ZINE VOL. 3
TIMEL NE
FINDING YOUR OWN TIME
Puisi Prosa Cerpen Fotografi
Events Bundle
CONTENTSTable of
01 SALAM REDAKSI
02 Fotografi
02 Tetap Membumi dan Mengingat
03 Di Bawah Pohon
04 Puisi
04 Waktu untuk Bersua
05 Timeline
06 Prosa
06 Potret
07 Cerpen
07 Aku, Kamu, dan Rasa yang Tak
Sempat Terucapkan
11 Dua Minggu Sebelum Kematianku
17 Waktu dan Atmaku
21 EVENTS BUNDLE
28 EDITOR CHOICE
29 THANKS TO
SALAM REDAKSI
SALAM REDAKSI
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terbitnya Zine
vol. 3: Timeline (Finding Your Own Time). Terima kasih kepada
seluruh tim Psychoworld atas kerja keras dan semangatnya, seluruh
contributor atas karya-karyanya yang luar biasa, serta untuk para
pembaca yang telah meluangkan waktu untuk membaca Zine ini.
Zine vol. 3: Timeline (Finding Your Own Time) merupakan sebuah
majalah yang diterbitkan oleh Psychoworld untuk berbagi karya
sastra dan ilustrasi indah, yang sayang jika hanya dinikmati
seorang diri.
Pada Zine vol. 3 ini, kami menyajikan majalah versi online dan
cetak. Selain itu, pada volume ke-3 ini kami mengangkat sebuah
tema yang bersifat abstrak, yaitu “Timeline: Finding Your Own
Time”. Hal ini sejalan dengan pandangan Gordon Allport bahwa
manusia adalah eksistensi yang unik. Allport menekankan bahwa
manusia berkembang dan menyesuaikan diri dengan jalannya
masing-masing.
Mengacu pada sebuah timeline, Ashley Ormon mengatakan bahwa,
“You can’t make up for lost time. You can only do better in the
future”. Sehingga dengan terbitnya Zine vol. 3: Timeline (Finding
Your Own Time) ini, kami berharap agar kita dapat saling
berproses dan kolaborasi bersama untuk menemukan jati diri kita
masing-masing.
Selamat menikmati!
Ketua Pelaksana,
Nadyana Izzah Putri P.
01
FOTOGRAFI
TETAP MEMBUMI DAN
MENGINGAT
Oleh: Ananda Putri Safitri
Terik tidak menyurutkan lelaki dan perempuan Bali
melakukan sembahyang Tumpek Landep. Ini
melambangkan rasa syukur kepada Sang Hyang Widi Wasa
atas kasihnya memberikan ketajaman pemikiran pada
manusia layaknya senjata yang runcing seperti keris. Ritual
sakral ini mengajarkan umat Hindu bahwa setiap benda
logam yang ada di bumi dapat dipergunakan dan
dimanfaatkan dengan baik untuk kehidupan sehari-hari.
02
FOTOGRAFI
DI BAWAH POHON
OLEH: DAVIN VALVA DIAZ
Ada seseorang berteduh di bawah pohon waktu itu. Dia
hanya ingin berteduh saja, menghindari terik matahari.
Sembari duduk, ia memikirkan tugas kuliahnya yang
belum sempat diselesaikan. Kemudian, sepoi-sepoi angin
berhembus mendinginkan suasana hati dan pikirannya
seraya melihat keatas terlintas di pikirannya, "ooh iya,
perubahan bisa diawali dengan duduk manis di bawah
pohon. Semoga bukan apel yang jatuh, aku ingin
semangka”.
03
PUISI WAKTU UNTUK BERSUA
Oleh: Nadiyatul Mahmudah
Entahlah, kita ini manusia macam apa
Yang terlihat tanpa luka padahal kepergian di depan mata
Kita saling menutupi luka masing-masing untuk setiap kenangan yang
kita cipta
Tentang suka cita atau lara nantinya, kita memilih melupakannya begitu
saja
Jika saja aku dapat menyatakan rasa yang ada
Aku sakit mengingat setiap kenangan yang begitu singkat
Kenapa mesti ada kepergian di saat kita telah terpaut?
Jika diperbolehkan, aku akan menggenggamnya dengan erat
Namun, memang begitulah adanya
Kita tidak dapat melawan takdir Yang Maha Kuasa
Aku dengan mimpi-mimpiku
Dan kau dengan tujuanmu
Kita melangkah bersama di tempat yang berbeda
Kita taklukkan waktu agar lekas bersua
1460 hari kita akan saling menunggu
Akan selalu kusimpan 365 mawar merah pemberianmu
Begitu pun bunga terakhir kali ini
Kita pasti akan bersua kembali
Semoga Tuhan menghendaki
Doa penuh harap memenuhi langit malam ini
Riuhnya hujan yang berirama syahdu seperti ikut andil merayakan sesak
saat ini
Selamat tinggal kenangan manis yang tak terlupa
Selamat tinggal kita yang pernah berbahagia
Selamat bersua kembali di hari terbaik nantinya
04
PUISI
TIMELINE
Oleh: Ayu Nirma
Di kegelapan malam
Ribuan kata maaf berhamburan
Rasa sesal terus berdatangan
Kapan?
Kapan balasan dapat engkau berikan?
Dengan lemah tubuh ini menunggu
Tak kuasa menahan rindu
Meskipun terhalang garis waktu
Berharap raga ini dapat bertemu
0055
PROSA POTRET
Oleh: Ananda Putri Safitri
Kutemukan sebuah album foto bergaya lama
Terselip di antara buku-buku sekolah dulu
Tersimpan dalam kabinet jati peninggalan nenek
Agak ringkih memang
Plastik yang melapisi foto-foto lama bapak, ibu, kakak, dan aku melekat terlalu rekat
Saat kulonggarkan, kulit luar kertas foto terkupas dan menempel erat pada plastik itu
Agak menyesal rasanya kukoyak foto bapak
Bila dihitung-hitung,
Genap sudah satu dekade kepergian bapak
Potret kecilnya yang cukup usil mengundang senyum kecilku
Di lembar berikutnya, foto kala bapak masih bujang
Makin digulir, nampak garis waktu kehidupan keluarga kami
Potret kebersamaan bapak dengan ibu, kehadiran kakak, dan kehadiranku
Rupanya bapak sungguh menikmati hidup
Matanya yang melengkung ke bawah sudah cukup menunjukkannya
Terlintas obrolan dalamku dengan bapak
Kala itu, kami berbincang di beranda sambil menatap gemintang
Bapak melempar pertanyaan yang membuatku berpikir keras
"Menurut kamu nduk, mana yang lebih sakit? Mati kemudian dikubur atau mengubur
orang yang dicintai?"
Aku terdiam cukup lama,
Mengubah posisi duduk dan mengalihkan pandang ke bapak
Kupandang lekat manusia yang kuhormati itu,
Beberapa bagian tubuhnya tampak kisut
Fakta itu cukup menamparku, rupanya bapak sudah melewati paruh abad
Bapak membuyarkan diamku, ia tersenyum kecil
"Kenapa malah melihat bapak, Nduk? Bapak rupawan yaa mirip lelaki
yang kamu taksir itu hehe...."
"Bapak ihhh...."
Bapak hanya terbahak keras sembari menggelitik pinggang kurusku
Lalu, mengajak masuk ke dalam
"Ayo, Nduk, masuk, dingin. Nanti kamu masuk angin," ucapnya
sembari menggosok lengan kedinginan
Aku tersenyum lalu masuk
Kini kutahu jawabannya
Mengubur orang yang dicintai
06
CERITA PENDEK
AKU, KAMU, DAN RASA YANG
TAK SEMPAT TERUCAPKAN
Oleh: Fanno Kleden
Kita masih seperti dulu. Tak ada ubahnya untuk berubah. Aku
yang dari dulu senantiasa mencintaimu dan kamu yang dari
dulu tidak mengetahui rasaku itu. Entahlah. Tetapi, semenjak
kebersaman masa SMP kita telah usai, rasa ini tetap saja
membara dan senantiasa merekah. Mungkin dapat kukatakan
bahwa rasa ini selamanya hanya untukmu. Aku berharap kelak
kita akan dipertemukan kembali dan di saat itulah aku akan
dengan berani mengutarakan perihal sebuah rasa yang telah
lama kupendam.
***
Aurelia. Ya, itulah nama dari seorang gadis yang wajahnya
masih terus terlintas di benakku. Ketahuilah hanya dengan
menyebut namamu saja, aku mampu dibuat senyum-senyum
sendiri dalam waktu yang cukup lama. Ini sungguh kenyataan.
Pernah aku dibuat tak mampu tidur hanya karena terus
memikirkannya.
Namaku Doni. Mengenai Aurelia, dia adalah teman dekatku. Dia
juga adalah cinta pertamaku. Sejak awal mengenalnya, hasrat
untuk memilikinya sudah ada. Meskipun demikian, aku sama
sekali tidak berani mengungkapkannya. Aku takut dia menolak.
Seorang tiba-tiba menepuk pundakku dari belakang. Aku masih
dalam lamunan, tak menanggapi tepukannya itu. Kali ini
pinggulku malah dicubit dan akhirnya lamunanku tadi dibuat
buyar juga. Aku menoleh ke belakang hendak menanggapi orang
yang telah mengusir pergi segala lamunanku tadi.
07
CERITA PENDEK Lelaki itu tersenyum lalu mengulurkan
tangannya sambil menyebut namanya. Aku
Aku dibuat kaget. Aku mati kutu. Tak pun ikut melakukan demikian. Aurelia
kusangka ternyata dialah yang telah kemudian meminta nomor hp dan juga
membuyarkan lamunanku tadi. Gadis yang alamat tempat tinggalku. Aku lantas
selama ini kucintai diam-diam, tiba-tiba memberikan kepadanya. Aku sempat
muncul di hadapanku. Apakah ini hanya bertanya di mana ia berkuliah. Katanya ia
sebuah imajinasi belaka karena memang berkuliah di universitas lain, tapi jaraknya
aku senantiasa berharap untuk bisa tidak tergolong begitu jauh dengan
bertemu dengan dia lagi? Atau mungkinkah universitas ini. Mereka akhirnya pamit dan
Tuhan telah mendengar doaku untuk pergi meninggalkanku. Aku tak tahu hendak
mempertemukan kami kembali? ke mana mereka berangkat. Yang pasti, aku
tak bisa menyangkal saat melihat sorot
"Hai???” Tangannya melambai-lambai di mata mereka yang penuh dengan
depan wajahku. kebahagian akan satu sama lain.
“Ternyata kamu masih seperti yang dulu.
Kebisaannya melamun terus”. Ia tertawa "So as long as I love you…” lagu Shane
dan kemudian mengakhiri tawanya dengan Filan-Beautiful in White bergetar di saku
sebuah senyuman. Senyuman manis celanaku. Ada pesan masuk dari nomor tak
disertai lesung pipi yang membuatku sulit dikenal.
untuk memalingkan wajah ke arah lain.
“Doni… Sumpah aku kangen kamu. Aku kira
Aku ikut tersenyum. Ternyata ini bukan kamu sudah mati. Hehehe… Ini cuma
mimpi. gurauan, kok. Nanti kapan-kapan kita
“Apa kamu juga kuliah di sini?” tanyaku, telponan ya… Kalo ada waktu aku akan
membuka suara yang sedari tadi belum ku mampir ke kosmu. Kamu juga, ya, jangan
keluarkan. lupa mampir ke kosku. Nih, alamatnya Jl.
“Oh, tidak. Aku hanya mengantarkan Gading Perumahan No. 23 Malang.” ~Rel
temanku saja,” sambil memalingkan wajah
ke seorang lelaki. Ia kemudian melanjutkan, Aku tersenyum penuh kegetiran. Ada
“ya bisa juga dibilang pacar”. sebongkah kesedihan di wajahku. Aurelia,
akupun juga merindukanmu. Ketahuilah
Batinku seakan tertikam. Perih mendengar hari ini adalah hari yang menyedihkan
apa yang ia katakan barusan. Aku tak buatku. Tetapi seberapa sedihnya hatiku,
menyangka ia telah memiliki seorang aku tetap akan berusaha bahagia. Karena
kekasih. bagiku, bahagiamu adalah bahagiaku juga.
“Romi…” ujarnya memanggil lelaki yang ia
katakan pacarnya tadi. Lelaki itu kemudian
menghampiri kami.
“Ini temanku Doni yang pernah kuceritakan
itu,” Aurelia memperkenalkan aku kepada
pacarnya.
08
CERITA PENDEK 09
... lanjutan bagian sebelumnya Kita jalan bersama memecah keramaian kota
Malang. Kita sepertinya kembali ke waktu yang
Aku sedang asyik duduk menyendiri dulu. Aku ingat itu. Tak ada sekat di antara kita.
di kamar kosku. Mengerjakan tugas Kita senantiasa bersama. Ke mana pun kamu
sambil mendengarkan beberapa lagu pergi, aku pasti ada di sampingmu, Aurelia. Aku
EDM kesukaanku. Sederhana tapi tak akan lupa masa-masa itu.
mampu mengundang kenyamanan.
Ada seorang yang mengetuk pintu, Aku merangkul tanganmu lalu menggenggamnya
memanggilku untuk keluar. Ternyata dengan kuat. Aku tak akan melepaskanmu.
itu ibu kos. Katanya ada seorang Perasaanku hanya untukmu dan asal kamu tahu
perempuan di luar. Cantik lagi, saja, aku bahagia saat bersamamu.
tambahnya. Aku hanya tersenyum “Kita sudah sampai. Ini tempatnya”. Kau
ketika ia menanyakan apakah itu membawaku ke sebuah taman. Sungguh
sang pujaan hati. kukatakan bahwa taman ini begitu indah.
“Taman yang sungguh indah. Aku baru pertama
Aku beranjak keluar dan ternyata kali melihatnya,” kau lantas tersenyum.
kamu sesuai dengan dugaanku. Aku “Itu karena kamu terlalu betah di kos,” ujarmu
tak mengira kamu begitu sering menyindir tingkah lakuku yang bagimu tampak
datang ke sini untuk mampir begitu meresahkan.
menemuiku. Jika kamu belum
berpacaran, aku akan dengan sangat Kita kemudian menyusuri taman ini. Lalu, aku
bahagia menyambut kedatanganmu. mengeluarkan nikon D7500 kesayanganku.
Tapi ini lain. Kemunculanmu di sini Mengambil gambar adalah hobiku sejak kecil.
malah menambah sesak di hatiku. Karena itulah, jika berjalan keluar, aku selalu
Ternyata kedatanganmu hendak membiasakan diri membawa kamera. Kali ini
mengajak aku 'tuk jalan keluar. Aku sudah jelas objek yang akan kuambil, ialah kamu
hanya heran kenapa harus aku, bersama pemandangan taman yang begitu indah
bukannya Romi, pacarmu, yang ini.
semestinya kamu ajak jalan-jalan. Kamera telah kusorot. Fokus. Dan. Jepret.
Apalagi ini hari Minggu. Waktu yang
tepat untuk berduaan bersama Gambar sudah kuambil dan seperti yang sudah
pacar. Jujur, sebenarnya aku hendak
menolak ajakanmu, tetapi tidak bisa. kuduga. Apa pun posemu, kamu tetap saja terlihat
Aku lemah di hadapanmu. Aku tak
bisa mengelak saat melihat senyum
manismu yang penuh dengan
kepolosan.
cantik di dalam kamera ini. 09
CERITA PENDEK
Di taman ini, kita banyak bercerita tentang Dua jam.
segala kenangan yang dilalui bersama pada
masa SMP. Kenangan-kenangan yang ada Kamu belum datang juga. Apa yang telah
itu pun membuat kita hanyut dalam tawa. terjadi. Apa kamu ingin bermain-main? Aku
Tak sadar hari sudah menjenguk malam. mulai marah. Aku menyalakan ponselku
Sudah saatnya kita untuk pulang. Aku lalu hendak menghubungimu. Tidak aktif. Apa
mengantarmu pulang ke tempat kostanmu. yang terjadi? Kali ini ketakutan terbayang
Sungguh, ini merupakan pengalaman yang di wajahku. Ada apa denganmu? Aku takut
indah buatku. Sebab sudah lama sekali kita kamu kenapa-napa. Banyak orang tiba-tiba
tak melakukan ini bersama. Entah berlari menuju jalan. Katanya ada
mengapa, Aurelia, sungguh aku tak mampu kecelakaan. Aku pun ke sana hendak
mengelabui perihal rasa yang kumiliki ini. melihat langsung apa yang terjadi. Aku
Sekalipun kamu telah memiliki seorang membelah kerumunan banyak orang.
kekasih, aku tetap mencintaimu. Aku akan “Tidak….” Ternyata kamulah yang
berjuang untuk mendapatkanmu dan kelak mengalami kecelakaan.
kamu akan sepenuhnya menjadi milikku.
Kamu masih bernafas. Aku hendak
Penantian panjang agar dirimu segera menggendongmu untuk membawa kamu ke
putus dengan Romi akhirnya tecapai juga. rumah sakit. Tetapi, kamu tiba-tiba
Ternyata penyebab kalian bisa putus tersenyum.
dikarenakan ulah Romi sendiri yang
ternyata adalah seorang playboy. Ia “Doni… Maaf. Aku mencintaimu.” Nafasmu
berhenti. Kamu telah tiada.
berhasil dipergoki oleh Aurelia sendiri saat
sedang berdua dengan perempuan lain. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku
Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. mencintaimu selalu, Aurelia. Sampai kapan
Sebelum pria lain yang mendapatkanmu, pun itu, rasaku hanya untukmu.
aku harus lebih dahulu masuk agar bisa
menjadi pemilik hatimu. Aku lalu Aku mendekatkan wajahku pada wajahmu.
memintamu untuk duduk berdua di sebuah Aku meraih keningmu.
taman. Aurelia, aku telah menyiapkan
semuanya.
Cup. Tanda ciuman perpisahan.
Aku sengaja datang lebih awal untuk
mempersiapkan segalanya demi ***
menyambut kedatanganmu. Kutata dengan
rapi segala pernak-pernik cinta yang telah
kusiapkan. Kesannya supaya terlihat lebih
romantis.
“Beres. Sudah selesai. Tinggal menunggu
kedatanganmu saja”.
Setengah jam.
Satu jam.
10
CERITA PENDEK
Dua Minggu Sebelum
Hari Kematianku
Oleh: Fenti Eka
Aku Intan. Meski sudah 25 tahun memiliki Pagi ini semua berjalan seperti seharusnya,
nama itu, aku masih merasa tidak pantas. aku berangkat dari kontrakan pukul enam
Nama yang terlalu indah sekaligus agung pagi, menempuh perjalanan selama dua jam,
untuk manusia biasa sepertiku, bukan? Aku dan sampai di kantor tepat ketika jam tangan
tidak cantik, berjerawat, kelebihan berat menunjuk angka 8 dan 12. Belum genap satu
badan, berkulit sawo matang, dan rambut menit duduk, Juni datang dengan heboh.
pendek ikalku sering terikat satu karena Wajahnya berseri-seri hari ini, aku sampai
terlalu malas untuk kutata. Kamu cantik apa curiga ia menjadi korban skincare
adanya. Sawo matang itu eksotis. Kamu bermerkuri.
gemesin, deh. Omong kosong. Kami tidak
“Intan, aku ditembak Juan dan pagi ini kami
lebih diterima, orang-orang hanya sedang resmi pacaran!” serunya girang.
menebalkan topeng saja.
“Sumpah? Aku kira Madam Ruby dukun
Sudah cukup membicarakan penampilan. gadungan,” ungkapku tidak percaya.
Aku lahir di Surabaya, mengontrak di
Tangerang, dan bekerja sebagai Aku ingat satu bulan yang lalu, sama
penerjemah buku di Jakarta Pusat. Setiap antusiasnya seperti hari ini, Juni
hari aku menempuh perjalanan dua jam menunjukkan sebuah website kepadaku.
dari rumah sampai kantor menggunakan Begitu membaca isi halaman online tersebut,
kereta. Enam hari seminggu selama 48 aku spontan tertawa terbahak-bahak.
jam. Aku punya beberapa teman dekat di Pasalnya, si pemilik website—seseorang
kantor. Citra, bidadari kantor, jika hanya bernama Madam Ruby—mengaku dapat
berdua dengannya, beberapa orang membaca masa depan dan memberi jimat
mungkin menjuluki kami si cantik dan keberuntungan.
buruk rupa. Lalu ada Julian, perempuan
jadi-jadian karena penampakan luar dan
dalam gadis itu lebih mirip laki-laki. Teman
dekatku yang ketiga adalah Juni, gadis
paling semangat dan tidak pernah
kehabisan energi, terutama ketika sedang
bergosip. Dengan adanya mereka,
setidaknya hidupku sedikit lebih berwarna.
11
CERITA PENDEK Tak puas dengan jawabanku, Juni kembali
memaksa, bahkan Citra dan Julian ikut-
Juni tidak menghiraukan responsku. Ia tetap ikutan, hingga ruangan kami lebih ramai
mendaftar jasa membaca masa depan pada dari pasar malam. Mungkin mereka terlalu
hari itu juga. Sesuai instruksi dari admin pesimis akan masa depanku. Baiklah, aku
website tersebut, Juni diminta datang ke mengalah. Ratu gosip kantor pun
tempat “praktik” Madam Ruby esok hari agar mendaftarkanku di website tersebut dan
hasil ramalannya lebih efisien. Sebagai membuat janji temu dengan Madam Ruby.
sahabat yang baik, selain menertawakan,
“Pulang aja, yuk!” keluhku dari kursi paling
kami juga memberinya peringatan depan, sebelah sopir.
barangkali iklan jasa itu adalah penipuan.
Lagi pula, siapa yang masih percaya pada hal “Nggak!” jawab mereka serempak.
mistis seperti itu di zaman yang serba Menyebalkan. Mengapa tiga curut ini tiba-
modern ini? Mungkin hanya Juni. tiba menjadi kompak?
Juni teguh pendirian. Jadi, aku pun Sesuai perkiraan, mobil sampai tujuan pukul
memutuskan ikut. Tentu saja bukan karena tujuh. Kami pun memasuki rumah aneh—
aku percaya, tetapi jika tawaran aneh itu yang dipenuhi jimat bergelantungan—
benar-benar penipuan, paling tidak Juni tersebut dan masuk ke ruangan khusus.
punya teman berfisik atlet sumo Berbeda dengan sebulan lalu, kali ini tidak
menemaninya. Jika bersamaku, siapa yang ada prosesi baca mantra dan lempar bunga
berani menyakiti kami? tujuh rupa. Wanita serba merah itu hanya
duduk di kursi, mengamati telapak tanganku
Singkat cerita, kami sampai di tempat untuk beberapa saat, kemudian terperanjat
Madam Ruby. Sesuai namanya, wanita itu pada detik selanjutnya.
berpakaian serba merah dengan berbagai
perhiasan batu rubi. Aneh. Setelah “Gawat!” ucap Madam Ruby. “Sisa waktumu
melakukan beberapa hal seperti di film-film tinggal 14 hari,” lanjutnya.
yang menunjukkan praktik perdukunan,
ramalan dibacakan. Kurang lebih bunyinya Aku kebingungan, sedangkan Julian
adalah Juni akan ditembak lelaki yang spontan menggebrak meja sambil
sedang disukainya, Julian. Responsku sama memprotes tidak terima. Aksi tersebut
seperti saat pertama kali Juni disusul dengan omelan Juni dan ancaman
memperlihatkan website wanita gila ini Citra. Meskipun begitu, Madam Ruby
kepadaku. Namun, sekarang ucapannya tampak tak terlalu terpengaruh. Ia melipat
menjadi nyata. kedua lengan di depan dada sembari
menggeleng.
“Besok kita ke sana lagi, ya? Buat baca masa
depan kamu. Siapa tahu satu bulan ke depan
ditembak cogan.” Juni memamerkan
fotonya dan Juan yang kini menghiasi
wallpaper gawai miliknya.
“Nggak,” Aku menolak. Satu tebakan benar
tidak lantas membuktikan bahwa ia benar-
benar dapat membaca masa depan.
12
CERITA PENDEK
“Kita pergi aja!” Aku beranjak, bersiap Sejak saat itu, aku terus mengalami berbagai
meninggalkan wanita aneh itu beserta omong macam kesialan. Bahkan dalam perjalanan
kosongnya. menuju kantor aku sempat hampir mengalami
kecelakaan. Entah ini adalah kutukan Madam
“Masa depanmu sudah tergaris dan aku hanya Ruby atau yang dikatakannya memang benar,
membacakan garis tersebut. Terserah mau aku jadi memikirkan ucapannya. Bagaimana
percaya atau tidak, tetapi kusarankan kalau usiaku benar-benar hanya tersisa dua
gunakan sisa waktumu sebaik mungkin.” minggu?
Kalimat tersebut adalah yang terakhir
kudengar darinya setelah pintu ditutup Aku merahasiakan pemikiran itu dari teman-
dengan kasar oleh Julian. teman agar tak menambah masalah. Namun,
berbagai pikiran lain mulai datang. Apa saja
Di sepanjang perjalanan pulang, Citra, Juni, yang sudah kulakukan selama ini? Rasanya
dan Julian berusaha menghiburku. Padahal, seperti seluruh hidupku diisi oleh kesia-siaan
aku sama sekali tak percaya ucapan wanita dan kini aku kehabisan waktu. Aku belum
aneh itu sejak awal, sejak sebulan yang lalu. menikah. Berpacaran pun tidak pernah.
Maka, setelah memastikan aku tak Akankah aku mati kesepian? Lalu… ibu dan
terpengaruh ucapan negatif tadi, ketiganya ayah, mereka akan sangat sedih begitu tahu
berhenti mengoceh dan membolehkanku aku meninggal.
pulang sendiri.
Tidak bisa. Aku segera meraih kalender meja
Malam berlalu begitu saja dan mentari kini kantor. “13 hari lagi berarti… Jumat.”
mulai meninggi. Pagi ini aku bangun kesiangan, Selanjutnya aku mulai membuat jadwal
mungkin karena perjalanan semalam kegiatan. Bukan rutinitas naik kereta dan
membuatku tidur lebih lambat. Dengan bekerja di kantor tentunya. Aku akan meminta
tergesa-gesa, aku membuat roti panggang cuti selama dua minggu penuh. Pengajuannya
dengan telur, keju, dan selada lalu pun diterima dengan mudah karena sejak
memakannya dalam tiga suapan besar. awal aku tidak pernah meminta cuti.
Setelahnya, aku segera berangkat menuju
stasiun. Baru dua langkah dari kontrakan, aku Baiklah, agenda 13 hari dimulai. Pada hari
teringat sesuatu. Secepat mungkin aku pertama aku mengambil pottery class di Kota
membuka kunci pintu dan berlari ke dapur. Tua. Kegiatannya menyenangkan. Aku
Benar saja, kompor masih menyala dengan mengenal banyak teman, belajar skill baru,
wajan teflon di atasnya. Sebenarnya lebih dan yang terpenting, mentornya sangat
tepat jika disebut wajan teflon dengan api yang tampan. Lelaki yang tampak lebih muda dariku
menyala-nyala. Sesegera mungkin aku itu bahkan sempat memuji piring—yang
mengambil alat pemadam api dan mengurus sebenarnya lebih mirip mangkok—buatanku.
kekacauan di dapur. Malam harinya, di rumah, aku menulis sebuah
diary sambil menempel beberapa foto
Begitu yakin rumah aman untuk ditinggalkan, polaroid yang kuambil hari ini. Tujuannya agar
aku segera berlari menuju stasiun. Meski semua orang yang membaca ini tahu bahwa
kehabisan tempat duduk, setidaknya tidak sebelum meninggal aku sempat merasakan
ketinggalan kereta, batinku. Aku harus bersabar hari-hari bahagia.
berdiri selama dua jam perjalanan. Dari
tatapan sinis orang-orang, tampaknya ukuran
tubuhku sedikit menghabiskan tempat di
kereta.
13
CERITA PENDEK Keesokan harinya, aku mengikuti kelas melukis
bersama Juni. Hari itu juga aku baru
Pada hari kedua, aku mendadak sakit, menyadari perempuan berambut pendek
mungkin karena kelelahan. Aku pun sebahu tersebut punya bakat seni. Kami hanya
beristirahat sampai merasa benar-benar diminta melukis buah di dalam mangkok yang
sehat di hari kelima. Tahu apa yang lucu? Aku sudah ditata secara indah. Namun, Juni malah
tak takut mati saat itu, karena sisa waktuku melukis buah-buahan yang hanyut terbawa
masih delapan hari lagi. Sesakit apa pun aku arus sungai. Airnya tampak jernih dan nyata.
tidak akan mati hari itu, kan?
Di hari kesepuluh, aku mengikuti kelas musik
Di hari keenam, Citra, Juni, dan Julian datang sendirian karena yang lain tidak mendapat
ke rumah. Tentu saja mereka khawatir akan jatah cuti tambahan. Hari itu pun
keputusan cuti yang tak pernah sekali pun menyenangkan karena aku mendapat pujian
kubicarakan dengan mereka. Aku bahkan seisi kelas musik, lalu di malam harinya aku,
sempat disebut “tidak setia kawan”. Pada hari Citra, Juni, dan Julian makan bersama.
itu, kami berempat menghabiskan waktu
bersama untuk berbelanja, berkaraoke, “Malam ini aku yang traktir,” ucapku.
menonton film, dan bermain di game center.
Karena tak bisa merahasiakan lebih banyak Malam itu adalah hari perpisahan karena
hal dari mereka, aku menceritakan semua besok aku akan pulang ke Surabaya. Kami
pikiran dan rencanaku. Mereka menghormati makan, bercerita panjang lebar, kemudian
keputusanku, tetapi gagal mendapat cuti berpelukan sambil menangis bersama. Mereka
untuk menemaniku selama tujuh hari ke bahkan mengantarku pulang sampai kontrakan
depan. Tentu saja. Kalau semua orang cuti, dan memberi sebuah hadiah.
kantor kami terancam gulung tikar. Maka,
mereka mengambil cuti secara bergantian.
Hari selanjutnya, aku ditemani oleh Citra. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali aku
Sesuai agenda, kami pergi ke tempat gym. berangkat menuju bandara. Tanpa diduga,
Aku tahu tubuh langsing tidak bisa didapat ketiga sahabatku sudah ada di sana untuk
dalam sehari. Aku, kan, hanya ingin berusaha. mengantar kepergianku. Katanya karena
Kami ditemani seorang pelatih wanita, ia kemungkinan hari ini adalah kesempatan
amat sabar meski aku terus mengeluh. Aku terakhir kami untuk bertemu. Aku
jadi ingat pengalaman gym pertamaku. Saat menertawakan kepolosan mereka dan
itu, beberapa pelatih pria sempat berdiskusi melontarkan ejekan karena mungkin kita
alot karena tidak ada yang mau membantuku. semua akan dipecat karena bolos kerja. Sesi
perpisahan kedua pun berakhir karena aku
Selanjutnya, pada hari ketujuh aku pergi ke harus segera naik pesawat.
kelas balet bersama Julian. Satu wanita
gemuk dan satu wanita tomboi. Kali ini kami
seimbang, bahkan sama-sama menjadi bahan
tertawaan anak-anak di kelas. Lucunya, kali ini
aku tidak merasa direndahkan karena kami
tertawa bersama. Bahkan melihat diri sendiri
dan Julian mengenakan baju balet dari
cermin superbesar berhasil membuatku
terpingkal-pingkal.
14
CERITA PENDEK
Perjalanan ditempuh selama satu jam “Itu juga favorit ayah,” sahut ayah yang tiba-
setengah, cukup singkat. Sejujurnya kali ini tiba muncul di belakang kami.
aku pulang tanpa memberi kabar terlebih
dulu. Sehingga ibu sempat terkejut ketika Keesokan harinya, aku hanya berdiam diri di
melihatku bersama koper besar di depan kamar sambil membaca buku harianku dua
pintu. “Kok nggak ngasih kabar kalau mau minggu belakangan. Melihat berbagai
pulang, Nduk?” kenangan indah nan singkat seperti belajar
membuat piring dari tanah liat, gym, belajar
Aku hanya menjawab pertanyaan tersebut balet dan menertawakan Julian yang
dengan senyuman. Aku akan menghabiskan bergerak dengan kaku, menikmati lukisan
sisa tiga hariku bersama ibu dan ayah. Juni yang ternyata memiliki bakat lain selain
bergosip, mendapat tepuk tangan di kelas
Aku menjalani hari seperti ketika masih SMA musik, dan menghabiskan waktu bersama
dulu, membantu ibu mengerjakan pekerjaan orang-orang yang menyayangiku.
rumah. Memasak, menyapu, serta menyiram Aku juga tidak lupa membuka hadiah yang
tanaman meski ibu melarang dan terus sebelumnya sempat mereka berikan
memaksaku untuk beristirahat dengan alasan beberapa hari lalu, ternyata isinya adalah
aku sudah lelah bekerja. kumpulan fotoku di kantor. Aku yang sedang
fokus bekerja, mengelus kucing bos,
Aku membenci fakta bahwa hari yang mengangkat kardus besar berisi air mineral di
menyenangkan selalu berlalu dengan sangat kantor, memeluk Citra hingga gadis cantik itu
cepat. Rasanya seperti baru mengedipkan tidak bisa bernapas, dan menggendong Juni
mata, tetapi hari sudah berganti saja. Satu di pundak kananku.
hari sebelum meninggal kuisi dengan
membuka album foto masa kecilku. Biasanya “Wah, aku benar-benar lupa semua ini.” Inilah
aku selalu menolak setiap kali ibu mengajakku harinya, entah pukul berapa, tetapi aku
melakukan nostalgia seperti ini, menggelikan. sudah memanfaatkan sisa waktuku dengan
Namun, kali ini malah aku yang melakukan hal-hal berharga.
menawarkannya terlebih dulu.
Malam ini terasa lebih dingin, mungkin
“Lihat ini, ini waktu rumah kita belum beginilah rasanya meninggal? Entahlah. Aku
direnovasi, kamu foto di depan sambil hanya memejamkan mata kemudian … hari
membawa boneka kesayanganmu.” Ibu sudah berlalu.
bercerita sambil tersenyum menatapku.
“Kalau ini foto kapan, Bu?”
“Itu kan foto kunjungan ke kebun binatang Apa aku di surga? Aku masih dapat
sama teman-teman SD, masa kamu lupa?” melihat perabotan di kamar tertata di
Aku menggaruk kepala. “Oh, iya, benar tempat yang seharusnya. Atau mungkin
juga.”
rohku masih harus berada di rumah
Kami pun sampai pada halaman terakhir. sampai empat puluh hari?
“Ini favorit ibu … foto keluarga.” Ya, gambar
itu memperlihatkan foto ibu, ayah, dan aku.
15
CERITA PENDEK “Madam bilang saya akan mati dua minggu
lagi, sekarang sudah dua minggu dan saya
Aku bangkit dan berjalan menuju dapur masih hidup!” Aku memberi penekanan pada
karena mencium aroma bumbu yang frasa terakhir.
menyengat, kemudian melihat Ibu
memasak. Aku berdiri cukup lama di “Oh, kalau begitu… selamat terlahir kembali,
posisi yang sama di samping Ibu. Intan.” Kalimat tersebut menjadi penutup
pembicaraan kami.
“Eh, anak Ibu udah bangun,” sapa Ibu
sumringah. Butuh waktu beberapa menit untukku
memikirkan ucapan Madam Ruby. Kini aku
Otakku belum sepenuhnya bisa mengerti. Aku tidak benar-benar mati, tetapi
memproses kalimat tersebut. “I-Ibu bisa berkatnya, aku dapat melihat dunia dari
lihat Intan?” susut pandang berbeda, menikmati setiap
menit bersama orang-orang berharga, dan
“Iya, lah. Memangnya kamu hantu nggak sekarang aku terlahir kembali sebagai Intan
kelihatan?” tanya Ibu heran. yang lebih dewasa.
Aku sempat meraba tubuhku, mencubit
lengan, menampar pipi, kemudian
berseru hingga Ibu terkejut, “AKU
HIDUP!” Aku benar-benar masih hidup.
Kemudian terdengar dering smartphone-
ku berbunyi, tanda ada panggilan masuk.
Aku pun berlari ke kamar dan segera
mengangkat telepon dari Juni itu. Aku
menceritakan semuanya dan kami semua
berteriak kegirangan. “Sudah kuduga.
Madam Ruby adalah dukun gadungan!”
teriakku puas.
Aku pun segera menelepon wanita
nyentrik itu untuk membuktikan bahwa
ramalannya meleset. “Saya masih hidup,
saya ulangi lagi, Intan masih hidup!”
Terdengar keheningan untuk beberapa
saat.
“Eh, memangnya saya pernah ramal kamu
apa?” tanya Madam Ruby.
16
CERITA PENDEK
Waktu dan Atmaku
Oleh: Elnanda Eka
Menyendiri boleh, bodoh jangan. Sebuah kalimat yang muncul
dalam pikiran Laksa. Masalah memang selalu datang secara tiba-
tiba, tanpa diundang, bahkan langsung berdatangan dengan
banyak sekaligus. Pusing? Khawatir? Takut? Bingung? Itu pasti. Ia
tengah kesulitan menghadapi permasalahan yang sama dan terus
menyerangnya sejak beberapa tahun belakangan ini.
Permasalahan itu sukses membuatnya jatuh sejatuh-jatuhnya,
kehilangan jati diri, rasa percaya dengan orang lain, sampai ia
jatuh pada satu titik. Depresi ringan.
Ia belum bisa berpikir jernih, hanya bisa menangis dan menunduk
di lekukan kakinya. Nuansa kamarnya juga tak menunjukkan
adanya kehidupan. Lampu kamarnya sengaja tak ia nyalakan,
jendela pun turut tak ikut ia buka walaupun sekedar mengganti
angin di kamarnya. Tidak hanya itu saja, kamarnya masih
berantakan. Seperti kapal pecah.
Laksa menangis, tangannya ia remat dan sesekali ia pukul ke arah tembok kamarnya. Sakit,
tapi tetap ia lakukan. Ia mengerti, bahwa apa yang ia lakukan terhadap tembok kamarnya
itu bentuk menyakiti dirinya sendiri. Tetapi pikiran dan hatinya tidak bekerjasama. Yang ia
butuhkan saat ini hanyalah pelampiasan, bukan menenangkan dirinya.
Dering notifikasi dari handphone miliknya pun berbunyi, menandakan pesan masuk dari
seseorang. Laksa tak sempat membaca pesannya, ia mematikan kembali handphone nya
dan kembali mengepalkan tangannya untuk memukul kembali tembok di kamarnya itu.
Dasar anak yang tidak pernah membahagiakan orangtuanya! Papa sudah lega kamu bisa pergi
dari rumah dan kamu merantau di luar pulau. Tapi kamu tetap saja merepotkan Papa! Kamu
selalu membuat Papa pusing!
"Pa? Aku minta Papa buat sempetin waktu di rumah, apakah begitu berat Pa? Dari dulu aku
selalu sendiri. "
"Papa udah kirim kamu uang buat kebutuhanmu. Itu masih kurang?!"
Suara Papa dengan nada sedikit meninggi terdengar dari seberang telpon sana. Laksa
menjadi tidak tenang setelah mendengarnya. Ia mulai gemetaran, takut jika Papa akan marah
besar dan Mama mengetahuinya. Mamanya pasti marah juga kepadanya. Laksa terus terdiam,
namun telpon masih menyala begitu saja.
17
CERITA PENDEK Anindya terkejut melihat pergelangan
Laksa. Banyak luka akibat goresan muncul
Ia masih terpikirkan pembicaraan dengan disana, "Dia yang terlihat biasa saja,
Papanya di telpon. Selain tidak dekat dengan ternyata menyimpan semua ini? Pantas, ia
keluarga, ia juga tidak dekat dengan teman sering memakai kemeja lengan panjang."
sekelasnya. Selalu menjadi korban bully, body pikir Anindya.
shaming, makian apapun itu selalu ia dengar
setiap hari. Hal itu membuatnya benci, dengan "Laksa, aku minta maaf." ucap Anindya,
diri sendiri. Sering merasa kehadirannya tidak yang disusul anggukan pelan dari Laksa.
diterima oleh siapapun, bahkan dimanapun ia
berada.
Ia seringkali bertanya-tanya dengan dirinya "Iya. Kenapa kesini, Nin?" tanya Laksa.
sendiri, adakah seseorang atau siapapun itu Pasalnya, ia tidak memiliki acara atau
yang menyayanginya, menghargainya, bahkan rencana untuk bertemu dengan Anindya,
menganggapnya ada? Ia berterimakasih bahkan tugas kelompok sekalipun.
banyak jika ada seseorang yang seperti itu
kepadanya. Anindya membuka tasnya, ia mengambil
kotak bekal dan memberikannya kepada
"Mustahil kalau ada yang menghargai Laksa.
keberadaan gue disini." lirihnya. Ia kembali
mengepalkan tangan kanannya, mulai "Risol mayo? Kamu jualan?" tanya Laksa.
menghadap ke arah tembok. Ia lelah, ingin
melampiaskan semuanya, ingin menghilang, Anindya menggelengkan kepalanya,
tapi belum siap untuk mati. Ia masih berpikir "Bukan." jawabnya.
tentang cita-citanya yang belum tercapai,
namun ia juga harus menghadapi berbagai "Lalu?"
permasalahan yang datang kepadanya.
"Aku nggak sempat bikin kue, bahkan beli
Ia hendak menjedotkan kepalanya di tembok, kue karena aku lupa nggak bawa dompet.
tapi ada sesuatu yang menghalanginya. Selamat ulang tahun, Laksa. Semoga
Sebuah telapak tangan dengan jemari yang panjang umur, sehat selalu, sukses
cantik berhasil menghalangi kepalanya. Laksa kedepannya, dan jangan lupa bahagia ya."
ucap Anindya sambil tersenyum.
ㅡmenatap pemilik telapak tangan tersebut.
Laksa bingung sekaligus tidak percaya jika
Seorang gadis teman sekelasnya, bernama ada seseorang yang mengingat hari ulang
Anindya. tahunnya. Hari ini, ia tepat menginjak usia
ke-20 tahun.
"Kenapa kayak gitu?" tanya Anindya.
Laksa menunduk malu, ia hendak mundur "Dulu kamu pernah bilang, kalau kamu suka
untuk menjauh dari Anindya tetapi Anindya risol mayo. Risolnya enak loh, buatan
berhasil menahannya. Gadis itu memegang Bundaku. Ayo dicoba." ucap Anindya.
pergelangan tangan Laksa, "Sakittt, jangan
dipegang!" jerit Laksa sekaligus melepaskan Ya, Laksa melahap sesuap risol mayo
tangannya dari Anindya. buatan Bunda Anindya. Enak, seperti
buatan Neneknya waktu ia masih kecil.
18
"Enak kan?" tanya Anindya memastikan, CERITA PENDEK
yang kemudian disusul anggukan dari
Laksa. "Kamu bisa kan, kayak aku juga?" tanya
Anindya.
"Maaf Nin, jadi ngerepotin." ucap Laksa.
"Bentar, Nin. Aku belum bisa mencerna
Anindya menggelengkan kepalanya, "Tidak tulisanmu." ucap Laksa dengan masih fokus
sama sekali. Justru Bundaku semangat membaca tulisan Anindya barusan.
banget bikin buat kamu, Sa." ucapnya.
"Gini ya. Waktu, aku butuh dua tahun buat
"Semangat bikin risolnya? Kenapa?" tanya pulih dan berdamai dengan diri sendiri.
Laksa. Atma, artinya hidup. Keduanya berharga, Sa.
"Bundaku tahu, kalau dua tahun Aku nggak bisa berdamai dengan diri sendiri
belakangan ini kamu yang udah bantu aku kalau nggak punya waktu sama jiwa. Aku
ke mental yang stabil lagi. Aku cerita ke harus punya keduanya. Waktu sama Atma,
Bundaku, Sa. Bundaku bersyukur kita itu punya dua arti yang berbeda. Tapi yang
saling kenal dan aku percaya kamu sebagai aku maksudkan disini itu, mereka punya satu
tempat ceritaku. Bunda takut, kalau aku tujuan. Untuk bertahan hidup dan menikmati
ngelakuin yang aneh-aneh. Secara, dua duniawi." jelas Anindya.
tahun yang lalu itu masa paling berat
buatku. Bundaku takut aku pergi. Tapi Laksa terkagum dengan temannya ini.
kamu yang berhasil bikin aku bertahan, Sa. Perempuan yang dulunya rapuh, ia bantu
Kamu ajarin aku gimana harus menikmati untuk bangkit secara perlahan. Namun
hidup walaupun diterjang berapapun setelahnya, ia juga tak lupa untuk tetap
masalahnya. Makasih, udah ajak aku ke peduli dengan Laksa.
kebun binatang buat lihat jerapah sama
rusa. Makasih, udah ajak aku ke "Aku belum bisa balas budi sama kamu, Sa."
perkebunan teh sama kopi. Makasih, udah ucap Anindya.
ajak aku ke pantai pagi-pagi cuma buat liat
sunrise bahkan kamu sampai nungguin aku "Nin, itu nggak perlu. Aku ikhlas." jawab Laksa.
pulang kuliah, kita langsung ke pantai buat
lihat sunset. Makasih juga, kamu udah ajak
aku kulineran tiap weekend. Makasih juga,
kamu ajak aku ke pasar malam buat mainan
wahana yang memang tidak seberapa, tapi
bikin aku bisa menikmati wahana itu. Itu
jadi motivasiku buat bertahan hidup,
banyak sesuatu yang harus aku coba dan
aku nikmati. Mulai yang kecil sampai besar,
tapi bisa membuatku bertahan hidup."
jelas Anindya.
Waktu dan Atmaku, itu berharga. Berbeda "Perlu. Menurutku perlu dan itu harus aku
arti, tetapi memiliki hubungan penting lakukan. Mana mungkin, aku membiarkan
untuk fokus terhadap satu tujuan. seseorang yang bantu aku bertahan hidup?
Bertahan hidup dan menikmati duniawi Aku nggak mau egois, Sa. Anindya nggak bisa
yang belum aku coba. egois." ucap Anindya.
19
CERITA PENDEK "Yuk. Tapi habis olahraga, nggak mampir ke
tempat kulineran ya? Hahaha." ledek Laksa.
Laksa menghela nafasnya, perempuan yang
ada bersamanya ini memang keras kepala Anindya melepaskan pelukannya, kemudian
untuk kebaikan orang lain. Contohnya saja mencubit pipi Laksa dengan gemas, "Kalau
seperti saat ini. laper gimana? Pipimu mau aku makan?"
"Sa, aku bantu kamu juga karena ikhlas. Kamu "Bercandaaa. Ampun Nin, maaf yaaaa."
berhak buat bahagia dan menikmati dunia.
Ayo bertahan. Aku punya cara lain." Anindya menahan tawa, lalu melepaskan
cubitannya. Ia pegang pergelangan tangan
"Apa itu?" Laksa, "Ini diobatin dulu ya. Biar nggak
infeksi." ucap Anindya.
"Daripada kamu jedotin kepalamu ke tembok
seperti itu, lebih baik lampiaskan semuanya "Tapi aku nggak tau gimana bersihinnya, Nin."
dengan cara menggambar. Tiap minggu, kita "Aku tau. Ke apotik dulu yuk?" ajak Anindya.
agendakan buat bantuin bundaku bikin risol "Aku mau beli vitamin sekalian. Gapapa kan?"
sama kue. Seminggu sekali, kita makan mie tanya Laksa.
goreng yang kamu suka. Gimana?" tawar "Vitamin kan? Bukan paracetamol?" tanya
Anindya. Anindya mengintrogasi.
"Kamu nggak repot? Nanti waktu kamu buat Laksa refleks menggelengkan kepalanya,
main gimana?" tanya Laksa. "Engga kok. Beneran deh." ucap Atlas serius.
"Oke. Aku bantu bersihin dulu ya kamarmu."
"Main bisa lain kali, tapi kalau membuat orang "Nggak-"
lain untuk tetap semangat hidup tidak bisa "Ssttt diem. Kayak kapal pecah, berantakan."
aku tunda lain hari, Sa." jawab Anindya, lalu tegur Anindya.
merentangkan kedua tangannya di depan
Laksa. Laksa hanya terdiam dan menurut, kemudian
ia membantu Anindya untuk merapikan
"Peluk dulu sini, pundakmu pasti capek kamarnya selama 30 menit. Setelahnya,
karena bawa banyak beban. Pasti butuh mereka pergi ke apotik dan mampir ke tempat
ditenangin." kulineran.
Tanpa ba-bi-bu, Laksa membalas pelukan dari Anindya menepati ucapannya. Ia menemani
Anindya. Laksa menyadari bahwa ia harus Laksa setiap harinya dan sebisa mungkin
bersyukur dengan kehadiran Anindya di membuat mood Laksa tetap baik. Walaupun
hidupnya. Anindya yang dulunya ia sebut ada sedikit permasalahan, tetapi Anindya
menyeramkan karena nekat berdiri di atas selalu meminta Laksa untuk tetap bersikap
jembatan, tapi sekarang perempuan inilah tenang dan melampiaskan kekesalannya
yang akan membantunya untuk bertahan dengan menggambar di buku gambar yang
hidup dan mengajaknya untuk menikmati dibelikan oleh Anindya.
duniawi.
"Sa." panggil Anindya.
"Iya, Nin?" tanya Laksa.
"Minggu pagi, olahraga yuk? Jogging, renang,
atau gowes. Mau?" tanya Anindya.
20
EVENTS BUNDLE
Halo PswFrens!
Welcome to our 3rd volume magazine,
ZINE Vol. 3: Timeline (Finding Your Own Nah, tetapi tidak sampai di situ
Time)! saja lho isi dari majalah
Kalau sudah sampai di halaman ini, Psychoworld. Kali ini,
Psychoworld ingin berbagi ke
berarti teman-teman sudah pada kalian tentang kegiatan-
kegiatan besar yang sudah
melihat beberapa karya yang diselenggarakan dalam waktu
dekat ini. So, kalau kamu
diciptakan oleh mahasiswa
Universitas Negeri Malang.
Gimana? Menarik, ya! merasa ketinggalan berita dan
EVENTS bertanya-tanya mengenai
events apa yang baru saja
diselenggarakan, yuk dibaca
sampai akhir!
BUNDLE
21
EVENTS BUNDL2E1
DMF Psikologi UM
Sidang UU PEMIRA 2022 Potret Sidang PEMIRA 2022
Kita mulai dari kegiatan yang diselenggarakan oleh
lembaga legislatif fakultas kita, alias DMFPsi, sebagai
lembaga yang bertugas untuk merumuskan dan menetapkan
aturan demi keberlancaran jalannya organisasi di FPsi, nih.
PswFrens tau ngga, sih, kalau tanggal 28 Oktober kemarin
pihak DMF Psikologi mengadakan Sidang UU PEMIRA 2022,
lho!
Pengadaan sidang peraturan Pemilihan Umum Raya
(PEMIRA) FPsi ini dilakukan dengan tujuan untuk memiliki
pedoman penyelenggaraan PEMIRA di tingkat Fakultas
untuk membentuk DMFPsi dan BEM FPsi di periode
selanjutnya. So, peraturan yang ditetapkan itu bisa
digunakan untuk pedoman penyelenggaran pemilu raya
fakultas, guys.
P otret pengukuhan anggota KPU dan Panwaslu 2022. Pengukuhan KPU & Panwaslu 2022
22 Nah, masih berkaitan dengan pemilu, masih
hangat kabar tentang pengukuhan anggota
Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia
Pengawas Pemilu (Panwaslu) 2022 di tanggal
18 November 2022 kemarin. Mereka yang
terpilih menjadi anggota inilah yang nantinya
akan menyelenggarakan pemilu raya di lingkup
fakultas. Semoga dengan peresmian anggota
KPU dan Panwaslu kemarin, PEMIRA bisa
diselenggarakan dengan lancar dan sukses, ya!
Oiya, PswFrens juga jangan lupa untuk
berpartisipasi dalam menyumbangkan suaranya
dalam PEMIRA FPsi UM nanti, ya!!
BEM Fakultas Psikologi EVENTS BUNDLE
Next, kita kepoin yuk event apa yang baru-baru ini
diselenggarain dari BEMFPsi. Walaupun kebanyakan teman-
teman pasti udah familiar sama nama events yang dilaksanain
sama BEMFPsi, I’ll still wrap it for you!
Kegiatan yang paling terbaru ini ada Psychopreneur Class
2022 dan Psychoteria X! Dalam acara Psychopreneur ini
dibagi jadi dua kegiatan guys, yaitu workshop dan lomba
business plan. Personally, admin merasa dua acara tersebut
beneran memberi banyak benefit banget untuk banyak
teman-teman mahasiswa. Secara, di dalam workshop
dengan topik utama “Developing the Potential of Students to
Become Creative, Productive, and Passionate Young
Entrepreneurs” ini, kita dikasih kesempatan untuk bisa
belajar mengenai strategi bisnis dari ahlinya. Terus, di lomba
business plan banyak teman-teman yang dikasih
kesempatan untuk mempromosikan dan membuka stan
usaha mereka secara gratis. Sesuai sama jargon lombanya
nih, “one step closer to making it come true!”, di mana dengan
adanya lomba business plan ini, teman-teman kita yang
memiliki ketertarikan dalam dunia bisnis dapat
merealisasikan mimpi mereka ke satu tahap lebih maju. So
proud of them!
Admin sendiri juga ikut berpartisipasi dalam acara
workshop Psychopreneur Class 2022 kemarin, lho! And
yes, admin juga dapat banyak insight baru dari acara
tersebut. But, ngga berhenti sampai di situ aja, karena
admin juga mau ceritain tentang Psychoteria X yang
juga diadain, nih..
Psychoteria ini adalah acara malam inagurasi
yang dilaksanakan untuk para mahasiswa baru
Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang
dengan tujuan meningkatkan solidaritas antar
mahasiswa. Selain itu, Psychoteria X juga bisa
menjadi wadah untuk mengembangkan bakat dan
minat mahasiswa baru Psikologi UM.
23
EVENTS BUN2DL1E
Nah, sampai sini aja udah tau dong kalau lembaga tertinggi seperti DMFPsi
dan BEMFPsi kita selalu menyelenggarakan acara yang impactful buat warga
FPsi maupun di luar FPsi. But, kalau tadi kita sudah bicarain soal event
DMFPsi dan BEMFPsi, kita juga bakal kepoin events dari UAMFA yang juga
sama kerennya. Here we go!
UAMFA!
NOB: Dekan Cup Basketball
First, dari acara olahraga yang baru-baru ini dilaksanakan.
Yup, Dekan Cup 2022! Acara ini sebenarnya milik BEM, guys.
But, tiap UAMFA di bidang olahraga yang mengadakan
pertandingannya sesuai bidang masing-masing. Contohnya
kaya unit NOB a.k.a Not Only Basketball yang baru aja
mengadakan pertandingan basket antar angkatan. Dari
teman-teman NOB sendiri bilang kalau mereka super excited
waktu menyelenggarakan event ini karena Dekan Cup tuh
udah lama ngga diselenggarakan. Walaupun memang ada
sedikit perbedaan, karena kalau dulu Dekan Cup itu
pertandingan antara offering di Fakultas Psikologi, tetap aja
pertandingan kemarin berlangsung seru banget!
24 Foto bersama panitia Dekan Cup Basketball
EVENTS BUNDLE GOAL: Dekan Cup Football
Masih berkaitan dengan dunia olahraga, sekarang
kita move on ke GOAL! Karena GOAL sendiri unit di
fakultas psikologi yang berbasis olahraga sepak
bola, so pasti pertandingan yang diselenggarakan
juga lomba futsal yang dibagi menjadi lomba
futsal putra dan putri. Sama seperti unit olahraga
lainnya, GOAL juga merasa excited banget dalam
kegiatannya karena Dekan cup futsal 2022 sendiri
itu acara dekan cup perdana GOAL semenjak
vakum kurang lebih 2 tahun ini. Semangat ya,
teman-teman GOAL!
Time you enjoy wasting,
is not wasted time
-Marthe Troly-Curtin
Foto panitia GOAL dalam Dekan CUP 2022
VOP: Dekan Cup Volleyball
Lanjut, sekarang PSW mau sharing juga tentang
kegiatan VOP yaitu pertandingan voli dalam rangka
Dekan CUP 2022.
Lega banget ya, finally pertandingan voli bisa hadir lagi
dalam Dekan CUP setelah dua tahun absen karena
pandemi. Pertandingan voli ini banyak peminatnya
guys, so waktu diselenggarain tanggal 11 - 13 November
kemarin mendapatkan cukup banyak atensi dari warga
FPsi. Keren!
Foto bersama peserta, pembina ormawa, dan dekan 25
EVENTS BUND2LE1
Next, kita pindah ke salah satu UAMFA yang sering banget
band-nya tampil di berbagai acara yaitu Artpsium! Tau ngga
sih, bulan September kemarin Artpsium baru menyelenggarakan
salah satu event besar untuk memperingati hari anniversary
unit mereka yang bertajuk: "Agaphest 2022: Through the Love,
We Can Live, Laugh and Lost."
Kegiatan dalam event Agaphest 2022 ini adalah penampilan
pertunjukan musik di mana Artpsium mengundang teman-
teman UAMFA seni dari fakultas lain untuk tampil dalam
meramaikan event ini. Selain itu, Artpsium juga mengundang Artpsium
bintang tamu Rotan & Kayu dan Carovsel yang merupakan
band alumni Fakultas Psikologi. Artpsium juga menampilkan
bakat anggotanya melalui penampilan dance dan musik yang
sudah ngga asing lagi bagi warga FPsi. Menurut teman-teman
Artpsium, acara ini selain untuk memperingati hari jadi
Artpsium juga bertujuan untuk mempererat hubungan dengan
UAMFA fakultas lain serta menjadi ajang penampilan dan
pengembangan bakat dari para anggotanya. Keren, ya!
"A goaljuwsitthaodutretaimme"ilfinoepis- Steve Gleason
L omba yang diadain juga variatif, guys, ada lomba cerita pendek, podcast, dan
design poster. Oiya, admin sendiri juga berpartisipasi dalam webinar IFOP yang
mengangkat topik “How to Heal and Make A Deal with Trauma” yang insightful
banget untuk kita semua agar punya pemahaman lebih baik tentang gimana sih
caranya agar kita bisa memiliki cara yang lebih tepat dalam sembuh dari traumatic
events yang pernah kita alami. Thanks to IFOP karena sudah mengangkat topik iniii..
26
K EVENTS BUNDLE27
-
P
O
Nah, kalau tadi kita udah meliput event IFOP, sekarang kita move ke K-PO, yuk! So,
baru-baru ini K-PO mengadakan penyambutan mahasiswa baru K-PO di tahun 2022.
Dalam kegiatan tersebut, agenda yang dilaksanakan adalah perkenalan yang
dilakukan tiap anggota supaya bonding mereka semakin kuat nih setelah saling
mengenal satu sama lain. Terus nih, anggota K-PO juga seru-seruan bareng melalui
games dan diskusi yang mereka laksanain. Semangat terus ya, teman-teman baru K-
PO! Vossil
Btw, PswFrens pasti juga banyak yang Di acara tersebut kita dimanjakan
tertarik dalam bidang sosial kan, ya? dengan pameran karya yang cantik-
Kalau iya pasti sudah familiar sama cantik! Vossilable juga
event UAMFA yang satu ini. Yup, Vossil menyelenggarakan pelelangan karya
dengan acara mereka yaitu Vossilable! untuk memperoleh dana yang nantinya
Jadi, dalam event Vossilable ini mereka akan mereka donasikan ke teman-teman
mengadakan pameran hasil karya terapi disabilitas. Vossil juga sengaja
bermain kriya dari anak-anak disabilitas mengundang guest star dalam kegiatan
yang dilaksanakan dengan menjalin mereka kaya Artpsium, talent dari
kerjasama dengan Paguyuban Mutiara teman-teman Gempita, dan juga talent
Kasih dengan upaya meningkatkan dari Omah Gembira. Sesuai banget
kreativitas teman-teman kita yang luar seperti yang Vossil janjikan, event
biasa. Vossilable ini ngga dilaksanakan Vossilable ini beneran berhasil jadi
dalam satu hari aja, guys, tetapi sudah healing space bagi banyak orang. Kudos
berlangsung selama lima minggu, lho! for Vossil!
27
EDITOR's CHOICE21 EDITOR'S
CHOICE!
Skill time management adalah salah satu skill penting yang
harus dimiliki individu. Padatnya aktivitas, entah itu yang telah
direncanakan maupun unexpected events, terkadang bisa
membuat orang keteteran. Hal inilah yang menjadikan
kemampuan untuk memanajemen waktu adalah hal yang
krusial demi kelancaran aktivitas. Sayangnya, tidak semua
orang memiliki skill ini.
But, don’t worry because we will provide you a way out. So,
setelah mencari beragam cara, Tim Editor Psychoworld sudah
merangkum beberapa tips tentang how to manage your time
wisely dan akan dibagi ke teman-teman semua. Here we go!
" Your value is not measured by how much
'productivity' you do in a day. "
First thing first, please know your limit! Oiya, jangan takut dianggap tidak produktif
Yes, you must acknowledge this thing first. karena ngga bisa handle banyak hal dalam satu
Entah berapa banyak orang yang seringkali hari, ya.
menyanggupi untuk mengambil jobdesc
berlebihan di luar, sehingga ketika aktivitas Second, prioritize your tasks wisely.
mulai memadat, bebannya terasa menjadi Poin ini khusus bagi kamu yang terpaksa ambil
overload. Hal ini bisa merembet ke burnout banyak kegiatan atau tugas dalam satu hari.
atau stress, lho. Buat list “Things Must be Kamu harus bisa membedakan mana hal yang
Done Today” mungkin bisa membantu urgent dan hal yang ngga urgent, mana yang
supaya kamu tahu hal apa, sih, yang harus deadline-nya lebih dekat dan masih jauh. Bukan
kamu prioritaskan di hari itu. Poin ini juga berarti kalian belajar prokrastinasi, ya, tetapi
berkaitan dengan learn to say no, ya. Kalau menentukan skala prioritas juga merupakan
kamu memang ngga yakin bisa ambil suatu kunci penting agar semua kegiatan kamu bisa
pekerjaan yang memang di luar tanggung terlaksana dengan lancar. Pastiin kamu juga
jawab kamu, then coba beranikan diri untuk punya perkiraan berapa lama waktu yang
menolak dengan cara yang halus alih-alih dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas
mengiyakan semuanya. So, penting banget tersebut. Kamu juga bisa membagi kegiatan
untuk tahu seberapa besar kapasitas yang dengan kategori short term goals dan long term
kita miliki dalam menampung kegiatan dalam goals.
sehari.
Last but not least, stick to your “To do List” but be flexible!
Hah? Gimana tuh? Iya, jadi kita tuh harus “patuh” sama list yang sudah kita buat, tetapi kita juga
ngga harus kaku banget, karena bisa saja ada hal-hal yang terjadi di luar ekspektasi kita yang
ngga bisa dihindari. Kalau sudah begitu, it’s okay to revise your to do list. Contohnya gini, misal
kamu sudah punya list tugas/kegiatan yang ingin kamu selesaikan pada hari tersebut. But,
ternyata ada tugas mendadak yang deadline-nya di hari yang sama dengan pemberian tugas.
Kalau sudah begini, balik lagi ke poin dua yaitu melihat urgensi dari suatu tugas dan kamu pun
bisa jadi lebih flexible.
28
THANKS THANKS TO
TO:
TERIMAKASIH KEPADA
SEMUA PIHAK YANG
TERLIBAT
CONTRIBUTORS:
ANANDA PUTRI SAFITRI
DAVIN VALVA DIAZ
ELNANDA EKA SAKTI
FENTI EKA FEBRIANTI
MARIOSSEF STEFANNO
NOWO KLEDEN
NADIYATUL MAHMUDAH
AYU NIRMASARI
TIM PSYCHOWORLD
29
29
ABOUT US.
Psychoworld adalah salah satu
UAMFA di Fakultas Psikologi
Universitas Negeri Malang yang
bergerak dalam bidang jurnalisme.
Kegiatan yang dilakukan
Psychoworld adalah melakukan
penyiaran berita dan informasi
seputar psikologi melalui platform
media sosial dan majalah dinding.
you can find us on: Tentu saja karena Psychoworld
merupakan unit yang berkaitan
@psychoworld_um erat dengan dunia literasi, tiap
@PsychoworldUM konten yang di-publish dapat
unitpsychoworld.blogspot.com/ dipastikan kredibilitas dan
[email protected] orisinalitasnya agar tujuan
utama Psychoworld untuk
memberikan pengetahuan dan
hiburan kepada orang banyak
dapat tercapai dengan baik.
TIM PSYCHOWORLD