The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rifkysatriakamill, 2022-10-14 08:07:28

cerpenwiwinputri

cerpenwiwinputri

I

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah
memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat
menyelesaikan Cerpen ini dengan tepat waktu.

Kami mengucapkan syukur kepada Allah SWT
atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa
sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga kami
mampu untuk menyelesaikan pembuatan Cerpen
sebagai tugas dari mata pelajaran dengan judul
”Kamu’’

Meskipun telah berusaha menyelesaikan cerpen
ini sebaik mungkin, kami menyadari bahwa ini
semua masih ada kekurangan. Oleh karena itu,
kami mengharapkan kritik dan saran.

II

MOTTO

"Cinta itu langka, maka carilah. Kemarahan itu
buruk, maka buanglah. Ketakutan itu mengerikan,

maka hadapilah. Kenangan itu manis, maka
hargailah. Hidup ini begitu singkat, jadi jalanilah".

III

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................ii
DAFTAR ISI........................................................iii
MOTTO..............................................................iv
BAB 1.................................................................1
MASA SMA........................................................1
BAB 2.................................................................6
TUGAS SEKOLAH..............................................6
BAB 3................................................................11
PANTAI DAN CAFE..........................................11
BAB 4................................................................16
DI TOLAK..........................................................16
PENUTUP..........................................................20
BIOGRAFI DIRI...................................................21

IV

BAB 1
MASA SMA

Masa SMA adalah masa yang paling indah,
masa yang dimana indahnya jatuh cinta.
Kenalin namaku Delvina Ayu Anggraini
Ini adalah kisahku dimana aku mengenal nya si
anak futsal, dan pertama kalinya aku jatuh cinta.

“Delvina” Ucap seseorang yang membuka pintu.
Seorang paru baya, orang yang melahirkan ku
sekaligus orang yang mendidikku, yaitu ia mama ku.
“Iya ma” Ucapku
“Ayo sarapan sayang”
“Iya ma, sebentar”
“Yauda setelah ini turun ke ruang tamu ya, kasian
adik-adik kamu udah nunggu kamu”
“Iya ma”

Dan mamaku menutup pintu kamarku dan pergi ke
dapur kembali dan aku pun segera pergi ke meja
makan, untuk sarapan bersama adik-adikku.

“Pagi” Ucapku
"Pagi juga kak" Ucap adik kedua (Salsa)
"Ah kaka lama sekali, aku udah lapar tau" Ngeluh
adikku yang paling kecil (Alvin)
"Aduh adek kaka yang paling ganteng ini udah

1

lapar ya, yauda ayo buruan makan ntar kita telat
sekolah" Ucapku
Lalu kami bertiga sarapan bersama
"Ma aku dan adek-adek pergi sekolah dulu ya ma"
Ucapku
"Iya hati-hati di jalan ya"
"Iya ma, Assalamualaikum" Ucapku sambil
salaman ke mama
"Waalaikum Salam" Jawab mamaku

Sesampainya di sekolah
“Aduh bukuku ada yang ketinggalan ga ya”
Ucapku sambil memeriksa buku yang ada di
dalam tas
Tiba-tiba dari sisi lain
“BRUKKK”
“Aduh bukuku” Ucapku tanpa melihat siapa yang
menabrakku
“Eh sorry sorry” Ucapnya
“Iya gapapa” Aku pun masih belum melihatnya
“Yauda gue duluan ya, sorry sekali lagi” Ucapnya
“Iya” Dan aku baru melihat dia, aku hanya melihat
punggungnya tanpa melihat siapa dia

XII IPS 1

Aku baru sampai kelas.

“Tumben berangkat siang?” Tanya Aliya sahabat ku
di kelas

2

“Ah iya, tadi bareng sama Alvin sama Salsa”
Jawabku
“Oh, eh tau ngga, bakal ada murid baru” Kata Aliya
“Murid baru kan sering Al, udah biasa lagi” Jawabku
“Ini cowo murid nya, ganteng”
“Oh” jawabku singkat

“KRINGG
KRINGGG
KRINGG”

Bel masuk pun berbunyi
Bu Andita guru bahasa Indonesia sekaligus wali
kelas ku masuk dan dia bersama murid entah siapa,
aku juga ngga kenal
“Selamat Pagi” Ucap bu Andita
“Pagi bu” Jawab teman-teman ku
“Anak-anak hari ini kita kedatangan teman baru dari
Bandung, Silahkan perkenalkan nama mu”

“Kenalkan nama saya Mohammad Raka, panggil
aja Raka, saya pindahan dari SMA Bandung,
hobby saya bermain futsal, dan traveling” Ucap
anak baru itu
“Suara itu, jadi tadi nih anak yang tadi ga sengaja
tabrakan sama aku tadi” Batin aku
“Oke Raka, silahkan kamu duduk di belakangnya
Tiyara ya”
“Maaf bu, Tiyara yang mana ya?” Tanya Raka
Dengan pd nya Tiyara berdiri
“Aduh Raka sayang, masa cewek secantik gue
gatau sih, sini-sini duduk di sebelah tiyara aja”

3

Ucap Tiyara sambil memainkan rambutnya
“Huuuuuuu” Sahut murid yang lain
“Apaan sih kalian cuma iri kan sama gue, yang
cantik ini huhh” Ucap Tiyara
Lalu Aliya angkat bicara
“Eh yauda sih ratu alay gausah banyak cengcong
diem napa”
“Apaan sih, lu ikutan aja” Jawab Tiyara dengan
nada tinggi
“Udah Aliya Tiyara diem, yauda silahkan Raka
duduk” Ucap Bu Andita
“Baik Bu”
Lalu Raka pun duduk di belakang Tiyara

Istirahat aku menghabiskan waktuku untuk mencari
buku di perpus dan tiba-tiba

BRUKKKKKK Sambil
“Aduh” Aku terjatuh
Buku yang ku bawa pun juga terjatuh
“Eh sorry, eh lu yang tadi kan” Ucap Raka
“Eh…” Sambil berdiri
“Oh ya kenalin nama gue Raka”
menjulurkan tangan
“Aku Delvina” Membalas tangan Raka
“Oh, kelas berapa?” Tanya Raka
“12 IPS 1” Jawabku

“Loh satu kelas dong”
“Iya, Oh ya kamu nyari buku ya”
“Iya nih, gue gatau yang mana buku nya”

4

“Yauda aku bantu cariin ya”
“Bener nih? Ga ngerepotin”
“Ngga kok…” Ucap ku sambil tersenyum.

BAB 2
TUGAS SEKOLAH

5

Di malam hari nya aku seperti biasa
mengerjakan tugas sekolah
Tiba-tiba hp ku bergetar

"Hai Delvina"
Dan aku pun mengambil hp ku yang ada di tempat
tidurnya, dan membalas pesan yang entah dari
siapa
"Hai juga, maaf siapa ya?"
Beberapa menit hp ku pun berbunyi kembali
"Raka"
"Oalah Raka, ada apa Raka?"
"Hehe ngga, Ganggu ngga? Oh ya save ya nomor
gue"
"Engga kok ka, iya ka aku save"
"Em...lagi apa Del?"
"Ini ngerjain pr, kamu udah ngerjain pr?"
"Udah kok, Eh bentar ya aku mau latihan futsal dulu,
bye Delvina"
"Ah iya, bye Raka"
*Read




Disekolah aku berangkat seperti biasanya pukul

6

06.15
Sesampainya di kelas, aku melihat sosok Raka
"Raka" Ucapku
"Eh pagi Del"
"Pagi juga Raka, eh tumben udah berangkat"
"Ah ini pr gue kurang Del"
"Lah katanya udah ngerjain, hmm berarti semalem
kamu bohongin aku dong"
"Aduh maaf Del, gaada niatan gue bohongin elu"
"Yauda sih, terserah kamu"
Lalu aku pun duduk dan sambil membaca novel ku
Lalu Aliya datang
"Pagi Del" Ucap Aliya
"Pagi" Jawabku
"Ngapain? Novel baru lagi?"
"wkwk ngga ini novel dari Putra, kado ultah dulu"
"Ciee, ehmm"
"Apaan sih, temen doang"
"Ah yauda lah ayo ke kantin, gue belum sarapan"
"Iya iya"

Lalu aku pun pergi ke kantin bersama Aliya
Sedangkan di bangku Raka
"Putra? Putra siapa? Dan ada apa hubungannya dia
sama Delvina?"

Jam istirahat
Raka latihan futsal di lapangan bersama Reza
"Eh Za, gue mau nanya"
"Apaan"

7

"Putra itu siapa nya Delvina?"
"Oh Putra, orang yang pernah suka sama Delvina"
"Lah, terus Delvina?"

"Lu tau kan Delvina itu murid paling terkenal
dengan pendiem nya dan kepintarannya dalam
belajar dan selalu mendapat rangking, ya jadi
Putra demen sama Delvina, tapi Delvina nolak.
Gue juga pernah demen juga sama Delvina"
"Apa elu?"
"Hooh, siapa yang ga demen sama siswi cantik
kek Delvina yang cantik, baik, alim, pinter lagi,
Tapi sayang Delvina gapernah membuka hati nya"
"Dia gapernah pacaran?"
"Lah lu tanya sendiri lah atau tanya sama Aliya
noh, ngapa? lu demen sama Delvina ya? Jangan
mimpi deh bro"
"Mimpi itu kunci bro"
"Gue berani taruhan, lu kalo bisa dapetin hatinya
Delvina, gue mau deh dandan kek cewek muter
dari kelas 10 IPA sampe kelas 12 IPS"
"Oke, deal"

Malam harinya aku jalan-jalan bersama adikku
"Kak Salsa sama Alvin mau beli martabak buat
mama"
"Oh yauda, kakak tunggu disini ya, hati-hati"
"Iya kak"

Lalu tiba-tiba ada yang memanggil ku
"Delvina" Sapanya

8

Aku pun menoleh
"Raka"
"Kok kamu ada disini, jangan bilang ini- terpotong"
"Ini ngajak adek ku keluar katanya pengen beli
martabak"
"Oh..( aduh Raka jangan bodoh deh ) batin Raka"
"Oh ya kamu kok disini?"
"Oh iya, ini lagi jalan aja sama adek gue"
"Oh mana adek mu?"

Lalu adek nya Raka pun menghampiri Raka
"Hallo ka" Salam
"Hai Aqila, cantik ya"
"Hehe makasi kak, kakak juga cantik"

Lalu Alvin sama Salsa datang
"Kak Delvina" Ucap Salsa
"Eh, oh ya ini adek kakak, Salsa kenalin ini Kak
Raka ini adeknya Qila" Ucapku kepada Salsa.
"Salsa" Salam ke Qila
"Qila"
"Raka"
"Salsa" Salam ke Raka
"Dan ini si bungsu namanya Alvin" Ucapku lagi
"Adek lu cantik Del, kaya lu" Ucap Raka
"Hahaha iya, oh ya kita pulang dulu ya" Ucapku
"Iya, bye"
Lalu aku pun pulang bersama adek-adek ku
"Indahnya ciptaan mu Tuhan" Ucap Raka
"Iya ka cantik, sopan lagi, tapi sayang" Sahut Qila
"Sayang kenapa?" Tanya Raka
"Ngga cocok sama kakak wkwk" Lari

9

"Adek kurang ajar".

BAB 3
PANTAI DAN CAFE

10

Keesokan harinya aku dan Aliya pergi jalan-jalan
ke pantai

"Sesekali ya Del kita pergi keluar" Sambil menghirup
udara pantai
"Iya Al, seenggaknya tugas sekolah kita selesaikan
terlebih dahulu" Ucapku kepada Aliya
"Ah elah, yauda iya santai ntar malem gue ke rumah
elu, oke" Jawab Aliya
"Wkwkwk iya-iya Al"

Aku dan Aliya keliling pantai, sesekali aku dan
Aliya bermain air laut dan dari kejauhan aku
melihat Tiyara and the geng

"Eh cupu" Ucap Tiyara
"kek nya dunia ini luas deh, kenapa sih harus
ketemu elu sih, dasar ratu alay" Jawab Aliya dengan
nada ketus
"Eh cupu ngapain lu kesini" Ucap Gisel salah satu
temennya Tiyara
"Apa lu lemot! diem napa ikut campur, lah serah
gue lah ini juga buat umum emang ini pantainya
nenek moyang elu! Jawab Aliya lagi
"Aduh udah lah Al, anak kek ini gausah di ladenin,
mending kita kesana" Ucapku dan aku pun menarik

11

tangan Aliya pergi dari geng Tiyara
"Eh Delvina, mending lu jauh-jauh deh sama si cupu,
lu kan cantik, mending lu sama gue satu geng sama
gue" Teriak Tiyara
"Eh maaf Tiyara, sayangnya aku ga minat satu geng
sama kamu" Teriakku kepada Tiyara

Aku dan Aliya pun kembali berjalan dan pergi
meninggalkan Tiyara dan gengnya
"Del" Ucap Aliya
"Iya"
"Makasih ya, lu udah mau jadi sahabat gue :)"
"Iya Al, sama-sama"




Setelah ke pantai, aku pun dan Aliya pergi ke cafe
"Mbak"
Aliya pun memanggil pelayan Cafe
"Selamat sore kak, silahkan ini menu nya" Ucap
pelayan cafe
"Lu apa Del?" Tanya Aliya
"Jus mangga aja deh"
"Minum doang?"
"Iya"

"Em..Jus mangga 2 mbak, sama nugget satu porsi,
udah itu aja"
"Baik tunggu sebentar ya kak" Ucap pelayan cafe

12

Tiba-tiba hp ku berbunyi, dan itu ternyata telfon dari
Raka

"Hallo"
"Hallo, Del...ee lu kemana?"
"Ini lagi di cafe sama Aliya, kenapa Ka?"
"Oh yaudah, gue boleh kesana ga?"
"Em..boleh, kesini aja"
"Oke-oke, gue otw ya sama Reza"
"Oke"
"Bye"
"Iya bye"

Lalu aku pun menutup telfon
"Siapa?" Tanya Aliya
"Raka" Jawabku singkat
"Hah Raka? Anak baru itu? Kok dia bisa dapet
nomor lu?"
"Paling juga dari Reza"
"Ah iya ya Reza kan pernah demen sama lu"
"Apasih demen, cuma temen masih kecil udah
pacaran gaboleh, bentar lagi kan mau ujian"
"Aelah kalo gue sih mau aja sama si Reza, apalagi
sama si Raka, ganteng loh, ratu alay aja demen
sama Raka"
"Itu kan Tiyara, ini kan Delvina"
"Iya-iya, Delvina gapernah pacaran"

10 Menit kemudian
Raka dan Reza pun datang
"Hai Delvina" Sapa Raka

13

"Hai, duduk Ka" Ucapku kepada Raka
"Raka doang nih yang disuruh duduk? Gue kaga?"
Ucap Reza

"Hehe engga kok Reza, silahkan duduk juga"
Ucapku sambil ketawa kecil
"Ngapain kesini" Jawab Aliya ketus
"Aliya kalo marah kok tambah cantik sih" Ucap
Reza
"Berisik lu" Jawab Aliya
"Aliya, jadi cewek tuh harus yang lemah lembut
kaya Delvina" Ucap Reza lagi
"Wkwkwk bilang aja lu dulu pernah suka sama
Delvina" Ejek Aliya kepada Reza
"Heh Aliya, a..a..anuu" Jawab Reza gugup
"Apa anu-anu"
"Udahlah lupain" Jawab Reza dengan kesal
"Wkwk mampus makanya jangan main-main sama
Aliya"
"Ahahaha kalian cocok loh" Ucap Raka
"Huwekk, sama dia" Jawab Aliya
"Hahaha udah udah, jangan gitu kita semua teman
gausah pacaran, pacaran itu cuma bikin sakit hati
aja" Ucapku kepada ketiga temanku
"Oh ya Ka, ada apa?" Sambungku
"Eh ngga kok Del, cuma pengen ketemu aja"
Jawab Raka
"Hmm basi tau ngga" Jawab Reza
"Apasi lu berisik" Jawab Raka
"Eh Del udah sore, pulang yuk" Jawab Aliya yang

14

langsung berdiri dari tempat duduk
"Oh iya, yauda Ka, Za, aku sama Aliya pulang
duduk ya.. bye"
"Oh iya bye" Jawab Raka
Lalu aku dan Aliya pun pulang, dan yang di cafe
cuma Raka dan Reza
"Ngapa lu mau ngebet ketemu sama Delvina?"
Tanya Reza
"Gue mau nyatain cinta, tapi keknya waktu belum
pas" Jawab Raka
"Aelah, kan gue udah pernah bilang kan, yauda ayo
pulang gue ada tanding game nanti"
"Hm" Ucap Raka singkat.

BAB 4
DITOLAK

15

Raka mengajak ku ke cafe berdua, dan entah
kenapa dia tiba-tiba
mengajak ku saja
"Raka, kok cuma berdua sih...ada apa?"
"Engga ada apa-apa kok Del, udah ikut aja"
"Duduk Del"
Lalu aku pun duduk, suasana cafe pun tidak seperti
biasa. Suasana cafe seperti
suasana akan ada hari yang spesial, banyak bunga,
lampu kelap-kelip, lilin dan balon.
"Raka, aku ga ulang tahun loh"
"Ah gini Del, sebenarnya gue mau ngomong
sesuatu sama lu"
Dan tiba-tiba Raka memegang tangan ku
"Eh kok" Ucapku kaget
"Del, lu mau ga jadi pacar gue?"
"Hah? pacar?"
"Iya"
"Emm... maaf ya Raka aku gabisa, aku sekarang
lagi ga pengen pacaran dulu, ya kamu
juga kan baru kenal aku, masa iya sih baru kenal
udah langsung nembak"
Aku pun melepas tangan ku, yang tadinya sempat
di pegang Raka
"Oh gitu, yauda sih"
"Maaf ya Raka...lagian kan kita bisa sahabatan, aku
mau kok kita sahabatan"
"Ah iya gue mau jadi sahabat lu"

16

"Nah gitu dong"



Keesokan harinya
*Lapangan Futsal

"Lu kenapa si bro"
"Gue ditolak Delvina bro" Raka yang tadinya berdiri
dan akhirnya duduk
"Hahaha mampus" Menepuk pundak Raka dan
duduk di sebelahnya
"Anjay lu"
"Kan gue udah pernah bilang, dapetin hati nya
Delvina tuh susah, gausah sok deh, Ilham ketua
kelas aja pernah ditolak, pernah nembak Delvina
waktu ultahnya, didepan ortu dan temen-temen tapi
ditolak, bayangin aja malu nya kek apa"
"Emang iya"
"Gapercaya coba tanya sendiri, lagian Ilham juga
masih hidup tuh"
"Hmm.. yaudah deh belum waktunya gue nyatain"
"Udah gausah sedih, ayo berdiri main lagi" Lalu
Reza pun berdiri.
Kelas
"Aliya" Ucapku
"Apa"
"Tadi malam Raka nembak aku"
"Hah? terus?
"Aku tolak"

17

"Masih lu tolak juga, yaampun Delvina anak osis,
anak motor, anak kepala sekolah, lu tolak semua"
"Lah kan aku gasuka, aku takut ntar di kecewain
dan aku yang ngecewain"
"Aduh Delvina"
"Udah sih kan ada saatnya juga kok aku pacaran"
"Yauda sih terserah lu Del"

Lalu Raka masuk kelas sama Reza
"Hai Delvina" Sapa Reza
"Hai Reza
"Emm..katanya ada yang abis lu tolak ya, hahaha"
Ejek Reza
"Diem lu kampret" Sahut Raka
"Hehe enakan sahabatan, kan Raka" Ucapku kepada
Raka
"Hehe iya Del" Jawab Raka
"Udah udah brisik lu pada ganggu gue lagi main
game aja" Aliya pun kesal
"Ga tanya" Ledek Reza
"Apa lu anak alay"
"Apa lu ratu jutek"
"Brisik lu"
"Yaudah mulut-mulut gue, kok sewot sih"
"Yang nanya"
"Eh, udah malah berantem" Ucapku untuk
memisahkan pertengkaran Aliya dan Reza
"Udah lah gue mau ke kantin Del" Berdiri lalu pergi
"Eh, Aliya"
Dan aku pun mengejar Aliya yang pergi

18

meninggalkan kami bertiga

PENUTUP

Dengan selesainya dari tugas cerpen ini yang dapat
saya tulis mengenai

19

cerita yang berjudul “. Didalam cerpen ini memiliki
banyak unsur yang membangunnya seperti
tokoh,latar,peristiwa,konflik dan
lainnya.
Setelah menyelesaikan cerpen ini, yang bisa saya
ambil kesimpulannya
adalah kita bisa mengetahui makna atau pesan dari
cerita tersebut dan bisa
dijadikan teladan untuk pembaca.

20

BIOGRAFI DIRI

Penulis bernama Wiwin Putri Yanuari. Penulis lahir
pada tanggal 09 Januari 2007. Penulis tinggal di
Cawang, Gg waru dalam RT05/04 no 25 kecamatan
Kramat jati. Penulis tinggal bersama keluarganya.
Penulis pertama kali masuk sekolah pada tahun
2012 di Sekolah Dasar (SD) melanjutkan sekolah
(SMP) negeri 268 Jakarta Timur. Kemudian lulus
pada tahun 2022 dan setelah itu penulis
melanjutkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
negeri 66 Jakarta Timur, penulis sekarang berada di
semester 1.

21


Click to View FlipBook Version