POLITEKNIK PERTANIAN BUKU KERJA
NEGERI PAYAKUMBUH PRAKTEK MAHASISWA
C. INTENSITAS PENYINARAN, TEMPERATUR DAN KELEMBABAN
DALAM SETEK BAK
Apabila kita membiarkan sinar matahari masuk terlalu banyak ke dalam setek
bak berarti akan meningkatkan temperatur dan menurunkan kelembaban. Untuk
mencapai perakaran yang baik, temperatur yang dikehendaki adalah 28,3o – 29,4oC,
dan kelembaban yang diperlukan 94 – 100%. Tetapi kelembaban udara yang berkisar
antara 75 – 80% ternyata sudah cukup untuk memberikan hasil yang baik.
Keadaan dalam sungkup tidak boleh terlalu gelap atau terang. Penyinaran
sebanyak 10 – 35% telah terbukti memberikan hasil yang baik. Penyinaran matahari
ini diatur dengan menambah atau mengurangi tebalnya atau penaung buatan atau
alami.
Temperatur media perakaran yang dikehendaki berkisar antara 19,3o – 23,7o C,
dimana pada temperatur media sekitar 21o C akan membentuk perakaran yang jauh
lebih baik dari pada temperatur media yang berfluktuasi. Tingginya temperatur media
perakaran setek walaupun berlangsung sebentar sudah dapat mematikan setek.
D. PENGGUNAAN HORMON ATAU ZAT PENGATUR TUMBUH
Untuk lebih berhasilnya perbanyakan dengan setek dapat digunakan zat
pengatur tumbuh (ZPT) untuk merangsang keluarnya akar sehingga kecepatan dan
jumlah akar dari masing-masing setek dapat ditingkatkan. Pemberian auxin pada
setek dapat meningkatkan persentase berakar, mempercepat munculnya akar,
meningkatkan kualitas akar, dan menyeragamkan munculnya akar. Salah satu jenis
ZPT yang sudah umum digunakan, banyak tersedia, dan murah harganya serta mudah
penggunaannya adalah Rootone F yang juga dapat digunakan untuk perbanyakan
setek kakao.
47
POLITEKNIK PERTANIAN BUKU KERJA
NEGERI PAYAKUMBUH PRAKTEK MAHASISWA
III. ORGANISASI
1. Jumlah mahasiswa dalam satu grup dibagi menjadi 4 kelompok.
2. Tiap-tiap kelompok beranggota 5 – 6 orang
IV. BAHAN DAN ALAT
Bahan yang digunakan :
a. Cabang plagiotrop
b. Dithane M 45
c. Rootone F
d. Polibag kecil
e. Top soil
f. Setekres kakao
Alat yang digunakan :
a. Pisau setek
b. Lap dari kain halus
c. Ember
d. Plastik sungkup
e. Tempat pembibitan
V. PELAKSANAAN PRAKTEK
A. PEMBUATAN BEDENGAN DAN PENGISIAN MEDIA
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam praktek.
2) Buat bedengan pembibitan dengan panjang 4 meter dan lebar 1 meter dengan
tinggi 30 cm.
3) buat kerangka sungkup dengan tinggi 70 cm dari permukaan tanah.
4) Siapkan media tanam top soil dan haluskan.
5) Isikan media tanah ke dalam polibag.
6) Susun polibag dalam bedengan dan siram sampai jenuh air.
48
POLITEKNIK PERTANIAN BUKU KERJA
NEGERI PAYAKUMBUH PRAKTEK MAHASISWA
B. PEMBUATAN SETEK DAN PENANAMAN
1) Buat setek dari cabang plagiotrop yang memenuhi syarat setek 3 daun.
2) Potong bagian ujung cabang dengan posisi miring kira-kira 1 cm dari daun
teratas dan kira-kira 6 cm dari daun terbawah (daun ketiga) juga dengan posisi
miring, usahakan satu kali potong setek bisa terputus.
3) Buang daun setek kira-kira 1/3 – ½ bagian atau tergantung pada panjang dan
lebarnya daun.
4) Setek yang sudah dibuat ditampung/dimasukkan dalam larutan Dithane M 45
dengan konsentrasi 0,2%.
5) Tanamkan setek yang yang sudah jadi tersebut pada media tanam polibag
yang sudah disiapkan dengan cara dibuat dulu lobang tanamnya sedalam 4 – 5
cm, bersihkan lendir yang masih ada pada pangkal setek dengan kain halus,
lalu olesi dengan Rootone F berbentuk pasta secara tipis dan merata,
kemudian tanamkan pada media.
6) Setelah ditanam padatkan tanah disekitar setek dengan tangan.
7) Siramkan larutan Dithane M 45 sisa perendaman setek ke dalam media tanam
kemudian baru dibilas lagi dengan air bersih.
8) Pasang sungkup plastik transparan pada kerangka sungkup.
VI. PERTANYAAN / TUGAS
1. Apa fungsi Rootone F ?
2. Kenapa pada pembuatan setek digunakan cabang plagitrop ?
3. Apa tanda-tanda penyetekan yang berhasil? Jelaskan bagai mana bentuknya?
49
POLITEKNIK PERTANIAN BUKU KERJA
NEGERI PAYAKUMBUH PRAKTEK MAHASISWA
Pertemuan Ke : 14
a. Minggu Ke : 15
b. Pokok Bahasan : 8.2. Pengemasan Bahan
c. Sub Pokok Bahasan
Tanaman
d. Durasi Waktu : 8.2.1. Melakukan berbagai
e. Dosen
f. Lokasi Pelaksanaan macam cara pengemasan bahan
g. Capaian Pembelajaran tanaman (Biji, bibit dan stekkres)
: 100 menit
Kegiatan Pembelajaran : Ir. Noveri, M.P.
: Bangunan pembibitan Poiteknik
: Setelah mengikuti praktek ini
mahasiswa dapat melakukan
berbagai cara pengemasan,
pengangkutan dan penyimpanan
bahan tanam
: Praktek Lapangan
I. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mampu melakukan pengemasan bahan tanaman untuk tujuan
penundaan waktu tanaman atau pengiriman bahan tanaman kesuatu lokasi
II. TEORI
Bahan tanam adalah bagian dari pohon induk yang digunakan untuk
memperbanyak tanaman, baik untuk perbanyakan secara vegetatif atau untuk
perbanyakan secara generatif. Bahan tanam harus berasal dari pohon induk yang
sehat dan telah diketahui silsilahnya, mudah dibiakkan, produktivitas perakaran yang
kuat dan rimbun. Oleh karena itu penentuan bahan tanam sangat diperlukan untuk
keberhasilan suatu tanaman yang akan dibudidayakan. Jadi dalam hal ini bahan tanam
tersebut dapat berupa biji/benih, bibit maupun bagian-bagian dari suatu tanaman
seperti akar, batang, daun, cabang ( stekkres), dan pucuk tanaman.
50
POLITEKNIK PERTANIAN BUKU KERJA
NEGERI PAYAKUMBUH PRAKTEK MAHASISWA
Pengemasan bahan tanaman bertujuan untuk mempertahankan kesegaran dan
mencegah terjadinya kerusakan bahan tanam tersebut walau tidak segera ditanam atau
terjadinya penundaan waktu penanaman. Bahan tanaman yang berupa stekkres
biasanya cepat sekali terjadinya penurunan kesegarannya terutama disebabkan oleh
berkurangnya kandungan air bahan tersebut karena terjadinya penguapan. Begitu juga
halnya pada bibit yang berasal dari bibit cabutan atau bibit putaran jika tidak segera
ditangani maka bibit tersebut juga akan kehilangan kesegarannya, apalagi bibit
putaran, bibit cabutan, dan bibit stum yang sewaktu diambil sebagian besar akarnya
mengalami kerusakan dan di buang.
Bibit cabutan adalah bibit yang sewaktu pengambilannya dengan cara
mencabutnya tanpa mengikut sertakan medianya. Bibit stum adalah bibit yang
sewaktu pengambilannya juga dengan cara mencabutnya, kemudian sebagian besar
akarnya dibuang, tanamannya dipotong pendek sehingga bibit tersebut kondisinya
tanpa daun dan tanpa akar utuh karena sebagian besar akarnya dipotong dan dibuang,
misalnya bibit stum karet. Sedangkan yang dimaksud dengan bibit putaran adalah
bibit-bibit yang sewaktu pengambilannya dengan mengikutkan media tanamnya.
Penundaan waktu penanaman pada umumnya sering terjadi jika suatu bahan
tanaman dikirimkan kesuatu tempat yang lokasinya cukup jauh dan perlu waktu
berhari-hari untuk pengirimannya. Untuk menghindari terjadinya kerusakan bahan
tanaman karena terjadinya penundaan penanaman maupun akibat kerusakan dalam
pengiriman perlu dilakukam penanganan khusus pada bahan tamanan tersebut
sehingga resiko kerusakan dan matinya tanaman dapat dikurangi.
Bahan tanaman berupa bibit polybag jika pengirimannya membutuhkan waktu
lama dan berhari-hari jika tidak ditangani secara khusus juga akan dapat merusak
bibit tersebut. Kerusakan bibit sewaktu pengiriman bisa saja disebabkan karena
terjadinya pergesekan sesama bibit sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan
mekanis pada bibit. Disamping itu kerusakan bibit dalam pengiriman juga disebabkan
karena terjadinya penguapan yang tinggi dalam pengiriman akibat tertiup oleh angin
51
POLITEKNIK PERTANIAN BUKU KERJA
NEGERI PAYAKUMBUH PRAKTEK MAHASISWA
sehingga bibit menjadi cepat kekurangan air dan menjadi layu apalagi selama
pengangkutan tidak dilakukan penyiraman. Kerusakan bibit yang lain akibat dari
pengiriman dan pengangkutan kelokasi lain adalah sobek-sobeknya daun tanaman
(bibit) karena terhembus oleh angin yang cukup kencang.
Untuk menghindari terjadinya kerusakan bahan tanaman ( bibit dan stekkres)
ini dalam pengiriman, perlu adanya suatu tindakan atau perlakuan khusus diberikan
terhadap bahan tanaman. Pemberian perlakuan khusus yang dimaksudkan disini
adalah dalam bentuk cara pengemasan yang diberikan terhadap bahan tanaman
sehingga bahan tanaman tersebut tetap segar dan tidak rusak sampai tiba dilokasi
yang dituju.
Dalam prakteknya bahan pengemasan yang sering dipakai dapat berupa
plastik, sabut kelapa, gedebok (pelepah) pisang baik yang kering maupun yang segar,
karung goni, dan lain sebagainya.
III. ORGANISASI
1. Mahasiswa dibagi atas beberapa kelompok ( 4 kelompok )
2. Tiap kelompok terdiri dari 5 – 6 orang
3. Tiap mahasiswa bekerja sama dalam kelompoknya
IV. BAHAN DAN ALAT
Bahan yang akan digunakan pada praktikum ini :
1. Bibit Polybag ( kakao, kopi, cengkeh dan lainnya)
2. Bibit cabutan ( kopi, tembakau, cengkeh)
3. Stum karet mata tidur
4. Serbuk gergaji
5. Pelepah/ gedebok pisang kering
6. Pelepah / gedebok pisang segar
7. Karung goni
8. Plastik putih ukuran 50 x 50 cm
9. Jelly
52
POLITEKNIK PERTANIAN BUKU KERJA
NEGERI PAYAKUMBUH PRAKTEK MAHASISWA
10. Kardus ukuran 50 x 50 x 50 cm
11. Kotak kayu ukuran 1 m x 1 m x20 cm
12. Tali rafia
Alat yang akan digunakan :
1. Gunting pangkas
2. Pisau Cutter
3. Spidol
V. PELAKSANAAN PRAKTEK
A. Pengemasan Bibit Polybag
1. Siapkan bibit yang akan dikemas ( misalnya bibit kakao atau bibit kopi)
2. Siram bibit tersebut sampai tanahnya lembab
3. Masukkan jelly ke dalam polybag sampai seluruh permukaan tanah di polybag
tertutup semua ( kurang lebih setinggi 2 cm)
4. Masukkan polybag kedalam plastik putih yang tidak berlobang (tidak bocor)
5. Ikat plastik bersama polybag tadi dengan menggunakan tali rafia sehingga
media dalam polybag tidak ada kontak langsung dengan udara luar.
6. Untuk pengirimandan atau pengangkutan dalam jumlah sedikit bisa kita
gunakan kotak sejenis kemasan kotak supermi.
7. Susun polybag dalam kotak tadi dengan rapi, lalu ruang yang ada diantara
polybag bisa diisi dengan sabut kelapa atau bahan lainnya dengan tujuan agar
bibit tersebut tidak rebah dalam kotak.
8. Setelah itu tutup rapat kotak tadi sehingga tidak terjadi lagi kontak langsung
antara udara dalam kotak dengan udara luar.
9. Bibit yang sudah dikemas sudah bisa dikirim. Pengemasan cara ini biasanya
bisa bertahan 7 -10 hari tanpa memberikan kerusakan yang berarti pada bibit.
10. Jika pengiriman bibit dalam jumlah besar dan harus dengan menggunakan
transportasi darat, maka bibit-bibit yang sudah diikat plastik tadi disusun
dalam kotak kayu ukuran 1 m x 1 m x 20 cm.
53
POLITEKNIK PERTANIAN BUKU KERJA
NEGERI PAYAKUMBUH PRAKTEK MAHASISWA
11. Susun rapi bibit dalam kotak kayu, isi rongga yang ada diantara polybag
dengan sabut kelapa, goni dan sebagainya agar bibit dalam kotak kayu tidak
rebah.
12. Untuk bibit yang sudah dikemas tadi lakukan pengamatan setelah 3 (tiga) hari
dan 7 (tujuh ) hari.
13. Amati perubahan-perubahan yang terjadi pada bibit seperti kesegarannya,
warna daun, dan lainnya.
14. Dengan cara pengemasan seperti ini kelembaban media dalam polybag tetap
terjaga sampai bibit tiba di lokasi tujuan pengiriman tanpa melakukan
penyiraman lagi selama perjalanan.
B. Pengemasan Bibit Cabutan atau Bibit Stum
1. Sediakan bibit cabutan ( seperti bibit kopi, tembakau) dan bibibit stum karet.
2. Bungkus perakaran bibit tersebut dengan sedikit media tanam misalnya sekam
gergaji, tanah top soil, tanah top soil + pupuk kandang
3. Setelah diberi media kemudian bungkus dengan bahan pembungkus seperti
plastik, goni, gedebok pisang kering, dan bahan lainnya.
4. Ikat bibit tersebut sampai batas leher akarnya sehingga bentuknya seperti
bibit polybag
5. Lakukan pengamatan seperti halnya bibit polybag
6. Perbedaannya dengan bibit polybag adalah media yang diberikan sangat
minim/sedikit sekali yang tujuannya hanya untuk mempertahankan kesegaran
bibit sampai tujuan pengiriman.
7. Tujuan menggunakan media yang sangat sedikit ini adalah untuk mengurangi
berat bibit sehingga dapat mengurangi ongkos pengiriman.
54
POLITEKNIK PERTANIAN BUKU KERJA
NEGERI PAYAKUMBUH PRAKTEK MAHASISWA
C. Pengemasan Bahan Tanaman berupa Stekkres
1. Siapkan bahan tanaman stekkres ( stekkres kakao, kopi, karet, lada dan
lainnya)
2. Potong-potong sepanjang 25 – 30 cm
3. Buang daunnya dengan memotong tangkai daun, dan tinggalkan tangkai
daunnya sepanjang 1-2 cm
4. Ikat dengan tali rafia setiap 10 stekkres
5. Potong pelepah pisang sepanjang 50 cm
6. Bungkus stekkres dengan plastik, untuk tujuan pengiriman melebihi 2 hari.
Jika kurang dari 2 hari tidak perlu dibungkus plastik
7. Kemudian bungkus lagi dengan gedebok pisang yang segar dan tutup rapat,
ikat dengan tali
8. Pelepah pisang yang sudah berisi stekkres tadi dibungkus lagi dengan karung
goni lembab
9. Simpan di tempat yang sejuk/teduh
10. Amati hasil praktek saudara setelah 2 hari dan 5 hari sejak dikemas dengan
cara membuka kemasannya
11. Catat hasil pengamatan berupa tingkat keseragaman stekkres (dilihat dari
warna tekkres) peruban-perubahan lainnya yang terjadi pada stekkres
12. Membuat laporan praktikum
D. Pengemasan stum okulasi mata tidur untuk pengiriman
1. Cabut terlebih dahulu stum okulasi mata tidur karet dan dirempel.
2. Potongan bagian batangnya langsung dicelup sebntar kedalam lilin untuk
tujuan mengurangi penguapan dan potongan akar diberi TB 192
3. Stum jangan dibiarkan berada diluar dan tertimpa sinar matahari langsung
harus secepatnya dikemas supaya tidak kering.
55
POLITEKNIK PERTANIAN BUKU KERJA
NEGERI PAYAKUMBUH PRAKTEK MAHASISWA
4. Siapkan peti dengan ukuran 60cm X 50cm X 50cm dan dilengkapi dengan
serbuk gregaji yang sudah matang dan lembab
5. Serbuk gregaji yang lembab berfungsi untuk mempertahankan kelebaban
selama dalam pengngkutan.
6. Stum okulasi mata tidur disusun dalam peti berselang selingdengan serbuk
gregaji lembab.
7. Stum okulasi mata tidur karet di susun secara berselang seling
8. Serbuk gregaji diberikan menyentuh seluruh permukaan akar bibit.
9. Setelah penuh diisi bibit, kemudian diplat dengan klem melintang dua buah
dan membujur satu buah.
10. Plat ini menjaga agar bibit tidak bertaburan jika terjadi kerusakan peti kemas
selama dalam pengiriman.
11. Untuk menjamin kesegaran bibit, sebaiknya untuk setiap pencabutan bibit,
lamanya pekerjaan seleksim merempel, melilin/kolter dan pengemasan tidak
melebihi 2-3 hari dan dikerjakan ditempat yang teduh.
12. Pengemasan bibit dengan cara ini dapat mempertahankan kesegaran dan daya
hidup stum sampai 30 hari, tetapi setelah hari ke 15, sudah ada mata okulasi
yang tumbuh.
13. Sebaiknya lama pengangkutan tidak lebih dari 15 hari supaya waktu menanam
bibit kedalam polybag, mata okulasi yang sudah tumbuh tidak rusak.
E. Pengemasan setek vanili
Pengiriman bahan tanam vanili jarak jauh membutuhkan penanganan yang
tepat. Jika tidka dilakukan dengan baik maka tingkat kematian bibit menjadi sangat
tinggi.
Pengambilan setek pertama dilakukan pada umur lebih dari 1 tahun dengan
cara memotong sulur pada awal musim hujan. Pada umumnya setiap tanaman yang
diambil memiliki satu sulur dengan panjang ± 2 m atau 10 – 15 ruas, sehingga dapat
diperoleh 2 setek panjang dengan masing-masing 5 – 7 ruas atau setek pendek satu
56
POLITEKNIK PERTANIAN BUKU KERJA
NEGERI PAYAKUMBUH PRAKTEK MAHASISWA
ruas berdaun tunggal. Pengambilan setek selanjutnya dilakukan dengan interval 4 – 6
bulan.
Waktu pengambilan bahan tanam untuk setek panjang dilakukan dengan
segera menjelang waktu tanam, Apabila untuk setek pendek (satu ruas berdaun
tunggal) dilakukan pengambilan setek 4 – 6 bulan sebelum tanam karena diperlukan
persemaian terlebih dahulu.
Dipilih Sulur yang belum pernah berbunga dari pohon yang pernah berbuah,
beruas relatif pendek dan tentunya sehat. Akar-akar lekat dilepaskan kemudian
potong sesuai dengan ukuran setek panjang ataupun pendek.
Untuk sterilisasi setek tersebut dicuci dengan air sampai lendir yang terdapat
pada luka bekas potongan bersih, kemudian direndam larutan fungisida dengan
konsentrasi 0,2 – 0,3% selama ± 15 menit lalu ditiriskan. Dapat juga diberi ZPT
untuk mempercepat keluarnya akar.
Pengemasan benih sebaiknya menggunakan kotak kardus bersih dan kuat.
Kemasan tersebut harus berventilasi dengan isi maksimal 200 benih per
kardus. Sementara tanarnan 5-7 ruas yang berasal dari setek 1 ruas dengan 1 daun
yang diperdagangkan menggunakan polybag, pengemasan benih dapat
menggunakan kotak kayu berventilasi.
57
POLITEKNIK PERTANIAN BUKU KERJA
NEGERI PAYAKUMBUH PRAKTEK MAHASISWA
Pertemuan Ke : 15
a. Minggu Ke : 16
b. Pokok Bahasan : 8.2. Pengemasan Bahan
c. Sub Pokok Bahasan
Tanaman
d. Durasi Waktu : 8.2.2. Melakukan berbagai
e. Dosen
f. Lokasi Pelaksanaan macam cara pengemasan bahan
g. Capaian Pembelajaran tanaman (Biji, bibit dan stekkres)
: 100 menit
Kegiatan Pembelajaran : Ir. Noveri, M.P.
: Bangunan pembibitan Poiteknik
: Setelah mengikuti praktek ini
Mahasiswa dapat melakukan
berbagai cara pengemasan,
pengangkutan dan penyimpanan
bahan tanam yang benar
: Praktek Labor ( pengamatan dan
diskusi hasil praktek 8.2.1
I. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mampu menganalisa dan menilai kebaikan dan kelemahan cara
pengemasan yang diakukan dalam praktek
II. TEORI
Cara pengemasan yang baik adalah jika bahan tanaman yang dikemas untuk
tujuan penundaan waktu tanam atau untuk pengiriman kesuatu tempat tetap segar dan
tidak rusak sesampainya di lokasi yang dituju.
Baik atau buruknya hasil suatu pengemasan dipengaruhi oleh banyak faktor
seperti metode pengemasan yang kurang baik, bahan pengemasan yang digunakan,
kebersihan dalam pengemasan, keterampilan yang dimiliki oleh pekerja itu sendiri.
Faktor lain yang juga berpengaruh adalah bahan tanaman yang dikirim berasal dari
58
POLITEKNIK PERTANIAN BUKU KERJA
NEGERI PAYAKUMBUH PRAKTEK MAHASISWA
bahan tanaman yang kurang baik seperti bahan tanaman yang terserang hama dan
penyakit, bahan tanaman yang tidak memenuhi syarat dan lain sebagainya.
III. ORGANISASI
1. Mahasiswa dibagi atas beberapa kelompok ( 4 kelompok )
2. Tiap kelompok terdiri dari 5 – 6 orang
3. Tiap mahasiswa bekerja sama dalam kelompoknya
II. BAHAN DAN ALAT
Adapun bahan dan alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah Data
hasil praktek topik 10.2.1, Kertas double folio bergaris, White board, Spidol dan alat
tulis lainnya, LCD proyektor.
V. PELAKSANAAN PRAKTEK
1. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil praktek dihadapan
kelompok lainnya
2. Setelah presentasi lakukan diskusi dengan kelompok lain
3. Kelompok lain harus aktif dan memberi masukan
4. Pada akhir diskusi dapat dilahirkan tentang hasil praktek berupa :
a. Menilai metode pengemasan yang dilakukan, apa sudah baik atau belum
b. Jika belum, dalam hal apa yang harus diperbaiki
c. Solusi perbaikan apa yang harus dilakukan
d. Kesimpulan akhir dari hasil praktek yang dilakukan
VI. TUGAS
Buat laporan dari hasil diskusi yang telah dilakukan pada praktikum yang
telah selesai.
59