kelompok 3
Pengertian Cerita sejarah adalah narasi yang menceritakan tentang peristiwa masa lalu untuk memberi pemahaman tentang perkembangan sejarah, budaya, dan peradaban manusia. dalam cerita sejarah menggambarkan fakta tokoh serta peristiwa penting dalam masa lalu dengan tujuan memahami dan menghargai sejarah. Teks cerita sejarah dibagi menjadi dua, yaitu Teks Cerita Sejarah Fiksi dan Cerita Sejarah Nonfiksi. Perbedaan cerita sejarah fiksi dan non-fiksi adalah sebagai berikut: 1. Cerita sejarah non-fiksi berlandaskan pada fakta, sedangkan Cerita sejarah fiksi dapat berisi unsur imajinasi 2. Cerita sejarah non-fiksi berfokus pada penggambaran karakter, sedangkan cerita sejarah fiksi tidak memiliki karakter nyata Cerita sejarah non-fiksi bertujuan untuk memberikan pengetahuan sejarah yang tepat, sementara cerita sejarah fiksi lebih berfokus pada aspek-aspek kreatif dan hiburan.
1. Narasi Sejarah : Cerita atau penceritaan berurutan tentang peristiwa masa lalu. 2. Biografi : Penceritaan tentang kehidupan seseorang, dengan penekanan pada pencapaian sejarah mereka. 3. Autobiografi : Narasi tentang kehidupan seseorang, ditulis oleh diri mereka sendiri. 4. Memoar : Catatan pribadi tentang pengalaman tertentu dalam kehidupan seseorang. 5. Jurnal dan Surat : Catatan harian dan surat yang memberikan wawasan langsung tentang peristiwa masa lalu. 6. Dokumen Sejarah : Pidato, konstitusi, surat perjanjian, dan catatan-catatan penting lainnya yang berhubungan dengan peristiwa sejarah. 7. Teks Resmi : Berita, dekret, hukum, dan perjanjian resmi yang menjadi bagian penting dalam rekaman sejarah. Jenis teks
Struktur Teks Cerita Sejarah Secara umum, teks cerita sejarah memiliki 3 struktur penyusunan, yaitu orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi. Berikut ini 3 struktur teks cerita sejarah: STRUKTUR 1. Orientasi Orientasi adalah bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah. 2. Urutan Peristiwa Urutan peristiwa adalah rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, umumnya disampaikan dalam urutan kronologis. 3. Reorientasi Bagian reorientasi berisi komentar pribadi penulis tentang peristiwa atau kejadian sejarah yang diceritakan. Reorientasi boleh ada, boleh tidak.
C. Nilai agama/religi Nilai yang berhubungan dengan masalah keagaman. Nilai religi biasanya ditandai dengan penggunaan kata dan konsep Tuhan, makhluk gaib, dosa-pahala, serta surga-neraka. NILAI NILAI TEKS CERITA SEJARAH A. Nilai Budaya Nilai yang diambil dari budaya yang berkembang secara turunmenurun di masyarakat (berhubungan dengan budaya melayu). B. Nilai moral Nilai yang berhubungan dengan masalah moral. Pada dasarnya nilai moral berkaitan dengan nasihat-nasihat yang berkaitan dengan budi pekerti, perilaku, atau tata susila yang dapat diperoleh pembaca dari cerita yang dibaca atau dinikmatinya. D. Nilai pendidikan/edukasi Nilai yang berhubungan dengan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang/kelompak orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. E. Nilai estetika Nilai yang berhubungan dengan keindahan dan seni. F. Nilai sosial Nilai yang berhubungan dengan kehidupan di dalam masyarakat. Biasanya berupa nasihat-nasihat yang berkaitan dengan kemasyarakatan.
Kaidah Kebahasaan Menggunakan Kalimat Bermakna Lampau Menggunakan Kata yang menyatakan Urutan Waktu Menggunakan kalimat Tak Langsung Menggunakan Kata Kerja (verba) Mental Menggunakan Kata Kerja (verba) Material Mengunakan Kalimat Langsung Menggunakan Kata Sifat untuk Menggambarkan Tokoh, Tempat, atau Peristiwa 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Dalam menulis teks cerita sejarah, terdapat beberapa kaidah kebahasaan yang perlu diperhatikan: kekonsistenan waktu. Konsistensi gaya bahasa. Pemilihan kata sesuai konteks sejarah. Tata bahasa yang benar. Deskripsi yang kaya. Rujukan dan sumber yang jelas. Hindari interpretasi berlebihan. Kepatuhan terhadap fakta sejarah. Flow narasi yang baik. Periksa kesalahan dengan cermat.
Martha Christina Tiahahu adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Maluku. Ia hidup pada abad ke-19 dan berperan penting dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda. Tiahahu adalah seorang pejuang yang gigih dalam melawan penindasan Belanda di Maluku. Ia terlibat dalam perang gerilya melawan penjajah dan memimpin pasukan perlawanan. Namanya tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pahlawan perempuan yang berani melawan penjajahan kolonial. Walau namanya mungkin kurang dikenal secara luas, kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya di Maluku, sangat penting dan patut dihormati. Martha Christina Tiahahu diakui sebagai pahlawan nasional Indonesia pada tahun 1969. Setelah perjuangan yang gigih melawan penjajah, wilayah Maluku semakin mendekati kemerdekaan dari penjajahan. Hal ini memberikan peluang bagi penduduk setempat untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Selama proses pembebasan, sekolahsekolah didirikan, dan akses pendidikan meningkat. Martha Christina Tiahahu sejarah