Daiwi dan Asuri
Sampad
Dalam Kitab Bhagawadgita
Oleh : Luh Putu Novi Ernawati,S.Pd.H
KITAB SUCI
Bhagawadgita dan Weda
Bhagawadgita sebagai Kitab Suci Weda
Setiap agama memiliki kitab suci sebagai pedoman untuk menjalankan
ajaran agamanya masing-masing.
Naah perlu anak-anak ketahui bahwa Bhagawadgita adalah kitab suci
agama Hindu. Bhagawadgita adalah pustaka Weda yang kelima, oleh
karena itu sering disebut dengan Pancama Weda yang artinya Weda
yang kelima. Isi dari pustaka suci Bhagawadgita adalah wejangan
tentang kebajikan, sebagai intisari dari filsafat yang ada dalam ajaran
Weda.
Salah satu wejangan Sri Krsna dalam pustaka suci Bhagawadgita adalah
tentang Daiwi Sampad dan Asuri Sampad.
01 02 03
Daiwi Sampad Asuri Sampad Contoh
04 05
Cerita Kesimpulan
“Buku Adalah Gudang Ilmu”
Semangat Membaca
01
Daiwi Sampad
Pengertian Daiwi Sampad
Dalam Bhagawadgita terdapat ajaran Daivi Sampad dan Asuri Sampad, istilah Daiwi
Sampad dan Asuri Sampad adalah Subha dan Asubha Karma. Subha Karma adalah
perbuatan baik, dalam hal ini Daivi Sampad adalah perilaku Daiwi Sampad.
Daiwi Sampad berasal dari kata “div” yang artinya sinar, kemudian menjadi kata Deva
(Dewa). Daiwi sampad artinya adalah sifat-sifat kedewataan, sifat mulia, sifat bijaksana,
sifat-sifat satwam.
Perilaku terpuji yang termasuk daiwi sampad adalah pikirannya tenang, jernih, pikiran dan
keyakinannya tidak tergoyahkan. Dalam Bhagawadgita disabdakan sebagai berikut
“Tejah kesma dhrti saucam, adroho timanita Bhavanti sampadan, abijastasya
bharata”
__Bhagawadgita, XVI.3__
Terjemahannya : Cekatan, suka memaafkan, teguh sradha, budi luhur, tidak iri hati,
tanpa keangkuhan, semua ini adalah harta, dari dia yang dilahirkan dengan sifat-
sifat devata, wahai arjuna
Demikain yang dapat kita pelajari tentang Daiwi Sampad, segala yang baik berasal dari
sifat-sifat kedewataan .
02
Asuri Sampad
Pengertian Asuri Sampad
Asuri Sampad adalah sifat raksasa. Sifat raksasa antara lain : sombong, congkak, egois,
lobha (rakus), tamak, tidak tahu malu berbuat jahat, pemarah, suka mencuri barang milik
orang lain, tidak pernah mendengarkan nasihat yang baik. Itulah sifat-sifat raksasa.
Dalam pustaka suci Bhagawadgita disebutkan :
“Dambho darpo bhimas ca, krodhah parusyam eva ca, ajnanam cabhijatasya, partha
sampadam asurim” ___Bhagawadgita, XVI.7
Terjemahan : Berpura-pura, angkuh, membanggakan diri, marah, kasar, bodoh,
semuanya ini adalah keadaan mereka yang dilahirkan dengan sifat-sifat raksasa,
wahai partha (Arjuna)
03
Contoh
Contoh Perilaku Daiwi Sampad dan Asuri Sampad
Dalam kehidupan sehari-hari banyak yang dapat dijadikan sebagai contoh untuk diteladani. Berikut adalah
contoh-contoh perilaku Daiwi dan Asuri Sampad
Contoh Daiwi Sampad
Dalam Mahabharata dapat dilihat sifat-sifat baik Bhisma yang mengorbankan dirinya untuk kebahagiaan
ayahnya Raja Sentanu dengan Dewi Satyawati. Bhisma juga melaksanakan nyukla brahmacari atau tidak
menikah seumur hidupnya, begitu juga dengan pengamdiannya terhadap kerajaan hastina pura.
Naaah dalam kehidupan sehari-hari penerapannya bagi anak-anak sebagai pelajar yaitu melaksanakan
kewajiban sekolah dengan baik, belajar dengan sungguh-sungguh agar mampu menyerap ilmu pengetahuan.
Dan dirumah anak-anak selalu menjaga keharmonisan dengan orang tua, kakak, adik serta keluarga yang
lainnya, selalu mendengarkan dan mematuhi nasehat orang tua. Lalu bagaimana dengan jika dengan orang
lain, dengan orang lain janganlah saling menyakiti dan selalu bersikap sopan.
Contoh Perilaku Daiwi Sampad dan Asuri Sampad
Contoh Asuri Sampad
Perbuatan-perbuatan yang didasarkan atas sifat-sifat raksasa, ini harus dihindarkan. Jangan ditiru karena
akan mengakibatkan ketidak tentraman, tidak disukai oleh keluarga, teman dan orang lain, sehingga tidak
akan mendapat kebahagiaan.
Dalam kisah Mahabharata dapat dilihat sifat-sifat buruk Duryodana yang rela mengorbankan orang lain
untuk memenuhi sifat-sifat buruknya, sombong, rakus, tidak hormat kepada orang tuanya, bahkan kepada
orang suci seperti Rsi Bhisma dan Krsna nasehatnya tidak didengar.
Naah anak-anak dalam kehidupan sehari-hari sifat-sifat tidak baik yang tidak boleh dilakukan seperti
berbohong, sombong, berani melawan orang tua, tidak sopan dan hal buruk lainnya.
Untuk menghindari perilaku tidak baik ini dengan cara rajin melakukan Tri Sandhya.
04
Cerita
Mari simak
cerita berikut
ini dengan
baik ya!
Mathura dan Kamsa
Tersebutlah raja congkak dikerajaan Mathura bernama
Kamsa. Dia memenjarakan saudaranya sendiri bahkan ayahandanya
sendiri pun dipenjarakan. Karena rasa ego dalam dirinya yang
menginginkan kekuasaan kerajaan Mathura .
Raja Kamsa mencurigai anak-anak Devaki akan
mengalahkannya suatu saat nanti. Ramalan itu membuatnya gusar
dan memenjarakan Devaki. Bahwa suatu waktu anak yang kedelapan
dari Devaki akan mengalahkannya. Sampai anak ketujuh Devaki
dapat dimusnahkan oleh Kamsa. Mengetahui hak itu maka Devaki
menyelundupkan anaknya yang kedelapan tersebut kepada ibu
Yasoda di Vrindavan.
Mathura dan Kamsa
Setelah diketahui anak kedelapan Devaki itu sudah berada
diluar istana, satu persatu sekutu Kamsa dikirimnya untuk
mencelakai Krsna. Namun dapat dikalahkan oleh Krsna.
Krsna dan Balarama tumbuh dewasa. Kamsa kemudian
mengundang Krsna dan Balarama ke Istana dengan maksud untuk
mencelakai mereka berdua. Kamsa menyediakan penghadang gajah,
menyediakan arena adu gulat, ia mengirim Chandura dan Mustika
pegulat tangguh tak terkalahkan di Mathura. Namun semua dapat
dilakahkan oleh Krsa dan Balarama. Dan tiba Kamsa sendiri yang
menghadapi Krsna, Kamsa dapat dilakahkan dengan mudah oleh
Krsna sampai meninggal dunia. Krsna dengan segara lalu melepaskan
ayahandanya, Devaki, beserta Ugrasena. Ugrasena kemudian
dinobatkan menjadi raja menggantikan Kamsa.
Pesan Moral
Nah dari cerita Mathura dan Kamsa tentu anak-anak tahu kan siapa yang
perbuatannya tidak baik.
Jika anak-anak menjawab Kamsa, itu sangat tepat. Kamsa adalah contoh manusia
yang diliputi oleh sifat Asuri Sampad atau sifat keraksasaan, yang sangat tidak patut
untuk di contoh. Dan Kejahatan pasti akan kalah melawan kebaikan dan kebenaran.
05
Kesimpulan
Kesimpulan
Upaya utama untuk mengendalikan diri dari sikap – sikap Asuri Sampad
adalah dengan mendisiplinkan diri, ketaatan dan kejujuran pada setiap
perbuatan. Mengendalikan perkataan, perbuatan dan pikiran ke hal – hal
yang baik.
Jadilah anak-anak yang baik hingga dapat menciptakan kebahagiaan untuk
diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Sampai
JUMPA
Jaga kesehatan dan jangan lupa kerjakan latihan
selanjutnya ya!