The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ernavie, 2021-09-21 06:03:16

Catur Pramana

Catur Pramana

Catur Pramana Sebagai
Cara Memperoleh
Pengetahuan

Oleh : Luh Putu Novi Ernawati,S.Pd.H

GO!

Cara Memperoleh Kebenaran

Dalam hidupnya manusia dilahirnkan dengan keadaan awidya atau tidak berperngetahuan
namun dalam prosesnya menuju widya (berpengetahuan). Dalam proses widya banyak manusia
melewati banyak hal yang menjadi pengalaman.

Menjadi individu yang “widya” tentu menjadi harapan bagi setiap orang, dalam agama Hindu
juga disebutkan “Katepaning Widya” atau mencari ilmu pengetahuan. Dalam mencari ilmu
pengetahuan inilah Agama Hindu memberikan empat pedoman yang disebut dengan Catur
Pramana.

Catur Pramana adalah empat pedoman pengamatan untuk mendapatkan pengetahuan yang
benar. Catur Prama berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari dua kata Catur dan
Pramana. Catur artinya empat dan pramana artinya pengetahuan yang berlaku dan benar.
Aliran ini diajarkan oleh filsafat Nyaya tokoh pendirinya Rsi Gaotama

Catur Pramana

Empat jalan atau cara untuk
memperoleh kebenaran

01 Bagian Catur Prmana Mari
02 Membaca
02 03
03 04
Anumana Upamana
01 Pramana Pramana Sabda
Pramana
Praktyaksa
Pramana

Praktyaksa Pramana

Praktyaksa Pramana adalah cara memperoleh
pengamatan melalui pengnamatan secara
langsung melalui panca indria dengan objek
yang diamati sehingga pengetahuan tentang
objek tersebut sesuai dengan kenyataan.
Praktykasa Pramana dibagi menjadi 2 jenis
yaitu :

1. Nirwikalpa Praktyaksa

2. Savikalpa Praktyaksa

Praktyaksa
Pramana

Nirwikalpa Praktyaksa (pengamatan yang tidak
ditentukan)
Artinya merupakan pengamatan terhadap suatu
objek tanpa penilaian, tanpa asosiasi dengan sautu
objek

Savikalpa Praktyaksa (pengamatan yang ditentukan
atau dibeda-bedakan)
artinya pengamatan terhadap suatu objek
dibarengi dengan pengenalan ciri-ciri, sifat-sifat,
ukuran, jenisnya dan juga subjeknya.

Anumana Pramana

Adalah ajaran tentang penyimpulan dan
merupakan hasil yang diperoleh dengan suatu
perantara antara subjek dan objek.
Pengamatan dengan indria tidak dapat
penyimpulkan hasil dari pengamatan tersebut

Proses penyimpulan atau anumana pramana dari beberapa Anumana
tahapan yaitu sebagai berikut : Pramana

1. Pratijna yaitu proses yang pertama dengan

memperkenalkan objek permasalahan tentang
kebenaran pengamatan

2. Hetu yaitu proses yang kedua dengan menyebutkan

alas an dari kesimpulan

3. Udaharana yaotu proses yang ketiga yaitu proses

menghubungkan dengan aturan umum dari suatu
masalah

4. Upanayana yaitu proses yang keempat dengan

pemakaian aturan umum pada kenyataan yang dilihat

5. Nigamana yaitu proses yang kelima yaitu proses

penyimpulan yang benar dan pasti dari seluruh
prosesnya

Upamana Pramana

Merupakan cara pengamatan dengan
membandingkan kesamaan-kesamaan
yang mungkin terjadi atau terdapat
dalam objek yang diamati dengan objek
yang sudah ada dan diketahui dengan
melakukan perbandingan-perbandingan

Sabda Pramana

Merupakan pengetahuan yang diperoleh
melalui kesaksian-kesaksian dari orang-
orang yang dipercaya seperti orang
suci, Rsi, ataupun naskah-naskah suci
yang diakui kebenarannya (Weda atau
susastra Suci Hindu lainnya)

01 Catur Pramana Kesimpulan
02
03 Keempat pedoman pengamatan untuk
mendapat pengetahuan yang benar ini, tentu
sangat relevan untuk setiap manusia. Karena
kelebihan manusia memiliki akal pikiran,
selayaknya tidak begitu saja mempercayai
sesuatu. Karena pengetahuan yang benar
pada suatu permasalahan, akan sangat
menentukan sikap setiap individu pada
kehidupan

01 Penutup
02
03

Matur Suksma


Click to View FlipBook Version