Nama : Lia Apriyani
NIM : 8690422217
PPG PRAJABATAN BIOLOGI 2022
01.01.2-T4-4-a Demonstrasi Kontekstual - Kontekstualisasi
Pancasila sebagai Entitas dan Identitas Bangsa
Apa relevansi Pancasila sebagai Entitas dan
Identitas Bangsa Indonesia dan perwujudan
Profil Pelajar Pancasila pada Pendidikan
yang Berpihak pada peserta didik dalam
Pendidikan Abad ke-21?
Profil pelajar pancasila merupakan cara untuk
mewujudkan pelajar Indonesia sebagai pelajar
sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global
dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Abad 21 ditandai dengan berkembangnya proses
digitalisasi dalam kehidupan.
Pada ini pendidikan berpihak pada ekosistem kelas yakni
pembelajaran lebih menciptakan lingkungan belajar yang
berpihak kepada siswa, yaitu diantaranya:
·Guru membuat kelas menjadi lebih banyak interaksi
·Guru memberikan perhatian yang sama ke semua siswa
·Guru memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran
·Guru memberikan support pada siswa
·Guru menggunakan media pembelajaran dan praktek di kelas
Bentuk relevansi lainnya yaitu sesuai dengan pernyataan
Ki Hajar Dewantara bahwa :” didiklah anak sesuai dengan
zamannya”. Hal ini sangat relevan dengan bentuk
kurikulum abad 21 yaitu kurikulum merdeka yang focus
utamanya mengembangkan kemampuan peserta didik 4C
yaitu critical thinking, collaboration, communication and
creativity.
Bagaimana mewujudkan Profil
Pelajar Pancasila pada pendidikan
yang berpihak pada peserta didik
dalam pendidikan abad ke-21?
Mengawali dan mengahiri proses pembelajaran dengan berdo’a yang dipimpin
oleh ketua kelas / perwakilan kelas lainnya.
Mengadakan kelas inspiratif yang diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bisa
menstimulus proses pembelajaran yang melibatkan keterampilan berpikir yang
dikemas dalam bentuk video atau cerita inspiratif,
Sharing seputar nasihat dan cerita motivasi yang bisa membangkitkan
semangat para peserta didik
Menanamkan kebiasaan positif seperti gotong royong, menjaga kebersihan,
disiplin waktu saat masuk ke kelas, dan lain-lain.
Pembelajaran yang dapat memicu kreativitas dan budaya kemandirian seperti
dengan kegiatan membatik, study tour ke museum, tugas tentang studi kasus
mengenai fenomena sosial dan lain-lain.