The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Cerita Kita by. kn_qian_20240531_033016_0000

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kun's_wife, 2024-06-04 02:14:18

Cerita Kita by. kn_qian

Cerita Kita by. kn_qian_20240531_033016_0000

Keywords: atin_qian

Cerita Kita Kian Tirta Wildan Yudha 02 05 Satria Harsa 01 04 Lutfhi 03


CeritaKita By: kn_qian Kami... Kami bersama... Mengawali rencana-rencana yang kami susun saat pertama kali bertemu... Kami akan berjuang bersama... Melewati semua keterpurukan kami... Berusaha untuk bangkit...


Namun... Dia... Lutfhi Dwi Putra... Dia menyerah... Dia meninggalkan kami berenam... Dia pergi untuk selamanya... Dia tidak akan pernah kembali lagi pada kami... Dia juga menitipkan surat pada kami...


Dari: Lutfhi Ganteng Sejagat Raya Untuk: Orang-orang yang telah aku anggap keluarga Terimakasih udah nemuin surat ini... Kalian pasti kaget kan kalau aku pergi duluan? Maaf gak bilang kalau aku punya penyakit parah... Aku gak mau nyusahin kalian, cukup kelakuanku yang bikin kalian nyerah, haha... Lanjutkan semua misi yang kita buat ya? Aku yakin kalian pasti bisa melakukannya... Terimakasih udah jadi keluarga buat aku... Terimakasih untuk semuanya... Tanpa kalian, aku gak bisa apa-apa... Aku pamit duluan ya... Aku udah gak bisa nahan semuanya...


Kami yang membaca suratnya langsung menangis. Memang Lutfhi memiliki penyakit yang sangat parah... Kami mengetahuinya saat kami membawa Luthfi ke rumah sakit, dengan keadaannya yang sudah pingsan di kamarnya... Takdir berkata lain... Kami yang menunggu kabar dari dokter dengan keadaan Luthfi... Saat dokter keluar, kami menanyakan keadaannya... Dan saat itulah, Lutfhi meninggalkan kami semua... Surat ditemukan oleh Yudha saat ia masuk kedalam kamarnya, yang kebetulan Yudha dan Lutfhi satu kamar... Beberapa bulan setelah kehilangan Lutfhi, kami menjalani hidup kami seperti sebelumnya... Hampa, itu yang kami rasakan... Biasanya teriakan dan canda tawanya selalu memenuhi ruangan, sekarang menghilang... Namun, kami mengikhlaskannya... Lutfhi pergi meninggalkan semua rasa sakitnya saat ia masih hidup... Pasti dia menahan semua rasa sakit itu...


Kami... Kami tinggal berenam sekarang... Tapi... Fatahillah Wildan Ardiansyah... Sekarang ia sudah sangat sibuk dengan kehidupannya... Ia jarang berkumpul dengan kami... Bertemu pun dapat dihitung dengan jari... Guys, maafin aku ya... Waktu kita buat bareng-bareng udah gak sebanyak dulu... Sekarang aku udah sibuk dengan kerjaan aku... Maaf banget.... Wildan.


Kami maklum dengan hal itu... Kami tahu, tidak selamanya kami akan bersama-sama... Kami menyemangati Wildan dan bilang kalau kami tidak masalah dengan itu... Kami mendukung dengan apa yang Wildan lakukan... Hingga kami... Hanya berlima... Kami menjalani semuanya...


Dan saat itu... Tirtayasa... Ia juga semakin sibuk dengan kehidupannya... Tapi ia masih banyak bertemu dengan kami... Jika Tirta tidak bersama kami, ya inilah yang tersisa... Kian Kuntara Satria Britama Harsa Tanaya Andhika Yudha Saputra Melewati semuanya... Misi kami sedikit lagi akan selesai... Sedikit lagi...


Saya yang paling tertua merasa bangga dan sedih... Bangga karena sedikit lagi misi yang kami rencanakan akan segera berakhir... Sedih... Karena saya terus kehilangan keluarga kami... Lutfhi... dia sudah tenang... Tidak merasa sakit dengan apa yang ia rasakan saat ia masih hidup... Wildan... saya senang karena kamu menjalani kehidupanmu sendiri sekarang... Bisa mencapainya sendirian... Tirta... saya juga senang ketika kamu juga mencapai apa yang kamu inginkan... Satria, Harsa dan Yudha... Kita pasti bisa... Misi kita sedikit lagi... Dari: Kian Kuntara


Akhirdari cerita? Nama-nama Pemeran KianKuntara Tirtayasa Fatahil ah Wildan Ardiansyah Lut fhi Dwi Putra SatriaBritama Harsa Tanaya Andhika Yudha Saputra


Click to View FlipBook Version