The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nafesa.septine, 2020-11-21 03:53:04

MODUL ERD RPL

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM





































A. . Kompetensi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi


















B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan belajar Modul ERD ini diharapkan, melalui
praktikum peserta didik dapat;

1. Setelah mengamati tayangan video pembelajaran dan membaca bahan ajar tentang Entity

Relationship Diagram menggunakan video player dan bahan ajar digital melalui Edmodo

peserta didik akan dapat memahami , menentukan entias, relasi, atribut dan kardinalitas ratio
di Entity Relationship Diagram dengan baik dan benar

2. Setelah melakukan diskusi dengan kelompok dan latihan merancang tentang menentukan
entias, relasi, atribut dan kardinalitas ratio pada Entity Relationship Diagram sederhana
menggunakan Microsoft Visio bersama guru, peserta didik akan dapat menerapkan berbagai

macam symbol Relationship Diagram dengan mandiri dan penuh tanggung jawab.





LANDASAN TEORI




1.1 Entity-Relationship Model (ER Model) dan Entity Relationship Diagram (ERD)




Entity-Relationship Model adalah model untuk mendeskripsikan isi suatu basis data

dalam bentuk entitas, atribut, dan relationship antar entitas. ER Model ini diperkenalkan

pada tahun 1976 oleh P.P. Chen. ER Model terdiri objek-objek dasar berupa entitas yang
dapat merepresentasikan data yang ada. Dimana entitas tersebut memiliki suatu atribut dan

dapat berhubungan dengan entitas lain melalui relationship. Fungsi dari model ini sendiri

yaitu untuk menjembatani objek-objek nyata dengan basis data.




Apabila kumpulan entitas dalam ER Model telah dihubungkan secara lengkap dengan
atribut dan relasinya, maka akan didapatkan Entity Relationship Diagram (ERD). Dimana

ERD itu sendiri adalah diagram yang menggambarkan strutkur entitas dan hubungan antar
entitas tersebut, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Berikut

ini adalah notasi-notasi yang terdapat dalam Entity Relationship Diagram (ERD).

Berikut ini adalah penjelasan dari notasi-notasi yang digunakan di ERD.




1. Entitas (Entity) adalah objek atau hal spesifik yang dapat diidentifikasi dalam

lingkungan pemakai yang kemudian direpresentasikan dalam database. Simbol dari

entitas ini biasanya digambarkan dengan bentuk persegi panjang. Ada dua jenis
entitas yakni:



1) Strong entity (entitas kuat) merupakan entitas yang mandiri, yang

keberadaannya tidak bergantung pada keberadaan entitas yang lainnya. Entitas
kuat selalu memiliki karakteristik yang unik disebut identifier (sebuah atribut

tunggal atau gabungan atribut-atribut yang secara unik dapat digunakan untuk

membedakannya dari entitas kuat yang lain).



2) Weak entity (entitas lemah) merupakan entitas yang keberadaannya sangat
bergantung pada keberadaan entitas yang lainnya. Entitas lemah tidak memiliki

identifier sendiri. Entitas lemah tidak memiliki arti apa-apa tanpa kehadiran

entitas di mana mereka bergantung. Entitas yang di mana entitas lemah
bergantung dinamakan identifying owner. Secara umum, dalam diagram ER

entitas lemah memiliki atribut yang berperan sebagai partial identifier (identifier
yang berfungsi secara sebagian).




2. Atribut (Attribute) adalah sifat atau karakteristik yang digunakan untuk
mendeskripsikan sebuah entitas. Contoh: Entitas mahasiswa mempunyai atribut

NIM, nama, jenis kelamin, tanggal lahir, dan sejenisnya yang mencirikan bahwa dia
mahasiswa. Isi data dari atribut ini hanya boleh diisi dengan 1 data. Setiap

mahasiswa hanya memiliki 1 NPM, 1 Nama, 1 Alamat. Simbol dari atribut ini
biasanya digambarkan dengan bentuk oval. Ada beberapa jenis atribut yakni:

1) Simple Attribute (Atribut biasa) merupakan atribut yang memiliki nilai pasti dan

tidak ganda. Misalnya: bagi setiap mahasiswa yang di kuliah di satu kampus,
mereka hanya memiliki satu atribut NIM, jenis kelamin, dan sebagainya yang

tidak bernilai ganda.



2) Composite Attribute (Atribut gabungan) merupakan atribut yang memiliki nilai

gabungan dari beberapa atribut lainnya. Misalnya: nama bisa terdiri dari nama
depan, nama tengah dan nama belakang atau alamat yang bisa terdiri dari jalan,

nomor, kecamatan, kota.







Contoh :




3) Multi-valued Attribute (Atribut bernilai ganda) merupakan atribut yang
memiliki nilai bisa lebih dari satu. Misalnya: no handphone yang dimiliki entitas

mahasiswa, bisa saja satu mahasiswa memiliki lebih dari satu no hanphone.




Contoh :



4) Derived Attribute merupakan atribut yang nilainya dapat diperoleh dari nilai
atribut lain. Misalnya: umur bisa menjadi atribut untuk seorang manusia, tetapi

umur tersebut hanya dapat diperoleh, jika terdapat atribut tanggal lahir. Maka,
umur adalah derived attribute yang nilainya bisa didapatkan dari kalkulasi

tanggal lahir. Contoh :



5) Key Attribute merupakan atribut yang memiliki nilai unik. Di mana nilai

tersebut tidak berubah-ubah, seperti NIM, ID pegawai, dan sejenisnya. Key
attribute juga tidak bisa bernilai NULL. Untuk atribut jenis ini, masih ada

kemungkinan untuk menjadi composite attribute. Kemudian, untuk setiap entitas
bisa saja memiliki lebih dari satu Key attribute. Contohnya, taksi yang memiliki

nomor taksi dan plat mobil yang unik. Contoh :

3. Relasi (Relationship) merupakan hubungan yang terjadi antar satu atau lebih
entitas. Relasi digambarkan dengan notasi belah ketupat. Ada jenis relasi rekursif

dimana relasa ini menghubungkan satu entitas ke entitas itu sendiri.



4. Derajat Relasi atau Kardinalitas merupakan derajat yang menunjukkan jumlah

maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang
lain. Macam-macam kardinalitas, misalkan hubungan antara entitas A dan B:



1) Satu ke satu (one to one), maksudnya adalah setiap anggota entitas A hanya

boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.
Contoh : Rektor dengan (dan) Universitas dengan relasi memimpin, mahasiswa

dengan NIM dengan relasi memiliki, dll


2) Satu ke banyak (one to many), maksudnya adalah setiap anggota entitas A dapat
berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya.

Contoh : Pembeli dengam Mobil dengan relasi membeli, Dosen dengan
Mahasiswa dengan relasi Perwalian, dll


3) Banyak ke banyak (many to many), maksudnya adalah Setiap anggota entitas A

dapat berhubungan dengan banyak anggota entitas B dan sebaliknya.
Contoh : Pegawai dengan Proyek dengan relasi Bekerja pada, Pegawai dengan

Bagian dengan relasi Ditugaskan ke, dll.

Contoh gambar Entity Relationship Diagram bisa dilihat di bawah ini.

1.2 Model Relasional


Model relasional merupakan tabel 2 dimensi yang mempunyai karakteristik
seperti di bawah ini yaitu :


➢ Baris berisi data tentang entitas.
➢ Kolom berisi data tentang atribut dari entitas.

➢ Cell pada tabel memeang sebuah nilai single.
➢ Semua masukan pada kolom harus jenis yang sama.

➢ Setiap kolom mempunyai nama yang unik.

➢ Susunan kolom tidak penting.
➢ Susunan baris juga tidak penting.

➢ Tidak boleh ada dua baris yang serupa.



1.3 Pemetaan Entity Relationship Diagram ke Model Relasi


1.Untuk Entitas kuat :

Buat satu relasi, masukkan semua atribut sederhana dari ERD menjadi atribut

pada model relasional (MR) Primary key (PK) pada ERD menjadi PK pada Model
Relasional (MR).


2.Untuk Entitas lemah :

Buat satu relasi, masukkan semua atribut sederhana ERD menjadi atribut pada

MR. Masukkan PK dari entitas kuat pemilik entitas lemah ini, sehingga menjadi

Foreign key (FK) di sini.PK relasi ini adalah partial key-nya + FK.

3.Untuk relationship 1 to 1 :


Masukkan PK dari entitas yang berpartisipasi tidak penuh (partial
participation) yang digambarkan dengan garis tunggal -- ke relasi yang

berpartisipasi penuh (total participation) yang digambarkan dengan garis ganda --
menjadi FK pada relasi ini. Jika terdapat atribut pada relationship, masukkan ke

relasi yang berpartisipasi penuh. PK pada relasi ini adalah sama dengan PK pada
ERD.





4.Untuk relationship 1 to Many (1 to N) :

Masukkan PK dari entitas sisi 1 ke relasi sisi N, sehingga menjadi FK pada

relasi baru ini. Jika terdapat atribut pada relationship, masukkan ke relasi yang
berada pada sisi N. PK relasi ini adalah sama dengan PK pada ERD.


5.Untuk relationship many to many (N to N) :


Buat satu relasi tersendiri, yang atributnya terdiri atas PK-PK dari masing-
masing entitas yang berpartisipasi. PK-PK tersebut menjadi FK pada relasi baru

ini. Gabungan FK-FK tersebut adalah PK baru pada relasi ini. Jika terdapat atribut
pada relationship-nya, masukkan juga sebagai atribut anggota.




6.Untuk multivalued attribute (atribut bernilai banyak) :


Buat satu relasi tersendiri, yang atributnya terdiri atas atribut bernilai banyak

tersebut ditambah dengan PK dari entitas pemilik atribut bernilai banyak tersebut.
PK relasi ini adalah gabungan atribut-atribut tersebut di atas.




7.Untuk relationship n-ary (keterhubungan yang lebih dari dua) :


Buat satu relasi tersendiri, yang atribut-atributnya terdiri atas PK-PK dari

setiap entita yang berpartisipasi. PK-PK tersebut menjadi FK pada relasi baru ini.
Gabungan FK-FK tersebut adalah PK baru pada relasi ini. Jika terdapat atribut

pada relationship-nya, masukkan juga sebagai atribut anggota.

Prosedur Merancang ERD


ER diagram digunakan oleh profesional sistem untuk berkomunikasi dengan
pemakai eksekutif tingkat tinggi dalam perusahaan atau organisasi yang tidak tertarik

pada pelaksanaan operasi sistem sehari-hari, namun lebih menekankan kepada
beberapa hal yaitu:


➢ Data apa saja yang diperlukan untuk bisnis mereka?

➢ Bagaimana data tersebut berelasi dengan data lainnya?


➢ Siapa saja yang diperbolehkan mengakses data tsb?




Terdapat beberapa pendekatan dalam membuat sistem basis data yang baik antara

lain teknik dnormalisasi data dan ERD, Untuk menggambarkan ER diagaram
setidaknya ada tiga langkah yang harus dilakukan oleh perancang basis data yaitu:


1. Menemukan atau mendefinisikan entitas


2. Menemukan atau mendefinisikan atribute.

3. Menemukan atau mendefinisikan relasi.


4. Menggambarkan ERD menggunakan notasi-notasi standar

TRANSFORMASIMODEL DATA KEBASIS DATA FISIK
➢ TransformasiUmum/Dasar


➢ Implementasi Entitas lemah dan Sub Entitas


➢ Implementasi Relasi Tunggal (Unary Relation)


➢ Implementasi Multi Entitas (N-ary Relation)

➢ Implementasi Relasi Ganda (Redudant Relation)


➢ ImplementasiSpesialisasi& Generalisasi


➢ ImplementasiAgregasi





TES EVALUASI


1) Latihan Soal Pertemuan Pertama

a) Buatlah suatu ilustrasi atau gambaran cerita tentang system basis data yang

Anda buat!

b) Buatlah rancangan ERD dengan menggunakan notasi symbol Entitas, Relasi !


2)Latihan Soal Pertemuan Kedua

a. Buatlah suatu ilustrasi atau gambaran cerita tentang sistem basis data yang


telah dibuat pada pertemuan 1.


b. Tentukan objek yang merupakan entitas (Jika memang ia memiliki karakteristik
jadikan ia sebagai entitas).


c.Tentukan dan lengkapi karakteristik dari tiap-tiap entitas dan tentukan tipe atau
jenis atribut


d.Menggambarkan entitas beserta atributnya menggunakan notasi standar


3.) Latihan Soal Pertemuan Ketiga

a)Buatlah suatu ilustrasi atau gambaran cerita tentang system basis data yang Anda

buat!

b)Buatlah rancangan ERD dengan menggunakan berbagai notasi symbol dengan

menggunakan kardinalitas ratio!

Rangkuman


Diagram relasi entitas atau entity-relationship diagram (ERD) adalah suatu diagram
dalam bentuk gambar atau simbol yang mengidentifikasi tipe dari entitas di dalam

suatu sistem yang diuraikan dalam data dengan atributnya, dan menjelaskan

hubungan atau relasi diantara entitas tersebut. Prosedur mengidentifikasi entitas dan
atribut adalah:


1) membut ilustrasi atau gambaran cerita tentang sistem yang akan dicari entitasnya.
2) Menandai setiap objek yang diwakili oleh kata benda yang ada di dalam ilustrasi

tersebut.


3) Menuliskan kandidat entitas dan atribut dari obyek tersebut.

4) Menetapkan entitas dan tipe entitas.


5) Menetapkan atribut beserta type atributnya.

6) Menggambarkan entitas beserta atributnya menggunakan notasi simbol yang telah

ditentukan.


Click to View FlipBook Version