The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Syafiya Putri Azira, 2024-06-30 22:12:16

BUKU PANDUAN PEMBUATAN MPASI

BUKU PANDUAN PEMBUATAN MPASI

PELATIHAN PEMBUATAN MPASI DI DESA PRAMBATAN KIDUL MODUL KKNT 2 TAHUN 2024 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2024


Kesadaran masyarakat untuk mencegah stunting telah meningkat. dalam kebutuhan sehari-hari anak-anak perlu dijaga pola makan agar tidak terjangkit penyakit. salah satu cara yang paling mudah menjaga anak dari penyakit dengan cara memberikan makanan yang bergizi seimbang. makanan yang bergizi seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktifitas fisik, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal secara teratur. Menjaga pola makan adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh siapapun dan kapanpun. Salah satunya yang terpenting adalah menjaga pola makan pada anak sejak dini, pasalnya anak adalah sangat rentan terkena virus, bakteri, dan mudah terjangkit penyakit. Anak sebagai salah satu manusia yang sulit untuk makan. Misalnya buahbuahan,sayur-sayuran,daging-dagingan,dan makanan gizi seimbang lainnya. Lalu tanpa disadari oleh ibu-ibu, ketika memberikan makanan terhadap anaknya tidak memperhatikan gizi seimbangnya. Pada saat itulah penyakit mudah terjangkit pada anak. Dampak yang ditimbulkan akibat kebiasaan tidak menjaga gizi pada anak dapat berskala ringan sampai berat seperti lemah dan lesu,nafsu makan menurun,kulit kering. rambut rontok,mudah kedinginan,diare,sering mengalami gejala infeksi, seperti demam, batuk, pilek,hingga mengakibatkan gejala stunting. Penyebab stunting itu dari mulai gizi yang dimakan oleh ibu hamil sampai gizi pada bayi atau anak. anak yang berisiko terkena stunting adalah anak yang malnutrisi (kekurangan gizi) sejak bayi dari dalam kandungan. Tindakan pencegahan merupakan kunci penerapan di pelayanan kesehatan dan masyarakat. Langkah pencegahan di masyarakat adalah dengan menjaga pola makan dengan memberikan gizi yang seimbang. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang MODUL KKNT 2 1


PENDAHULUAN Meningkatkan peran mahasiswa dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat desa Prambatan Kidul. 1. Mendukung pemerintah pemerintah Desa Prambatan Kidul untuk mengatasi permasalahan kesehatan yaitu stunting 2. Menerapkan IPTEKS secara team work dengan pendekatan multidisipliner keilmuan. 3. 4.Menanamkan nilai kepribadian yaitu kepedulian sosial 1.2 Tujuan 1.3 Manfaat Meningkatkan kemampuan berfikir, dan bertindak dalam menyelesaikanpermasalahan kesehatan. 1. 2.Meningkatkan optimalisasi tumbuh kembang anak Memperoleh kemudahan dalam pembuatan MPASI secara sederhana sehingga dapat dilakukan di rumah. 3. MODUL KKNT 2 2


MPASI adalah makanan dan minuman pendamping ASI yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi berusia 6-24 bulan. Makanan pendamping ASI (MPASI) merupakan makanan tambahan yang diberikan kepada bayi atau anak disamping ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Maka dari itu, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) sebaiknya diberikan pada anak berusia 6 sampai 24 bulan, dengan pengenalan dan pemberian yang dilakukan secara bertahap secara jenis dan jumlah sampai anak tersebut dapat mengonsumsi makanan keluarga. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) disesuaikan dengan kemampuan mencerna anak sampai usia 24 bulan. Memberikan MPASI dengan gizi seimbang merupakan salah satu cara mencegah stunting dan juga dapat terhindar dari penyakit. WHO menyarankan makanan pendamping ASI (MPASI) yang diberikan kepada bayi harus memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral yang proporsional. Hal tersebut penting bagi bayi yang sedang mengalami masa pertumbuhan. Selain kandungan protein, karbohidrat, lemak, MPASI disarankan agar menggunakan bahan alami untuk membuat makanan pendamping air susu ibu (MPASI) sehingga anak terhindar dari obesitas maupun diabetes. DESKRIPSI 1.2 Pengertian MPASI MODUL KKNT 2 3


1.Pure DESKRIPSI 2.2 Jenis-jenis MPASI MODUL KKNT 2 4 2. Mashed Makanan yang dihaluskan hingga menjadi bubur kental. Makanan yang dilumatkan hingga halus.


3.Minced DESKRIPSI 2.2 Jenis-jenis MPASI MODUL KKNT 2 5 Makanan yang dicincang halus. Meskipun ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, secara ketiganya digunakan untuk umur yang berbeda-beda dari mulai 6-8 bulan. Unsur yang paling penting dari pemilihan MPASI adalah yang baik kandungan nutrisinya.


DESKRIPSI Pemberian MPASI yang optimal ini dapat menjamin pertumbuhan dan perkmebagan yang optimal, mencegah stunting, mencegah obesitas, menurunkan risiko anemia, defisiensi zat gizi mikro maupun risiko diare pada anak. Manfaat dari pemberian MPASI yang tepat dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak selain itu kemampuan anak dalam membedakan berbagai macam rasa, tekstur dan bentuk makanan mendorong anak untuk belajar beradaptasi dengan makanan baru yang diberikan. Oleh karena itu, MPASI dapat dimanfaatkan kegunaanya sebagai makanan tambahan untuk pendamping ASI yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak dan juga dapat membantu anak untuk membedakan berbagai macam rasa, tekstur dan bentuk makanan mendorong anak untuk belajar beradaptasi. 2.3 Manfaat MPASI 2.4 Pembuatan MPASI MODUL KKNT 2 6 Cookpad telah merilis sebuah panduan tentang cara membuat MPASI untuk produksi rumahan yang dapat kita ikuti. Di dalam panduan tersebut tercantum resep, cara pembuatan, dan anjuran menggunakan MPASI dengan benar.


DESKRIPSI 1. Buah Pisang Cavendish Dalam pisang Cavendish terdapat 400 miligram potasium per 100 gramnya. Kandungan tersebut sebanding dengan kacang, daging, atau ikan yang dimasak. Pisang Cavendish adalah bahan bakar yang baik untuk otot, karena memiliki sumber karbohidrat mentah yang baik. memperlancar pencernaan, kalium untuk kesehatan jantung, vitamin B6 untuk kesehatan kulit, dan vitamin C untuk jaga daya tahan tubuh. 2. Buah Naga Buah naga kaya akan kandungan potassium yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem saraf bayi. Selain itu, kandungan kalsium, sodium, dan fosfor dalam buah naga juga berfungsi untuk menjaga sistem saraf si kecil, sehingga bayi dapat mengembangkan keterampilan motorik dan sensoriknya dengan baik. Fungsi Bahan MODUL KKNT 2 7


1.Sendok 2.Mangkok Bayi 3.Saringan ALAT DAN BAHAN 3.1 Alat 3.2 Bahan 1.Buah Pisang Cavendish 2.Buah Naga 3.Air Mineral (opsional) MODUL KKNT 2 8


LANGKAH KERJA Siapkan Alat dan bahan seperti sendok mangkok bayi buah pisang dan buah naga. 1. 2. Kupas buah naga dan buah pisang 3. Potong kecil buah naga, haluskan kemudian saring. 4.Potong kecil buah pisang, haluskan kemudian saring. 5.Campurkan keduanya dan aduk hingga merata Tuang ke dalam mangkok bayi, pure buah siap dihidangkan. 6. MODUL KKNT 2 9


CAPAIAN KEGIATAN Dari informasi tata cara pembuatan MPASI ini diharapkan masyarakat Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, dapat membuat MPASI sendiri dirumah yang sesuai dengan anjuran WHO sehingga dapat meningkatkan kualitas kebersihan maupun kehigienisan. Selain itu masyarakat Desa Prambatan Kidul juga dapat memanfaatkan sebagai usaha menjual MPASI home made. MODUL KKNT 2 10


PENUTUP Semoga dengan diadakannya pelatihan membuat MPASI kepada masyarakat Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, masyarakat lebih memperhatikan pola makan seimbang baik dari gizi maupun higienis makanan. Selain itu masyarakat diharapkan dapat memproduksi sendiri MPASI sehingga dapat memperoleh penghasilan serta dapat mengembangkan kualitas hidup di desa Prambatan Kidul. MODUL KKNT 2 11


DAFTAR PUSTAKA Rahmiati, B. F., Anggrawan, A., Hidayah, N., Ardian, J., Jauhari, M. T., & Wijaya, W. (2021). Workshop Menu MP-ASI untuk Menjaga Status Gizi Balita di Kota Mataram. ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(2), 65-70. Hamzah, D. F. (2018). Pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap berat badan bayi usia 4-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Langsa Kota. JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan), 3(2), 8-15. Dusra, E. (2021). PENGARUH PEMBERIAN HEALTH EDUCATION TERHADAP PERILAKU IBU DALAM MP-ASI LOKAL DI POSYANDU TALAGA RATU DESA KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT. Jurnal Medika Husada, 1(1), 07-12. MODUL KKNT 2 12


LAMPIRAN MODUL KKNT 2 13


TERIMA KASIH MODUL KKNT 2 13


Click to View FlipBook Version