The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Pengembangan E-Modul PGSD, 2024-04-30 03:51:19

E-Modul Sastra Anak Kearifan Budaya Grobogan

Oleh: Nunik

SASTRAANAK E-MODUL KEARIFAN LOKAL GROBOGAN BERBASIS KELAS IV API ABADI MRAPEN BLEDUG KUWU Untuk Sekolah Dasar Oleh Nunik Tri Ayuni Kumalasari PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MURIA KUDUS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MURIA KUDUS


E-Modul Sastra Anak Berbasis Kearifan Lokal Grobogan Penulis: Nunik Tri Ayuni Kumalasari Lintang Kironoratri, S.Pd., M.Pd. Fitriyah Amaliyah, S.Pd., M.Pd. Desain sampul dan Layouter: Nunik Tri Ayuni Kumalasari Editor: Nunik Tri Ayuni Kumalasari Penerbit: Redaksi: PERSEMBAHAN i


PRAKATA Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, hidayah, dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan pengembangan e-modul ini dengan judul "Sastra Anak Berbasis Kearifan Lokal Grobogan". E-modul ini dirancang khusus untuk memperkenalkan dan menggali kearifan lokal Grobogan kepada siswa kelas IV SD. Kami percaya bahwa pada usia ini, anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dan kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan sosial dan budayanya. Oleh karena itu, kami berharap emodul ini dapat menjadi alat yang efektif untuk memperkaya pengetahuan, meningkatkan apresiasi, serta membangun kecintaan siswa terhadap kearifan lokal mereka sendiri. Dalam e-modul ini, kami menyajikan berbagai cerita, pantun, dan puisi yang terinspirasi oleh kearifan lokal Grobogan. Setiap karya sastra yang disajikan memiliki pesan moral yang relevan dengan perkembangan anak usia SD, serta mengandung nilai-nilai kebaikan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap melalui e-modul ini, siswa dapat belajar sambil bermain dan menikmati keindahan sastra anak yang memuat kisah-kisah dari kearifan lokal Grobogan. Kami menyadari bahwa e-modul ini masih memiliki kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena itu, kami mengharapkan umpan balik yang konstruktif dari para guru dan siswa dalam penggunaan e-modul ini untuk perbaikan dan pengembangan di masa mendatang. Akhir kata, semoga e-modul "Sastra Anak Berbasis Kearifan Lokal Grobogan" ini mampu memberikan manfaat yang besar bagi siswa kelas IV SD dalam memahami, menghargai, dan melestarikan kearifan lokal Grobogan. Semoga e-modul ini dapat menjadi sumber inspirasi, pengetahuan, serta kegembiraan dalam proses pembelajaran sastra anak. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kudus, 30 Maret 2024 Nunik Tri Ayuni Kumalasari ii


____________________________________________________ _____________________________________________ ___________________________________________________ ________________________________________________ _______________________________________ _______________________________________ _____________________________________ ________________________________________________ ___________________________________________________ ______________________________________________ ________________________________________________ ___________________________________________________ ______________________________________________ ________________________________________________ ___________________________________________________ ______________________________________________ _________________________________________ _____________________________________________ _________________________________________________ _____________________________________________ _____________________________________________ ____________________________________________ Cover Persembahan Prakata Daftar Isi Petunjuk Penggunaan Tujuan Pembelajaran Indikator Pembelajaran Kegiatan 1 Teks 1 Ayo berlatih 1 Kegiatan 2 Teks 2 Ayo berlatih 2 Kegiatan 3 Teks 3 Ayo berlatih 3 Rangkuman Materi Uji Kompetensi Glosarium Kunci Jawaban Daftar Pustaka Biografi Penulis i ii iii iv v v 1 1 3 5 8 9 10 10 13 15 16 20 21 23 24 DAFTAR ISI iii


PETUNJUK PENGGUNAAN Modul elektronik berisi teks sastra anak yang didasarkan pada kearifan lokal Grobogan merupakan sumber belajar yang ditujukan untuk siswa kelas IV sekolah dasar dalam mempelajari materi Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan sastra anak. Modul ini mengusung topik-topik yang dekat dengan lingkungan dan kehidupan siswa, seperti tempat wisata, kesenian, makanan khas daerah, dan lainnya. Berbagai jenis teks sastra anak, termasuk cerpen, puisi, fabel, dan komik, disajikan dalam modul elektronik ini. Modul Bahasa Indonesia ini mencakup empat aspek penting dalam kebahasaan, yaitu membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Langkah-langkah untuk mempelajari modul elektronik ini adalah sebagai berikut: Berdoa terlebih dahulu sebelum menggunakan modul elektronik ini. 1. Baca dan pahami dengan seksama setiap isi materi yang terdapat dalam modul elektronik ini. 2. Ikuti setiap tugas atau aktivitas yang ada dalam modul elektronik ini sesuai dengan instruksi yang diberikan. 3. Jika ada bagian yang tidak jelas atau sulit dipahami, disarankan untuk berdiskusi dengan teman sekelas dan meminta bantuan dari guru. 4. iv


Tujuan Pembelajaran dan Indikator Tujuan Pembelajaran Indikator Melalui kegiatan membaca siswa dapat memahami teks sastra anak yang terdapat pada modul elektronik ini. 1. Melalui kegiatan menulis teks sastra anak, siswa dapat membuat teks sastra anak berdasarkan jenisnya yang diintegrasikan dengan kearifan lokal daerahnya. 2. Melalui kegiatan menyimak teks sastra anak siswa dapat menerima dan memahami informasi yang didengar dengan baik. 3. Melalui kegiatan berbicara siswa dapat menyampaikan teks sastra anak dalam bentuk lisan. 4. 1. Mengetahui teks sastra anak. 2. Menjelaskan pengertian dan jenis sastra anak. Membuat teks sastra anak bertema bebas yang berkaitan dengan daerah tempat tinggal. 3. 4. Menyimpulkan informasi yang didengar melalui teks sastra anak. 5. Menceritakan teks sastra anak dalam bentuk lisan. v


Di musim libur sekolah seperti saat ini, aku dan keluargaku memutuskan untuk menghabiskan liburan di sendang yang terkenal di Grobogan. Sendang ini bernama sendang keongan, karena banyak air mancur yang keluar dari patung keong. "Yeaaaayyy!!! Kita akan bermain air di sendang." Aku berangkat dengan hati yang gembira. Keluargaku membawa bekal piknik dan baju ganti. Sesampainya disana, Ayah memarkirkan motornya agak dekat dengan pintu masuk dimana banyak orang berjualan souvenir dan makanan. Ketika kami tiba di lokasi, suara gemercik air pancur sudah menyambut kami. Teks 1 Bacalah teks cerpen di bawah ini dengan cermat! Berlibur ke Wisata Sendang Keongan Ayo Membaca Kegiatan 1 Cerpen Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan cerpen? Cerpen atau cerita pendek merupakan prosa fiksi yang menceritakan tentang suatu peristiwa yang dialami oleh tokoh utama. Seperti namanya, cerpen lebih sederhana daripada novel. Karya sastra ini terdiri dari satu inti kejadian yang dikemas dengan cerita yang padat. Cerpen adalah prosa fiksi yang dibangun melalui unsur instrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur pembangun dari dalam cerpen terdiri dari tema, tokoh atau penokohan, alur cerita, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat. unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur di luar cerita atau karya tulis, namun tetap mempengaruhi bentuk atau isi karya itu sendiri (Nuriyatin dan Irawati,2016). 1


Pemandangan yang asri dan hijau sekitarnya membuat hati kami berbunga-bunga. Kami segera menyewa pelampung untuk menyeberangi dan memulai liburan kami. Ketika kami mendekati sendang, hawa dingin menyegarkan wajah kami. Aku pun mencoba turun ke air dan mulai berenang "Waahhh rasanya sangat segarrrrr sekali!". Aku berenang kesana kemari bersama Ibu, karena Ibu sedang mengajariku berenang. Sedangkan Ayah berenang berada di kolam yang lebih dalam. "Ayah apakah aku boleh ikut?" "Tidak Salsa, nanti kamu akan tenggelam disana. Kamu disini saja ya sama Ibu. Nanti kalau kamu sudah tinggi seperti ayah, kamu sudah boleh berenang kesana." Sayang sekali ayah tidak mengizinkanku ikut. “Baiklah" Ucapku sedih. Tapi bagaimanapun juga aku tidak boleh sembarangan. Aku harus patuh nasihat Ayah. Akhirnya aku bermain air bersama pengunjung lain. Suara air jatuh dengan gemuruh mengisi udara, menciptakan harmoni alam yang luar biasa. Aku pun langsung berlarian merasakan kelembutan air yang jatuh dari patung keong. Sendang keongan ini tidak hanya menawarkan keindahan alam yang menawan, tetapi juga menyimpan serangkaian legenda yang mengisi setiap sudutnya. Cerita yang berkembang luas di masyarakat. Cerita ini berkaitan erat dengan kisah R. Ponocitro alias Sunan Katong yang hendak mencari sumber air untuk berwudu di tengah perjalanannya. Pohon yang penuh dengan keong atau siput menarik perhatian Sunan Katong. Keyakinannya bahwa kehadiran siput mengindikasikan adanya air. Kemudian, ia menggunakan pusaka saktinya, Ia menancapkan pusaka di dekat pohon tersebut. Tak lama berselang, sumber mata air atau yang biasa disebut dengan sendang yang segar dan jernih mulai muncul dan mengalir dari dalam tanah. Lantaran hal itulah kemudian dinamai dengan Sendang Keongan. 2


1. Di sendang ini aku sangat menikmati sekali hingga puas bermain air, aku segera mandi dan berganti baju. Kemudian kami memilih tempat yang strategis untuk meletakkan alas piknik kami. Dikelilingi oleh pepohonan hijau dan suara alam yang menenangkan, kami mulai menyantap bekal piknik yang lezat. Setelah merasakan keindahan ini, kami pulang dengan hati yang penuh rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam. a. b. c. d. Ayo Berlatih 1 Setelah membaca cerita pendek di atas apakah kamu sudah bisa memahaminya? Cobalah jawab soal di bawah ini! Pilih jawaban yang benar antara A, B, C, dan D! Apa nama tempat wisata yang dikunjungi Salsa dan keluarganya? a. Grobogan b. Sendang Keongan c. Sendang Siput d. Air terjun Bagaimana Cerita yang berkembang luas di masyarakat mengenai Sendang Keongan dari cerita di atas? Pohon yang penuh dengan Siput ditancapkan pusaka oleh Sunan Katong dan muncul air dari dalam tanah Siput yang dibunuh oleh Sunan Katong dan mengeluarkan air Sunan Katong sedang dalam misi mencari pusaka keong Air muncul dari tanah karena Sunan Katong menolong Siput yang kelelahan 1. 2. a. b. c. d. 3


Bagaimana suasana Sendang Keongan pada cerita di atas? a. Airnya bersih dan segar b. Hawanya panas dan gerah c. Macet dan berpolusi d. Hujan deras dan dingin Mengapa salsa tidak Diperbolehkan ayah untuk ikut berenang bersamanya? a. karena Salsa perempuan b. karena Salsa belum dewasa c. karena Salsa tidak memakai baju berenang d. karena ayah takut Salsa tenggelam 3. 4. 5. Siapa yang mengajari Salsa berenang? a. Ayah b. Pengunjung c. Ibu d. Teman Salsa 4


Kegiatan 2 Puisi Puisi atau guritan adalah salah satu jenis karya sastra yang gaya bahasanya sangat ditentukan oleh Irama Rima serta penyusunan larik dan bait. Jenis puisi ada dua yaitu puisi lama dan puisi baru. Puisi Lama Puisi lama adalah puisi yang penulisannya masih terikat oleh peraturan tertentu titik aturan di dalam puisi lama berkaitan dengan jumlah kata atau suku kata dalam tiap baris jumlah baris yang terdapat dalam setiap bait serta rima dan Irama. Contoh puisi lama yaitu: Pantun adalah puisi lama yang mempunyai sajak ab ab pada baitnya. Setiap bait terdiri atas 4 baris dengan setiap barisnya terdiri dari 8 sampai 12 suku kata. Pada 2 baris awal disebut dengan sampiran sementara pada dua baris akhir adalah isi. Syair biasanya menggunakan sajak dan berisikan mengenai nasehat atau cerita seorang tokoh besar. Jenis puisi lama ini berasal dari Persia yang kemudian dibawa ke Indonesia bersamaan dengan masuknya Agama Islam ke Nusantara namun sering perkembangan syair berubah menjadi sastra klasik Melayu yang saat ini tengah mendekati kepunahan Gurindam adalah jenis puisi lama yang pertama kali dibawa oleh orang Hindu sekaligus mendapat pengaruh dari sastra Hindu berisikan mengenai nasihat bagi pembaca atau pendengarnya. 5


Talibun merupakan pantun yang dalam setiap baitnya, terdiri atas jumlah baris yang genap, misalnya 6,8, atau 10 baris. Jika satu bait terdiri atas 6 baris, maka tiga baris awal adalah sampiran dan tiga baris akhir adalah isi. Mantra adalah salah satu karya sastra Melayu yang isinya dianggap memiliki kekuatan titik-titik kekuatan gaib ini disebut tersebut dapat menimbulkan penyakit atau mendatangkan celaka bagi seseorang. Maka dari itu keberadaan mantra ini tidak hanya sekedar kaya sastra saja tetapi juga berkaitan dengan adat kepercayaan Puisi Baru Puisi baru iramanya dinamis dan sering dibuat mengikuti suasana yang diciptakan penulis sehingga perasaan penulis dan pesan penulis tentang puisi tersebut dapat disampaikan dengan baik kepada pembaca. Jenis–jenis puisi menurut Kosasih (dalam Ritonga, 2021) sebagai berikut : 1. Puisi Naratif Puisi naratif mengungkapkan cerita atau penjelasan. Puisi ini terbagi ke dalam beberapa macam, yakni efik, romansa, balada, dan syair (berisi c erita). 2. Puisi Larik Jenis puisi ini terbagi ke dalam beberapa macam, misalanya elegi, ode, dan serenada. Elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka. Ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang, suatu hal, atau suatu keadaan. Serena ialah sajak percintaan yang dapat dinyanyikan. 6


3. Puisi Deskriptif Dalam jenis ini, penyair bertindak pemberi kesan terhadap keadaan/peristiwa, benda, atau suasana yang dipandang menarik perhatiannya. Puisi yang termasuk ke dalam jenis puisi deskriptif, misalnya: satire, puisi ysng berisi kritik sosial, dan puisi–puisi impresionistik. 7


Lenggak lenggok Lemah gemulai Gerakan sang penari Diiringi gamelan nan merdu Paras nan cantik Berbalut kebaya Berhias sanggul Menambah pesona penari Tayub asli Grobogan Ledek nama penarinya Diikuti para penari pria Berselendang mengintari panggung Suara gending Jawa Musik gamelan nan merdu Merasuk jiwa penari Menyajikan keindahan budaya tayub Puisi naratif adalah puisi yang digunakan untuk menyampaikan suatu cerita. Berikut ini contoh puisi naratif yaitu balada kearifan lokal Grobogan. Teks 2 Bacalah teks puisi di bawah ini dengan cermat! Pesona Tari Tayub Ayo Membaca Oleh: Nunik Tri Ayuni K. 8


Ayo Berlatih 2 Setelah membaca puisi di atas apakah kamu sudah bisa memahaminya? Cobalah jawab soal di bawah ini! Pilih jawaban yang benar antara A, B, C, dan D! Siapakah nama penari pada tari Tayub? a. Ledek b. Sinden c. Tiyang Astri d. Lelakon Berapakah bait pada puisi di atas? a. 3 bait b. 4 bait c. 7 bait d. 6 bait Apa judul dari puisi di atas? a. Pesona tari Tuban b. Pesona tari Topeng c. Pesona Tari Tayub d. Pesona hari Lenggok Apa makna dari puisi di atas? a. Mendeskripsikan penari tari Tayub b. Mendeskripsikan musik tari Tayub c. Mendeskripsikan cara menari Tayub d. Mendeskripsikan busana tari Tayub Berapakah jumlah baris pada puisi di atas? a. 10 baris b. 20 baris c. 30 baris d. 15 baris 1. 2. 3. 4 5. 9


Kegiatan 3 Fabel Ayo Membaca Cerita binatang atau lebih sering disebut dengan fabel merupakan salah satu bentuk cerita tradisional yang menampilkan binatang sebagai tokoh cerita (Nurgiyantoro, 2013:190). Selaras dengan pendapat tersebut, Winarni (2014:21) menyatakan bahwa fabel merupakan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang. Tokoh cerita berupa binatang tersebut diibaratkan manusia dapat berpikir, berinteraksi, dan memiliki permasalahan hidup seperti manusia. Dalam berinteraksi, mereka menggunakan bahasa seperti manusia. Suatu hari, ada seekor belut menyasar di sungai Lusi. Si belut berenang tak tahu arah karena sungai ini adalah tempat yang asing baginya. Dia berenang kesana kemari dengan badan yang lincah membuat keruh sungai yang tenang. Para penghuni sungai yaitu ikan tidak suka dengan keadaan air yang keruh pandangan di dalam air. “Ada apa ini kenapa dalam sungai sangatlah kotor.” kata ikan pada segerombolannya. “entahlah aku pun juga tidak tau” jawab ikan lain. Tiba tiba si Belut jalan mendekati ikan ikan itu semua. dari kejauhan ikan ikan merasa terkejut “Wah ada apa itu, apakah itu ular?” tanya salah satu ikan. “Awas ada ular nanti kita dimakan” Teks 1 Bacalah teks fabel di bawah ini dengan cermat! Kisah Ikan, Burung bangau, dan Belut di Sungai Lusi 10


Semua ikan berenang dengan cepat pergi meninggalkan belut yang datang. Si belut tampak sedih karena tidak memiliki teman. “Kenapa semua takut padaku.” ujar belut pada dirinya sendiri. Berapa hari kemudian, ada rombongan burung bangau yang datang ke sungai Lusi untuk mencari ikan. Burung bangau sangat senang mendatangi Sungai Lusi hari itu karena melihat banyak ikan yang bermunculan. “Wah aku sangat menyukai sungai ini. Ada banyak ikan yang akan aku makan sampai kenyang”. Jadi pada hari itu banyak sekali burung bangau yang berdatangan memakan ikan-ikan di Sungai Lusi. Keesokan harinya pun begitu, Burung bangau datang lebih banyak lagi untuk memakan ikan-ikan di sungai Lusi. Ternyata sampai beberapa hari kemudian pun, burung bangau masih tetap datang dengan rakus untuk memakan ikan-ikan di sungai Lusi. Akibatnya kehidupan ikan menjadi langka di sungai Lusi. “Oh tidak bagaimana ini, setiap hari kita akan dimakan burung bangau.” Ikan menangis tersendu-sendu menangis. “Apa yang harus kita lakukan? Keluarga kita akan habis dimakan burung bangau” ikan lain menambahi. Ditengah kesedihan ikan, belut datang menghampiri ikan. Namun, saat ikan akan berlari menghindar, tibatiba Belut berteriak “Jangan pergi! Kalian jangan pergi!”. sudah mendekati ikan belut dengan pelan pelan bertanya “ kalian kenapa bersedih?”. “Kami bersedih karena keluarga kami banyak yang dimakan oleh burung bangau yang berdatangan di sungai ini. Apakah kamu bisa membantu kami?” belut tampak berpikir lumayan lama. Kemudian ia menjawab 11


“Baiklah aku akan membantu kalian. besok saat burung bangau datang aku akan sama kalian di sini. Supaya burung bangau bisa memakanku. Saat itulah aku akan membantu kalian.” “Bagaimana caranya?” Tanya ikan. Namun belut tidak menjawab. Ternyata benar, keesokan harinya burung bangau pun datang dan memakan belut. Si belut yang berada di mulut ikan bangau mulai beraksi untuk banyak bergerak dengan Lincah menggunakan lendir yang licin. Karena si belut banyak bergerak, hal itu membuat burung bangau kesusahan untuk menelan belut. Lama-kelamaan, mulut burung bangau menjadi terluka karena gerakan belut yang sangat lincah sekali. “Hai belut kenapa kau melukaiku? Aku sangat kesakitan.” tanya Burung bangau. Belut menjawab “Ini karena kamu sudah sangat rakus menghabiskan ikan-ikan di sungai Lusi.” “Baiklah maafkan aku aku tidak akan rakus dan mengulangi kesalahan yang sama.” “Apakah kamu berjanji padaku?” “Iya aku berjanji padamu, aku tidak akan rakus lagi.” “Baiklah, katakan kepada semua burung bangau, jangan rakus untuk makan semua ikan hingga menjadi langka.” “Iya aku akan mengatakan ke semua burung bangau.” “Sekarang turunkan aku ke sungai kembali!” “Baiklah belut.” Burung bangau pun mengembalikan belut ke sungai kembali. Ikan juga berterima kasih pada belut karena sudah membantunya. “Maafkan aku Belut, jika dahulu aku mengira kamu ada ular. Ternyata kamu sebaik ini.” “Tidak masalah ikan, kita adalah teman.” Akhirnya, mulai saat itu ikan sudah tidak pernah takut lagi pada belut dan merekq menjadi teman baik. 12


Ayo Berlatih 3 Setelah membaca fabelp di atas apakah kamu sudah bisa memahaminya? Cobalah jawab soal di bawah ini! Pilih jawaban yang benar antara A, B, C, dan D! Siapa sajakah tokoh yang ada pada cerita fabel tersebut? a. Ikan, Ular, Burung bangau b. Burung bangau, Sapi, Ikan c. Ikan, Burung bangau, Belut d. Belut, Ikan, Burung merpati Mengapa semua hewan di sungai takut pada belut? Semua hewan di Sungai Lusi mengira bahwa belut adalah ular Semua hewan di Sungai Lusi tidak menyukai belut Semua hewan di Sungai Musi sangat terganggu dengan kehadiran belut Semua hewan di Sungai Musi mengira belut akan memangsa mereka semua Jangan pernah sombong karena kesombongan akan menjatuhkanmu Ketamakan akan terus membuatmu tidak merasa puas Kebohongan akan selalu nampak walaupun sedalam apapun disembunyikan Jangan pernah berburuk sangka terhadap orang lain. a. b. c. d. Apa amanat dari cerita tersebut? a. b. c. d. Siapakah yang menolong ikan saat akan dimakan burung bangau? a. Kepiting b. Belut c. Ikan Pari d. Burung Rajawali 1. 2. 3. 4. 13


Di mana latar tempat cerita fabel di atas? a. Di sungai Lusi b. Di Danau Musi c. Di bukit Lusi d. Di Sungai Grobogan 5. 14


Rangkuman Cerpen adalah prosa fiksi yang dibangun melalui unsur instrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur pembangun dari dalam cerpen terdiri dari tema, tokoh atau penokohan, alur cerita, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat. unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur di luar cerita atau karya tulis, namun tetap mempengaruhi bentuk atau isi karya itu sendiri (Nuriyatin dan Irawati,2016). 1. Puisi atau guritan adalah salah satu jenis karya sastra yang gaya bahasanya sangat ditentukan oleh Irama Rima serta penyusunan larik dan bait. 2. Cerita binatang atau lebih sering disebut dengan fabel merupakan salah satu bentuk cerita tradisional yang menampilkan binatang sebagai tokoh cerita (Nurgiyantoro, 2013:190). 3. 15


Uji Kompetensi A. pilih lah salah satu jawaban A, B, C, dan D yang paling tepat! Tayubmu menggoyang meluweskan gemulai wiraga Sampurmu liar terkibas mengalung ke pemujamu Pilumu bermula Tayubmu mengguncang pesonamu mengundang Dalam balutan busana elok pendulum terguncang Berahi bergolak Tayubmu adiluhung pemuja sendra menyukai Saksi elok sejarah peradaban terbangun tak pula ternilai Lebih sekedar berlembar sawer Tayubmu melegenda nusantara bangga kaya karsa Warisan leluhur pesona budaya tiada tara Tayubmu prasasti abadi Tayub Oleh: Ben Sadhana Apa jenis karya sastra lama di atas? a. Gurindam b. Puisi c. Cerpen d. Pantun Apa jenis dari puisi di atas? a. Ode b. Talibun c. Romansa d. Mantra Siapa nama penulis puisi di atas? a. Ben Sargana b. Anita Kurnia c. Cinta Laura d. Ben Sadhana 1. 2. 3. 16


Puisi di atas adalah salah satu karya sastra yang berbentuk? a. Bait b. Baris c. Dialog d. Prosa Bacalah dengan cermat kutipan cerpen di bawah ini untuk menjawab soal nomor 6 sampai 10! Suara air jatuh dengan gemuruh mengisi udara, menciptakan harmoni alam yang luar biasa. Aku pun langsung berlarian merasakan kelembutan air yang jatuh dari patung keong. Sendang keongan ini tidak hanya menawarkan keindahan alam yang menawan, tetapi juga menyimpan serangkaian legenda yang mengisi setiap sudutnya. Di sendang ini aku sangat menikmati sekali hingga puas bermain air, aku segera mandi dan berganti baju. Kemudian kami memilih tempat yang strategis untuk meletakkan alas piknik kami. Dikelilingi oleh pepohonan hijau dan suara alam yang menenangkan, kami mulai menyantap bekal piknik yang lezat. Setelah merasakan keindahan ini, kami pulang dengan hati yang penuh rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam. Apa makna dari bait berbunyi "lebih sekedar berlembar sawer"? Tari tayub melegenda Nusantara karena merupakan prasasti Abadi Tari tayub tidak hanya harus di sawer. Namun juga harus di beri penghargaan Tari tayub tidak seharusnya di sawer Tari tayub harus disawer lebih mahal a. b. c. d. 4. 5. 17


Tokoh yang tidak ada dalam kutipan cerpen tersebut adalah… a. Ayah b. Ibu c. Kakak d. Salsa Latar tempat saat Salsa selesai berenang dan berganti baju adalah… a. Hutan b. Sendang keongan c. Tempat banyak pepohonan hijau d. Ruang makan Cerpen di atas adalah salah satu karya sastra yang berbentuk a. Bait b. Baris c. Dialog d. Prosa Pada sendang tersebut terdapat patung air mancur yang berbentuk… a. Keong b. Gajah c. Singa d. Monyet Apa yang dirasakan toko tersebut saat berada di sendang? a. Segar b. Gerah c. Dingin d. Berkeringat 6. 7. 8. 9. 10. 18


1. Apa yang dimaksud dengan cerpen? 2. Sebutkan 3 saja mengenai jenis puisi baru? 3. Apa yang kamu ketahui dengan fabel? 4. Apa yang kamu ketahui dengan puisi Romansa? 5. Buatlah puisi tentang budaya yang kalian sukai! B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar! 19


GLOSARIUM Souvenir/Cendera mata adalah sesuatu yang dibawa oleh seorang wisatawan ke rumahnya untuk kenagan yang terkait dengan benda itu. Pusaka adalah istilah yang digunakan terhadap benda atau barang yang memiliki nilai khusus yang dimiliki oleh suatu keluarga, kelompok atau negara tertentu yang diwariskan secara turun-temurun dari beberapa generasi, Benda-Benda Replika Barang kuno yang disakralkan juga bisa disebut Pusaka dengan ketentuan Memiliki nilai Isoteri dan Eksoteri yg disakralkan seperti Keris. Luwes artinya adalah pantas dan menarik, elok. Kata luwes juga bisa diartikan tidak kaku, tidak canggung dan mudah disesuaikan. Wiraga adalah hal-hal yang berkaitan dengan wujud nyata sebuah tarian . Misalnya, teknik menggerakkan seluruh bagian tubuh, menguasai urutan gerak tari, atau menguasai ruang gerak. Sampur, istilah lainnya disebut juga selendang dan dalam kehidupan manusia dapat berfungsi macam- macam. Pada umumnya dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan sampur atau selendang identik dengan urusan keperempuanan. Pendulum adalah sesuatu yang tergantung dan berayun bebas dari suatu titik tetap. Jam kakek mungkin menggunakan pendulum yang berayun maju mundur untuk menentukan waktu.. 20


Kunci Jawaban 1. 2. 3. 4. 5. B A A D C 1. 2. 3. 4. 5. A B C A B 1. 2. 3. 4. 5. C A D B A Ayo Berlatih 1 Ayo Berlatih 2 Ayo Berlatih 3 21


Kunci Jawaban Uji Kompetensi 1. 2. 3. 4. 5. B A D A A Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa 1. 2.Puisi Naratif, Puisi Larik, Puisi Deskriptif Salah satu bentuk cerita tradisional yang menampilkan binatang sebagai tokoh cerita 3. Puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih baik berbentuk rindu cemburu bagaikan sedih 4. 5.Kebijakan masing-masing guru 1. 2. 3. 4. 5. C C D A A 22


DAFTAR PUSTAKA Nurgiyantoro, B. (2013). Teori Pengkajian Fiksi. Gadjah Mada University Press. Nuryatin, A., & Irawati, R. P. (2016). Pelajaran Menulis Cerpen. Cipta Prima Nusantara. Ritonga, Z. (2021). Analisis Penggunaan Teknik Resiprocal Terhadap Kemampuan Menelaah Unsur Teks Puisi Oleh Siswa Kelas VII SMP AMRON. Jurnal Ilmiah Kohesi, 5(4), 91–97. Winarni, R. (2014). Kajian Sastra Anak Edisi 2. Graha Ilmu. 23


BIOGRAFI PENULIS Lahir di Grobogan, 23 Juli 2002 yang merupakan mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, Universitas Muria Kudus. Modul Elektronik merupakan media pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian skripsi dengan metode Nunik Tri Ayuni Kumalasari Research and Development yang dilakukan terhadap siswa kelas IV. Model elektronik sastra anak dalam kearifan budaya Grobogan ini diharapkan dapat membantu siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada materi sastra anak. 24


Click to View FlipBook Version