa pasang saja. Pada Drosophila melanogaster
dengan kondisi ideal dimana tersedia cukup ruang (tidak terlalu padat) individu
dewasa dapat hidup sampai kurang lebih 40 hari. Namun apabila kondisi botol
medium terlalu padat akan menyebabkanmenurunnya produksi telur dan
meningkatnya jumlah kematian pada individu dewasa.
d. Intensitas Cahaya
Drosophila melanogaster lebih menyukai cahaya remang-remang dan akan
mengalami pertumbuhan yang lambat selama berada di tempat yang gelap.
E. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Membuat medium lalat buah
a. Sediakan alat penumbuk atau blender, pastikan alat tersebut dalam keadaan bersih.
b. Haluskan pisang ambon dan tape singkong.
c. Sesudah medium halus, masukan kedalam wadah 2 sendok makan dan ratakan.
d. Masukan kertas saring steril atau kertas tisu yang sudah dilipat kedalam setiap
wadah yang telah disediakan atau kayu sebagai tambahannya.
2. Menangkap lalat buah
a. Persiapkanlah botol selai dan tutupnya serta kantong plastic besar.
b. Pergilah ke tempat di mana terdapat tong sampah/tumpukan sampah.
c. Setelah sampai di tempat sampah, kembangkanlah kantong plastic besar dengan
mulut plastic terbuka lebar dan pegang pada pangkalnya, kemuadian arahkan
mulut plastic ke mulut tong sampan terbuka dan buatlah kejutan dengan memukul
atau mengguncang-guncang tong sampah.
d. Biasanya lalat buah akan berterbangan dan akan terperangkap ke dalam kantong
plastic yang dipegang. Setelah terlihat ada yang terperangkap tutuplah mulut
kantong plastik dengan cepat sehingga beberapa ekor lalat buah sekarang
terperangkap dalam kantong plastik.
3. Mengkultur lalat buah
a. Masukan lalat buah yang terperangkap dalam plastic tadi dengan hati-hati ke
dalam botol kultur. Pekerjaan ini agak sulit dan mintalah bantuan teman. Jika ada
kesulitan biuslah lalat buah yang ada dalam plastic tersebut dengan
ether/chloroform yang dimasukkan Bersama segumpal kapas. Setelah terbius
tumpahkanlah di atas sehelai kerta. Selagi terbius masukkan ke dalam botol kultur
kurang lebih 5-10 ekor lalat
b. Tutuplah wadah dengan plastik dan ikatlah dengan karet gelang
c. Tusuk-tusuklah tutup plastik dengan jarum pentul agar ventilasinya baik
d. Tempatkanlah wadah ditempat teduh dan aman
e. Amatilah biakan setiap pagi dan sore dengan teratur. Pengamatan meliputi
kapan timbul telur, larva, pupa, pupa berubah warna, dan keluarnya lalat dewasa.
F. HASIL PENGAMATAN
Tabel Hasil Pengamatan
Waktu pengamatan Kejadian/perubahan Keterangan
Hari ke-1 Pukul 08.00
Belum ada tanda-tanda -
Pukul 18.00
Hari ke-2 Pukul 08.00 Terjadi perkawinan Perkawinan berlangsung
antara lalat buah betina selama 3-5 menit
Pukul 18.00 dTaenrdjapnatatnbeberapa lalat Sekitar 2 ekor lalat buah
buah betina yang hamil yang hamil
Belum ada tanda-tanda -
bertelur
Hari ke-3 Pukul 08.00 Ada satu lalat buah Terdapat 10 larva pada
dan 4 Pukul 18.00 betina yang bertelur media 2
dan sudah menetas
Hari ke-5 Pukul 08.00 mLaernvjaadi larva Warna larva berubah menjadi
Hari ke-6 Pukul 08.00 berubah/mengalami kuning kecoklatan
Hari ke-8 Pukul 08.00 perubahan fase ke-2
Larva Larva bergerak semakin
berubah/mengalami lamban
perubahan fase ke-3
Larva berubah menjadi
pupa
Pupa berubah menjadi
imago
G. PERTANYAAN DAN JAWABAN
1. Pada hari ke berapa lalat meletakkan telurnya?
Jawaban: Pada hari ke-3
2. Pada hari ke berapa pupa dan lalat dewasa itu terjadi?
Jawaban: Hari ke-6 menjadi pupa dan hari ke-8 menjadi lalat dewasa
H. PEMBAHASAN
Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa lalat mengalami metamorfosis
sempurna. Lalat mengalami 4 tahapan yaitu telur, larva, pupa, dan imogo. Lalat mengalami
pertumbuhan dari telur sampai imago membutuhkan waktu selama 8 hari. Waktu yang
diperlukan dalam metamorfosis lalat buah dari periode ke periode tidak sama Antara telur
menjadi larva, larva menjadi pupa, dan pupa menjadi imago. Berdasarkan hasil
pengamatan diketahui bahwa tidak semua lalat buah mengalami perkembangan secara
sempurna dengan waktu yang sesuai untuk metamorfosis lalat buah pada umumnya
mulai dari fase telur sampai dewasa.
I. KESIMPULAN
Tahapan-tahapan fase pertumbuhan Drosophila sp adalah; telur-larva instar I-larva
instar II-larva instar III-prepupa-pupa-imago.
Dalam memelihara Drosophila sp, wadah atau media diusahakan berada pada kondisi
lingkungan yang ideal yaitu sekitar 25°C. Selain itu, perlu diperhatikan ketersediaan media
makanannya. Jumlah Drosophila sp yang dimasukkan ke dalam botol cukup beberapa
pasang saja sehingga memberikan ruang pada Drosophila sp untuk hidup. Botol media
juga sebaiknya diletakkan di tempat dengan cahaya remang-remang yang tidak terlalu
besar intensitas cahayanya. Pada pengamatan, praktikan perlu mengetahui dan
mempelajari siklus hidup Drosophila sp sebelumnya. Dengan mempelajari siklus
hidupnya, akan lebih mudah untuk diamati fase-fase pergiliran keturunannya dan mudah
diamati proses penurunan sifatnya.
J. KESULITAN YANG DIALAMI: SARAN DAN MASUKAN
Kesulitan yang dialami dapal penelitian kali ini adalah saat penangkapan lalat buah,
perlu kesabaran dan kehati-hatian. Saran untuk praktikum ini lebih dipersiapkan waktu
cukup banyak agar dapat lebih optimal.
K. FOTO PRAKTIKUM
L. DAFTAR PUSTAKA
Ashburner, Michael.2002. Drosophila Genomics and Speciation.
(Online).
http://www.gen.cam.ac.uk/Research/ashburner.d
Chairunnissa, Mutiara. 2012. Pengamatan Drosophila melanogaster.
http://katahatimutiara.wordpress.com/2012/09 /25/ pengamatan-drosophila-melanogaster.
Kimball, J.W. 2001. Biologi. Jakarta: Erlangga.
LAPORAN TERBIMBING 3
A. JUDUL PERCOBAAN
Ekosistem Darat
B. TUJUAN PERCOBAAN
Membandingkan komponen-komponen yang terdapat pada ekosistem darat alami dan
buatan
C. ALAT DAN BAHAN
1. Seperangkat alat tulis.
2. Loup/kaca pembesar.
3. Barometer.
4. Lingkungan sekitar.
D. LANDASAN TEORI
Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan
timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem
sebagai suatu tatanan kesatuan yang secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur
lingkungan hidup dan saling mempengaruhi. Ekosistem sebagai penggabungan dari
setiap unit biosistem. Melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan
lingkungan fisik sehingga aliran energinya menuju pada suatu struktur biotik tertentu
dan terjadi siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber
dari semua energy, dalam ekosistem, organisme pada komunitas berkembang bersama-
sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme kemudian beradaptasi
lagi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik
untuk kelangsungan hidupnya.
Dalam kehidupan yang ada, tidak akan terlepas dari adanya interaksi dengan
lingkungan yang mendukung adanya keseimbangan dalam hidup. Pada buku Prinsip-
Prinsip Ekologi Ekosistem Lingkungan dan Pelestariannya, dibahas mengenai
pengertian, proses, unsur ekosistem, dan masih banyak lagi.
Komponen ekosistem merupakan bagian dari suatu ekosistem yang menyusun
ekosistem ini sendiri sehingga terbentuk sebuah ekosistem. Komponen dalam
ekosistem kemudian dibagi lagi menjadi dua macam, yaitu komponen hidup dan
komponen tak hidup. Selain itu komponen hidup dapat disebut juga sebagai komponen
biotik, dan komponen tak hidup dapat disebut sebagai komponen abiotik. Setiap
komponen memiliki anggota yang berbeda-beda pula.
Berikut komponen-komponen dari ekosistem:
a. Komponen Biotik
Biotik memiliki arti “Hidup”. Komponen biotik pada suatu ekosistem adalah
makhluk hidup itu sendiri, sebab ekosistem tak akan pernah terbentuk tanpa adanya
makhluk hidup didalamya. Keberadaan makhluk hidup kemudian membentuk suatu
rantai makanan dalam suatu ekosistem. Beberapa contoh dari komponen biotik
yang ada lingkungan sekitar kita, antara lain:
• Organisme Autotrof atau Produsen
• Organisme Heterotrof (Konsumen)
• Pengurai atau Dekomposer
b. Komponen Abiotik
Komponen kedua dalam ekosistem adalah komponen abiotic atau komponen
yang tak hidup. Dengan kata lain, komponen abiotik adalah komponen yang terdiri
dari benda-benda bukan makhluk hidup tetapi ada di sekitar kita, dan ikut
mempengaruhi kelangsungan hidup. Beberapa jenis komponen abiotik yaitu suhu,
sinar matahari, air, angin, udara, kelembapan udara, dan banyak lagi benda mati
yang ikut berperan dalam ekosistem. Berikut beberapa diantaranya:
• Suhu
• Air
• Garam
• Sinar Matahari
E. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Menentukan ekosistem darat di sekitar tempat tinggal yang akan kita amati
komponen- komponen yang ada di dalam ekosistem tersebut.
2. Setelah menemukan tempatnya, kemudian amati komponen- komponen abiotiknya
meliputi suhu udara, pencahayaan, angin, atau jenis/warna tanah.
3. Untuk mengetahui suhu udara gunakan barometer, sementara untuk mengetahui
keadaan pencahayaannya,angina tau tanah dapat diperkirakan saja.
4. Catat semua data.
5. Setelah mengamati komponen abiotik, perhatikan komponen biotiknya. catat semua
makhluk hidup yang ada di ekosistem tersebut.
6. Mulailah mencatat jenis tumbuhan sebagai produsen yang ada. Jika ada dilengkapi
dengan nama latinnya.
7. Catat semua jenis hewan sebagai konsumen yang ditemui di sekitar ekosistem, baik
yang tetap maupun yang singgah.
8. Amati hewan-hewan kecil yang mungkin ada di dalam tanah atau dekat permukaan,
atau pada sela-sela daun atau batang.
9. Gunakan kaca pembesar jika perlu.
10. Semua data dicatat.
11. Sebagai pembanding, tentukan satu ekosistem darat buatan yang ada di sekitar
tempat tinggal atau sekolah.
12. Lakukan seperti pada Langkah nomor 1 sampai dengan nomor 8. Kemudian dicatat.
13. Buat kesimpulan umum tentang perbedaan kedua tipe ekosistem tersebut.
F. HASIL PENGAMATAN
Tabel 2.1
Komponen Abiotik Ekosistem Darat Alami
NO KOMPONEN ABIOTIK KONDISI / KEADAAN
1 Suhu Udara 29 C
2 Tanah Sedikit kering
3 Pencahayaan Terang
4 Angin Sepoi - sepoi
5 Warna Tanah Coklat kecoklatan
Tabel 2.2
Komponen Biotik Ekosistem Darat Alami
NO JENIS TUMBUHAN JENIS HEWAN PENGURAI
1 Rumput Sapi Cacing
2 Pohon Pisang Anjing Jamur
3 Pohon Jeruk Lebah Bakteri
Tabel 2.3
Komponen Abiotik Ekosistem Darat Buatan
NO KOMPONEN ABIOTIK KONDISI / KEADAAN
1 Suhu Udara 29 C
2 Tanah Gembur
3 Pencahayaan Terang
4 Angin Sepoi - sepoi
5 Warna Tanah Hitam kecoklatan
Tabel 2.4
Komponen Biotik Ekosistem Darat Buatan
NO JENIS TUMBUHAN JENIS HEWAN PENGURAI
1 Padi Katak Cacing
2 Jagung Belalang Jamur
3 Bunga Mawar Bakteri
Ular
G. PERTANYAAN DAN JAWABAN
1. Menurut pendapat anda ekosistem manakah yang mempunyai jenis komponen
biotik lebih banyak? mengapa demikian? jelaskan secara singkat!
Jawaban:
Ekosistem yang mempunyai komponen biotik dengan jumlah yang banyak adalah
kosistem darat alami. Ditinjau dari data yang diperoleh, jumlah yang lebih banyak
adalah eosistem darat alami. Hal ini dapat dicontohkan pada kosistem hutan. Hutan
mempunyai komponen biotik yang banyak dan hewannya mempunyai berbagai
jenis dan bermacam spesies.
H. PEMBAHASAN
Hubungan timbal balik yang terjadi antara komponen biotik dan komponen
abiotik pada ekosistem alami berjalan secara alami tanpa ada campur tangan manusia.
Contoh ekosistem alami adalah: hutan,padang rumput, laut, danau, padang pasir,
pantai.
Hubungan timbal balik yang terjadi antara komponen biotik dan komponen
abiotik pada ekosistem buatan masih ada campur tangan manusia yaitu pada kmponen
biotik di dalam ekosistem buatan, disini terjadi pembatasan populasi / jumlah tumbuhan
yang ada pada ekosistem buatan.adapun contoh ekosistem buatan yaitu : sawah, kebun,
taman, kolam, aquarium.
I. KESIMPULAN
Ekosistem darat alami dan ekosistem buatan memiliki komponen abiotik yang
sama, ada air, tanah dan udara. Hanya saja berbeda pada komponen biotiknya.
Ekosistem darat alami tidak dikendalikan jumlah populasinya, atau bisa dikatakan
penyusun Ekosistem darat alami lebih beragam dibandingkan ekosistem darat buatan.
J. KESULITAN YANG DIALAMI
Secara garis besar, kesulitan dari penelitian ini yaitu saat mencari hewan
pengurai di lahan yang kontur tanahnya kering. Dan dalam tugas kelompok ini kesulitan
yang dihadapi adalah jarak antar anggota yang jauh satu sama lain dan menetukan
waktu pengerjaan pratikum.
K. FOTO PRAKTIKUM
L. DAFTAR PUSTAKA
Nurdin, I. dkk. (1991). Penuntun Praktikum IPA 2. Jakarta: Universitas Terbuka.
Salim, E. (1989). Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Muatan Sumber Wijaya.
Soemarwoto, O. (1989). Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan.
LAPORAN MANDIRI
A. JUDUL PERCOBAAN
1. Simbiosis Parasitisme
2. Simbiosis Komensalisme
3. Simbiosis Mutualisme
B. TUJUAN PERCOBAAN
1. Mengidentifikasi simbiosis parasitisme di lingkungan sekitar.
2. Mengidentifikasi simbiosis komensalisme di lingkungan sekitar.
3. Mengidentifikasi simbiosis mutualisme di lingkungan sekitar.
C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat-alat tulis.
2. Lembar pengamatan.
3. Lingkungan sekitar.
D. LANDASAN TEORI
Simbiosis berasal dari bahasa Yunani sym yang berarti dengan dan biosis yang
berarti kehidupan. Simbiosis merupakan interaksi antara dua organisme yang hidup
berdampingan. Simbiosis merupakan pola interaksi yang sangat erat dan khusus antara
dua makhluk hidup yang berlainan jenis. Makhluk hidup yang melakukan simbiosis
disebut simbion.
Menurut Dwidjoseputro (1994), simbiosis mutualisme adalah bila dua spesies
makhluk hidup, hidup bersama masing – masing mendapat keuntungan dan kedua
populasi dapat berkembang dengan baik.
Menurut Susanto P, Sarjan dan Handayani (2004: 42) simbiosis parasitisme
adalah hubungan antara dua jenis mahkluk hidup dimana yang satu beruntung dan yang
lain dirugikan.
Menurut Susanto P, Sarjan dan Handayani (2004: 41) simbiosis komensalisme
adalah hubungan antara dua mahkluk hidup dimana salah satu mendapat untung,
sedangkan yang lain tidak dirugikan dan tidak pula diuntungkan.
E. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2. Pergilah ke lingkungan sekitar tempat tinggal, jika ada pergilah ke kebun atau
hutan terdekat.
3. Cobalah identifikasi beberapa simbiosis parasitisme, simbiosis komensalisme dan
simbiosis mutualisme yang terjadi antara hewan dengan tumbuhan, anatar hewan
dengan hewan, atau antara tumbuhan dengan tumbuhan.
4. Temukan setidaknya 5 hubungan yang terjadi!
5. Tuliskan hasil identifikasi pada lembar kerja yang sudah disedikan.
6. Cobalah analisis makhluk hidup mana yang dirugikan dan mana yang
diuntungkan.
7. Jenis keuntungan dan kerugian apa yang terjadi pada hubungan simbiosis
tersebut?
8. Tuangkan hasilnya pada tabel.
F. HASIL PENGAMATAN
Tabel 4.1
Hasil Pengamatan Simbiosis Parasitisme
Jenis Pihak yang dirugikan Pihak yang diuntungkan
Jenis
No. hubungan Jenis makhluk Jenis keuntungan
hidup
simbiosis makhluk Jenis kerugian
hidup
Darah manusia dihisap
Manusia oleh nyamuk dan dapat Memperoleh makanan
1 dengan Manusia menyebabkan penularan Nyamuk dari menghisap darah
nyamuk penyakit malaria atau manusia
demam berdarah
Kutu Darah anjing dihisap oleh Kutu memperoleh
2 dengan Kutu
Anjing makanan dari menghisap
anjing kutu
darah anjing
Kutu Darah manusia yang Kutu memperoleh
3 dengan
Manusia dihisap kutu Kutut makanan dari menghisap
manusia
darah manusia
Jamur Jamur memperoleh
panu Manusia Gatal-gatal pada kulit Jamur tempat hidup sekaligus
4 panu makanan dari penyerapan
dengan
manusia protein di kulit manusia
Pohon Pohon Produksi makanan Menyerap makanan dari
mangga mangga inangnya.
5 berkurang dan tidak bisa benalu
dengan
benalu berbuah
Tabel 4.2
Hasil Pengamatan Simbiosis Komensalisme
Pihak yang diuntungkan Jenis makhluk hidup
yang tidak untung dan
Jenis hubungan Jenis
No. tidak rugi
makhluk Jenis keuntungan
simbiosis
hidup
1 Pohon dolar dan Pohon dolar Dapat memperoleh Pohon inangnya
pohon inangnya tempat hidup dan
mendapat cahaya
matahari yang baik
2 Sirih dan tumbuhan Sirih Dapat memperoleh Tumbuhan inangnya
inangnya tempat hidup dan
mendapat cahaya
matahari yang baik
3 Ikan remora dan Ikan memora Mendapatkan sisa-sisa Ikan pari
ikan pari makanan dari ikan pari
4 Tumbuhan paku Tumbuhan Dapat memperoleh Tumbuhan inangnya
tanduk rusa dan paku tanduk tempat hidup dan
inangnya rusa mendapat cahaya
matahari yang baik
5 Anggrek dengan Anggrek Dapat memperoleh Pohon
pohon inangnya tempat hidup dan mangga/inangnya
mendapat cahaya
matahari yang baik
Tabel 4.3
Hasil Pengamatan Simbiosis Mutualisme
Pihak I yang diuntungkan Pihak II yang diuntungkan
Jenis Jenis
makhluk Jenis keuntungan
Jenis hidup
No. hubungan
makhluk Jenis keuntungan
simbiosis
hidup
Burung Mendapatkan makanan Tubuh kuda nil menjadi
bangau bersih dan terhindar dari
1 Burung dengan memakan Kuda nil kutu/parasit
dengan bangau
kuda nil kutu/parasite pada kuda
nil
Kupu- Kupu-kupu mendapat
kupu Kupu- keuntungan berupa Bunga Membantu dalam proses
2 kupu penyerbukan
makanan dari sari-sari
dengan
bunga bunga
Lalat
dengan Lalat Lalat mendapatkan Bunga Membantu dalam proses
3
makanan secara gratis rafflesia penyerbukan
bunga
rafflesia
Burung Burung jalak mendapat Tubuh kerbau menjadi
jalak Burung makanan dengan Kerbau bersih dan rasa gatal pada
4 jalak
memakan kutu yang ada punggung kerbau
dengan
kerbau pada kerbau menjadi hilang
Jamur
dengan jamur Jamur mendapatkan zat Tanaman Tenaman alga
5
organik dari tanaman alga alga mendapatkan air
tanama
alga
G. PERTANYAAN DAN JAWABAN
a. Simbiosis Parasitisme
1. Apakah hubungan antara kutu anjing dengan anjing merupakan hubungan
simbiosis parasitisme? Jelaskan!
Jawaban:
Hubungan antara kutu anjing dan anjing merupakan hubungan parasitisme, karena
kutu anjing diuntungkan dengan cara menghisap darah anjing. Sedangkan anjing
dirugikan karena darahnya berkurang dan menderita gatal-gatal (penyakit kulit).
2. Di antara hubungan parasitisme yang Anda temukan, adakah yang menyebabkan
kematian pada inangnya? Jelaskan!
Jawaban:
Pada hubungan di atas ada hubungan yang dapat mengakibatkan kematian
misalnya hubungan antara nyamuk, sel kanker dan manusia. Nyamuk aides aygepty
dapat menyebabkan penyakit demam berdarah. Jika terlambat mendapat
pertolongan maka dapat mengakibatkan kematian, nyamuk cikungunya dapat
mengakibatkan kelumpuhan pada manusia, begitu juga sel kanker, jika mencapai
stadium akhir dapat menyebabkan kematian.
b. Simbiosis Komensalisme
1. Apakah hubungan komensalisme dalam kadar tertentu dapat menyebabkan
kerugian pada inangnya? Jelaskan dan berikan contohnya!
Jawaban:
Simbiosis komensalisme jika terjadi berlebihan juga akan dapat merugikan pihak
lain. Misalnya anggrek yang ditanam dua, tiga, atau lebih pada satu pohon mangga
juga dapat menghambat pertumbuhan pohon mangga atau berkurangnya
produktivitas buah mangga karena intensitas cahaya matahari yang diperoleh
menjadi berkurang
c. Simbiosis Mutualisme
1. Di dalam tubuh kita, sebenarnya banyak terjadi simbiosis, coba Anda sebutkan
beberapa contoh simbiosis mutualisme yang ada di tubuh kita! Jelaskan
keuntungan bagi organisme tersebut dan apa pula keuntungannya bagi tubuh kita.
Jawaban:
a. Escherichia Coli dan Manusia. Hasil simbiosis mutualisme ini adalah E coli
yang terdapat dalam usus besar manusia mendapatkan keuntungan berupa
makanan sedangkan manusia mendapatkan keuntungan berupa proses
pembusukan makanan sehingga mudah dikeluarkan dari tubuh manusia, selain
itu manusia diuntungkan dengan adanya pembentukan vitamin K yang dapat
dimanfaatkan oleh tubuh manusia.
b. Bakteri Bacillus brevis, Bacillus subtilis, dan Bacillus polymyxa menghasilkan
zat antibiotik pada tubuh.
H. PEMBAHASAN
1. Simbiosis Parasitisme
Tabel 4.1 menunjukkan adanya hubungan parasitisme antara dua makhluk
hidup. Hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup dimana yang satu pihak
dirugikan dan pihak yang lain diuntungkan. Adanya simbiosis parasitisme sangat
diperlukan guna menjaga kelangsungan hidup organisme didalam suatu ekosistem.
Demam berdarah adalah hasil salah satu simbiosis parasitisme yang terjadi
antara manusia dengan nyamuk. Nyamuk yang terlibat dalam kasus ini adalah jenis
nyamuk Aides Aegypti yang akan menyerang saluran darah pada manusia. Hal
tersebut terkadang tidak manusia sadari, mengetahui jenis nyamuk ini hampir sama
dengan jenis nyamuk yang biasanya menyerang mereka sehingga terkadang dibiarkan
begitu saja. Tentunya kejadian ini sangat merugikan manusia karena bisa
menyebabkan kematian dan memberi keuntungan bagi nyamuk untuk menyebarkan
penyakit serta berkembang biak.
Hubungan kutu anjing dan anjing, hubungan ini juga merupakan hubungan yang
hanya menguntungkan satu pihak. Kutu anjing bertumbuh sehat dan berkembangbiak
di inang sedangkan anjing mengalami kerugian, hilangnya darah, munculnya ruam di
kulit, anjing bisa mengalami penyakit scabies, bulu rontok dan juga penyakit kudis.
Hubungan antara kutu pada rambut manusia yaitu kutu memperoleh keuntungan
dikarenakan ia mendapat makaanan dengan cara menghisap darah dari kulit manusia.
Sedangkan manusia rugi manusia merasa dirugikan karena gara-gara dihisap darahnya.
Selain itu kehadirang kutu sangat mengganggu karena menyebabkan rasa gatal dan
tidak nyaman.
Selanjutnya, pola interaksi parasitisme dapat kita temukan pada pola interaksi
antara jamur panu dengan manusia. Jamur panu mendapatkan keuntungan karena ia
memperoleh tempat hidup sekaligus makanan dari penyerapan protein di kulit
manusia. Manusia dalam hal ini mendapat kerugian karena merasa gatal dan
ketidaknyamanan
Contoh simbiosis parasitisme yang terakhir dapat kita temukan pada pola pola
interaksi benalu dan inangnya yaitu pohon mangga juga termasuk salah satu contoh
simbiosis parasitisme. Benalu sesungguhnya memiliki klorofil dan dapat melakukan
proses fotosintesis secara mandiri. Namun ia mengambil alih air dan unsur hara
(mineral) yang berasal dari pohon mangga. Hal ini mengingat benalu tak punyai akses
akar yang menuju ke tanah. Tumbuhan inang seperti pohon mangga dirugikan sebab
separuh dari hasil penyerapan akar digunakan untuk perkembangan tanaman benalu.
2. Simbiosis Komensalisme
Tumbuhan sirih akan tumbuh dengan cara merambat dan menyesuaikan dengan
tanaman yang ditempatinya atau tanaman inangnya.Tujuan tumbuhan sirih
selanjutnya tidak lain adalah untuk mendapatkan sinar matahari yang memadai agar
bisa dilakukan proses fotosintesis pada tumbuhan. Hal ini pastinya akan memberi
tambahan keuntungan bagi tanaman sirih, akan tetapi tidak memberi dampak apa pun
bagi tanaman inangnya
Ikan remora punya interaksi yang baik dengan Ikan Pari. Dimana di dalam laut
yang luas ikan remora umumnya hidup berkelompok. Pada ikan pari, ikan remora
akan melekat lebih dekat dengan langkah memakai sirip punggungnya yang
digunakan sebagai alat penghisap. Dalam perihal ini misalnya seekor ikan pari
mendapatkan sebuah makanan, maka ikan remora juga akan mendapatkan makanan,
akan tetapi berasal dari sisa dari makanan ikan pari tersebut. Kedatangan ikan remora
ini tidak merugikan ataupun mengganggu ikan pari.
Tumbuhan paku tanduk rusa menempel pada pohon inangnya namun tidak
menyerap makanan dari inangnya karena tumbuhan paku tanduk rusa dapat membuat
makanan sendiri. Pohon dolar menempel pada pohon inangnya namun tidak menyerap
makanan dari inangnya karena pohon dolar dapat membuat makanan sendiri.
Tumbuhan anggrek menempel pada pohon inangnya untuk tumbuh,
mendapatkan sinar matahari, air serta zat-zat untuk melakukan proses fotosintesis,
dengan menempel pada pohon inangnya. Sementara pohon inangnya tidak dirugikan
atau pun diuntungkan dari keberadaan tumbuhan anggrek ini.
3. Simbiosis Mutualisme
Makna kata “mutual” adalah saling. Sehingga simbiosis mutualisme adalah
suatu interaksi antara 2 makhluk hidup yang saling menguntungkan kedua belah
pihak. Jadi ketika terjadi interaksi antara 2 makhluk hidup yang berbeda, maka
keduanya akan mendapatkan manfaat dari. Pada umumnya makhluk hidup yang
melakukan simbiosis mutualisme akan mengalami kerugian, apabila tidak melakukan
simbiosis. Oleh karena itu kehadiran makhluk hidup lain menjadi begitu penting bagi
dirinya.
Hubungan burung bangau dan kuda nil yaitu burung bangau medapatkan
makanan dengan memakan kutu kuda nil dan kuda nil mendapatkan keuntungan dari
burung bangau sehingga tubuh kuda nil menjadi bersih dan terhidar dari kutu.
Hubungan kupu-kupu dan bunga yaitu Kupu-kupu mendapat keuntungan
berupa makanan dan bunga mendapatkan keuntungan dari kupu-kupu dengan
membantu proses penyerbukannya.
Hubungan lalat dan Raflesia yaitu lalat mendapatkan makanan dari bunga
Raflesia dan bunga Raflesia mendapat keuntungan dari lalat membantu dalam proses
penyerbukan.
Burung jalak dan kerbau, yaitu burung jalak mendapat makanan dari kutu yang
ada di punggung kerbau sehingga rasa gatal di punggung kerbau menjadi hilang.
Jamur dan alga, yang mana jamur membuat lingkungan sekitar menjadi lembab
agar tanaman alga bisa berfotosintesis dan jamur juga bisa berfotosintesis.
I. KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan, dapat disimpulkan bahwa:
a. Simbiosis parasitisme adalah hubungan dua spesies makhluk hidup yang berbeda
dimana pihak yang satu mendapat untung dan merugikan pihak yang lain.
Simbiosis parasitisme berpengaruh buruk pada tumbuhan yang ditumpanginya.
Namun parasit tidak akan membunuh tumbuhan inanngya (tumbuhan yang
ditumpanginya) karena kalau inangnya mati, maka parasitnya juga akan mati
karena kekurangan makanan.
b. Simbiosis komensalisme adalah dua spesies makhluk hidup dimana yang satu
diuntungkan, sedangkan yang lainnya tidak diuntungkan atau dirugikan. Simbiosis
komensalisme ini juga dapat berpengaruh buruk bagi tumbuhan yang
ditumpanginya jika terjadi terus-menerus karena dapat menghambat pertumbuhan
atau berkurangnya produktivitas tumbuhan inangnya.
c. Simbiosis mutualisme adalah hubungan dua spesies makhluk hidup yang hidup
bersama dan saling menguntungkan satu sama lain.
J. KESULITAN YANG DIALAMI
1. Kesulitan mencari objek untuk diamati
2. Waktu untuk pengamatan karena mahasiswa juga sedang bekerja
Saran dan masukan: Waktu pengamatan yang lebih lama
K. FOTO PRAKTIKUM
L. DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro. (1994). Ekologi, Manusia dengan Lingkungannya. Jakarta: Erlangga
Susanto P. dkk. (2004). Sains untuk SD dan MI kelas 4. Klaten : CV Sahabat
Jkimball. http://users.rcn.com/jkimball.ma.ultranet/BiologyPages/S/Symbiosis.html
Rumanta, Maman dkk. 2014. Materi Pokok Praktikum IPA di SD. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.