4. Fat{anah
Rasul bersifat fat}anah artinya cerdas, pandai.
Seorang rasul mustahil bersifat baladah artinya bodoh.
Meneladani sifat fat}anah bagi rasul, dengan cara senantiasa belajar yang rajin agar hidup
menjadi cerdas, yaitu cerdas akal dan cerdas nurani.
C. Rasul Ulul ‘Azmi
Ulul ‟Azmi terdiri dari dua kata, yaitu Ulul dan al-„A'zmi. Ulul atau Ulu / Uli artinya
mempunyai atau memiliki. Al-„Azmi artinya teguh atau tekad yang kuat. Ulul „Azmi artinya
memiliki keteguhan/tekad.
Rasul Ulul „Azmi artinya rasul yang memiliki keteguhan atau tekad.
Jadi yang dimaksud Rasul Ulul ‘Azmi yaitu rasul yang memiliki kesabaran dan ketabahan
hati yang luar biasa dalam melaksanakan tugas sucinya. Jumlah rasul Ulul ‘Azmi ada 5 rasul.
Dalam surat al-Ahq{ a>f ayat 35 Allah Swt. berfirman :
Artinya : Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari
rasul-rasul yang telah bersabar.
Lima Rasul Ulul „Azmi :
1. Nabi Nuh a.s.
Nabi Nūh a.s. adalah keturunan kesepuluh dari Nabi Ādam as. Beliau mengajak manusia
agar menyembah Allah dan melarang memperhambakan diri kepada selain Allah. Namun
seruan Nabi Nūh a.s. itu mereka sambut dengan cemooh dan ejekan. Selama 950 tahun
Nabi Nūh a.s. menyiarkan ajaran Allah Swt, Nabi Nuh as dikenal dengan kegigihannya
dalam menyebarkan agama Allah Swt. Tetapi istri dan anaknya yang bernama Kan’ān
menjadi penghalang. Akhirnya Tuhan menurunkan kepada mereka siksaan berupa banjir
besar. Sedikit orang yang selamat. Mereka adalah para pengikut Nūh a.s.
2. Nabi Ibrahim as
Ayah Nabi Ibrāhim a.s. bernama Azar, ia tukang
membuat patung-patung untuk dijadikan
sesembahan. Nabi Ibrāhim a.s. hidup pada masa raja
Namrud yang zalim, musyrik dan kufur. Nabi
Ibrāhim a.s. mengajak Raja Namrud dan kaumnya
agar beriman dan menyembah Allah Swt dan
meninggalkan menyembah berhala.
Kelas V 44 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Dalam menyebarkan agama Allah Swt, Nabi Ibrahim as banyak mendapat tantangan dari
umatnya termasuk ayahnya sendiri. Beliau berani terang-terangan menghancurkan
patung sesembahan Raja Namrud dan kaumnya hingga mendapatkan hukuman bakar.
Karena ketaatan Nabi Ibrāhim a.s.kepada Allah,
maka do’anya dikabulkan.
3. Nabi Musa a.s.
Nabi Mūsā a.s. adalah putra Imrān, keturunan Bani Israil. Ia hidup di masa Raja Fir’aun
yang sangat dzalim, Raja Fir’aun mengaku dirinya sebagai Tuhan. Siapa yang tidak mau
mengakui sebagai tuhan maka akan dibunuh. Nabi Mūsā a.s. berani berda’wah kepada
Raja Fira’un. Nabi Mūsā a.s. juga menyebarkan ajaran Allah Swt. kepada kaum Bani
Israil seraya berdo’a agar diberi kawan yang membantunya. Akhirnya diberilah Harun
saudaranya yang membantu dakwahnya. Do’a Nabi Mūsā a.s. dikabulkan Allah, maka
Nabi Hārūn as diangkat Allah menjadi rasul.
Kesabaran dan ketabahannya diuji tiada henti, membela kaum Bani Israil secara mati-
matian dari kekejaman Fir’aun. Hingga akhirnya Fir’aun mati tenggelam di Laut merah.
4. Nabi Isa a.s.
Nabi Isā a.s. adalah putra Maryam. Dengan kekuasaan Allah Swt., beliau dilahirkan
dengan perantaraan ibu saja. Keajaiban kelahiran ini menjadi ujian kepada manusia,
percaya atau tidak kepada kekuasaan Allah Swt. Nabi Isā a.s. dalam menjalankan
dakwahnya, diancam dan direncanakan untuk dibunuh dengan cara disalib. Namun Allah
Swt. menyelamatkan Nabi Isā a.s. dengan cara diangkat ke langit.
Sedangkan yang terbunuh dan disalib adalah orang yang menyerupai Nabi Isā a.s.
bernama Yahuza (Yudas Iskariot). Allah berfirman dalam Q.S. an-Nisa’: 157
‚... tidaklah mereka membunuh dan menyalib Isa, hanya orang yang diserupakan
Allah dengan Isā as yang tersalib.‛
5. Nabi Muhammad saw.
Ayah Nabi Muhammad saw bernama Abdullah, dan ibunya bernama Siti Aminah. Lahir
di kota Makkah. Beliau dalam menyiarkan agama Allah Swt. banyak menghadapi
tantangan dari tokoh kaum Kafir Quraisy, bahkan keluarganyapun juga menghalangi
da’wahnya. Para pembesar kaum kafir Quraisy berupaya ingin membunuhnya. Tetapi
Nabi Muhammad saw. selalu memaafkan mereka.
Kelas V 45 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
D. Kisah Keteladanan Nabi Muhammad Saw Sebagai Ulul ‘Azmi
Sejak masa kanak-kanak, Nabi Muhammad saw. terkenal tabah, sabar, betanggung
jawab, pekerja keras dan jujur, sehingga diberi julukan “al-Amin” artinya terpercaya. Setelah
diangkat menjadi rasul, beliau tak henti-hentinya berdakwah mengajak umat manusia
menyembah Allah Swt. dan meninggalkan kemusyrikan yaitu penyembahan terhadap berhala.
Dalam menyiarkan agama Allah, Nabi
Muhammad saw. sering dihadang, bahkan diancam
akan dibunuh oleh orang-orang kafir Quraisy. Abu
Jahal dan Abu Lahab adalah orang yang paling
membencinya. Suatu ketika Nabi Muhammad saw
sedang beribadah, Abu Jahal dan komplotannya
datang sengaja mengotorinya dengan najis. Namun
Nabi Muhammad saw. hanya berdo‟a kepada Allah:
“Ya Tuhan kepada Engkau aku menyerahkan kaum
Quraisy”. Do‟a ini berulang-ulang beliau baca.
Dari peristiwa itu, Nabi Muhammad saw. bukanlah sosok manusia pendendam, tidak
membalas kejahatan Abu Jahal dan kawan-kawannya dengan tindakan yang sama, cukup
menyerahkan persoalannya kepada Allah Swt. dan selalu bersikap sabar.
Selain jujur dan pemaaf, Nabi Muhammad saw. sangat menyayangi anak yatim. Nabi pernah
mengatakan: “ Barangsiapa yang memelihara dan mengasuh anak yatim dengan sebaik-
baiknya, kelak mereka akan masuk surga, dan tempatnya berdekatan denganku. Hal ini
diisyaratkan nabi dengan jari telunjuk dan jari tengahnya yang berdekatan dan tidak terhalang
apa pun”. Begitulah kepedulian Nabi Muhammad saw. kepada umatnya.
Rasul terakhir adalah Nabi Muhammad saw., sebagai nabi dan rasul penutup, tidak ada lagi
nabi dan rasul setelahnya, sehingga disebut dengan khatamul anbiya‟ wal mursalin artinya
penutup para nabi dan rasul.
E. Sikap Terpuji Para Rasul dan Ulul ‘Azmi
1. Sikap terpuji para rasul
Sikap terpuji disebut akhlaqul mahmūdah artinya sikap yang baik sesuai aturan agama
Islam. Misalnya jujur (al-amanah), pemaaf (al-‘afwu), tekun (al-khusū’), malu (al-ḥayāu),
bersih (an-naz}afah), pemurah (as-sakhau), sabar (as}-s}abru).
Sikap terpuji para rasul itu dapat dibagi menjadi dua, yaitu sikap terpuji kepada Allah Swt.
sebagai pencipta alam semesta, dan sikap terpuji kepada sesama manusia dan alam sekitar.
Kelas V 46 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Selain itu, para rasul memiliki sikap yang mereka pegang teguh yaitu menyembah hanya
kepada Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa, taat dan patuh hanya kepada Allah Swt.
Para nabi dan rasul itu terpelihara dari segala macam dosa, baik dosa kecil apalagi dosa besar
yang disebut sifat maksum. Tetapi sebagai manusia biasa tidak bebas dari sifat khilaf seperti
yang dilakukan oleh Nabi Ādam a.s. yaitu mendekati pohon larangan Allah akibat godaan
setan.
2. Sikap terpuji para rasul Ulul „Azmi
Allah Swt. berfirman dalam Q.S. al-Ahzab: 7:
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari para nabi dan dari engkau
(Muhammad), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah
mengambil dari mereka perjanjian yang teguh”
3. Meneladani rasul allah dan rasul Ulul „Azmi
Meneladani artinya mencontoh. Meneladani atau mencontoh para rasul dan rasul Ulul ‟Azmi.
Seperti pesan Allah Swt. dalam Q.S. al-Ahqāf: 35 yang ditujukan kepada manusia termasuk
kita, yang artinya: “Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-
rasul yang memiliki keteguhan hati ...”.
Beberapa contoh sifat para rasul Ulul „Azmi, yang
dapat diteladani dalam kehidupan yaitu:
1. Teguh dan sabar dalam belajar,
2. Teguh dan sabar dalam beribadah (s}alat),
3. Teguh dan sabar dalam mengerjakan tugas sekolah,
4. Teguh dan sabar dalam mematuhi orangtua,
5. Teguh dan sabar dalam pergaulan, tidak cepat marah.
6. Teguh dan sabar dalam mematuhi peraturan, baik peraturan di rumah, sekolah, maupun
dilingkungan tempat tinggal,
7. Menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Alllah Swt.
Kelas V 47 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
RASUL ULUL ‘AZMI
Sair lagu : Burung kakak tua
Rasul Ulul ‘Azmi, itu ada lima
Musa, Isa dan Nuh, Ibrahim, Muhammad
Rasul….rasul…. rasul Ulul ‘Azmi
Rasul….rasul…. rasul Ulul ‘Azmi
Rasul….rasul…. rasul Ulul ‘Azmi
Tladan kesabaran
Ayo, Kerjakan soal-soal berikut ini dengan benar !
1. Sebutkan nama-nama rasul Ulul ‘Azmi!
2. Jelaskan yang dimaksud dengan sifat rasul ma’sum !
3. Sebutkan sifat wajib bagi rasul beserta artinya !
4. Sebutkan akhlaqul mahmūdah para rasul Ulul ‘Azmi!
5. Sebutkan sifat para rasul Ulul „Azmi yang dapat diteladani dalam kehidupan!
Kelas V 48 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
3.8 Memahami makna sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
3.9 Memahami makna Ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari.
4.8 Mencontohkan sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari
4.9 Mencontohkan sikap Ikhlas beramal dalam kehidupan sehari-hari.
Kelas V 49 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
A. Mari Hidup Sederhana
Agama Islam yang ajarannya penuh dengan tuntunan akhlaq mulia, mengajarkan agar manusia
senantiasa bersikap wajar atau sederhana. Dan orang-orang yang mampu bersikap wajar atau
sederhana digolongkan dalam hamba Allah yang baik, firman Allah dalam surat al-Furqan: 67
Artinya: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak
berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah
antara yg demikian.”
Menurut al-Qur‟ān, hidup sederhana itu adalah diantara berlebihan dan kikir. Berlebihan
artinya tidak wajar, sedangkan kikir artinya terlampau hemat atau disebut juga pelit. Dalam
menggunakan uang jajan dianjurkan agar tidak berlebihan dan tidak pula kikir. Hidup
sederhana bukan berarti harus miskin, atau tidak punya apa apa.
Membiasakan diri hidup sederhana, baik dalam pembicaraan, tingkah laku maupun dalam
pembelanjaan adalah merupakan sikap hidup yang utama dan menjadi pangkal keselamatan.
Hidup sederhana artinya hidup dalam ukuran atau kadar yang wajar, tidak melebihi dan
tidak mengurangi.
Sikap hidup seorang dalam menghadapi orang lain disebut sederhana adalah apabila dalam
berbicara dan bertingkah laku ia tidak sombong, angkuh dan arogan, tidak menilai diri sendiri
terlalu tinggi, sedang menilai orang lain rendah, remeh, dan tidak ada harganya sama sekali.
Tetapi disamping itu, iapun tidak menilai diri sendiri terlalu rendah, terlalu remeh, terlalu hina,
takut dan merasa diri sendiri tidak ada harganya dalam berhadapan dengan orang lain.
Rasulullah saw bersabda, yang artinya: “Jauhilah gaya hidup bermewahan. Sesungguhnya
hamba-hamba Allah itu bukan orang-orang yang bermewah-mewahan”.
Manfaat hidup sederhana:
Akan mendapat pahala.
Disenangi banyak orang.
Tidak akan ditimpa penyakit resah-gelisah
Dicintai Allah Swt.
Jiwanya tenang
Hidupnya bahagia
Mampu melawan godaan setan yang mendorong hidup boros.
Agama Islam mengajarkan kepada umatnya untuk hidup sederhana, karena sederhana
termasuk akhlak yang terpuji.
Kelas V 50 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Rasulullah saw. bersabda :
|9~iQeã rãp< Sn]päYäZa uF~Qläap hwA÷e |9s oU éæqÊ
Artinya : Bahagialah bagi orang yang mendapat hidayah taat pada ajaran Islam dan
penghidupan sederhana dan menerima (merasa cukup apa adanya)
Orang yang sederhana apabila membelanjakan
hartanya tidak berlebihan dan tidak pula kikir,
serta tidak boros, Allah Swt. berfirman dalam
Q.S. al-Isra’: 27 yang artinya : ‚Sesungguhnya
pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara
syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar
kepada Tuhannya‛.
Ciri-ciri orang yang sederhana adalah :
1. Tidak boros dan tidak kikir.
2. Membelanjakan hartanya sesuai kebutuhan.
3. Tidak mengeluh bila mendapat penderitaan.
4. Selalu bersyukur bila menerima kenikmatan.
5.
B. Mari Ikhlas Beramal
1. Apakah Ikhlas itu ?
Ikhlas secara bahasa berasal dari kata ‚Khalish‛ yang artinya bersih dan tidak dicampuri noda
apapun. Sedang orang yang melakukan perbuatan dengan ikhlas disebut mukhlishan, yaitu
orang yang ikhlas memperjuangkan agamanya hanya untuk Allah semata.
Yang dimaksud dengan ikhlas adalah memurnikan ibadah atau amal shalih hanya untuk Allah
dengan mengharap pahala dari-Nya semata. Jadi dalam beramal hanya mengharap ridha dan
balasan dari Allah (tanpa pamrih), tidak dari manusia atau makhluk-makhluk yang lain.
Rasulullah saw. bersabda yang artinya : ‚Sesungguhnya Allah Swt tidak melihat (menilai)
bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat
(keikhlasan) hatimu‛. (H.R. Muslim).
Ikhlas merupakan buah dan intisari dari iman.
Seseorang dianggap beragama dengan benar jika amal ibadahnya dilaksanakan dengan ikhlas.
Kelas V 51 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Ada beberapa hal yang merusak keikhlasan seseorang yaitu :
a. Riya’.
Riya’ adalah seseorang yang beramal supaya mendapat
pujian orang lain.
Riya’ termasuk dalam perbuatan syirik kecil.
Rasulullah saw. bersabda : "Sesungguhnya hal yang
paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil",
maka para sahabat bertanya: "Apakah syirik kecil itu
wahai Rasulullah? ".
Beliaupun bersabda: "Syirik kecil itu adalah riya. Pada hari kiamat ketika manusia dibalas
dengan amal perbuatannya Allah akan berkata kepada orang-orang yang berbuat riya,
Pergilah kalian kepada apa-apa yang membuat kalian berbuat riya, maka lihatlah apakah
kalian mandapat balasan dari mereka’" (H.R. Ahmad ).
b. Ujub.
Ujub adalah adalah seseorang berbangga diri dengan amal-
amalnya. Para ulama menerangkan bahwa ujub merupakan
sebab terhapusnya pahala seseorang, karena Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa ujub
sebagai hal-hal yang membinasakan. Beliau bersabda yang
artinya: "Hal-hal yang membinasakan ada tiga yaitu:
berbangganya seseorang dengan dirinya, kikir yang dituruti,
dan hawa nafsu yang diikuti"
(H.R. al-Bazzar ).
c. Sum’ah.
Sum’ah adalah adalah seseorang beramal dengan tujuan agar orang lain mendengar
amalnya tersebut lalu memujinya.
Maka bahaya sum’ah sama dengan bahaya riya’ dan pelakunya terancam tidak akan
mendapatkan balasan dari Allah Sw.t, bahkan Allah Swt. akan membuka semua
keburukannya di hadapan manusia.
2. Ikhlas beramal karena Allah
Beramal yaitu melakukan perbuatan baik. Semua perbuatan baik yang dilakukan dengan
ikhlas menurut ajaran Islam akan mendapat pahala.
Allah Swt. berfirman Q.S. al-Bayyinah: 5
Artinya: ‚Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-
Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan
salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus‛
Kelas V 52 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Lurus, berarti jauh dari syirik dan jauh dari kesesatan.
Di dalam ayat di atas dinyatakan: ‚Menyembah Allah dengan ikhlas‛, berarti melakukan
ibadah salat harus dengan ikhlas karena Allah semata.
Apabila beribadah salat dilakukan supaya mendapat pujian dari orang tua atau guru, maka
salatnya tidak termasuk beramal ibadah yang ikhlas. Jadi taat kepada Allah pun harus
dengan ikhlas.
Ciri–ciri orang yang ikhlas:
1. Beramal dengan sungguh-sungguh tanpa mengharapkan pujian dari manusia.
2. Beramal dengan tekun dan rajin semata-mata karena perintah Allah Swt.
3. Tidak memamerkan dan menceritakan amalnya kepada orang lain
4. Tidak pernah mengeluh dalam melaksanakan tugas.
Manfaat dan keutamaan ikhlas:
1. Membuat hidup menjadi tenang dan tenteram
2. Amal ibadahnya akan diterima oleh Allah Swt.
3. Diangkatnya derajat dan martabat oleh Allah Swt.
4. Do‟a kita akan diijabah atau dikabulkan oleh Allah Swt.
5. Dekat dengan pertolongan Allah.
6. Mendapatkan perlindungan dari Allah Swt.
7. Akan mendapatkan naungan dari Allah Swt. di hari kiamat.
8. Dibukanya pintu ampunan dan dihapuskannya dosa serta dijauhkan dari api neraka.
9. Allah Swt. akan memberi hidayah (petunjuk) sehingga tidak tersesat ke jalan yang salah.
10. Mudah dalam memaafkan kesalahan orang lain
Ayo, kerjakan soal-soal berikut ini dengan benar !
1. Sebutkan ciri-ciri orang yang ikhlas !
2. Sebutkan manfaat hidup sederhana!
3. Sebutkan ciri-ciri orang yang sederhana!
4. Sebutkan manfaat dan keutamaan ikhlas!
5. Sebutkan hal-hal yang merusak keikhlasan seseorang !
Kelas V 53 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
3.11 Memahami pelaksanaan salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān.
4.11 Mempraktikkan tatacara salat tarawih dan tadarus al-Qur’ān.
Kelas V 54 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
A. Ṣalat Tarawih
Bulan Ramad{an adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah Swt. Bagi orang
muslim pada bulan Ramad{an diperintahkan untuk memperbanyak mengerjakan amal ibadah
wajib seperti puasa, s{alat farḍu, zakat fitrah dan juga mengerjakan ibadah-ibadah sunah
seperti : s{alat tarawih, s{alat witir, tadarus (membaca al-Qur’an), s{adaqah, infaq dan lain
sebagainya.
1. Apa s{alat tarāwih itu?
Kata tarāwih dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak
dari ‚tarwih}atun‚ yang berarti waktu sesaat untuk
istirahat. Dinamakan demikian karena para sahabat
melaksanakannya dengan beristirahat. Pada saat
istirahat adakalanya diselingi dengan membaca al-
Qur’ān.
S{alat tarawih ialah s{alat sunah yang dilakukan pada setiap malam bulan Ramad{an.
Hukumnya sunah mua’kad yaitu sunah yang diutamakan. Waktunya sesudah s{alat isya’
sampai terbit fajar. S{alat tarawih boleh di rumah, di mus}alla atau di masjid. S{alat tarawih
lebih utama dikerjakan secara berjamaah tetapi juga boleh dikerjakan sendirian (munfarid).
2. Bagaimana cara mengerjakannya?
S{alat tarawih dikerjakan sama seperti salat sunah biasa, yang membedakannya adalah
niatnya. Bilangan s{alat tarawih ada yang mengerjakan 8 rakaat dengan 2 atau 4 salam, ada
yang mengerjakan 20 rakaat dengan 10 salam, lalu ditambah dengan S}alat witir tiga rakaat.
S{alat witir ialah s{alat sunnat yang rakaatnya selalu ganjil.
S{alat witir dikerjakan setiap malam setelah s{alat tarawih, atau sesudah s{alat tahajud. S{alat
witir merupakan penutup s{alat malam. S{alat tarawih dan witir yang kita kerjakan selama
bulan Ramad{an dengan harapan agar memperoleh ampunan dari Allah Swt.
Bilangan rakaatnya gasal (ganjil) boleh 1 atau 3, 5, 7, 9 dan 11 rakaat. Nabi saw. pernah
bersabda: ‚Sesungguhnya Allah itu witir (Esa) dan suka kepada witir, maka salat witirlah
wahai ahli Quran‛.
Walaupun s{alat tarawih boleh dilaksanakan sendirian, namun kaum muslimin lebih senang
melaksanakannya dengan berjamaah. Apabila berjamaah, manfaatnya tentu lebih baik
daripada sendirian. Memperoleh pahala 27 derajat, dan lebih mensyiarkan Islam serta
memupuk rasa persaudaraan dan persatuan sesama umat Islam.
Rasulullah saw. menganjurkan kepada kaum muslimin untuk menghidupkan malam-malam
bulan Ramad}ān dengan memperbanyak qiyamul-lail artinya bangun di malam hari
melakukan ibadah, seperti s}alat sunat, membaca al-Qur’ān, berẓikir, membaca buku-buku
yang bermanfaat.
Kelas V 55 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Rasulullah bersabda :
Äu~fQ_Z&iÅ uçm:oih9^%äiue=ZUäæäB&1ãpämäj}ãläNi<hä]oi
Artinya : Barang siapa yang mendirikan (s{alat sunnah) pada malam bulan Ramad{an karena
iman dan mengharap pahala (Allah) maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya
yang telah lalu. (Muttafaqun ‘alaihi).
3. Apa keutamaan salat tarāwih?
Keutamaan s{alat tarāwih sebagai berikut:
1. Dapat menambah ketaatan kepada Allah Swt.
2. Allah Swt. mengampuni dosa-dosanya.
3. Pahala ibadah ditulis seperti salat satu malam penuh.
4. Mempererat silaturahim sesama kaum muslimin.
B. Tadarus Al-Qur’an
1. Apakah tadarus itu?
Kitab suci umat Islam adalah al-Qur’an, yang
wajib dihormati dengan cara antara lain
membaca dan mempelajari isi kandungannya.
Tadarus berasal dari kata ‚darasa‚ yang artinya
mempelajari, meneliti, menelaah, dan
mengambil pelajaran.
Tadarus al-Qur’ān berarti mempelajari al-Qur’ān.
Tadarus al-Qur’an adalah membaca al-Qur’an dengan tartil dan menghayati isi
kandungannya. Tartil berarti membaca al-Qur'an secara perlahan dengan tajwid dan
makhraj yang jelas dan benar.
Tadarus dapat dilaksanakan sendiri-sendiri atau dengan cara bergantian yang satu membaca
yang lain menyimak.
Dengan tadarus diharapkan terbina kebiasaan membaca al-Qur’an. Bukan hanya di bulan
Ramad{an tetapi juga pada bulan-bulan lain.
Pada masa Nabi Muhammad saw. kegiatan tadarus al-Qur’an dilakukan dengan berbagai
cara. Ada sekadar membaca hingga khatam, ada yang menghafalnya, dan ada pula yang
mempelajari isi kandungannya. Setiap bulan Ramad}an malaikat Jibril selalu turun untuk
menyimak tadarus nabi dan memperbaiki bila ada kesalahan.
Kelas V 56 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
2. Bagaimana tata cara tadarus yang baik?
Membaca al-Qur’ān hendaklah memperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut:
a. Ketika akan membaca al-Qur’ān hendaklah berwudu lebih dahulu
b. Mengawalinya dengan membaca ta’awuż dan basmalah.
c. Di tempat yang bersih
d. Berbusana bersih dan menutup aurat dengan rapi
e. Dianjurkan menghadap kiblat
f. Membaca al-Qur’ān dengan tenang dan tidak tergesa-gesa (tartil)
g. Membaca dengan suara sedang
h. Tidak berbicara dan bersenda gurau (bercanda).
i. Membaca al-Qur’an diakhiri dengan bacaan tas}diq (sadaqallahul ‘azim)
Tadārus al-Qur’ān sebaiknya dibimbing oleh orang yang sudah mahir membaca al-Qur’ān,
supaya bacaannya dapat ditingkatkan melalui bimbingannya.
Membaca al-Qur’ān tidak sama seperti membaca kitab ataupun buku lainnya.
3. Apa manfaat tadarus?
Manfaat tadārus al-Qur’ān antara lain :
a.Mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah Swt.
b.Memperoleh kasih sayang dan kebaikan dari Allah Swt.
c.Hati akan tenang
d.Obat hati bagi yang sedang susah
e.Menumbuhkan kecintaan kepada al-Qur’ān
f. Memperlancar membaca al-Qur’ān
g.Terlatih membaca dan mencintai al-Qur’ān
h.Memperoleh ilmu tentang al-Qur’ān
i. Memberi syafaat bagi yang membacanya pada hari kiamat.
Tadarus al-Qur’ān utama pada bulan Ramad}an, semua amal kebaikan pahalanya
dilipatgandakan. Bulan diturunkannya al-Qur’ān, sebagaimana frman Allah Swt. dalam
Q.S. al-Baqarah: 185.
Artinya :
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan
mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”.
Kelas V 57 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
AMALAN RAMADAN
Sair lagu : Lihat kebunku
Bulan Ramadan, bulan penuh berkah
Tarwih tadarus sodaqoh dan infaq
Jangan tinggalkan ibadah I’tikaf
Mari kerjakan dengan penuh ikhlas
Ayo, kerjakan soal-soal berikut ini dengan benar !
1. Kapan waktu mengerjakan salat tarawih ?
2. Sebutkan manfaat tadarus al-Qur’an !
3. Apakah yang disebut salat tarawih ?
4. Sebutkan keutamaan mengerjakan s}alat tarawih!
5. Sebutkan tata cara tadarus yang baik !
Kelas V 58 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
3.17 Memahami kisah keteladanan Luqman sebagaimana terdapat dalam al-
Qur’ān.
4.17 Menceritakan kisah keteladanan Luqman sebagaimana terdapat dalam al-
Qur’ān.
Kelas V 59 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
A. Siapakah Luqman ?
Luqmān adalah hamba Allah yang ṣaleh.
Beliau bukan nabi, bukan pula rasul, namun kisah hidupnya diabadikan dalam al-Quran karena
penuh hikmah. Beliau menjadi seorang ayah pilihan Allah.
Dia berkebangsaan Habsyi berasal dari kota Sudan.
Pekerjaannya sebagai tukang kayu, tubuhnya pendek,
dia memiliki kekuatan dan mendapat hikmah dari
Allah, sehingga nasihat yang disampaikan kepada
anaknya diabadikan dalam al-Qur‟ān. Luqman al-
Hakim (ahli hikmah) adalah orang yang disebut dalam
al-Qur‟an surah Luqman :12-19
Luqmān adalah anak dari Bau‟ra bin Nahur bin Tareh, dan Tareh bin Nahur merupakan nama
dari Azar ayah nabi Ibrahim a.s.. Luqmān hidup selama 1.000 tahun. Ia menjadi guru Nabi
Dāwūd a.s. sebelum diangkat menjadi nabi. Pekerjaan Luqmān pada awalnya adalah tukang
kayu, tukang jahit dan juga menggembala domba. Ia kemudian diangkat menjadi qadhi
(hakim). Luqmān menikah dan dikaruniai banyak anak, akan tetapi semua anaknya meninggal
dunia ketika masih kecil. Semua itu ia terima dengan ikhlas, karena ia yakin dan sadar bahwa
semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah Swt.
B. Luqman Banyak Bersyukur
Syukur adalah berterima kasih kepada Allah Swt. atas segala nikmat yang diberikan-Nya
kepada kita. Sebagaimana yang difirmankan Allah Swt. dalam Q.S. Luqman : 12
Artinya : ‚ Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu:
"Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah),
maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak
bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
Kelas V 60 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Bersyukur kepada Allah Swt. dengan mengucapkan
tahmid, bunyi bacaan tahmid yaitu Alhamdulillahi rabbil
„alamin, yang artinya “segala puji bagi Allah tuhan
semesta alam”.
Mensyukuri nikmat rizqi karunia Allah dengan cara
membelanjakan harta di jalan Allah, contohnya untuk
berinfaq, sadaqah, dan untuk dikeluarkan zakatnya.
Mensyukuri nikmat jasmani dengan menggunakan
anggota tubuh kita untuk menjalankan perintah Allah Swt.
dan meninggalkan larangan Allah Swt.
Contohnya mengerjakan salat, mengaji, mencari ilmu dan lainya.
Pelajaran yang dapat diambil dari Q.S. Luqmān: 12 tersebut ialah:
a. Luqmān adalah seorang hamba Allah yang telah dianugerahi-Nya hikmat, yaitu selalu
bersyukur. Luqmān selalu bersyukur atas nikmat yang ia peroleh.
b. Allah berfirman bahwa “Barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya
ia bersyukur untuk dirinya sendiri”. Syukur adalah berterima kasih kepada Allah Swt. atas
segala nikmat yang diberikan-Nya kepada kita. Seperti tubuh yang sempurna, dapat melihat,
mendengar, berbicara, berjalan, meraba dan merasa. Kita dapat makan dan minum, memilki
tempat tinggal, pakaian, dapat belajar, serta memiliki iman Islam.
c. Allah Swt. telah menganugerahi Luqmān ketaatan beribadah kepada Allah Swt., memiliki
perasaan halus, akal pikiran dan pengetahuan luas.
C. Nasihat Luqman Kepada Anaknya
1. Jangan musyrik atau menyekutukan Allah.
Allah Swt. berfirman dalam Q.S. Luqman : 13
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqmān berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi
pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah)
sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang
besar”
Kelas V 61 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Apa arti mempersekutukan Allah?
Mempersekutukan artinya menyerupakan sesuatu dengan Allah Swt. Misalnya menjadikan
matahari sebagai Tuhan lalu disembah.
Membuat batu atau patung sebagai Tuhan lalu disembah. Menjadikan kayu besar sebagai
Tuhan lalu dipuja-puja dan disembah.
Janganlah menyamakan Allah Swt. dengan sesuatu apa
pun, karena sehebat apapun manusia, matahari, apalagi
patung, tidak akan bisa menyamai Allah Swt. sebagai
pencipta alam semesta dan sebagai pemberi nikmat dan
karunia. Perbuatan musyrik termasuk dosa besar.
Barangsiapa ingkar kepada Allah Swt. maka orang
tersebut telah berbuat kez}aliman yang besar.
Z}alim ialah kejam, bengis, aniaya, dan tidak menaruh kasih sayang.
2. Jangan angkuh dan sombong
Allah Swt. berfirman dalam Q.S. Luqman : 18 yang artinya : ‚Dan janganlah kamu
memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di
muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
sombong lagi membanggakan diri‛ .
Ciri-ciri sikap angkuh dan sombong menurut ayat di atas:
• Memalingkan muka dari manusia (karena sombong)
• Berjalan di muka bumi dengan angkuh
• Membanggakan diri sendiri.
Luqmān mengajarkan kepada anaknya untuk berperilaku rendah hati, tidak angkuh dan
sombong. Misalnya bertemu teman mengucapkan salam.
Jangan acuh tak acuh terhadap orang lain, angkuh, dan merasa hebat sendiri. Misalnya
merasa paling cakap, paling ganteng, paling kaya, paling pintar, paling hebat. Kalau berjalan
dengan melenggang lenggok yang dibuat-buat, memuji diri sendiri dan sebagainya.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang angkuh dan sombong lagi
membanggakan diri.
3. Hendaklah berbuat kebajikan
Allah Swt. berfirman dalam Q.S. Luqman : 17
Artinya:“Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan
cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa
yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang
diwajibkan (oleh Allah)”.
Kelas V 62 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
S{alat
Dirikanlah s}alat wajib maupun s}alat sunat. S}alat adalah tiang agama (Islam). Barangsiapa
yang menegakkan salat berarti menegakkan agama, dan barangsiapa yang tidak
menegakkan salat berarti ia telah meruntuhkan agama.
Hindari perbuatan buruk (mungkar).
Misalnya:
1. Syirik atau menyekutukan Allah,
2. Membenci kedua orangtua,
3. Membenci bapak dan ibu guru,
4. Berkelahi,
5. Mencuri,
6. Berkata kasar dan kotor.
Hendaklah selalu bersikap sabar yaitu sabar mengerjakan yang baik dan sabar
menghindari yang buruk.
Ayo, kerjakan soal-soal berikut ini dengan benar !
1. Bagaimana cara mensyukuri nikmat jasmani ?
2. Sebutkan ciri-ciri sikap angkuh dan sombong menurut Q.S. Luqman : 18 !
3. Sebutkan nasehat Lukman Hakim kepada anaknya!
4. Sebutkan ciri-ciri orang yang angkuh !
5. Berilah contoh yang termasuk perbuatan syirik!
Kelas V 63 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti
Daftar Pustaka
Abul Hasan Ali Al Mawardi,1993, Mutiara Akhlak al Karimah, Jakarta, Pustaka
Amani
Afif Muhammad, 2002, Tafsir Al-Qur‟an untuk anak-anak, Bandung, Mizan
A Hasan, 1996, Bulughul Maram, Bandung, CV Diponegoro
Ahmad Hatta, DR, 2011, Tafsir Qur‟an perkata, Jakarta, Maghfirah
Departemen Pendidikan Nasional, 2007, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Tingkat SD, Jakarta, BSNP
Departemen Agama RI,1995, Al Qur‟an dan Terjemahnya, Jakarta, Depag RI
Imam Zarkasyi KH,1995,Pelajaran Tajwid, Ponorogo, Trimurti Press.
Feisal Ghozaly dan Achmad Buchori Ismail, 2017., Pendidikan Agama Islam dan
Budi Pekerti : buku guru kelas 5/ Edisi Revisi. Jakarta : Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
Feisal Ghozaly dan Achmad Buchori Ismail, 2017, Pendidikan Agama Islam dan
Budi Pekerti: buku siswa kelas 5/ Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
MD Dahlan, H Drs, M Ali Usman KH, 1976, Hadits Qudsi-Pola pembinaan akhlaq
muslim, Bandung, CV Diponegoro
M Ebrahim Khan,2003,Kisah-Kisah Teladan, Yogyakarta, Mitra Pustaka
Muhammad Nashiruddin Al-Bani,2005, Sifat Shalat Nabi, Jakarta, Akbar Media Eka
Sarana
Mu‟ammal Hamidy, KH, 2009, Tuntunan Dzikir dan Do‟a, Surabaya : Hikmah Press
Nursalim, S.Pd.MH, 2005, Modul Pendidikan Karakter, Kediri, Un.Nusantara Kediri
Salim Bahreisy, 1987, Tarjamah Riadhus Shalihin II, Bandung, PT. Al ma‟arif.
Sayid Sabiq,1999, Aqidah Islam, pola hidup manusia beriman, Bandung, Diponegoro
Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri,2010, Sirah Nabawiyah,Jakarta, Pustaka
Alkautsar
Tengku Muhammad Hasbi Ashiddieqy,1997, Pedoman Shalat, Semarang, Pustaka
Rizki Putra
Yudho P, 1996, Kisah 25 Nabi dan Rasul untuk anak-anak, Bandung : Mizan.
Kelas V 64 Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti