a) Komponen di dalam kelompok adalah
variansi indivteirdhaudaap nlilayi taenigtauh k,elompok
(x x)2
N 1
b) Komponen antar kelompok adalah
variansi nilai tengah kelompok
terhadap nilai tengah
populasi (true means of the groups).
c) Perbedaan atau kemiripan yang ada di
dalam populasi di sebabkan
karena ada perbedaan atau
kemiripan antar individu anggota satu
famili dan perbedaan atau
kemiripan antar individu anggota famili
yang berbeda.
8. True means suatu kelompok adalah nilai
tengah yang ditaksir tanpa kesalahan dari
jumlah individu yang sangat banyak.
9. Kemiripan antar saudara (misal antara
saudara kandung ) dapat disamakan dengan
persamaan individu di dalam kelompok atau
perbedaan antar individu anggota
51
kelompok yang berbeda. Makin sama
individu di dalam maka makin jelas
perbedaan antar kelompok.
10. Berdasar fakta di atas maka derajat
kemiripan antar saudara dinyatakan sebagai
proporsi komponen-variansi- antar
kelompok dari variasi total.
11. Proporsi yang dimaksud di dalam (11)
t 2
B
2 2
B W
t koefisien korelasi intra klas
2 komponen variansi di antar kelompok
B
2 komponen variansi di dalam kelompok
W
12. adalah (t)
13. Komponen antar kelompok menunjukkan
besarnya variasi atau variansi yang ada
diantara anggota kelompok. Komponen ini
dapat disamakan dengan kovariansi anggota
kelompok.
52
14. Di dalam kasus kemiripan antar tetua dan
anak, individu disusun berpasangan.
Kovariansi lebih mudah dihitung dengan
jumlah hasil kali dibanding dihitung dari
b op Cov op
p2
komponen variansi antar pasangan. Derajat
kemiripan di dalam kasus demikian lebih
sering dinyatakan sebagai koefisien regresi
anak pada tetua dibandingkan sebagai
koefisien korelasi.
15. Dapat disimpulkan bahwa kovariansi
individu yang bersaudara merupakan bagian
dari populasi yang dapat digunakan untuk
menghitung derajat kemiripan antar saudara.
16. Definisi. Kovariansi adalah putaran dari
xy
(x i x )(yi y )
N
xy (x i x )(yi y ) / N
i1
Cov op b op 2 kovariansi merupakan bagian dari variansi total
p
hasil kali deviasi dari nilai tengah
karakteristik x dan y dengan simbol xy
53
17. Karena kovariansi merupakan bagian dari
(proporsional) variansi fenotipik, maka
kovariansi juga tersusun atas komponen
kausal, genetik , dan invaremental.
Kovariansi besarnya tergantung pada macam
hubungan saudara yang ada.
18. Apabila besarnya komponen kausal
diketahui maka kovariansi yang dihitung
dari data pengamatan dapat digunakan untuk
menaksir besarnya komponen variansi
19. Kovarinasi antar saudara mengandung
variansi genetik dan invaremental (CovP =
CovG + CovE )
Kovariansi Genetik
Kovariansi genetik adalah kovariansi
yang disebabkan oleh pengaruh faktor
genetik. Kovariansi genetik dihitung dari
nilai genotipe individu yang mempunyai
hubungan keturunan. Misal hubungan anak
dengan satu tetua. Kovariansi yang dihitung
adalah kovariansi nilai genotipe tetua
dengan purata nilai genotipik anaknya dari
54
hasil kawin acak. Apabila nilai tersebut
dinyatakan dalam deviasi dari nilai tengah,
maka menurut definisi, nilai tengah anak
sama dengan setengah nilai pemuliaan
tetuanya. Oleh karena itu kovariansi yang
dihitung adalah antara nilai genotipik (G)
seekor individu dan nilai sama dengan
setengah nilai tengah tetuanya.
Tetua anak
G ½A
A+D ½A
hasil kali = ½ A (A+D) = ½ A2 + ½
AD
Karena A dan D tidak berkorelasi maka ½
AD = 0
½ A (A+D) = ½ A2 + ½ AD
55
N N N
Covop = ½ VA
Kovariansi antara satu Tetua dan Anak
Kovariansi dapat dihitung dengan cara lain
Tetua Anak
Genotip Frekuens Nilai Purata
ei genotipik nilai
genotipi
k
A1A1 p2 2q(-qd) q
A1A2 2pq (q-p) ½ (q-p)
+2pqd
A2A2 q2 - -p
2p(+pd
)
Kovariansi dihitung = nilai tengah hasil kali
= (frekuensi x nilai genotipik tetua x nilai
genotipik anak ) x (frek. Tetua)
56
= pq2(p2+2pq+q2) +2p2q2d(-q+q-p+p)
= pq2
= Covop = ½ VA (berlaku untuk banyak
lokus)
Kovariansi anak dengan satu tetua sama
dengan setengah variansi aditif
Kovariansi antara Saudara tiri
Saudara tiri dapat merupakan hasil
kawin acak seekor individu dengan sejumlah
individu lain dan setiap perkawinan minimal
menghasilkan satu anak. Nilai tengah
genotipik famili saudara kandung sama
dengan setengah nilai pemuliaan tetua
bersama. Kalau kovariansi dihitung sebagai
derajat kemiripan yang ada di dalam satu
kelompok famili saudara tiri maka sama
dengan variansi setengah nilai pemuliaan
tetua. Cov(HS) = V ½A = ¼ VA .
Dengan cara lain, variansi nilai tengah
saudara tiri sama dengan [frekuensi x (nilai
anak)2]
= p2q22 +2pq. ¼ (p-q)2 2 + p2q2 2
57
= pq2[pq + ½ (p-q)2 + pq]
= pq2[ ½ (p+q)2]
= ½ pq2 karena 2pq2 =VA maka
Cov(HS) = ¼ VA
Kovariansi antar Saudara Sekandung
Kovariansi antara saudara sekandung =
variansi nilai tengah famili saudara
sekandung.
Tabel 6.3 Nilai Purata Nilai genotipik
anak
Tetua Anak
Genotip Frekuens Nilai Purata
ei genotipik nilai
genotipi
k
A1A1 p2 2q(-qd) q
A1A2 2pq (q-p) ½ (q-p)
+2pqd
A2A2 q2 - -p
2p(+pd
)
58
Tabel 6.4 Genotipe tetua, frekuensi
perkawinan dan hasil
perkawinan
Genoti Frek Nilai Anak Nilai Purata Kuadrat
pe Perk anak
tetua w. Mid A1 A1 A2 tengah anak x
+a2
P A1 A2 A2 nilai Mid P
a d -a anak
A1A1 p4 +a 1 - - +a +a2
A1A1 4pq
A1A1 ½ ½½- ½ (a+d) ¼ ½
A1A2 (a+d) d (a2+2ad+ (a2+2ad+
d2) d2)
A1A1 2p2q2 0 -1 1 - d2
A2A2 4p2q2 0
A1A2 4pq3
A1A2 d ¼ ½ ¼ ½ d ½ d2 ¼ d2
A1A2
A2A2 ½ (- - ½ ½ ½ (- ¼ (a2- ½
a+d) a+d) 2ad+d2) (a2+2ad+
A2A2 q4 d2)
A2A2 -a -
- 1 -a +a2 +a2
Dari Tabel di atas dapat diperiksa bahwa
Kuadrat purata anak = hasil kali [purata
anak x mid parent]. Oleh karena itu means
square (MS)dapat diperoleh dari hasil kali
purata.
59
MS = MP + d2 2p2q2 - ¼ d2 4p2q2
= MP + d2 p2q2
MS = CovFS =Covop + d2 p2q2 = pq2+ d2 p2q2
4d2 p2q2 = VD 2 pq2 = VA
Maka Cov(FS) = ½ VA + ¼ VD
(untuk banyak lokus perlu penjumlahan)
Kovariansi antara Anak dan Mid Parent
Cara penaksirannya
Misal O adalah nilai tengah anak, P dan
P’ nilai tengah tetua.
Kovariansi yang dicari adalah Cov OP
Cov(O) ½ (P+P’)= ½ (Cov OP + Cov OP)
Apabila P dan P’ mempunyai variansi
yang sama, maka Cov OP = Cov OP
Dan Cov OP = Cov OP’, sehingga tetua jantan
dan betina akan menghasilkan variansi yang
sama.
Kovariansi antara anak dan mid Parent
sama dengan kovariansi anak dan satu tetua
= ½ VA
Dapat disimpulkan
Kovariansi seekor individu dengan nilai
60
tengah nilai sejumlah saudara (yang sama
macamnya) sama dengan kovariansi
individu tersebut dengan salah satu saudara
Cara menghitungnya sebagai berikut CovOP
= MP – M2
MP = mean product
M2 = kuadrat nilai tengah populasi
Dari Tabel dapat diperoleh
MP = a2[p3 (p+q )+ a3(p+q)]+2adpq(p2-
q2)+d2pq(p2+2pq+q2)
M2 = a2(p2-2pq+q2)+4adpq(p-q)
MP-M2 = a2pq – 2adpq(p-q) + d2pq(p-q)2
= pq[a+d(p-q)]2
= pq 2 = ½ VA
CovOP = ½ VA (Kovariansi genetik
antara anak dan nilai tengah tetua
sama dengan
setengah variansi genetik aditif )
61
Tabel 6. 5 Kovariansi antar saudara
Saudara Komponen variansi dan
koefisiennya
VA VD VAA VAD VDD
Tetua anak ½ - ¼ - -
(Cov OP) =
Saudara tiri ¼ - 1/1 - -
(Cov(HS)) = 6
Saudara
sekandung ½ ¼ ¼ 1/8 1/1
6
Cov(FS) =
Umum x y x2 xy y2
Cov =
Kovariansi Invaremental
1) Penyebab genetik tidak satu-satunya
penyebab terjadinya kemiripan antar
saudara.
62
2) Penyebab invaremental dapat juga
menyebabkan terjadinya kemiripan antar
saudara sehingga beberapa saudara lebih
mirip.
3) Contoh pada babi. Apabila anggota
famili dipelihara bersama maka anggota
famili tersebut akan dapat pengaruh E yang
sama.
4) Dengan perkataan lain faktor E tertentu
penyebab perbedaan anggota famili yang
berbeda - bukan penyebab perbedaan
diantara anggota suatu famili. Karena
fakator E tersebut tidak diterima oleh
anggota yang lain (ingat fenomena pakaian
seragam). Ada komponen variansi
invaremental yang ikut menyusun variansi –
antar nilai tengah famili- tetapi tidak ikut
menyusun (menjadi bagian) variansi di
dalam famili oleh karena itu komponen
variansi tersebut menjadi bagian kovariansi
antar saudara.
5) Komponen variansi invarenmetal antar
kelompok dengan simbol VEC baisanya
63
disebut invaremental bersama (common
environmental) . Lebih tepat kalau disebut
komponen variansi penyebab kemiripan
antar saudara anggota satu famili.\
6) Komponen inverenmental yang lain
adalah yang disebut VEW penyebab
perbedaan yang tidak berhubungan dengan
adanya kemiripan saudara tetapi karena
individu di dalam kelompok yang sama.
Oleh karena menjadi bagian dari komponen
variansi di dalam kelompok tetapi tidak
menjadi bagian komponen variansi antar
kelompok.
7) Variansi invaremental dapat dibagi
menjadi dua
VE = VEC + VEW
VE = menjadi bagian kovariansi antar
individu yang bersaudara
VEC = variansi bersama komponen variansi
invaremental penyebab
kemiripan antar saudara anggota satu
famili (tidak menjadi
bagian variansi di dalam famili)
64
VEW = bagian komponen variansi di dalam
kelompok tetapi tidak
menjadi bagian komponen variansi
antar kelompok
8) Sumber variansi invarenmenal bersama
cukup banyak dan beragam. Contoh.
Kondisi tanah, kondisi tatalaksana, maternal
efek dst.
9) Sumber variansi inveremental bersama
sangat besar peranannya pada ternak
multipara.
10) Beberapa sumber tersebut menyebabkan
kemiripan antar saudara dan beberapa
menyebabkan kemiripan antar anak dan
tetua. Full-sibs dipengaruhi oleh maternal
efect (common maternal inveremental )
pengaruh ini sering mengganggu karena
menyebabkan kemiripan yang tidak dapat
dipisahkan oleh pola percobaan.
65
Kemiripan Fenotipik
Kovariansi nilai fenotipik adalah jumlah
kovariansi genetik dan invaremental
CovP = Cov G + Cov E
Dari uraian yang telah diberikan dapat
dihitung derajat kemiripan antar saudara
debagai koefisien regresi atau koefisien
korelasi
Tabel 6.6 Kemiripan Fenotipik antar
Saudara
Saudara Kovariansi Koefisien
(fenotipik) regresi (b)
Koefisien
korelasi (t)
Anak dan ½ VA b = ½ VA
satu tetua VP
Anak dan ½ VA b = VA
Mi Parent VP
66
Half-Sibs ¼ VA t = ¼ VA
Full-Sibs
VP
½ VA + ¼ t = ½ VA
VD+ VEC + ¼ VD+ VEC
VP
67