Oleh :
Apa Itu Client Brief & Creative Brief ? Suranto, S.Pd. M.Sn
Apa Itu Client Brief & Creative Brief?
• Client Brief & Creative Brief adalah sebuah dokumen yang
tersusun dari 1-2 halaman.
• Halaman-halaman ini mendeskripsikan strategi untuk sebuah
proyek dalam bidang kreatif, misalnya kampanye marketing.
• Client Brief & Creative Brief dapat dianalogikan sebagai peta
yang memberikan pedoman bagi tim kreatif agar bisa
mencapai tujuan yang sudah ditentukan.
• Biasanya, Client Brief & Creative Brief dibuat oleh account
manager yang telah berkonsultasi dengan klien sebuah proyek
yang telah disetujui.
Pada dasarnya, sebuah Client Brief & Creative
Brief harus mencantumkan beberapa hal, yaitu:
• brand statement singkat
• gambaran besar tentang latar belakang dan tujuan proyek atau kampanye
tersebut
• tantangan utama yang harus dilalui
• target audiens proyek
• kompetitor utama
• brand value dan posisinya di pasar
• kanal komunikasi yang penting agar proyek bisa berjalan dengan lancar
• Nah, berikut merupakan contoh creative brief.
Menurut NewsCred Insights :
• tujuan membuat Client Brief & Creative Brief adalah untuk menyusun
rancangan proyek atau kampanye marketing yang akan dilakukan agar
mudah dipahami oleh semua orang yang terlibat.
• Sebuah Client Brief & Creative Brief yang disusun rapi akan
mempermudah tim kreatif memahami keseluruhan proyeknya, hingga
audiens yang harus diraih.
• Selain itu, hal ini juga bisa membantu memahami hal-hal apa saja yang
perlu berhasil dilakukan, tujuan utama proyek tersebut, dan pesan apa
yang harus disampaikan dengan proyek itu.
• Membuat Client Brief & Creative Brief bisa membuat komunikasi semakin
efektif dan juga efisien.
Jika dokumen ini disusun dengan baik
• proyekmu bisa terhindar dari perubahan rencana di saat-saat
terakhir, salah paham, dan tujuan yang berselisih dengan
pihak-pihak tertentu.
• Dengan begitu, proyek akhir yang diawali dengan
penyusunan Client Brief & Creative Brief yang rinci akan
menghasilkan output yang berkualitas tinggi.
• Tanpa creative brief, akan sulit untuk sebuah proyek bisa
berjalan dengan lancar, tepat waktu, dan efisien.
Cara Membuat Client Brief & Creative Brief
Berdasarkan penjelasan mengenai aspek-aspek yang harus ada dalam creative
brief, inilah cara membuatnya menurut
1. Tulis latar belakang brand dan proyek
• Bagian ini adalah bagian yang penting dalam Client Brief &
creative brief, karena latar belakang brand dan proyek
merupakan penentu tone brief yang kamu susun.
• Pemahaman tentang visi, misi, motivasi, serta tujuan proyek
dapat dilihat dalam bagian ini.
• Mulailah dengan kurang lebih dua kalimat yang merangkum
misi brand.
• Kemudian, lanjutkan dengan latar belakang dan jelaskan mengapa
proyek ini dijalankan.
2. Masukkan tantangan dan tujuan
• Untuk membuat Client Brief & Creative Brief yang baik, hal yang
selanjutnya harus dilakukan adalah menulis paragraf singkat
tentang tantangan yang perlu dilalui atau diselesaikan proyek
tersebut.
• Tuliskan solusinya sedetail mungkin.
• Jika belum menemukan tantangan spesifik, bagian ini bisa hanya
berisi tujuannya saja.
• Jelaskan parameter apa saja yang harus diraih untuk proyek yang
berhasil.
3. Deskripsikan target audiens
• Penting bagi tim yang menjalankan sebuah proyek untuk
mengetahui orang-orang seperti apa yang menjadi target dari
proyek. Oleh karena itu, hal ini harus dicantumkan juga
dalam creative brief.
• Untuk mendeskripsikannya, kamu harus tahu demografi dasar
seperti umur, usia, tempat tinggal, dan faktor-faktor lain seperti
customer pain point dan motivasi mereka.
• Akan lebih baik jika tim atau klienmu sudah memiliki buyer
persona yang lengkap dan mendetail
4. Ketahui lanskap kompetitif
• Memiliki pengetahuan tentang kompetitor adalah hal yang penting
dalam penyusunan creative brief.
• Data tentang kompetitor bisa digunakan untuk melihat peluang bagi
tim.
• Misalnya, kita bisa mengetahui apa yang belum dicoba oleh pesaing
sehingga hal tersebut bisa dicoba agar menjadi unggul.
5. Buat rencana distribusi
Client Brief & Creative brief
• Ketika proyek yang dilangsungkan sudah dibuat, penting bagi tim untuk
memastikan bahwa hal tersebut tersampaikan dengan baik pada para
audiens.
• Untuk melakukannya, buatlah daftar kanal atau platform terbaik untuk
mengumumkan peluncuran proyek tersebut.
• Agar tepat sasaran, kamu harus benar-benar memahami target audiensmu
dan mengetahui mana tempat-tempat paling tepat agar peluncurannya
maksimal.
• Misalnya, jika targetnya adalah anak muda, akan lebih baik
mempromosikannya di media sosial dibanding media cetak yang lebih disukai
generasi tua.