The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PENJELASAN MULTIMETER ANALOG

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fauzan02ramadhan, 2021-05-07 08:13:49

MULTIMETER ANALOG

PENJELASAN MULTIMETER ANALOG

Keywords: #E-BOOK #SIMDIG

MULTIMETER ANALOG

NAMA=DAFFA ARIF FADILLAH
KELAS=X-TOI
NO.ABSEN=11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayahNya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas yang bermateri tentang
multimeter analog ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari saya membuat ini adalah untuk memenuhi nilai mid
semester pada tugas simulasi digital. Selain itu, ini juga bertujuan untuk menambah
wawasan tentang multimeter analog bagi para pembaca dan juga bagi saya sendiri
sebagai penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Bu Nuning, selaku guru pada bidang
Teknik Otomasi Industri pelajaran Simulasi Digital yang telah memberikan tugas ini
sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi
yang saya tekuni.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan ini.

Saya menyadari, yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran ibu yang akan membangun saya nantinya agar lebih
bagus.

Balikpapan,4 Mei 2021

DAFFA ARIF FADILLAH

Daftar Isi

Kata pengantar…
Daftar isi…
Bab 1.Pendahuluan

A.Konsep dasar multimeter
B.Macam-macam multimeter

1.multimeter analog
2.Bagian-bagian multimeter analog

Bab 2. Cara mengukur menggunakan multimeter analog

A.Cara membaca nilai tahanan (ohm)
B.Cara membaca nilai tegangan (VOLT) DC
C.Cara membaca nilai arus (Ampere)

Bab 3. Cara mengukur Elemen Aktif menggunakan Multimeter analog

Bab 4. Cara mengukur Elemen Pasif menggunakan Multimeter Analog

Daftar pustaka…

Bab 1

A.konsep dasar multimeter analog

Multimeter analog atau multimeter jarum adalah alat ukur untuk mengukur kuat arus,
tegangan, dan hambatan listrik yang menggunakan tampilan jarum yang bergerak ke
rangerange yang diukur dengan probe.

B. macam-macam multimeter

1.multimeter analog
2.multimeter digital
1.multimeter analog

2.Bagian-Bagian multimeter analog
1. Jarum Penunjuk →Berfungsi sebagai penunjuk nilai besaran hasil dari pengukuran.
2. Skala, skala adalah deretan angka yang menunjukan hasil dari suatu pengukuran.
3. Sekrup Pengatur Kedudukan Jarum Penunjuk(Zero Adjust Screw). Berfungsi sebagai

pengatur kedudukan dari jarum penunjuk saat dikalibrasi, dengan cara memutarnya kekiri
maupun kekanan menggunakan obeng pipih kecil atau obeng min(–).

4. Zero Ohm Adjust Knob atau Pengatur Jarum Penunjuk, yang berfungsi untuk mengatur
jarum penunjuk skala pada posisi nol.

5. Lubang Kutub Positif atau Terminal(+), yang berfungsi sebagai tempat masuknya test lead
kutub positif yang berwarna merah.

6. Positive Terminal (20 A DC only), sama seperti lubang positif yang diatas, akan tetapi lubang
ini khusus untuk pengukuran Arus Listrik.

7. Saklar Pamilih atau Selektor(range selector switch), berfungsi untuk memilih posisi
pengukuran dan batas pengukuran.

Bab 2

A.Cara membaca nilai tahanan (ohm)

1. Pasang multimeter pada komponen yang akan diukur tahanannya
2. Perhatikan posisi jarum pointer hingga benar-benar berhenti dan tidak
bergerak lagi
3. Pilih skala paling atas sebagai skala ukur tahanan ohm
4. Baca nilai tahanan sesuai dengan angka yang ditunjuk oleh jarum pointer
lalu kalikan dengan saklar pemilih (selektor).
Perhatikan gambar dibawah sebagai contoh cara membaca nilai tahanan (ohm) pada
multimeter

Pada gambar diatas, jarum pointer menunjuk angka 26 dan posisi selektor ada
pada nilai 100.
Maka nilai ukur tahanan sesuai pembacaan diatas adalah
= 26 x 100 ohm
= 2600 ohm atau 2,6 kilo ohm
Jika saklar pemilih (selektor) berada di posisi x1k, maka nilai tahanannya adalah
sebesar
= 26 x 1K (1000)
= 26000 ohm atau 26 Kilo ohm

B.Cara membaca nilai tegangan (VOLT) DC

1. Perhatikan nilai dan posisi saklar pemilih (selektor)
2. Pilih skala bagian tengah untuk membaca nilai pengukuran tegangan dan
arus
3. Gunakan nilai selektor (saklar pemilih) sebagai nilai maksimum skala yang
ada pada skala papan ukur
4. Baca posisi jarum pinter berada berdasarkan skala yang sudah dipilih
pada langkah ke 2
Jadi, misalnya nilai saklar selektor yang sudah dipilih adalah 250, maka kita
menggunakan skala dari 0 sampai 250 yang ada di papan ukur. Posisi nilai 0-250 pada
papan ukur ini ada di bagian bawah dekat skala bergaris merah.

Begitu pula dengan yang nilai lainnya, misalnya selektor berada di posisi 10, maka kita
menggunakan skala 0 sampai 10 yang ada dipapan ukur. Posisi nilai 0-10 pada papan
ukur berada pada bagian paling atas dari skala ukur tegangan DC.

Untuk lebih mudahnya perhatikan gambar dibawah berikut sebagai contoh cara
membaca nilai tegangan DC

Jadi, nilai ukur tegangan DC pada contoh diatas adalah sebesar 22 volt DC.

s
Perhatikan contoh berikut sebagai perbandingan dalam membaca nilai ukur tegangan
DC jika posisi selektor 10 DCV dan posisi jarum sama seperti contoh diatas
sebelumnya.

Pada contoh gambar diatas, maka nilai ukur tegangan DC adalah sebesar 4,2 Volt DC.
Cara membaca hasil pengukuran tegangan diatas juga berlaku sama dengan
pengukuran tegangan AC, hanya saja yang membedakan adalah posisi selektornya.
Untuk pengukuran tegangan AC posisi selektor ada diposisi ACV sebelah kanan.
Perhatikan contohnya dibawah berikut
Nilai ukur tegangan AC volt pada contoh gambar di atas adalah sebesar 110 ACV

C.Cara membaca nilai arus (Ampere)

1. Perhatikan nilai dan posisi selektor (skalar pemilih)
2. Pilih skala bagian tengah untuk membaca nilai pengukuran arus
3. Gunakan nilai maksimal yang sesuai dengan nilai selektor
4. Baca nilai angka pada jarum pointer sesuai skala yang sudah dipilih pada
langkah ke 2

Bab 3

A.Transistor

Cara Mengukur Transistor PNP dengan Multimeter Analog

• Atur Posisi Saklar pada Posisi OHM (Ω) x1k atau x10k
• Hubungkan Probe Merah pada Terminal Basis (B) dan Probe Hitam pada Terminal Emitor (E),

Jika jarum bergerak ke kanan menunjukan nilai tertentu, berarti Transistor tersebut dalam
kondisi baik
• Pindahkan Probe Hitam pada Terminal Kolektor (C), jika jarum bergerak ke kanan
menunjukan nilai tertentu, berarti Transistor tersebut dalam kondisi baik.

Cara Mengukur Transistor NPN dengan Multimeter Analog

• Atur Posisi Saklar pada Posisi OHM (Ω) x1k atau x10k
• Hubungkan Probe Hitam pada Terminal Basis (B) dan Probe Merah pada Terminal Emitor (E),

Jika jarum bergerak ke kanan menunjukan nilai tertentu, berarti Transistor tersebut dalam
kondisi baik
• Pindahkan Probe Merah pada Terminal Kolektor (C), jika jarum bergerak ke kanan
menunjukan nilai tertentu, berarti Transistor tersebut dalam kondisi baik.

B.Diode

• Aturkan Posisi Saklar pada Posisi OHM (Ω) x1k atau x100
• Hubungkan Probe Merah pada Terminal Katoda (tanda gelang)
• Hubungkan Probe Hitam pada Terminal Anoda.
• Baca hasil Pengukuran di Display Multimeter
• Jarum pada Display Multimeter harus bergerak ke kanan
• Balikan Probe Merah ke Terminal Anoda dan Probe Hitam pada Terminal Katoda (tanda

gelang).
• Baca hasil Pengukuran di Display Multimeter
• Jarum harus tidak bergerak.
• Jika Jarum bergerak, maka Dioda tersebut berkemungkinan sudah rusak.

C. IC (Integrated Circuit)

• Untuk menetukan baik tidaknya IC tidak bisa diukur dengan multitester tapi
langsung dicoba ke rangkaian.

• IC memiliki seri-seri tertentu. IC ada yang memiliki 3 pin, 8 pin, 16 pin, dan
sebagainya. Pin no 1 biasanya ditandai dengan lingkaran kecil dekat pin tersebut.
Contoh IC : LM 7812, UC 3842, TDA 1175, TDA 9302.

Bab 4

A.Resistor

• Atur posisi skala selektor ke Ohm dengan skala x1, x100, x1K. Sesuai berdasaarkan
pembacaan gelang warnanya.

• Tempelkan masing-masing pencolok pada kawat kaki resistor.
• Apabila jarum bergerak maka hal ini akan menandakan resistor dalam keadaan baik dan bisa

digunakan.
• Sedangkan untuk mengukur besarnya nilai resistor perhatikanlah gerakan jarum dan berhenti

pada angka berapa. Maka angka ini akan menunjukkan skala sesuai dengan ukuran resistor itu
sendiri.

B.Kapasitor

Atur posisi skala Selektor ke Ohm (Ω) dengan skala x1K
• Hubungkan Probe Merah (Positif ) ke kaki Kapasitor Positif
• Hubungkan Probe Hitam (Negatif) ke kaki Kapasitor Negatif
• Periksa Jarum yang ada pada Display Multimeter Analog,
• Kapasitor yang baik : Jarum bergerak naik dan kemudian kembali lagi.
• Kapasitor yang rusak : Jarum bergerak naik tetapi tidak kembali lagi.
• Kapasitor yang rusak : Jarum tidak naik sama sekali.

C. LDR (Light Dependent Resistor)

Mengukur LDR pada Kondisi Terang
• Atur posisi skala selektor Multimeter pada posisi Ohm
• Hubungkan Probe Merah dan Probe Hitam Multimeter pada kedua kaki LDR (tidak

ada polaritas)
• Berikan cahaya terang pada LDR
• Baca nilai resistansi pada Display Multimeter. Nilai Resistansi LDR pada kondisi

terang akan berkisar sekitar 500 Ohm.

Mengukur LDR pada Kondisi Gelap
• Atur posisi skala selektor Multimeter pada posisi Ohm
• Hubungkan Probe Merah dan Probe Hitam Multimeter pada kedua kaki LDR (tidak

ada polaritas)
• Tutup bagian permukaan LDR atau pastikan LDR tidak mendapatkan cahaya

• Baca nilai resistansi pada Display Multimeter. Nilai Resistansi LDR di kondisi gelap
akan berkisar sekitar 200 Kohm.

Daftar pustaka

https://www.samrasyid.com/2020/04/pengertian-dan-fungsi-
multimeter.html#:~:text=Multimeter%20analog%20atau%20multimeter%20jarum,range%20yang%20di
ukur%20dengan%20probe.

http://naufalhwr.blogspot.com/2016/10/cara-mengukur-kompone-pasif-aktif.html


Click to View FlipBook Version