The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Cerpen lebih ringan dibandingkan dengan novel. Biasanya hanya membahas tentang satu tokoh dengan satu permasalahan. Jumlah kata pada cerpen biasanya tidak lebih dari 10 ribu kata.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ranti Amelsa01, 2023-05-09 00:15:25

3 Contoh Cerita Pendek tentang Sekolah Menarik dan Penuh Makna

Cerpen lebih ringan dibandingkan dengan novel. Biasanya hanya membahas tentang satu tokoh dengan satu permasalahan. Jumlah kata pada cerpen biasanya tidak lebih dari 10 ribu kata.

Keywords: CERPEN

3 Contoh Cerita Pendek tentang Sekolah Menarik dan Penuh Makna Contoh Cerita Pendek Tentang Sekolah 1. Cita-Cita sang Putri Saat pagi hari seorang gadis yang bernama Putri sudah bangun dari tidurnya dan mulai membantu ibunya beres-beres rumah. Putri merupakan anak perempuan cantik kesayangan orang tuanya yang memiliki sejuta mimpi di dinding kamar miliknya. Purti gadis periang yang hidup di keluarga yang bisa dikatakan kaya raya. Meskipun terlahir dari keluarga yang kaya raya, tidak membuat Putri menjadi anak yang sombong. Di sekolah dia juga merupakan siswa yang berprestasi, tidak heran dia menjadi kesayangan guru dan teman-temannya.


Sejak ia kecil, Putri selalu menuliskan cita-citanya di dinding kamarnya. Mulai dari dia duduk di bangku SD hingga kini SMA, dia selalu menuliskan apa cita-citanya. Banyaknya cita-cita yang Putri tulis, membuat dinding kamarnya hampir penuh dengan kertas tempelan yang berisi cita-citanya. Setelah membantu ibunya, Putri siap-siap berangkat ke sekolah. Sepanjang perjalanan Putri hanya duduk dan diam merenung. Sesampainya di sekolah, Putri pun lebih banyak diam seperti sedang memikirkan sesuatu. Saat sudah pulang sekolah, ia bergegas masuk ke kamarnya dan memandangi dinding kamarnya dengan seksama. Ia mulai membaca satu persatu cita-cita yang ia tuliskan dari kecil. Ia terus memandangi dan merenung. "Putri, ada apa?" Tiba-tiba ibu masuk ke dalam kamar Putri. Ibu memandangi wajah anaknya yang terlihat sedih. "Bu sekarang dara sudah SMA, tapi sampai sekarang Putri gatau cita-cita Putri apa" ucap Putri pada Ibu. "Sayang, Putri kan baru saja masuk SMA, cita-cita akan datang seiring berjalannya waktu. Saat ini Putri fokus saja belajar dan lakukan apa yang Putri sukai. Dengan begitu, Putri akan tau apa cita-cita Putri" Ucap Ibu Mendengar ucapan Ibu, membuat Putri lebih fokus belajar dan melakukan banyak hal yang dia sukai. Di sekolah dia rajin bertanya ke guru-guru dan selalu mengikuti lomba yang diadakan oleh sekolah. Dia juga aktif mengikuti berbagai macam kegiatan di sekolah seperti kepramukaan, osis dan bela diri.


Di sekolah Putri ters mengembangkan bakatnya, hingga suatu hari ia menyadari apa cita-cita yang diinginkan. Putri ingin menjadi seseorang yang berguna bagi bangsa dan negara. Ia memutuskan ingin menjadi TNI dan mengabdi pada negeri. 2. Bersih-Bersih Sekolah Setiap hari Jumat, SMA Tunas Rimba selalu mengadakan bersihbersih sekolah. Rendy merupakan ketua kelas 12 IPS 3 mulai mengajak teman sekelasnya untuk bersih-bersih. Rendy adalah anak laki-laki tampan dan rajin. Dalam akademik dia cukup pintar, namun dia sangat jago dalam hal olahraga. Dia hobi bermain sepak bola. Tidak hanya itu, di kelas Rendy terkenal sosok yang suka bersih-bersih. Hari Jumat menjadi rutinitas wajib Rendy untuk mengajak temannya untuk bersih-bersih. Namun Jumat kali ini Rendy terlihat sedikit agak berbeda, dia sedikit tegas kepada teman-temannya yang tidak ingin ikut bersih-bersih. "Hari ini guru akan masuk ke ruang kelas. Jika guru melihat ada ruang kelas yang tidak bersih, maka jam pulang akan ditunda. Kalau kalian ingin cepat pulang, ikut bantu bersih-bersih jangan ada yang hanya duduk saja" Ucap Rendy Semua temannya mengikuti apa kata Rendy karena ingin cepat pulang. Setelah selesai bersih-bersih tiba saatnya guru datang untuk melihat masing-masing kelas. Saat tidak di ruang kelas 12 IPS 3, guru cukup takjub karena ruang kelasnya sangat bersih. Sebagai apresiasi karena telah membuat ruang kelas menjadi bersih, Ibu guru mengizinkan anak 12 IPS 3 pulang. Semua anakanak berteriak senang, dan mereka bergegas pulang.


3. Ujian Akhir Semester Hari ini adalah hari anak-anak sekolah mengikuti ujian akhir semester. Anak-anak yang sudah belajar terlihat tenang menunggu jam masuk ruangan. Namun berbeda dengan anak-anak yang tidak belajar, mereka sibuk membuat contekan untuk ujian. "Kringg" bel sekolah sudah berbunyi artinya siswa masuk ke ruangan dan mulai mengerjakan ujian. Budi salah satu siswa yang malas, masuk ke ruangan dengan santai dan yakin. Guru yang melihat tingkahnya menjadi sangat curiga. "Budi kamu sudah belajar?" Tanya salah satu guru. Dengan tegas Budi menjawab "sudah dong bu". Budi terlihat sangat yakin jika dirinya bisa mengerjakan soal ujian dengan benar. Saat menit-menit awal, tidak ada gerak gerik mencurigakan dari Budi. Pengawas yang melihat Budi, mencoba yakin jika Budi memang sudah belajar. Namun pada menit pertengahan, Budi mulai mencoba mengeluarkan contekan yang sudah disimpan. Ia mencoba mengeluarkan dengan hati-hati supaya tidak ketahuan oleh guru. Namun sayangnya, usaha Budi untuk mencontek gagal. Guru yang sedang berjalan mengawasi siswa lainnya, melihat Budi mengeluarkan contekan. Setelah ketahuan, Guru tersebut merebut contekan dan membuangnya. Budi yang awalnya terlihat santai, kini panik dan bingung. Ia tidak belajar sehingga tidak bisa mengerjakan ujiannya dengan baik. Saat pembagian nilai, dia mendapat nilai yang sangat rendah. Dia sangat menyesal karena tidak belajar dan dia berjanji kepada dirinya sendiri supaya lebih giat belajar agar mendapat nilai yang memuaskan.


-


Click to View FlipBook Version