Oleh : Berliana Desianti
JENIS UANG
PETA KONSEP
SEJARAH UANG DAN SEJARAH
UANG DI INDONESIA
Konsep Uang
Materi uang terkait sejarah uang dan sejarah uang di Indonesia adalah bagian penting dari kajian
ekonomi moneter. Materi ini akan sangat bermanfaat karena implementasinya dapat dilihat langsung dalam
kegiatan sehari-hari peserta didik. Konsep uang akan dijelaskan dari sejarah perkembangan uang, pengertian
uang, syarat-syarat uang, jenis uang,kriteria uang . Peseta didik diharapkan dapat mengusai seluruh materi
yang akan diuraikan ini.
1. Sejarah Perkembangan Uang
Uang merupakan alat bayar atas transaksi jual beli yang dilakukan manusia yang memiliki konsep nilai.
Temuan manusia yang cukup fenomenal adalah uang. Hal ini bermakna bahwa uang memiliki proses dan
sejarah yang panjang sehingga akhirnya konsep dan nilainya dapat digunakan hingga saat ini. Masyarakat
Yunani kuno telah mengenal konsep uang sudah sekitar 6000 tahun yang lalu. Ini menandakan bahwa uang
sudah melewati proses panjang. Menurut Natsir (2014) secara garis besar perkembangan uang dapat dibagi
menjadi beberapa tahap, sebagai berikut:
a. Tahap Pra Barter
Pada tahap ini manusia belum mengenal sistem pertukaran. Sehingga jika manusia pada masa itu ingin
memenuhi kebutuhannya mereka harus berusaha sendiri. Dalam artian mereka akan memenuhi kebutuhan
dengan usaha mandiri. Misalnya, mereka akan melakukan perburuan ketika mereka merasa lapar, kemudian
bertani dan berpindah tempat sesuai dengan letak makanan yang menjadi sumber utama pemenuhan
kebutuhannya.
b. Tahap Barter
Pada masa ini manusia telah memahami proses pertukaran. Hal ini dilandasi oleh adanya kesadaran
bahwa mereka memiliki kebutuhan yang beragam yang mereka tidak mampu secara mandiri untuk
memenuhinya. Merekapun mulai melakukan pertukaran atas bahan pangan yang sesuai dengan kebutuhan
mereka di masa itu. Sebagai contoh, orang A memiliki buah-buahan yang berlebih sementara ia
membutuhkan ikan untuk makan. Di sisi lain orang B memiliki ikan yang cukup banyak sementara yang ia
butuhkan adalah buah- buahan. Maka mereka akan melakukan pertukaran bahan pangan yang mereka punya.
Sistem pertukaran inilah yang disebut dengan barter. Namun, seiring berjalannya waktu jumlah manusia
meningkat dengan jenis kebutuhan yang bervariasi sehingga mereka menemui kendala dalam menemukan
orang yang memiliki barang yang cocok dengan kebutuhannya. Pertukaran secara barter memiliki kelemahan
yaitu :
a. Sulit menemukan dua pihak yang saling membutuhkan untuk dapat terjadinya pertukaran. Contoh: Jika
Bu Surtii membutuhkan apel sementara ia hanya memiliki beras, maka ia harus mencari orang yang
memiliki apel dan membutuhkan beras. Betapa sulitnya kita untuk mencari orang yang memiliki
kehendak yang sama dengan kita apalagi bila perekonomiannya luas.
b. Sulit menentukan tingkat perbandingan harga yang sesuai, maksudnya bahwa dalam sistem barter akan
menemui banyak kesulitan untuk menentukan perbandingan harga/nilai yang satu dengan lain yang
akan ditukar. Misalnya 1 ekor kambing setara dengan 10 helai baju. Kondisi kambing tidak selalu sama
sama ada yang gemuk dan ada juga yang kurus. Demikian pula ukuran baju.
Dengan banyaknya kelemahan yang dimiliki oleh sistem barter ini maka manusia mulai berpikir untuk
memanfaatkan sebuah benda yang memiliki nilai terukur yang dapat digunakan sebagai alat transaksi.
a. Tahap Uang
Uang mengalami perkembangan yang cukup pesat sesuai dengan pesatnya perkembangan dan tingkat
kemajuan pengetahuan dan teknologi manusia sehingga uang senantiasa menyempurnakan sistem dan
bentuknya. Menurut Conway dalam Natsir (2014) Sekitar 5000 tahun yang lalu Irak Modern berdiri, di mana
masyarakatnya telah mengenal uang koin yang mereka namakan shekel. Shekel melambangkan jumlah
tertentu yang setara dengan emas dan perak
.
Gambar 1.1: Aktivitas manusia pada tahap sebelum barter yaitu bertani dan berburu untuk
memenuhi kebutuhan, dan aktivitas pada tahap barter saling menukar barang atau jasa yang
mereka miliki.
Sumber : https://www.artikelsiana.com/2014/10/kehidupan-manusia-purbaberocok-tanam.html
2.Sejarah uang di Indonesia
Saat ini Rupiah adalah mata uang negara Indonesia. Rupiah itu bukanlah satu-satunya mata uang yang
pernah ada dan berlaku di Indonesia. Pada masa kerajaan dulu, masyarakat pernah menggunakan uang sebagai
bentuk transaki. Di mana uang zaman kerajaan dulu masih berupa koin logam. Nah ketika negara kita didatangi
para penjajah yang sudah mengenal uang kertas, maka negara kita pun ikut memakai uang kertas. Contohnya
saja ketika masa pemerintahan Hindia Belanda, di mana nama mata uang yang digunakan adalah Sen dan
Gulden yang diterbitkan oleh De Javasche Bank
Sumber https://www.google.com/search?q=gambar+uang+indonesia+sebelum+merdeka&
safe=strict&sxsrf=ALeKk03VjRAy7PfGTpSHpv4BKvGwyqWwyA:1601050030 594&tbm=isch&source
Ketika masa pendudukan Jepang akan berakhir, sebagai upaya untuk menarik hati masyarakat Indoensia,
pemerintah Jepang menerbitkan mata uang baru dengan menggunakan bahasa Indonesia, nama mata uang itu
adalah Rupiah Hindia Belanda.
Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekannya, mata uang baru yang beredar itu banyak digunakan
dalam transaksi yang terjadi di kalangan masyarakat Indoensia. Semua mata uang, baik itu terbitan Hindia
Belanda maupun terbitan Jepang semuanya berlaku untuk digunakan sebagai transaksi, sebab pada masa itu
negara sedang mengalami kondisi ekonomi yang masih kacau balau.
Kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil itu semakin diperparah dengan kedatangan para sekutu yang mencoba
mengambil alih kekuasaan Indonesia. Tentara sekutu yang terkenal dengan sebutan NICA (netherlands Indies
Civil Administration) itu datang dan menarik semua uang yang beredar dari masyarakat Indonesia, dan
menggantinya dengan mata uang baru bernama "Gulden NICA" atau uang NICA.
Setelah itu, Pemerintah Indonesia yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya, langsung mengambil
langkah untuk segera membuat mata uang sendiri. Tapi hal itu terkendala dengan sumber daya untuk membuat
dan mencetak mata uang itu. Bahkan pabrik-pabrik untuk mencetak uang saat itu selalu saja diserang sekutu,
mereka berupaya untuk mencegah peredaran uang Indonesia.
Setelah NKRI lahir, pemerintah Indonesia pun berusaha sekuat tenaga menghapuskan berbagai bentuk pengaruh
dari Belanda, terutama pengaruh dalam sistem keuangan Indonesia. Upaya tersebut antara lain;
1. Menggantikan mata uang terbitan Belanda berdenominasi rendah dengan koin Rupiah pecahan 1, 5, 10, 25,
dan 50 sen, serta penerbitan uang kertas 1 dan 2 1/2 Rupiah.
2. Menasionalisasikan De Javasche Bank yang merupakan bank sentral RIS menjadi Bank Indonesia. Bank
Indonesia sudah mulai merilis uang kertas baru, mulai dari 1 Rupiah hingga 100 Rupiah pada tahun 1952-
1953. Ini merupakan pertanda baru dalam sejarah republik Indonesia, karena sejak tahun itu Bank Indonesia
memiliki tugas untuk menerbitkan dan mengedarkan uang kertas Rupiah
Alokasi waktu 2 x 45 menit
PENGERTIAN,KRITERIA,FUNGSI
DAN JENIS UANG
A.PENGERTIAN UANG
Uang merupakan hasil ciptaan manusia yang berguna untuk melancarkan kegiatan transaksi. Uang
adalah persediaan asset yang bisa dengan segera digunakan untuk melakukan transaksi Dalam perekonomian,
uang merupakan sebuah alat yang disepakati secara bersama oleh para pelaku kegiatan ekonomi untuk
melakukan transaksi perdagangan. Secara sederhana uang dapat didefinisikan sebagai sebuah alat tukar sah
memiliki nilai yang telah sepakati secara bersama untuk memudahkan manusia dalam transaksi jual beli.
Menurut Budisantoso (2006), secara teoritis uang dapat diklasifikasikan dalam dua golongan utama,
yaitu uang dalam pengertian sempit (narrow money) serta uang dalam pengertian luas (broad money). Uang
dalam arti sempit (narrow money) adalah uang yang memiliki tingkat likuiditas paling tinggi biasanya dalam
bentuk uang kartal dan uang giral. Sementara uang dalam pengertian luas (broad money) dapat dibagi dalam
dua kelompok. Kelompok pertama, diberi notasi M2 terdiri atas narrow money ditambah dengan rekening
tabungan (saving deposit) dan rekening deposito berjangka
(time deposit). Kelompok kedua, diberi notasi M3 yang terdiri atas M2 ditambah dengan seluruh simpanan
dana masyarakat pada lembaga keuangan bukan bank.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) uang diartikan : (1) Alat tukar atau standar pengukur
nilai (kesatuan hitungan) yang sah, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak,
atau logam lain yang dicetak dengan bentuk dan gambar tertentu; (2) harta; kekayaan.
Berdasarkan defenisi tersebut dapat disimpulkan bahwa uang adalah alat tukar yang memiliki standar
pengukur nilai (satuan hitung) yang sah, yang dikeluarkan oleh pemerintah yang dapat berupa uang kartal,
uang giral yang terdapat dalam rekening tabungan maupun deposto berjangka dan seluruh simpanan
masyarakat yang ada di lembaga keuangan non bank.
Gambar 1.2: Beberapa contoh uang logam dan uang kertas milik Indonesia
Sumber : https://materibelajar.co.id/uang-kartal/
Suatu benda dapat dijadikan sebagai” uang” jika benda tersebut memnuhi syarat syarat tertentu yang dapat
diterima secara umum yaitu :
1. Dapat Diterima Secara Umum (Acceptability)
Uang haruslah dapat diterima oleh masyarakat secara umum maupun oleh negara. Ini merupakan salah satu
syarat uang. Uang juga harus dapat diterima secara umum sebagai alat pembayaran, alat penukaran barang atau
jasa dan penimbunan kekayaan. Karena keberterimaannya ini, orang yang memegang uang haruslah memiliki
rasa percaya diri bahwa uangnya memang dapat digunakan.
2. Tahan Lama (Durability)
Kriteria uang menurut para ahli lainnya adalah tahan lama. Uang haruslah tahan lama. Bentuknya tidak
mengalami perubahan dalam waktu yang lama dan tidak mengalami penurunan kualitas. Tidak hanya dalam
aspek fisik, uang juga perlu bertahan untuk selalu diterima oleh masyarakat. Ketahanan uang diperlukan untuk
mendukung fungsi uang sebagai media pertukaran dan penyimpanan nialai. Masyarakat berharap transasksi
yang mereka lakukan dapat terus berlangsung. Uang yang mereka terima dapat digunakan lagi untuk transaksi
di kemudian hari. Maka dari itu uang yang tahan lama diperlukan.
Dalam sejarahnya, logam seperti emas, perak, tembaga dan nikel dikenal sebagai uang yang memiliki ketahanan
yang baik. Satu ons emas hari ini sama dengan satu ons emas besok, lusa, minggu depan ataupun bertahun-
tahun yang akan datang, kualitasnya tidak berubah. Sedangkan bahan-bahan organik seperti sayuran dan buah-
buahan jarang sekali dijadikan uang karena kualitasnya yang mudah menurun. Sehelai selada hari ini dapat
menjadi busuk di keesokan harinya, begitu juga dengan buah apel, jeruk dan yang lainnya.
3. Mudah Dibawa-Bawa ( Portability)
Ketika seseorang akan melakukan transaksi secara tunai, tentu ia harus mengeluarkan uangnya untuk kemudian
ditukarkan dengan benda yang ia inginkan. Maka dari itu uang haruslah ringan sehingga mudah dibawa-bawa.
Pada zaman dahulu, benda-benda yang memenuhi kriteria ini adalah logam seperti emas, perak, tembaga dan
nikel. Membawa sekantung penuh logam tidak akan terlalu memberatkan. Namun sejak abad ke-20, peran
logam kemudian diganti oleh uang kertas karena dianggap lebih ringan dan lebih mudah untuk dibawa.
4. Mudah Dipecah (Divisibility)
Dipecah dalam konteks ini bukan berarti dipecah materialnya tetapi nilainya. Sebagai media pembayaran, uang
haruslah dapat memenuhi nilai semua barang dari mulai yang terendah hingga yang tertinggi. Oleh karena itu,
uang perlu dibagi lagi kedalam nominal-nominal yang lebih kecil. Semakin kecil nominal yang tercipta akan
semakin baik. Alasan ini pula yang membuat logam seperti emas, nikel, perak dan tembaga digunakan sebagai
uang pada masa lalu. Logam-logam ini dapat dibagi lagi kedalam unit-unit yang lebih kecil.
5. Elastisity of Supply
Jumlah uang yang beredar harus mencukupi kebutuhan dunia usaha (perekonomian)
6. Stabilitas Nilai (Stability of ValueNilai uang harus dapat stabil agar fungsinya dapat berjalan dengan baik.
Jika uang tidak stabil maka masyarakat secara umum tidak dapat menerimanya. Tentunya masyarakat
menginginkan nilai uang yang stabil agar mereka dapat memupuk kekayaan dengan nilai yang pasti..
Gambar 1. 3 : Euro mata uang yang berlaku dikawasan Eropa
Sumber : www.nusaforex.com
Secara umum uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, juga untuk
menghindarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibedakan menjadi dua yaitu
fungsi asli dan fungsi turunan. Fungsi Asli
uang menunjukkan fungsi yang mula-mula melekat pada uang atau fungsi yang mengacu pada tujuan awal
diciptakannya uang.
1. Sebagai alat tukar umum (medium of exchange), yaitu uang berfungsi sebagai alat untuk pertukaran dan
mengatasi kesulitan dalam pertukaran secara natural (barter).
2. Sebagai satuan hitung (unit of account), yaitu berfungsi untuk menentukan nilai dari suatu barang atau
jasa, serta untuk menentukan besarnya harga menghitung besar kecilnya pinjaman
3. Selain itu uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valut) karena dapat digunakan untuk
mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang.
B. Fungsi Turunan,
uang juga memiliki fungsi lain yang disebut sebagai fungsi turunan. Fungsi turunan itu sendiri antara lain:
• Sebagai alat pembayaran yang sah. Kebutuhan manusia akan barang dan beragam tidak dapat dipenuhi
melalui cara tukar-menukar atau barter. Guna mempermudah dalam mendapatkan barang dan jasa yang
diperlukan, manusia memerlukan alat pembayaran yang dapat diterima semua orang, yaitu uang.
• Sebagai alat pembayaran utang. Uang dapat digunakan untuk mengukur pembayaran pada masa yang
akan datang.
• Sebagai alat penimbun kekayaan. Sebagian orang biasanya tidak menghabisakan semua uang yang
dimilikinya untuk keperluan konsumsi ada sebagaian uang yang disisihkan dan di tabung untuk
keperluan di masa dating, baik di bank maupun di rumah.
• Sebagai alat pemindah kekayaan. Seseorang yang hendak pindah dari suatu tempat ke tempat lainya
dapat memindahkan kekayaannya yang berupa tanah dan bangunan rumah ke dalam bentuk uang dengan
cara menjualnya. Di tempat yang baru dia dapat membeli rumah yang baru dengan menggunakan uang
hasil penjualan rumah yang lama.
• Sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi. Apabila nilai uang stabil orang lebih bergairah dalam
melakukan investasi, kegiatan ekonomi akan semakin meningkat.
Sumber :
https://1.bp.blogspot.com/-
WSTcexZ61JQ/V9sFkPDMjI/AAAAAAAAKBI/kqwlSPNGy8uKEXJJsjKWk5QjM
99wIS0QCLcB/s1600/uang.jpg
Uang yang beredar terdiri dari beberapa jenis ,sehingga untuk mengetahui masing masing jenis perlu suatu
pengamatan khusus melalui tinjauan tertentu.Jenis uang dapat dikelompokkan sebagai berikut :
A. Berdasarkan Nilai yang Terkandung dalam Bendanya
Menurut nilainya, uang dibedakan menjadi uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money).
1. Uang Penuh (full bodied money). Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas
uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum
sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut.
2. Uang Tanda (token money). Sedangkan yang dimaksud dengan uang tanda adalah pabila nilai yang tertera
diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai
nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut.
B. Berdasarkan Bahan yang Digunakan
Uang menurut bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas.
Uang Logam
Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu
memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur,
tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai. Uang logam memiliki
tiga macam nilai:
1. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang
digunakan untuk mata uang.
2. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang.
3. Nilai tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli
uang).
Pecahan uang logam yang beredar di Indonesia adalah Rp 5,00; Rp 10,00; Rp 25,00; Rp 50,00; Rp 100,00; Rp
500,00 dan Rp 1.000,00. Secara praktis uang logam Rp 5,00 telah hilang dari peredaran tapi secara teoritis
masih digunakan.
Uang Kertas
Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat
pembayaran yang sah. Menurut Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk
lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas). Pecahan uang kertas
yang dikeluarkan Bank Indonesia saat ini bernilai nominal Rp 1.000,00; Rp
5.000,00; Rp 10.000,00; Rp 20.000,00; Rp 50.000,00; dan Rp 100.000,00.
Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Uang kertas hanya memiliki dua macam nilai, yaitu nilai
nominal dan nilai tukar. Ada 2(dua) macam uang kertas :
1. Uang Kertas Negara (sudah tidak diedarkan lagi), yaitu uang kertas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan
alat pembayaran yang sah dengan jumlah yang terbatas dan ditandatangani mentri keuangan.
2. Uang Kertas Bank, yaitu uang yang dikeluarkan oleh bank sentral,
Beberapa keuntungan penggunaan alat tukar (uang) dari kertas di antaranya :
1. Penghematan terhadap pemakaian logam mulia
2. Ongkos pembuatan relatif murah dibandingkan dengan ongkos pembuatan uang logam.
3. Peredaran uang kertas bersifat elastis (karena mudah dicetak dan diperbanyak) sehingga mudah diseusaikan
dengan kebutuhan akan uang
4. Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar
C. Berdasarkan Lembaga yang Mengeluarkannya
Berdasarkan lembaga yang mengeluarkannya uang dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu uang kartal (sering
pula disebut sebagai common money) dan uang giral.
Uang Kartal
Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-
beli sehari-hari. Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal dikeluarkan oleh Bank
Indonesia dan dicetak oleh Perum Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia).
Keuntungan menggunakan uang giral
Keuntungan menggunakan uang giral sebagai berikut.
1. Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uangAlat pembayaran yang dapat diterima untuk
jumlah yang tidak terbatas, nilainya sesuai dengan yang dibutuhkan (yang ditulis oleh pemilik cek/bilyet giro)
2. Lebih aman karena risiko uang hilang lebih kecil dan bila hilang bisa segera dilapokan ke bank yang
mengeluarkan cek/bilyet giro dengan cara pemblokiran.
Uang Giral
Uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (giro) yang dapat ditarik sesuai
kebutuhan. Uang ini hanya beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat mempunyai hak untuk
menolak jika ia tidak mau barang atau jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini. Macam-macam uang
giral antara lain.
1. Cek adalah surat perintah dari nasabah yang mempunyai rekening atau simpanan di bank agar bank membayar
sejumlah uang kepada pihak atau orang yang disebutkan dalam cek.
2. Bilyet giro adalah surat perintah kepada bank supaya bank membayar dengan cara memindahbukukan
sejumlah uang dari rekening nasabah bank kepada rekening nasabah lain yang ditunjuk.
3. Telegrafic transfer adalah perintah pembayaran yang dilakukan dengan pemindahan antarrekening dalam
suatu bank yang sama melalui telegram.
Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum,
yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Uang giral dapat terjadi dengan cara berikut.
1. Penyetoran uang tunai kepada bank dan dicatat dalam rekening koran atas nama penyetor, penyetor menerima
buku cek dan buku giro bilyet. Uang tersebut sewaktu-waktu dapat diambil atau penyetor menerima
pembayaran utang dari debitur melalui bank. Penerimaan piutang itu oleh bank dibukukan dalam rekening
koran orang yang bersangkutan. Cara di atas disebut primary deposit.
2. Karena transaksi surat berharga. Uang giral dapat diciptakan dengan cara menjual surat berharga ke bank, lalu
bank membukukan hasil penjualan surat berharga tersebut sebagai deposit dari yang menjual. Cara ini disebut
derivative deposit
3. Mendapat kredit dari bank yang dicatat dalam rekening koran dan dapat diambil sewaktu-waktu. Cara ini
disebut dengan loan deposit.
D. Berdasarkan Wilayah Berlakunya
1. Uang domestik, yaitu uang yang hanya berlaku di dalam wilayah suatu negara tertentu saja. Contoh: rupiah,
ringgit, peso, dan baht.
2. Uang regional, yaitu uang yang hanya berlaku di kawasan tertentu, seperti euro berlaku bagi negara-negara
kawasan Eropa.
Uang internasional, yaitu uang yang berlaku tidak hanya di dalam wilayah suatu negara tertentu saja, tetapi
juga berlaku di berbagai wilayah negara di dunia (internasional). Misalnya, dolar, yen, dan poundsterling
Teori nilai uang dibagi menjadi dua. Yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.
Teori uang statis
Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai uang yang diakibatkan perkembangan
ekonomi. Teori ini dibuat dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan seperti: apakah sebenarnya uang?
Mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar?
Teori ini meliputi:
1. Teori metalisme. Teori yang hampir sama dengan pengertian nilai intrinsik.
2. Teori konvensi. Teori yang menyatakan uang bisa diterima secara umum di masyarakat karena atas dasar
perjanjian/mufakat.
3. Teori nominalisme. Teori ini menyatakan diterimanya uang berdasarkan nilai daya belinya.
4. Teori negara. Teori ini menyatakan bahwa uang adalah benda yang ditetapkan oleh negara yang berfungsi
sebagai alat tukar dan alat bayar. Jadi nilainya pun ditetapkan oleh pemerintah yang diatur oleh undang-
undang.
Teori uang dinamis
Kalau teori diatas tidak mempersoalkan perubahan nilai uang, maka teori uang dinamis ini adalah sebaliknya.
Teori ini meliputi:
1. Teori kuantitas. Pada teori ini David Ricardo menyatakan kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung
pada jumlah uang yang beredar. Kemudian Irving Fisher menyempurnakan teori diatas dengan
menyatakan tidak hanya tergantung pada jumlah saja, melainkan juga pada kecepatan peredaran uang,
barang dan jasa sebagai faktor yang memengaruhi nilai uang.
2. Teori persediaan kas. Teori ini menyatakan bahwa perubahan nilai uang tergantung dari jumlah uang yang
tidak dibelikan barang-barang.
3. Teori ongkos produksi. Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan
uang itu dapat dipandang sebagai barang.
PERANAN UANG DALAM PEREKONOMIAN
Dewasa ini uang sebagai institusi ekonomi dan komoditas mempunyai peranan penting dalam perekonomian.
Pengertian uang sebagai institusi adalah uang telah diterima sebagai alat pembayaran maupun alat
penyimpan kekayaan. Mengingat fungsi utama dari sebuah intitusi adalah mempermudah kehidupan
manusia, baik secara individu maupun kelompok, maka dapat dikatakan siapapun manusia yang hidup
dizaman modern akan mengalami kesulitan jika tidak mau menerima uang.
Berikut ini akan dijelaskan peranan uang dalam perekonomian modern (Manurung dan Rahardja 2004):
1. Uang sebagai indikator modrenisasi bangsa
Pengalaman menunjukkan peradaban yang makin modern adalah peradaban yang semakin menghargai
uang. Bangsa yang modern adalah bangsa yang adil dan sejahtera. Hal ini dapat diukur dari pendapatan
perkapita dan distribusi pendapatan. Dari sisi pandang ekonomi, bangsa yang makin modern adalah bangsa
yang makin mampu mengalokasikan sumberdaya yang lebih efisien. Sumberdaya tersebut mencakup
sumberdaya ekonomi dan nonekonomi. Semakin membaiknya kesetaraan dan demokratisasi menyebabkan
penentuan alokasi sumberdaya harus bersifat objektif dan mepertimbangakan kepentingan banyak pihak.
Dalam masyarakat modern pemerintah juga harus menjadi pengarah alokasi sumberdaya, agar perekonomian
semakin kuat.
2. Uang sebagai indikator tingkat modrenisasi perekonomian
Perekonomian modern adalah perekonomian yang sangat menjunjung tinggi alokasi sumberdaya
ekonomi. Keputusan yang diambil oleh konsumen dan produsen sifatnya mandiri, terdesentralisasi, dan
berdasarkan pertimbangan untung dan rugi. Jika kedua pelaku ekonomi tersebut mencapai kondisi
optimal, maka perekonomian akan mencapai kondisi efisien atau disebut keseimbangan umun (general
equilibrium)
3. Uang sebagai indikator stabilitas ekonomi
Sebuah perekonomian dikatakan stabil jika perkembangan indikator makroekonominya dalam jangka
panjang tidak fluktuatif. Didalam era modern tidak satu perekonomian yang tertutup atau tidak melakukan
transaksi dengan luar negeri. Keterbukaan ekonomi disatu sisi memberikan manfaat percepatan ekonomi,
tetapi disisi lain akan menimbulkan masalah ketergantungan yang semakin besar kepada sektor luar negeri.
Kecenderungan mana yang terjadi, tercermin dari pergerakan nilai tukar mata uang. Jika mata uang suatu
Negara nilai tukarnya dalam jangka panjang menunjukkan kecenderungan yang membaik maka kerjasama
dengan luar negeri memberikan manfaat yang optimal Begitupun sebaliknya . Karena itu stabilitas nilai tukar
juga dapat digunakan untuk mengukur stabilitas pekonomian.
Sumber https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10463
4.Pasar uang dan pasar modal
Baik pasar (money market) maupun pasar modal (capital market) merupakan interaksi antara
permintaan dan penawaran uang. Yang di perjual belikan dalam pasar uang dan pasar modal adalah hak
penggunaan uang.seseorang atau sebuah lembaga yang memiliki kelebihan uang dan untuk sementara waktu
ataupun dalam jangka waktu lama belum akan digunakan, dapat mengalihkan hak penggunaan uangnya
tersebut kepada pihak lain yang membutuhkan. Pengalihan tersebut dapat dilakukan langsung oleh pemilik
uang kepada pihak yang membutuhkan, misalnya dalam betuk memberi pinjaman. Agar pemilik uang mau
menglihkan hak penggunaanya,si peminjam memberikan kompensasi berupa pembayaran bunga. Berapa
lama uang tersebut dipinjamkan dan berapa tingkat bunganya tergantung kesepakatan kedua pihak.
Permintaan Uang adalah jumlah uang yang diminta oleh masyarakat untuk tiga tujuan meminta uang, yaitu
tujuan transaksi, tujuan berjaga-jaga dan tujuan spekulasi
Faktor yang mempengaruhi permintaan uang di antaranya adalah sebagai berikut :
1. Pendapatan Riil
Ilustrasi Pendapatan Rill (Sumber: seek.co.nz)
Pendapatan Riil adalah pendapatan yang dihitung dengan harga konstan (mendasarkan pada harga tahun tertentu
yang dijadikan tahun dasar). Semakin tinggi pendapatan, permintaan akan uang akan semakin besar. Ini
dikarenakan konsumsi dan tabungan akan bertambah seiring dengan meningkatnya pendapatan.
2.Tingkat Suku Bunga
Ilustrasi Tingkat Suku Bunga (Sumber: co-opcreditunions.org)
Semakin tinggi suku bunga permintaan akan uang untuk motif spekulasi akan berkurang. Squad hal ini
dikarenakan tingginya suku bunga akan membuat biaya pinjaman uang untuk berspekulasi semakin bertambah
mahal. Nah, ketika tingkat suku bunga tinggi, orang akan lebih baik memilih untuk menabung di bank daripada
untuk berspekulasi.
3. Tingkat Harga Umum
Semakin tinggi tingkat harga umum, permintaan akan uang akan semakin bertambah.harga barang dan jasa
bertambah mahal, dan untuk membelinya diperlukan uang yang lebih banyak pula dan mengakibatkan
permintaan akan uang juga semakin bertambah
4. Fasilitas Kredit
Ilustrasi Fasilitas Kredit (Sumber: kreditpedia.net)
Semakin canggih fasilitas kredit akan memudahkan masyarakat meminjam uang kepada bank sehingga semakin
banyak jumlah uang tunai yang diinginkan masyarakat, begitu pula kebalikannya. Semakin sulitnya fasilitas
kredit maka jumlah uang yang diinginkan masyarakat akan berkurang.
Penawaran uang adalah jumlah uang yang tersedia dalam suatu perekonomian. Kebijakan moneter bertujuan
untuk mengatur penawaran uang atau mengatur uang yang beredar. Oleh karena itu, penawaran uang merupakan
tugas pemerintah melalui Bank Indonesia.
faktor-faktor yang memengaruhi penawaran uang dengan asumsi uang yang beredar adalah uang dalam arti luas
maka yang dapat memengaruhi penawaran uang hanya bank sentral melalui berbagai kebijakan moneter yaitu:
1. Tingkat Di
1. Tingkat diskonto
merupakan bunga yang diterapkan bank sentral kepada bank umum yang meminjam dana. Bank Indonesia
yang bertugas sebagai Lender of the last resort berkewajiban membantu bank umum dalam hal pinjaman
dana. Semakin tinggi tingkat diskonto maka semakin sedikit uang yang dapat dipinjam oleh bank umum
sehingga penawaran uang berkurang, begitupun sebaliknya.
Cadangan Kas (Giro Wa
Ilustrasi Tingkat Diskonto (Sumber: caribbean360.com)
2. Cadangan kas
merupakan tabungan atau simpanan uang tunai milik bank umum yang ada di bank sentral. Semakin besar
cadangan kas yang ditentukan oleh bank sentral maka jumlah penawaran uang akan berkurang. Squad, hal
ini terjadi karena bank umum dituntut untuk menaikkan cadangannya yang menuntut bank umum
menyimpan uang lebih banyak di bank sentral. Kondisi sebaliknya jika bank sentral menurunkan tingkat
cadangan kas maka jumlah uang beredar akan bertambah.
Kesar Terbuka
Ilustrasi Cadangan Kas (Sumber: moneyoptimizationgroup.com)
3. Kebijakan pasar terbuka adalah kebijakan bank sentral dalam membeli atau menjual surat berharga milik
pemerintah seperti obligasi negara, surat utang negara, dan sertifikat bank Indonesia. Jika bank sentral
menjual surat berharga maka jumlah penawaran uang akan berkurang karena masyarakat dapat surat
sedangkan bank sentral mendapatk
Ernawaty ,S.Pd 2018 ,Perbankan Dasar X .Jakarta Pustaka Mulia
https://www.simulasikredit.com/definisi-uang-fungsi-dan-
jenisuang/#:~:text=Fungsi%20asli%20uang&text=Sebagai%20satuan%20hitung%20(unit%20
of,harga%20suatu%20barang%20dan%20jasa.
https://blog.ruangguru.com/faktor-faktor-yang-memengaruhi-permintaan-dan-penawaranuang.docx
https://www.google.com/search?q=pengertian+permintaan+uang+dan+penawaran+uang
&oq=pengertian+permintaan+uang&aqs=chrome.1.69i57j0l6j69i60.9577j0j7&sourceid= chrome&ie=UTF-8
http://peaunsri.blogspot.com/2014/03/permintaan-dan-penawaran-uang.html