The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Saku pelayanan triase IGD RSTC Noongan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Caren C, 2023-05-24 13:14:03

POCKET BOOK TRIASE

Buku Saku pelayanan triase IGD RSTC Noongan

Keywords: triase

Pocket Book TRIASE RSTC NOONGAN


Buku saku ini akan menjelaskan proses penanganan pasien di TRIASE IGD RSTC NOONGAN


INSTALASI GAWAT DARURAT? IGD adalah salah satu unit pelayanan Rumah Sakit yang menyediakan penanganan awal bagi pasien yang datang langsung ke rumah sakit atau lanjutan dari fasilitas kesehatan lainnya. IGD berfungsi menerima, menstabilkan dan mengatur pasien yang membutuhkan penanganan kegawatdaruratan. BUKU SAKU TRIASE


PRINSIP UMUM PELAYANAN GAWAT DARURAT 1. Setiap Rumah Sakit wajib memiliki pelayanan gawat darurat yang memiliki kemampuan: · Melakukan pemeriksaan awal kasus-kasus gawat darurat. · Melakukan resusitasi dan stabilitasi (life saving) 2. Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit harus dapat memberikan pelayanan 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam seminggu. 3. Berbagai nama untuk intalasi/unit pelayanan gawat darurat di Rumah Sakit diseragamkan menjadi Instalasi Gawat Darurat (IGD) 4. Rumah Sakit tidak boleh meminta uang muka pada saat menangani kasus gawat darurat. 5. Pasien gawat darurat harus ditangani paling lama 5 menit setelah sampai di IGD. 6. Organisasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) didasarkan pada organisasi multidisiplin, multiprofesi dan terintegrasi, dengan struktur organisasi fungsional yang terdiri dari unrus pimpinan dan unsur pelaksana, yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan terhadap pasien gawat darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dengan wewenang penuh yang dipimpin oleh dokter. 7. Setiap Rumah Sakit wajib berusaha untuk menyesuaikan pelayanan gawat darurat minimal sesuai klasifikasi. BUKU SAKU TRIASE


Apa yang dimaksud dengan TRIASE? BUKU SAKU TRIASE Triase adalah proses khusus memilah pasien berdasarkan beratnya cedera atau penyakit untuk menentukan jenis penangannan/intervensi kegawatdaruratan. SEJARAH ? Kata triase berasal dari kata kerja Perancis (trier) yang berarti memilih atau menyortir. Dulu istilah ini dipakai untuk menyeleksi buah anggur untuk membuat minuman anggur yang bagus atau memisahkan biji kopi sesuai kualitasnya. Triase pertama kali dikembangkan pada abad ke-18 oleh Baron Dominique Jean Larrey, Kepala Ahli Bedah Pengawal Kekaisaran Napoleon. Larrey menetapkan aturan yang jelas dalam menyortir pasien untuk pengobatan dan memperlakukan mereka yang terluka parah terlebih dahulu tanpa memperhatikan pangkat atau perbedaan, maka mereka yang terluka dalam derajat yang lebih rendah dapat menunggu terlebih dahulu.


Prinsip Triase BUKU SAKU TRIASE Triase seharusnya dilakukan segera dan tepat waktu. Adapun prinsip-prinsip triase menurut Australasian College for Emergency Medicine: 1. Kemampuan berespon dengan cepat terhadap kemungkinan penyakit yang mengancam kehidupan atau injuri adalah hal yang terpenting di Instalasi Gawat Darurat. 2. Pengkajian seharusnya adekuat dan akurat. Elemen terpenting dalam proses pengkajian adalah ketelitian dan keakuratan dari proses anamnesis. 3. Keputusan dibuat berdasarkan pengkajian. Perencanaaan yang efektif terhadap keselamatan dan perawatan pasien didapatkan dari informasi adekuat dengan data akurat. 4. Melakukan intervensi berdasarkan keakutan dan kondisi. Petugas triase mempunyai tugas utama dalam keakuratan pengkajian dan menentukan prioritas untuk klien termasuk intervensi teraupetik dan prosedur diagnostik. 5. Tercapainya kepuasan pasien. Prinsip triase adalah time saving is life saving (waktu keselamatan adalah keselamatan hidup), the right patient to the right place at the right time with right care provider.


Proses Triase BUKU SAKU TRIASE 1. Pengkajian triase secara subyektif Data subjektif dapat diambil dari keluhan utama, onset dan gejala yang terkait dengan yang dirasakan dan dikeluhkan. 2. Pengkajian triase secara obyektif Pengkajian dapat dilakukan dengan memeriksa tanda-tanda vital. Data objektif triase mempunyai 4 dimensi yaitu kepatenan jalan nafas, status pernafasan, sirkulasi ke jaringan serta mental /kesadaran pasien. 3. Pemilahan berdasarkan kegawatan Proses menilai dan memilah dengan memprioritskan pasien untuk mendapatkan intervensi berdasarkan kegawatan pasien merupakan faktor penting dalam perawatan triase karena petugas harus mengambil keputusan secara akurat dengan informasi yang terbatas dan belum jelas dalam waktu yang minimal. 4. Melakukan dokumentasi Dokumentasi triase merupakan proses pencatatan yang singkat, jelas dan padat terhadap segala sesuatu yang diketahui dan dilakukan oleh petugas triase yang bertujuan sebagai pendukung keputusan, alat komunikasi dan aspek medikolegal baik secara manual atau komputerisasi. 5. Waktu Waktu yang dibutuhkan dalam penerapan triase mulai dari pengkajian subjektif, pengkajian objektif, pemilahan berdasarkan kegawatan sampai dengan pendokumentasian adalah 2-5 menit a. Pasien datang diterima oleh tenaga kesehatan di ruang triase gawat darurat. b. Penilaian/pangkajian dilakukan secara singkat dan cepat, meliputi:


SKRINING di IGD RSTC Noongan BUKU SAKU TRIASE Proses yang dilakukan di triase adalah penilaian awal kebutuhan akan ruang isolasi/infeksisus dan pemilihan penderita sesuai tingkat kegawatdaruratannya. 1. SKRINING COMMUNICABLE DISEASE (AIRBONE DISEASE) a. Petugas triase menanyakan tentang adanya riwayat panas/demam dalam2 minggu terakhir. jika tidak ada maka krriteria isolasi negatif dan pasien akan dilakukan skrining sesuai kegawatdaruratannya. b. jika ada demam maka perwata akan menanyakan riwayat perjalanan ke dawerah wabah atau kontak dengan orang yang melakukan perjalanan ke daerah wabah, riwayat kontak dengen orang terkonfirmasi airborne disease, ada tidaknya gangguan pernafasan akut. c. Pada pasien TBC yang terkonfirmasi dengan pemakaian OAT maupun yang putus obat alur pasien di IGD akan dipercepat karena keterbatasan ruang isolasi/infeksius IGD. SKRINING TRIASE IGD RSTC Noongan memakai panduan ATS (AUSTRALASIAN TRIAGE SCALE) 2. SKRINING PASIEN SESUAI TINGKAT KEGAWATDARURATANNYA


BUKU SAKU TRIASE AUSTRALASIAN TRIAGE SCALE: DESKRIPSI KATEGORI


BUKU SAKU TRIASE AUSTRALASIAN TRIAGE SCALE: DESKRIPSI KATEGORI


BUKU SAKU TRIASE AUSTRALASIAN TRIAGE SCALE: DESKRIPSI KATEGORI


BUKU SAKU TRIASE AUSTRALASIAN TRIAGE SCALE: DESKRIPSI KATEGORI


BUKU SAKU TRIASE AUSTRALASIAN TRIAGE SCALE: DESKRIPSI KATEGORI


BUKU SAKU TRIASE PENILAIAN DI IGD RSTC NOONGAN:


BUKU SAKU TRIASE PENILAIAN DI IGD RSTC NOONGAN:


BUKU SAKU TRIASE PENILAIAN DI IGD RSTC NOONGAN:


BUKU SAKU TRIASE PENILAIAN DI IGD RSTC NOONGAN:


BUKU SAKU TRIASE PENILAIAN DI IGD RSTC NOONGAN: *Pasien false emergency akan dialihkan ke layanan rawat jalan apabila datang pada saat jam kerja/poliklinik.


BUKU SAKU TRIASE PENILAIAN DI IGD RSTC NOONGAN:


BUKU SAKU TRIASE PENILAIAN DI IGD RSTC NOONGAN:


BUKU SAKU TRIASE


BUKU SAKU TRIASE DAFTAR PUSTAKA Australasian College For Emergency Medicine. 2016. Guidelines On The Implementation Of The Australasian Triage Scale In Emergency Departments, V04, 1–8. Menteri Kesehatan. (2009). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 856. Standart Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit . Menteri Kesehatan. (2018). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 47 Tahun 2018. Pelayanan kegawatdaruratan .


BUKU SAKU TRIASE dr. Caren Cornela Pangow 199312092022032013


Click to View FlipBook Version