The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E Book ini adalah materi terkait "PMT BUMIL KEK & PMT BALITA KURUS"

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by elzalorenza29, 2022-05-19 02:46:11

PMT IBU HAMIL KEK & PMT BALITA KURUS

E Book ini adalah materi terkait "PMT BUMIL KEK & PMT BALITA KURUS"

Keywords: PMT BUMIL KEK,BALITA

PMT BUMIL
KEK
&

PMT BALITA KURUS

Dosen Pengampu :
Nidatul Khofiyah, S.Keb., Bd., MPH

Dosne pembimbing :
ELIKA PUSPITASARI, S.ST., M.Keb

Penyusun : Kelas B4 Lintas jalur 2

Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi

Kebidanan Program Sarjana dan

Pendidikan Profesi

E-BOOKLET EDUKASI KESEHATAN

Perkenalkan kami Mahasiswi
B4 /lintas jalur 2

Program Kebidanan Studi
program sarjana dan profesi

EKA NUR AFNI ISMAIL 2110101273
SUSILAWATI 2110101276
AI RAHMAWATI DEWI 2110101278
SOFIA MAILKA 2110101282
ELZA LORENZA 2110101284
BEATRIX YENIKE ZANGGA 2110101285
AAS WAHYUNI 2110101286
ELDA HAYATI 2110101287
AYU SUNDARI 2110101288
PISNITRI 2110101290
REGITA AMANDA 2110101291
HANI WULANDARI 2110101293

KATA PENGANTAR





Syukur Alhamdulillah senantiasa kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang
telah mendapatkan rahmatcdan karunia-Nya, sehingga kami dapat

menyelesaikan E-Booklet ini guna memenuhi tugas kelompok untuk mata
kuliah Ilmu Kesehatan anak, dengan judul “PMT Bumil KEK dan Balita kurus”.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan e-booklet ini tidak terlepas dari
bantuan banyak pihak yang dengan tulus memberikan doa, saran dan kritik
sehingga tugas ini dapat terselesaikan. Kami menyadari sepenuhnya bahwa
makalah ini masih jauh dari sempurna dikarenakan terbatasnya pengalaman

dan pengetahuan yang kami miliki. Oleh karena itu, kami mengaharapkan
segala bentuk saran serta masukkan bahkan kritik yang membangun dari

berbagai pihak. Akhirnya kami berharap semoga e-booklet ini dapat
memberikan manfaat perkembangan dan pendidikan.




Yogyakarta, Mei 2022
Penulis




Kelompok B4/LJ2
Kebidanan lintas jalur



1

Daftar isi

DAFTAR ISI

HALAMAN COVER
KATA PENGANTAR.................................................................................................................. 1
DAFTAR ISI................................................................................................................................. 2
PENDAHULUAN........................................................................................................................ 3
PENGERTIAN KEK.................................................................................................................... 6
PENGERTIAN PMT................................................................................................................. 10
PENGEMBANGAN MAKANAN TAMBAHAN BERBASIS PANGAN LOKAL............... 13
A. Jenis Bahan Makanan..................................................................................................... 13
B. Persyaratan Makanan Tambahan............................................................................... 19
C. Persiapan Bahan Makanan........................................................................................... 20
D. Cara Pengolahan.............................................................................................................. 21
E. Penyajian Makanan Tambahan................................................................................... 22
PENGERTIAN BALITA KURUS............................................................................................. 27
PEMBERIAN MAKANAN BALITA KURUS.......................................................................... 28
PENGERTIAN MP-ASI............................................................................................................ 33
A. Bentuk MPASI.................................................................................................................... 34
B. Prinsip Pemberian MPASI............................................................................................. 35
C. Jenis-jenis MPASI............................................................................................................ 36
D. Jadwal Pemberian MPASI............................................................................................. 37
E. Alasan Pemberian MPASI.............................................................................................. 38
F. Akibat Pemberian MPASI Yang Salah........................................................................ 39
G. Kerugian Menunda Pemberian MPASI....................................................................... 40

2

PENDAHULUAN

Status gizi yang baik merupakan salah satu
faktor penentu keberhasilan pembangunan
kesehatan yang merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari pembangunan nasional secara
keseluruhan. Ibu hamil dan balita merupakan
kelompok rawan gizi yang sangat perlu mendapat
perhatian khusus karena dampak negatif yang
ditimbulkan apabila menderita kekurangan gizi.

Masa balita merupakan masa pembentukan dan
perkembangan manusia. Pada periode ini balita rawan
terhadap gangguan pertumbuhan serta bahaya yang
menyertainya (Rosidah dan Suleni, 2017).

Gangguan tumbuh kembang pada bayi dan anak
usia di bawah 2 tahun (baduta) perlu mendapat
perhatian serius, karena usia di bawah dua
tahun merupakan masa yang amat penting
sekaligus masa kritis dalam proses tumbuh
kembang anak baik fisik maupun kecerdasan.
Selain itu ibu hamil yang kekurangan gizi atau
dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK)
juga akan berdampak pada pertumbuhan dan
kesehatan janin dalam kandungan dan bayi yang
akan dilahirkannya

3

Menindaklanjuti Peraturan Presiden
Nomor 18 Tahun 2020 Tentang
Rencana Pembangunan Jangka

Menengah (RPJMN) 2020-2024, salah
satu strategi untuk pencapaiannya
melalui percepatan perbaikan gizi
masyarakat. Indikator pembangunan
kesehatan yang akan dicapai adalah
penurunan prevalensi balita stunting
menjadi 14% dan prevalensi balita

wasting menjadi 7% pada tahun
2024.



SEBAGAI UPAYA UNTUK MENCAPAI
TUJUAN TERSEBUT, KEMENTERIAN
KESEHATAN DIAMANATKAN UNTUK
MEMENUHI KEKURANGAN ASUPAN GIZI
BALITA KURUS/GIZI KURANG DAN IBU
HAMIL KURANG ENERGI KRONIS (KEK)
MELALUI PENYEDIAAN MAKANAN

TAMBAHAN BERUPA BISKUIT.



4

Penyediaan
makanan
tambahan

diperuntukkan
terutama bagi
balita kurus/gizi

kurang dan
Ibu hamil KEK.

sumber : petunjuk teknis pemberian
makanan tambahan 2020

5

PENGERTIAN

Ibu Hamil KEK

APA ITU
KEK




Kurang energi kronik merupakan salah satu keadaan
malnutrisi,

malnutrisi adalah keadaan patologis akibat kekurangan
atau kelebihan secara relative atau absolut satu atau
lebih zat gizi.


Menurut Depkes RI (1994) pengukuran LILA pada
kelompok wanita usia subur (WUS) adalah salah satu
cara deteksi dini yang mudah dan dapat dilaksanakan
oleh masyrakat awam, untuk mengetahui kelompok
berisiko kekurangan energi kronis (KEK). Wanita usia
subur adalah wanita usia 15 – 45 tahun (Supariasa,
2002).




6

kek Untuk mencegah risiko KEK pada ibu
hamil sebelum kehamilan wanita usia
subur sudah harus mempunyai status
gizi yang baik, misalnya dengan LILA
tidak kurang dari 23,5 cm.
Apabila LILA ibu sebelum hamil kurang
dari angka tersebut, sebaiknya
kehamilan ditunda sehingga tidak
berisiko melahirkan BBLR
(Supariasa, 2002).

Batas ambang LILA dengan
resiko KEK adalah 23,5 cm,

hal ini berarti ibu hamil
dengan risiko KEK
diperkirakan akan

melahirkan bayi BBLR. Bila
bayi lahir dengan berat

badan lahir rendah (BBLR)
akan mempunyai resiko
kematian, gizi kurang,
gangguan pertumbuhan,
dan gangguan
perkembangan anak

7

IBU HAMIL KEK

Salah satu program perbaikan
gizi masyarakat yang dilakukan
adalah
program penanganan KEK ibu
hamil, bertujuan meningkatkan
status gizi ibu hamil.
Upaya yang dilakukan
berdasarkan standar pelayanan
minimal (SPM) yang dilakukan
dinas kesehatan di tingkat
kabupaten/ kota untuk
penanggulangan ibu hamil KEK

adalah PMT
(Pemberian Makanan
Tambahan) pada ibu hamil

(Nurmadinisia, 2012)

8

IBU HAMIL
DENGAN KEK  

perlu
PMT lho...

9

Apa Itu Pemberian
Makanan Tambahan
(PMT) Ibu Hamil?

Pemberian Makanan tambahan yang

diberikan untuk membantu

meningkatkan status gizi pada sasaran.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
Ibu Hamil diberikan
dalam bentuk biskuit lapis yang
diformulasi khusus
dan difortikasi dengan vitamin dan

Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
Berupa Biskuit Ibu Hamil adalah
makanan tambahan yang diformulasi
khusus dan difortifikasi dengan vitamin
dan mineral yang diberikan kepada ibu
hamil kategori Kurang Energi Kronis
(KEK) untuk mencukupi kebutuhan gizi,
dengan kandungan nilai gizi sesuai
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51
tahun 2016.

10

Pemberian Makanan Tambahan

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia nomor
899/menkes/SK/X/2009 tentang spesifikasi teknis
makanan tambahan anak balita 2-5 tahun, anak
usia sekolah dasar dan ibu hamil dijelaskan bahwa
makanan tambahan ibu hamil adalah makanan
bergizi yang diperuntukkan bagi ibu hamil sebagai
makanan tambahan guna mencukupi kebutuhan
gizi.

Biskuit sandwich adalah salah satu jenis makanan
tambahan ibu hamil yang terbuat dari terigu,
lemak nabati tanpa hidrogenasi, gula, susu, telur,
kacang-kacangan, buah keirng, diperkaya dengan
vitamin dan mineral, dengan atau tanpa
penambahan bahan tambahan pangan (BTP)
sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bahan
pewarna sintetik, pengawet dan pemanis buatan
tidak boleh digunakan.

Salah satu program perbaikan gizi masyarakat
yang dilakukan adalah program penanganan KEK
ibu hamil, bertujuan meningkatkan status gizi ibu
hamil. Upaya yang dilakukan berdasarkan standar
pelayanan minimal (SPM) yang dilakukan dinas
kesehatan di tingkat kabupaten/ kota untuk
penanggulangan ibu hamil KEK adalah PMT pada
ibu hamil
(Nurmadinisia, 2012).

11

Makanan Tambahan Ibu H
amil
adalah suplementasi gizi berupa biskuit
lapis yang dibuat dengan formulasi khusus dan
difortifikasi dengan vitamin dan mineral yang
diberikan kepada ibu hamil dengan kategori
Kurang Energi Kronis (KEK) untuk mencukupi
kebutuhan gizi.
Makanan Tambahan Ibu Hamil mengandung
minimum 270 Kalori, minimum 6 gram protein,
minimum 12 gram lemak.
Tiap keping (20 gram) biskuit Makanan
Tambahan (MT) Ibu Hamil mengandung
95 kalori, 2 gram protein, dan 4 gram
lemak.Makanan Tambahan Ibu Hamil sebagai
suplementasi gizi merupakan makanan
tambahan dengan formula khusus yang
diperkaya dengan 11 macam vitamin(A, D, E,
B1, B2, B3, B5, B6, B12, C, Folat) dan 7 macam
mineral (Besi, Kalsium, Natrium,Seng, Iodium,
Fosfor, Selenium).
.
Bentuk PMT yaitu biskuit lapis (sandwich) yang
pada permukaan atas biscuit tercantum tulisan
“MT Ibu Hamil”. Tekstur/Konsistensi, yaitu biscuit
(renyah), isi (krim/selai padat dan lembut),
berat (berat rata-rata 20 gram/biskuit lapis),
warna (sesuai dengan hasil proses pengolahan
yang normal (tidak gosong), rasa (manis), isi
(manis rasa strawberry/nenas/lemon) .

12

PENGEMBANGAN MAKANAN
TAMBAHAN

IBU HAMIL BERBASIS PANGAN
LOKAL



A. Jenis Bahan Makanan



Berdasarkan kandungan zat gizinya, bahan
makanan dapat digolongkan menjadi bahan
sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan
mineral.

Bahan makanan sumber karbohidrat umumnya
digunakan sebagai makanan pokok yaitu :
serealia, umbi-umbian , untuk sumber karbohidrat
dapat dipilih beras, jagung, tepung-tepungan
seperti beras, sagu, atau umbi-umbian seperti
singkong, ubi jalar, kentang.

13

Bahan makanan sumber protein umumnya
digunakan sebagai lauk pauk dan dapat
dibedakan menjadi dua kelompok
berdasarkan sumbernya

yaitu : bahan makanan sumber protein
hewani dan nabati.

daging, ikan, telur, susu dan hasil
olahannya,

bahan makanan sumber protein
nabati adalah kacang-
kacangan dan hasil olahnya.

14

LEMAK DARI BAHAN
MAKANAN DAPAT
DIBEDAKAN MENJADI
LEMAK TIDAK JENUH
DAN LEMAK JENUH.

Bahan makanan sumber lemak tidak jenuh
diantaranya alpukat, minyak kedelai, minyak jagung
dan minyak ikan.

Bahan makanan sumber lemak jenuh diantaranya
minyak kelapa, minyak kelapa sawit, mentega,
santan,lemak kambing dan lemak sapi.

15

Bahan makanan sumber vitamin terutama
berupa sayur-sayuran dan buah-buahan.

Bahan makanan sumber mineral antara lain
sayur- sayuran,buah-buahan, kacang-
kacangan dan bahan makanan hewani

16

Tabel 6. Bahan Makanan berdasarkan Zat Gizi yang Dikandungnya








Bahan makanan yang akan diolah menjadi makanan
tambahan ibuhamil sebaiknya sama seperti makanan
kebiasaanibu hamil sehari-hari. Pemilihan jenis bahan
makanan dapat didasarkan pada kesukaan, umur kehamilan,
kebiasaan setempat dan mempertimbangkan
adanyapantangan di daerah setempat. Bahan makanan
tersebutmerupakan sumber energi,protein, vitamin dan
mineral. Energi diperlukan oleh ibu hamil untuk mensuplai
kebutuhan pertumbuhan janinnya. Namun tetap mengikuti
prinsip makanan seimbang yakni protein20% dengan nilai
cerna yang tinggi misalnyadari sumber protein hewani. Lemak
dibatasi maksimum 30% dari energi dengan diutamakan
lemak tidak jenuh ganda seperti minyak ikan atau bahan
makanan dari laut.
Jenis bahan makanan yang digunakan dalam pembuatan
makanan tambahan untuk ibu hamil sebaiknya dipilih dari
bahan yang tersedia setempatdan harganya terjangkau

17

Dalam pembuatan makanan
tambahan ibu hamil dapat

digunakan bumbu-bumbu yang
sesuai dengan resep

makanantambahan yang dibuat.
Bahan pengawet kimia, pewarna

buatan, dan pemanis buatan
sebaiknya tidak digunakan dalam
pembuatan makanan tambahan ibu
hamil. Bahan-bahan kimia tersebut

tidak diperlukan dan jika
dikehendaki gunakanbahan

tambahan pangan alami.





18
18

B. Persyaratan MakananTambahan

1.Dapat diterima
Makanan tambahan untuk ibu hamil sebaiknya dapat diterima dalam
hal bentuk, rasa, dan biasa dikonsumsi sehari-hari.
2. Mudah dibuat

Makanan tambahan untuk ibu hamil hendaknya mudah dibuat/
dikerjakan dengan menggunakan peralatanmasak yang tersediadi
rumah tangga atau yang tersedia di masyarakat dan pembuatannya
tidak memerlukanwaktu terlalu lama.
3. Memenuhi kebutuhan zat gizi
Makanan tambahan ibu hamil
seyogyanya memenuhi kebutuhan
zat gizi ibu hamil. Disamping
jumlah zat gizi yang cukup,
makanan tambahan ibu hamil
juga harus memiliki daya cerna
yang baik. Daya cerna yang baik
dapat dicapai dengan teknik
pengolahan makananyang benar
4. Terjangkau
Hendaknya makanan tambahan untuk ibu hamil dapat diolah dari
bahan-bahan yang harganyaterjangkau oleh masyarakat
berkemampuan ekonomi rendah dengan tetap dapat memenuhi
kebutuhan gizi, keamanan pangan dan selera. Untuk itu sebaiknya
bahan baku yang digunakan dapat dan mudah dibeli di daerah
setempat agar harganya tidak terlalu mahal.
5. Mudah didapat
Bahan baku hasil pertanian setempat lebih murah harganya dan
relatiflebih mudah untuk diperoleh sehingga dengan biaya yang
terbatas dapatmemenuhi kandungan gizi yang dibutuhkan.
6. Aman
Makananaman adalah makanan yang bebas dari kuman dan bahan
kimia yang berbahaya serta tidak bertentangan dengan keyakinan
masyarakat(halal).

19

C. PERSIAPAN BAHAN MAKANAN

Untuk menghasilkan makanan tambahan ibu hamil yang memenuhi
syarat,bahan yang digunakanharus berkualitas. Ciri bahan yang berkualitas :
bersih, utuh, segar dan tidak rusak (tidak ada perubahan warna, bentuk,
tekstur, bau, aroma, rasa). Bahan makanan harus bebas dari kotorandan
kontaminasi bahan beracun/berbahaya. Hindarimenggunakan bahan-bahan
yang sudah busuk. Bahan makanan yang akan diolah, dicuci terlebih
dahulu. Khusus untuk sayur dan buah, dicuci dahulu baru dipotong-potong.
Beberapa jenis buah dan sayur perlu dikupas terlebih dahulu.

20

D. Cara Pengolahan

Pengolahan makanan tambahan ibu hamil dilakukan berdasarkan
ketersediaan peralatan pengolahan makanan di rumah tangga.
Proses yang dilakukan mengacu pada cara pengolahan yang biasa
dilakukan sehari-hari. Makanan tambahan ibu hamil dapat diolah
melalui proses perebusan, pengukusan, pemanggangan,
pembakaran dan penggorengan

21

E.Penyajian MakananTambahan

Makanan tambahanyang sudah dibuat sebaiknya
dikonsumsi diantara waktu makan utama. Jumlah
makanan tambahan untuk setiap konsumsi
disesuaikan dengan umur kehamilan. Contoh,bila
usia kehamilanpada trimester 2, makanan
tambahanyang dikonsumsi sebanyak2 porsi
(2 takaran saji).

22

Perlu diketahui bahwa tidak ada satupun jenis
bahan makanan yang lengkap zat gizinya. Oleh
karena itu dalam pembuatan makanan tambahan
ibu hamil disarankan menggunakan jenis bahan
makanan yang beraneka ragam, misalnya dengan
memilih resep yang berbeda-beda. Dengan
menggunakan jenis bahan makananyang
beranekaragam, zat gizi masing-masing bahan
makanan tersebut dapat saling melengkapi

Makanan tambahan ibu hamil harus
padat gizi yang berarti mengandung
lebih banyak zat gizi misalnya protein,
zat besi, vitamin A. Oleh karena itu,
pembuatan makanan tambahan ibu hamil
harus didasarkan pada pilihan jenis
bahan makanan yang tinggi zat gizinya
(lihat tabel 6).

23

Cara konsumsi

adalah suplementasi gizi
beru
pa biskuit lapis yang
dibuat dengan formulasi
khusus dan difortifikasi
vitamin dan mineral. Dalam
hal ini diberikan ke Ibu hamil

KEK untuk mencukupi
kebutuhan zat gizi. PMT ini

memiliki fokus dalam
pembeiran zat gizi makro

dan mikro. Biskuit ini
dikonsumsi rutin perhari oleh

ibu hamil. Untuk ibu hamil
kurang dari tiga bulan

mengonsumsi dua keping
perhari, sedangkan ibu hamil

lebih dari tiga bulan tiga
keping perhari. Pemberian
biskuit makanan tambahan
ini dilakukan selama 90 hari.

24

Kandungan gizi Biskuit
PMT tiap saji
3 keping (60 gram)

KANDUNGAN GIZI JUMLAH

Energi minimum 270

kkal

Protein minimum 6

gram

Lemak minimum 12

gram

Vitamin (A, D, E, B1, B2, B3,

B6, B12, C, Asam Folat)

Mineral (Besi, Kalsium Natrium,

Seng, Iodium, Fosfor, Selenium )

Sumber : Petunjuk Teknis Pemberian Makanan
Tambahan (Balita – Anak Sekolah – Ibu Hamil)
Kemenkes RI 2017

25

Cara Pemberian
Makanan
Tambahan (MT)
Ibu Hamil

Tiap bungkus makanan
tambahan ibu hamil
berisi 3 keping biskuit
yang mengandung
285 Kalori
(95 Kalori per keping
biskuit)

Anjuran Pemberian:

- Ibu Hamil Trimester 1 : 2 keping per hari

- Ibu Hamil Trimester 2 & 3 : 3 keping per hari

Setiap bungkus MT ibu hamil berisi 3 keping biskuit lapis
(60 gram).
Pemberian MT ini sebagai MT Penyuluhan yang diberikan
dengan waktu pemberian maksimal 1 (satu) bulan disertai
dengan edukasi.
MT Ibu Hamil ini dapat juga digunakan pada situasi darurat.

26

Pengertian

BALITA KURUS

balita kurus adalah balita yang berdasarkan
hasil pengukuran berat badan menurut
Panjang Badan/Tinggi Badan antara minus 3
(-3SD) sampai kurang dari minus dua Standar
Deviasi (<-2SD).

Istilah balita kurus dalam

Permenkes Nomor

1995/Menkes/SK/XII/2010

tentang Standar

Antropometri Penilaian

Status Gizi Anak telah

direvisi menjadi

Permenkes Nomor 2 tahun

2020 tentang Standar

Antropometri Anak

dengan istilah balita kurus

diubah menjadi balita gizi

kurang.

PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN
BALITA KURUS

27

PBeAmLIbTeArKiaunruMsakanan

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)
merupakan salah satu faktor yang berperan
penting dalam pencapaian tumbuh kembang balita
pada masa Seribu hari pertama kehidupan

(1000 HPK).



28

Pada kasus balita dengan kategori kurus (berdasarkan
indeks BB/PB atau BB/TB dibawah -2 SD) diberikan
makanan tambahan (MT) sampai status gizi anak
membaik (dinilai dengan pertambahan berat badan

dan nilai Z Score pada indeks BB/TB) dan selanjutnya
mengonsumsi makanan keluarga bergizi seimbang

sesuai kebutuhan. Tata cara pemberian MT pada balita
kurus berbeda pada jangka waktu pemberian yaitu
dapat diberikan lebih dari 1 bulan. Pada balita kurus
yang diberikan makanan tambahan



29

PEMBERIAN MAKANAN
TAMBAHAN (PMT)
PEMULIHAN PADA BALITA
GIZI BURUK

Praktik pemberian makanan anak usia dini

dan anak muda di Indonesia adalah jauh dari

kecukupan

(WHO, 2010)

Hasil penelitian Doren,Regaletha, dan
Dodo (2019) menunjukkan bahwa Program


Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

Pemulihan pada balita gizi kurang masih
bermasalah dalam pendanaan dan
pelaksanaannya

30

Makanan
Tambahan (MT)
Berupa Biskuit

bagi balita

Makanan tambahan adalah



makanan yang diformulasi
khusus dan difortifikasi dengan
vitamin dan mineral yang
diberikan kepada Balita gizi
kurang atau kurus usia 6-59
bulan termasuk balita dengan
Bawah Garis Merah (BGM) dari
keluarga miskin menjadi
sasaran prioritas penerima PMT
Pemulihan

31

Makanan tambahan pemulihan
diutamakan berbasis bahan makanan
atau makanan lokal. Jika bahan makanan
lokal terbatas, dapat digunakan makanan
pabrikan yang tersedia di wilayah
setempat dengan memperhatikan
kemasan, label dan masa kadaluarsa
untuk keamanan pangan.

MAKANAN TAMBAHAN PEMULIHAN
BERBASIS BAHAN MAKANAN/MAKANAN
LOKAL ADA 2 JENIS YAITU BERUPA:

MP-ASI
UNTUK BAYI DAN ANAK BERUSIA
6-23 BULAN)
MAKANAN TAMBAHAN UNTUK
PEMULIHAN ANAK BALITA USIA 24-59
BULAN BERUPA MAKANAN KELUARGA

3322

Pengertian dan Tujuan Makanan Pendamping ASI

Pemberian makanan pendamping ASI

bagi bayi bertujuan untuk menambah energi
dan zat-zat gizi yang diperlukan bayi karena ASI
sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan bayi
secara terus menerus (Diah Krisnatuti, 2008)
selain itu pemberian makanan pendamping ASI
membantu bayi dalam proses belajar makan dan
kesempatan untuk menanamkan kebiasaan makan
yang baik serta mengenalkan berbagai jenis dan rasa
makanan.
Tujuan pemberian makanan bayi menurut (Budiastuti,
2009)
dibedakan menjadi 2 macam yaitu tujuan mikro dan
tujuan makro.
Tujuan mikro berkaitan langsung dengan kepentingan
individu pasangan ibu-bayi, dalam ruang lingkup
keluarga, yang mencakup 3 macam aspek:

Aspek fisiologis yaitu memenuhi kebutuhan gizi
dalam keadaan sehat maupun sakit untuk
kelangsungan hidup, aktivitas dan tumbuh kembang.
Aspek edukatif yaitu mendidik bayi agar terampil
dalam mengkonsumsi makanan pendamping ASI.
Aspek psikologis yaitu untuk memberi kepuasan pada
bayi dengan menghilangkan rasa tidak enak karena
lapar dan haus. Disamping itu memberikan kepuasan
pada orang tua karena telah melakukan tugasnya.
Sedangkan tujuan makro merupakan permasalahan
gizi masyarakat luas dan kesehatan masyarakat.

33

Bentuk
Makanan
Pendamping
ASI

Makanan lumat, yaitu jenis makanan yang
dihancurkan atau disaring tampak kurang rata
dimana konsistensinya paling halus. Biasanya
makanan lumat terdiri dari satu jenis makanan
(makanan tunggal) Contoh: pepaya dihaluskan
dengan sendok, pisang dikerik dengan sendok, nasi
tim saring, bubur kacang ijo saring, kentang rebus.
Makanan lembek, yaitu makanan yang dimasak
dengan banyak air dan tampak berair namun
biasanya konsistensinya lebih padat daripada
makanan lumat. Makanan lembek ini merupakan
makanan peralihan antara makanan lumat menuju
ke makanan padat.. Contoh: bubur nasi, bubur
ayam, bubur kacang ijo, bubur manado.
Makanan keluarga, yaitu makanan padat yang
biasanya disediakan di keluarga dimana tekstur dari
makanan keluarga yaitu makanan padat Contoh:
lontong, nasi tim, kentang rebus, biskuit

Argentina
dan Yunita,

2014)

34

Prinsip Pemberian Makanan
Pendamping

ASI BERIKUT INI MERUPAKAN BEBERAPA PRINSIP PEDOMAN

PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI MINUM ASI MENURUT RIA

RIKSANI :

Lanjutkan pemberian ASI sesuai keinginan bayi (on
demand) sampai bayi berusia 2 tahun atau lebih.
Lakukan, yaitu dengan menerapkan prinsip asuhan
psikososial. Sebaiknya, ibu memberikan makanan
secara pelan dan sabar, berikan dorongan agar bayi
mau makan, tetapi jangan memaksakannya untuk
makan, ajak bayi untuk bicara, dan pertahankan
kontak mata. Pada awal- awal pemberian makanan
pendamping, bayi membutuhkan waktu untuk
beradaptasi dengan jenis makanan baru yang bayi
temui
Jagalah kebersihan dalam setiap makanan yang
disajikan. Terapkan pula penanganan makanan yang
tepat.
Memulai pemberian makanan pendamping setelah
bayi berusia 6 bulan dalam jumlah sedikit. Secara
bertahap, ibu bisa menambah jumlahnya sesuai usia
bayi.
variasi makanan secara bertahap ditambah agar bayi
bisa merasakan segala macam citarasa.
Frekuensi makanan ditambah secara bertahap sesuai
pertambahan usianya, yaitu 2-3 kali sehari pada usia
6-8 bulan dan 3-4 kali sehari pada usia 9-24 bulan
dengan tambahan makanan selingan 1-2 kali bila
diperlukan.
Pilihlah variasi makanan yang kaya akan zat gizi.
Usahakan untuk membuat sendiri makanan yang
akan diberikan kepada bayi dan hindari makanan
instan. Jika terpaksa memberikan makanan instan,
sebaiknya ibu bijak dalam melihat komposisi nutrisi
yang terkandung di dalamnya.
Saat anak anda terlihat mengalami sakit, tambahkan
asupan cairan (terutama berikanlah air susu lebih
sering ) dan dorong anak untuk makan makanan
lunak yang anak senangi (Raksani Ria, 2013).

35

Jenis-Jenis Makanan
Pendamping ASI

SECARA UMUM TERDAPAT DUA JENIS
MP-ASI YAITU HASIL OLAHAN PABRIK
MENURUT DEPKES RI (2006) JENIS MP-
ASI ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
A. MAKANAN TAMBAHAN PENDAMPING
ASI LOKAL (MP-ASI LOKAL) ADALAH
MAKANAN TAMBAHAN YANG DIOLAH
DIRUMAH TANGGA ATAU DI POSYANDU,
TERBUAT DARI BAHAN MAKANAN YANG
TERSEDIA DITEMPAT, MUDAH
DIPEROLEH DENGAN HARGA
TERJANGKAU OLEH MASYARAKAT, DAN
MEMERLUKAN PENGOLAHAN SEBELUM
DIKONSUMSI OLEH BAYI.
B. MAKANAN TAMBAHAN PENDAMPING
ASI PABRIKAN (MP-ASI PABRIKAN)
ADALAH MAKANAN YANG DISEDIAKAN
DENGAN OLAHAN DAN BERSIFAT
INSTAN DAN BEREDAR DIPASARAN
UNTUK MENAMBAH ENERGI DAN ZAT-
ZAT GIZI ESENSIAL PADA BAYI. JADWAL
PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI

36

Jadwal Pemberian MP-ASI

Pemberian MP-ASI yang tepat yaitu memenuhi kebutuhan gizinya. MP-
ASI harus di sesuaikan dengan usia bayi dimana ketepatan pemberian
MP-ASI meliputi jenis, tekstur, frekuensi maupun porsi makan harus
disesuaikan dengan tahap perkembangan dan pertumbuhan bayi sebagai
berikut :

a. Kebutuhan energy dari makanan adalah sekitar 200 kkal/hari untuk
bayi usia 6-8 bulan, 300 kkal/hari
untuk bayi usia 9-11 bulan dan 550 kkal/hari
untuk bayi 12 bulan (1 tahun).

b. Usia 6-8 bulan, kenalkan MP-ASI dalam bentuk lumat dimulai dari
bubur susu sampai dengan nasi tim lunak, 2 kali sehari. Setiap kali
makan diberikan sebanyak:
1) 6 bulan : 6 sendok makan
2) 7 bulan : 7 sendok makan
3)8 bulan : 8 sendok makan

c. Untuk usia 9-12 bulan, berikan MP-ASI dimulai dari bubur nasi
sampai nasi tim sebanyak 3 kali sehari. Setiap kali makan berikan
sebanyak :
1) 9 bulan : 9 sendok makan
2) 10 bulan : 10 sendok makan
3) 11 bulan : 11 sendok makan

d. Pada usia 12 bulan, berikan nasi lembek 3 kali sehari.

e. Berikan ASI terlebih dahulu,
kemudian MP-ASI. Pada MP-ASI, tambahkan telur /ayam /ikan /tahu
/tempe /daging sapi /wortel /bayam /kacang hijau/santan /minyak pada
bubur nasi atau nasi lembek. Bila menggunakan makanan pendamping
ASI dari pabrik, baca cara menyiapkannya,

f. batas usia, dan tanggal kadarluarsa.
g. Berikan makanan selingan 2 kali sehari di antara waktu makan, seperti
bubur kacang hijau, biskuit, pisang, nagasari dan sebagainya.
h. Berikan buah-buahan atau sari buah, seperti air jeruk manis dan air
tomat saring.
i. Bayi mulai diajarkan makan dan minum sendiri menggunakan gelas
dan sendok (Susilowati dan Kuspriyanto, 2016).

37

Alasan MP-ASI diberikan usia 6

Bulan

Menurut (Chomaria, 2013) MP-ASI harus
diberikan pada saat bayi usia 6 bulan karena:

a. Bayi mengalami growth spurt (percepatan
pertumbuhan) pada usia 3-4 bulan, bayi
mengalami peningkatan nafsu makan, tetapi
bukan berarti pada saat usia tersebut bayi siap
untuk menerima makanan padat .
b. 0-6 bulan, kebutuhan bayi bisa dipenuhi hanya
dengan mengkonsumsi ASI. c. Umumnya bayi
telah siap dengan makanan padat pada usia 6
bulan karena pada usia ini, ASI hanya
memenuhi 60-70% kebutuhan gizi bayi. d. Tidak
dianjurkan untuk memperkenalkan makanan
semi padat atau padat pada bayi berusia 4-6
bulan karena sistem pencernaan mereka belum
siap menerima makanan ini. e. Pemberian
makanan sebelum usia 6 bulan, meningkatkan
risiko alergi, obesitas, mengurangi minat
terhadap ASI. f. Masih aktifnya reflex extrusion
yaitu bayi akan mengeluarkan makanan yang
ibu sodorkan kemulutnya , ini meningkatkan
risiko tersedak jika diberikan makanan padat
terlalu dini.

38

Akibat Pemberian MP-ASI

yang salah

Ada dua kategori pemberian MP-ASI yang salah
menurut (Monika, 2014) yaitu :

: a. Dampak dari Pemberian MP-ASI terlalu Dini
Banyak Ibu (umumnya, bila bayi adalah anak
pertama) sangat bersemangat untuk segera
meberikan MP-ASI karena dalam diri mereka ada
perasaan bangga dan bahagia telah membuat
pencapaian besar. Hal ini dapat memicu orangtua
memberikan MP-ASI dini.

Berikut dampak dari pemberian MP- ASI
terlalu dini : 1) Bayi lebih rentan terkena berbagai
penyakit. Saat bayi menerima asupan lain selain
ASI, imunitas/kekebalan yang diterima bayi akan
berkurang. Pemberian MP-ASI dini berisiko
membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis
kuman, apalagi bila MP-ASI tidak disiapkan secara
higienis.
2) Berbagai reaksi muncul akibat sistem pencernaan
bayi belum siap. Bila MP-ASI diberikan sebelum
sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya,
makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik
dan bisa menimbulkan berbagai reaksi, seperti diare,
sembelit/konstipasi, dan perut kembung atau bergas.
Tubuh bayi belum memiliki protein pencernaan yang
lengkap. Berbagai enzim seperti amylase (enzim
pencerna karbohidrat) yang diproduksi pancreas
belum cukup tersedia ketika bayi belum berusia 6
bulan. Begitu pula dengan enzim pencerna
karbohidrat lainnya (seperi maltase dan sukrase) dan
pencerna lemak (lipase).

39

Akibat Pemberian MP-ASI yang

salah

3.) Bayi berisiko menderita alergi makanan. Memperpanjang
pemberian ASI eksklusif menurunkan angka terjadinya alergi
makanan. Pada usia 4-6 bulan kondisi usus bayi masih “terbuka”.
Saat itu antibody dari ASI masih bekerja melapisi organ
pencernaan bayi dan memberikan kekebalan pasif, mengurangi
terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum penutupan usus
terjadi. Produksi antibody dan tubuh bayi sendiri dan penutupan
usus terjadi saat bayi berusia 6 bulan.
4) Bayi berisiko mengalami obesitas/kegemukan. Pemberian
MP-ASI dini sering dihubungkan dengan peningkatan berat
badan dan kandungan lemak di tubuh anak pada masa datang.
5) Produksi ASI dapat berkurang. Makin banyak makanan padat
yang diterima bayi makin tinggi potensi bayi mengurangi
permintaan menyusu. Bila ibu tidak mengimitasi frekuensi bayi
menyusu dengan memerah, produksi ASI dapat menurun. Bayi
yang mengonsumsi makanan padat pada usia yang lebih muda
cenderung lebih cepat disapih.
6) Persentase keberhasilan pengatur jarak kehamilan alami
menurun. Pemberian ASI eksklusif cenderung sangat efektif dan
alami dalam mencegah kehamilan. Bila MP-ASI sudah diberikan,
bayi tidak lagi menyusu secara eksklusif sehingga persentase
keberhasilan metode pengaturan kehamilan alami ini akan
menurun.
7) Bayi berisiko tidak mendapat nutrisi optimal seperti ASI.
Umumnya bentuk MP-ASI dini yang diberikan berupa bubur
encer/cair yang mudah ditelan bayi. MP-ASI seperti ini
mengenyangkan bayi, tetapi nutrisinya tidak memadai.
8) Bayi berisiko mengalami invagasi usus/intususepsi. Invagasi
usus/intususepsi adalah keadaan suatu segmen usus masuk ke
dalam bagian usus lainnya sehingga menimbulkan berbagai
masalah kesehatan serius dan bila tidak segera ditangani dapat
menyebabkan kematian. Penyebab pasti penyakit ini belum
diketahui, tetapi hipotesis yang paling kuat adalah karena
pemberian MP-ASI yang terlalu cepat.

40

Kerugian Menunda
Pemberian MP-ASI

sebuah tinjauan dari sebuah penelitian
menyimpulkan bahwa menunda pemberian MP- ASI
hingga usia bayi melewati 6 bulan tidak
memberikan perlindungan 16 yang berarti.

Kebutuhan energi bayi tidak terpenuhi.
Bila kebutuhan bayi tidak terpenuhi, bayi
akan berhenti tumbuh atau tumbuh dengan
tidak optimal, bahkan bila dibiarkan bayi
dapat menderita gagal tumbuh. Tingkatkan
kuantitas MP-ASI seiring bertambahnya
usia bayi.
Bayi berisiko kekurangan zata besi dan
menderita ADB (anemia defisiensi besi)
Kebutuhan makronutrien dan mikronutrien
lainnya tidak terpenuhi sehingga
mengakibatkan bayi/anak berisiko
menderita malnutrisi dan defisiensi
mikronutrien. \
Perkembangan fungsi motorik oral bayi
dapat terlambat.
Bayi berpotensi menolak berbagai jenis
makanan dan sulit menerima rasa makanan
baru di kemudian hari.

41

Sasaran dipilih melalui hasil penimbangan
bulanan di Posyandu dengan urutan
prioritas dan kriteria sebagai berikut:

1.Balita yang dalam pemulihan pasca
perawatan gizi buruk di TFC/Pusat
Pemulihan Gizi/Puskesmas Perawatan
atau RS

2.Balita kurus dan berat
badannya tidak naik dua kali
berturut-turut (2 T)

3.Balita kurus

4.Balita Bawah GarisMerah
(BGM)

42

Anjuran pemberian
MT Balita

Kurus/Gizi Kurang









PADA USIA 6 -11 BULAN DIBERIKAN 8 KEPING

(2 BUNGKUS) PER HARI.
USIA 12-59 BULAN DIBERIKAN 12 KEPING (3

BUNGKUS) PER HARI.
TIAP BUNGKUS MT BALITA BERISI 4 KEPING

BISKUIT (40 GRAM).



BISKUIT DAPAT LANGSUNG DIKONSUMSI ATAU
TERLEBIH DAHULU DITAMBAH AIR MATANG DALAM
MANGKOK BERSIH SEHINGGA DAPAT DIKONSUMSI

DENGAN MENGGUNAKAN SENDOK. SETIAP
PEMBERIAN MT HARUS DIHABISKAN OLEH BALITA.




43


Click to View FlipBook Version