LAPORAN HASIL KEGIATAN
WEBINAR SOCIETY 5.0 Computer Science And Islamic
Approach
QORI AZMI AYASY SIAGIAN
(0701193153)
PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
MEDAN 2021
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Kegiatan
Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut inovasi yang semakin baik
setiap saat. Terdapat banyak bidang kajian di ranah teknologi informasi yang
setiap harinya berkembang tanpa henti. Diantaranya Revolusi Industri 4.0, Society
5.0, Disruptif Teknologi, Computer Science, Keterampilan Abad 21 dan Generasi
Milenial dan Pendekan Al-Qur’an Dalam Memenangkan Persaingan Era Society 5.0.
Keenam bidang kajian ini merupakan bidang kunci yang masih terus dikembangkan
hingga saat ini.
Dalam rangka diskusi dan pertukaran informasi terkait dengan keenam bidang
tersebut di atas, Jurusan Ilmu Komputer Universitas Islam Negeri Sumatera Utara akan
menyelenggarakan Seminar Nasional Ilmu Komputer dengan tema ” Webinar dan
Society 5.0 : Computer Science and Islamic Approach”. Kegiatan seminar dirancang
sebagai wahana terjadinya interaksi profesional antar komunitas bidang ilmu komputer
di Indonesia untuk saling bertukar pikiran, pengetahuan, pengalaman, dan gagasan, untuk
mengakselerasi pengembangan penelitian di bidang ilmu komputer.
1.2 Tujuan Kegiatan
Mengkomunikasikan dan memfasilitasi pertukaran informasi antara peserta seminar
dengan narasumber yang kompeten terkait :
1. Tantanganyang ada di dalam bidang Diantaranya Revolusi Industri 4.0, Society
5.0, Disruptif Teknologi, Computer Science, Keterampilan Abad 21 dan Generasi
Millenial dan Pendekan Al-Qur’an Dalam Memenangkan Persaingan Era Society
5.0.
BAB II
LAPORAN KEGIATAN
2.1 Bentuk Kegiatan
Webinar ini yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
mengangkat tema "Society 5.0 :Computer Science and Islamic Approach". Workshop ini
merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk meningkatkan publikasi artikel ilmiah di
bidang komputer. Kegiatan webinar ini dilaksanakan menggunakan virtualmeeting zoom.
2.2 Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan Webinar dan Society 5.0 : Computer Science and Islamic Approach ini
dilaksakan pada :
Tanggal : Selasa, 12 Oktober 2021
Waktu : 09.00 WIB
Narasumber : Prof. Dr. Sarjon Defit, S.Kom, MSc
2.3 Peserta Seminar
Peserta itu berasal dari mahasiswa dan dosen-dosen dari perguruan tinggi komputer
yang ada di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Jumlah peserta sebanyak 300
peserta.
2.4 Hasil Kegiatan
Dalam kegiatan webinar ini Prof. Dr. Sarjon Defit, S.Kom, MSc menyampaikan tujuan
dari workshop ini adalah menjelaskan pemilihan topik penelitian dan proses penulisan
karya ilmiah.
1. Revolusi Industri 4.0
2. Society 5.0
3. Disruptif Teknologi
4. Computer Science
5. Keterampilan Abad 21 dan Generasi Milenial
6. Pendekan Al-Qur’an Dalam Memenangkan Persaingan Era Society 5.0
Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan pandangan baru-ide baru dan
menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah serta peluang. inovasi merupakan
kemampuan buat menerapkan solusi kreatif terhadap persoalan dan peluang buat
menaikkan atau memperkaya kehidupan.
Menurut KBBI, inovasi adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru, atau
pembaharuan. Pengertian dari inovasi lainnya adalah usaha yang dilakukan oleh seseorang
dengan mendayagunakan pemikiran, kemampuan imajinasi, berbagai stimulan, dan
individu yang mengelilinginya.
Tujuannya adalah menghasilkan produk baru, baik bagi dirinya sendiri maupun
lingkungannya. Seseorang yang berhasil melakukan sebuah inovasi adalah seseorang yang
inovatif. Secara tidak langsung, manfaat inovatif adalah membawa sesuatu hal yang baru
yang dapat memudahkan kehidupan manusia dan membawa manusia ke dalam kondisi
kehidupan yang lebih baik.
Society 5.0 atau Masyarakat 5.0 adalah konsep teknologi masyarakat yang berpusat
pada manusia dan berkolaborasi dengan teknologi (AI dan IoT) untuk menyelesaikan
masalah sosial yang terintegrasi pada ruang dunia maya dan nyata.
Society 5.0 merupakan era baru dalam kehidupan bermasyarakat yang sudah
terintegrasi dengan sistem teknologi berupa IoT(Internet Of Things) dan AI (Kecerdasan
buatan) yang dapat memproses big data dan menganalisa data tersebut.
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah simulasi dari kecerdasan
yang dimiliki oleh manusia yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa
berpikir seperti halnya manusia. Sedangkan menurut Mc Leod dan Schell, kecerdasan
buatan adalah aktivitas penyediaan mesin seperti komputer dengan kemampuan untuk
menampilkan perilaku yang dianggap sama cerdasnya dengan jika kemampuan tersebut
ditampilkan oleh manusia.
AI merupakan sistem komputer yang bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang
umumnya memerlukan tenaga manusia atau kecerdasan manusia untuk menyelesaikan
pekerjaan tersebut.
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) merupakan simulasi dari
kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang dimodelkan di dalam mesin serta diprogram
supaya bisa berpikir seperti halnya manusia. Sedangkan berdasarkan Mc Leod serta Schell,
kecerdasan buatan artinya kegiatan penyediaan mesin seperti komputer dengan
kemampuan buat menampilkan sikap yang dianggap sama cerdasnya dengan jika
kemampuan tersebut ditampilkan oleh manusia.
AI merupakan sistem komputer yang bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang
biasanya memerlukan tenaga manusia atau kecerdasan manusia untuk menyelesaikan
pekerjaan tersebut.
1. Computer Engineering (CE) Pengembang sistem terintegrasi (software dan
hardware).
2. Informatian System (IS) Analisa kebutuhan dan proses bisnis serta desain sistem.
3. Computer Science (CS) Konsep computing dan pengembangan software.
4. Information Technology (IT) Pengembangan dan maintenance Infrastruktur IT.
5. Software Engineering (SE) Pengembangan software dan pengelahaan tahapan
SDLC.
Bidang yang terkait Jurusan Ilmu Komputer :
1. Teknik Informatika
2. Teknik Komputer
3. Keamanan Siber
4. Sistem Operasi
5. Sistem Informasi
Keterampilan yang dibutuhkan Ilmu Komputer :
➢ Ketelitian dan perhatian yang kuat terhadap detail
➢ Observan
➢ Suka Berhitung
➢ Jiwa analisa dan memecahkan masalah
5 Generasi Milenial Indonesia :
✓ Nerd Millenial sebanyak 7,4%
Nerd milenial adalah mereka yang termasuk dalam golongan milenial secara fisik
dan umur, tapi kurang gaul. Mereka memang aktif terlibat dalam dunia kreatif dan
teknologi, tapi lebih suka menyendiri dan bertingkah sesuai keinginan mereka
sendiri.
✓ Alay Millenial sebanyak 9,3%
Melek teknologi dan sangat terikat dengan kehidupan media sosial. Biasanya
mereka selalu berbagi status atau story di Instagram tentang semua hal yang
mereka lalui. Buruknya, mereka juga suka membagikan berita-berita hoax di grup
Whatsapp tanpa mempelajari kebenarannya lebih dulu.
✓ Anti Milenial sebanyak 18,9%
Hanya fisik dan umurnya saja yang masuk ke dalam golongan milenial. Tingkah
laku dan pola pikir mereka justru old-school alias kekunoan bukan kekinian.
Mereka tidak gaul dan tidak suka berinteraksi dengan media sosial maupun
internet.
✓ True Millenial sebanyak 22,7%
Milenial sebenar-benarnya milenial dengan gayanya yang selalu kekinian dan
gadget yang lengkap. Milenial jenis ini paham semua jenis kamera mirrorless
terbaru dan fitur-fitur Samsung Galaxy maupun iPhone yang mahal itu. Mereka
juga sangat inovatif, melek teknologi, serta selalu siap dalam menghadapi
perubahan.
✓ Mass Millenial sebanyak 41,8%
Walaupun millenial, namun mereka sangat "nanggung", meski begitu merupakan
tipe milenial paling banyak di Indonesia. Serba nanggung karena mereka secara
umum bisa menggunakan internet, cukup mengikuti perkembangan gadget, namun
aktif di media sosial tidak seintens True Millenial.
Surat Al-Baqarah Ayat 186 Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu
(Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan
orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi
(perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.
Empati merupakan sikap terpuji yang sepatutnya dimiliki oleh setiap orang. Di
antara sikap yang dapat menumbuhkan empati adalah saling tolong-menolong atau
bekerjasama dalam hal kebaikan.Allah SWT berfirman dalam surat Al Maidah ayat 2
sebagai berikut.
Artinya: "...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan
takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan
bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya."
Al-Qur’an memberikan perhatian yang sangat penting pada urusan komunikasi.
Dalam Al-Qur’an banyak sekali disinggung terkait komunikasi misalnya pada surah Ash-
Shaff ayat 2-3 membicarakan bahwa komunikasi membutuhkan pembuktian, perkataan
yang diikuti dengan perbuatan.
“Jadi setiap perkataan harusnya memiliki konsekuensi untuk diri. Selain itu dalam
hadis juga disinggung terkait komunikasi sebagaimana hadis riwayat Bukhari dan Muslim
bahwa Nabi berpesan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia
berkata baik atau diam. Dalam konteks ini, bukan berarti diam seterusnya namun
mengandung pesan bahwa setiap perkataan yang akan disampaikan harus benar-benar
dipikirkan.
Menurut Zulzby (1986), literasi adalah kemampuan berbahasa seseorang
(menyimak, berbicara dan menulis) untuk berkomunikasi dengan cara yang berbeda sesuai
dengan tujuannya. Jika didefinisikan secara singkat, pengertian literasi adalah kemampuan
membaca dan menulis. Artinya: “Bacalah dengan mnyebut nama Tuhanmu yang telah
menciptakan. Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dengan
nama Tuhanmu yang maha mulia. Yang telah mengajarkan manusia dengan perantara
membaca dan menulis” (Surat Al-Alaq 1-5).
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang DIGITAL TALENT
sehingga bisa menjadi MASTER bukan FOLLOWER
2. Menjalin KOLABORASI dalam merealisasikan IDE
3. Menjadikan Teknologi Informasi dan Komputer sebagai ENABLING dan tidak
hanya sebagai SUPPORTING
4. Menjadikan Teknologi Informasi dan Komputer sebagai PELUANG untuk
memenangkan persaingan di Era Society 5.0
Dari pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber dalam acara webinar
“ STUDIUM GENERALE Society 5.0 : Computer Science and Islamic Approach ”,dapat
disimpulkan bahwa Society 5.0 merupakan kelanjutan jawaban-jawaban dari
permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada revolusi industri 4.0.Untuk mencapai
revolusi industri 5.0 kita harus melakukan perubahan dengan menggunakan teknologi
dalam beraktivitas.
Dalam perkembangan revolusi industri dari 4.0 ke revolusi industri 5.0 memiliki
beberapa bidang ilmu yang dapat membantu mencapai perkembangan revolusi industri
diantaranya Computer Science. Computer Science yaitu ilmu yang mempelajari tentang
sistem komputer dan perangkat komputer. Didalam Computer Science terdapat beberapa
bidang ilmu diantaranya:Computer Engineering(CE), Information System (IS), Computer
Science, Information Technologi (IT), Software Engineering (SE).
Maka dari itu sesorang lulusan ilmu komputer sangat dibutuhkan dalam mecapai
perkembangan teknologi yang dapat mempermudah pekerjaan manusia. Yang didalamnya
terdapat teknologi yang berupa Artificial Intelegence dan Internet of Thing. Mahasiswa
juga diharapkan memiliki softskill dalam proses pencapaian perkembangan revolusi
industri 5.0.
3.2 Saran
Setelah kegiatan seminar ini rencana berkelanjutan dengan berbagai tema penelitian di
bidang ilmu komputer.
Lampiran