The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

modul 1.1.a.6 demontrasi kontekstual Pemikiran Filosofis

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Satria Henggar Vergonanto, 2023-05-24 20:42:50

modul 1.1.a.6 demontrasi kontekstual Pemikiran Filosofis

modul 1.1.a.6 demontrasi kontekstual Pemikiran Filosofis

Tugas 1.1.a.6. Demonstrasi Kontekstual KI HAJAR DEWANTARA PEMIKIRAN FILOSOFIS "PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA MURID"


Satria Henggar V, S.Pd. Cgp Angkatan 8 Kabupaten Temanggung


Tugas Modul 1.1.a.6 Demonstrasi Kontekstual Pemikiran Ki Hajar Dewantara Salam Guru Penggerak ! Tergerak ! Bergerak! Menggerakan!


Ki Hajar Dewantara adalah bangsawan Jawa, aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia,guru bangsa, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi dari zaman kolonial. Beliau adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para Priyayi maupun orang-orang Belanda. Pada tahun 1959 atas jasa-jasanya dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia, Ki Hadjar Dewantara dianugerahi gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional oleh Presiden Soekarno. tanggal kelahirannya beliau yaitu 2 mei sampai saat ini diperingati oleh seluruh warga Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional Indonesia. Ki Hajar Dewantara


Ki Hajar Dewantara Asas Pemikiran


Tujuan Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara " Menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak,agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya. "


Trilogi Pendidikan Ing Ngarsa Sung Tuladha Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani "Didepan menjadi Teladan " "Ditengah membangun motivasi " "Dibelakang memberi dorongan "


Filosofi Ki Hajar Dewantoro asas tri kon pendidikan anak dilambang kan bagai sistem tatasurya,dimana matahari dianalogikan sebagai nilai kemanusiaan,oleh karena itu pendidik yang diterima oleh peserta didik ialah yang seharusnya bisa mendidik yang memanusiakan manusia dalam memperkuat nilai kemanusiaan


sedang kan planet dianalogikan sebagai peserta didik yang mengorbit pada matahari dalam lintasan orbitnya masing masing.dimana setiap planet berotasi dan berevolusi dengan kecepatan dan karakter berbeda,namun tak pernah berhenti bergerak untuk mengitari matahari.


Pendidikan juga harus menghargai perbedaan dan memerdekakan peserta didik,dimana setiap peserta didik memiliki garis rotasi dan evolusinya masing masing.oleh karena sudah menjadi tugas pendidik untuk mendidik dengan cara menghargai keunikan orbit dan evolusi setiap peserta didiknya.


Ibarat sebagai Petani,petani yang menanam Padi tidak akan bisa mengganti kodrat dari tanaman padi, padi tetaplah padi begitu juga sebaliknya dengan menanam tanaman lain misalnya kopi, kopi teptaplah kopi sehingga dapat disimpulkan bahwa tanaman tanaman itu tetap akan pada kodratnya.


yang dapat dilakukan oleh petani adalah mengoptimalkan media tanam padi yang difungsikan sebagai lingkungan tumbuhnya tanaman padi dengan tujuan tanaman padi tersebut dapat menghasilkan panen dengan kualitas baik dan melimpah.


seperti halnya seorang petani, hal yang dapat dilakukan oleh pendidik dalam mendidik yaitu dengan mengoptimalkan sumber belajar, media belajar dan lingkungan belajar yang ada di sekolah dengan tujuan peserta didik mampu menghasilkan sesuatu yang berharga di masa depannya.


kemudian apa yang bisa dilakukan oleh pendidik untuk mewujudkannya ????


Menghargai peserta didik sesuai dengan kodratnya,hormati segala perbedaan yang dimiliki oleh peserta didik baik dari segi karakter, potensi, kemampuan, dan kodratnya masing masing. Menghargai peserta didik sesuai dengan kodratnya 1.


2. Membuat suasana belajar yang berpihak kepada peserta didik Membuat susana belajar yang berpihak kepada peserta didik dengan memberikan kebesan peserta didik dalam berkolaborasi, meengeksplorasi diri mereka, menggali potensi mereka, bernalar kritis, memunculkan ide-ide kreatif dan berkreasi namun tetap dalam pengawasan dan tanggung jawab atas hasil belajarnya


3. Menciptakan budaya sekolah yang ramah aman dan nyaman Menciptakan susana sekolah dengan membudayakan budaya sekolah yang ramah, aman, dan nyaman bagi peserta didik dengan seluruh warga sekolah dengan tujuan untuk pencapaian hasil belajar peserta didik dengan melalui kolaborasi dengan keluarga dan masyarakat.


Implementasi dalam pembelajaran Bernalar kritis dan kolaborasi (salam,s Budaya 5S enyum,sapa,sopan,&santun " program pembiasaan karakter melalui pembiasaan Budaya 5S,bernalar kritis dan berkolaborasi. "


T S antangan olusi Tantangan Solusi Kurangnya kerja sama yang baik antara orang tua dan pihak sekolah sehingga dalam pengembangan pembentukan karakter/budaya baik siswa maupun pengembangan minat bakat dalam mencapai tujuan pembelajarannya. Melakukan komunikasi intens dan berkelanjutan antara orang tua dan sekolah,sehingga terbentuk sikap penumbuhan karakter baik yang berkelanjutan baik itu penerapan dirumah,sekolah,dan masyarakat,dan guru bersama orang tua berkolaborasi bersama menuntun anak untuk menyesuaikan dengan program sekolah agar tercapai tujuan pembelajarannya.


TERIMA KASIH


Click to View FlipBook Version