Orang Suci yang
Patut diteladani
Oleh : Ibu Guru Novi
Orang Suci Sebagai Penuntun Umat
Orang suci terdiri dari kata orang dan suci, orang berarti manusia dan suci bearti
kemurnian dan kebersihan lahir batin. Jadi orang suci ialah manusia yang memiliki kekuatan mata batin
dan dapat memancarkan kewibawaan rohani serta peka akan getaran-getaran spiritual, selas asih dan
memiliki kemurnian batin dalam mengamalkan ajaran-ajaran agama. Orang suci adalah orang yang
dipandang mampu atau paham tentang ajaran agama Hindu.
Ajaran agama Hindu memiliki banyak sebutan bagi orang suci, seperti sulinggih, Maharsi,
Bhagavan dan sebutan gelar orang suci lainnya. Sulinggih berasa dari kata su dan linggih. Su artinya
utama atau mulia, dan Linggih artinya kedudukan atau tempat. Jadi sulinggih adalah orang yang
diberikan kedudukan utama atau mulia karena kesucian diri dan perilaku luhur, serta mampu
membimbing umat mendekatkan diri kehadapan Sang Hyang Widhi . Sebelum diberi gelar orang suci,
sulinggih, Bhagavan, Maharsi dan sebutan lainya harus dicusikan secara rohani dan jasmani. Salah satu
bentuk penyuciannya memalui upacara mediksa. Upacara Mediksa berfungsi untuk membersihkan
seseorang secara lahir dan batin
Perilaku Santun Kepada Orang Suci
Bagian kedua dari Tri Kerangka Umat Hindu adalah susila. Susila/Etika memiliki arti aturan
atau norma-norma berbuat baik. Etika sopan santun adalah bagian dari hidup kita, oleh karena itu
sebagai umat Hindu harus memiliki sopan santun terhadap semua orang, terlebih terhadap orang suci.
Dalam kitab sarascamuscaya305 kita dianjurkan bergaul dengan orang-orang baik, terjemahan
slokanya sebagai berikut :
“jika anda berkawan,maka hendaklah orang yang berbudi luhur saja yang menjadi kawan anda; jika
hendak mencari persaudaraan orang yang berbudi luhur itu anda usahan untuk dijadikan
persaudaraan;andaikata sampai berbantah sekalipun;apalagi jika bersahabat, hendaklah dengan
orang yang baik budi itu, sebab mustahil tidak akan tidak berkelimpahan budi luhur itu (jika telah
bergaul dengan orang sadhu)
Perilaku Santun Kepada Orang Suci
Perilaku santun kepada orang suci dapat diwujudkan dalam bentuk sebagai berikut :
1. Hormat dan taat menjalankan nasehatnya
2. Selalu berdoa setiap memulai suatu kegiatan
3. Rajin membaca kitan suci dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari
4. Selalu mengamalkan jaran Tri Kaya Parisudha
5. Hormat kepada catur guru
6. Melaksanakan Rsi Yajna
Jenis-Jenis Orang Suci Yang Patut Diteladani
Orang Suci dalam agama Hindu digolongkan menjadi dua kelompok besar, yaitu Golongan
Eka Jati dan Golongan Dwi Jati
Golongan Eka Jati
Golongan Eka Jati adalah orang suci yang melakukan pembersihan diri tahap awal yang disebut
dengan mewinten. Setelah melewati tahap mewinten golongan eka jati dapat memimpin upacara
keagamaan yang bersifat Tri Yadnya. Orang suci yang termasuk golongan eka jati yaitu Pemangku
(pinandita), balian, dalang, dukun, wasi dan sebagainy. Pinandita berasal dari kata pandita yang
mendapat sisipian in menajdi pinandita yang artinya dipendetakan atau yang terpelajar. Dalam hal ini
yang dimaksud pinandita adalah mereka yang melewati tahap pewintenan sampai tahap adisa widhi
dengan ditapak dan Amari aran. Dalam hal upacara atau upakara yadnya seorang pinandita dapat
bertindak sebagaiwakil dari pandita, dan juga dapat menyelesaikan upacara yadnya tertentu atau
biasanya pada pura tertentu khususnya pura yang diemongnya (yang menjadi tanggung jawabnya)
Karena perbedaan status,sesana dan wewenang, maka persyaratan pinandita agak lebih longgar jika dibandingkan
dengan pandita. Persyaratan yang perlu diperhatikan untuk menjadi pinandita adalah :
1. Laki-laki atau wanita yang sudah berumah tangga
2. Laki-laku/Wanita yang megambil brata sukla brahmacari
3. Pasangan suami istri
4. Bertingkah laku baik dalam kehidupan sehari-hari
5. Berhati suci dan berperilaku suci
6. Taat dan melaksanakan agama dengan dengan baik
7. Mengetahui ajaran-ajaran agama
8. Tidak menderita penyakit saraf atau gila
9. Suka mempelajari /berpengetahuan dibidang kerohanian
10.Dapat persetujuan dari masyarakat setempat
11.Mendapat pengesahan dari PHDI setempat (Kabupaten/Provinsi)
Golongan Dwi Jati
Golongan Dwi Jati adalah orang suci yang melakukan penyucian diri tahap lanjut atau mediksa. Orang
yang telah melaksanakan proses mediksa disebut dengan orang yang lahir dua kali. Kelahiran pertama dari seorang
ibu, sedangkan kelahiran kedua dari kaki seorang guru rohani (Dang Acarya) atau nabe.
Setelah melakukan prsoes mediksa, orang suci tersebut tersebut diberi gelar sulinggih atau Pandita. Kata Pandita
berasal dari bahasa sansekerta yaitu pandit yang artinya terpelajar pintar dan bijaksana. Orang suci yang termasuk
dalam kelompok ini antara lain Pandita, Pedanda, Bujangga, Maharsi, Bhagawan, Empu, Dukuh, dan sebagainya.
Untuk menjadi seorang pandita wajib memenuhi berbagai persyaratan baik persyaratan sekala (kelengkapan
adminitrasi) maupun niskala (pelaksanaan upacara tertentu)
Beberapa persyaratan sebelum menjadi pandita berdasarkan Kesatan tafsir terhadap ketetapan Sabdha Parisada
Hindu Dharma Ke II NO. V tahun 1968 tentang tata keagamaan (Kesulinggihan, Upacara dan Tempat suci) antara
lain:
1. Laki-laku yang sudah menikah atau tidak menikah seumur hidupnya (sukla brahmacari)
2. Wanita yang sudah menikah atau tidak menikah seumur hidupnya (suka brahmacari)
3. Pasangan suami istri sah
4. Usia minimal 40 th
5. Paham bahasa kawi, sansekerta, Indonesia menguasai secara mendalam isi kitab suci weda dan memiliki
pengetahuan yang luas
6. Sehat jasmani dan rohani
7. Berbudi pekerti yang luhur
8. Tidak tersangkut pidana
9. Mendapat persetujuan dari Gurunya
Tugas dan Kewajiban Orang suci
Sebagai orang suci tentu memiliki kewajiban dan tugas dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah tugas dan kewajiban dari orang suci :
1. Melaksanakan Surya Sewana setiap pagi
2. Memimpin persembahyangan
3. Memimpin pelaksanaan upacara yadnya sesuai kitab suci weda
4. Melaksanakan Tirta Yatra
5. Aktif dalam kegiatan untuk meningkatkan kecusian diri
6. Mampu memberikan ajaran dharma pada umatnya
Tugas dan kewajiban yang patut dijalankan oleh pandita, pinandita dan atau pemamngku dikenal
dengan sebutan sesana. Sesana dalam hal ini mengandung makna swadharma atau tanggung jawab,
tata cara dalam memimpin pelaksanaan upacara agama Hindu, serta perlengkapan yang diperlukan.
Masing-masing orang suci memiliki sesana sendiri, dalam arti sesana seorang pandita akan berbeda
dengan sesana pinandita. Perbedaan itu muncul bukan semata-mata karena sebutan nama yang -
berbeda, melainkan karena adanya perbedaan linggih (status) yang bersangkutan. Salah satu contohnya tata cara
pemujaan mencirikan pandita atau sulinggih dapat diketahui dari pakain pemujaan, hiasan kepala (bhawa),
perlengkapan pemujaan (siwaupakarana) maupun sikap tangan yang dikenal dnegan mudra, melakukan upcara
Nyurya Sewana, Ngeloka Phala Sraya. Hal-hal seperti ini tidak digunakan oleh seseorang yang bukan pandita.
Dengan kata lain dapat dikemukakan bahwa pandita mempunyai kewenangan yang lebih luas dalam memimpin
pelaksanaan upacara yadnya.
Rohaniawan Hindu yang berwenang muput atau memimpin pelaksanaan upacara seperti perkawinan,
perceraian, pengangkatan anak, ngeruak karang, sumpah cor, mengening-ening, penggukukan sentana rajeg dan
mintonin rangda, biasanya adalah pandita atau sulinggih. Sementara untuk upacara ngeruak karang, ngotonin, telu
bulanan, madewa saksi akan dipimpin oleh pemangku atau pinandita. Demikian juga dalam upacara perkawinan
apabila hanya metanjung sambuk atau abyakala maka pemangku dan pinandita mempunuai kewenangan untuk
menyelesaikannya.
Larangan-Larangan Orang suci
Orang Suci adalah manusianyang memiliki mata batin yang memancarkan kewibawaan
rohani sehingga ada larangan-larangan yang harus dijauhi :
1. Tidak boleh berjudi
2. Tidak boleh bertengkar
3. Tidak boleh melakukan perbuatan dosa
4. Tidak boleh bergaul dengan orang jahat
5. Tidak boleh berzina
6. Tidak boleh ingkar janji
7. Tidak boleh berdagang
8. Tidak boleh berpolitik
9. Tidak tersangkut pidana
10.Tidak boleh makan atau minuman yang berasal dari mencuri, menipu atau karupsi
Upaya Menghormati Orang Suci
Umat hindu wajib menjaga kesucian dari orang suci dengan melayani beliau sebaik-
baiknya terutama ketika beliau melakukan swadharmanya. Adapaun cara kita menghormati oramg suci
adalah :
1. Mengunjungi tempat-tempat tinggal orang suci
2. Berkata-kata sopan terhadap orang suci
3. Menaati nasehat baik dari orang suci
4. Memberikan pelayanan yang baik kepada orang suci
5. Memberikan dana punia atau sedekah kepada orang suci
Latihan
Mari melatih pemahaman
Jawablah Dengan Baik
Latihan 1
1. Apakah yang dimaksud dengan orang suci?
2. Sebutkan 3 syarat menjadi orag suci!
3. Sebutkan 3 tugas dan kewajiban orang suci!
4. Jelaskan arti ngeloka Sraya seorang pandita!
5. Tuliskan 3 orang suci yang tergolong dwijati!
Ayo Mengamati
Amatilah Gambar disamping dengan baik!
Amatilah gambar ilustrasi orang suci berikut ini, dan tuliskan apa yang kamu
ketahui tentang ilustrasi gambar tersebut, kemudian tuliskan hasil kerjamu pada
lembar kerja berikut ini!
Lembar Kerja :
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………..
Latihan 2
Jawablah Dengan Baik
Latihan 3
1. Upacara untuk menjadi seorang sulinggih adalah… .
2. Upacara untuk menjadi seorang pemangku adalah… .
3. Pemangku disebut juga dengan istilah… .
4. Salah satu syarat menjadi orang suci adalah tidak menikah seumur hidupnya. Tidak
menikah seumur hindup disebut dengan istilah… .
5. Melakukan upacara surya sewana setiap pagi merupakan tugas dari… .
6. Salah satu contoh sikap santun kepada sulinggih adalah berbicara yang…saat berbcara
kepada beliau
7. Orang suci yang harus diksa pariksa adalah.. .
8. Orang suci terdiri dari kata orang dan suci, orang berarti… .
9. Sulinggih berasal dari kata su dan linggih, su berarti… .
10. Orang suci dalam agama Hindu yang mengempon suatu pura adalah… .