BAHAN AJAR
Penyakit pada Sistem
Reproduksi Manusia
dan Upaya
Pencegahannya
Yayah Rokayah, S.Pd
1 Yayah Rokayah, S.Pd
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL..................................................................................... 1
DAFTAR ISI ............................................................................................... 2
KD,IPK dan TUJUAN PEMBELAJARAN ..................................................... 3
A. Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia dan Upaya
Pencegahannya .................................................................................. 4
1. Penyakit Pada Sistem Reproduksi .................................................. 4
a. Keputihan.................................................................................. 4
b. Gonore(GO) atau Kencing Nanah .............................................. 5
c. Sifilis atau Raja Singa ................................................................ 6
d. HIV/AIDS ................................................................................... 7
e. Herpes Genetalis....................................................................... 8
f. Prostatitis................................................................................... 8
g. Epididimis.................................................................................. 9
h. Kanker ...................................................................................... 9
2. Upaya Pencegahan Penyakit Pada Sistem Reproduksi
Manusia.......................................................................................... 10
RANGKUMAN ........................................................................................... 12
GLOSARIUM ............................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 14
2
Kompetensi Dasar (KD)
3.1 Menghubungkan system reproduksi pada manusia dan
gangguan pada system reproduksi dengan penerapan
pola hidup yang menunjang
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.1.5 Mengidentifikasi kelainan dan penyakit pada system
reproduksi
3.1.6 Menganalisis penyebab kelainan dan penyakit pada
system reproduksi
3.1.7 Menghubungkan system reproduksi dengan
penerapan pola hidup sehat
Tujuan Pembelajaran
1. Melalui diskusi peserta didik dapat Mengidentifikasi
kelainan dan penyakit pada system reproduksi
2. Melalui diskusi peserta didik dapat Menganalisis
penyebab kelainan dan penyakit pada system reproduksi
3. Melalui diskusi peserta didik dapat menghubungkan
system reproduksi dengan penerapan pola hidup sehat
3
A. Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia dan Upaya
Pencegahannya
Kesehatan reproduksi merupakan keadaan kesejahteraan fisik, mental,
sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem, fungsi-
fungsi dan proses reproduksi (Irianto, 2015). Sistem reproduksi pada
manusia dapat mengalami gangguan, yang dapat di sebabkan oleh adanya
penyakit dan juga kelainan. Gangguan pada sistem reproduksi tentu saja
bisa menyerang siapa saja, baik itu wanita maupun pria.
1. Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia
Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (2007), menunjukkan
bahwa salah satu masalah yang menonjol di kalangan remaja yaitu
kesehatan reproduksi remaja (BKKBN, 2012).Masalah kesehatan reproduksi
pada remaja kurang mendapat perhatian sampai saat ini masih banyak
ditemukan penyakit infeksi yang mengganggu alat reproduksi wanita, dapat
menyebabkan infertilitas (kemandulan) dan mengakibatkan kejadian
kehamilan di luar kandungan (Manuaba, 2010)
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) data jumlah populasi remaja
di dunia merupakan populasi yang cukup besar, menurut World Health
Organization (WHO) jumlah remaja usia 10-19 tahun adalah seperlima dari
jumlah populasi didunia, sekitar Sembilan ratus juta berada di negara
berkembang (BPS,2010). Menurut data International Agency for Research
on Cancer (IARC) yang merupakan organisasi penelitian dari WHO
menyebutkan bahwa ditahun 2008 sekitar 12,6 juta penduduk didunia
menderita penyakit kanker dan 7,6 diantaranya meninggal dunia untuk
wanita Indonesia jenis kanker yang sering menyerang adalah kanker serviks
8,8% (IARC,2008).
Sistem reproduksi sangat rawan terhadap kelainan dan penyakit.
Berikut ini akan dibahas beberapa kelainan dan penyakit yang dapat terjadi
pada sistem reproduksi manusia.
a. Keputihan
Keputihan adalah penyakit yang ditandai keluarnya cairan kental yang
berwarna putih dari alat kelamin perempuan. Cairan tersebut bersifat encer
atau kental, berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan rasa gatal pada
4
vagina. Penyakit ini dapat diakibatkan oleh infeksi jamur clamydia
Trachomatis juga infeksi jamur Candida albicans (Gambar 1.1), selain jamur
keputihan juga bisa disebabkan oleh bakteri Grandnerella Vaginalis dan
Trichomonas Vaginalis . Hal yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya
keputihan antara lain :
1. Menjaga kebersihan daerah kelamin
2. Menjaga kelembaban dari alat kelamin
Sumber: sehatq.com
Gambar 1.1 Jamur Candida albicans
b. Gonore (GO) atau kencing nanah
Angka PMS tertinggi disebabkan karena infeksi gonore. Gonore dalam
arti luas mencakup semua penyakit yang disebabkan oleh Neisseria
gonorrheae. Di Indonesia data dari Depkes RI tahun 1997-1998 persentase
data infeksi gonore sebanyak 13.000 kasus yang terinfeksi gonore yaitu
sebanyak 13,1% dan pada tahun 1997 dan 20.420 kasus pada tahun 2010.
Penyakit ini bisa menular melalui aktifitas kasus Pekerja seks Komersial yang
terinfeksi seksual.
Penyakit gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Gejala penyakit ini ditandai dengan kencing yang berupa nanah atau
keluarnya nanah dari saluran kencing sehingga terasa sakit pada saat buang
air kecil. Cara pencegahan penyakit kencing nanah ini adalah harus
menghindari kontak langsung dengan penderita atau melakukan hubungan
seksual
5
(a) (b)
Sumber : (a) dinasuciwahyuni.blogspot.com (b) alomedika.com
Gambar 1.11 . (a) Bakteri Neisseria gonorrhoeae, (b) Gonore (kencing nanah)
c. Sifilis (Raja Singa)
Penyakit kelamin (veneral disease) sudah lama di kenal di Indonesia.
Semakin berkembang dan majunya ilmu pengetahuan maka banyak penyakit–
penyakit baru yang mulai ditemukan, sehingga istilah penyakit kelamin tidak
sesuai lagi yang kemudian diubah menjadi Sexually Transmitted Diseases
(STD) atau Penyakit Menular Seksual (PMS). Kemudian sejak 1998, istilah
Sexually Transmitted Diseases (STD) berubah menjadi Infeksi menular
seksual (IMS) agar dapat menjangkau penderitaan asimptomatik.
Data Infeksi menular seksual (IMS) merupakan salah satu dari sepuluh
penyebab pertama penyakit yang tidak menyenangkan pada dewasa muda
laki-Iaki dan penyebab kedua terbesar pada dewasa muda perempuan
negara berkembang.6 Dewasa dan remaja (15-24 tahun) merupakan 25% dari
semua populasi yang aktif secara seksual, tetapi memberikan konstribusi
hampir 50% kasus IMS baru yang ditemukan
Penyakit sifilis ditandai dengan adanya luka pada alat kelamin ,pada
rectum, pada lidah atau bibir namun tidak terasa sakit. Penyakit Sifilis
disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Cara pencegahan
penyakit sifilis adalah menghindari kontak langsung antara luka dikulit
dengan selaput lendir ataucairan tubuh penderita.
6
(a) (b)
Sumber : (a) berbagaisebab.blogspot.com (b) health.detik.com
Gambar 1.12. (a) Bakteri Treponema pallidum, (b) Gejala Penyakit pada Wajah Penderita
Sifilis
d. HIV/ AIDS
Permasalahan HIV AIDS di Indonesia semakin meningkat dan semakin
mengkhawatirkan, dari data laporan dari Kemenkes (Kementrian
Kesehatan) melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Hal ini pemerintah terus berupaya
menanggulangi masalah HIV AIDS agar dapat dicegah dan dapat di
tanganani serta perlu dunkungan sosial pada penderitah HIV AIDS.
Pemerintah telah merubah pengidap HIV AIDS dengan sebutan orang
dengan HIV dan AIDS (ODHA)
Penyakit AIDS tidak menyerang organ reproduksinya namun penyakit
ini adalah disebabkan karena sistem kekebalan tubuh penderita yang
semakin melemah disebabkan oleh Virus HIV (Human Immunedeficiency
Virus). Penularan HIV terjadi melalui hubungan seksual atau melalui alat
kelamin. Cara pencegahan penularan HIV diantaranya adalah hindari
kontak seksual dengan penderita dan hindari penggunaan jarum suntik
bekas penderita.
7
(a) (b)
Sumber : (a) Waspada.co.id (b) Liputan6.com
Gambar 1.10 (a) Virus HIV, (b) Penderita HIV/AIDS
e. Herpes Genetalis
Penyakit herpes genitalis ditandai dengan timbulnya bintil-bintil berisi
cairan , penyakit ini bisa menyerang alat kelamin, dubur atau mulut yang
biasanya terasa sakit. Penyakit Herpes Genetalia disebabkan oleh Virus
virus Herpes simplex tipe II. Cara pencegahan yang harus dilakukan antara
lain dengan menghindari kontak seksual dengan penderita .
(a) (b)
Sumber: (a) free3d.com (b) amirjuragandenature.hetenablog.com
Gambar 1.13. (a) Virus Herpes simplex, (b) Gejala Penyakit Herpes pada Kulit Terutama pada Alat
Kelamin
f. Prostatitis
Prostatitis adalah penyakit yang ditandai adanya inflamasi pada
kelenjar prostat. Penyakit Prostatitis disebabkan oleh infeksi bakteri
Escherhichia Coli atau non Bakteri. Cara pencegahan Penyakit prostatitis
adalah menghindari aktivitas yang menyebabkan iritasi pada prostat seperti
duduk yang terlalu lama atau dalam jangka waktu yang lama.
8
g. Epididimis
Penyakit ini ditandai dengan terjadinya peradangan pada epididimis (alat
reproduksi pria). Penyakit Epididimis disebabkan oleh iritasi dari zat kimia
dan juga bisa terjadi dari komplikasi prostatektomi atau bisa disebabkan
oleh infeksi Bakteri Coliform dan infeksi jamur Klamidial. Cara pencegahan
penyakit Epididimis adalah menghindari bergonta ganti pasangan seksual.
h. Kanker
Kanker merupakan pertumbuhan abnormal dari suatu sel atau jaringan
sel yang tumbuh dan berkembang tidak terkendali disertai dengan
kecepatan tumbuhnya berlebihan Kanker serviks merupakan kanker yang
berasal dari mulut rahim dan merupakan kanker terbanyak kedua setelah
kanker payudara. Penyakit kanker serviks dan payudara merupakan
penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia pada tahun 2013,
yaitu kanker serviks sebesar 0,08% dan kanker payudara sebesar 0,05%.
Estimasi jumlah kasus kanker serviks di Indonesia diperkirakan sebanyak
98.692 kasus dengan jumlah angka kematian dalam 5 tahun adalah 8,2
kematian per 100.000 peduduk. Berdasarkan prevalensinya, Provinsi D.I.
Yogyakarta memiliki prevalensi terbesar di Indonesia yaitu 0,41%
(Kemenkes RI, 2015).
Banyak wanita yang masih belum mengetahui dan mau melakukan
deteksi dini kanker serviks. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa factor
diantaranya: usia, ekonomi, akses pelayanan kesehatan, pengetahuan,
sikap, dukungan teman dan dukungan suami (Wahyuni, 2013).
9
2. Upaya Pencegahan Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia
Sistem reproduksi pada manusia harus dijaga sebaik-baiknya. Selain
untuk kesehatan, hal ini dilakukan sebagai salah satu cara kita
mengagungkan ciptaan Tuhan. Penyakit pada sistem reproduksi dapat
disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pertama adalah kurang menjaga
kebersihan organ reproduksi. Apabila kebersihan organ reproduksi kurang
dijaga, akan dapat terjangkit oleh penyakit yang disebabkan oleh jamur,
bakteri, atau pun parasit lain.
Beberapa upaya untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang
disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau pun parasit lain, yaitu :
a. Menggunakan celana dalam yang berbahan katun dan bertekstur
lembut. Hindari bahan yang bersifat panas, kurang menyerap
keringat dan berbahan ketat (misalnya jeans).
b. Biasakan membilas dengan bersih organ reproduksi setiap selesai
buang air kecil maupun buang air besar. Selanjutnya, keringkan
sisa air yang masih menempel di kulit dengan menggunakan tisu
atau handuk hingga benar-benar kering. Ini akan dapat mengurangi
risiko terjadinya infeksi oleh jamur pada bagian organ reproduksi.
c. Mengganti celana dalam 2 – 3 kali sehari.
d. Memotong rambut yang ada di daerah organ reproduksi apabila
sudah panjang, karena apabila terlalu panjang akan menjadi sarang
kuman.
e. Bagi kamu yang perempuan, apabila sedang mengalami menstruasi,
gantilah pembalut sesering mungkin. Pada saat aliran darah
banyak, kamu dapat menggantinya minimal 2-3 jam sekali. Darah
yang tertampung pada pembalut dapat menjadi media tumbuhnya
kuman penyebab infeksi.
f. Bagi kamu yang perempuan, hindari menggunakan sabun pembersih
daerah kewanitaan dan pantyliner secara terus menerus.
10
Penggunaan sabun pembersih daerah kewanitaan akan mengubah
pH vagina dan akan membunuh bakteri baik (flora normal)
dalam vagina, yang selanjutnya akan memicu tumbuhnya jamur.
Penggunaan pantyliner secara terus menerus, dapat menyebabkan
daerah kewanitaan menjadi lembap, sehingga memudahkan
terjadinya infeksi bakteri dan jamur, menyebabkan munculnya
jerawat di daerah kewanitaan, dan menyebabkan iritasi pada kulit.
g. Rajin berolahraga dan banyak mengonsumsi buah dan sayur. Selain
bermanfaat bagi kesehatan, juga dapat mencegah terjadinya infeksi
organ reproduksi oleh jamur.
Faktor yang dapat menyebabkan penyakit pada sistem reproduksi
adalah akibat pergaulan bebas dan penggunaan narkoba. Namun, penyakit
pada sistem reproduksi juga dapat disebabkan oleh transfusi darah yang
sudah terinfeksi penyakit atau diturunkan dari orangtua yang sudah
terinfeksi melalui proses kehamilan. Agar kamu dapat mencegah terjadinya
penyakit pada sistem reproduksi yang disebabkan oleh faktor tersebut,
kamu harus dapat menjaga pergaulan dan memilih gaya hidup yang sehat.
Selain itu, gunakan internet secara arif dan bijaksana, dengan tidak
mengakses situs-situs yang menyediakan gambar atau film porno,
yang secara pelan tapi pasti akan mendorong kamu pada pergaulan bebas
yang sangat rentan dengan penularan penyakit seksual.
Hal lain yang dapat kamu lakukan adalah menjauhkan diri dari
penggunaan narkoba, karena ini merupakan cara lainnya yang dapat
menjadikan kamu penderita penyakit seksual. Gunakan waktu luangmu
untuk menyalurkan hobi atau kegiatan yang positif, sehingga kamu dapat
berprestasi dan terhindar dari pergaulan yang tidak sehat.
11
RANGKUMAN
Penyakit pada sistem reproduksi bisa menyerang pria
dan wanita, penyakit ini bisa disebabkan oleh infeksi,
peradangan, kelainan genetic, gangguan hormone,bahkan
kanker. Penyakit yang menyerang sistem re[roduksi ini
berpeluang tinggi untuk menyebabkan masalah kesuburan.
Penyakit yang biasa menyerang organ reproduksi pria
maupun wanita antara lain adalah
1 Keputihan, 2. Gonore (GO) atau Kencing Nanah, 3. Sifilis atau
Raja Singa, 4. HIV/AIDS, 5. Herpes Genetalis, 6. Prostatitis dan
Epididimis.
Adapun beberapa upaya untuk mencegah terjangkitnya
penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau pun
parasit lain, yaitu:
a. Menggunakan celana dalam yang berbahan katun dan
bertekstur lembut.
b. Biasakan membilas dengan bersih organ reproduksi setiap
selesai buang air kecil maupun buang air besar.
c. Mengganti celana dalam 2 – 3 kali sehari.
d. Memotong rambut yang ada di daerah organ reproduksi
apabila sudah panjang.
e. Bagi kamu yang perempuan, apabila sedang mengalami
menstruasi, gantilah pembalut sesering mungkin.
f. Bagi kamu yang perempuan, hindari menggunakan sabun
pembersih daerah kewanitaan dan pantyliner secara terus
menerus.
g. Rajin berolahraga dan banyak mengonsumsi buah dan
sayur.
12
GLOSARIUM
1. Keputihan adalah penyakit yang ditandai keluarnya
cairan kental yang berwarna putih dari alat kelamin
perempuan
2. Gonore adalah penyakit yang disebabkan oleh
bakteri Neisseria gonorrhoeae
3. Sifilis adalah penyakit yang ditandai dengan adanya
luka pada alat kelamin ,pada rectum, pada lidah atau
bibir namun tidak terasa sakit
4. AIDS adalah penyakit yang menyerang sistem
kekebalan tubuh penderita yang semakin melemah
disebabkan oleh Virus HIV (Human Immunedeficiency
Virus).
5. Herpes genitalis adalah penyakit yang ditandai
dengan timbulnya bintil-bintil berisi cairan
6. Prostatitis adalah penyakit yang ditandai adanya
inflamasi pada kelenjar prostat
7. Epididimis adalah penyakit yang disebabkan oleh
iritasi dari zat kimia dan juga bisa terjadi dari
komplikasi prostatektomi atau bisa disebabkan oleh
infeksi Bakteri Coliform dan infeksi jamur Klamidial
13
DAFTAR PUSTAKA
Pusat Kurikulum dan Pembukuan. Balitbang.Kemendikbud .2019 BUku
siswa Ilmu Pengetahuan Alam
Fery Widiyanto,Wigati HadiOmegawati,Hendro Heryanto.2019. Ilmu
Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas IX. PT. Penerbit Intan Pariwara
Link Bahan Ajar
https://drive.google.com/file/d/1YvcV1DJWLR7sQXMn
6E8ALsP7kH2gySV-/view?usp=sharing
14