I
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah
SWT karena e- modul ini telah selesai disusun. E-modul ini disusun agar
dapat membantu para siswa dalam mempelajari materi mengenai gempa
bumi . Penulis pun menyadari jika didalam penyusunan buku ini mempunyai
kekurangan, namun penulis meyakini sepenuhnya bahwa sekecil apapun e-
modul ini tetap akan memberikan sebuah manfaat bagi pembaca. Akhir kata
untuk penyempurnaan e- modul ini, maka kritik dan saran dari pembaca
sangatlah berguna untuk penulis kedepannya.
Yogyakarta, 1 April
2022
Penulis
i
DAFTAR ISI
Kata pengantar ............................................................................................................................. i
Daftar isi ......................................................................................................................................... ii
Daftar gambar .............................................................................................................................. iii
Daftar Tabel.................................................................................................................................... iv
I. Soal Pretest .................................................................................................................. 1
II. Pendahuluan ............................................................................................................... 2
2
A. Deskripsi singkat.................................................................................................. 3
B. Kompetensi inti dan kompetensi dasar....................................................... 3
C. Petunjuk belajar ................................................................................................... 4
D. Peran guru dan peran orang tua ................................................................... 5
III. Kegiatan belajar : Gempa bumi dan Mitigasinya............................................ 5
A. Indikator Pembelajaran ..................................................................................... 5
B. Aktivitas Pembelajaran ...................................................................................... 24
IV. Soal Posttest..............................................................................................................
Glosarium ................................................................................................................................ 25
Daftar Pustaka ........................................................................................................................ 26
ii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Contoh Bencana Gempa Bumi....................................................................... 2
Gambar 2. Pergerakan Lempeng .................................................................................... 8
Gambar 3. Macam-macam lipatan .................................................................................. 10
Gambar 4. Jenis Patahan .................................................................................................. 11
Gambar 5.Ring of fire ...................................................................................................... 14
Gambar 6. Mitigasi Bencana ........................................................................................... 15
Gambar 7. Tindakan Sebelum terjadi Gempa Bumi....................................................... 19
Gambar 8. Tindakan Saat Terjadi Gempa Bumi.............................................................. 20
Gambar 9. Tindakan Setelah Terjadi Gempa Bumi......................................................... 22
iii
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Kompetensi dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi................................ 3
Tabel 2 .Kategori Gempa Berdasarkan Besarnya ........................................................... 16
iv
Soal Pretest
Petunjuk pengerjaan soal
1. Klik link yang tertera dibawah ini
2. Bacalah panduan pengerjaan dengan baik
3. Selamat mengerjakan !!!
https://forms.gle/TiSvb7xuA3bXewyB9
-1-
PENDAHULAN
A. Deskripsi Singkat
Hai Ananda semua apa kabarnya? Mudah-mudahan Ananda dalam
keadaan sehat walafiat. Modul yang akan Ananda pelajari sekarang Modul
yang berjudul “Gempa Bumi dan Mitigasinya ”. Setelah mempelajari modul ini
diharapkan Ananda mengetahui apa yaang dimaksud dengan gempa bumi
beserta dampak dari gempa bumi tersebut, kemudian upaya penanggulangan
bencana gempa bumi tersebut. Pada modul ini, Ananda akan mempelajari
mengenai gempa bumi, kemudian mempelajari mengenai upaya
penanggulangan bencana gempa bumi (mitigasi bencana gempa bumi ).
Gambar 1. Contoh Bencana Gempa Bumi
Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi besar dilanda
bencana alam gempa bumi. Hal itu disebabkan dari letak geografisnya yang
berada diantara pertemuan 4 lempeng tektonik besar yaitu Lempeng Indo-
-2-
Australia, Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Laut Filipina.
Pertemuan 4 lempeng tektonik ini mengakibatkan banyak fenomena
pergerakan lempeng dengan segala jenis karakteristiknya. Fenomena pergerkan
lempeng tektonik tersebut kemudian secara langsung atau tidak langsung
dapat merusak tatanan kehidupan manusia baik dibidang infastruktur, ekonomi,
sosial, dan bahkan jatuhnya korban jiwa, yang kemudian disebut dengan
bencana alam (natural disaster). Indonesia sebagai kawasan rawan bencana
alam perlu meningkatkan ke-mampuan masyarakat untuk mengelola dan
menekan risiko terjadinya bencana alam
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.10 Menjelaskan lapisan bumi, 3.10.4Menjelaskan karakteristik gempa
gunung api, gempa bumi, dan bumi serta pengurangan risiko
tindakan pengurangan bencanannya.
resikosebelum, pada saat, dan
pasca bencana sesuai ancaman
bencana di daerahnya
4.10Mengomunikasikan upaya 4.10.1Berlatih tindakan penyelamatan
pengurangan resiko dan diri pada saat terjadi bencana
dampak bencana alam serta alam gempa bumi
tindakan penyelamatan diri
pada saat terjadi bencana sesuai
dengan jenis ancaman bencana
di daerahnya
Tabel 1. Kompetensi dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
-3-
C. Petunjuk Belajar
Sebelum Ananda menggunakan e-modul ini, terlebih dahulu Ananda baca
petunjuk mempelajari modul berikut ini:
1. Pelajarilah e-modul ini dengan baik. Mulailah mempelajari materi pelajaran
yang ada dalam e-modul di setiap kegiatan pembelajaran hingga Ananda
dapat menguasainya dengan baik.
2. Lengkapi dan pahamilah setiap bagian dalam rangkuman sebagai bagian
dari tahapan penguasaan materi e-modul ini.
3. Kerjakan bagian soal yan terdapat pada e-modul sebagai indikator
penguasaan materi dan refleksi proses belajar Ananda pada setiap kegiatan
belajar.
4. Gunakan Daftar Pustaka dan Glosarium yang disiapkan dalam modul ini
untuk membantu mempermudah proses belajar Ananda.
-4-
Teruntuk Bapak/Ibu Orang Tua peserta didik, berkenan Bapak/Ibu
dapat meluangkan waktunya untuk mendengarkan dan menampung serta
membantu memecahkan permasalahan belajar yang dialami oleh Ananda
peserta didik. Jika permasalahan belajar tersebut belum dapat diselesaikan,
arahkanlah Ananda peserta didik untuk mencatatkannya dalam buku
catatan mereka untuk didiskusikan bersama teman maupun Bapak/Ibu
Guru mereka saat jadwal kegiatan pembelajaran berlangsung.
Teruntuk Bapak/Ibu Guru, modul ini disusun dengan orientasi
aktivitas peserta didik dan setiap modul dirancang untuk dapat mencakup
satu atau lebih pasangan kompetensi kompetensi dasar yang terdapat
pada kompetensi inti 3 (pengetahuan) dan kompetensi inti 4
(keterampilan). Setiap peserta didik diarahkan untuk dapat mempelajari
modul ini secara mandiri, namun demikian mereka juga diharapkan dapat
menuliskan setiap permasalahan pembelajaran yang ditemuinya saat
mempelajari modul ini dalam buku catatan mereka.
-5-
Kegiatan Belajar
Gempa Bumi Dan Mitigasinya
A. A. Indikator Pendahuluan
Setelah mempelajari materi pembelajaran kegiatan belajar ini diharapkan
Ananda dapat:
1. Menjelaskan peistiwa gempa bumi
2. Menjelaskan proses terjadinya gempa bumi
3. Menjelaskan beberapa macam gerak tektonik
4. Menjelaskan mitigasi bencana gempa bumi
B. B. Aktivitas Pembelajaran
Satu hal yang penting untuk Ananda lakukan dalam mempelajari E-
modul ini adalah membuat catatan-catatan tentang materi pembelajaran
yang belum ataupun sulit Ananda pahami. Mana kala Ananda sudah yakin
telah memahami materi pembelajaran yang diuraikan pada Kegiatan Belajar ,
kerjakanlah soal-soal latihan yang disediakan.
-6-
GEMPA BUMI
Indonesia merupakan negara yang
memiliki potensi besar dilanda bencana alam
gempa bumi. Hal itu disebabkan dari letak
geografisnya yang berada diantara pertemuan
4 lempeng tektonik besar yaitu Lempeng Indo-
Australia, Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik
dan Lempeng Laut Filipina. Pertemuan 4
lempeng tektonik ini mengakibatkan banyak
fenomena pergerakan lempeng dengan segala
jenis karakteristiknya. Fenomena pergerkan lempeng tektonik tersebut
kemudian secara langsung atau tidak langsung dapat merusak tatanan
kehidupan manusia baik dibidang infastruktur, ekonomi, sosial, dan bahkan
jatuhnya korban jiwa, yang kemudian disebut dengan bencana alam (natural
disaster).
Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi
di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan
pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempa bumi
dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan
dipancarkan kesegala arah berupa gelombang gempa bumi sehingga efeknya
dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi. Gempa tektonik disebabkan oleh
permukaan bumi terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik besar. Lempeng
tektonik adalah segmen keras kerak bumi yang mengapung diatas astenosfer
yang cair dan panas. Lempeng tektonik ini bebas untuk bergerak dan saling
berinteraksi satu sama lain. Daerah perbatasan lempeng-lempeng tektonik
-7-
merupakan tempat-tempat yang memiliki kondisi tektonik yang aktif, yang
menyebabkan gempa bumi, gunung berapi,dan pembentukan dataran tinggi.
A. Pergerakan Lempeng
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, selain lempeng Nazca, lempeng
Amerika Selatan dan Lempeng Afrika, di planet bumi ini masih terdapat
lempeng-lempeng lainnya. Lempeng-lempeng tersebut selalu bergerak karena
adanya arus konveksi atau arus panas pada lapisan astenosfer (mantel bumi).
Pergerakan lempeng tersebut diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu
sebagai berikut:
1) Konvergen, merupakan pergerakan lempeng yang saling mendekati satu
sama lain/ bertubrukan. Gerak
konvergen antara dua kerak
benua menyebabkan
pembentukan pegunungan
(lipatan) misalnya pembentukan
Pegunungan Himalaya (interaksi
lempeng India dengan Lempeng
Eurasia). Gerak konvergen antara
lempeng benua dengan lempeng Gambar 2. Pergerakan lempeng
samudra menyebabkan penujaman sehingga terbentuk gunung api dan
palung laut misalnya pada Pegunungan Andes (interaksi lempeng Nazca
dan lempeng Amerika Selatan).
2) Divergen, merupakan pergerakan lempeng yang saling menjauh. Gerakan
ini menyebabkan pembentukan punggung, samudera (mid ocean ridge).
3) Transform, merupakan pergerakan lempeng yang saling berpapasan yang
dapat menimbulkan patahan secara mendatar.
-8-
B. Lipatan dan Patahan
Dampak dari pergerakan lempeng – lempeng bumi yaitu terbentuknya
lipatan dan patahan/sesar pada lapisan tanah sehingga terbentuk gunung dan
pegunungan, lembah, bukit dan perbukitan, jurang dan lain sebagainya. Lipatan
disebabkan oleh gerakan dari dalam tekanan yang besar dalam bumi akibat arus
konveksi dan temperatur yang tinggi dari, sehingga menjadikan sifat batuan
menjadi cair liat atau plastis. Keplastisannya ini membuat batuan tersebut akan
terlipat apabila ada dorongan dari lempeng.
Lipatan lapisan Bumi ini akan membentuk pegunungan, yang punggungnya
disebut antiklinal dan wilayah lembahnya disebut sinklinal. Perbedaan tingkat
keplastisan dan kekuatan tenaga tektonik menjadikan batuan terlipat dengan
berbagai bentuk. Jika dorongan yang muncul melebihi batas elastisitasnya maka
lipatan ini akan terpatahkan menjadi patahan. Contoh lipatan yang ada di
indonesia diantaranya Pegunungan Bukit Barisan, Pegunungan Kendeng,
Pegunungan Tengger, Pegunungan Ijen.
Berikut merupakan jenis-jenis lipatan berdasarkan posisi bidangnya
1. Lipatan Tegak
Lipatan tegak memiliki bidang sumbu lipatan yang tegak lurus
menghadap bidang lipatan. Bentuk lipatan seperti ini bisa di sebut dengan
symmetric fold. Bidang sumbu juga membagi antiklinal dan sinklin sama besar
dan simetris.
-9-
2. Lipatan Miring Lipatan miring
adalah lipatan tegak yang
mendapat tekanan terus menerus
sehingga terdorong dan
membentuk garis miring.
Bentuknya tidak lagi tegak karena
tekanan, lipatan ini juga terkanal
dengan lipatan asymmetric fold.
3. Lipatan Menggantung
Lipatan menggantung adalah
kelanjutan dari lipatan miring.
Lipatan miring jika di tekan terus
menerus akan membentuk lipatan
yang mengantung. Bentuk puncak Gambar 3. Macam-macam lipatan
lipatan ini menggantung.
4. Lipatan Isoklinal
Lipatan isoclinal adalah lipatan sejajar satu dengan yang lainnya. Bentuk
lipatan ini terjadi karena adanya dorongan yang terjadi secara berkelanjutan.
Lipatan ini juga bisa di sebit dengan isoclinal fold.
5. Lipatan Rebah
Lipatan rebah biasa di sebut dengan overtuned fold. Bentuk lipatan ini
landai seperti sedang merebah. Penyebabnya adalah adanya dorongan secara
melintang yang berasal dari satu arah saja
6. Liptan Sesar Sangkup
Lipatan sesar sangkup adalah lipatan kelanjutan dari rebah. Jika terus
mendapat tekanan lapisan tanan mengalami lipatan sesar sangkup tidak
cukup elastis dan bisa mengakibatkan patahan.
- 10 -
Patahan bumi adalah perubahan bentuk bumi yang terjadi akibat adanya
tekanan tenaga dari pusat bumi yang cepat sehingga permukaan bumi tidak
sempat melipat atau melewati batas elastisitasnya dan menyebabkan patahan. Hal
ini seperti karet yang diregangkan secara terus menerus. Jika tarikan terhadap karet
tersebut melewati batas elastisitasnya maka karet tersebut akan putus. Patahan
(Sesar) ini biasanya terjadi di daerah yang berbentuk bebatuan. Penyebab utama
patahan adalah gempa bumi. Salah satu contoh patahan diantaranya adalah
patahan San Andreas di negara Amerika Serikat.
Ada beberapa jenis jenis patahan atau
sesar yang dapat dikategorikan
berdasarkan macam gerakannya,
selengkapnya sebagai berikut :
1. Normal Fault
Patahan dikatakan masuk ke dalam
normal fault jika patahan tersebut
memungkinkan satu block misalnya
bagian foot wall memiliki lapisan yang
bergerak searah namun relatof naik
terhadap blok lainnya yaitu hanging
wall. Ciri yang sangat mudah ditemukan Gambar 4. Jenis Patahan
pada jenis normal fault adalah tingkat kemiringannya yang hampir 90 derajat.
2. Reserve Fault
Kebalikan dari normal fault, untuk jenis reserve fault ini merupakan patahan
yang terjadi dengan arah foot wall yang relatif turun dibandingkan dengan
hanging wall. Ciri yang mudah ditemukan pada jenis patahan ini adalah tingkat
kemiringannya yang relatif kecil yaitu sekitar 45 derajat saja atau setengah dari
kemiringan normal fault.
3. Strike Fault
- 11 -
Untuk jenis strike fault ini merupakan patahan yang memiliki arah relatif
mendatar baik itu ke kiri maupun ke kanan. Arah patahan ini memang tidak
seluruhnya bergerak dengan arah mendatar namun juga bisa dengan arah
vertikal. Pada patahan jenis ini yang bergerak ke arah kiri disebut dengan
dekstral sedangkan untuk patahan yang bergerak ke kanan disebut dengan
sinistral.
C. Gempa Bumi
Gempa bumi merupakan getaran yang terjadi di permukaan bumi
akibat yang disebabkan oleh lempengan bumi yang bergerak sehingga
terjadi pelepasan energi dari dalam perut bumi secara tiba-tiba yang
biasanya diikuti dengan terjadinya patahan/sesar (fault). Timbulnya patahan
atau sesar tersebut karena adanya gerakan plat-plat tektonik/lapis kerak
bumi yang saling bertumbukan, bergeser atau saling menyusup satu
dengan yang lain (subduksi). Kebanyakan gempa Bumi disebabkan dari
pelepasan energi yang tekanan yang semakin lama tekanan tersebut
semakin membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan di mana tekanan
tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat
itulah gempa Bumi akan terjadi.
Selain disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi. Gempa Bumi dapat
disebabkan oleh faktor lainnya. Berbagai macam gempa bumi berdasarkan
penyebabnya diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Gempa bumi runtuhan, gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah
kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang
terjadi dan bersifat lokal.
- 12 -
2) Gempa bumi tumbukan, gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan
meteor atau asteroid yang jatuh ke Bumi, jenis gempa Bumi ini jarang
terjadi.
3) Gempa bumi buatan, gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang
disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit,
nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi
4) Gempa bumi vulkanik, gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas
magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Gempa bumi
tektonik, gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik,
yaitu pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak yang
mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar.
Klik Link Dibawah Ini Agar Ananda Lebih Jelas
https://www.youtube.com/watch?v=oRxj1ATzDYs
Perhatikan Gambar dibawah ini yang ditunjukan pada jalur
ABCDEFG, jalur tersebut merupakan terdapat banyak aktivitas, jalur ini
dikenal dengan nama “Ring of Fire” berupa jalur pergerakan lempeng-
lempeng. Pada zona tersebut banyak terjadi pergerakan lempeng
konvergen, pada zona tersebut termasuk negera kita Indonesia, sudah
sewajarnya apabila terjadi aktivitas seismik berupa gempa bumi dan juga
terdapat banyak gunung api. Gambar tersebut menunjukan zona Ring of
- 13 -
Fire, pergerakan lempeng, dan gempa bumi. Oleh karena itu, kita perlu
waspada akan resiko terhadap letusan gunung api dan gempa tahu serta
mengetahui bagaimana cara menghadapi bencana yang mungkin terjadi.
Gambar 4. Ring of fire
MITIGASI BENCANA
Bencana merupakan suatu permasalahan yang amat besar yang dihadapi oleh
bangsa Indonesia, yang kemungkinan besar masih akan berlanjut di masa-masa yang
akan datang. Penanganan bencana (khususnya bencana alam) yang datang secara
bertubi-tubi dan dalam skala yang besar seperti yang dialami oleh Indonesia
belakangan ini tentu tidak mudah.
Terdapat beberapa tahap dalam upaya penanggulangan bencana yaitu fase Pra
Bencana, fase Tanggap Darurat (saat Terjadi Bencana), dan fase Pasca Bencana. Di
dalam Fase Pra Bencana dibedakan atas kondisi tidak ada ancaman bencana dan
kondisi potensi ancaman bencana. Pada kondisi ancaman bencana terdiri atas
tahapan perencanaan, mitigasi, dan tahap kesigapan. Pada fase tanggap darurat
terdiri atas tahap kesiapan dan penanganan korban. Pada fase pasca bencana terdiri
- 14 -
atas pemulihan dan rekonstruksi. Gambar berikut menunjukan tahapan-tahapan
penanggulangan bencana.
Gambar 5. Mitigasi Bencana
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana,
baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan
menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 tentang
Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana). Mitigasi didefinisikan sebagai upaya
yang ditujukan untuk mengurangi dampak dari bencana, Mitigasi adalah serangkaian
upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun
penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (UU No
24 Tahun 2007, Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 angka 9), (PP No 21 Tahun 2008, Bab
I Ketentuan Umum, Pasal 1 angka 6).
Mitigasi bencana merupakan langkah yang sangat perlu dilakukan sebagai suatu
titik tolak utama dari manajemen bencana. Ada 4 (empat) hal penting dalam mitigasi
bencana, yaitu:
a. Tersedia informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap jenis bencana.
- 15 -
b. Sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam
menghadapi bencana, karena bermukim di daerah rawan bencana.
c. Mengetahui apa yang perlu dilakukan dan dihindari, serta mengetahui cara
penyelamatan diri jika bencana timbul, dan
d. Pengaturan dan penataan kawasan rawan bencana untuk mengurangi ancaman
bencana.
Pada kegiatan belajar sebelumnya, Ananda telah mempelajari mengenai
gempa bumi. Gempa bumi adalah getaran atau getar getar yang terjadi di
permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang
menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan
kerak Bumi (lempeng bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan
ukuran gempa Bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa Bumi diukur
dengan menggunakan alat Seismograf.
Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi
terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh
observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5
magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3
magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih
berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada
kedalaman gempa. Kategori gempa berdasarkan besarnya dan kerusakan yang
ditimbulkan disajikan pada Tabel berikut ini.
Tabel 2 .Kategori Gempa Berdasarkan Besarnya dan Kerusakan yang Ditimbulkan
Magnitude Deskripsi Efek Gempa
Mikro Tidak terasa
Di bawah
2,0
- 16 -
2,0 – 2,9 Minor Tidak terasam namun tercatat
3,0 – 3,9 Ringan
Dirasakan oleh masyarakat sekitar pusat gempa
Ringan namun jarang menyebabkan kerusakan, ditandai
dengan lampu gantung di rumah terlihat
4,0 – 4,9 bergoyang.
Cukup terasa terutama di dalam ruangan, ditandai
Sedang dengan jendela bergetar, permukaan air pada bak
mandi beriak, pintu rumah terbuka dan tertutup
5,0 – 5,9 dengan sendirinya
Menyebabkan kerusakan pada bangunan yang
Kuat lemah. Sulit untuk berdiri tegak, kaca pecah,
beberapa dinding rumah runtuh, Permukaan air
6,0 – 6,9 membentuk gelombang.
Kuat Menyebabkan kerusakan dalam area 160 km.
Mayor Tebing runtuh bersama-sama dengan bangunan
bertingkat tinggi, robohnya bangunan lemah,
7,0 – 7,9 retakan dalam di dalam tanah.
Menyebabkan kerusakan yang serius pada area
yang luas. Seperti tanah longsor, rubuhnya
jembatan, rusaknya bendungan dan lain
sebagainya.
8,0 – 8,9 Great Menyebabkan kerusakan yang sangat serius dalam
radius sertus kilometer wilayah gempa
9,0 – 9,9 Great Menyebabkan kehancura dalam radius ratusan
meter
Di atas 10,0Massive Belum pernah tercatat. Luas wilayah kehancuran
- 17 -
sangat luas.
Mitigsi Bencana Gempa Bumi
Silahkan Klik link di bawah ini ya !!
https://youtu.be/DeafytS3Rjw&t=19s
- 18 -
TINDAKAN SEBELUM TERJADI
GEMPA BUMI
Apa yang dilakukan sebelum terjadi Gambar 6. Tindakan sebelum terjadi gempa bumi
gempa bumi:
1. Menyiapkan rencana untuk
penyelamatan diri apabila gempa
bumi terjadi.
2. Melakukan latihan yang dapat
bermanfaat dalam menghadapi
reruntuhan saat gempa bumi, seperti
merunduk, perlindungan terhadap
kepala, berpegangan ataupun dengan
bersembunyi di bawah meja.
3. Menyiapkan alat pemadam kebakaran,
alat keselamatan standar dan
persediaan obat-obatan.
4. Membangun konstruksi rumah yang
tahan terhadap guncangan gempa
bumi dengan fondasi yang kuat. Selain
itu, anda bisa merenovasi baguan
bangunan yang sudah rentan.
5. Memperhatikan daerah rawan gempa
bumi dan aturan seputar pengguna
lahan yang di keluarkan oleh
pemerintah
- 19 -
TINDAKAN SAAT TERJADI
GEMPA BUMI
Saat terjadi bencana gempa bumi:
1. Jika saat terjadi gempa bumi dan anda
berada di dalam bangunan, seperti rumah,
sekolah ataupun bangunan bertingkat:
Guncangan akan terasa beberapa saat,
selama jangka waktu itu, upayakan
keselamatan diri anda dengan cara
berlindung di bawah meja untuk
menghindari dari benda-benda yang
mungkin jatuh dan jendela kaca.
Lindungi kepala dengan bantal atau helm,
atau berdirilah di bawah pintu. Bila sudah
terasa aman, segera lari ke luar rumah.
Jika anda sedang memasak, segera matikan
kompor serta mencabut dan mematikan
semua peralatan yang menggunakan listrik Gambar 7. Tindakan Saat Terjadi Gempa Bumi
untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Bila keluar rumah, perhatikan kemungkinan pecahan kaca, genteng atau material lain.
Tetap lindungi kepala anda dan segera menuju ke lapangan terbuka.
Jangan berdiri di dekat tiang, pohon atau sumber listrik atai gedung yang mungkin
roboh.
Jangan gunakan lift apabila sudah terasa guncangan, gunakalah tangga darurat untuk
evakuasi keluar bangunan. Apabila sudah di dalam elevator, tekan semua tombol atau
gunakan interphone untuk panggilan kepada pengelola gedung.
- 20 -
Kenali bagian bangunan yang memiliki struktur kuat, seperti pada sudut bangunan.
Apabila anda berada di dalam bangunan yang memiliki petugas keamanan dan ikuti
instruksi evakuasi.
2. Jika anda berada di dalam mobil:
Saat terjadi gempa bumi dengan kekuatan besar, anda akan kehilangan kontrol
terhadap mobil.
Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri bahu jalan dan berhentilah.
Ikuti instruksi dari petugas berwenang dengan memperhatikan lingkungan sekitar atau
melalui alat komunikasi lainnya seperti radio atau gawai.
Peringatan Tsunami pasca gempa bumi: Apabila mendengar peringatan dini tsunami,
segera lakukan evakuasi menuju ke tempat tinggi, seperti bukit dan bangunan tinggi.
- 21 -
TINDAKAN SETELAH TERJADI
GEMPA BUMI
Apa yang di lakukan setelah terjadi gempa Gambar 8. Setelah Terjadi Gempa Bumi
bumi:
1. Tetap waspada terhadap gempa bumi
susulan.
2. Ketika berada di dalam bangunan,
evakuasi diri anda setelah gempa bumi
berhenti. Perhatikan reruntuhan maupun
benda-benda yang membahayakan pada
saat evakuasi.
3. Jika berada di dalam rumah, tetap
berada di bawah meja yang kuat.
4. Periksa keberadaan api dan potensi
terjadinya bencana kebakaran.
5. Berdirilah di tempat terbuka jauh dari
gedung dan instalasi listrik dan air.
Apabila di luar bangunan dengan tebing
di sekeliling, hindari daerah yang rawan
longsor.
6. Jika di dalam mobil, berhentilah di
pinggir jalan, tetapi tetap berada di
dalam mobil. Hindari berhenti di bawah
atau di atas jembatan atau rambu-rambu
lalu lintas
- 22 -
Lembar Kerja Pesera Didik (LKPD) 01 :
Materi Gempa Bumi Dan Mitigasinya
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas/Semester : VII/Genap
Alokasi Waktu : 60 menit
Nama anggota : 1.
2.
3.
4.
5.
6.
Kelas :
Taggal/ Hari :
A. Kompetensi Inti
KI 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat)
dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut pandang/teori
- 23 -
B. Kompetensi Dasar
KD 3.10 Menjelaskan lapisan bumi, gunung api, gempa bumi, dan
tindakan pengurangan resikosebelum, pada saat, dan pasca bencana
sesuai ancaman bencana di daerahnya
KD 4.10 Mengomunikasikan upaya pengurangan resiko dan dampak
bencana alam serta tindakan penyelamatan diri pada saat terjadi
bencana sesuai dengan jenis ancaman bencana di daerahnya
C. Tujuan
3.10.4 Menjelaskan karakteristik gempa bumi serta pengurangan risiko
bencanannya.
D. Alat dan Bahan
- Laptop / Smartphone
- Alat tulis
E. Langkah Kerja
1. Guru meminta siswa dalam satu kelas untuk membagi menjadi 4 kelompok
2. Guru meminta siswa untuk mendiskusikan dengan kelompok mengenai
pokok bahasan materi.
3. Setelah mendiskusikan materi tersebut, setiap kelompok
menjabarkan/mempresentasikan hasil diskusi kepada kelompok yang lain.
4. Setelah sesi presentasi selesai siwa melakukan tanya jawab antar kelompok
5. Guru memberi peserta didik beberapa pertanyaan untuk mengecek
pemahaman mereka terhadap materi.
- 24 -
Soal Posttest
Petunjuk pengerjaan soal
1. Klik link yang tertera dibawah ini
2. Bacalah panduan pengerjaan dengan baik
3. Selamat mengerjakan !!!
https://forms.gle/zarwE6Yxgj6SX8hd6
- 25 -
GLOSARIUM
Konvergen : Pergerakan yang saling mendekati satu sama lain
Lipatan : Dampak pergerakan lempeng yang
Mitigasi bencana : Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik
melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan
peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana
Orogenetik : Proses pembentukan pegunungan akibat pergerakan
lapisan kulit bumi yang relatif lebih cepat.
Punggung Samudera : Kawasan yang terbentuk akibat arus konveksi yang
menggerakan lempeng saling berlawanan
Ring of Fire : Jalur pergerakan lempeng-lempeng
Tenaga Endogen : Tenaga yang menyebabkan pergerakan pada lempeng
bumi akibat dari arus konveksi.
Transform : Pergerakan lempeng yang saling berpapasan dan dapat
menimbulkan patahan mendatar
- 26 -
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam. Edisi
Revisi. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mirobbi, Nasrun. 2017. Energi dan
Transformasi Energi dalam Sel. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam. Edisi
Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Sunarti, Euis. 2009. Evaluasi Penanggulangan Bencana di Indonesia (Lesson Learned
2006- 2007). Bogor: Pusat Studi Bencana Lembaga Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor.
Widodo, Wahono., Siti Nurul Hidayati., Fida Rachmadiarti. 2016. Ilmu Pengetahuan
Alam Kelas VII Semester 2. Jakarta: Puskurbuk, Kemdikbud.
- 27 -