NAMA KELOMPOK:
1. Anisa Tri Septia (Xl.OTKP)
2. Ayu Shalfa (Xl.OTKP)
3. Dinda Artika Sari (Xl.OTKP)
4. Fahri Izzaturrahman (Xl.MM)
5. Gavin Muhammad Syafiq (Xl.MM)
6. Rimza Firmansyah (Xl.MM)
7. La Ode Amir (Xl. OTKP)
Tema: Kehidupan Sosial Remaja di Sekolah
Nama: Dinda Artika Sari
Kelas: Xl. OTKP
Sampai Ujung Usia
Namaku adalah Amelia Putri, kawanku di sekolah sering sekali memanggilku princess, entah apa yang mereka
pikirkan memanggilku dengan sebutan itu. Aku bersekolah disalah satu SMK jurusan teknologi di daerah Jakarta.
Pada waktu itu, tepat hari Jumat dimana aku akan menuju ke Lab Robotika untuk menguji alat yang kubuat. Tapi,
siapa sangka sesampainya aku disana aku bertemu dengan guru yang mengajarku waktu kelas 10. Dia adalah Pak
Lingga, mengajar mata pelajaran Matematika waktu itu.
Aku sangat menghormatinya karena dia adalah salah satu guru senior di sekolahku. Bagaimana tidak, di usianya
yang sudah menginjak 70 tahun dia tetap bugar dan semangat mengajar siswanya. Bahkan tidak jarang dialah
orang pertama yang sudah datang di kelas.
Di lab tersebut, di sela aku membuat data pengamatan, mataku selalu tertuju ke arahnya. Pak Lingga begitu
serius dengan apa yang dia kerjakan di hadapannya. Sesekali aku mendekatinya, lalu melihat apa yang dia
kerjakan.
“Pak, sudah sore begini, apa yang bapak kerjakan di lab?" Aku bertanya dengan wajah penasaran.
“Oh ini, bapak sedang riset alat yang bapak kembangkan untuk pentas robot nanti. Makanya bapak ke sini mau
minta ajarin ke pak Sultan” ujarnya
Pak Sultan sendiri adalah kepala lab robotika yang kini menjadi wali kelasku.
“Loh, bapak seharusnya tidak perlu repot-repot datang dan belajar di lab ini. Biar siswa bapak saja yang datang
kesini” sambungku.
“Bukan begitu, kok. Bapak sendiri dari dulu ingin belajar mengenai sistem gerak pada robot ini, kebetulan kan
sekarang Pak Sultan ada disini” balasnya.
Kekagumanku kepadanya semakin menjadi-jadi, mengingat usianya yang sudah lanjut tapi keinginan belajarnya
masih saja tinggi. Berbeda denganku, di umurku yang masih muda kadang aku masih saja berjibaku dengan rasa
malas yang meradang. Benar kata orang tuaku, mencari ilmu itu sebenarnya bukan sampai ke negeri China, tapi
sampai ujung usia.
Nama: Fahri Izzaturrahman
Kelas: Xl. MM
Hari-hariku di Sekolah
Pada waktu sekolah, saya merasa senang sekali bisa belajar di ruangan kelas yang sejuk, pada pagi hari
yang indah ini, hati riang seperti pagi merindukan matahari, oh senangnya saya bisa belajar dengan
teman-teman yang kadang-kadang ngesali dan nyenagi hati, pada saat belajar matematika oh membuat
jantung saya meledak dengan rumus-rumusnya, begitu juga dengan pelajaran kimia, fisika dan bahasa
inggris.
Pada waktu istirahat, oh leganya bisa melewatkan pelajaran yang mematahkan semangat dengan
rumus-rumusnya, saya keluar dari kelas untuk menenangkan perut yang kosong, saat sampai ke kantin,
aduh saya lupa bawa uang jajan, lalu saya kesal seperti api yang menyambar air, ya sudahlah itu
memang kesalahan saya bagaimana pun saya harus menerima resiko ini, datanglah teman baik saya ia
mentraktir saya makan, lalu hati ini bergejola seperti air yang menyambar api, dengan senangnya, saya
mengucapkan terima kasih untuk best friend saya.
Pada waktu masuk ke kelas, saya merasa takut dengan pelajaran rumus-rumus itu, tiba-tiba di kelas
belajar Bahasa Indonesia oh senangnya hati saya seperti malam merindukan bulan, oh senangnya gak
ketemu sama rumus-rumus menjengkelkan itu, saya sangat bahagia belajar tanpa rumus, hati riang
membelah angkasa, tiba-tiba bel berbunyi, yeee pulang, baca doa, beri hormat pada guru, lalu pulang
ke rumah dengan hati yang membisik langit.
Itulah cerpen saya, hari-hari di sekolah saya buruk kan jangan seperti saya ya… nanti dimarahi oleh
guru matematika loh, apabila ada kesalahan dalam cerpen saya, saya mohon maaf dan terimakasih,
selamat beraktifitas di sekolahmu ya… jangan membenci rumus ok, bye teman-teman.
Nama: Rimza Firmansyah
Kelas: Xl. MM
TEMPAT MENIMBA ILMU
sekolah,itulah nama sebah tempat yang membuat orang orang berilmu tempat orang menimba ilmu,begitu pula aku,aku sekarang
sudah menyelesaikan taman kanak kanak dan sekolah dasar sehingga aku sekarang sedang mencari sekolah menengah pertama
aku mengikuti tes di daerah ku tetepi satu pun aku tdak diterima sehingga aku harus ke luar kota,ternyata usahaku tidak sia sia
aku di terima di sekolah yang cukup terkenal di daerah itu.sekolah itu bernama SMP HARAPAN BANGSA.
hari pertama aku belajar disana ternyata nyaman juga ,gurunya ramah ramah sekali pantas saja sekolah ini cukup terkenal
karena memiliki fasilitas yang lengkap dan memindai,sekolah ini bagaikan rumahku yang kedua karena selain menimba ilmu
disini aku juga selalu diberikan nasehat dan kasih sayang dari semua guru yang mengajar disana,akupun menjadi semangat
belajar dan meraih presatasi di sekolah yang aku cinta ini,aku sering mengikuti berbagai lomba di sekolah ini,hingga suatu ketika
aku ditunjuk mewakili lomba MIPA mewakili sekolahku.
"widi apakah kamu mau ikut lomba MIPA Nasional mewakili sekolah kita ini.?"tany kepala sekolahku
"tentu saja pak, itu merupakan kehormatan saya membawa nama sekolah kita di ajang nasional maupun internasional,saya
berjanji pak akan menang dan melalukan apapun demi sekolah yang saya cintai ini pak."jawabku optimis
"bagus...inilah anak didik bapak,bapak bangga padamu yang memiliki cita cita yang sangat mulia yaitu membawa nama baik
sekolah kita."kata kepala sekolah yang terharu mendengar ucapanku
lomba mipa itupun dimulai aku pun sudah siap mengikutinya orang tuaku,para guru dan teman temanku mendukungku dan selalu
memberikan semangat padaku
"ayo nak kamu pasti bisa,jangan menyerah."kata ibuku menyemangatiku
"iya widi peganglah janjimu yang akan membangga kan sekolah kita ini."kata seorang guru padaku
"ayo wid kamu pasti bisa,kami semua akan mendoakanmu!"kata seorang temanku
"terima kasih semuanya,aku akan berusaha dan memgang janjiku itu,demi sekolah yang ku cinta ,aku rela melakukan
apapun."kataku
hingga pengumuman kejuaraan dimulai setelah 2 jam aku menunggunya,dan pemengang lomba mipa ini adalah Widi dari SMP
HARAPAN BANGSA,seketika itu teman temankuku bersorak gembira,terhilat berlinang air mata para guruku dan orang tuaku
mereka bangga aku telah berhasil membawa nama sekolah ku ke ajang nasional,sehingga aku mengikuti pertukaran pelajar di
Australia,sejak itu sekolahku menjadi sekolah terfavorit ,hingga saat aku tamat aku tak rela berpisah dengan sekolah yang aku
cinta ini.
Nama: La Ode Amir
Kelas: Xl. OTKP Ujian Semester Ganjil
Namaku Angel, seorang siswi SMA salah satu sekolah negeri di Jakarta. Aku punya seorang teman bernama Nisa yang kebetulan satu kelas dan
bertetanggaan rumah. Aku dan dia sudah bersahabat sejak masih kanak-kanak.
Hari ini, sekolahku mengadakan Ujian Semester Ganjil. Aku yang Nisa yang sekarang kelas 2 akan memasuki kelas 3. Ujian ini merupakan penentu
apakah naik kelas atau tidak.
Pagi harinya, aku mempersiapkan semua peralatan yang diperlukan, setelah semua selesai, aku pergi ke rumah Nisa dan berangkat ke sekolah
bersama-sama. Sesampainya di sekolah, tidak lama kemudian lonceng pun berbunyi.
Sebelum ujian dimulai, aku melihat Nisa begitu sibuk dan tampak sedikit panik sambil membuka dan mengeluarkan seluruh isi tasnya. Akupun
bertanya..
“Nis, kamu kenapa? Ini ujian udah mau dimulai loh..” tanyaku.
“Gawat Jel, aku lupa bawa pensil 2B, gimana nih..?” Keluhnya.
“Waduh, kok kamu lalai banget sih Nis, udah jelas-jelas pensil itu persyaratan utama, eh malah lupa bawa. Gini aja, kamu coba izin ke guru
pengawas untuk keluar sebentar membeli pensil..” jawabku.
“Oke Jel, aku coba dulu.. Buk, boleh izin sebentar untuk membeli pensil gak buk? Aku lupa bawa buk..” gumam Nisa.
“Maaf nak, tidak boleh ada yang keluar lagi. Ibuk sudah memberi banyak waktu untuk mempersiapkan segala hal, jika ada yang lupa / tertinggal, itu
sudah risiko dan hukuman atas kelalaian Kelian..” jawab ibu guru.
Mendengar jawaban guru pengawas, Nisa terlihat semakin panik dan mukanya tampak bersedih. Aku pun segera mencari inisiatif dan jalan keluar.
“Nis, kamu punya pisau cutter gak? Pinjam bentar..” kataku.
“Punya Jel, nih, emang buat apa..?” Tanyanya.
“Ada deh..” ujarku.
Tanpa berpikir panjang lagi, aku langsung memotong pensil 2B milikku untuk kemudian aku bagi hasil potongan itu kepadanya.
“Nih, Nis, ambil potongan pensil aku aja, gapapa kok, daripada kamu disuruh keluar dan gak dibolehin ikut ujian..” tawarku.
Aku melihat Nisa sangat senang mendapat tawaran dan segera mengambil serta meraut pensil pemberianku tersebut. Dengan senang hari, Nisa pun
mengucapkan terima kasih
“Waduh, makasih banyak ya Jel, untung ada kamu yang selalu mau dan sukarela membantu, kamu emang sahabat terbaik, sekali lagi makasih
banyak ya Jel..?” jawabnya.
“Oke Nis, gapapa, santai aja..” tuntasku.
Akhirnya Aku dan Nisa serta semua teman-teman memulai ujian dengan tenang hingga selesai.
Nama: Gavin Muhammad Syafiq
Kelas: Xl. MM
Persabatan di Sekolah
Namanya Ani dan Anis, dua anak tersebut adalah anak yang kembar terkadang keduannya selalu bersamaan,
bukan cuma hanya saat belajar tetapi dalam hal prestasi juga Ani mendapatkan peringkat 1 dan Anis peringkat 2.
Pada saat itu juga ada seorang anak yang begitu mengamati mereka berdua sehingga tidak ingin mereka selalu
bersama yang bernama Nawan dia merupakan teman satu kelas dengannya dan sangat sangat ingin
menghancurkan persahabatan di antara keduannya.
Cerpen ini tentang sahabat di sekolah
Telah berbagai cara dia lakukan supaya persahabatan mereka hancur dan pada ahkirya Nawan minta di buatkan
puisi kepada Ani dengan perasaan yang kesal, dan dia meminta sama seperti kepada Anis tanpa sepengetahuan
teman yang lainnya.
Pada saat liburan sekolah, Nawan memasukkan bahwa puisi buatan Ani kepada tas Anis sudah ditanda tangani
pengarangnya dengan begitu juga sebaliknya Ani pasti akan menerima puisi yang salah dari Anis.
Pada saat libur sekolahpun telah tiba, Ani yang sering membaca buku sekolah pada hari libur saja, dan
menemukan puisi yang bertema kesal, kepadanya dari sahabat terbaiknya itu.
Ani pun sangat merasa sangat kecewa dan marah, karena dia tahu sahabatnya itu tidak akan berbuat seperti itu
kepada nya, untuk menghindari fitnah tersebut, Ani langsung melakukan klasifikasi kepada Anis yang rumahnya
berada lampung.
Iya betul aku yang bikin puisi tersebut,,, tapi puisi itu bukan untuk kamu jawabnya,,, tetapi untuk Nawan katanya
untuk koleksisaja,,, jelas Ani di telepon dan akhirnya menjelaskan panjang lebar.
Singkat ceritanya,,,
Seperti itu lah perbuatan Nawan , karena aku juga du suruh membuat hal yang sama,,,, katanya untuk sekedar
koleksi,” Ani memberikan sedikit penjelasan yang sama.
Ani dan Anis serta Nawan memasukkan dapat dituliskan di bagian luar
“best friend forever”
NAMA: ANISA TRI SEPTIA
KELAS: XI. OTKP
Pergaulan Remaja
pada suatu hari ada dua orang anak laki" mereka adalah Budi dan Bintang.Budi adalah anak yang rajin sedangkan
Bintang adalah anak yang pemalas. Pada suatu hari saat mereka perjalanan pulang dari sekolah Bintang mengajak
Budi untuk bermain warnet,namun Budi tidak mau karena Budi takut kalau nanti ia pulang terlambat dimarahi
oleh orang tuanya,Bintang pun mengejek Budi dengan kata "banci",lau Budi pun merasa sakit hati dan ia lalu
meninggalkan Bintang.Bintang pun langsung pergi ke warnet,ia pun bermain game online di warnet sampai larut
malam lalu saat ia pulang ia dimarahi orang tuanya karena ia pulang sekolah tidak pulang melainkan langsung
main ke warnet.
keesokan harinya Budi dan Bintang berangkat sekolah bersama dengan berjalan kaki saat ditengah jalan
Bintang mengajak Budi untuk membolos sekolah ke warnet,Budi pun tidak mau karena ia sadar ia kelas 9 dan ia
mau ujian,ia harus rajin masuk supaya ia bisa lulus dengan nilai memuaskan.namun berbeda dengan Bintang yang
hanya memikirkan Game Online nya saja.kemudian Budi pergi kesekolahnya sendirian,Bintang pun membolos ke
warnet,ia pun melihat temannya di warnet merokok lalu ia pun ingin merasakan rokok lalu ia pun membeli
sebatang rokok dan ia pun menghisap nya,setelah habis satu rokok ia pun ketagihan dan membeli sebatang rokok
lagi,ia pun menikmati bermain game online dengan merokok,pada saat ia pulang,ia pun dimarahi ibunya karena
iapulang malam dan bau asap rokok.
keesokan harinya ia pun pergi membolos lagi dengan teman-teman nya,kali ini ia tidak pergi ke warnet
melainkan ia pergi nongkrong disebuah warung yang berisi anak seusianya yang juga bolos sekolah,teman Bintang
ada yang membawa minuman keras dan Bintang pun juga meminum nya,ia pun merasa pusing,ia sehari tidak
pulang,orang tua nya pun khawatir karena anak nya tidak pulang.
keesokan harinya orang tua Bintang ditelfon dari orang tua kalau bintang tertangkap satpol pp saat ia sedang
pesta miras,ibu nya pun panik dan ia pun langsung menjemput Bintang di kantor satpol pp,bintang pun meminta
maaf kepada ibunya karena ia telah membuat ibunya khawatir.
sejak kejadian itu Bintang tidak pernah main warnet dan bolos sekolah lagi,saat kelulusan Budi dan Bintang
mendapat nilai memuaskan, ibunya pun sangat bangga pada kedua anaknya.
Nama: Ayu Shalfa
Kelas: Xl. OTKP
Diam-diam suka
Aku...siswa biasanya yg bersekolah di SMK Faforite.entah apah yg aku harapkan saat itu.
Kenapa aku bisa masuk SMK, yg Notabe nya adalah siswa"Famous dan Berprestasi. SMK
Mutiara baru.Smk yg paling banyak Memenangkan kejuaraan. baik dalam bidang
pelajaran, olahraga, khususnya Bulu tangkis. Aku sering menjuarai kejuaraan.sebener
nya aku GK tertarik sedikitpun dengan bulu tangkis. Awalnya aku cuman keseringan
nemenin mama kursus bulu tangkis. Lama kelamaan, kaya nya bulu tangkis
menyenangkan. Dan aku mulai mencoba, dan akhirnya Berani ikut pertandingan.