The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Nasehat untuk kita semua agar tidak suka bohong. Terhadap orang yang lebih tua harus sopan, jangan mempermainkan orang tua. Jika orang sering berbohong berarti termasuk orang yang munafik, berdosa dan akibat buruknya akan tertimpa padanya

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by jaksen, 2023-05-12 04:26:17

cerita nasehat " ANAK SUKA BOHONG', karya M.A.R

Nasehat untuk kita semua agar tidak suka bohong. Terhadap orang yang lebih tua harus sopan, jangan mempermainkan orang tua. Jika orang sering berbohong berarti termasuk orang yang munafik, berdosa dan akibat buruknya akan tertimpa padanya

Keywords: bohong,nakal,kurang ajar,nasehat,cerita ,seni bertutur,tidak sopan

Cerita: Anak suka bohong 1 Cerita/Seni Bertutur Desa Penyandingan (Tanjung Bubuk), Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Propinsi Sumatera Selatan, Indonesia ANAK SUKA BOHONG Cerita asli : H. Muhammad Amin Rejet (M A R) Editor / diketik oleh: Jaksen M. Amin Para pembaca, adik-adik yang tercinta! janganlah kalian suka bohong. Bohong atau dusta adalah sifat yang tidak terpuji. Yakni, sifat tercela, sifat ini akan merugikan dirinya sendiri dan melibatkan orang lain. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa sifat suka bohong termasuk salah satu sifat tanda munafik dalam hukum agama. Oleh karena itu jauhilahsifat pembohong. Sesungguhnya, orang-orang munafik akan disiksa di akhirat di bawah/kerak api neraka. Sekali lagi, jangan menjadi anak suka bohong seperti dalam cerita ini.


Cerita: Anak suka bohong 2 ################# Pada suatu malam yang sunyi terdengarlah suara orang menjerit-jerit minta tolong. “Tolong ! Tolong !” Api, api !” “Tolong ! Tolong ! Api, apiii. . . .?? Jelas terdengar suara itu di kesunyian malam. Para penduduk tengah lelap tidur tersentak mendengar lolongan yang memilukan itu. Mereka saling memberi


Cerita: Anak suka bohong 3 tahu ada orang kebakaran. Terus mereka pergi kearah suara berlari-larian mereka sambil membawa ember ; “Dimana, dimana ?” Tanya mereka. “Disinilah bunyinya tadi”, mereka menuju rumah Jailani. “Ah, Ha, ha, ha,. . . . . .he, he, he, heh” Jailani tertawa terkekeh-kekeh.”Kamu terbudi !, kena kibul”, ha ha ha


Cerita: Anak suka bohong 4 Saya cuma main-main saja.”Katanya lalu masuk rumah”. Masyarakat merasa kesal karena dibohongi anak kecil. Memang Jailani masih kecil, kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Saudara pun tak punya. Ia mendiami rumah sendiri. “Hei, jangan macam-macam ya ?” Salah seorang memberinya nasehat,


Cerita: Anak suka bohong 5 ”Kalau ada apa-apa nanti orang tak percaya lagi,” lanjutnya. “Maafkan saya bapak-bapak !” Kata Jailani. “Ya, kami maafkan tapi jangan kamu ulangi lagi seperti tadi !” Masyarakat masih kesal dan marah. Lalu mereka pulang ke rumahnya masing-masing. Kemudian beberapa


Cerita: Anak suka bohong 6 bulan dari kejadian itu. Terdengar lagi suara : “Tolong, Tolong ! Api, api ! Tolong, Tolooong ??... Di malam hari yang sunyi terdengar suara orang minta tolong. Orang sedang kebakaran. Berduyunlah mereka kampung itu menuju arah suara minta tolong. Ternyata Jailani lagi mengelabui masayarakat. Ya terkekeh-kekeh tertawa.


Cerita: Anak suka bohong 7 . . mempermainkan oarng-orang kampung. Salah seorang yang emosi berkata :”Anak keparat ! Kurang ajar ! Sudah dua kali berbohong, tapi yang ketiga jangan harap kami akan turun !”. . .katanya. “Mari kita pulang ?? Lanjutnya lagi. Masyarakat itu berjanji lain kali jangan hiraukan, apabila ada suara minta, tolong. . . .


Cerita: Anak suka bohong 8 Malam-malam selanjutnya memang terjadi kebakaran di rumah Jailani. Walaupun ia menjerit melolong minta tolong, namun tak satu orangpun yang mau menolong. Tak Satu orang pun yang turun dan membantu untuk memadamkan kebakaran rumah Jailani. Orang-orang hanya melihat dari jauh. . . .


Cerita: Anak suka bohong 9 Itulah : sekali lancung kerugian, seumur hidup tak percaya, begitulah nasib Jailani. Rumahnya hangus dimakan api, gara-gara ia selalu berteriak ”api, api”.


Click to View FlipBook Version