13 BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan 1. Kartu Plant card memiliki kelayakan yang cukup bagus untuk desain, layout, penggunaan, materi, dan gambar. Namun masih perlu beberapa perbaikan 2. Cara menggunakan kartu Plant Card cukup mudah yaitu dengan mescan kode QR yang terdapat di kartu tersebut 5.2 Saran Saran peneliti jika ingin melakukan penelitian yang sama maka bisa di tambah jenis jaringan tumbuhan agar lebih banyak juga farian kartu jaringanjaringan tumbuhan
ANALISA TATA RUANG KOTA LAMA TUBAN DISUSUN OLEH: 1. Farra zarri bano 2. Meutia keisha aqilla 3. Naura syaza putri izzaty KELAS: VII Al-Fatih
ii YAYASAN BINA INSAN KAMIL TUBAN SMP Techno Insan Kamil Tuban Project Based Learning “Terakreditasi A” Berdasar SK BAP-S/M/No.200/BAP-S/X/2016 Office : Jl Al Falah II Kel Sidorejo Kec Tuban Kab Tuban Propinsi Jawa Timur Indonesia Email : [email protected] Phone : 0356 333280 HP : 081 555 665134 LEMBAR PERSETUJUAN Karya tulis ilmia yang berjudul “Analisa tata ruang kota lama Tuban” sebagai syarat kenaikan kelas di SMP TECHNO INSAN KAMIN TUBAN ini telah disusun oleh: 1.Farra zarri bano 2.Meutia Keisha aqilla 3.Naura syaza putri izzaty Karya tulis ilmiah ini disetujui pada: Hari : Senin Tanggal : 13 Juni 2022 Tuban, Juni 2022 Guru pendamping Megetahui, Kepala SMP TECHNO INSAN KAMIL Winartik,S.Pd Minarsih, S.Pd
iii LEMBAR PENGESAHAN Karya tulis ilmia yang berjudul “Analisa tata ruang kota lama Tuban” sebagai syarat kenaikan kelas di SMP TECHNO INSAN KAMIL TUBAN ini di susun oleh: 1.Farra zarri bano 2.Meutia Keisha aqilla 3.Naura syaza putri izzaty Dan telah disetujui pada: Hari : Senin Tanggal : 13 Juni 2022 Tuban, Juni 2022 Guru Pendamping Guru penguji Winarti,S.Pd Dion Akhsanul Fariha,S.Pd
iv KATA PENGANTAR Puji syukur kehadiran Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Analisa tata ruang kota lama Tuban” Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai syarat kenikan kelas di SMP TECHNO INSAN KAMIL TUBAN. Dalam pembuatan karya ilmiah ini tidak akan berhasil dengan adanya dorongan dan suport dari beberapa pihak, oleh karena itu kami ingin mengucapkan terimakasih sebanyak banyaknya kepada: 1. Us. Winarti sebagai Kepala SMP TECHNO INSAN KAMIL TUBAN 2. Us. Minarsih sebagai pembimbing KTI 3. Kedua orang tua yang saya cintai 4. Teman teman yang saya sayangi Kami menyadari penyusunan KTI ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak kan kami terima dengan senang hati, demi kesempurnaan KTI berikutnya Tuban, 13 Juni 2022 Penyusun
v ANALISA TATA RUANG KOTA LAMA TUBAN Oleh: Keisha, Farra, Naura Tuban memiliki nilai sejarah yang luar biasa yang berhubungan dengan kerajaan Majapahit. Pusat kota Tuban saat ini berbeda dengan kota Tuban terdahulu. Kota Kabupaten Tuban dibentuk pertama kali berada di Desa Perunggahan Kulon, Kecamatan Semanding. Bekas Kota Lama Tuban masih bisa dilihat, meski tiada bangunan secuil pun yang masih terlihat, namun remaja jaman sekarang tidak bisa mengeksplorasi Tuban kota lama dan banyak masyarakat tidak mengetahui tentang sejarah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain tata ruang kota lama Tuban sebagai bagian dari sejarah perkembangan kota Tuban sehingga dapat diakses oleh remaja dan masyarakat Tuban lainnya. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode wawancara yang dilakukan di desa Prunggahan. tata ruang Tuban kota lama dan Tuban saat ini sangat berbeda, perbedaan tersebut bisa di lihat dari letak kantor bupati, pendopo, dan alun alun Tuban. Ke-3 bangunan tersebut dahulunya berada di satu area yang sama. Kantor berada di sebelah timur sungai, di arah timur kantor terdapat pendopo, dan di sebalah timur pendopo beradanya alun-alun Tuban kota lama, dan untuk masuk ke wilayah tersebut harus melalui gapura yang menghadap ke arah utara. Tata ruang Tuban saat ini mengikuti pola tata ruang pemerintahan Belanda.
vi DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN .............................................................................................................................................. ii KATA PENGANTAR .............................................................................................................................................. iii DAFRAT ISI .............................................................................................................................................. iv BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG .............................................................................................................................................. 1 1.2 RUMUSAN MASALAH .............................................................................................................................................. 1 1.3 TUJUAN PENELITIAN .............................................................................................................................................. 1 1.4 MANFAAT ..................................................................................................................... 1 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 TATA RUANG KOTA....................................................................................................... 2 2.2 TUBAN KOTA LAMA ..................................................................................................... 2
vii 2.3 IDENTITAS PEMBENTUKAN RUANG KOTA TUBAN ...................................................... 2 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 WAKTU DAN TEMPAT PENELITAN................................................................................ 3 3.2 POPULASI DAN SAMPLE............................................................................................... 3 3.3 METODE PENELITIAN.................................................................................................... 3 3.4 ALAT DAN BAHAN ........................................................................................................ 3 BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 HASIL PENELITIAN ........................................................................................................ 4 4.2 PEMBAHASAN.............................................................................................................. 4 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN ................................................................................................................ 5 5.2 SARAN .......................................................................................................................... 5
viii
1 | P a g e BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Batas perbatasan wilayah kota Tuban. Batas utara kota Tuban berupa Laut Jawa, batas timur kota Tuban berupa kabupaten Lamongan, batas selatan kota Tuban berupa kabupaten Bojonegoro, dan batas barat kota Tuban berupa kabupaten Blora dan kabupaten Rembang Jawa Tengah. Ibu Kota Kabupaten Tuban Ketika dibentuk pertama kali berada di Desa Perunggahan Kulon, Kecamatan Semanding-Wilayah yang pernah menjadi ibu kota selain perunggahan kulon adalah sebelah barat goa akbar yang kini menjadi makan bakung, Desa Doromukti Kota Tuban, di Selatan watu tiban dan lainnya. Bekas Kota Lama Tuban juga masih bisa dilihat, meski tiada bangunan secuil pun yang masih terlihat. Kota Kabupaten Tuban Ketika dibentuk pertama kali berada di Desa Perunggahan Kulon, Kecamatan Semanding-Wilayah yang pernah menjadi ibu kota selain perunggahan kulon adalah sebelah barat goa akbar yang kini menjadi makan bakung, Desa Doromukti Kota Tuban, di Selatan watu tiban dan lainnya. Bekas Kota Lama Tuban juga masih bisa dilihat, meski tiada bangunan secuil pun yang masih terlihat. Bahkan remaja jaman sekarang tidak bisa mengeksplorasi Tuban Kota lama. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah desain tata ruang kawasan Kota lama Tuban? 2. Bagaimana perubahan tata ruang Tuban Kota lama dan tata ruang Kota Tuban saat ini
2 | P a g e 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah: a. Untuk mengetahui desain tata ruang kota lama Tuban sebagai bagian dari sejarah perkembangan kota Tuban b. Untuk mengetahui perubahan tata ruang Tuban Kota lama dan tata ruang Kota Tuban saat ini 1.4 Manfaat Penelitian a. Sebagai media pembelajaran sejarah dan filosofi tata ruang kota lama Tuban b. Sebagai media promosi yang akan menarik masyarakat dari kota lain yang akan berkunjung ke Tuban. c. Untuk memperkenalkan kepada masyarakat tata ruang kota lama Tuban sehingga bisa menjadi media pembelajaran sejarah dan filosofi kota Tuban.
3 | P a g e BAB II KAJIAN PUSTAKA II.1 Tata Ruang Kota Tata ruang kota adalah penataan bangunan bangunan di kota dengan teratur dan rapi. Struktur ruang adalah susunan pusat pusat pemukiman yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial masyarakat. Tata ruang di kota sangat di butuhkan karna dapat membantu warga kota menemukan tempat atau bangunan yang dituju dengan mudah dan cepat. Sedangkan pengertian kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia, tempat untuk tempat para manusia tinggal dan mencukupi kebutuhan mereka. Pusat kota biasanya berada di alun alun kota. Tata ruang di pusat kota biasanya di tengah ada alun alun, lalu di sebelah utara ada jalan raya. Dan di sebelah selatan terdapat kantor bupati atau kepala pemerintahan dan disebelah timur ada pendopo. Dan di sebelah timur ada masjid agung dan kantor pos. Pemahaman tentang sejarah kota sangat penting bagi perencana dan perancang kota. Karena kebanyakan teknik perencanaan kota tergantung pada ekstrapolasi dari kecenderungan masa lalu yang bersumber pada sejarah kotanya sendiri. Alunalun merupakan salah satu identias kota-kota di Jawa dimasa lampau. Pola dasar dari penataan alun-alun pada kota-kota di Jawa berasal dari jaman Hindu Jawa. Demikian pula dengan kota Tuban, dimana alun-alun merupakan identitas kota Tuban dimasa lampau. Peran alun-alun sebagai identitas kota Tuban sangat penting. Selain berperan sebagai landmark, bangunan disekelilingnya yang berperan sebagai elemen pembentuk ruang kota, bisa menggambarkan perjalanan sejarah kotanya dimasa lampau. Pengaruh kerajaan kuno Hindu Jawa bisa dilihat dari kehadiran alun-alun serta kantor Kabupatennya. Pengaruh jaringan perdagangan Asia bisa dilihat dari bangunan kelenteng, pasar dan Pecinan yang terletak di depan alun-alun. Pengaruh masuknya agama Islam bisa dilihat dari adanya Masjid raya serta makam Sunan Bonang. Pengaruh warisan birokrasi Kolonial bisa dilihat pada gedung
4 | P a g e pengadilan, kantor pos dan penjara dsb.nya. Jadi, Nusa Jawa sebagai silang budaya bisa tercermin pada alun-alun dan bangunan sekelilingnya di kota Tuban. II.2 Tuban Kota Lama Nama ‘Tuban’ berasal dari sebuah sumber air tawar yang ditemukan di tempat tersebut. Peristiwa ini membuat orang menamakannya ‘me(tu) (ban)yu” (keluar air). Sehingga tempat tersebut kemudian dinamakan Tuban. Tuban disebut sebagai salah satu kota pelabuhan utama di pantai Utara Jawa yang kaya dan banyak penduduk Tionghoanya. Orang Cina menyebut Tuban dengan nama Duban atau nama lainnya adalah Chumin. Pasukan Cina Mongolia (tentara Tatar), yang pada th. 1292 datang menyerang Jawa bagian Timur (kejadian yang menyebabkan berdirinya kerajaan Majapahit) mendarat di pantai Tuban. Sebelumnya adanya alun-alun yang sekarang, terdapat alun-alun kuno (luasnya 200x150 m2) pada abad ke 13, yang dulunya menjadi pusat pemerintahan kuno Kadipaten Tuban. Alun-alun tersebut letaknya di desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding (kurang lebih 5 km sebelah Selatan alunalun yang sekarang). Fungsi alun-alun kuno tersebut sekarang digunakan sebagai upacara perayaan bersih desa. Banyak kota-kota pantai Utara Jawa bahwa, tanah daratannya makin lama makin bertambah menjorok kearah laut, termasuk diantaranya adalah kota Tuban Hanya kapan pindahnya alunalun Tuban tersebut, sampai sekarang tidak ada data yang pasti 16. Struktur kota Tuban yang sekarang diperkirakan merupakan kelanjutan dari perkembangan kota kolonial awal abad ke 19. Kota kolonial abad ke 19 di Jawa dikenal dengan sebutan kota Indis (Indische stad). Bentuk dan struktur kota Indis pada dasarnya merupakan pengembangan dari sistim struktur kota tradisional Jawa17. Struktur kota Indis yang berkembang pada abad ke 19, masih merupakan inti dari kota Tuban sampai sekarang . Struktur inti kota tersebut terdiri atas : 1. Alun-alun sebagai ruang luar utama kota.
5 | P a g e 2. Kantor Kabupaten sebagai tempat kerja Bupati dan Kantor Asisten Residen. Kantor Kabupaten pada kota-kota pantai Utara Jawa biasanya dihadapkan ke laut (jadi letaknya disebelah Selatan dari alun-alun). 3. Masjid yang terletak disebelah Barat alun-alun. 4. Bangunan Pemerintahan lainnya seperti penjara (di Tuban terletak disebelah Timur alun-alun), Kantor Pengadilan. Di abad ke 20 dengan berkembangnya prasarana modern, maka bangunan seperti Kantor Pos dan sebagainya juga terletak di sekitar alun-alun. 5. Bekas perumahan para pejabat kolonial juga terletak disekitar alun-alun. Kemudian ditambah dengan bangunan ibadah dari agama lain seperti gereja. 6. Daerah Pecinan yang terletak sebelah Utara Alunalun yang ditandai dengan sebuah kelenteng (Tjoe Ling Kiong di Jl. Panglima Sudirman 104, Tuban), dan pasar. II.3 Identitas Pembentuk Ruang Kota Tuban Yang disebut sebagai ‘pusat kota’ Tuban adalah daerah pemerintahan (civic center- kantor Kabupaten, Masjid, Penjara dan bangunan disekelilingnya), yang ada disekitar alun-alun serta daerah pertokoan yang ada disekitarnya. Sebagai kota tua dimasa lampau Tuban mempunyai beberapa elemen kota yang patut dibanggakan sebagai identitas pembentuk ruang kotanya. Elemen-elemen primer tersebut antara lain adalah sebagai berikut: 1. Kawasan Boom Secara harfiah arti kata ‘Boom’ sama dengan ‘Haven’ dalam bahasa Belanda atau ‘Pelabuhan’ dalam bahasa Indonesia. Orang-orang setempat (Tuban), mengatakan bahwa Boom dibangun jauh sebelum orang Belanda datang. Ujud fisik Boom, berupa tanah urugan yang menjorok kelaut. Secara geografis letaknya hanya beberapa ratus meter sebelah Utara alunalun Tuban yang menjadi bagian dari pusat kota. Dulunya Boom berfungsi sebagai dermaga tempat sandar kapal. Boom dibuat sebagai akibat dari
6 | P a g e terus mendangkalnya pantai Tuban sejak abad ke 16, sehingga kapal-kapal besar harus berlabuh ditengah laut. Dengan dibuatnya Boom ini diharapkan kapalkapal yang berukuran sedang dapat merapat di Boom. Yang sangat disayangkan adalah bahwa pantai Boom itu sekarang keadaannya sangat kumuh. Sebagai salah satu elemen bersejarah dan sekaligus berpotensi sebagai pembentuk pusat ruang kota Tuban, sebaiknya pantai Boom harus di renovasi dan sekaligus dikaitkan dengan alun-alun sebagai ruang publik yang merupakan identitas kota Tuban. 2. Masjid Raya Masjid Raya Tuban dibangun th.1894, pada waktu pemerintahan Raden Tumenggung Koessoemodigdo. Arsitek Masjid Jami tersebut berkebangsaan Belanda bernama H.M.Toxopeus. Sebagaimana biasanya Masjid ini terletak di sebelah Barat alun-alun. Sunan Bonang yang merupakan salah satu dari Walisongo, sudah berdakwah di daerah sekitar Tuban sejak akhir abad ke 14, setelah runtuhnya kerajaan Majapahit. Jadi diperkirakan agama Islam sudah masuk ke Tuban pada abad ke 14. Masjid ini merupakan salah satu Masjid yang terbesar dan termegah di Jawa Timur. 3. Bangunan Kelenteng Bagi orang Tionghoa Kelenteng bukan sekedar tempat ibadah, tapi juga sebagai tempat interaksi sosial, serta ekonomi. Itulah sebabnya kehadiran sebuah kelenteng menjadi sangat penting dalam masyarakat Tionghoa, terutama daerah Pecinan di suatu kota. Orang Tionghoa menyebut Tuban sebagai ‘Duban’ atau ‘Chumin’. Ma Huan pengelana bangsa Tionghoa (1433), mengatakan bahwa di Tuban waktu itu sudah terdapat permukiman orang Tionghoa yang berasal dari propinsi Guangdong dan Fujian, tepatnya daerah Zhangzhou dan Quanzhou.
7 | P a g e 4. Makam Sunan Bonang Sunan Bonang adalah salah satu dari sembilan wali penyebar agama Islam di Jawa. Letak makamnya ada di kelurahan Kutorejo, sebelah Barat mesjid Agung Tuban. Sunan Bonang lahir pada th.1465, dan wafat pada umur 60 th. pada th. 1525, akhir keruntuhan kerajaan Majapahit. Pada masa hidupnya ia menyebarkan agamanya disekitar Jepara, Lasem, Tuban dan Madura. Sehingga namanya cukup dikenal di daerah pantai Utara Jawa. Pada hari ulang tahun kota Tuban dan hari besar Islam tertentu Makam Sunan Bonang selalu dipenuhi pesiarah dari berbagai penjuru. Makam Sunan Bonang menjadi salah satu elemen penting bagi kota Tuban. Sampai sekarang makam Sunan Bonang ini masih menjadi tempat yang penting bagi pesiarah Walisonggo yang sering diadakan pada waktuwaktu tertentu.
8 | P a g e BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan waktu Penelitian Lokasi : Desa Prunggahan Kulon Waktu : 5-20 Maret 2022 3.2 Populasi dan Sample Populasi : Masyarakat Kab.Tuban Sample : 5-6 Orang dari jumlah Masyarakat di Prunggahan Kulon 3.3 Metode Penelitian Penelitian ini merupakan Kuantitatif yang di lakukan dengan metode wawancara 3.4 Alat dan bahan Hp Laptop Pedoman wawancara Pertanyaan pertanyaan untuk wawancara
9 | P a g e BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian
10 | P a g e 4.2 Pembahasan Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, terlihat bahwa tata ruang Tuban kota lama dan Tuban saat ini sangat berbeda. Perbedaan itu terutama di lihat dari letak kantor bupati, pendopo, dan alun alun Tuban. Tata ruang Tuban kota lama menunjukkan bahwa kantor bupati, pendopo, dan alun alun Tuban terdapat dalam satu area, yang mana kantor bupati terletak di sebelah timur sungai, di sebelah
11 | P a g e timur kantor terdapat pendopo dan di sebelah timur pendopo terdapat terdapat alun alun Tuban kota lama untuk masuk ke wilayah terserbut harus melalui gapura yang menghadap ke arah utara. Tata ruang Tuban saat ini merupakan renovasi dari Tuban kota lama. Untuk lokasi kantor bupati, pendopo, alun-alun terletak pada posisi yang terpisah pisah tidak menjadi satu kesatuan seperti tata ruang Tuban kota lama. Adapun rincian adalah sebagai berikut: 1. Alun alun Tuban terletak di pusat/center 2. Sebelah barat alun alun adalah majid agung 3. Sebelah timur alun alun adalah pendopo 4. Sebelah selatan alun alun kantor bupati 5. Sebelah utara alun alun jalan raya Tata ruang pusat kota Tuban saat ini lebih mengikuti gaya tata ruang pusat kota di Belanda, sedangkan tata rung pusa kota Tuban yang terdahulu lebih mengikuti gaya kerajaan Majapahit. di sebelah barat kantor terdapat sungai. Dan sebelah timur kantor terdapat pendopo. Alun – alun juga saat itu berada di sebelah timur, sebelah pendopo. Dengan gapura untuk pintu masuk, maka pendopo, kantor menghadap ke utara.
12 | P a g e BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dari BAB IV bisa didapatkan kesimpulan bahwa tata ruang Tuban kota lama dan Tuban saat ini sangat berbeda, perbedaan tersebut bisa di lihat dari letak kantor bupati, pendopo, dan alun alun Tuban. Ke-3 bangunan tersebut dahulunya berada di satu area yang sama. Kantor berada di sebelah timur sungai, di arah timur kantor terdapat pendopo, dan di sebalah timur pendopo beradanya alun-alun Tuban kota lama, dan untuk masuk ke wilayah tersebut harus melalui gapura yang menghadap ke arah utara. Sekarang tata ruang Tuban lebih condong mengikuti pola tata ruang pemerintahan belanda. Hal ini dapat dimaklumi mengingat Belanda cukup lama menguasai Indonesia (+/- selama 350 tahun) yang pastinya mengikuti pola tata ruang pemerintahan di negeri Belanda. 5.2 Saran Sarannya untuk penelitian selanjutnya waktu penelitian jauh lebih lama karena untuk mencari responden atau narasumber yang tahu itu sulit.
13 | P a g e BAB VI DAFTAR PUSTAKA Hartono,Samuel.2005.https://www.researchgate.net/publication/43649247Alun Alun_dan_Revitalisasi_Identitas_Kota_Tuban/link/542386230cf238c6ea6e 43d0/download. Diakses 15 Februari 2022 HatmaNingsih,Tri.2016.https://surabaya.tribunnews.com/2016/11/17/kotalama-tuban- dalam-kenangan. Diakses 15 Februari 2022 Lampiran:
Game Edukasi Bahasa jawa (JavaQuiz) DISUSUN OLEH: 1. Arya Wijaya dinata 2. Kevin ahmad baraq asaqofi 3. Farrel Satrya Hutama KELAS 7: Al - Fatih YAYASAN BINA INSAN KAMIL TUBAN SMP Techno Insan Kamil Tuban Project Based Learning “Terakreditasi A” Berdasar SK BAP-S/M/No.200/BAP-S/X/2016 Office : Jl Al Falah II Kel Sidorejo Kec Tuban Kab Tuban Propinsi Jawa Timur Indonesia Email : [email protected] Phone : 0356 333280 HP : 081 555 665134
ii LEMBAR PENGESAHAN Karya tulis ilmia yang berjudul “ Game Edukasi Bahasa jawa (JavaQuiz)” sebagai syarat kenaikan kelas di SMP TECHNO INSAN KAMIN TUBAN ini telah disusun oleh: 1. Arya Wijaya dinata 2. Kevin ahmad baraq asaqofi 3. Farrel Satrya Hutama Dan telah disetujuai pada: Hari : Senin Tanggal : 13 juni 2022 Tuban, 13 juni 2022 Mengetahui, Kepala SMP TECHNO INSAN KAMIL Guru Pendamping Winartik, S.Pd Minarsih, S.Pd
iii LEMBAR PENGESAHAN Karya tulis ilmia yang berjudul “ Game Edukasi Bahasa jawa (JavaQuiz)” sebagai syarat kenaikan kelas di SMP TECHNO INSAN KAMIN TUBAN ini telah disusun oleh: 1. Arya Wijaya dinata 2. Ahmad baraq asaqofi 3. Farrel Satrya Hutama Telah Disetujui pada: Hari : Senin Tanggal : 13 juni 2022 Tuban, 13 juni 2022 Mengetahui, Guru Pendamping Guru Penguji Minarsih, S.Pd Alfi Rizki, S.Pd Kepala SMP TECHNO INSAN KAMIL TUBAN Winartik, S.Pd
iv KATA PENGANTAR Puji syukur kehadiran Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Game Edukasi Bahasa Jawa (javaquiz)” Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai syarat kenikan kelas di SMP TECHNO INSAN KAMIL TUBAN. Dalam pembuatan karya ilmiah ini tidak akan berhasil dengan adanya dorongan dan suport dari beberapa pihak, oleh karena itu kami ingin mengucapkan terimakasih sebanyak banyaknya kepada: 1. Ustadzah Wiwin sebagai Kepala SMP TECHNO INSAN KAMIL TUBAN 2. Us. Minarsih sebagai pembimbing KTI 3. Kedua orang tua yang saya cintai 4. Saudara saudara yang saya sayangi 5. Teman-teman yang telah membantu menyelesaikan KTI 6. Adek-adek Kelas IV-VI selaku responden Kami menyadari penyusunan KTI ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak kan kami terima dengan senang hati, demi kesempurnaan KTI berikutnya Tuban, 13 Juni 2022 Penyusun
v ABSTRAK Game merupakan permainan komputer yang memiliki tujuan untuk menghilangkan stress. Game edukasi merupakan salah satu media yang dapat meningkatkan minat belajar siswa. Bahasa Jawa merupakan salah satu alat komunikasi yang digunakan di pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, namun seiring dengan semakin modern zaman Bahasa jawa inggil/krama kini semakin tidak diminati. Efeknya, masyarakat baik dewasa dan anak-anak kesulitan dalam memahami komunikasi dengan Bahasa Jawa. Game edukasi Bahasa jawa (java Quiz) dibuat dengan tujuan untuk memudahkan belajar Bahasa jawa dan meningkatkan minat anak-anak khususnya untuk belajar Bahasa jawa. Penelitian ini berbasis technologi dengan menggunakan aplikasi power point dalam pembuatannya. Game JavaQuiz memiliki 2 level, level yang pertama tentang pengenalan kata dalam bahasa Jawa, level yang kedua tentang perkenalan angka dalam bahasa Jawa. Cara memainkan JavaQuiz hanya tinggal memahami pertanyaan dan memilih jawaban yang sesuai. Berdasarkan ujicoba yang dilakukan kepada 6 responden siswa kelas 4-6 SD menyatakan bahwa Java quiz menarik dan pertanyaannya sangat mudah, namun masih diperlukan tambahan level atau variative perntanyaan sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemainnya.
vi DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PERSETUJUAN ………………………………………………………………………………………………… ii LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................................................... iii KATA PENGANTAR ............................................................................................................ iv DAFRAT ISI ........................................................................................................................ v BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG ....................................................................................................... 1 1.2 RUMUSAN MASALAH .................................................................................................. 1 1.3 TUJUAN ....................................................................................................................... 1 1.4 SPESIFIKASI PRODUK ………………………………………………………………………………………………. 1 1.5 MANFAAT .................................................................................................................... 2 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 GAME ......................................................................................................................... 3 2.2 BAHASA JAWA ............................................................................................................. 3 BAB 3 PENELITIAN 3.1 TEMPAT ...................................................................................................................... 4 3.2 JENIS ........................................................................................................................... 4 3.3 ALAT DAN BAHAN........................................................................................................ 4 3.4 LANGKAH KERJA........................................................................................................... 4 BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 KOMPONEN GAME .................................................................................................... 5 4.2 DATA DAN PEMBAHASAN........................................................................................... 6 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN ............................................................................................................... 8 5.2 SARAN ......................................................................................................................... 8
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Video Game merupakan permainan komputer yang memiliki tujuan untuk menghilangkan stress, Penghibur pada waktu luang, [3.] Mengasah pikiran, [4.] Meningkatkan konsentrasi. Video Game menjadi penting untuk mempertahankan fokus dan menghilangkan stress pada waktu luang. Bahasa merupakan alat komunikasi untuk melahirkan perasaan untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Salah satunya adalah Bahasa Jawa, Bahasa Jawa ini termasuk bahasa terbesar penggunaan dibandingkan dengan bahasa daerah lainnya,, namun sayang nya saat ini penggunaan bahasa jawa krama semakin lama semakin memudar terutama pada anak-anak, remaja, dan generasi muda. Mereka menganggap jika menggunakan bahasa krama sebagai alat komunikasi mereka dinilai tidak keren dan menjadi orang yang udik. Hal tersebutlah yang menyebabkan lunturnya penggunaan bahasa jawa krama di kalangan anak muda. Ditambah lagi, banyak keluarga muda yang lebih menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi kepada anak-anak mereka. Oleh sebab itu, perlu diadakannya pendidikan bahasa jawa krama yang baik dan benar dan diimplementasikan mulai dari hal-hal kecil yaitu seperti pengenalan anggota tubuh dan angka dalam bahasa jawa sedini mungkin. Game Edukasi Bahasa Jawa adalah topik yang menarik untuk diperkembangkan akhir-akhiran ini, topik Game Edukasi bahasa Jawa tidak banyak dilakukan oleh orang lain jadi kita memperkenalkan Game Edukasi bahasa Jawa dan kita memperkembangkan topik ini. 1.2 Rumusan Masalah Bagaimana cara penggunaan JavaQuiz? 1.3 Tujuan Mengetahui cara penggunaan JavaQuiz? 1.4 Spesifikasi Produknya berjenis apa, berjenis website, powerpoint.
2 1.5 Manfaat 1. Membantu melatih keterampilan dan kemampuan komunikasi terutama di kalangan pelajar. 2. Memotivasi keingintahuan anak tentang Bahasa Jawa sehingga semakin memperluas kosa kata. Memudahkan proses belajar menggunakan bahasa jawa, menghibur pada waktu luang, mengasah pikiran.
3 BAB II Kajian Pustaka 2.1 Game Edukasi Menurut Pudjiadi “Game yang memiliki content pendidikan lebih dikenal dengan istilah game edukasi.” Game berjenis edukasi ini bertujuan untuk memancing minat belajar anak terhadap materi pelajaran , sehingga dengan perasaan senang diharapkan siswa bisa lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan. Jenis ini sebenarnya lebih mengacu kepada isi dan tujuan game, bukan jenis yang sesungguhnya. Menurut Edward (2009) game merupakan sebuah tools yang efektif untuk mengajar karena mengandung prinsip-prinsip pembelajaran dan teknik instruksional yang efektif digunakan dalam penguatan pada level-level yang sulit. Teknologi game (edukasi) dapat memotivasi pembelajaran dan melibatkan pemain, sehingga proses pembelajaran lebih menyenangkan. Bahkan Pivec (1991) membuktikan bahwa game edukasi berhasil diterapkan untuk pendidikan formal khususnya di militer, ilmu kedokteran, fisika, training dan lain sebagainya. Dalam konteks pembelajaran bermakna, penggunaan game edukasi dalam pembelajaran bahasa jawa merupakan hal yang positif. Hal ini sesuai dengan pendapat Strangman & Hall (2003) yang menyatakan bahwa game komputer menjadi sebuah pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pembelajaran siswa. Tiga hasil belajar utamanya telah ditunjukkan yakni perubahan secara konseptual, pengembangan keterampilan dan bidang pengetahuan. Senada dengan pendapat ini, menurut Dukes & Seider seperti diungkapkan oleh Nur (2001) bahwa penelitian- penelitian secara konsisten menemukan bahwa simulasi meningkatkan minat, motivasi dan pembelajaran afektif siswa. 2.2 Bahasa Jawa Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dan juga berinteraksi. Salah satunya adalah bahasa jawa, bahasa jawa merupakan salah satu bahasa yang digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi dalam aktivitas kehidupan masyarakat Jawa. Tidak hanya sebagai alat komunikasi namun,Bahasa jawa krama juga sebagai salah satu identitas dan kebanggaan yang dimiliki oleh etnis jawa. Namun sayangnya saat ini bahasa jawa krama bahasa turunan ibu kita mengalami penurunan yang drastis. Banyak anakanak kecil yang tidak faham akan bisa menerapkan keterampilan bahasa jawa.
4 BAB III Metode Penelitian 3.1. Tempat Penelitian ● Lab komputer SMP TECHNO Insan kamil Tuban ● 03 Maret sampai 18 Mei 2022 ● JI Letda Sucipto 209 . 3.2 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang memanfaatkan teknologi. Data yang didapatkan diolah secara kuantitatif deskriptif. 3.3 Subjek Penelitian Subjek penelitian untuk menguji kelayakan game ini adalah 6 siswa kelas IVVI sekolah dasar. 3.3 Cara Pembuatan 1. Analisa kebutuhan media pembelajaran Bahasa Jawa 2. Mengelompokkan kuis Bahasa Jawa dalam beberapa level 3. Mencari aplikasi pembuatan game yang mendukung 4. Mencari background, gambar yang mendukung 5. Proses pembuatan game
5 BAB IV Analisa Data dan Pemahasan 4.1 Gambar Game
6 4.2 Fungsi Komponen No Komponen Game Fungsi 1. Komponen Jawaban Kumpulan untuk menjawab pertanyaan 2. Komponen Actions Agar bisa menghubungkan Hyperlink dan Animasi untuk membuat game Quiz 3. Komponen Animasi Menambah animasi agar terlihat menarik 4. Komponen Hyperlink Untuk memilih level pertanyaan atau memindah slide 5. Komponen Pertanyaan Pertanyaan yang ditunjukan kepada pemain 4.3 Data Uji Kelayakan No Nama Skor Saran 1. Akbar 100% Kurang lagu 2. Naufal 100% Kurang sound effect 3. Firman 100% Kurang lagu 4. Haidar 100% Kurang lagu 5. Azam 100% Gambarnya tidak bagus 6. Rohman 100% Kurang lagu
7 4.4 Pembahasan Setelah membuka file ppt, kita bisa memilih level dengan menggunakan hyperlink yang sudah disediakan oleh game. Setelah masuk game, ada pertanyaan di samping kiri slide. Soal itu terdapat pertanyaan, dan setelah membaca pertanyaan tersebut, bisa memilih jawaban dari 4 pilihan jawaban. Setelah memilih jawaban, silahkan di klik kiri. Setelah itu, tertunjuk lah tanda benar, tanda benar bisa dilihat sebagai simbol centang warna hijau. Jika jawaban salah, akan muncul tanda silang berwarna merah, setelah itu bisa memilih jawaban lagi sampai bertemu yang benar. Jika jawaban sudah benar, dan tanda centang terlihat, hyperlink panah untuk ke pertanyaan selanjutnya akan muncul di kanan bawah layar, setelah itu bisa di klik kiri untuk ke pertanyaan selanjutnya.
8 BAB V Penutup 5.1 Kesimpulan Pembuatan game edukasi bahasa jawa JavaQuiz ini diharapkan dapat dijadikan sebagai media bantu pembelajaran yang praktis, efektif dan tentunya tetap menarik guna membantu siswa dalam mempelajari Bahasa Jawa. Game JavaQuiz memiliki 2 level, level yang pertama tentang pengenalan kata dalam bahasa Jawa, level yang kedua tentang perkenalan angka dalam bahasa Jawa. Cara memainkan JavaQuiz hanya tinggal memahami pertanyaan dan memilih jawaban yang sesuai. Jika salah akan muncul tanda salah dalam simbol berwarna merah, jika benar akan muncul tanda benar dalam simbol berwarna hijau. Jika benar bisa melanjut ke pertanyaan selanjutnya. 5.2 Saran Berkaitan dengan pembuatan game Edukasi Bahasa Jawa JavaQuiz ini, sebagai saran bisa kami sampaikan yaitu: 1. Supaya game Edukasi Bahasa Jawa JavaQuiz bisa dimanfaatkan sebagai alternatif media bantu pembelajaran yang menarik dan efektif. 2. Jika memungkinkan untuk bisa dikembangkan lagi di kemudian hari dan bisa diterapkan pada mata pelajaran lain.
9 BAB VI Daftar Pustaka Pudjiadil.2013.https://ujiadilpmpjateng.wordpress.com/2013/02/27/artikelgame-edukasi/.19 Februari 2022
Pembangkit Listrik Tenaga Air Disusun oleh: Adrian Fadhil Wicaksono Naufal Hammam Haswanto Kelas: VII Sholahuddin Al - Ayyubi
KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT atas Rahmat dan Hidayahnya sehingga dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul “Pembangkit Listrik Tenaga Air”. Karya tulis ilmiah ini disusun sebagai tugas akhir semester 2 di SMP TECHNO Insan Kamil Tuban. Dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini tidak akan berhasil dengan baik apabila tidak ada bantuan dan bimbingan dari beberapa pihak, oleh karena itu kami ingin mengucapkan terima kasih kepada : a. Ustadzah Wiwin sebagai Kepala SMP TECHNO Insan Kamil b. Ustadz Teguh sebagai pembimbing KTI c. Kedua orang tua kami yang kami cintai Kami menyadari penyusunan karya tulis ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak akan kami terima dengan senang hati, demi kesempurnaan karya tulis ilmiah berikutnya. Tuban, Maret 2022
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................................................................................... i KATA PENGANTAR................................................................................................. ii DAFTAR ISI................................................................................................................. iii ABSTRAK...................................................................................................................... iv BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1 1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah....................................................................................... 1 1.3 Tujuan ............................................................................................................. 2 1.4 Manfaat Penelitian...................................................................................... 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................................. 3 2.1 Air........................................................................................................................ 3 2.2 Listrik ................................................................................................................ 3 2.3 Pembangkit .................................................................................................... 4 BAB III METODE PENELITIAN ............................................................................. 5 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian................................................................ 5 3.2 Alat dan Bahan ............................................................................................. 5 3.3 Prosedur Kerja.............................................................................................. 6 3.4 Desain Rancangan ...................................................................................... 8 BAB IV PEMBAHASAN............................................................................................. 9 4.1 Gambar Alat .................................................................................................. 9 4.2 Fungsi Komponen........................................................................................ 9 4.3 Pembahasan ................................................................................................... 9 BAB V PENUTUP ...................................................................................................... 10 5.1 Simpulan ....................................................................................................... 10 5.2 Saran................................................................................................................ 10
ABSTRAK Listrik merupakan kebutuhan dasar dan sangat penting bagi kehidupanmasyarakat. Tidak adanya listrik menjadi masalah tersendiri kehidupan masyarakat Indonesia. Akhir ini biaya pembayaran listrik terus mengalami kenaikan yang sangat singnifikan. Masyarakat diharapkan harus hemat dalam pemakaian listrik sehingga tidak menjadi beban tersendiri. Perlunya pemanfaatan pembangkit listrik baru agar masyarakat tidak mengandalkan tenaga listrik dari pemerintah. Pembangkit mikrohidro pembangkit listrik tenaga air dapat menjadi solusi agar tidak ada ketergantungan masyarakat terhadap listrik milik negara. Selain itu mikrohidro pembangkit listrik tenaga air ini dapat digunakan di daerah terdalam yang tidak terjangkau aliran listrik.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Air memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Tidak ada satupun yang meragukan ini terbukti pada saat masyarakat mengeluh ketika air di saluran air tidak keluar. Manfaat air sangat dirasakan betul sebagai penyelamat kehidupan. Salah satu pemanfaatan air yang cukup cerdas adalah dibentuknya pembangkit listrik tenaga air. Manfaat air yang cukup besar dan berpengaruh terhadap kehidupan manusia secara keseluruhan ini harusnya diimbangi dengan kesadaran menjaga sumber air yang ada di bumi. Membuang-buang air untuk sesuatu hal yang tidak perlu bukan pekerjaan yang mulia. Pemanfaatan air untuk digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air akan jauh lebih berguna bagi kehidupan. Air dan listrik menjadi dua kebutuhan yang tidak bisa digantikan oleh apa pun. Kegiatan sehari-hari akan sangat terganggu ketika pasokan air dan listrik terganggu. Oleh karena itu, upaya untuk menjaga agar dua hal tersebut tidak terjadi pun dilakukan. Jika membicarakan Pembangkit Listrik Tenaga Air, maka yang dibicarakan di sini adalah upaya untuk tetap menjaga agar pasokan listrik tetap ada. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu membangun sistem untuk menghemat energi listrik. Sehingga kami melakukan penelitian dengan judul “Pembangkit Listrik Tenaga Air”. (123dok.com) 1.2 RUMUSAN MASALAH 1.2.1 Apa yang dimaksud dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air? 1.2.2 Bagaimana proses pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Air? 1.2.3 Bagaimana kegunaan Pembangkit Listrik Tenaga Air?
1.3 TUJUAN 1.3.1 Untuk menaggulangi krisis energi yang terjadi saat ini terutama untuk meningkatkan rasio kelistrikan pada daerah-daerah yng tidak mampu dijangkau jaringan listrik. 1.3.2 Sebagai energi alternatif listrik tenaga air 1.4 MANFAAT PENELITIAN 1.4.1 Manfaat dari “Pembangkit Listrik Tenaga Air” adalah sebagai sumber listrik baru yang digunakan sebagai penereangan 1.4.2 Sebagai energi alternatif 1.4.3 Agar bisa mengatasi kekurangan listrik di daerah daerah terpencil
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 AIR Menurut ilmu kimia, air adalah substansi kimia yang memiliki rumus H2O yang merupakan satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen (H) dan oksigen (O). Pada kondisi standar, air memiliki sifat tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Zat kimia di dalam air merupakan suatu pelarut, memiliki kemampuan melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik. Air bersih dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia untuk melakukan segala kegiatan sehingga perlu diketahui bagaimana air dikatakan bersih dari segi kualitas dan bisa digunakan dalam jumlah yang memadai dalam kegiatan sehari-hari manusia. Ditinjau dari segi kualitas, ada bebarapa persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya kualitas fisik yang terdiri atas bau, warna dan rasa, kualitas kimia yang terdiri atas pH, kesadahan dan sebagainya serta kualitas biologi dimana air terbebas dari mikroorganisme penyebab penyakit. Agar kelangsungan hidup manusia dapat berjalan lancar, air bersih juga harus tersedia dalam jumlah yang memadai sesuai dengan aktifitas manusia pada tempat tertentu dan kurun waktu tertentu (http://repository.unimus.ac.id) 2.2 LISTRIK Listrik adalah suatu energi, bahkan energi listrik begitu memegang peranan penting bagi kehidupan kita. Listrik adalah suatu muatan yang terdiri dari muatan positif dan muatan negatif. Arus listrik merupakan muatan listrik yang bergerak dari tempat yang berpotensial tinggi ke tempat berpotensial rendah, melewati suatu penghatar listrik. Media penghatar listrik salah satunya ialah media yang terbuat dari bahan logam, yaitu elektron bebas berpindah dari satu atom ke atom logam berikutnya, sedangkan pada media air elektron dibawa oleh elektrolit yang terkandung dalam media air tersebut.Arus listrik terdiri dari dua jenis yaitu arus listrik searah (direct current = DC) dan arus listrik bolak-balik (alternative current = AC).
Arus listrik DC merupakan arus listrik yang mengalir secara terus menerus kesatu arah. Arus DC dipakai dalam industry yang menggunakan proses elektrolisa, misalnya pemurnian dan pelapisan atau penyepuhan logam. Arus listrik AC merupakan arus listrik yang mengalir bolak-balik. Arus AC digunakan di rumah-rumah dan dipabrik – pabrik, biasanya menggunakan voltage 110 volt atau 220 volt. Arus listrik bolak-balik (AC) jauh lebih berbahaya dari pada arus searah (DC). (http://eprints.undip.ac.id) 2.3 PEMBANGKIT Pembangkit listrik adalah sekumpulan peralatan dan mesin yang digunakan untuk membangkitkan energi listrik melalui proses transformasi energi dari berbagai sumber energi. Sebagian besar jenis pembangkit listrik menghasilkan tegangan listrik arus bolak-balik 3-fasa. (https://id.wikipedia.org)
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu Dan Tempat Peneliitan Hari: Minggu Tanggal: 20 Maret 2022 Tempat: Rumah Naufal,Jl.Nyai Ageng Manyura, Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban 3.2 Alat Dan Bahan Alat Bahan Gunting Toples Lem G Dinamo Lem tembak Bolpoin Solder Lempengan pipa Spidol Selang Kabel Pipa Penyangga Akometer Lampu Dop Pipa Potongan papan dada
3.3 Prosedur Kerja Siapkan alat dan bahan Potong lempengan pipa Lem lempengan pipa yang sudah dipotong
Cek tegangan listrik menggunakan akometer
3.4 Desain Rancangan Pasang lampu LED ke kabel dinamo Pasang selang di suntikan mainan Selesai
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 GAMBAR ALAT 4.2 FUNGSI KOMPONEN ALAT FUNGSI Solder Untuk melubangi toples Lem tembak Untuk merekatkan Toples Untuk menampung air Selang Untuk menyalurkan air Pipa Untuk jalur keluar dan masuknya air 4.3 PEMBAHASAN Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah Sebuah tenaga pembangkit air yang dikonversikan menjadi tenaga listrik berskala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai penggerak turbin, misalnya saluran irigasi, sungai dan air terjun lalu turbin air memutar generator yang menghasilkan energi listrik.