ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM
A. . Kompetensi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi
B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan belajar Modul ERD ini diharapkan, melalui
praktikum peserta didik dapat;
1. Setelah mengamati tayangan video pembelajaran dan membaca bahan ajar tentang Entity
Relationship Diagram menggunakan video player dan bahan ajar digital melalui Edmodo
peserta didik akan dapat memahami , menentukan entias, relasi, atribut dan kardinalitas ratio
di Entity Relationship Diagram dengan baik dan benar
2. Setelah melakukan diskusi dengan kelompok dan latihan merancang tentang menentukan
entias, relasi, atribut dan kardinalitas ratio pada Entity Relationship Diagram sederhana
menggunakan Microsoft Visio bersama guru, peserta didik akan dapat menerapkan berbagai
macam symbol Relationship Diagram dengan mandiri dan penuh tanggung jawab.
LANDASAN TEORI
1.1 Entity-Relationship Model (ER Model) dan Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity-Relationship Model adalah model untuk mendeskripsikan isi suatu basis data
dalam bentuk entitas, atribut, dan relationship antar entitas. ER Model ini diperkenalkan
pada tahun 1976 oleh P.P. Chen. ER Model terdiri objek-objek dasar berupa entitas yang
dapat merepresentasikan data yang ada. Dimana entitas tersebut memiliki suatu atribut dan
dapat berhubungan dengan entitas lain melalui relationship. Fungsi dari model ini sendiri
yaitu untuk menjembatani objek-objek nyata dengan basis data.
Apabila kumpulan entitas dalam ER Model telah dihubungkan secara lengkap dengan
atribut dan relasinya, maka akan didapatkan Entity Relationship Diagram (ERD). Dimana
ERD itu sendiri adalah diagram yang menggambarkan strutkur entitas dan hubungan antar
entitas tersebut, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Berikut
ini adalah notasi-notasi yang terdapat dalam Entity Relationship Diagram (ERD).
Berikut ini adalah penjelasan dari notasi-notasi yang digunakan di ERD.
1. Entitas (Entity) adalah objek atau hal spesifik yang dapat diidentifikasi dalam
lingkungan pemakai yang kemudian direpresentasikan dalam database. Simbol dari
entitas ini biasanya digambarkan dengan bentuk persegi panjang. Ada dua jenis
entitas yakni:
1) Strong entity (entitas kuat) merupakan entitas yang mandiri, yang
keberadaannya tidak bergantung pada keberadaan entitas yang lainnya. Entitas
kuat selalu memiliki karakteristik yang unik disebut identifier (sebuah atribut
tunggal atau gabungan atribut-atribut yang secara unik dapat digunakan untuk
membedakannya dari entitas kuat yang lain).
2) Weak entity (entitas lemah) merupakan entitas yang keberadaannya sangat
bergantung pada keberadaan entitas yang lainnya. Entitas lemah tidak memiliki
identifier sendiri. Entitas lemah tidak memiliki arti apa-apa tanpa kehadiran
entitas di mana mereka bergantung. Entitas yang di mana entitas lemah
bergantung dinamakan identifying owner. Secara umum, dalam diagram ER
entitas lemah memiliki atribut yang berperan sebagai partial identifier (identifier
yang berfungsi secara sebagian).
2. Atribut (Attribute) adalah sifat atau karakteristik yang digunakan untuk
mendeskripsikan sebuah entitas. Contoh: Entitas mahasiswa mempunyai atribut
NIM, nama, jenis kelamin, tanggal lahir, dan sejenisnya yang mencirikan bahwa dia
mahasiswa. Isi data dari atribut ini hanya boleh diisi dengan 1 data. Setiap
mahasiswa hanya memiliki 1 NPM, 1 Nama, 1 Alamat. Simbol dari atribut ini
biasanya digambarkan dengan bentuk oval. Ada beberapa jenis atribut yakni:
1) Simple Attribute (Atribut biasa) merupakan atribut yang memiliki nilai pasti dan
tidak ganda. Misalnya: bagi setiap mahasiswa yang di kuliah di satu kampus,
mereka hanya memiliki satu atribut NIM, jenis kelamin, dan sebagainya yang
tidak bernilai ganda.
2) Composite Attribute (Atribut gabungan) merupakan atribut yang memiliki nilai
gabungan dari beberapa atribut lainnya. Misalnya: nama bisa terdiri dari nama
depan, nama tengah dan nama belakang atau alamat yang bisa terdiri dari jalan,
nomor, kecamatan, kota.
Contoh :
3) Multi-valued Attribute (Atribut bernilai ganda) merupakan atribut yang
memiliki nilai bisa lebih dari satu. Misalnya: no handphone yang dimiliki entitas
mahasiswa, bisa saja satu mahasiswa memiliki lebih dari satu no hanphone.
Contoh :
4) Derived Attribute merupakan atribut yang nilainya dapat diperoleh dari nilai
atribut lain. Misalnya: umur bisa menjadi atribut untuk seorang manusia, tetapi
umur tersebut hanya dapat diperoleh, jika terdapat atribut tanggal lahir. Maka,
umur adalah derived attribute yang nilainya bisa didapatkan dari kalkulasi
tanggal lahir. Contoh :
5) Key Attribute merupakan atribut yang memiliki nilai unik. Di mana nilai
tersebut tidak berubah-ubah, seperti NIM, ID pegawai, dan sejenisnya. Key
attribute juga tidak bisa bernilai NULL. Untuk atribut jenis ini, masih ada
kemungkinan untuk menjadi composite attribute. Kemudian, untuk setiap entitas
bisa saja memiliki lebih dari satu Key attribute. Contohnya, taksi yang memiliki
nomor taksi dan plat mobil yang unik. Contoh :
3. Relasi (Relationship) merupakan hubungan yang terjadi antar satu atau lebih
entitas. Relasi digambarkan dengan notasi belah ketupat. Ada jenis relasi rekursif
dimana relasa ini menghubungkan satu entitas ke entitas itu sendiri.
4. Derajat Relasi atau Kardinalitas merupakan derajat yang menunjukkan jumlah
maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang
lain. Macam-macam kardinalitas, misalkan hubungan antara entitas A dan B:
1) Satu ke satu (one to one), maksudnya adalah setiap anggota entitas A hanya
boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.
Contoh : Rektor dengan (dan) Universitas dengan relasi memimpin, mahasiswa
dengan NIM dengan relasi memiliki, dll
2) Satu ke banyak (one to many), maksudnya adalah setiap anggota entitas A dapat
berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya.
Contoh : Pembeli dengam Mobil dengan relasi membeli, Dosen dengan
Mahasiswa dengan relasi Perwalian, dll
3) Banyak ke banyak (many to many), maksudnya adalah Setiap anggota entitas A
dapat berhubungan dengan banyak anggota entitas B dan sebaliknya.
Contoh : Pegawai dengan Proyek dengan relasi Bekerja pada, Pegawai dengan
Bagian dengan relasi Ditugaskan ke, dll.
Contoh gambar Entity Relationship Diagram bisa dilihat di bawah ini.
1.2 Model Relasional
Model relasional merupakan tabel 2 dimensi yang mempunyai karakteristik
seperti di bawah ini yaitu :
➢ Baris berisi data tentang entitas.
➢ Kolom berisi data tentang atribut dari entitas.
➢ Cell pada tabel memeang sebuah nilai single.
➢ Semua masukan pada kolom harus jenis yang sama.
➢ Setiap kolom mempunyai nama yang unik.
➢ Susunan kolom tidak penting.
➢ Susunan baris juga tidak penting.
➢ Tidak boleh ada dua baris yang serupa.
1.3 Pemetaan Entity Relationship Diagram ke Model Relasi
1.Untuk Entitas kuat :
Buat satu relasi, masukkan semua atribut sederhana dari ERD menjadi atribut
pada model relasional (MR) Primary key (PK) pada ERD menjadi PK pada Model
Relasional (MR).
2.Untuk Entitas lemah :
Buat satu relasi, masukkan semua atribut sederhana ERD menjadi atribut pada
MR. Masukkan PK dari entitas kuat pemilik entitas lemah ini, sehingga menjadi
Foreign key (FK) di sini.PK relasi ini adalah partial key-nya + FK.
3.Untuk relationship 1 to 1 :
Masukkan PK dari entitas yang berpartisipasi tidak penuh (partial
participation) yang digambarkan dengan garis tunggal -- ke relasi yang
berpartisipasi penuh (total participation) yang digambarkan dengan garis ganda --
menjadi FK pada relasi ini. Jika terdapat atribut pada relationship, masukkan ke
relasi yang berpartisipasi penuh. PK pada relasi ini adalah sama dengan PK pada
ERD.
4.Untuk relationship 1 to Many (1 to N) :
Masukkan PK dari entitas sisi 1 ke relasi sisi N, sehingga menjadi FK pada
relasi baru ini. Jika terdapat atribut pada relationship, masukkan ke relasi yang
berada pada sisi N. PK relasi ini adalah sama dengan PK pada ERD.
5.Untuk relationship many to many (N to N) :
Buat satu relasi tersendiri, yang atributnya terdiri atas PK-PK dari masing-
masing entitas yang berpartisipasi. PK-PK tersebut menjadi FK pada relasi baru
ini. Gabungan FK-FK tersebut adalah PK baru pada relasi ini. Jika terdapat atribut
pada relationship-nya, masukkan juga sebagai atribut anggota.
6.Untuk multivalued attribute (atribut bernilai banyak) :
Buat satu relasi tersendiri, yang atributnya terdiri atas atribut bernilai banyak
tersebut ditambah dengan PK dari entitas pemilik atribut bernilai banyak tersebut.
PK relasi ini adalah gabungan atribut-atribut tersebut di atas.
7.Untuk relationship n-ary (keterhubungan yang lebih dari dua) :
Buat satu relasi tersendiri, yang atribut-atributnya terdiri atas PK-PK dari
setiap entita yang berpartisipasi. PK-PK tersebut menjadi FK pada relasi baru ini.
Gabungan FK-FK tersebut adalah PK baru pada relasi ini. Jika terdapat atribut
pada relationship-nya, masukkan juga sebagai atribut anggota.
Prosedur Merancang ERD
ER diagram digunakan oleh profesional sistem untuk berkomunikasi dengan
pemakai eksekutif tingkat tinggi dalam perusahaan atau organisasi yang tidak tertarik
pada pelaksanaan operasi sistem sehari-hari, namun lebih menekankan kepada
beberapa hal yaitu:
➢ Data apa saja yang diperlukan untuk bisnis mereka?
➢ Bagaimana data tersebut berelasi dengan data lainnya?
➢ Siapa saja yang diperbolehkan mengakses data tsb?
Terdapat beberapa pendekatan dalam membuat sistem basis data yang baik antara
lain teknik dnormalisasi data dan ERD, Untuk menggambarkan ER diagaram
setidaknya ada tiga langkah yang harus dilakukan oleh perancang basis data yaitu:
1. Menemukan atau mendefinisikan entitas
2. Menemukan atau mendefinisikan atribute.
3. Menemukan atau mendefinisikan relasi.
4. Menggambarkan ERD menggunakan notasi-notasi standar
TRANSFORMASIMODEL DATA KEBASIS DATA FISIK
➢ TransformasiUmum/Dasar
➢ Implementasi Entitas lemah dan Sub Entitas
➢ Implementasi Relasi Tunggal (Unary Relation)
➢ Implementasi Multi Entitas (N-ary Relation)
➢ Implementasi Relasi Ganda (Redudant Relation)
➢ ImplementasiSpesialisasi& Generalisasi
➢ ImplementasiAgregasi
TES EVALUASI
1) Latihan Soal Pertemuan Pertama
a) Buatlah suatu ilustrasi atau gambaran cerita tentang system basis data yang
Anda buat!
b) Buatlah rancangan ERD dengan menggunakan notasi symbol Entitas, Relasi !
2)Latihan Soal Pertemuan Kedua
a. Buatlah suatu ilustrasi atau gambaran cerita tentang sistem basis data yang
telah dibuat pada pertemuan 1.
b. Tentukan objek yang merupakan entitas (Jika memang ia memiliki karakteristik
jadikan ia sebagai entitas).
c.Tentukan dan lengkapi karakteristik dari tiap-tiap entitas dan tentukan tipe atau
jenis atribut
d.Menggambarkan entitas beserta atributnya menggunakan notasi standar
3.) Latihan Soal Pertemuan Ketiga
a)Buatlah suatu ilustrasi atau gambaran cerita tentang system basis data yang Anda
buat!
b)Buatlah rancangan ERD dengan menggunakan berbagai notasi symbol dengan
menggunakan kardinalitas ratio!
Rangkuman
Diagram relasi entitas atau entity-relationship diagram (ERD) adalah suatu diagram
dalam bentuk gambar atau simbol yang mengidentifikasi tipe dari entitas di dalam
suatu sistem yang diuraikan dalam data dengan atributnya, dan menjelaskan
hubungan atau relasi diantara entitas tersebut. Prosedur mengidentifikasi entitas dan
atribut adalah:
1) membut ilustrasi atau gambaran cerita tentang sistem yang akan dicari entitasnya.
2) Menandai setiap objek yang diwakili oleh kata benda yang ada di dalam ilustrasi
tersebut.
3) Menuliskan kandidat entitas dan atribut dari obyek tersebut.
4) Menetapkan entitas dan tipe entitas.
5) Menetapkan atribut beserta type atributnya.
6) Menggambarkan entitas beserta atributnya menggunakan notasi simbol yang telah
ditentukan.